Font size
S
M
L
XL
WorksheetsCh.6 – The Measurement Perspective on Decision Usefulness(MPDU
Total questions: 11
Worksheet time: 10mins
Name
Class
Date
1.
Lap keuangan berbasis PV dikatakan relevan dan reliabel
a)
dikatakan Relevan sebab didasarkan pd arus kas mendatang harapan
b)
Reliabel karena nilai laporan keuangan merefleksikan secara obyektif arus kas mendatang harapan
c)
Manajemen tak mungkin memanipulasi lap keuangan
d)
Realisasi kejadian mendatang observabel
e)
bahwa laba bersih harapan dan realisasian tidak mesti sama dilain waktu lama di bawah ketidak pastian, dan perbedaan ini disebut laba abnormal
2.
Historical Cost ACcounting menggunakan pendekatan laba rugi dilihat dari perspektif informasi, maka
a)
Peningkatan bukan realisasian dlm nilai tidak diakui pd neraca
b)
Keterlambatan (lags) di belakang akibat ekonomik riil = RECOGNITION LAG
c)
Akuntan menunggu sampai peningkatan dalam nilai divalidasi melalui realisasi seprti penjualan atau arus kas meningkat
d)
Laba = proses mempertemukan pendapatan dgn kos perolehan pendapatan
e)
Lap Laba mengasumsikan peran yg lebih penting, selama menyediakan informasi pada “angsuran” sekarang dari nilai yang diciptakan oleh perusahaan.
3.
Aplikasi pendekatan PV pd aset tunggal (apalagi semua tipe aset) dapat menimbulkan masalah, karena :
a)
Di bawah kondisi dunia nyata tempat akuntansi beroperasi, laba neto tidak ada seperti didefinisikan konstruk ekonomik dg baik (dg definisi nilai sekarang).
b)
Akuntan merasa bahwa HCA bagi kelompok utama aset operasi dan utang menunjukkan cara yg lebih berguna unt membukukan (to account), selama kita mengobservasi HCA untuk kelompok ini berakar kuat dlm praktik
c)
beberapa relevansi hilang, tetapi reliabel meningkat
d)
Dlm keadaan ideal laba bersih tidak memiliki kandungan informasi
e)
semua jawab salah
4.
Hasil penelitian mengenai Akuntansi Pengakuan Cadangan (RRA) yg dilakukan oleh Magliolo (1986) adalah :
a)
informasi RRA tidak melaksanakan sesuai dgn toeri dlm kemampuannya untuk menjelaskan nilai pasar
b)
RRA dilaksanakan berbeda (out performed) dengan informasi cadangan yang disediakan oleh jasa investasi
c)
Studi pertama yg memberikan bukti ilmiah bahwa return saham merespon kandungan informasi Lap Keu
d)
Harga merefleksikan informasi publik (termasuk inf akuntansi)
e)
Implikasi: RRA kuarang mampu dlm mengukur tentang nilai cadangan
5.
Kelemahan Hasil penelitian mengenai Akuntansi Pengakuan Cadangan (RRA) yg dilakukan oleh Magliolo (1986) adalah :
a)
RRA kurang tepat untuk menjadi bermanfaat/berguna
b)
RRA dilaksanakan berbeda (out performed) dengan informasi cadangan yang disediakan oleh jasa investasi
c)
Riset menghadapi lebih banyak kesulitan metodologis daripada yang dilakukan dlm menemukan reaksi pasar pd laba neto
d)
Informasi HCA tentang cadangan minyak dan gas mungkin lebih bernilai-relevan daripada yang diimplikasikan dgn RRA
e)
Implikasi: RRA kuarang mampu dlm mengukur tentang nilai cadangan
6.
Teori Prospek oleh Kahneman dan Tversky (1979) meliputi beberapa hal :
a)
Teori Prospek memberikan alternatif berbasis keperilakuan untuk teori keputusan
b)
Implikasi Teori Prospek investor yang mempertimbangkan investasi berisiko (“prospek”) akan mengevaluasi secara terpisah prospektif untung dan rugi
c)
Asumsi Teori Prospek :
Loss aversion
Individu “memberi bobot” probabilitas nilai harapan suatu prospek
d)
Informasi HCA tentang cadangan minyak dan gas mungkin lebih bernilai-relevan daripada yang diimplikasikan dgn RRA
e)
Efek disposisi: investor menunjukkan perilaku pengambil risiko dengan respek pada rugi, investor menahan saham pd perusahaan rugi (loser) dan menjual saham perusahaan laba (winner)
7.
Hasil penelitian Fama & French (1992) mengenai Beta Saham,menemukan bahwa:
a)
beta (& CAPM) memiliki kemampuan kecil dlm menjelaskan return saham.
b)
B/M (book/market ratio) dan ukuran perusahaan memiliki kekuatan eksplanatori
c)
Pasar bergerak seakan risiko persh meningkat dg BM dan menurun dg ukuran perusahaan, bukan dg melihat BETA
d)
Implikasi Teori Prospek investor yang mempertimbangkan investasi berisiko (“prospek”) akan mengevaluasi secara terpisah prospektif untung dan rugi
e)
Asumsi Teori Prospek :
Loss aversion
Individu “memberi bobot” probabilitas nilai harapan suatu prospek
8.
CAPM beranggapan bahwa beta dan tingkat bunga bebas risiko konstan, jika :
a)
hanya perubahan dlm return pd portofolio pasar (E(RMT)) yg menyebabkan perub dlm return saham-j
b)
Determinan fundamental E(RMT) adl dividen harapan agregat di antara semua persh dlm pasar
c)
Semakin tinggi dividen hrp agregat, semakin banyak investor akan investasi dlm psr
d)
menyebabkan permintaan shm dan menyebabkan indeks psr naik, dan sebaliknya
e)
Akibatnya, jika pasar efisien, perubahan dl E(RMT) shrnya tidak menyebabkan perub dlm dividen hrp agregat
9.
bukti bhw investor rasional & pasar efisien
a)
pasar tdk bisa merepon pd inf scr pas, seperti prediksi teori efisiensi
b)
Hrg butuh waktu lama unt bereaksi atas inf LK
c)
Adanya return abnormal mengikut rilis informasi
d)
Disebut anomali pasar efisien: Pengaruh mengambang pasca pengumuman ( post-annaouncement drift) dan Respon psr pd akrual
e)
Akibatnya, jika pasar efisien, perubahan dl E(RMT) shrnya tidak menyebabkan perub dlm dividen hrp agregat
10.
Implikasi Inefisiensi Pasar bagi Pelaporan Keuangan, meliputi :
a)
Ukuran bhw psr tdk scr penuh efisien=> meningkatkan pentingnya pelaporan keuangan (PK)
b)
Perdagangan noise, harga bisa dibiaskan ke atas atau ke bawah relatif pd nilai fundamentalnya, akibatnya investor rasional termasuk analis akan menemukan penilaian salah ini dan mengambil manfaat
c)
Inefisiensi pasar mendukung perpektif pengukuran
d)
Disebut anomali pasar efisien: Pengaruh mengambang pasca pengumuman ( post-annaouncement drift) dan Respon psr pd akrual
e)
Akibatnya, jika pasar efisien, perubahan dl E(RMT) shrnya tidak menyebabkan perub dlm dividen hrp agregat
11.
seberapa besar inf LK memiliki efek material pd return dan harga saham disebut ?
a)
pasar tdk bisa merepon pd inf scr pas, seperti prediksi teori efisiensi
b)
Earning After tax
c)
Earning Response Coefficient (ERC)
d)
Efisiensi Pasar
e)
Relevansi nilai (=R2)
Reset
