NEW
Font size
Worksheetsmanafsirkan pandangan pengarang
Total questions: 50
Worksheet time: 37mins
Novel adalah
cerita dengan jumlah kata antara 3 . 000 -4000 kata
cerita dengan jumlah kata antara 750 -1 . 000 kata.
cerita panjang yang jumlah kata 4000 – 10 . 000 kata
karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif, biasanya dalam bentuk cerita.
Di bawah ini yang bukan ciri-ciri novel...
Memiliki lebih dari satu alur dan alurnya berkembang
Tokohnya banyak dan memiliki lebih dari satu karakter
Ceritanya disertai perubahan nasib tokoh
Ceritanya tidak disertai perubahan nasib tokoh
Di bawah ini yang merupakan jenis novel berdasarkan isi dn tokoh adalah, kecuali...
Teenlit
Chicklit
Romantis
Novel dewasa
suatu bentuk fiksi spekulatif yang terutama membahas tentang pengaruh dan perkembangan teknologi yang diimajinasikan terhadap masyarakat dan para individual merupakan jenis novel ...
Horor
Romantis
Non fiksi
Fiksi ilmiah
"Dalam Mihrab Cinta, Ayat-ayat Cinta, Cinta Suci Zahrana" . Berikut ini merupakan contoh novel yang ber-genre
Misteri
Semi action
Romantis
Religius
"Sherlock Holmes, Metropolis, & Rebecca" merupakan contoh novel yang ber-genre...
Romantis
Horor
Action
Misteri
"Novel Marmut Merah Jambu, & Manusia Setengah Salmon". Ketiga novel tersebut merupakan novel yang ber-genre...
Romantis
Non fiksi
Komedi
Misteri
Novel jenis teenlit adalah...
Novel jenis ini berisikan tentang kisah atau cerita seputar kehidupan remaja.
jenis novel yang berisi tentang cerita seputar wanita muda dan berbagai permasalahan yang dihadapi.
Jenis novel yang dibuat berdasarkan cerita dari sebuah lagu.
Novel jenis ini berisikan tentang cerita atau kisah orang-orang dewasa dan hanya untuk dinikmati oleh orang-orang dewasa.
Berikut ini merupakan langkah-langkah menyajikan hasil interpretasi terhadap pandangan pengarang, Kecuali...
Membaca isi novel secara mendalam.
Menginterpretasi pandangan pengarang terhadap kehidupan dalam novel.
Memberikan pendapat terhadap tafsiran pengarang tentang kehidupan dalam novel (lisan atau tulis).
Menghafal pandangan pengarang terhadap kehidupan dalam novel.
Cara dan atau pandangan yang dipergunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah karya fiksi kepada pembaca disebut...
Tokoh/Penokohan
Alur
Sudut Pandang
Latar
Berikut ini merupakan unsur pembangun novel, yakni unsur instrinsik & unsur ekstrinsik. Berikut ini yang bukan merupakan unsur ekstrinsik...
Biografi pengarang
Situasi dan kondisi
Nilai-nilai
Amanat
Berikut ini yang bukan merupakan unsur instrinsik adalah...
Plot
Latar
Tokoh dan Penokohan
Nilai-nilai
Unsur yang berada di luar teks novel, tetapi memberi pengaruh yang tidak kalah kuatnya terhadap isi novel dan cerpen daripada tema, alur/plot, latar, tokoh dan penokohan, sudut pandang, dan amanat disebut juga...
Unsur Ekstrinsik
Unsur Instrinsik
Unsur didaktis
Unsur kebahasaan
Aliran sastra merupakan “agama” bagi seorang penulis dan setiap penulis memiliki aliran sastra yng berbeda-beda. Hal ini sangat memengaruhi ...
Gaya penulisan
Judul novel
Unsur bahasa
Jumlah karya
novel dibangun dengan 2 unsur, yaitu:
intrinsik dan ekstrinsik
ekstrinsik dan babak
adegan dan ekstrinsik
pluralisme dan ekstrinsik
berikut ini pernyataan yang benar tentang novelet adalah
tebal 200 halaman
berbentuk prosa yang panjangnya antara novel dan cerita pendek
terbal 40 halaman
berbentuk bait-bait yang terdiri dari 12 suku kata
Tokoh berdasarkan sifatnya, dibagi menjadi 3, yaitu
protagonis, antagonis, tritagonis
utama, tambahan, sentral
berkembang, statis, serba bisa
progresif, regresif, campuran
latar terbagi menjadi 3 yaitu:
regresif, suasana, waktu
eksternal, internal, waktu
tempat, internal, suasana
tempat, waktu, suasana
sudut pandang terbagi menjadi 3 yaitu:
orang pertama, kedua, dan keempat
orang kedua, ketiga, dan kelima
orang pertama, kedua, dan ketiga
orang keempat, kedua, dan ketiga
Menafsir pandangan pengarang terhadap kehidupan novel adalah...
pengarang mencoba menghasilkan pandangan dunianya tentang realitas sosial di sekitarnya
pengarang mencoba berimajinasi
pengarang melakukan realitas kehidupan
Dalam proses menafsir pandangan pengarang terhadap kehidupan dalam Novel, langkah pertama yang dilakukan untuk mengetahui hal tersebut antara lain :
membaca teks novel
menemukan fakta dalam novel
berimajinasi mengenai novel
langkah kedua yang dilakukan untuk menafsir pandangan pengarang terhadap novel adalah
membaca teks novel
Mendata atau mencatat kutipan-kutipan autentik dari novel yang dibaca
Menjelaskan pandangan pengarang tersebut terhadap kehidupan dalam novel.
Menginterpretasi Nilai budaya adalah ...
nilai yang dilihat dari sudut pandang hubungan dengan manusia atau masyarakat.
nilai yang dilihat dari sudut pandang kepribadian atau sikap sesorang dalam menyikapi suatu masalah.
nilai yang dilihat dari sudut pandang kebiasaan, adat-istiadat, kepercayaan, oleh masayarakat setempat.
Aminudin sangat kecewa setelah mengetahui bahwa gadis itu bukanlah Mariamin. Agar ayahnya tidak malu dan kecewa, Aminudin menerima gadis itu sebagai isterinya. Aminudin berkirim surat kepada Mariamin bahwa ia sudah menikah dengan gadis pilihan ayahnya. Aminudin menjelaskan duduk perkaranya. Sebelum surat itu selesai dibacanya, Mariamin sudah pingsan. la lalu jatuh sakit. Ayah Aminudin merasa bersalah dan minta maaf kepada Mariamin dan ibunya. la berjanji akan tetap bersahabat dengan keluarga Sutan Baringin. Setelah satu tahun Aminudin menikah, Mariamin pun terpaksa menikah dengan seorang kerani bernama Kasibun dari Padangsidempuan. Hidupnya sangat menyedihkan karena tabiat suaminya sangat kasar. (Novel Azab dan Sengsara, Merari Siregar)
Unsur budaya yang tampak pada cuplikan novel di atas adalah …..
kawin paksa
konflik keluarga
penolakan cinta
eratnya hubungan orang tua dan anak
kekuasaan suami yang lebih besar
Lalu, katanya "Kalau Nyonya melarangku datang kemari, itu hak Nyonya, Tapi, menyambutku dengan semburan begini, rasanya Nyonya telah membuat kekeliruan bertamu. Nyonya harus mempersilakan tamu Nyonya masuk, bukan memakinya.
Nilai adat istiadat yang terdapat pada kutipan cerita tersebut adalah….
Nyonya bertindak benar
setiap orang berbeda kepribadiannya
kita harus menghargai tamu
kita harus senantiasa berkorban
saling menghargai antarsesama
Kebanyakan perempuan yang jatuh ke dalam tangan Datuk Meringgih ini semata-mata karena uangnya juga. Sebab lain daripada itu, tak ada yang dapat dipandandang padanya. Rupanya buruk, umurnya telah lanjut, pakaian dan rumah tangganya kotor, adat dan kelakuannya kasar dan bengis, bangsanya rendah dan kepandaiannya pun tak ada, selain daripada kepandaian berdagang. (Novel Siti Nurbaya, Marah Rusli)
Tradisi atau kebiasaan yang terungkap di dalam cuplikan novel di atas adalah….
uang sebagai daya tarik pernikahan
kelakuan kasar dan bengis dari suami
kepandaian sangat utama dalam berumah tangga
penampilan penting bagi seseorang yang akan berkeluarga
ketaatan seorang istri dan tanggung jawab seorang suami
(1) Lama benar ia menangis, tak hilang-hilang wajah Corrie dari pandanganmya. (2) Cintanya memang belum putus pada Corrie karena cinta itus ialah cinta yang mula-mula yang sudah dikandung semasa masih berseluar pendek ke sekolah rendah. (3) Ketika itu, hilanglah segala kesenangan hati dari Hanafi. (4) Sekiranya Corrie masih ada di Betawi, niscaya Hanafi akan keluar malam itu dari kamarnya dan akan mencari kekasih itu ke tempatnya. (5) Dan akan meniaraplah la di tanah, serta memeluk, dan mencium lutut istrinya. (Novel Salah Asuhan, Abdul Muis)
Kata penunjuk waktu tidak dijumpai dalam kalimat nomor….
1
2
3
4
5
Kebanyakan perempuan yang jatuh ke dalam tangan Datuk Meringgih ini semata-mata karena uangnya juga. Sebab lain daripada itu, tak ada yang dapat dipandang padanya. Rupanya buruk, umurnya telah lanjut, pakaian dan rumah tangganya kotor adat dan kelakuannya kasar dan bengis, bangsanya rendah dan kepandaiannya pun tak ada, selain daripada kepandaian berdagang. (Novel Siti Nurbaya, Marah Rusli)
Cuplikan di atas berkategori sebagai evaluasi karena berisi....
penyelesaian akhir atas konflik utama
komentar pengarang atas masalah yang dialami tokoh utama
cerita dan alur yang membentuk kisah keseluruhan novel
tanggapan pengarang terhadap konflik cerita
ulasan pengarang terhadap keseluruhan masalah
Aku juga merasa cemas. Aku cemas karena melihat Bu Mus yang resah dan karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku. Meskipun beliau begitu ramah pagi ini tapi lengan kasarnya yang melingkari leherku mengalirkan degup jantung yang cepat. Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga. Menyekolahkan anak berarti mengikatkan diri pada biaya selama belasan tahun dan hal itu bukan perkara gampang bagi keluarga kami. (Novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata)
Nilai kehidupan yang dominan tersirat dalam penggalan novel di atas adalah….
etika
moral
sosial
budaya
agama
Tapi agaknya bukan hanya ayahku yang gentar. Setiap wajah orang, tua di depanku mengesankan bahwa mereka tidak sedang duduk di bangku panjang itu, karena pikiran mereka, seperti pikiran ayahku, melayang-layang ke pasar pagi atau ke keramba di tepian laut membayangkan anak lelakinya lebih baik menjadi pesuruh di sana. Para orang tua ini sama sekali tak yakin bahwa pendidikan anaknya yang hanya mampu mereka biayai paling tinggi sampai SMP akan dapat mempercerah masa depan keluarga. Pagi ini mereka terpaksa berada di sekolah ini untuk menghindarkan diri dari celaan aparat desa karena tak menyekolahkan anak atau sebagai orang yang terjebak tuntutan zaman baru, tuntutan memerdekakan anak dari buta huruf. (Novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata)
Konflik yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah….
kegentaran tokoh ayah
tuntutan zaman baru
keharusan melek huruf
perang batin para orang tua
keterpaksaan para orang tua
Rumah itu dibeli oleh ibu Hanafi dan di sanalah ia tinggal bersama Rafiah. Karena perlu menyekolahkan Syafei, Rafiah tidak perlu bercerai lagi dengan mertuanya yang sudah dipandang sebagai ibu kandungnya. Sedangkan, ibu Hanafi pun berkata hendak menurutkan orang berdua itu ke mana perginya. Rafiah telah menolak hendak dipersuamikan. la berkata tak sampai hati memberi ayah tiri kepada Syafei.
Cuplikan cerita itu dapat dijelaskan kembali secara ringkas, yakni sebagai berikut….
Ibu tak sampai hati memberi ayah tiri kepada Syafei.
Rafiah tetap menolak hendak dipersuamikan.
Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya tak pudar.
Kita harus menghormati orang tua, terutama ibu.
Rumah yang dibeli ibu Hanafi ditempati Rafiah
“Apapun yang kamu katakan terhadapku, kutak peduli. Walau kaucaci maki, kaukutuki, aku terima. Tapi, untuk membiarkan Math dan Arcy hidup sebagai suami istri, padahal Tuhan telah melarangnya, o ... o... o .... itu telah melanggar prinsip hidup setiap orang yang percaya pada-Nya. Kau memang telah berbuat sesuatu yang benar sebagai ibu yang mau memelihara kebahagiaan anaknya. Tapi, ada lagi kebenaran yang lebih mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi, yakni kebenaran yang dikatakan Tuhan dalam kitab-Nya. Prinsip hidup segala manusialah menjunjung kebenaran Tuhan”
Nilai agama yang terdapat dalam kutipan novel tersebut ...
A. Segala keputusan hendaknya selalu dikembalikan pada ajaran agama.
B. Kesabaran seorang ayah dalam menghadapi perilaku anakanaknya
C. Tuhan melarang perkawinan beda agama.
D. Keikhlasan seorang ibu dalam membahagiakan anaknya.
E. Melanggar prinsip agarna mendatangkan kesengsaraan.
Bacalah kutipan novel berikut dengan seksama!
Empat hari kemudian aku duduk di samping sopir truk yang membawa hasil panen dari desa ke kota. Waktu itu umurku hampir enam belas tahun. Sudah dua tahun aku tidak bersekolah. Keputusan yang diambil ayahku merupakan peraturan yang harus diturut tanpa dirunding pihak yang bersangkutan. Pada waktu itu aku menerimanya dengan kewajaran abadi penuh ketaatan. Ayahku orang yang menentukan dalam kehidupan kami. Dan aku yang dibesarkan dalam lingkungan adat kepala tunduk untuk mengiyakan semua orang tua. Tidak melihat alasan apa pun buat membantahnya. Padahal waktu itu aku khawatir. Tetapi juga gembira. Keduanya disebabkan karena aku akan tinggal di kota ….
Nilai adat (budaya) yang menonjol dalam penggalan novel tersebut adalah ....
A. kebiasaan mengangkut hasil panen dari desa ke kota
B. anak perempuan yang beranjak remaja ditentukan jodohnya
C. orang tua yang menyerahkan anak gadisnya kepada orang lain
D. ayah menentukan kehidupan anaknya dan haranaknyaus dituruti oleh anaknya
E. orang tua yang memberi doa yang baik kepada anaknya
“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.
“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.
“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.
“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.
Watak tokoh “aku” dideskripsikan dengan cara
A. pelukisan bentuk fisik tokoh
B. penggambaran lingkungan sekitar tokoh
C. pengungkapan jalan pikiran tokoh
D. dialog antartokoh
E. Tanggapan tokoh lain
Peran lawan yang seringkali menjadi musuh dan menyebabkan konflik itu terjadi disebut...
Protagonis
Antagonis
Tritagonis
Deutragonis
Figuran
“Selesaikan pelajaranmu dulu, Manen. Zaman sekarang, seorang wanita sebaiknya dapat berdiri sendiri, apalagi kalau ia dapat membangun masyarakat.”
amanat yang paling telat untuk penggalan novel diatas adalah...
Wanita sebaiknya dapat mandiri
Wanita harus bermasyarakat
Pendidikan suami istri harus seimbang
Wanita tidak boleh kalah oleh pria
Cita-cita jangan sampai gagal
Urutan struktur novel yang benar adalah:
- evaluasi
- orientasi
- Resolusi
- komplikasi
- koda
- abstrak
6-4-2-5-1-3
6-2-4-1-3-5
2-3-1-4-6-5
6-2-4-3-1-5
2-4-5-3-6-1
Berikut ciri-ciri dari novel, kecuali...
Jumlah kata +/- 35000 kata
Alur cerita cukup kompleks
Terdiri dari 100 halaman
kelajuan cukup cepat
Kelajuan novel cukup lambat
Bacalah kutipan novel berikut
Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi.
Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah...
Gunda
Sedih
Tegang
Khusyuk
Hening
Saat itu aku dihadapkan pada suatu dilema, apakah aku akan mendekatinya dan terus terang mengatakan kepadanya siapa aku ini sebenarnya atau tetap begini saja seterusnya. Semenjak aku menjadi mandor kebun, aku tidak pernah lagi berhubungan dengan Mas Sudibyo.
Watak tokoh “Aku” yang terlihat dalam penggalan novel tersebut adalah...
Egois
Ceroboh
Lemah
Penyabar
Peragu
Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini. Akan pelengah-lengah pikiran dan akan membeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topi dari pandan seperti pada malam itu. Akan tetapi, perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!
Isi penggalan novel tersebut mengungkapkan ….
kesengsaraan tokoh menghadapi masa lalu
kebingungan tokoh menghadapi sesuatu
kelesuan tokoh untuk melakukan sesuatu
nostalgia tokoh di masa lampaunya
penyesalan tokoh atas perbuatannya sendiri
“Jimbron adalah seorang yang membuat kami takjub dengan tiga macam keheranan. Pertama, kami heran karena kalau mengaji, ia selalu diantar seorang pendeta. Sebetulnya beliau adalah seorang pastor karena beliau seorang Katolik, tapi kami memanggilnya Pendeta Geovany. Rupanya setelah sebatang kara seperti Arai ia menjadi anak asuh sang pendeta. Namun, pendeta berdarah Itali itu tak sedikit pun bermaksud mengonversi keyakinan Jimbron. Beliau malah tak pernah telat jika mengantarkan Jimbron mengaji ke masjid” (SP, 61)
Pandangan pengarang dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata tersebut adalah ...
Sangat setuju dengan pandangan pengarang, melalui tokoh Jimron pengarang memberikan gambaran kehidupan religius walaupun hidup berbeda agama dan pengarang juga memberikan gambaran cerminan toleransi dan jiwa sosial melalui tokoh pendeta.
Tidak setuju dengan pandangan pengarang, melalui tokoh pendeta pengarang memberikan gambaran kehidupan yang religius walaupun hidup berbeda agama.
Pengarang menghadirkan tokoh Jimbron dalam novel Sang Pemimpi mencerminkan tokoh yang taat beragama dengan mengaji setiap harinya, walaupun dia hidup di lingkungan agama yang berbeda, yaitu agama Katolik. Kemudian pengarang juga menghadirkan cerminan toleransi dan jiwa sosial melalui tokoh pendeta.
Pengarang memunculkan tokoh pendeta dalam novel tersebut guna menunjukkan religiuitas tokoh.
Pengarang menciptakan tokoh Jimron dan pendeta agar novel Sang Pemimpi menarik untuk dibaca.
Bacalah teks novel berikut!
(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.
Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….
1
2
3
4
5
Cermati kutipan novel berikut!
“Ingin makan apa, Las? Ayam goreng, rendang Padang, apa masakan Cina?” tanya Handarbeni setelah mobil meluncur di Jalan Cikini.
Lasi tetap membeku.
“Las, kamu ingin makan apa?”
“Anu. Terserah. Saya ikut saja.”
“Aku lebih senang kamu ada permintaan.”
“Saya tak punya permintaan apa-apa, kok.”
“Atau ayam kalasan di Arya Duta?”
“Terserah saja.”
“Ah, aku lupa. Setengah darahmu adalah Jepang. Sudah pernah menikmati sukiyaki atau tempura?”
“Apa itu?”
“Hidangan dari negeri ayahmu, Jepang.”
Latar yang tergambar dalam kutipan novel tersebut adalah….
sebuah rumah makan
dalam mobil
rumah makan Jepang
rumah makan Arya Duta
Jalan Cikini
Cermati kutipan novel berikut!
Seorang gadis gemuk yang duduk paling belakang menggerakkan kepalanya. Namanya Sally. Semua temannya memutar kepala untuk melihatnya. Dia menunduk karena didengarnya bisik-bisik, ”Oh, si raksasa itu.” Wajah Sally terasa merah dan panas. Ia ingin menangis. Semua kawannya menjuluki dia si gemuk, si raksasa, bola, ah .... Ia baru mengangkat wajahnya ketika anak-anak sudah tidak memandangnya lagi, kini mereka memandangnya dengan takut.
Sally memandang Nona Lily yang ramping manis itu. Ia ingin menjadi Nona Lily. Selalu jadi pusat perhatian anak-anak. Kalau dia itu Nona Lily, tak seorang pun anak yang akan mengejeknya.
”Rupanya kalian sudah tahu siapa dia. Sally Harifa. Seorang anak yang akan selalu saya ingat. Lihat dia, patuh, cerdas, pendiam.... Tidak seperti kalian. Ribut, ribut, pikiran ke mana-mana.”
Sampai jam pelajaran selesai, Nona Lily terus memuji Sally. Ia ingin mencambuk anak-anak lain agar terdorong untuk serius dan pandai seperti Sally. Anak-anak diam, mereka serba salah. Iri, sebenarnya mereka pun mengagumi kecerdasan Sally. (Jendela Kecil, Souzan Kresida).
Amanat kutipan novel tersebut adalah ...
Hargailah semua teman sekelas, karena mereka bisa diajak bekerja sama.
Hormatilah guru yang telah memberi bekal ilmu kepada para siswa.
Pujilah semua orang yang telah berprestasi dengan baik.
Berbahagialah orang-orang yang telah diberi kelebihan daripada yang lain.
Hargailah setiap orang karena kepandaiaannya, bukan karena keadaan fisiknya.
Bacalah teks novel berikut!
(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.
Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….
1
2
3
4
5
Di tengah orang yang berlomba – lomba menjadi patung lilin, Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia.
Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
sombong
religius
tabah
bijaksana
rendah hati
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah ….
Orang pertama pelaku dan ketiga
Orang ketiga pelaku sampingan
Orang ketiga pelaku utama
Orang pertama pelaku utama
Orang ketiga serbatahu
Latar yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya sastra adalah ...
Latar waktu
Latar suasana
Latar sosial
Latar tempat
Nama lain dari alur mundur adalah ...
progresif
maju
gabungan
Flash back
Campuran
