NEW
Font size
WorksheetsKRITIK DAN ESAI SASTRA
Total questions: 15
Worksheet time: 48mins
Cermati paragraf berikut!
Akulah Jibril, yang angin adalah aku, yang embun adalah aku, yang asap adalah aku, yang gemersik adalah aku, yang menghantarkan panas dan dingin. Aku mengirimkan kesejukan, pikiran segar yang mengajak giat belajar. Aku adalah yang menyodorkan keheranan dan sekaligus jawaban. Aku di kebun rimbun, aku di padang pasir, aku di laut, aku di gunung, aku di udara, kukirimkan layang-layangku kepadamu, kepada kalian.
(Mereka Toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat: Danarto)
Kalimat kritik yang sesuai dengan isi kutipan tersebut adalah ...
Danarto dikenal sebagai penulis cerpen yang religius, tercermin dalam tokoh cerpen yang telah ditulisnya.
Menuntut pembaca harus lebih cermat untuk memahami isi cerita karena banyak menggunakan kata-kata lambang.
Penggunaan kalimat-kalimat yang unik membuat cerpen ini diminati pembacanya.
Cerpen Danarto pada umumnya beraliran religius sesuai dengan latar belakang pendidikan beliau.
Penggunaan kalimat yang sederhana memudahkan pembaca untuk memahami isi cerita
Kritik sastra merupakan karangan yang membahas suatu masalah secara sepintas dari sudut pandang penulis.
Betul
Salah
Kritik yang ditulis untuk tujuan tertentu.
Kritik induktif
Kritik cukilan
Kritik teknis
Kritik impresionik
Kritik deskriptif
Tahap awal dalam menyusun kritik sastra.
Tahap Deskripsi
Tahap Penafsiran
Tahap Analisis
Tahap Evaluasi
Tahap Tesis
Suatu tulisan yang berisi penilaian suatu karya, disebut ....
resensi
kritik
esai
artikel
editorial
Perhatikan cuplikan berikut, .
' Tentu saja cara ini bukan tanpa resiko. Rangkaian peristiwa yang membangun alur certa jadinya terasa agak lambat. Ia juga boleh jadi akan mendatangkan masalah bagi pembaca yang tidak bisa menikmati kalimat panjang.
Cuplikan tetsrbut di atas termasuk ....
artikel
esai
kritik
tesensi
ringkasan
Cermati paragraf berikut!
“Maaf Bu, seminggu yang lalu ketika Thu sedang keluar kelas sebentar, saya buka buka buku paket Ibu, maksud saya ingin menyontek jawaban soal latihan, tidak sengaja saya melihat tulisan di halaman belakang buku tersebut.” Ujar Teja sambil terisak-isak memberi keterangan dengan lugunya. Wajahnya ia tutup dengan kain sarung bututnya penuh rasa bersalah.
Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah …..
Cerpen menceritakan kehidupan guru di pedesaan dengan segala permasalahannya.
Cerita ini sebenarnya menarik. Namun dalam kenyataan, mungkinkah seorang murid berani membuka-buka buku milik guru, apalagi dengan tujuan menyontek. Bagian ini jelas menunjukkan kurang logisnya jalinan cerita yang disajikan.
Bahasa yang digunakan pengarang sangat sederhana. Dengan menggunakan bahasa sehari-hari cerpen mudah diikuti jalinan cenitanya.
Tokoh Teja diceritakan dalam cerpen ini sebagai seorang siswa yang berani, kurang jujur, tetapi sangat menyayangi gurunya. Ia sangat sedih ketika mengetahui bahwa gurunya akan pindah.
A. Kisah kehidupan di desa memang sangat menarik untuk disimak, apalagi cerita yang diangkat cerpen ini menceritakan konflik batin seorang guru yang berasal dan kota, namun ditugaskan di desa.
Cermatilah kutipan novel berikut
“Dia bibi saya, Bu” jelas Teja seperti mengerti kebingungan Ratna.
“Ibu saya menjadi TKW di Arab Saudi sejak saya berusia dua tahun. Sampai sekarang ibu saya tidak pernah pulang, kirimannya pun sudah terhenti sejak enam tahun yang lalu. Ayah tidak pernah berhasil mencari tahu keberadaan ibu.” Jelas Teja. Kemudian dengan suara yang semakin bergetar Teja melanjutkan pembicaraannya.
“Mungkin ibu tidak betah tinggal dan mengajar di sini. Padahal, kami suka belajar dengan ibu, walaupun susah tetapi kami ingin bisa. Tolong Bu, beri kesempatan pada kami untuk bisa belajar dengan Ibu lebih lama lagi!” ucap Teja sambil meneteskan air mata tak kuasa menahan perasaannya.
“Maafkan ibu juga Ja, tapi …”
“Tapi Ibu merasa terkekang di sini. Di sini Ibu tidak bisa mewujudkan cita-cita Ibu, begitu kan?” serobot Teja lagi.
Ratna tak mengira muridnya punya keberanian untuk berbicara seperti itu.
Kalimat esai yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah …..
Sebagai cerita yang mengisahkan kehidupan guru yang ditempatkan di pedesaan, cerita ini mampu menampilkan konflik batin sang guru. Bahasa yang digunakan lugas dan jelas.
Sebagai cerita yang mengisahkan kehidupan di desa cerita ini mengisahkan seorang guru yang ditugaskan di desa. Ia hidup di tengah masyarakat desa yang hidup serba kekurangan.
Tema cerita ini terlalu biasa yaitu tentang kehidupan di desa yang serba kekurangan. Tentunya dapat dipahami jika di desa serba kekurangan karena tempatnya jauh.
Orang desa memang banyak yang menjadi TKW karena kehidupan di desa serba kekurangan. Jadi hal ini tidak menarik untuk dijadikan bahan cerita.
Sosok Teja adalah seorang siswa yang begitu menyayangi gurunya. Karena gurunya mengajar penuh kasih seperti ibunya. Ia sangat kecewa ketika ia mengetahui bahwa gurunya berniat untuk pindah.
Bacalah dengan cermat kutipan esai berikut!
Kita perlu mengembangkan apa yang disebut sebagai sastra kontekstual. Dalam jenis sastra ini, para sastrawan sadar benar bahwa dia mencipta untuk kelompok konsumen tertentu. Dia tidak berpretensi bahwa karya sastranya akan dinikmati seluruh umat manusia, karena dia sadar bahwa seorang superman dapat terbang keluar dari kenyataan konteks sejarah. Dia tidak kecewa kalau dia tidak berhasil memenangkan hadiah Nobel.
Hal yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut adalah ….
penulis sastra kontekstual bukanlah sperman
sastra kontekstual saat ini perlu dikembangkan
sastra kontekstual memiliki konsumen tertentu
penulis tidak kecewa bila tidak mendapat hadiah
sastra
kontekstual adalah jenis sastra tertentu
Bacalah dengan cermat!
Dari sebuah kantong di dalam keranjang besarnya, Wak Katok mengeluarkan daun ramu-ramuan. Mereka membersihkan luka-luka Pak Balam dengan air panas dan Wak Katok menutup luka besar di betis dengan ramuan daun-daun yang kemudian mereka membungkus dengan sobekan sarung Pak Balam. Wak Katok merebus ramuan obat-obatan sambil membaca mantera-mantera, dan setelah air mendidih, air obat dituangkan ke dalam mangkok dari batok kelapa. Setelah air agak dingin, wak Katok meminumkannya kepada Pak Balam sedikit demi sedikit.
Nilai sosial yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ….
membuat ramuan obat tradisional
membaca mantra-mantra dalam melakukan pengobatan
menuangkan ramuan obat ke dalam mangkok batok kelapa
memberikan pertolongan kepada orang yang sedang sakit
melakukan pengobatan dengan cara tradisional
Cermati kutipan berikut!
Hasan kembali lagi kepada sikap seperti semula. Melengkung lagi pinggangnya. Tapi tangannya berkepal. Dan giginya berderik-derik. "Ya, Si Anwar dan Ruslilah yang telah menyesatkan daku! Mereka yang membikin aku bentrokan dengan ayahku sendiri! Mereka yang terkutuk! Mereka yang harus kuhancurkan!"
Tangan Hasan yang kurus kering itu berkepal kepal dan meninju-ninju pahanya sendiri. Cemas ia. Maka terbayang-bayanglah lagi wajah Anwar dengan pandangan matanya memandang istrinya. Terbayang lagi khayal tentang hubungan istrinya di belakang punggungnya, kalau ia sedang di kantor. ”Etc .. Etc, Si Anwar! Chih!"
Panas terasa dalam dadanya rasa terbakar api neraka. Berputar-putar segera dalam kepalanya. Serasa mau lari ia! Entah ke mana! Serasa mau menjerit-jerit pula! Entah untuk apa! Terasa olehnya air matanya mencekik lehernya. Tapi dengan sekuat tenaga ia mau menenangkan hatinya. Beberapa kali ia menarik napas panjang.
Tak tahan lagi ia. Air matanya yang selama ini ditekan-tekannya, tidak dengan diinsyafinya lagi sudah berderai-derai di atas pipinya, berjatuhan di atas pangkuannya.
(Atheis, Achdiat Karts Miharja)
Konflik yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ...
Perasaan marah dan dendam Hasan pada Anwar dan Rusli.
Penyesalan Hasan atas perbuatannya pada Anwar.
Rasa berdosa Hasan kepada orang tuanya.
Perasaan bersalah Hasan pada istrinya.
Rasa takut Hasan bertemu dengan Rusli.
Cermati kutipan berikut!
Hasan kembali lagi kepada sikap seperti semula. Melengkung lagi pinggangnya. Tapi tangannya berkepal. Dan giginya berderik-derik. "Ya, Si Anwar dan Ruslilah yang telah menyesatkan daku! Mereka yang membikin aku bentrokan dengan ayahku sendiri! Mereka yang terkutuk! Mereka yang harus kuhancurkan!"
Tangan Hasan yang kurus kering itu berkepal kepal dan meninju-ninju pahanya sendiri. Cemas ia. Maka terbayang-bayanglah lagi wajah Anwar dengan pandangan matanya memandang istrinya. Terbayang lagi khayal tentang hubungan istrinya di belakang punggungnya, kalau ia sedang di kantor. ”Etc .. Etc, Si Anwar! Chih!"
Panas terasa dalam dadanya rasa terbakar api neraka. Berputar-putar segera dalam kepalanya. Serasa mau lari ia! Entah ke mana! Serasa mau menjerit-jerit pula! Entah untuk apa! Terasa olehnya air matanya mencekik lehernya. Tapi dengan sekuat tenaga ia mau menenangkan hatinya. Beberapa kali ia menarik napas panjang.
Tak tahan lagi ia. Air matanya yang selama ini ditekan-tekannya, tidak dengan diinsyafinya lagi sudah berderai-derai di atas pipinya, berjatuhan di atas pangkuannya.
(Atheis, Achdiat Karts Miharja)
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam kutipan novel di atas adalah.....
Orang pertama tokoh utama
Orang pertama sebagai pencerita
Orang kedua sampingan
Orang ketiga pengamat
Orang ketiga serba tahu
Cermati kutipan Tajuk Rencana di bawah ini!
Untuk kedepannya harap dipetimbangkan matang-matang tindakan yang lebih pas, yang lebih. Baik, lebih berkualitas, lebih cerdas dan lebih membuahka hasil ketimbang hanya melaksanakan aksi demonstrasi yan justru merugikan masyarakat yang seharusnya dilindungi dari kebuasan pemerintah. Untuk selanjutnya diharapkan berhati-hati dalam mengambil tindakan jangan sampai niat tulus yang mulia untuk melindungi hak-hak rakyat justru disalah artikan oleh masyarakat dan justru memberi keuntungan bagi pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. [.....]
Opini yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah....
Pastikan tindakan yang diambil benar-benar memberi manfaat dan mencapai tujuan yang diinginkan.
Jangan bertindak gegabah semaunya sendiri agar tidak merugikan orang lain
Para demonstrasi selalu berunjuk rasa seenaknya sendiri.
Bertindaklah sesuai dengan hukum yang berlaku di negeri ini dan tidak bertindak anarkis.
Masyarakat hendaknya bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku di negeri ini dan tiak main hakim sendiri.
Cermati kutipan berikut!.
Ketika dengan malu-malu Bejo menemuinya, dengan lagak bijak, Paman Bablas berkhotbah, ”Bejo? Jadi Pilot? Jadilah pedagang. Kalau sudah berhasil seperti aku, heh dapat menjadi politikus. Setiap saat bisa menyogok dan mendirikan maskapai penerbangan sendiri, kalau perlu, kelas bohong-bohongan”.
Mungkin karena wajah Bejo kocak, Paman Bablas tidak sampai hati untuk menolak. Maka, semua biaya pendidikan Bejo di akademi pilot ditanggung oleh Paman Bablas. Kendati otak Bejo sama sekali tidak cemerlang, akhirnya lulus, dan resmi mempunyai hak untuk menjadi pilot.
Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan tersebut adalah...
Isi cerita hidup dan sajiannya sangat lucu sehingga membuat pembaca tidak bosan dan akan menyelesaikan membaca cerita sampai akhir.
Isi cerita sangat berani mengungkapkan kebenaran fakta dalam kehidupan . Namun nama ”Bejo” sebaiknya diganti agar tidak menyiratkan suku tertentu.
Tokoh ”Bejo” dalam cerita mewakili salah satu tokoh yang ditemukan dalam kehidupan yang memiliki prilaku seperti ”Bejo”, pemberani, tebal muka, dan ambisius
Keberanian seorang Bejo dapat ditemukan dalam kehidupan nyata. Namun keberaniannya tidak memikirkan dampak yang ditimbulkannya.
Kisah ini sangat menarik untuk dibaca sebagai bacaan ringan yang hanya bernilai hiburan dan ceritanya hanya khayalan yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Cermati paragraf esai berikut!
Saat ini banyak orang yang tidak memperhatikan aturan dalam menciptakan pantun yang digunakan dalam forum-forum pertemuan sebagai pembuka dan penutup pembicaraan. Padahal, pantun, di samping memperhatikan tujuan isinya ( untuk nasihat, sindiran, keagamaan, atau jenaka), harus pula memperhatikan aturan pembentukannya, misalnya jumlah suku kata, kata, baris dalam satu bait, rima, serta sampiran dan isi. Pantun yang tidak memperhatikan hal yang demikian belumlah dapat dikatakan pantun yang memiliki nilai-nilai. ...
Kalimat simpulan yang sesuai dengan isi paragraf tersebut adalah ...
Sangat mudah menciptakan pantun karena siapa pun dapat menciptakan dan menggunakannya dalam forum tertentu.
Ternyata pantun yang tergolong puisi lama sekarang sudah mulai digunakan dalam forum-forum pertemuan.
Oleh sebab itu, pantun perlu dilestarikan kembali sebagai hal yang berguna untuk pembuka dan penutup acara.
Jadi, sebuah pantun yang bernilai adalah yang memperhatikan tujuan, isi dan aturan-aturan penulisannya.
Dengan demikian, pantun lebih menonjolkan bunyi-bunyi sehingga membacakannya menggunakan irama.
