wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Test HD Perawat

Total questions: 70

Worksheet time: 35mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien datang untuk mondok di RS dengan keluhan sesak nafas, pucat, bengkak seluruh tubuh. Pada evaluasi laboratorium di dapatkan hasil lab : proteinuria +++, eritrocyturia +, Hb=6,0 gr/dl, ureum 250 mg/dl, creatinin = 15,0 mg/dl, Na=138 meq/dl, K 8,5 meq/dl, albumin = 1,2 .. g/dl. Analisa gas darah dari arterial didapat : Ph=7,31, HCO3= 9 meq/l. Pasien ini 15 th yang lalu pernah terkena Nefrotik syndrom.


Pasien mengalami Hb = 6,0 gr/dl , disebabkan terutama oleh :

a)

Produksi ertrosit sangat aktif

b)

Produksi eritrosit kurang aktif karena produksi eritropoietin menurun

c)

Sumsum tulang mengalami aplasia atau hipoplasia

d)

Hampir semua eritrosit mengalami hemolysis

2.

Seorang pasien datang untuk mondok di RS dengan keluhan sesak nafas, pucat, bengkak seluruh tubuh. Pada evaluasi laboratorium di dapatkan hasil lab : proteinuria +++, eritrocyturia +, Hb=6,0 gr/dl, ureum 250 mg/dl, creatinin = 15,0 mg/dl, Na=138 meq/dl, K 8,5 meq/dl, albumin = 1,2 .. g/dl. Analisa gas darah dari arterial didapat : Ph=7,31, HCO3= 9 meq/l. Pasien ini 15 th yang lalu pernah terkena Nefrotik syndrom.


Kadar albumin serum pasien gagal ginjal sebesar = 1,2 g/dl. Hal ini disebabkan karena:

a)

Produksi albumin sangat aktif

b)

Produski albumin tidak aktif

c)

Kehilangan protein lewat usus

d)

Kehilangan protein lewat urine

3.

Seorang pasien datang untuk mondok di RS dengan keluhan sesak nafas, pucat, bengkak seluruh tubuh. Pada evaluasi laboratorium di dapatkan hasil lab : proteinuria +++, eritrocyturia +, Hb=6,0 gr/dl, ureum 250 mg/dl, creatinin = 15,0 mg/dl, Na=138 meq/dl, K 8,5 meq/dl, albumin = 1,2 .. g/dl. Analisa gas darah dari arterial didapat : Ph=7,31, HCO3= 9 meq/l. Pasien ini 15 th yang lalu pernah terkena Nefrotik syndrom.


Pasien diatas dari analisa gas darah didapat Ph=7,31, HCO3 = 9 meq/l. Organ vital yang terlibat asam basa darah adalah :

a)

Hipophyse, hepar, paru

b)

Ginjal, hepar, paru

c)

Hipophyse, ginjal, hepar

d)

Hepar, pancreas, paru

4.

Seorang pasien datang untuk mondok di RS dengan keluhan sesak nafas, pucat, bengkak seluruh tubuh. Pada evaluasi laboratorium di dapatkan hasil lab : proteinuria +++, eritrocyturia +, Hb=6,0 gr/dl, ureum 250 mg/dl, creatinin = 15,0 mg/dl, Na=138 meq/dl, K 8,5 meq/dl, albumin = 1,2 .. g/dl. Analisa gas darah dari arterial didapat : Ph=7,31, HCO3= 9 meq/l. Pasien ini 15 th yang lalu pernah terkena Nefrotik syndrom.


Jika pasien pada kasus diatas akan dilakukan HD, maka :

a)

Persiapan HD dengan darah PRC 2 Kolf

b)

Persiapan HD dengan darah Whole blood 2 kolf

c)

Persiapan HD tanpa darah

d)

Persiapan HD dengan eritropoietin

5.

Seorang pasien datang untuk mondok di RS dengan keluhan sesak nafas, pucat, bengkak seluruh tubuh. Pada evaluasi laboratorium di dapatkan hasil lab : proteinuria +++, eritrocyturia +, Hb=6,0 gr/dl, ureum 250 mg/dl, creatinin = 15,0 mg/dl, Na=138 meq/dl, K 8,5 meq/dl, albumin = 1,2 .. g/dl. Analisa gas darah dari arterial didapat : Ph=7,31, HCO3= 9 meq/l. Pasien ini 15 th yang lalu pernah terkena Nefrotik syndrom.


Jika pasien ini akan dilakukan tindakan HD, rencana untuk mengatasi kelebihan volume cairan yang harus dilakukan adalah:

a)

HD dengan SU dan Albumin

b)

HD dengan profile UF dan diikuti pemberian Albumin

c)

HD dengan Free potasium tanpa UF

d)

HD dengan transfusi darah dan Bicarbonat

6.

Seorang pasien datang untuk mondok di RS dengan keluhan sesak nafas, pucat, bengkak seluruh tubuh. Pada evaluasi laboratorium di dapatkan hasil lab : proteinuria +++, eritrocyturia +, Hb=6,0 gr/dl, ureum 250 mg/dl, creatinin = 15,0 mg/dl, Na=138 meq/dl, K 8,5 meq/dl, albumin = 1,2 .. g/dl. Analisa gas darah dari arterial didapat : Ph=7,31, HCO3= 9 meq/l. Pasien ini 15 th yang lalu pernah terkena Nefrotik syndrom.


Pada saat akan dilakukan tindakan HD, dari hasil pengkajian didapatkan bahwa akses vaskuler inlet dan outletnya sulit (tidak didapatkan akses), maka pilihan utama yang harus dilakukan adalah :

a)

Kolaborasi untuk operasi cimino

b)

Kolaborasi untuk akses Femoralis

c)

Kolaborasi untuk akses arteri brakhialis

d)

Kolaborasi untuk akses dengan HD kateter

7.

Seorang pasien datang untuk mondok di RS dengan keluhan sesak nafas, pucat, bengkak seluruh tubuh. Pada evaluasi laboratorium di dapatkan hasil lab : proteinuria +++, eritrocyturia +, Hb=6,0 gr/dl, ureum 250 mg/dl, creatinin = 15,0 mg/dl, Na=138 meq/dl, K 8,5 meq/dl, albumin = 1,2 .. g/dl. Analisa gas darah dari arterial didapat : Ph=7,31, HCO3= 9 meq/l. Pasien ini 15 th yang lalu pernah terkena Nefrotik syndrom.


Pada kasus diatas pasien mengalami :

a)

Hiperkalsemia

b)

Hiperkalemia

c)

Hipernatremia

d)

Hipertensi

8.

Jika pasien akan diberikan terapi Albumin pada saat HD, Albumin sebaiknya diberikan pada saat :

a)

Awal HD

b)

Durante HD

c)

Pertengahan HD

d)

30-60 menit sebelum HD berakhir

9.

Pasien gagal ginjal kronik berat mengalami odema anasarca, maka keadaan cairan tubuhnya akan mengalami :

a)

Cairan intercelular saja yang meningkat

b)

Cairan intracelular meningkat disertai cairan interstitiel meningkat

c)

Cairan intravasa meningkat dengan cairan interstitiel juga meningkat

d)

Cairan intracel, cairan interstitiel, cairan intravasa semua meningkat

10.

Peranan ginjal dalam pemeliharaan asam basa adalah :

a)

Mengirim H+ ke dalam darah

b)

Mengirim HCO-3 kedalam urine

c)

Mengirim HCO3 kedarah H+ ke urine

d)

Mengirim H+ ke darah dan HCO+ 3 ke darah

11.

Jika pasien mengalami sindrom uremik, tanda dan gejala yang khas adalah :

a)

Adanya mual, muntah dan nafas bau amoniak

b)

Hithcup atau ceguken

c)

Nubness dan kelemahan

d)

Tekanan darah naik

12.

Manajemen Anemia pada pasien gagal ginjal tahap akhir adalah dengan :

a)

Pemberian Human Eritropoietin setelah HB mencapai 7 gr/dl

b)

Pemberian Human Eritropoietin setelah HB mencapai 10 gr/dl

c)

Pemberian Human Eritropoietin pada saat HB mencapai 5 gr/dl

d)

Pemberian zat besi dan eritropoietin

13.

Jika pasien mengalami hiperkalemia, penatalaksanaan pada saat dilakukan HD adalah :

a)

HD dengan Free potasium pada jam I

b)

Evaluasi kadar kalium melalui EKG

c)

Jawaban a dan b benar

d)

Bukan salah satu diatas

14.

Pada proses Hemodialisis, kadar ureum dan kreatinin akan mengalami penurunan melalui proses :

a)

Ultrafiltrasi

b)

Deionisasi

c)

Diffusi

d)

Detoksifikasi

15.

Pasien Ny. N, umur 45 tahun dirawat di bangsal interna. Pada anamnese terdapat bengkak seluruh tubuh, sesak nafas, mual dan muntah. Pemeriksaan fisik BB 60 Kg, TD 170/100 mmHg, pulse 100 x/mnt, R 32 x/mnt. Laboratorium pH 7,21, PCO2 27 mmHg, PO2 142 mmHg, ureum 161 mg/dl, kreatinin 7,8 mg/dl, kalsium 5 mg/dl (range 8,1 – 10,4 mg/dl)


Prioritas Kegawatan pada kasus di atas adalah:

a)

Gangguan keseimbangan cairan /‘overload’

b)

Gangguan pertukaran gas tidak adequat

c)

Gangguan rasa nyaman (nausea dan vomitus)

d)

Gangguan keseimbangan elektrolit (hipokalsemia)

16.

Pasien Ny. N, umur 45 tahun dirawat di bangsal interna. Pada anamnese terdapat bengkak seluruh tubuh, sesak nafas, mual dan muntah. Pemeriksaan fisik BB 60 Kg, TD 170/100 mmHg, pulse 100 x/mnt, R 32 x/mnt. Laboratorium pH 7,21, PCO2 27 mmHg, PO2 142 mmHg, ureum 161 mg/dl, kreatinin 7,8 mg/dl, kalsium 5 mg/dl (range 8,1 – 10,4 mg/dl)


Hipokalsemia yang terjadi pada pasien dengan gagal ginjal dapat disebabkan oleh:

a)

Penurunan pelepasan kalsium dari tulang

b)

Peningkatan absorbsi kalsium

c)

Peningkatan retensi fosfor

d)

Tingginya suplemen/diet yang mengandung kalsium

17.

Manifestasi seperti pulse irregular, kelemahan otot, parastesia, nausea dan vomitus, tidak adanya suara usus, kelainan pada EKG, merupakan manifestasi dari gangguan elektrolit, yaitu:

a)

Hipokalemia

b)

Hiperkalsemia

c)

Hipertensi

d)

Hipovolemia

18.

Priming adalah pengisian cairan pertama kali di:

a)

AV blood line dan kompartemen dialisat di dialiser

b)

AV blood line dan kompartemen darah di dialiser

c)

Arterio venous blood line

d)

AV blood line dan kompartemen dialisat serta kompartemen darah

19.

Perbedaan tekanan hidrostatik antara kompartemen darah dan kompartemen dialisat yang dapat menentukan ultrafiltrasi disebut:

a)

Koefisien ultrafiltrasi

b)

Transmembran pressure

c)

Difusi

d)

Ultrafiltrasi

20.

Komplikasi TERBANYAK durante Hemodialisis adalah:

a)

Hipotensi

b)

Kejang/Kram

c)

Mual

d)

Muntah

21.

Jika pasien mengalami hiperkalemia, penatalaksanaan pada saat dilakukan HD adalah :

a)

HD dengan Free potasium pada jam I

b)

Evaluasi kadar kalium melalui EKG

c)

Jawaban a dan b benar

d)

Bukan salah satu diatas

22.

Ada beberapa jenis akses vaskuler, mana yang termasuk jenis akses vaskuler permanen :

a)

Subclavia

b)

Arteriovenous fistula

c)

Femoralis

d)

AV shunt scribner

23.

beberapa faktor yang mempengaruhi proses terjadinya pemisahan zat-zat tertentu dalam proses HD. Pilih salah satu faktor yang tidak mempengaruhi:

a)

Jumlah ultrafiltrasi

b)

Luas selaput yang dipakai

c)

Kecepatan Aliran dialisat

d)

Kecepatan Aliran Darah

24.

Bp.M dirawat di ICU dengan kondisi lemah, post operasi laparatomi, hemodinamik tidak stabil, terpasang Vascon, Anuria, BUN : 90 mg/dl, kreatinin : 10 mg/dl. Hasil pengukuran Tanda Vital : T : 95/70 mmhg, terpasang ventilator. Hemodialisis yang paling tepat adalah dengan cara:

a)

Intermitten Hemodialisis (IHD)

b)

Hemodialisis regular

c)

Sustained Low Efficiency Dialysis

d)

Hemodialisis serial

25.

Hemodialisis yang dilakukan dengan Qb : 100-150 ml/mnt, Na : 150 mmol/l, QD : 300 ml/mnt disebut dengan :

a)

Intermitten Hemodialisis (IHD)

b)

Hemodialisis regular

c)

Sustained Low Efficiency Dialysis

d)

Hemodialisis serial

26.

Pengelolaan pasien dengan Hepatitis B di ruang Hemodialisa menurut standard pernefri adalah sebagai berikut, kecuali :

a)

Ruangan disendirikan

b)

Dialiser pakai ulang

c)

Mesin disendirikan

d)

Limbah medis dipisahkan

27.

Standard Precaution di ruang Hemodialisa adalah :

a)

Masker dan sarung tangan

b)

Kacamata, alas kaki tertutup dan gaun/celemek

c)

Sarung tangan steril dan masker

d)

Jawaban a dan b benar

28.

Efek samping pemberian heparin adalah sebagai berikut, kecuali :

a)

Trombositopenia

b)

Perdarahan

c)

Pruritus

d)

Hematoma

29.

Salah satu test laboratorium yang dipakai dalam pemantauan heparin adalah :

a)

Laju Endap Darah

b)

Whole blood partial tromboplastin time

c)

Hemoglobin (Hb)

d)

Kreatinin

30.

Exit site yang mengarah ke bawah dapat mengurangi resiko

a)

Infeksi rongga peritoneum

b)

Infeksi pada tunnel

c)

Perichateter leak

d)

Infeksi exit site

31.

Bagaimana mempertahankan patensi dari kateter peritoneal setelah dilakukan operasi pemasangan catheter?

a)

Jika kateter tidak akan segera digunakan,tinggalkan sekitar 200 ml dari dialysat dalam kateter peritoneal untuk efek bantalan

b)

Imobilisasi kateter saat pasien kembali dari OK

c)

Bilas kateter dengan menggunakan minimal 2 - 4 liter dari dialysate dengan heparin 500 U/liter

d)

a, b dan c benar

32.

Saat melakukan Exchange cairan pada pasien CAPD, dibawah ini yang harus dicek, kecuali :

a)

Isi volume

b)

Check expiration date cairan

c)

Konsentrasi cairan dextrose

d)

Komposisi cairan

33.

Berapa protein yang dibutuhkan pasien CAPD?

a)

0,6 gr/kg BB/hari

b)

1 gr/kgBB/hari

c)

1,2 – 1,5 gr/kg BB/hari

d)

2,1 gr/kg BB/hari

34.

Peralatan CAPD yang harus selalu di jaga kebersihan dan kepatenannya serta perlu dilakukan penggantian tiap 6 bulan sekali disebut :

a)

Kateter tenckoff

b)

Tunnel kateter

c)

Transfer set

d)

Mini cap

35.

Modalitas terapi Peritoneal dialysis yang dilakukan dengan menggunakan mesin authometic dan diawal terapi dilakukan drain terlebih dahulu adalah :

a)

CCPD

b)

NIPD

c)

IPD

d)

TPD

36.

Waktu Pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium pada PET adalah :

a)

0 jam, 1 jam, 3 jam

b)

0 jam, 1 jam, 4 jam

c)

0 jam, 2 jam, 3 jam

d)

0 jam, 2 jam, 4 jam

37.

Pemeriksaan Equilibration Test (PET) idealnya dilakukan :

a)

Segera setelah operasi

b)

1 bulan setelah operasi

c)

2 bulan setelah operasi

d)

3 bulan setelah operasi

38.

“ Hard Water Syndrome” terjadi karena air water treatment terkontaminasi oleh

a)

Aluminium dan Sodium

b)

Calcium dan Magnesium

c)

Chloramin dan Sulfat

d)

Kalium dan Nitrat

39.

Deteksi adanya kebocoran membran dialiser pada proses dialisis, ditandai adanya alarm pada monitor :

a)

Conductivity

b)

Blood Leak

c)

Temperatur

d)

Foam detector

40.

Koefisien ultrafiltrasi adalah:

a)

Jumlah liter cairan yang dapat dipindahkan melalui membran per 1 mmHg dalam satu jamnya

b)

Jumlah mililiter cairan yang dapat dipindahkan melalui membran per 1 mmHg dalam satu jamnya

c)

Jumlah liter cairan yang dapat dipindahkan melalui membran per 1 mmHg dalam satu menitya

d)

Jumlah mililiter cairan yang dapat dipindahkan melalui membran per 1 mmHg dalam satu menitnya

41.

Perbandingan campuran dialisat adalah:

a)

1 liter air dengan 34 liter diasol

b)

1 liter diasol dengan 34 liter air

c)

1 liter diasol dengan 1 liter air

d)

1 liter dialisat dengan 34 liter air

42.

Pasien HD rutin datang ke Center dialisis dengan BB 52 Kg. BB kering yang seharusnya adalah 50 Kg. Jika waktu HD yang dibutuhkan 5 jam dan koefisien ultrafiltrasi dialiser 4 ml/mmHg, berapa TMP yang dibutuhkan?

a)

200 mmHg

b)

100 mmHg

c)

20 mmHg

d)

10 mmHg

43.

Pasien HD rutin sedang dilakukan HD dengan ketentuan hollow fiber yang dipakai koefisien ultrafiltrasinya 3,2 ml/mmHg/jam; transmembran pressure diputar ke angka 200 mmHg; lamanya HD 5 jam; heparinisasinya intermitten. Berdasar data di atas, jumlah ultrafiltrasinya adalah:

a)

320 ml

b)

300 ml

c)

3000 ml

d)

3200 ml

44.

Pada proses hemodialisis, penggunaan heparin yang berlebih dapat terjadi perdarahan, untuk menetralisisr dapat digunakan protamin sulfat (ps) :

a)

Setiap 100 unit heparin dinetralisir dengan 100 mg ps

b)

Setiap 100 unit heparin dinetralisir dengan 10 mg ps

c)

Setiap 100 unit heparin dinetralisir dengan 1 mg ps

d)

Setiap 100 unit heparin dinetralisir dengan 0,1 mg ps

45.

Pada pemberian heparin standar, dosis awal saat mulai HD diberikan :

a)

10 – 20 U / kg BB

b)

15 – 75 U / kg BB

c)

20 - 100 U/kgBB

d)

25 – 50 U / kg BB

46.

Pada saat proses HD berlangsung, jika larutan diasol habis, alarm mesin yang berbunyi adalah :

a)

Blood leak detektor monitor

b)

Low conductivity monitor

c)

Arterial line monitor

d)

Low temperatur monitor

47.

Pada saat HD dengan dialisat Bicarbonat, terjadi high atau low conductivity monitor alarm, maka kemungkinan yang terjadi adalah :

a)

Pencampuran dialisat bicarbonat yang tidak tepat

b)

Temperatur mesin yang berubah

c)

Punksi inlet atau outlet yang tidak lancar

d)

Pemakaian dialisat bicarbonat jenis powder atau bubuk

48.

Keseimbangaan asam basa dalam darah diatur oleh 3 organ:

a)

Hepar, paru-paru dan jantung

b)

Paru-paru, pankreas dan ginjal

c)

Hepar, paru-paru dan ginjal

d)

Hepar, ginjal dan jantung

49.

Tahap ‘dialyzer identification’ sangat penting dan harus dikerjakan dengan baik, salah satu sebab karena dialiser dapat dipakai oleh:

a)

Satu orang saja

b)

Dua orang bergantian

c)

Tiga orang bergantian

d)

Orang yang dilakukan HD

50.

Pada tahap ‘cleaning’ pencucian dipakai bahan kimia:

a)

Dinitrophenol

b)

Sporacidine

c)

Glutaraldehyde

d)

Sodium hypochloride

51.

Setelah dicuci dan dibersihkan, dialiser perlu diperiksa fungsi dan kemampuannya dengan mengukur FBV. Dikatakan alat tersebut tidak layak pakai apabila FBV:

a)

100%

b)

< 90%

c)

90%

d)

< 80%

52.

Bahaya pemakaian ulang dialiser antara lain, kecuali:

a)

Infection risk with dialyzer reuse

b)

Potentially ineffective dialysis

c)

Intradialitic syndrome

d)

Toxicity of longterm cummulative expossure to dialyzer reuse

53.

Pemeriksaan terhadap bakteri maupun endotoksin ideal dilakukan :

a)

1 minggu sekali

b)

2 minggu sekali

c)

1 bulan sekali

d)

2 bulan sekali

54.

Efektifitas penggunaan glutaraldehide pada proses desinfeksi dialiser reuse adalah :

a)

24 jam

b)

11 jam

c)

8 jam

d)

1 jam

55.

Untuk mengurangi efek toksik, konsentrasi residu formaldehyde harus kurang dari:

a)

1ppm

b)

3 ppm

c)

5 ppm

d)

8 ppm

56.

Monitoring selama tindakan Hemodialisis mempunyai tujuan sebagai berikut, kecuali:

a)

Supaya tindakan dialysis dapat tercapai sesuai dengan program.

b)

Supaya dapat mengetahui secara dini komplikasi yang timbul selama tindakan dialysis.

c)

Supaya dapat mendeteksi secara dini bila ada kerusakan mesin HD yang dipakai

d)

Agar dapat mengembalikan darah ke tubuh pasien dengan aman

57.

Berikut pernyataan yang sesuai dengan jenis Kateter HD non tunnel non cuff, kecuali:

a)

Penggunaan < 3 minggu

b)

Merupakan akses vaskuler temporer

c)

Selang kateter ditanam dibawah kulit

d)

Jahitan fiksasi harus tetap intak/ tidak lepas

58.

Komplikasi pemakaian kateter HDyang mungkin terjadi pada pasien Hemodialisis, adalah :

a)

Infeksi, malfungsi kateter, perdarahan

b)

Infeksi, malfungsi kateter, thrombosis

c)

Infeksi, kateter hd lepas, thrombosis

d)

Malfungsi kateter, thrombosis, fibrin

59.

Penggunaan heparin untuk locking kateter HD adalah:

a)

5000 unit untuk kedua lumen

b)

5000 unit untuk masing-masing lumen

c)

1 bagian heparin 9 bagian NaCl

d)

5000 unit/cc

60.

Pada saat HD dengan dialisat Bicarbonat, terjadi high atau low conductivity monitor alarm, maka kemungkinan yang terjadi adalah :

a)

Pencampuran dialisat bicarbonat yang tidak tepat

b)

Temperatur mesin yang berubah

c)

Punksi inlet atau outlet yang tidak lancar

d)

Pemakaian dialisat bicarbonat jenis powder atau bubuk

61.

Pada proses hemodialisis, ultrafiltrasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan, yang disebut dengan :

a)

Tekanan ekstrkorporeal

b)

Tekanan positip dan tekanan negatif

c)

Tekanan arteri dan tekanan vena

d)

Tekanan dialisat

62.

Pada proses hemodialisis, alarm mesin berbunyi dan didapatkan nilai aretial pressure dan venous pressure melebihi nilai rentang normal, sebagai perawat dialisis, apa yang harus dilakukan ?

a)

Melakukan pengkajian pada sistem aliran dialisat

b)

Melakukan pengkajian pada sistem water treatment

c)

Melakukan pengkajian pada ekstrakorporeal

d)

Melakukan pengkajian klinis pada pasien

63.

Pada tindakan hemodialisis, sel darah merah di ekstrakorporeal bisa mengalami kerusakan karena berbagai penyebab. Adanya kerusakan sel darah merah ini disebut dengan :

a)

Hemostasis

b)

Hemodiafiltrasi

c)

Hemolisis

d)

Hemofltrasi

64.

Pada pemasangan jarum AV-Fistula di femoralis, untuk memudahkan dapat ditentukan dengan cara :

a)

Satu cm arah medial dari pulse arteri femoralis dan 2 cm bawah ligamen inguinal

b)

Posisi jarum selalu tegak lurus pada pulse arteri

c)

Daerah inguinal harus dicukur

d)

Fiksasi dan tutup kasa bethadin

65.

Pemberian jarak antara kanulasi inlet dan outlet pada akses vaskuler cimino, tujuannya adalah :

a)

Menghindari pembengkakan

b)

Mencegah terjadinya resirkulasi darah

c)

Memudahkan saat kanulasi

d)

Menghindari pembekuan darah selama HD

66.

Pada proses intra HD pasien bisa mengalami kram otot, sebagai perawat HD yang harus dilakukan adalah, kecuali:

a)

Turunkan ultrafiltrasi

b)

Koordinasi pemberian calsium glukonas injeksi

c)

Koordinasi pemberian cairan hipotonik

d)

Koordinasi pemberian Dekstrose 40% pada pasien non diabetic

67.

Kumpulan gejala sistemik dan neurologik disertai gambaran EEG yang spesifik, dapat timbul sewaktu dan setelah selesai HD, disebut :

a)

First Use Syndrome

b)

Reaksi Pirogen

c)

Disequilibrium Syndrome

d)

Anafilaktik Tipe B

68.

Tindakan yang harus segera dilakukan apabila komplikasi nyeri dada dan nyeri punggung saat pasien menjalani hemodialisis adalah:

a)

Berikan cairan D 40 %

b)

Ultrafiltrasi tetap

c)

Berikan Oksigen

d)

Naikkan QB

69.

Kegawatan pasien gagal ginjal kronik dengan hiperkalemia adalah :

a)

Hiperkalemia membuat perdarahan lambung

b)

Hiperkalemia membuat kesadaran menurun

c)

Hiperkalemai membuat kardiak arrest

d)

Hiperkalemia membuat pasien kejang

70.

Sebelum melakukan tindakan perawat memberikan penjelasan kepada pasien tentang apa yang akan dilakukan. Dalam hal ini perawat menerapakan prinsip etik yang mana?

a)

Justice

b)

Otonomi

c)

Veracity

d)

Beneficience