NEW
Font size
WorksheetsAntidot, antiinflamasi dan anafilaksis
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Zat/benda/hal apa yang menyebabkan reaksi alergi?
Debu, serbuk bunga, tungau
Makanan, susu, seafood, telur
Sengatan lebah, kosmetik
Semua benar
Antialergi bekerja dengan menghambat kerja histamin yang berikatan dengan reseptor?
H1, H2, H3, H4
H1, H2, H3, sel mast
H2, sel mast
H2, H3, H4, sel mast
Reseptor H2 terdapat pada?
Neuron, otot halus, epitel, endotel
Sel parietal lambung, otot halus, epitel, endotel, jantung
sumsum tulang belakang dan sel hematopoesis epitel
neuron, jantung, epitel
Bagaimana mekanisme kerja antihistamin?
Menghambat aksi histamin pada reseptor
Bersaing dengan histamine untuk mengikat reseptor
Memindahkan histamine dari reseptor
Semua benar
Berikut obat antihistamin golongan pertama?
Diphenhydramin, CTM, clemastine, promethazine
Ceterizine, loratadine, fexofenadine
Diphenhydramin, chlorpeniramin, fexofenadine
Diphenhydramin, chlorpeniramin, fexofenadine
Sebutkan obat antihistamin golongan kedua?
Cetirizin, loratadin, fexofenadin
Diphenhydramin, chlorpeniramin, clemastine, promethazine
Diphenhydramin, chlorpeniramin, fexofenadine
Clemastine, loratadine, fexofenadine
Pengertian Syok anafikasis adalah sebagai berikut:
Reaksi alergi yang menimbulkan rasa gatal, kemerahan
Reaksi yang berlebuhan di seluruh sistem pembuluh darah, serta pada jaringan yang berlebihan
Reaksi alergi yang menimbulkan rasa pusing dan tidak sadarkan diri
Semua benar
Zat-zat apa yang sering menimbulkan reaksi anafilaksis?
Radio kontras, opiate, tubocurarine, dextran, manitol
Makanan, debu, sari bunga
Kosmetik, seafood
Sari bunga, kosmetik, makanan
Apa manisfestasi gejala klinik reaksi anafilaksis?
Semua benar
Gangguan sirkulasi
Gangguan respirasi
Gangguan kulit
Adrenalin merupakan drug of choice reaksi syok anafilaksis, hal ini disebabkan adanya faktor:
Adrenalin merupakan bronkodilator yang kuat
Adrenalin merupakan vasokostriktor pembuluh darah
Adrenalin merupakan histamine bloker
Semua benar
Klasifikasi keracunan:
Akut dan kronis
Ringan
Sedang
Berat
Kapasitas hepar untuk metabolisme obat terbatas, sehingga terjadi peningkatan obat pada sirkulasi
Proses keracunan oral
Proses absorpsi
Proses ekskresi
Proses distribusi
Prinsip penanganan keracunan, kecuali:
Merawat pasien dan memberikan pengobatan
Lakukan pengobatan simtomatik
Pertahankan kondisi vital tubuh
Berikan pengobatan yang berlebihan
Dekontaminasi pada penanganna keracunan adalah:
Proses desinfeksi
Membersihkan racun dari kulit dan saluran cerna
Mengelola racun di dalam tubuh
membersihkan limbaj
Antidotum pada keracunan bisa ular dibagi menjadi 2 golongan:
Monovalent dan Polyvalent
Monovalent dan Bivalent
Monovalent dan polivalent
Monovalent dan Multivalent
