WorksheetsPaket 3
Total questions: 100
Worksheet time: 2hrs 40mins
Breathing system yang ditunjukan dengan gambar dibawah ini adalah
Georgia valve
Jackson-Rees system
Ayre T-piece
Co-axial circuit
Mapleson A circuit
BMI seorang pasien laki-laki usia 25 tahun dengan berat badan 60 kg dan tinggi badan 155 cm, adalah:
25
30
35
40
45
Komplikasi yang sering berkaitan dengan posisi pasien
Emboli udara venous
Awareness
Alopecia
Backache
Corneal abrasion
Strategi untuk mengurangi insiden komplikasi anestesi yang kurang tepat adalah
Teknik anestesi dan pemantauan yang lebih baik
Peningkatan pendidikan
Pedoman dan standar praktis namun komprehensif
Program pengelolaan resiko
Inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi merupakan informasi penting
Pasien usia 58 tahun nampak sesak dan ada suara wheezing. Pada pemeriksaan, ada suara tempat obstruksi adalah
Laminar flow
Turbulent flow
Undulant flow
. Stenotic flow
No flow
Terapi paling tepat untuk reaksi anafilaksis yang disebabkan oleh obat adalah
Pemberian oksigen 60%
Omeprazole 40 mg IV
Epinephrine 0.01-05 mg IV atau IM
Dopamine 6-10 microgram/kg berat badan/menit
Pemberian preservative (paraben atau methylparaben)
Kriteria pulih sadar dan layak dipulangkan bagi pasien rawat jalan adalah:
Pasien telah memenuhi persyaratan pulang berdasarkan Aldrete score
Selain pulih sadar dan bangun pemulilhan telah memenuhi fase 2 dan pemulihan psikomotorik
Pasien sudah dapat menerima instruksi pasca bedah secara lisan tentang cara mendapatkan bantuan darurat dan untuk melakukan perawatan tindak lanjut rutin
Pasien mampu kencing, asupan per oral mulai minum sampai makan bisa diterima
Pemulihan propriosepsi, simpatis, fungsi gastrointestinal dan kekuatan motoric adalah kriteria tambahan setelah anestesi regional
Yang bukan tergolong obat kelompok calcium channel blocker, adalah
Verapamil
Nifedipine
Nicardipie
Amlodipine
Diltiazem
lon calcium berperan terutama pada :
Inhibisi listrik sel otot jantung dan otot polos pembuluh darah
Inhibisi listrik sel otot jantung dan eksitasi otot polos pembuluh darah
Eksitasi listrik sel otot jantung dan inhibisi otot polos pembuluh daralh
Eksitasi listrik sel otot jantung dan otot polos pembuluh darah
lon calcium tidak berpengaruh pada otot polos tetapi pada otot bergaris saja
Pada pasien dengan kelainan fungsi hati, maka akan terjadi perubahan farmakokinetik yang berakibat pada:
Peningkatan plasma protein binding
Penurunan plasma free drugs
Peningkatan volume distribusi
Peningkatan klirens obat oleh hati
Dihindarinya penggunaan cisatracurium
Pada saat anestesi, anda mengatur ventilator Ohmeda 7000 sebagai berikut: Vt 500 ml, frekuensi nafas 10 kali permenit, I:E ratio 1:2, aliran gas ke sirkuit nafas 6 L/menit. Jika compliance paru-paru normal, sebenarnya akan didapatkan Vt sebesar :
500 ml
600 ml
700 ml
800 ml
900 ml
Jika pada kasus nomer 11, frekuensi nafas diturunkan menjadi 6 kali per menit, maka Vt menjadi
500 ml
600 ml
700 ml
800 ml
900 ml
Jika secara tidak sengaja, aliran oksigen 5 L/menit pada mesin anestesi lupa dimatikan selama 2 hari. Maka hal yang perlu dilakukan sebelum digunakan pada pasien adalah:
Alirkan oksigen 100% selama 1 jam sebelum digunakan
Pasang humidifier pada 'expiratory limb’
. Jangan menggunakan sevoflurane
Jangan menggunakan N20
Ganti CO2 absorbent
Kelompok β-adrenergic receptor antagonist yang bersifat kardioselektif adalah
Propanolol
Pindolol
Timolol
Nadolol
Metoprolol
Agen anestesi inhalasi yang unik karena memiliki sifat mild β-adrenergic agonist adalah
Nitrous oxide
Isoflurane
Desflurane
Sevoflurane
Halothane
Salah satu parameter untuk menilai 'hepatic reserve' menurut Child's
Bilirubin < 2 termasuk kelompok resiko C
Serum albumin 3.3 termasuk kelompok resiko B
Adanya ascites termasuk kelompok resiko A
Penderita koma termasuk kelompok resiko A
Nutrisi yang cukup termasuk kelompok resiko C
Pernyataan berikut tentang Sphincter Odii yang tidak tepat adalah
Penggunaan opioid dapat memicu spasme Sphincter Odii
Insiden opioid induced spasm dari Sphincter Odii lebih dari 50%
Obat yang dapat digunakan untuk mengatasi spasme Sphincter Odii adalah glukagon dan nitroglycerin
Penggunaan oploid pada operasi dengan kelainan traktus billaris masih kontroversial
Salah satu obat yang dapat digunakan untuk mengatasi spasme Sphincter Odii adalah naloksone
Koagulopati karena defisiensi vitamin K disebabkan gangguan pembentukan, kecuali
Faktor IX
Faktor VII
Faktor X
Protrombin
Faktor V
Koagulopati pada TUR prostat:
DIC merupakan penyulit yang sering terjadi pada TUR prostat
Trombositopeni terjadi karena dilusi akibat infus yang mengandung dextrose
DIC diperkirakan akibat pelepasan tromboplastin dari kelenjar prostat
Pemberian heparin merupakan kontraindikasi pada DIC.
e-aminocaproic acid merupakan kontraindikasi pada primary fibrinolysis
Salah satu pemeriksaan yang digunakan untuk mengetahui fungsi sintesa hepar adalah
Serum albumin
Serum globulin
Thrombin time (aPTT atau INR)
Kadar lipid
Cholinesterase
Hepar menerima suplai aliran darah yang berasal dari
Arteri hepatica dan aorta
Arteri hepatica dan vena porta
Vena porta dan vena hepatica
Vena porta dan vena jugularis interna
Arteri hepatica dan vena jugularis interna
Pria 29 tahun dimasukkan ICU karena overdosis obat. Dilakukan ventilasi mekanik dengan Vt 500 ml dan frekuensi nafas 10 kali permenit. Pernafasan pasien sesuai dengan ventilator, dan minute volume menunjukkan 3.5 liter dengan peak airway pressure 30 cmH20. Berapa ‘compression factor' dari sirkuit ventilator
2 ml/cmH20
3 ml/cmH20
4 ml/cmH20
5 ml/cmH20
6 ml/cmH20
Seorang wanita 58 tahun direncanakan transplantasi liver orthotopic karena primary billary cirrhosis di ICU. SvO2 90% dan hipotensi. Yg tidak sesuai u/hipotensinya
Vasopressin
. Milrinone
Dopamine
Norepinephrine
Phenylephrine
Inervasi pada traktus gastrointestinalis salah satunya berasal dari saraf intrinsik yang terdiri dari
Plexus Auerbach dan plexus Meissner
Nervus vagus
Plexus hypogastricus
Ganglion coeliacum
Nervus accessories
Lower esophageal sphincter (LES) memilih fungsi penting terkait aliran makanan yang akan menuju lambung, untuk itu tekanan rerata normal pada LES sekitar
5-10 mmHg
7-10 mmHg
10-15 mmHg
10-30 mmHg
20-30 mmHg
Golongan calcium channel blocker yang paling besar efek vasodilatasi arteri koronaria
Verapamil
Nifedipine
Nicardipine
Diltiazem
Amlodipine
Berapa 'oxygen content' jika Hb 10 g/dL, PaO2 60 mmHg dan SaO2 90%
10 ml/dL
12.5 ml/d
15 ml/dL
17.5 ml/d
20 ml/Dl
"Excitatory amino acid neurotransmitter" yang utama di susunan syaraf pusat adalah
GABA
Glutamate
Dopamine
Glycine
Serotonin
Komplikasi metabolik lanjut yang dapat terjadi pada pemberian nutrisi parenteral adalah
Fluid overload
Hipokalemia
Hipomagnesemia
Steatosis liver
Asidosis hiperkloremik
Vitamin yang sebaiknya diberikan secukupnya selama nutrisi parenteral jangka panjang
Vitamin B12
Vitamin A
Vitamin D
Vitamin K
Asam folat
Pria 32 tahun ditemukan tidak sadar oleh tenaga pemadam kebakaran di ruangan yang mengandung 0,1% carbon monoxide. Frekwensi napas korban 42 kali per menit, korban tidak sianosis. Hal ini karena gas CO meningkatkan minute volume melalui mekanisme
Kurva O2 hemoglobin bergeser ke kiri
Peningkatan produksi CO2
Terjadinya ‘lactic asidosis’
Penurunan PaO2
Herring Breuer Reflex
Tipe LMA yang dapat digunakan untuk memfasilitasi intubasi pada kasus dengan difficult airway
LMA klasikyang
LMA Flexible
LMA Proseal
LMA Fastrach
Reinforced LMA
Pasien 44 tahun di hiperventilasi sehingga PaCO2 24 mmHg selama 48 jam. Berapa perkiraan nilai HCO3 akibat hiperventilasi tersebut ?
8 mEq/L
10 mEq/L
12 mEq/L
16 mEq/L
20 mEq/L
Obat anti aritmia jantung dibawah ini mempunyai mekanisme kerja menghambat potassium ion channel :
Acebutolol
Mexiletine
Bretylium
Quinidine
Lidocaine
Data dari ARDS network trial (ARDS Net) meunjukan peningkatan mortalitas dari :
Atelectrauma
Volutrauma
Barotrauma
Inhaled nitic oxide
High PEEP
Yang tidak termasuk perubahan fisiologis wanita hamil :
Peningkatan konsumsi oxygen
Penurunan kapasitas residu fungsional
Penurunan cardiac output
Penurunan resistensi pembuluh darah perifer
Peningkatan laju filtrasi glomerulus
Kompartemen volume paru dan fungsi paru pada geriatric yang meningkat adalah :
Closing volume
. FEV1
Respon naps terhadap CO2
Vital capacity
Total lung capacity
Pertukaran zat pada sirkulasi uteroplasental dapat terjadi melalui mekanisme :
Difusi
Perbedaan tekanan hidrostatik danosmotik
Transport aktif
Transport vesikuler
Semua benar
Wanita 22 tahun dengan kehamilan 24 minggu dilakukan cholecystectomy laparascopic darurat dengan anestesi inhalasi sevoflurane, rocuronium. Akhir pembedahan diberikan reversal neostigmine. 3 menit kemudian fetal heart rate turun 88 permenit. Penyebab dari bradikardi janin adalah :
Kompresi kepala janin akibat gas laparaskopik
Gangguan sirkulasi uteroplasental
Hipoksia fetal
Hipoksia ibu
Obat reversal
Asidosi metabolic dengan anion gap yang meningkat :
Intoksikasi salisilat
Infus cairan garam fisiologis yang berlebihan
Fistula pancreas
Intoksikasi ammonium chloride
Diare
Karakteristik dari blok fase I dari obat pelumpuh otot adalah :
Kontraksi meningkat dengan stimulus ’single twitch’
Rasio TOF < 0.7
Penurunan amplitude tapi respon terhadap stimulasi kontinyu tetap ada
Fenomena ‘posttetanic facilitation’ positif
Pengurangan intensitas blok setelah pemberian obat anticholinesterase
Rentang dosis Propofol untuk memelihara kedalaman anesthesia adalah :
50 - 250 µg/kg per menit IV
75 - 300 µg/kg per menit IV
100 - 300 µg/kg per menit IV
150 - 350 µg/kg per menit IV
200 – 400 µg/kg per menit IV
Faktor yang tidak meningkatkan risiko terjadinya emergence delirium pada pasien yang menerima ketamin adalah
Usia lebih dari 15 tahun
Jenis kelamin perempuan
Dosis 1-2 mg/kg IV
. Riwayat sering bermimpi
Riwayat halusinasi
Transportasi gas pernafasan didalam darah :
Berdasarkan hokum laplace
Setiap molekul haemoglobin akan mengikat 8 molekul oxygen
P50 adalah PO2 dimana penderita diberi oxygen dengan FiO2 50%
Pergeseran kurva disosiasi oxygen-hemoglobin kekanan disebabkan asidosis
Penurunan 2,3,-DPG menggeser kurva disosiasi oxygen-hemoglobin kekanan.
Berikut merupakan hal yang benar mengenai dopamine sebagai neurotransmitter, kecuali
Muncul dalam konsentrasi yang tinggi
Didapatkan terutama di ganglia basalis
Merupakan neurotransmitter inhibitor
Neurotransmitter inhibitor utama di spinal cord
Semua pernyataan diatas benar
Semua tipe gangguan irama jantung berikut ini direkomendasikan mendapat synchronized cardiversion, kecuali :
Wide-complex tachycardia dengan hemodinamik stabil
Paroxismalsupraventicular tachycardia
Polymorphic ventricular tachycardia
Atrial fibrillation
Atrial flutter
Bagian dari otak yang berfungsi meregulasi kondisi tidur dan terjaga adalah
. Cerebellum
Reticular activating system
Hypothalamus
Limbic system
Cerebral cortex
Bagian dari otak yang berfungsi mengintegrasikan dari system saraf autonomy dan meegulasi fungsi lain seperti tekanan darah sistemik, suhu tubuh, water balance, sekresi kelenjar pituitary adalah
Cerebellum
Reticular activating system
Hypothalamus
Limbic system
Cerebral cortex
Penyebab tersering kegagalan mekanisme dari sirkuit anestesi memberikan oksigen yang cukup ke pasien adalah
Kekeliruan menyambung tabung gas ke mesin anestesi
Kesalahan mekanisme dari rotameter oxygen
Kesalahan memilih system sirkuit anestesi
Diskoneksi jalur ‘ fres gas’ dari mesin anestesi ke system sirkuit
Diskoneksi system sirkuit anestesi dari pasien
Agregasi platelet adalah salah satu efek dari selective stimulatisi reseptor adrenergic dibawah ini :
Alpha1 postsynaptic
Alpha2 presynaptic
Alpha2 postsynaptic
Beta1 postsynaptic
Beta2 postsynaptic
System buffer yang terpenting pada tubuh manusia adalah
Haemoglobin
Protein plasma
HCO3-
Phosphate
Albumin
Hormon-hormon dibawah ini memiliki hubungan autonomic nervus system (ANS) yang berfungsi mengontrol tekanan darah dan regulasi hemostatis, kecuali
Renin -Angiotensin
Hormone antidiuretic
Glococoticoid
Insulin
Tiroid
Urutan dari kurva yang paling atas dari gambar dibawah ini sesuai sifat farmakokinetik obat anestesi inhalasi saat induksi : stoelting 87
Halothane-sevoflurane-desiflurane-N2O-isoflurane
. Sevoflurane-desiflurane-N2O-isoflurane-halothane
Desiflurane-N2O-sevoflurane-isoflurane-halothane
N2O-desiflurane-sevoflurane-isoflurane-halothane
Halothane-isoflurane-sevoflurane-desiflurane-N2O
Efek cedera n. laryngeus adalah :
. Pada n. laryngeus superior unilateral, timbul suara parau dan kelelahan bicara
Pada n. laryngeus recurrent acute bilateral, timbul stridor dan distress napas
Pada n. laryngeus superior bilateral, timbul efek minimal
Pada n. laryngeus recurrent unilateral, timbul afonia
Pada n. vagus bilateral, timbul suara parau
Hal penting yang harus diperhatikan pada pemberian Propofol sebagai obat induksi anestesi pada anak:
Propofol dapat meningkatkan CMRO2
Meningkatkan kejadian kejang/konvulsi
Dosis harus diturunkan
Dosis perlu lebih besar
Merangsang spasme bronchus
Yang merupakan neurotransmitter inhibitorik utama dari central nervous system adalah
Glutamate
Gamma Aminobutyric Acid
Acetylcholine
Dopamine
Glycine
Pemeriksaan klinis untuk mengetahui fungsi autonomic nervous system pada symphatic nervous system antara lain :
Pemeriksaan dengan valsava test terhadap denyut nadi
. Pemeriksaan dengan ‘dep breathing’ terhadap denyut nadi
Pemeriksaan dengan perubahan posisi berdiri dan supine terhadap tekanan darah
Pemeriksaan tekanan intra oculi
Pemeriksaan denyut nadi terhadap treadmill
Tentang ‘transfusion-related acute lung injury’ :
Onset dalam waktu 24 jam setelah transfuse
Infiltrat pada foto thorax pada umumnya unilateral
Tidak ada bukti klinis yang menunjang hipertensi atrium kiri
Pulmonary artery occlusion pressure > 18 mmHg
Gejala klinis mirip dengan overload cairan
Cedera saraf perifer merupakan komplikasi yang sering terjadi dapat disebabkan oleh posisi pembedahan dengan anestesia regional maupun anestesia umum. Biasanya akan pulih 6-12 minggu, akan tetapi ada yang menetap. Cedera saraf perifer paling sering terjadi pada :
N. radialis
N. medianus
N. ulnaris
N. axillaris
N. tibialis
Perdarahan 30-40% dari estimated blood volume, mekanisme vasokonstriksi dan takikardi tidak cukup untuk mempertahankan perfusi, terjadi asidosis metabolic, merupakan tanda
Perdarahan grade I
Perdarahan grade II
Perdarahan grade III
Perdarahan grade IV
Bukan salah satu jawaban di atas
Dua formula yang biasa digunakan sebagai cairan resusitasi pada luka bakar adalah parkland dan modifikasi Brooke. Protocol parkland merekomendasikan :
4 mL/kg/% TBSA diberikan 24 jam pertama
5 mL/kg/% TBSA diberikan 24 jam pertama
8 mL/kg/% TBSA diberikan 24 jam pertama
10 mL/kg/% TBSA diberikan 24 jam pertama
12 mL/kg/% TBSA diberikan 24 jam pertama
Gambar kurva no 3 dan 4 di bawah ini terjadi pada pasien:
Peningkatan kontraktilitas jantung
Pasien yang mendapat terapi digoxin atau epinefrin
Pasien yang mengalami gagal jantung
Pasien yang mendapat terapi glucagon
Respon peningkatan LVEDP karena naiknya stroke volume
Jika pasien pada posisi A kurva 4 dari gambar di atas, maka terapi cairan akan
Membawa kurva ke arah normal
Posisi akan bergeser pada B atau C (stoelting 1252)
Hanya akan membawa pasien ke posisi B saja
Tidak akan memberi efek apapun
Kurva akan berubah seperti kurva 2
Wanita umur 70 tahun dengan diagnosis tumor uterus rencana akan dilakukan operasi radikal histerektomi. Tensi 100/60 mmHg, nadi 110x/menit. Hg 11 gr% dilakukan anestesi epidural pada Th 11-12 kateter epidural masuk sekitar 6 cm kearah cephalad. Anestesi lokal menggunakan lidokain 1,5 % sebanyak 12 cc. 10 menit kemudian penderita sesak kemudian apnea. Penyebab apnea pada pasien tersebut adalah
Anestesi lokal masuk rongga subarachnoid
Anestesi lokal masuk ke ruang intravaskuler
Kateter epidural terlalu panjang
Kateter epidural mengara ke cephalad
Volume obat anestesi lokal terlalu tinggi
Faktor yang tidak menentukan ‘partial pressure gradient’ untuk mencapai stadium anestesi yang akan dicapai adalah:
Cerebral blood flow
Alveolar ventilation
Residual volume
Cardiac output
Functional residual capacity
Obat lokal anestesi utamanya terikat pada α1-acid glycoprotein. Transfer obat tersebut ke plasenta tergantung dari faktor:
pKa, maternal pH, umur kehamilan
Maternal pH, protein binding, fetal pH tidak ada pengaruhnya
Derajat protein binding dan jenis local anestesi
pKa, maternal dan fetal pH, protein binding
umur kehamilan, kondisi plasenta
Berikut ini adalah pernyataan yang benar terkait dengan persistent pulmonary hypertension of the newborn
Adalah suatu kondisi di mana sirkulasi bayi kembali seperti saat fetal atau terjadi persistensi srkulasi fetal setelah bayi lahir
Hipoksia dan asidosis bukanlah penyebabnya
Terjadi bidirectional shunting
Terjadi L to R shunt yang melewati foramen ovale, duktus arteriosus, atau keduanya
Terjadi penigkatan functional residual capacity
Prostaglandin yang memiliki efek menurunkan sekresi asam lambung adalah
Iloprost
Leukotriene
Prostacyclin
Misoprostol
Thromboxane
Berapakah konsumsi oksigen pada neonates
2ml/kg/menit
3ml/kg/menit
4ml/kg/menit
5ml/kg/menit
6ml/kg/menit
Maturasi alveolar yag komplit terjadi saat umur:
<6 tahun
6-8 tahun
>12 tahun
8-10 tahun
10-12 tahun
Faktor yang paling kecil pengaruhnya terhadap kehilangan panas tubuh pada pembedahan bayi adalah:
Penurunan ambang termoregulasi
Temperatur yang rendah di kamar operasi
Vasodilatasi akibat agen anestesi
Gas anestesi yang telah terhumidifikasi
Sistem anestesi non rebreathing aliran tinggi
Di bawah ini merupakan karakteristik fisiologi cairan, elektrolit, dan renal pada neonates kecuali
Total cairan tubuh yang lebih tinggi
Penurunan lajutitrasi glomerulus
Obligat kehilangan sodium
Volume ekstravaskular yang lebih tinggi
Rentan terjadi alkalosis metabolik
Obstruksi vena cava inferior oleh uterus gravid akan menyebabkan distensi pleksus venosus epidural dan meningkatkan volume darah di epidural. Peningkatan volume darah di epidural akan memberikan efek
Peningkatan volume LCS
Penurunan volume potensial di ruang epidural
Tidak ada perubahan tekanan di ruang epidural
Peningkatan tekanan di ruang subarachnoid
Tidak ada perubahan volume LCS
Yang merupakan penyakit yang sering ditemui pada geriatri yang berkaitan dengan disfungsi diastolic adalah
Hipertensi sistemik
Diabetes mellitus
Penyakit ginjal kronis
Kardiomiopati
Semua benar
Tekanan normal pembuluh darah kapiler di trakea adalah:
10-15 mmHg
15-20 mmHg
20-30 mmHg
25-35 mmHg
30-40 mmHg
Pasien dengan penyakit mata berikut ini mempunyai risiko kerusakan retina akibat hipotensi seama pembedahan:
Strabismus
Luka terbuka mata
Glaucoma
Myopia berat
Katarak
Naltrexone adalah
Narkotik yang memiliki efek anestesi lokal
Agonist – antagonist opioid seperti nalbuphine
Antagonist opioid yang memiliki durasi lebih singkat daripada naloxone
Antagonist opioid yang digunakan untuk detoksifikasi kecanduan heroin (m290)
Opioid lemah sehingga saat ini jarang digunakan untuk terapi analgetik
Hal berikut berkaitan dengan efek midazolam pada sistem saraf pusat antara lain
Menghasilkan peningkatan CMRO2 dan CBF analog dgn barbiturate dan propofol
Midazolam menyebabkan perubahan pada aliran darah serebral regional di daerah otak yang berhubungan dengan fungsi normal atensi dan memori
Cerebral vasomotor responsiveness terhadap oksigen dipertahankan selama anestesi midazolam
Pasien dengan penurunan komplians intrakranial menunjukkan perubahan pada TIK ketika diberikan midazolam dengan dosis 0,15-0,27 mg/kg IV
Midazolam bukan alternatif dari barbiturate untuk induksi anestesi pada pasien dengan patologi intrakranial
Hipoparatiroidisme sekunder akibat terpotongnya kelenjar paratiroid pada pembedahan tiroidektomi total akan mengakibatkan timbulnya gejala klinis hipokalsemia pada
1-2 jam pasca bedah
3-12 jam pasca bedah
12-24 jam pasca bedah
24-72 jam pasca bedah
Lebih dari 72 jam pasca bedah
Anak 3 tahun dikonsulkan pada anda di IRD karena panas tinggi dan obstruksi jalan napas atas. Ibunya menjelaskan siang hari anaknya nyeri tenggorokan dan suaranya serak. Anak tersebut duduk condong ke depan dengan menyangga badannya menggunakan 2 tangannya, terdengar stridor inspiratorik, takipnea dan retraksi dada, air liurnya mengalir di bibirnya. Pengelolaan yang paling tepat untuk anak tersebut adalah (ST coex 614)
Berikan nebulizer aerosol dengan rasemic epinephrine
Segera intubasi awake di ruang resusitasi atau di kamar bedah jika waktu mencukupi
Bawa ke kamar bedah dan lakukan induksi inhalasi kemudian diintubasi trakea
Bawa ke kamar bedah dan lakukan induksi intravena kemudian intubasi trakea
Percutaneous dilational tracheostomy
Batas atas dan bawah ‘mean arterial blood pressure’ autoregulasi aliran darah ke otak
. 25-125 mmHg
25-200 mmHg
40-250 mmHg
60-160 mmHg
90-240 mmHg
Titik didih terendah obat anestesi inhalasi dimiliki oleh
Desflurane
Sevoflurane
Isoflurane
Enflurane
Halothane
Obat anestesi lokal yang paling sedikt mengalami klirens di hepar adalah
Chlorprocaine
Bupivacaine
Ropivacaine
Lidocaine
Etiolocaine
Definisi allodynia adalah
Persepsi nyeri spontan di area yang teranestesi
Persepsi nyeri yang diawali ole lesi primer atau disfungsi sistem saraf
Peningkatan respon terhadap stimulus yang secara normal mengakibatkan rasa nyeri
Persepsi nyeri yang disebabkan oleh stimulus yang secara normal tidak mengakibatkan rasa nyeri
Merupakan fenomena yang mirip ‘phantom limb pain’
Complex regional pain syndrome tipe 1 (reflex sympathetic dystrophy) dibedakan dari complex regional pain syndrome tipe 2 dengan memahami :
Penyebabnya
Kronik atau tidak
Dari gejalanya
Dari onset terjadinya
Dari usiannya
4 hari setelah pembedahan total hip arthroplasty kaki kiri, wanita usia 64 tahun obese, mengeluh nyeri punggung yang makin berat di area pemasangan epidural. Nyeri hebat menjalar di kaki kiri hingga lutut. Diagnosis yang paling mendekati adalah:
Abses epidural (M970)
Hematoma epidural
Anterior spinal artery syndrome
Meralgia paresthetic
Deep vein thrombosis
Definisi preeklamsia :
Tekanan darah arteri >140/90 + usia gestasi > 20 minggu + gejala mereda 24 jam setelah persalinan
Tekanan darah arteri >140/90 + usia gestasi > 24 minggu + gejala mereda 48 jam setelah persalinan
Tekanan darah arteri >140/100 + usia gestasi > 20 minggu + gejala mereda 48 jam setelah persalinan
Tekanan darah arteri >140/100 + usia gestasi > 24 minggu + gejala mereda 24 jam setelah persalinan
Tekanan darah arteri >140/90 + usia gestasi > 20 minggu + gejala mereda 48 jam setelah persalinan
Pada saat dilakukan biopsi payudara, pasien dengan anestesi umum inhalasi etCO2 25 mmHg. Kemungkinan yang terjadi pada pasien tersebut adalah
Intubasi mainstem bronchus
Dead space berlebihan
Impending cardiac arrest
Hiperventilasi
Hipotensi
Kecepatan induksi anestesi menggunakan isoflurane akan lebih lambat pada pasien
Anemia
Gagal ginjal kronis
Shock
Right to left intracardiac shunt
Geriatric
Obat anestesi inhalasi di bawah ini unik, karena mengandung preservatif:
Desflurane
Sevoflurane
Isoflurane
Enflurane
Halothane
Berdasarkan klasifikasi serabut saraf, maka:
Serabut saraf Aẟ bermielin dengan kecepatan konduksi 100 m/s
Serabut saraf Aβ bermielin dengan kecepatan konduksi 10 m/s
Serabut saraf B tidak bermielin dengan kecepatan tertinggi
Serabut saraf C tidak bermielin dengan kecepatan <5 m/s (miller 1013)
Serabut saraf Aα bermielin dengan kecepatan terendah
Pada kecepatan lalu lintas, sebelum memasang infus petugas kesehatan mengambil contoh darah di tempat kejadian dan memberikan hasil Hb 18 g/dL. Korban berusia 19 tahun dengan berat badan 70 kg. Perkiraan perdarahan separuh ‘estimated blood volume’, setelah tiba di RS mak perkiraan Hb nya adalah
6 g/dL
8 g/dL
10 g/dL
12 g/dL
17 g/dL
Pada bayi, hipotermia jarang manifest sebagai
Asidosis metabolik
Durasi obat pelumpuh otot depolarisasi memanjang
Hipoglikemia
Hiperkarbia
Bradikardia
Penentu primer ‘myocardial oxygen demand’ dari yang paling meningkatkan adalah
Preload > afterload > heart rate
Heart rate > preload > afterload
Afterload > preload > heart rate
Heart rate > afterload > preload
Preload > heart rate > afterload
Penyebab hipertermi selama pembedahan yang berkaitan dengan berkurangnya kapasitas kehilangan panas adalah
Overhidrasi
Dehidrasi
Malignant hyperthermia
Kasus trauma kapitis
Encephalitis
Faktor pembekuan darah yang paling pendek waktu paruhnya adalah
Faktor II
Faktor V
Faktor VII
Faktor IX
Faktor X
Serabut saraf presinaptik inhibitorik yang menuju traktus digestivus berasal dari
C3-C5
T1-T4
T5-T12
T10-T11
S2-S4
Waktu yang tercepat untuk mencapai efek puncak setelah pemberian intravena bolus dari obat di bawah ini dimiliki oleh
Fentanyl
Alfenyanil
Ramifentanil
Sufentanil
Etomidate
Tentang ‘context sensitive half time’:
Konsep yang menyatakan bahwa obat yang poten sudah menunjukkan efek setelah diberikan dosis separuh saja
‘context sensitive half time’ akan menurun dengan semakin lamanya pemberian obat
‘context sensitive half time’ tidak berkaitan dengan lama pemberian obat
Konsep ‘context sensitive half time’ berkaitan dengan waktu paruh
Konsep ‘context sensitive half time’ ukur derajat sensitivitas pasien terhadap obat
Tentang ikatan obat-obatan dengan protein
Obat yang bersifat asam (acidic drugs) terutama berikatan dengan α1-acid gyloprotein
Obat yang bersifat asam (acidic drugs) terutama berikatan dengan albumin
Obat yang bersifat basa (basic drugs) terutama berikatan dengan albumin
Obat yang bersifat asam (acidic drugs) terutama berikatan dengan lipoprotein
Obat yang berikatan dengan protein lebih mudah menenmbus membrane sel
