Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

QUIZ 006 ANESTESI

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Anak usia 11 tahun obese telah dilakukan pembedahan tonsilektomi. Pada waktu petang tampak pucat dan hipotensi, nampak cemas. Diagnosis perdarahan pasca tonsilektomi, direncanakan eksplorasi perdarahan. Setelah resusitasi calran, metode induksi yang disarankan untuk kasus tersebut adalah:

a)

Rapid sequence intubation dengan propofol dan rocuronium

b)

Induksi inhalasi dengan desflurane posisi head down

c)

Rapid sequence intubation dengan etomidate dan succinylcholine

d)

Rapid sequence intubation dengan thiopental dan rocuronium

e)

Induksi inhalasi dengan sevoflurane posisi head down

2.

Pria 66 tahun dilakukan pemeriksaan penunjang echocardiography. Hasil echocardiogram left ventricular end-diastolic volume 125 ml dan end-systolic volume 60 ml. Maka left ventricular ejection fraction pasien ini adalah

a)

40 persen

b)

60 persen

c)

55 persen

d)

50 persen

e)

65 persen

3.

Seorang laki laki 68 tahun akan dilakukan operasi amputasi akibat acute limb ischemic. Pasien telah diberikan therapi warfarin selama lebih dari 1 bulan. Pada pasien yang menggunakan warfarin dan akan dilakukan operasi, hal apa yang harus dilakukan preoperative

a)

Dilakukan bridging therapy menggunakan heparin

b)

Dilakukan bridging therapy menggunakan clopidogrel dan aspirin

c)

Dilakukan bridging therapy menggunakan lovenox

d)

Dilakukan bridging therapy menggunakan clopidogrel

4.

Seorang wanita usia 75 tahun datang ke IGD didiagnosa open fraktur digiti 4 pedis dextra akibat tertimpa benda tumpul. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 185/100 mmHg, nadi 55-65x/menit Irreguler. Paslen memlki riwayat hipertensl, diabetes melitus, penyakit jantung koroner, dan riwayat transplantasi ginjal. Pemeriksaan laboratorium dan faal hemostasis dalam batas normal. Pemeriksaan X-ray dada didapatkan kardiomegall dengan CTR 65%. EKG didapatkan irama AF slow response. Pasien direncanakan untuk tindakan debridement dan pinning. Jenis anestesi yang tepat untuk pasien tersebut diatas adalah?

a)

Peripheral nerve block

b)

Epidural block

c)

Anestesi umum inhalasi masker

d)

Anestesi umum TIVA

e)

Subarachnoid block

5.

Pria 38 tahun mengalami traumatic brain injury dilakukan evakuasi subdural hematoma. Pasca bedah tekanan darah 140/90, nadi 48/menit, tekanan intracranial 25 mmHg. Dilakukan peningkatan minute volume dari pengaturan ventilasi mekanik. Perubahan fislologis berkaitan dengan pengaturan ventilasi mekanik yang baru tersebut adalah

a)

Pengurangan edema otak

b)

Vasodilatasi cerebral

c)

Peningkatan nadi

d)

Penurunan tekanan cerebrospinal fluid

e)

Vasokonstriksi cerebral

6.

Kecepatan mencapai kedalaman anestesi isoflurane berkurang pada kondisi patologis di bawah ini

a)

Right to left intracardiac shunt

b)

Shock hipovolemik

c)

Morbus Basedow

d)

Arteriovenous fistulae

e)

Pulmonary hypertension

7.

Seorang laki-laki 64 tahun akan dilakukan operasi dengan diagnosis osteoartrithis dengan tindakan total knee replacement, dari pemeriksaan umum dan penunjang pada pasien ini tidak ada kelainan. Dan direncanakan menggunakan tindakan anestesi regional spinal. Kontra indikasi relatif pada anestesi regional spinal adalah

a)

Pasien menolak

b)

Hipovolemia berat

c)

Severe Mitral Stenosis

d)

Sepsis

e)

Severe Aortic Stenosis

8.

Pria 70 tahun 50 kg dilakukan pembedahan TUR buli. Pasca bedah mengalami gangguan motorik dan sensorik di tungkai kanan. Trauma saraf akibat posisi litotomi tidak mengenai saraf

a)

Femoral

b)

Obturator

c)

Common Peroneal

d)

Saphenous

e)

Popliteal lateralis

9.

Anda merencanakan penelitian 2 obat pelumpuh otot non-depolarisasi untuk membandingkan kecepatan pemulihan dari pengaruh obat pelumpuh otot tersebut. Pemantauan yang tepat untuk tujuan penelitian tersebut adalah

a)

Nervus facialis di musculus orbicularis oris

b)

Nervus peroneus communis di musculus extensor hallucis longus

c)

Nervus facialis di musculus orbicularıs occuli

d)

Nervus tibialis di musculus abductor hallucis

e)

Nervus ulnaris d musculus adductor policis

10.

Wanita 42 tahun dibawa ke instalasi gawat darurat dengan trauma capitis akibat kecelakaan lalu lintas dan sudah terpasang cervical collar. GCS 7, tekanan darah 89/45, nadi 128/menit, laju pemafasan 28 menit ada suara nafas tambahan snoring, Sp02 91%, Laserasi wajah dan fraktur femur kiri. Tindakan awal yang perlu dilakukan adalah

a)

intubasi trachea menggunakan obat induksi ketamine

b)

Intubasi trachea menggunakan obat midazolam

c)

Intubasi trachea menggunakan obat induksi thiopenta

d)

Intubasi trachea menggunakan obat induksi propofol

e)

intubasi trachea menggunakan obal induksı etomidate

11.

Wanita 30 tahun direncanakan pembedahan laparotomy urgent. Anamnesa didapatkan riwayat keluarga dengan succinylcholine apnea, oleh sebab itu induksi dilakukan dengan propofol dan rocuronium (dosis intubasi). Ternyata terjadi penyulit

a)

Sugammadex 16 mg/kg berat badan intravena

b)

Neostigmine 0 07 mg/kg berat badan dan atropine sulfat 0,01 mg/kg berat badan

c)

Sugammadex 4 mg/kg berat badan intravena

d)

Edrophonium 01 mg/kg berat badan intravena

e)

Neostigmine 0.1 mg/kg berat badan dan atropine sulfat 0.05 mg/kg berat badan

12.

Pria 45 tahun dengan riwayat kanker testis direncanakan laparotomy dengan anestesi umum. Pasien mendapat terapi bleomycin untuk metastase kanker testis. Apakah pertimbangan pengelolaan anestesi berkatan dengan toksisitas bleomycin di paru?

a)

Konsentrasi oksigen gas anestesi kurang dari 30%

b)

Perlu pemeriksaan penunjang fungsi paru preoperative

c)

Mengurangı frekwensi nafas pada pengaturan ventilator

d)

Jangan menggunakan nitrous oxide

e)

Mengatur seting I:E ratio pada ventilator menjadi 1:3

13.

Wanita 50 tahun dilakukan eksisi transsphenoidal pituitary adenoma. Pasca bedah dini mengalami polyuria 600 ml dalam 2 jam. Osmolaritas urine 320 mOsm/L dengan specific gravity 1.001. Terapi yang sesuai untuk kondisi ini adalah

a)

NaCl 0.9% intravena

b)

Desmopressin intranasal

c)

Glukosa intravena

d)

Insulin intravena

e)

Glukosa + kalium intravena

14.

Pria 50 tahun dirawat di ICU, pada pemeriksaan analisa gas darah didapatkan hasil ph 7.13, PO2 82mmHg PeCO242mmHg HcO3 13 mmol/L Pada pemeriksaan elektrolit didapatkan kalium 5.3 mmoL natrium 125 mmol/l, klorida 82 mmol/L. Berdasarkan perhitungan anlon gap dari hasil laboratorium ini maka pasien tersebut mengalaml

a)

Peningkatan anion gap

b)

Penurunan yang berat dari anion gap

c)

Penununan sedang anion gap

d)

penurunan ringan anion

e)

Normal anion gap

15.

Wanita usia 33 tahun PS ASA 1 hamil anak pertama. Pasien direncanakan partus spontan dan dilakukan induksi oxytocin drip tapi gagal dan terjadi fetal distress sehingga dilakukan SC darurat di kamar bedah tekanan darah 150/100 nadi 90 kali/menit dan SpO2 94% dengan O2 nasal kanul 2 liter permenit. Pasien dilakukan anestesi SAB ketinggian blok pada thoracal 4. Beberapa saat kemudian tekanan darah 90/50, SpO2 88% pasien mengeluh sesak dan batuk2 dan riaknya berdarah. Saat pembedahan mulai pasien semakin sesak dan sputum semakin banyak dan mengandung darah. Pasien diintubasi dan didiagnosis amniotic fluid emboli. Yang perlu kita fahami tentang amniotic fluid emboli adalah

a)

Biasanya terjadi pada kehamilan pertama.

b)

Edema paru jarang karena faktor non kardiogenik

c)

Prostaglandin dan leukotriene memegang peran terjadinya sindroma ini

d)

Mortalitas cukup rendah jika ditangani sejak dini

e)

Terjadi disfungsi akut ventrikel kanan akibat emboli arteri pulmonal

16.

Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun dengan berat badan 16 kg dibawa periksa ke dokter karena sering batuk pilek. Selain itu didapatkan pasien sering mengantuk dan tidur mengorok. Pasien kemudian didiagnosis dengan tonsilitis kronis. Pasien direncanakan untuk dilakukan tonsilektomi. Pada pemeriksaan pra anestesi, apakah hal yang paling penting untuk diketahui untuk memutuskan waktu pembedahan?

a)

Ada tidaknya riwayat konsumsi aspirin

b)

Riwayat sumbatan jalan napas

c)

Riwayat henti napas

d)

Kemungkinan sulit ventilasi dan intubasi

e)

Ada tidaknya infeksi akut

17.

Bayi lahir dengan usla kehamilan 32 minggu, saat ini berat badan saat ini 2200 gram dan usia postkonsepsi 45 minggu, datang dengan keluhan muntah 1x dengan bab mekonium sedikit. Pada pemeriksaan ditemukan atresia ani dengan fistel rectovesica. Saat Ini pasien terkesan lethargis, dengan HR 150-160x/menit RR 50-55x/menit dengan nasal kanul 1pm dan saturasi 99%. Pasien direncanakan untuk pembuatan stoma. Pada paslen seperti Ini apa yang harus diperhatikan dalam manajemen perioperatifnya.

a)

Kebutuhan MAC yang lebih besar, sehingga waktu induksi dengan anestesı inhalasi lebih lambat

b)

Risiko tenadinya apnea of prematurity rendah sehingga pasien hanya perlu dimonitoring 6-12 jam pasca operasi karena usia postkonsepsi sudah 45 minggu.

c)

Penggunaan ringer laktat sebagai cairan rumatan perioperatif dapat dipertimbangkan

d)

mudah teradi desaturası akibat FRC yang rendah dan kebutuhan oksigen untuk metabolisme yang tinggi

e)

Harus dilakukan echocardiography preoperatif untuk screening terhadap adanya defek kongenital yang lain.

18.

Laki-laki usia 75 tahun, menjalani pembedahan fiksasi internal karena fraktur tulang femur dan pelvis. Dilakukan pembiusan dengan anestesi umum dan pembedahan berjalan dengan lancar. Sebagai analgetik pasca bedah diberikan morfin infus kontinyu dikomblnasi dengan paracetamol. Setelah 6 jam di bangsal, pasien tersebut mengalami henti napas. Tim code blue segera datang untuk memberikan bantuan. Pemberian morfin sebagai analgetik diduga yang menyebabkan henti napas, kemudian pemberian obat tersebut dihentikan oleh tim code blue. Reseptor manakah yang bertanggung jawab dalam patofisiologi henti napas karena opioid?

a)

Mu1 dan Kappa

b)

Mu1 dan Delta

c)

Mu2 dan Kappa

d)

Mu1 dan Mu2

e)

Mu2 dan Delta

19.

Seorang laki-laki berusia 83 tahun yang akan menjalani vitrektomi. Dari pemeriksaan, pasien anda nilai dengan ASA 2 geriatri dan hipertensi terkontrol dengan obat. Saat ini TD 130/60 dengan laju nadi 65 kali per menit. Laju nafas 20 kali per menit dan saturasi perifer 96% tanpa suplemetasi oksigen. Anda merencanakan anestesi umum pada pasien ini. Perubahan farmakologi agen anestetik yang harus diperhatikan pada pasien ini yaitu:

a)

Respon terhadap relaksan meningkat 20% karena penurunan massa otot

b)

Waktu paruh midazolam tidak mengalami perubahan pada lansia

c)

Minimum alveolar concentration (MAC) berkurang 30% setiap satu dekade di atas usia 40 tahun

d)

Kebutuhan fentanyl dapat berkurang hingga 50%

e)

Dosis propofol relatif meningkat karena peningkatan Lemak tubuh

20.

Penggunaan nitroglycerin dapat mengakibatkan :

a)

nemia megaloblastic

b)

Acute Myeloid Leukemia

c)

Sickle Cell Anemia

d)

Methemoglobinemia

e)

Pansitopenia

21.

Seorang wanita berusia 88 tahun akan menjalani operasi katarak dengan anestesia lokal (tetes mata lidokain). Saat akan dilakukan tindakan, pasien gelisah dan tidak kooperatif. Anda dipanggil oleh TS dokter mata untuk melakukan tindakan sedasi pada kasus Ini. Apakah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk prosedur sedasi pada pasien geriatric yang menjalani operasi katarak?

a)

Pada octogenarian meskipun tidak memiliki komorbiditas, fungsi sistolik jantung kiri biasanya sudah menurun cukup signifikan

b)

Derajat nyeri pasca operasi katarak adalah nyeri sedang (VAS 4-5)

c)

Refleks okulokardiak memiliki aferen nervus optikus dan eferen nervus vagus

d)

Tindakan blok regional mata dengan sedasi dikontraindikasikan pada pasien geriatrik yang tidak dapat tidur telentang

e)

Terapi beta blocker lama sebaiknya dihentikan praoperasi karena ada risiko bradikardia

22.

Seorang laki laki 50 th dengan luka di bagian tangan kanan akan dilakukan pembersihan dan penjahitan. Rekan anda melakukan pembiusan dengan memberikan Lidocaine 2% di sekitar luka. Setelah 30 menit pasien kembali mengeluh kesakitan di tempat luka operasi. Hal tersebut disebabkan karena

a)

Lidocaine inaktif karena peningkatan pH disekitar luka

b)

Blokade kanal Natrium oleh obat lokal anestesi sudah hilang

c)

Resting membrane potensial menurun karena pemberian lidocaine

d)

Stimulasi nyeri luka dialirkan melalui saraf lain yang tidak terpapar obat

e)

Saluran CI kembali terbuka karena efek lidocaine sudah habis.

23.

Seorang bayi usia 2 hari dengan berat badan 2600 gram, dengan diagnosis hernia diafragmatika, direncanakan dilakukan repair hernia. Pada pemeriksaan fisik pasien didapatkan keadaan umum letargi, tekanan darah 70/35 mmHg, denyut nadi 150 x/menit, frekuensi napas 80 x/menit, suhu 37° C. Pada gambaran radiologi tampak massa intra abdomen yang mengisi rongga thorax kiri. Bagaimana strategi ventilasi mekanik yang dilakukan?

a)

Tidal volume rendah, dengan tetap menjaga ventilasi semenit

b)

Meningkatkan tidal volume agar pH darah normal

c)

Menurunkan rasio inspirasi - ekspirasi

d)

Berikan terapi oksigen dengan FO2 100 persen agar tidak hipoksia

e)

Menurunkan ventilasi semenit agar tidak terjadi barotrauma

24.

Transpor oksigen di dalam darah:

a)

Pergeseran kurva disosiasi oxygen hemoglobin ke kanan disebabkan oleh asidosis

b)

Penurunan 2,3 DPG mengakibatkan pergeseran kurva disosiası oxygen hemoglobin ke kanan

c)

P50 adalah P02 dimana penderita diberi oksigen dengan FiO2 50%

d)

Setiap mokekul hemoglobin akan mengikat 8 molekul oxygen

e)

Berdasarkan hukum Laplace

25.

Pemberian obat golongan anticholinesterase akan berakibat:

a)

Reversal efex obat golongan depolarisasi jika blok nouromuskuler tidak total

b)

Blok neuromuskuler memanjang

c)

Efek blok neuromuskular obat golongan depolarisasi memendek

d)

Selalu dikuti efek reversal dari obat golongan nondepolarisasi

e)

Reversal efek obat golongan nondepolarisası, asal kadar obat nondepolarisasi cukup rendah