NEW
Font size
WorksheetsPemeliharaan PLC
Total questions: 7
Worksheet time: 6mins
Yang bukan merupakan Parameter dan Kinerja Sistem Dalam Pemeliharaan PLC, adalah
Aspek fisik
Aspek non fisik
Aspek Psikologis
Metode Monitoring
Salah satu aspek fisik yang perlu di perhatikan dalam pemeliharaan PLC, adalah
Tingkat Deposit debu pada perangkat
Tingkat Deposit cahaya pada perangkat
Tingkat Deposit panas pada perangkat
Tingkat Deposit warna pada perangkat
Aspek fisik dalam pemeliharaan PLC "Timbulnya korosi", maksudnya adalah:
Ditandai dengan adanya perubahan wana dari logam. Logam menjadi mengkilap
Ditandai dengan adanya perubahan wana dari logam. Logam menjadi berubah warna
Ditandai dengan adanya perubahan wana dari logam. Logam menjadi kusam
Ditandai dengan adanya perubahan wana dari logam. Logam menjadi tipis
Aspek non fisik yang perlu di perhatikan dalam pemeliharaan PLC, salah satunya adalah:
Suhu pada saat beroperasi
Suhu pada sruangan
Suhu pada saat pascaoperasi
Suhu pada saat malam hari
Nilai Arus saat PLC beroperasi harus diperhatikan dalam pemeliharaan PLC, karena:
dapat mempengaruhi kinerja pekerja/ operator PLC
dapat mempengaruhi jam kerja pekerja/ operator PLC
dapat mempengaruhi lingkungan kerja
dapat mempengaruhi kinerja system(sesuai dengan parameter)
Monitoring dalam pemeliharaan PLC, menerapkan metode monitoring dengan aspek fisik di bawah ini, kecuali:
Monitoring tingkat deposit (ketebalan) debu pada plc dengan cara melakukan peninjauan rutin dan peninjuan secara visual
Monitoring warna pada plc dengan cara melakukan peninjauan rutin dan peninjuan secara visual
monitoring korosi pada system karena akibat faktor lingkungan, dengan melakukan tinjauan rutin dengan cara visual
memonitoring adanya genangan air pada tempat instalasi, ruang kerja dari plc dengan melakukan peninjauan visual secara rutin pada tempat kerja
Monitoring dalam pemeliharaan PLC, menerapkan metode monitoring dengan aspek non fisik di bawah ini, kecuali:
melakukan pengukuran pada input maupun output dari PLC (tegangan input maupun output harus sama dengan tegangan referensi yang di terapkan)
menggunakan alat ukur. nilai arus input dan output, harus tidak melebihi nilai dari arus input maupun output pada saat system sedang bekeja
melakukan pengukuran suhu ketika system mulai beroperasi. suhu pada PLC tidak boleh over heating
melakukan pengukuran suhu ketika system mulai beroperasi. suhu pada PLC tidak boleh under heating
