BARU
Ukuran huruf
Lembar kerjaLATIHAN US BIN #1 NO 11-25
Total soal: 15
Worksheet time: 8mins
Persamaan isi kedua teks tersebut adalah ....
menggunakan uang tabungan
manfaat menabung
menabung melatih berhemat
kewajiban menabung
Angklung adalah alat musik tradisional
yang terbuat dari bambu. Alat
musik angklung merupakan warisan
nenek moyang dan sudah diakui oleh
lembaga UNESCO sejak November tahun
2010. Alat musik angklung berasal
dari masyarakat Sunda Jawa Barat. Cara
memainkan angklung cukup mudah hanya
dengan menggoyangkan alat musik
tersebut. Bunyi yang dihasilkan disebabkan
oleh benturan badan pipa bambu.
Bunyi yang dihasilkan bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam
setiap ukuran, baik besar maupun kecil.
Bagaimana cara memainkan alat musik
angklung?
Cara memainkan alat musik angklung
yaitu ...
dengan memukul alat musik angklung
dengan meniup alat musik angklung
dengan membenturkan alat musik
angklung
dengan menggoyangkan alat musik
angklung
Bacalah puisi berikut!
Hutanku
Saat kupandang engkau
Terlihat keagungan Tuhan
Kau memberikan oksigen
Dan kehidupan bagi makhluk hidup
Tapi sekarang kau berubah
Karena ulah tangan-tangan jahil manusia
Pohon dan berbagai tanaman ditebang
Pembukaan lahan terjadi dimana-mana
Hutanku kembalilah...
Bukan hanya tumbuhan yang telah tiada
Hewan-hewan pun ikut punah
Ku ingin menjadikanmu sebagai paruparu
kehidupan
Siapa yang menyebabkan hutan menjadi
rusak?
Yang menyebabkan hutan menjadi rusak
yaitu ....
karena bencana alam
karena hewan-hewan di hutan
ulah tangan-tangan jahil manusia
pembukaan lahan
Apabila ada waktu luang, Haikal mengetik
karangannya dengan mesin tik manual milik
ayah. Untuk biaya pengiriman naskah, Haikal
harus mengurangi uang jajannya untuk membeli
perangko.
Tidak terasa sudah hampir enam bulan
Haikal rajin mengarang. Haikal mengirimkan
karangannya ke berbagai majalah
dan tabloid anak-anak. Akan tetapi, belum
ada satu pun karangan Haikal yang
berhasil dimuat. Tentu saja Haikal sangat
sedih. Ia juga malu kepada ayah, ibu, Kak
Farel, guru-guru, dan teman-teman sekolahnya.
Sebab, ia pernah mengatakan
pada mereka bahwa tak lama lagi ia akan
menjadi pengarang cilik terkenal.
Namun, kenyataannya hingga sekarang
belum terbukti. Melihat adiknya
selalu murung, Farel sang kakak pun
menghiburnya. “Kamu nggak perlu terlalu
sedih, Haikal. Mungkin karanganmu
itu belum cukup bagus, atau belum
sesuai dengan visi dan misi majalah
tersebut, sehingga belum layak untuk
dimuat,” tutur Farel sehabis makan
malam di meja makan.
“Tapi, sudah banyak karangan
yang Haikal kirimkan, Kak, dan tidak
ada satu pun yang dimuat? Kalau terus
menerus-menerus seperti ini, lebih baik
aku berhenti mengarang saja. Mungkin
aku tidak berbakat mengarang,” kata
Haikal sambil cemberut. “Eit, gitu saja
ngambek?” kata Farel seraya tersenyum
dan memegang bahu adiknya. “Katanya
mau menjadi pengarang terkenal? Baru
mendapat rintangan begitu saja sudah
putus asa.”
Tokoh utama dalam cerita tersebut adalah ....
Haikal
Farel
Ibu
Ayah
Apabila ada waktu luang, Haikal mengetik
karangannya dengan mesin tik manual milik
ayah. Untuk biaya pengiriman naskah, Haikal
harus mengurangi uang jajannya untuk membeli
perangko.
Tidak terasa sudah hampir enam bulan
Haikal rajin mengarang. Haikal mengirimkan
karangannya ke berbagai majalah
dan tabloid anak-anak. Akan tetapi, belum
ada satu pun karangan Haikal yang
berhasil dimuat. Tentu saja Haikal sangat
sedih. Ia juga malu kepada ayah, ibu, Kak
Farel, guru-guru, dan teman-teman sekolahnya.
Sebab, ia pernah mengatakan
pada mereka bahwa tak lama lagi ia akan
menjadi pengarang cilik terkenal.
Namun, kenyataannya hingga sekarang
belum terbukti. Melihat adiknya
selalu murung, Farel sang kakak pun
menghiburnya. “Kamu nggak perlu terlalu
sedih, Haikal. Mungkin karanganmu
itu belum cukup bagus, atau belum
sesuai dengan visi dan misi majalah
tersebut, sehingga belum layak untuk
dimuat,” tutur Farel sehabis makan
malam di meja makan.
“Tapi, sudah banyak karangan
yang Haikal kirimkan, Kak, dan tidak
ada satu pun yang dimuat? Kalau terus
menerus-menerus seperti ini, lebih baik
aku berhenti mengarang saja. Mungkin
aku tidak berbakat mengarang,” kata
Haikal sambil cemberut. “Eit, gitu saja
ngambek?” kata Farel seraya tersenyum
dan memegang bahu adiknya. “Katanya
mau menjadi pengarang terkenal? Baru
mendapat rintangan begitu saja sudah
putus asa.”
Latar tempat cerita tersebut adalah ....
meja makan
kamar
sekolah
ruang tamu
Apabila ada waktu luang, Haikal mengetik
karangannya dengan mesin tik manual milik
ayah. Untuk biaya pengiriman naskah, Haikal
harus mengurangi uang jajannya untuk membeli
perangko.
Tidak terasa sudah hampir enam bulan
Haikal rajin mengarang. Haikal mengirimkan
karangannya ke berbagai majalah
dan tabloid anak-anak. Akan tetapi, belum
ada satu pun karangan Haikal yang
berhasil dimuat. Tentu saja Haikal sangat
sedih. Ia juga malu kepada ayah, ibu, Kak
Farel, guru-guru, dan teman-teman sekolahnya.
Sebab, ia pernah mengatakan
pada mereka bahwa tak lama lagi ia akan
menjadi pengarang cilik terkenal.
Namun, kenyataannya hingga sekarang
belum terbukti. Melihat adiknya
selalu murung, Farel sang kakak pun
menghiburnya. “Kamu nggak perlu terlalu
sedih, Haikal. Mungkin karanganmu
itu belum cukup bagus, atau belum
sesuai dengan visi dan misi majalah
tersebut, sehingga belum layak untuk
dimuat,” tutur Farel sehabis makan
malam di meja makan.
“Tapi, sudah banyak karangan
yang Haikal kirimkan, Kak, dan tidak
ada satu pun yang dimuat? Kalau terus
menerus-menerus seperti ini, lebih baik
aku berhenti mengarang saja. Mungkin
aku tidak berbakat mengarang,” kata
Haikal sambil cemberut. “Eit, gitu saja
ngambek?” kata Farel seraya tersenyum
dan memegang bahu adiknya. “Katanya
mau menjadi pengarang terkenal? Baru
mendapat rintangan begitu saja sudah
putus asa.”
Watak tokoh Haikal dalam cerita tersebut
adalah ....
pantang menyerah
mudah menyerah
pekerja keras
suka berbohong
Bacalah syair berikut!
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi
Salemba
(Karangan Bunga karya Taufik Ismail)
Makna lambang warna hitam adalah ....
mengungkapkan perasaan duka
mengungkapkan perasaan bahagia
mengungkapkan perasaan takut
simbol keindahan
Bacalah paragraf berikut!
Sore itu, Adi pulang dari bermain. Ia
pulang sambil menangis.
Ibu bertanya, “Adi, kenapa kamu, Nak?”
Adi tidak menjawab pertanyaan Ibu. Ia
tetap menangis. Ibu melihat tanda biru di
kaki Adi.
“Tidak usah menangis, Nak. Tunggu, Ibu
akan mengambil kotak PPPK dulu,” hibur
Ibu.
Makna simbol tanda biru dalam paragraf
tersebut adalah ....
tato
tahi lalat
tanda lahir
luka memar
Pada suatu hari, seekor anak kerang
mengadu dan mengeluh pada ibunya. Ada
sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya
yang merah dan lembek.
“Nak, Tuhan tidak memberikan tangan
kepada kita, bangsa kerang. Oleh sebab itu,
Ibu tak bisa menolongmu,” kata Ibu sambil
berlinang air mata. Ibu terdiam sejenak.
“Ibu tahu, itu sakit. Terimalah hal itu sebagai
takdir alam. Kuatkan hatimu. Kerahkan
semangatmu melawan rasa sakit itu. Balutlah
pasir dengan getah perutmu. Hanya itu yang
bisa kau perbuat,” kata ibunya dengan lembut.
Anak kerang pun melakukan nasehat
ibu. Namun ketika anak kerang kesakitan, ia
meragukan nasehat ibunya. Namun, ia tetap
berusaha bertahan. Beberapa tahun kemudian,
tanpa ia sadari, sebutir mutiara terbentuk
dalam dagingnya. Makin lama, mutiara
itu semakin halus. Rasa sakit pun mulai
berkurang. Semakin lama mutiaranya semakin
besar. Ternyata, penderitaan yang ia
alami selama ini, berbuah manis. Pasir yang
menusuk tubuhnya berubah menjadi mutiara,
air mata berubah menjadi kebahagiaan.
Kesimpulan cerita tersebut adalah ....
pasir yang menusuk tubuhnya
menjadi mutiara berharga
mutiara berasal dari pasir yang ada
dalam tubuh kerang
anak kerang menyesali keadaan
fisiknya
kerang binatang yang lemah
Pasir yang menusuk tubuhnya berubah
menjadi mutiara, air mata berubah
menjadi kebahagiaan.
Maksud pernyataan tersebut adalah ....
pasir sakit berubah menjadi mutiara
dan kebahagiaan
tubuh anak kerang berubah menjadi
mutiara
anak kerang bahagia mendapatkan
mutiara
penderitaan berubah menjadi
kebahagiaan
Edo baru saja terpilih menjadi kapten
tim sepakbola. Ia sangat bersemangat mempersiapkan
timnya untuk bertanding dalam
turnamen antar-RT. Saat dia datang ke lapangan
untuk latihan, situasi sangat kacau.
Beberapa anggota tim bicara dengan suara
keras bahkan ada yang saling dorong.
“Kenapa ini? Kok, malah bertengkar?”
tanya Edo.
“Ini, Do, kita ‘kan sedang diskusi. Siapa
yang lebih dulu main dan siapa yang
akan menjadi pemain cadangan. Namun,
Andi dan Rama tidak mau menjadi pemain
cadangan, padahal mereka kan anggota
baru,” Yuda menjelaskan.
Rama langsung menyahut, “Ya, harusnya
penentuan pemain cadangan atau utama itu
bukan ditentukan atas dasar lama atau barunya
menjadi anggota. Siapa tahu, anggota
baru lebih jago daripada anggota lama, kan?”
“Wah, anggota baru itu sombong sekali!”
Ifan maju. Hampir saja tangannya mendorong
Rama. Untung ia dihalangi oleh Edo.
Suasana semakin memanas. Pak Marwan,
pelatih tim yang juga merupakan guru olahraga
di SD Nusantara, maju menengahi.
“Anak-anak, kita ini mau bertanding.
Kenapa malah bertengkar seperti ini? Yang
akan menghadapi lawan nanti bukan Rama,
Yuda, Ifan, Andi, tidak juga Edo. Kalian adalah
Tim Elang Emas.”
Awal konflik cerita tersebut adalah ...
Edo masuk ke lapangan untuk latihan.
Ifan maju dan hampir mendorong
Rama.
Andi dan Rama tidak mau menjadi
pemain cadangan.
beberapa anggota tim bicara dengan
suara keras dan saling dorong.
Edo baru saja terpilih menjadi kapten
tim sepakbola. Ia sangat bersemangat mempersiapkan
timnya untuk bertanding dalam
turnamen antar-RT. Saat dia datang ke lapangan
untuk latihan, situasi sangat kacau.
Beberapa anggota tim bicara dengan suara
keras bahkan ada yang saling dorong.
“Kenapa ini? Kok, malah bertengkar?”
tanya Edo.
“Ini, Do, kita ‘kan sedang diskusi. Siapa
yang lebih dulu main dan siapa yang
akan menjadi pemain cadangan. Namun,
Andi dan Rama tidak mau menjadi pemain
cadangan, padahal mereka kan anggota
baru,” Yuda menjelaskan.
Rama langsung menyahut, “Ya, harusnya
penentuan pemain cadangan atau utama itu
bukan ditentukan atas dasar lama atau barunya
menjadi anggota. Siapa tahu, anggota
baru lebih jago daripada anggota lama, kan?”
“Wah, anggota baru itu sombong sekali!”
Ifan maju. Hampir saja tangannya mendorong
Rama. Untung ia dihalangi oleh Edo.
Suasana semakin memanas. Pak Marwan,
pelatih tim yang juga merupakan guru olahraga
di SD Nusantara, maju menengahi.
“Anak-anak, kita ini mau bertanding.
Kenapa malah bertengkar seperti ini? Yang
akan menghadapi lawan nanti bukan Rama,
Yuda, Ifan, Andi, tidak juga Edo. Kalian adalah
Tim Elang Emas.”
Amanat yang terkandung pada cerita
tersebut adalah ...
Kita harus selalu bersemangat mempersiapkan
tim pertandingan sepakbola.
Kita harus mengandalkan kekuatan
tim daripada kekuatan masing-masing.
Kita harus selalu berusaha untuk menjadi
pemain utama.
Kita harus mengikutsertakan kemampuan
anggota baru.
Edo baru saja terpilih menjadi kapten
tim sepakbola. Ia sangat bersemangat mempersiapkan
timnya untuk bertanding dalam
turnamen antar-RT. Saat dia datang ke lapangan
untuk latihan, situasi sangat kacau.
Beberapa anggota tim bicara dengan suara
keras bahkan ada yang saling dorong.
“Kenapa ini? Kok, malah bertengkar?”
tanya Edo.
“Ini, Do, kita ‘kan sedang diskusi. Siapa
yang lebih dulu main dan siapa yang
akan menjadi pemain cadangan. Namun,
Andi dan Rama tidak mau menjadi pemain
cadangan, padahal mereka kan anggota
baru,” Yuda menjelaskan.
Rama langsung menyahut, “Ya, harusnya
penentuan pemain cadangan atau utama itu
bukan ditentukan atas dasar lama atau barunya
menjadi anggota. Siapa tahu, anggota
baru lebih jago daripada anggota lama, kan?”
“Wah, anggota baru itu sombong sekali!”
Ifan maju. Hampir saja tangannya mendorong
Rama. Untung ia dihalangi oleh Edo.
Suasana semakin memanas. Pak Marwan,
pelatih tim yang juga merupakan guru olahraga
di SD Nusantara, maju menengahi.
“Anak-anak, kita ini mau bertanding.
Kenapa malah bertengkar seperti ini? Yang
akan menghadapi lawan nanti bukan Rama,
Yuda, Ifan, Andi, tidak juga Edo. Kalian adalah
Tim Elang Emas.”
Tema cerita tersebut adalah ....
kegiatan
olahraga
pendidikan
persahabatan
Ayahku menjadi … setelah lulus strata 3 di
UGM.
Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat
tersebut adalah ….
doktor
dokter
magister
profesor
Ibu memang .., semua makanan yang dibuat Ibu selalu enak dan disukai.
Ungkapan yang tepat untuk melengkapi
kalimat tersebut adalah ....
ringan tangan
tangan panas
tangan dingin
lepas tangan
