wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UH PUISI RAKYAT & FABEL

Total questions: 20

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Sari kelapa buah nira

Nira diolah untuk sedekah

Gembira hati tiada terkira

Ibu datang bawa hadiah

Berdasarkan pantun di atas, baris yang merupakan sampiran …

a)

Sari kelapa buah nira - Ibu datang bawa hadiah

b)

Sari kelapa buah nira - Nira diolah untuk sedekah

c)

Nira diolah untuk sedekah - Gembira hati tiada tara

d)

Gembiara hati tiada tara - Ibu datang bawa hadiah

2.

Faras sangat gembira, sepeda yang ia impikan selama ini menjadi kenyataan. Sepeda itu, hadiah dari Ibu karena ia mendapat peringkat bagus di kelas.

Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....

a)

Raja buah si raja pisang

Sedap disantap di kala senja

Riang hati bukan kepalang

Sepeda impian di depan mata

b)

Kota Jambi kota beradat

Tempat tinggal sanak saudara

Mari kita belajar giat

Supaya kelak tidak sengsara

c)

Buah duku buah durian

Dibeli ibu di pasar kenari

Senang hati dapat undian

Seperti mimpi siang hari

d)

Ke Selat beli ikan selar

Beli juga tempoyak durian

Jika kita rajin belajar

Prestasi tinggi mudah diraih

3.

Setelah berusaha belajar lebih giat dan serius, Danang mendapat peringkat pertama di kelas. Ia sangat senang karena akan memperoleh hadiah atas prestasinya itu.

Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ...

a)

Kuda poni si kuda kepang

Tubuhnya tinggi larinya cepat

Riang hati bukan kepalang

Hadiah prestasi akan didapat

b)

Bila kita ingin ke pasar

Pasar modern ada di mall

Ayo kita giat belajar

Supaya nilainya maksimal

c)

Sari kelapa buah nira

Nira diolah untuk sedekah

Gembira hati tiada terkira

Ibu datang bawa hadiah

d)

Pergi ke goa Jatijajar

Dalam sekali hingga ke tengah

Mari kita giatkan belajar

Dapat prestasi dapat hadiah

4.

Perhatikan larik-larik pantun berikut!

Ikan laut enak rasanya

Bila dimasak dan dimakan.

Mendapat kawan senang rasanya

Tentu boleh kita berkenalan.


Variasi bentuk sampiran dari kutipan pantun tersebut adalah . . .

a)

Beli duku di pasar minggu,

Jangan lupa membeli baju.

b)

Berkawan itu enak rasanya,

Kawan lama dilupakan jangan.

c)

Lihatlah awan biru warnanya,

Ramai berarak seolah berjalan.

d)

Indahnya dunia persahabatan,

Selamanya tak kan terlupakan.

5.

Perhatikan kutipan syair berikut:

Wahai pemuda kenali dirimu

Ialah perahu tamsil tubuhmu

Tiadalah berapa lama hidupmu

Ke akhirat juga kekal dirimu

Tema syair diatas adalah . . . .

a)

Para pemuda harus mengenali dirinya sebaik mungkin

b)

Para pemuda harus menyadari bahwa hidup ini sementara saja

c)

Para pemuda harus menggunakan waktu hidupnya

d)

Para pemuda harus mengetahui tamsil dirinya

6.

Rindu Dendan

Beta menunggu tidak tersabar,

Dalam hati berdebar-debar,

Rasa rindu tidak terkhabar,

Bila bersua tersenyum lebar.

Di DWI Maya beta khabarkan,

Rindu di hati beta luahkan,

Khabar tersusun beta tuliskan,

Untuk dikongsi bersama rakan.

Warkah abang sudahlah tamat,

Rindu di hati terlalu amat,

Cinta abang di hati tersemat,

Syaaban 1424 tamat.


Pesan yang disampaikan dalam syair tersebut …

a)

Kerinduan seseorang akan terobati dengan menuliskan surat.

b)

Jatuh cinta membawa duka.

c)

Kerinduan seseorang akan menyiksa batin.

d)

Jangan gila karena cinta.

7.

Wahai ananda intan pilihan

Berterus terang janganlah segan

Apa yang benar engkau katakan

Apa yang salah engkau tunjukkan


Isi dari syair tersebut adalah …

a)

Agar kita tidak durhaka pada kedua orang tua.

b)

Agar anak selalu jujur kepada semua orang, berkata tidak bohong agar selalu selamat dunia akhirat.

c)

Agar kita berterus terang. Katakan salah jika salah, katakan benar jika benar.

d)

Agar anak jangan malu-malu.

8.

Puisi berikut ini yang merupakan syair adalah ...

a)

Air dalam bertambah dalam,

Hujan di hulu belum lagi teduh.

Hati dendam bertambah dendam,

Dendam dahulu belum lagi disentuh.

b)

Ditenun kain dengan kapas,

Bermacam-macam warna ragi,

Perahu lilin layar kertas,

Berani kulanggar lautan api.

c)

Buah rambutan masak sebuah,

Kalau dimanakan manis rasanya,

Nona yang berbaju merah,

Sudahkah ada yang punya?

d)

Bila kita bersama sudah,

Dunia ini terlalu indah,

Dinda cantik permata bertahta,

Cantik rupa bicara petah.

9.

Jika ingin mengenal orang mulia

Lihatlah pada kelakuan dia


Telaah yang sesuai dengan gurindam di atas adalah….

a)

Gurindam tersebut menggunakan pola ab-ab

b)

Gurindam tersebut menggunakan pola pengembangan deduktif

c)

Gurindam tersebut menggunakan pola kalimat majemuk

d)

Gurindam tersebut menggunakan pola kalimat tunggal.

10.

Perhatikan gurindam berikut ini!

Sebelum bekerja pikir dahulu

Agar pekerjaan selamat selalu


Isi dari gurindam tersebut adalah…

a)

Jangan sembarangan memilih suatu pekerjaan,agar kita tidak terperosok karena pekerjaan yang salah.

b)

Bekerjalah sesuka hati kita

c)

Bekerjalah sesuai dengan kemampuan kita

d)

Jangan bekerja terlalu pilih-pilih, yang penting mendapatkan pekerjaan.

11.

Paman Belalang .... “Hore!” Teriak para serangga ketika melihat kodok-kodok itu pergi. Sambil menari-nari mereka mengangkat tubuh Paman Belalang dan melempar-lemparnya ke udara. Kakek Cacing mengucapkan terima kasih kepada Paman Belalang yang sudah menyelamatkan desa. Demikianlah, semenjak itu, Paman Belalang tidak menjadi pemurung lagi. Ia menyadari dirinya masih berguna walaupun telah kehilangan kakinya. Setiap malam ia pun bergabung dengan para serangga lainya untuk berpesta. Paman Belalang selalu bermain gitar dan bernyanyi riang. Para serangga pun sangat menyukainya. Begitu juga dengan Lodi dan Roro yang sekarang menjadi sahabat paman. Mereka selalu ikut berpetualang dengan Paman Belalang dan perahunya.

Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian....

a)

Koda

b)

Komplikasi

c)

Resolusi

d)

Orientasi

12.

Pada suatu pagi sang Semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh ke dalam Lumpur. Sang Semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan. “Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong...!”


Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian ....

a)

Orientasi

b)

Komplikasi

c)

Resolusi

d)

Koda

13.

Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.


Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian....

a)

Resolusi

b)

Orientasi

c)

Komplikasi

d)

Koda

14.

Rubah terus mengejar Kelinci. Sang Rubah tidak menyerah begitu saja. Rubah itu memiliki kemampuan berlari tanpa henti sehingga dia mampu mengejar Sang Kelinci tanpa kelelahan. Meskipun demikian sang Kelinci melompat dengan sangat cepat menghindari kejaran Rubah. Sang Rubah kehilangan jejak Kelinci. Rubah mulai mengendus-ngendus bau sang Kelinci. Tidak lama kemudian dia menemukan Kelinci itu. Kini dia mengejarnya lebih cepat dari sebelumnya, tetapi sang Kelinci itu tidak dapat dia kejar. Akhirnya, Rubah itu menyerah dan tidak melakukan pengejaran terhadap Kelinci itu lagi.

Penggunaan keterangan tempat yang tepat terdapat pada ....

a)

Singa yang kelaparan sedang berburu dari hutan

b)

Si Kancil pergi di sungai untuk mencari minum

c)

Keledai berlari dari ladang menuju tengah hutan

d)

Rubah berteduh ke bawah pohon yang rindang

15.

Kelelawar Pengecut Di sebuah padang rumput ada seekor singa sedang menyantap daging. Tiba-tiba, burung elang menyambarnya. Singa pun marah dan menyatakan perang terhadap bangsa burung. Segala jenis burung akan menjadi musuhnya. Pada malam hari kelompok yang dipimpin singa melakukan serangan. Bangsa burung kalah. Melihat kondisi itu, kelelawar merasa cemas. Ia pun segera menemui raja hutan. Kelelawar mengatakan bahwa dirinya termasuk bangsa tikus meskipun mempunyai sayap. Karena itu, dia ingin bergabung. Singa pun mengizinkannya. Pada keesokan harinya ketika kelompok singa sedang istirahat, kelompok burung menyerang balik. Kelelawar pun merasa cemas sehingga dia berpikir untuk bergabung dengan bangsa burung. Kelelawar menemui elang. Elang pun menerima dengan senang hati. Selama pertempuran antara kelompok elang dengan kelompok singa, kelelawar bolak-balik berpihak kepada kelompok yang menang.

Amanat yang dapat diteladani dari cerita tersebut adalah....

a)

Jangan merebut sesuatu yang menjadi hak orang lain

b)

Bergabung dengan kelompok yang mendapatkan kemenangan

c)

Jangan menjadi seorang pengecut karena tidak akan mempunyai teman

d)

Selalu membalas dendam dengan orang yang berbuat jahat kepada kita

16.

Burung hantu selalu tidur di siang hari. Ia akan bangun setelah matahari terbenam, ketika cahaya merah memudar dari langit. Dia menggeliat dan berkedip dari lubang pohon tua. Sekarang dia berseru, “Hoo hoo hoo” bergema melalui kayu yang rimbun dan ia mulai berburu serangga. Ia adalah seekor Burung Hantu Tua yang galak, terutama jika ada yang mengganggu saat ia tidur. Suatu sore musim panas yang hangat, saat ia tertidur jauh di dalam lubang pohon tua. Belalang di dekatnya mulai menyanyikan lagu gembira namun sangat menyesakkan telinga. Burung Hantu Tua itu menengok dari lubang pohon yang digunakan sebagai pintu dan jendela.

“Pergi dari sini, Tuan,” katanya kepada Belalang tersebut. “Apakah Anda tidak memiliki sopan santun?” lanjutnya. “Anda setidaknya harusmenghormati usia saya dan membiarkan saya tidur dengan tenang!” lanjut Sang Burung Hantu Tua itu. Akan tetapi, Belalang menjawab dengan kasar bahwa ia juga berhak beradadi tempat ini. Lalu ia meneriakkan suara lebih keras dan lagu yang lebih berisik. Burung Hantu yang bijak tahu benar bahwa tak ada gunanya berdebat dengan Belalang keras kepala ini. Selain itu, matanya semakin rabun untuk memungkinkan dirinya menghukum Belalang.

Akhirnya, dia melupakan semua kata keras dan kembali berbicara dengan sangat ramah kepada Belalang. “Tuang Belalang yang baik hati, jika saya harus tetap terjaga, saya akan datang untuk menikmati nyanyian Anda. Namun, saat ini saya memiliki anggur lezat di sini, kiriman dari Olympus. Silakan datang dan rasakan minuman lezat ini bersama saya.” sanjung Burung Hantu Tua. Belelalang terhanyut oleh kata-kata sanjungan Burung Hantu Tua. Akhirnya, dia melompat ke sarang Burung Hantu Tua. Ketika Belalang cukup dekat dalam jangkauan penglihatan, Burung Hantu Tua itu menerkam dan memakannya.

Pesan moral yang tersirat dalam kutipan teks fabel tersebut adalah....

a)

Ikutilah nasihat seorang sahabat agar tidak salah jalan

b)

Jangan mudah terhanyut oleh sanjungan orang lain

c)

Tak ada gunanya berbuat baik dengan orang yang keras kepala

d)

Jangan suka menyakiti orang lain jika ingin hidup bahagia

17.

Akhirnya, Induk Domba berhasil menyelamatkan anak-anak Domba dari cengkraman Serigala jahat. Serigala itu tewas karena kerakusannya.

Dalam teks fabel, pernyataan tersebut sering digunakan pengarang pada tahap....

a)

Koda

b)

Komplikasi

c)

Orientasi

d)

Resolusi

18.

Di pedalaman sebuah hutan yang hijau, ketika musim panas tiba, seekor semut bersama kawanannya tampak akur, berjalan bergerombol dan senantiasa saling menolong untuk mencari makan. Mereka amat kompak mengikuti komando dari sang pemimpin. Di tengah perjalanan, mereka berjumpa dengan tikus. “Hai, Semut! Mengapa kalian mencari makan saat musim panas begini?” tanya tikus. “Kami mencari makan untuk bekal saat musim hujan datang nanti. Kalian pun sebaiknya mencari makan sejak awal. Kalau tidak, saat musim hujan nanti kita bisa kelaparan.”

“Terima kasih atas nasihatmu, Semut. Kami juga akan segera mencari makanan kami,” kata tikus. Tak lama kemudian, semut-semut itu bertemu ayam hutan yang terkenal bersuara merdu. Ia tinggal di sebuah kandang bagus yang dibuatkan oleh seorang manusia yang selalu memberinya makan setiap akhir pekan. Ia bertanya mengapa semut-semut itu bekerja keras mencari makan saat musim panas. Semut menjelaskan alasannya mencari makan. Namun, tidak seperti tikus yang mengikuti saran semut, si ayam hutan justru terbahak mendengar jawaban semut.

“Kasihan sekali kalian, semut-semut kecil! Aku tak perlu mencari makan seperti kalian. Sebab aku punya tuan yang selalu memberiku makan!” kata ayam sambil tergelak. Semut tak peduli kata-kata ayam dan segera melanjutkan perjalanan. Suatu hari, langit menjadi gelap dan hujan tiba-tiba mengguyur seluruh hutan. Rupanya, musim hujan sudah tiba. Semut dan tikus kembali ke sarangnya masing-masing.

Mereka bisa mulai menikmati hasil kerja kerasnya selama mengumpulkan makanan saat hari-hari masih cerah. Namun, ayam hutan yang sombong tak memiliki persediaan makanan. Saat banjir melanda hutan itu, ayam hutan akhirnya mati tenggelam saat kelaparan.

Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan fabel di atas adalah....

a)

Orang pertama

b)

Orang kedua

c)

Orang ketiga

d)

Campuran

19.

Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian klimaks dalam sebuah fabel adalah ....

a)

Cici akhirny tau ternyata neneknya dimangsa oleh si kucing jahat. Ia berniat membalas dendam

b)

Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya

c)

Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang

d)

Akhirnya kedua binatang yang saling bermusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan

20.

Dihutan belantara hiduplah seekor Landak. Namanya landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya. Setiap hari landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.


Perbaikan atas kesalahan penggunaan kata depan di pada kutipan fabel tersebut adalah ....

a)

di hutan, di tubuhnya, di saat

b)

di hutan, di tubuhnya, disaat

c)

dihutan, di saat, di ajak

d)

dihutan, disaat, di ajak