NEW
Font size
WorksheetsFabel dan Legenda
Total questions: 25
Worksheet time: 30mins
Raja Agung mempunyai dua orang putri, yaitu Ajeng Ayu dan Ajeng Rara. Ajeng Ayu sangat cantik. Ia tidak pernah membeda-bedakan orang. Semua orang yang bertemu dengan dia disapanya. Semua orang sangat menyukai Ajeng Ayu. Ajeng Rara menjadi benci kepada saudaranya. Ajeng Rara juga menjadi tidak suka melihat kecantikan Ajeng Ayu. Karena itu, ia ingin mencelakakan saudaranya. Dia menyuruh pelayannya untuk membubuhkan racun ke dalam makanan saudaranya. Ia ingin saudaranya menjadi buruk rupanya. Watak yang dimiliki Ajeng Rara adalah ....
Murah hati
Iri hati
Ramah
Sombong
Di suatu kampung yang damai, hidup sepasang suami istri yang miskin. Mereka tinggal di sebuah gubuk berdinding kulit kayu dan beratap rumbia di pinggir hutan. Sebagian atapnya sudah berlubang. Jika hujan datang, suami istri itu sibuk menambal atap tersebut dengan daun-daun kayu yang besar. Berdasarkan kutipan tersebut, latar tempat ceritanya adalah ....
Pinggir hutan
Tengah kota
Tengah hutan
Pinggir danau
Cerita rakyat dari Jawa Barat adalah ....
Dari judul cerita tersebut termasuk cerita rakyat yang berbentuk ....
Fabel
Epos
Mitos
Legenda
Edo sangat menghormati orang tuanya. Dia juga sayang kepada keduanya, meskipun hanya sebagai pedagang sate. Sepulang sekolah, Edo selalu membantu orang tuanya melayani pembeli. Amanat yang dapat diambil dari cerita tersebut adalah ....
Pantang menyerah dalam mencapai cita-cita
Berbakti kepada orang tua
Bersabar dalam menjalani hidup
Berusaha menjadi pelayan yang baik
Setelah belajar Sasmita selalu memadamkan lampu belajarnya. Pada malam hari, di kamarnya yang menyala hanyalah lampu tidur. Ketika mandi pun, Sasmita menggunakan air secukupnya. Tema dari cerita tersebut adalah ....
Pemborosan
Hidup sederhana
Hidup hemat
Pendidikan
Dari gambar tersebut termasuk ke dalam jenis dongeng ....
Mite
Sage
Fabel
Legenda
Kalimat yang mengungkapkan hal-hal menarik dalam fabel adalah ....
Saya suka membaca fabel itu karena ceritanya bagus
Saya kesal membaca fabel itu karena ceritanya berbelit-belit
Saya malas membaca fabel itu karena bahasanya sulit dipahami
Buku itu dari sampulnya terlihat menarik tetapi isinya tidak semenarik sampulnya
Dari gambar tersebut, termasuk ke dalam jenis dongeng ....
Sage
Mitos
Legenda
Fabel
tokoh utama dalam fabel tersebut adalah . . . .
Kancil dan Buaya
Belalang
Ikan
Burung Gagak
Perhatikan penggalan cerita berikut
a) kelinci tertidur dan akhirnya kura-kura menang
b) kelinci yang sombong mengejek kura-kura yang jalannya lambat
c) ketika lomba di mulai kelinci lari dengan cepat dan jauh meninggalkan kura-kura
d) kura-kura menantang kelinci untuk lomba lari
e) kelinci yang sombong yakin kalau dia pasti menang
f) karena kelinci merasa kura-kura sangat jauh ia beristirahat di bawah pohon
Urutan yang tepat agar kalimat-kalimat diatas menjadi sebuah fabel adalah….
a-b-d-f-c-e
b-e-d-f-c-a
b- d-e-c-f-a
b-d-c-e-f-a
Apa pengertian dari Fabel?
Cerita tentang Kancil dan Kelinci yang seperti manusia
Cerita yang diperankan oleh binatang dengan watak dan prilaku seperti manusia
Cerita yang diyakini kebenarannya oleh penduduk setempat
Cerita yang mengandung pelajaran moral
Paragraf yang ditunjukkan oleh gambar pada cerita Bauaya Yang Serakah di atas adalah....
Koda
Komplikasi
Resolusi
Orientasi
"Kura-kura melukis pemandangan gunung.”
Kalimat pasif yang tepat dari pengubahan kalimat aktif tersebut adalah
”Pemandangan gunung itu dilukis oleh kura-kura.”
”Pemandangan gunung terlukis dengan kura-kura.”
”Kura-kura melukis pemandangan gunung.”
”Gunung itu terlukis oleh kura-kura.”
Bukti kutipan cerita yang menyatakan bahwa kancil memiliki watak licik adalah . . . .
“Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,”
“Buaya …buaya … ayo keluar … mau daging segar nggak?”
“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian.
“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,”
Di hutan yang rindang, hidup seekor anak landak yang merasa kesepian. Landi namanya. Landi tidak mempunyai teman karena teman-temannya takut tertusuk duri tajam yang ada di badannya. "Maaf Landi, kami ingin bermain denganmu, tapi durimu sangat tajam," kata Cici dan teman-temannya. tinggalah Landi sendirian.
Berdasarkan struktur teks fabel, bagian kutipan fabel tersebut adalah
Orientasi
Komplikasi
Klimaks
Penyelesaian
Legenda Malin Kundang menceritakan ....
seorang anak miskin yang menjadi pejabat negara
seorang anak yatim piatu yang menjadi kaya raya
seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya
seorang anak yang melupakan tanah kelahirannya
Fabel merupakan jenis cerita lama yang mengajarkan nilai-nilai moral kepada pembaca/pendengar melalui tokoh yang berupa binatang. Berdasarkan pengertian tersebut, berikut ini yang termasuk cerita fabel adalah....
Rubah dan Burung Gagak
Terjadinya Danau Toba
Si Kabayan Saba Kota
utri Sabah Nan Aluih
Bagian terakhir fabel yang berisi perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita tersebut disebut...
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
(1) Setelah lama berjemur, kancil merasa lapar dan menemukan kebun ketimun di seberang sungai. (2) Buaya marah karena merasa ditipu oleh kancil. (3) Kancil mengelabuhi sekumpulan buaya untuk sampai ke seberang sungai. (4) Kancil jalan-jalan di pinggir hutan untuk berjemur dan mencari udara segar.
Urutan peristiwa yang sesuai adalah ....
4-2-3-1
4-1-3-2
4-1-2-3
4-3-2-1
Pedagang asongan itu sedang menjajakan koran di terminal bus. Sinonim kata menjajakan pada kalimat tersebut adalah...
menjual
membagi
membawa
membari
Bacalah kutipan cerita fabel berikut!
Pada zaman dahulu kala di dalam hutan tinggal seekor tikus kecil [. . .] lubang dalam gua. Di dalam lubang gua yang sama juga tinggal seekor singa besar yang buas. Suatu hari ketika singa sedang tidur, tikus menghampirinya. Singa terbangun [. . . ] tidurnya karena merasa terusik. Ia mengaum, “Berani sekali kamu menganggu tidurku! Aku bunuh kamu!”
Si tikus mencicit. “Oh, jangan bunuh aku! Aku akan berterimakasih padamu dan membantumu kapan pun kamu membutuhkan aku.”
Sang singa tertawa keras, “Buat apa sang raja hutan membutuhkan bantuan [. . . ] seekor tikus kecil?” Lalu ia menyambung, “Tapi aku akan melepaskanmu karena telah membuatku tertawa.”
Kata yang tepat untuk melengkapi fabel diatas adalah....
pada, di, dan dari
dari, pada, dan di
di, dari, dan pada
di, dari, dan dari
Bacalah penggalan fabel berikut!
Pada suatu zaman di dalam hutan, tinggallah seekor rusa. Setiap kali ia pergi untuk minum di kolam, ia akan mengagumi dirinya, tertutama tanduknya yang indah. Akan tetapi, manakala ia melihat kakinya ia sangat malu karena sangat kurus dan buruk.
“Aku punya tanduk yang begitu indah, kalau saja kaki-kakiku tidak begitu kurus dan jelek seperti ini,” keluhnya.
Suatu hari rusa dikejar oleh seekor harimau besar. Rusa itu berlari kencang sekuat yang dapat dilakukan kaki-kakinya dan meninggalkan harimau itu. Tahu-tahu tanduknya tersangkut di cabang pohon. Rusa berusaha membebaskan diri, tetapi tidak bisa.
Tidak lama kemudian, harimau berhasil mengejar dan menerkam rusa itu. Rusa itu tersadar bahwa kaki-kakinya yang buruk ternyata lebih berguna daripada tanduknya yang indah.
Amanat dalam kutipan cerita tersebut adalah....
Gunakan akal dan pikiranmu untuk menyelamatkan diri.
Jangan suka menghina kekurangan makhluk lain.
Jangan rakus karena akan berakhir dengan kesialan.
Jangan menilai sesuatu dari penampilannya.
Di bawah ini adalah struktur teks cerita fabel, yaitu
orientasi - komplikasi - klimaks - koda
orientasi - klimaks - resolusi - koda
orientasi - komplikasi - resolusi - koda
orientasi - klimaks - resolusi - koda
”Jangan kuatir, Bu,” kata sang Ayah dengan congkak. ”Ini belum seberapa besarnya. Aku baru saja mulai menggelembungkan diriku.” Tapi si Ibu Katak tetap berusaha mencegah perbuatan itu. Karena terus diomeli, pada akhirnya Ayah Katak menjadi marah dan berkata, ”Kalau kau tak suka melihatnya, tinggalkan saja kami, jangan menggangguku dan urus saja dirimu. Ia terus menggelembungkan diri hingga akhirnya badan ayah Katak meletus seperti balon pecah.
Tema cerita di atas adalah ....
Ketamakan
Kegigihan
Kesombongan
Ketakutan
