NEW
Font size
WorksheetsPH NEGOSIASI KELAS X
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Cermati teks negosiasi berikut.
Penjual: Bentar ya Mas, saya tanya si Bos dulu, siapa tahu kalau buat proyek ada bonus buat masnya kalau belanja di sini.
Pembeli: Asik … ditunggu, Mbak.
Penjual: Ada Mas, tapi nggak banyak. Harganya tetep segitu, terus buat masnya 70 ribu.
Gimana, Mas?
Pembeli: Siap Mbak, saya ambil. Pakai nota ya, Mbak.
Penjual: Iya Mas, tunggu bentar ya.
Pembeli: 1.300.000 ya Mbak … ini Mbak uangnya.
Penjual: Maaf, saya hitung sebentar ya Mas …
Sip, uangnya pas ya, Mas. Terus ini notanya, lunas, sama ini bonus buat masnya.
Hal yang disepakati dalam teks tersebut adalah …
harga barang
pemberian uang
pembayaran
penghitungan
pelunasan
Cermati pendapat dan argumen-argumen berikut.
Pendapat: Keripik ubi ungu produksi dalam negeri yang telah menembus pasar Amerika Serikat benar-benar berbahan organik.
Argumen:
(1) Produk tersebut menggunakan bahan baku ubi ungu organik asal Jawa Barat.
(2) Ubi diolah dengan minyak kelapa organik tanpa perasa tambahan ataupun pengawet.
(3) Harga keripik ubi ungu pun bisa bersaing di pasar dunia.
(4) Keripik ubi ungu meraih penghargaan peringkat kedua untuk camilan terbaik.
Kalimat argument yang mendukung pendapat tersebut adalah …..
(1) dan (2)
(1) dan (3)
(1) dan (4)
(2) dan (4)
(3) dan (4)
Pak Tomo : Ya Pak, saya paham sekali kalau harga 750 juta itu sudah sangat realistis untuk ukuran rumah di sini. Tapi, ya itu Pak, saat ini, saya masih punya uang 500 juta. Bulan depan, baru saya bisa punya uang lagi dari hasil perkebunan saya. Ini kalau misalnya Bapak tidak keberatan, apa boleh kalau saya nego waktu dulu untuk pembayaran penuh atas rumah itu, Pak?
Pak Juki : Ya ndak apa-apa Pak. Saya juga nggak buru-buru kok Pak ini. Ya, kalau Pak Tomo berminat dan bisa bulan depan saya nggak masalah, Pak.
Pak Tomo : Kalau begitu, apa perlu saya kasih uang muka dulu, Pak?
Pak Juki : Ah, nggak usah, Pak, sama tetangga sendiri juga kok, hahaha. Jadi, kalau bulan depan malah kita bisa sambil ngobrolin tentang notarisnya.
Hal yang disepakati dalam teks tersebut adalah …
uang muka
waktu pembayaran
pembayaran cara kredit
harga barang
notarisnya
Pendapat: Brokoli bermanfaat bagi kehidupan.
Argumentasi:
(1) Warna hijau dan kandungan serat dalam brokoli itulah yang memberikan manfaat besar bagi kesehatan manusia.
(2) Brokoli sekarang dengan mudah didapatkan, baik di pasar-pasar tradisional maupun di swalayan.
(3) Penyerapan serat dimulai saat brokoli sampai di usus kecil dan kemudian berkembang sehingga usus pun menjadi sehat.
(4) Kesehatan usus memang harus selalu dijaga mengingat usus merupakan bagian alat pencernaan utama.
Kalimat argument yang mendukung pendapat tersebut adalah ….
(1) dan (2)
(1) dan (3)
(1) dan (4)
(2) dan (4)
(3) dan (4)
Bila : Ran, PR bahasa Indonesia kamu sudah kamu kerjakan belum?
Rani : Belum. Kamu sudah?
Bila : Aku juga belum.
Rani : Kamu mau tidak nanti malam belajar kelompok? Kita kerjakan PR itu bersama-sama. Tapi, di rumah aku saja ya?
Bila : Ya. Nanti aku ke rumahmu sekitar jam setengah delapan.
Rani : Aku tunggu kamu di rumahku.
Bila : Baik. Aku minta kamu menyiapkan buku-bukunya, ya.
Rani : Yang aku siapkan buku paketnya saja.
Hal yang disepakati di dalam dialog tersebut adalah ….
belajar kelompok di rumah Rani
mengerjakan PR bersama-sama di rumah Rani
datang ke rumah Rani sekitar pukul setengah delapan
menyiapkan buku-buku paket bahasa Indonesia
mengerjakan PR bahasa Indonesia
Kalimat pendapat: Internet bagai pedang bermata dua.
Kalimat-kalimat argument:
(1) Internet dapat memberikan dampak positif sekaligus negatif.
(2) Kita bisa mengambil manfaat dari internet, tetapi juga bisa terjerumus karenanya.
(3) Di dalam internet, terdapat semua informasi yang dibutuhkan.
(4) Manusia bisa menjadi alim dengan internet, tetapi sekaligus juga bisa menjadi bejat.
(5) Internet memberikan manfaat yang besar apabila bijak dalam menggunakannya.
Kalimat argument yang mendukung kalimat pendapat tersebut adalah ….
(1) dan (5)
(2) dan (3)
(1) dan (2)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
Pengembang : Harga rumah sebesar Rp 250 juta.
Pembeli : Apakah tidak ada diskon untuk harga sebesar itu, Pak?
Pengembang : Oh, tentu saja ada Pak. Asalkan, Bapak membelinya secara tunai.
Pembeli : Wah, kalau tunai sepertinya saya belum mempunyai uang sebanyak itu, Pak.
Pengembang : Coba dirundingkan dengan istri dulu, Pak. Siapa tahu beliau mempunyai cadangan uang sehingga bapak bisa membelinya secara tunai.
Pembeli : Baik, kalau begitu nanti saya rundingkan dulu di rumah. Besok saya ke sini lagi untuk memastikan pembelian itu, Pak.
Artinya, harga rumah menjadi Rp 225 juta, ya Pak.
Pengembang : Betul, Pak. Harga segitu tidak mahal untuk rumah dengan kualitas bagus seperti ini, Pak. Kalau begitu, saya tunggu kabar baiknya, Pak.
Hal yang disepakati dalam teks negosiasi tersebut adalah ….
waktu membeli rumah
kualitas rumah
jumlah rumah
harga rumah
jenis rumah
Kalimat pendapat: Seluruh anak usia sekolah wajib bersekolah.
Kalimat argumentasi:
(1) Pemerintah memberikan beasiswa bagi siswa yang tergolong tidak mampu.
(2) Pemerintah mengharuskan anak-anak masuk sekolah.
(3) Pemerintah mewajibkan semua sekolah menampung anak tidak mampu.
(4) Pemerintah menggratiskan biaya sekolah bagi siswa yang tidak mampu.
(5) Pemerintah meminta agar tidak ada anak-anak yang bekerja.
Kalimat argumentasi yang mendukung kalimat pendapat tersebut adalah ….
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(1) dan (4)
(4) dan (5)
Pembeli : Bu, saya mau beli gitari ini, berapa harganya?
Penjual : Kalau gitar yang itu harganya 750 ribu, Nak.
Pembeli : Harganya boleh kurang nggak Bu?
Penjual : Hmmm, boleh. Mau nawar berapa Nak?
Pembeli : 600 ribu aja Bu, gimana?
Penjual : Wah, harga segitu rasanya tidak bisa Nak.
Pembeli : Kalau 625 ribu?
Penjual : Naikin dikit Nak, 650 ribu ibu lepas gitar ini.
Pembeli : Iya deh Bu, saya setuju, ini uangnya.
Hal yang disepakati dalam kutipan teks negosiasi tersebut adalah ….
jumlah gitar
tawar gitar
harga gitar
jenis gitar
uang gitar
Kalimat pendapat : Pendidikan di Indonesia dewasa ini masih tertinggal cukup jauh dengan pendidikan yang berada di negara-negara lain yang ada di dunia.
Argumentasi:
(1) Bahkan, Indonesia sendiri masih kalah dengan Negara jiran, yakni Malaysia dan Singapura dalam bidang pendidikan.
(2) Hal ini dapat disaksikan dari banyaknya penduduk mereka yang memperoleh pendidikan, tetapi belum banyak yang sampai perguruan tinggi.
(3) Ketertinggalan pendidikan di daerah-daerah tersebut disebabkan tidak meratanya pendidikan di negara Indonesia, yang didominasi pulau Jawa.
(4) Tidak hanya itu, terbatasnya jumlah guru yang ada di daerah tersebut juga ikut menciptakan semakin jauhnya akses pendidikan yang ada di daerah.
(5) Namun, pemerintah sudah menerapkan system SM3T dan guru 3T.
Kalimat argument yang mendukung kalimat pendapat tersebut adalah ….
(1), (3), (4)
(1), (2), (3)
(1), (4), (5)
(3), (5), (1)
(3), (4), (5)
(1) Anak : “Ayah, setelah lulus nanti, aku mau sekolah di SMA.”
(2) Ayah : “Kenapa di SMA, Nak? Padahal, Ayah ingin kamu sekolah di SMK.”
(3) Anak : “Kok di SMK? Kenapa memangnya Ayah, jika aku sekolah di SMK?”
(4) Ayah : “Begini Nak, di SMK itu lulusannya bisa langsung bekerja.”
(5) Anak : “Oh, gitu yah, iya aku setuju.”
(6) Ayah : “Baguslah kalau kamu setuju.”
Dialog yang menyatakan penawaran ditunjukkan oleh nomor …
1, 2, 3, 4
2, 3, 4, 5
2, 3, 5
1, 2, 3, 5
2, 3, 4
Pembeli : “Yasudah deh saya setuju dengan harga 90 ribu. Tapi tolong carikan yang bagus-bagus lho ya …”
Dalam kegiatan jual beli, kalimat tersebut termasuk ke dalam tahapan ….
penawaran
persetujuan
pengajuan
pembelian
permintaan
Penjual : “Saya pasang harga Rp150.000,00 mbak. Silahkan mbak mau tawar berapa?”
Dalam kegiatan jual beli, kalimat tersebut termasuk ke dalam tahapan . . .
penawaran
persetujuan
pengajuan
pembelian
permintaan
Berikut ini adalah negosiasi pemecahan konflik antara bu Neni yang memiliki kucing dan bu Dewi yang memiliki akuarium terbuka. Kucing bu Neni sering kali memperhatikan ikan di akuarium bu Dewi secara dekat. Bu Dewi pun merasa khawatir ikannya akan dimakan kucing bu Neni. Oleh sebab itu, mereka membuat negosiasi.
Bu Neni : “Siang bu Dewi, ibu tahu tidak, kalau akhir-akhir ini kucing ibu hampir memakan ikan saya, kalau ikan saya dimakannya, apa ibu mau tanggung jawab?”
Bu Dewi : “Siang juga bu Neni, tenang dulu bu, coba jelaskan pelan-pelan”
Bu Neni : “Begini Bu, saya sering kali melihat kucing bu Dewi menghampiri akuarium di depan rumah saya. Saya takut jika ikan di akuarium saya dimakan. Oleh sebab itu, saya meminta ibu untuk melarang kucing ibu ke rumah saya. Saya takut jika ikan di akuarium saya dimakan. Oleh sebab itu, saya meminta ibu untuk melarang kucing ibu ke rumah saya”.
Bu Dewi : ”Bu Neni, sebenarnya kucing adalah hewan yang memang suka berkeliaran. Sehingga, sulit untuk dilarang. Namun, akan saya coba nanti melarangnya ke rumah bu Neni. Di samping itu, jika ibu ingin ikan akuarium ibu aman. Mengapa tidak memindahkannya saja ke dalam”?
Bu Neni : “Sepertinya itu solusi yang bagus juga, Bu. Mengingat akuarium saya mudah kotor saat di luar. Baiklah saya akan memindahkannya, Bu.
Terima kasih atas sarannya. Kalau begitu saya pamit dulu, Bu”.
Bu Dewi : “Sama-sama, Bu”
Kekurangan teks negosiasi tersebut adalah . . .
Bu Neni yang tiba-tiba ngotot kepada bu Dewi karena kucing bu Dewi yang hampir memakan ikan miliknya.
Bu Dewi terlalu sabar menghadapi bu Neni yang tiba-tiba marah kepadanya.
Bu Neni akhirnya mau mengalah dengan mau memasukkan akuariumnya ke dalam rumah.
Bu Dewi yang akan menasihati kucingnya agar tidak bermain di rumah bu Neni.
Bu Neni yang memberikan saran kepada bu Dewi agar memasukkan akuariumnya ke dalam rumah.
Berikut ini adalah negosiasi pemecahan konflik antara bu Neni yang memiliki kucing dan bu Dewi yang memiliki akuarium terbuka. Kucing bu Neni sering kali memperhatikan ikan di akuarium bu Dewi secara dekat. Bu Dewi pun merasa khawatir ikannya akan dimakan kucing bu Neni. Oleh sebab itu, mereka membuat negosiasi.
Bu Neni : “Siang bu Dewi, ibu tahu tidak, kalau akhir-akhir ini kucing ibu hampir memakan ikan saya, kalau ikan saya dimakannya, apa ibu mau tanggung jawab?”
Bu Dewi : “Siang juga bu Neni, tenang dulu bu, coba jelaskan pelan-pelan”
Bu Neni : “Begini Bu, saya sering kali melihat kucing bu Dewi menghampiri akuarium di depan rumah saya. Saya takut jika ikan di akuarium saya dimakan. Oleh sebab itu, saya meminta ibu untuk melarang kucing ibu ke rumah saya. Saya takut jika ikan di akuarium saya dimakan. Oleh sebab itu, saya meminta ibu untuk melarang kucing ibu ke rumah saya”.
Bu Dewi : ”Bu Neni, sebenarnya kucing adalah hewan yang memang suka berkeliaran. Sehingga, sulit untuk dilarang. Namun, akan saya coba nanti melarangnya ke rumah bu Neni. Di samping itu, jika ibu ingin ikan akuarium ibu aman. Mengapa tidak memindahkannya saja ke dalam”?
Bu Neni : “Sepertinya itu solusi yang bagus juga, Bu. Mengingat akuarium saya mudah kotor saat di luar. Baiklah saya akan memindahkannya, Bu.
Terima kasih atas sarannya. Kalau begitu saya pamit dulu, Bu”.
Bu Dewi : “Sama-sama, Bu”
Kelebihan teks negosiasi tersebut adalah . . .
Bu Dewi memaksa bu Neni agar memasukkan akuariumnya ke dalam rumah.
Bu Neni yang menyadari bahwa sebaiknya ia memasukkan akuariumnya ke dalam rumah agar ikannya tidak dimakan kucing.
Bu Neni dan Bu Dewi sama-sama mau mengalah dan menurunkan egonya untuk mencapai kesepakatan bersama.
Bu Dewi yang suka membiarkan kucingnya untuk berkeliaran karena kucing memang hewan yang suka berkeliaran.
Bu Neni yang akhirnya bersabar dan mulai menjelaskan penyebab dia marah.
Pengusaha : Langsung saja, saya keberatan atas aksi mogok yang kalian lakukan!
Perusahaan bisa merugi kalau karyawan terus-terusan mogok begini!
Karyawan : Aksi yang kami lakukan bukan tanpa alasan, pak”!
Pengusaha : Alasan apa?
Karyawan : Kami meminta kenaikan upah, pak! Hari ini harga kebutuhan pokok semakin meningkat, sementara penghasilan kami tetap”!
Topik yang tepat untuk teks negosiasi tersebut adalah....
perwakilan karyawan dan pengusaha
keinginan karyawan untuk kenaikan upah
kemarahan karyawan terhadap pengusaha
kekesalan karyawan terhadap kenaikan upah
pengusaha tidak mau bertemu dengan karyawan
1) Penumpang : Bang, ke Pasar Wage berapa?
2) Ojek : 20ribu, Mas.
3) Penumpang : Kok mahal amat Bang, kan dekat, 10 ribu aja ya?
4) Ojek : Aduh, itu kemurahan, tidak menutup bensin.
5) Penumpang : Iya deh iya Bang, saya tambah 2 ribu biar jadi. 12ribu ya. Bagaimana?
6) Ojek : Tambah 3 ribu lagi deh, langsung capcusss.
7) Penumpang : Okelah Bang, saya setuju, antar saya ke Pasar Wage.
Pasangan tuturan untuk nomor 1) dan 2) adalah ....
memberi salam – menjawab salam
meminta tolong – menolak permintaan
menawar bertanya – menjawab
meminta – memenuhi
menerima tawaran
Sales : Silakan Kak, dilihat barang-barang kami masih baru dan juga promo awal bulan.
Doni : Saya sedang mencari smartphone berukuran 6 inch dengan memori internal di atas 100 GB disertai kamera yang bagus, apakah ada?
Sales : Ada Kak, smartphone yang memiliki spesifikasi seperti yang kakak sebutkan, yaitu smartphone Gemez XI ini. Smartphone ini keluaran terbaru bulan ini, Kak.
Doni : Waw, bagus juga ya. Berapa harganya, Kak?
Sales : Murah Kak, hanya 6.500.000 rupiah.
Doni : Apakah tidak bisa kurang, Kak?
Sales : Mohon maaf tidak bisa, Kak. Ini harga yang juga telah dipotong dengan promosi.
Doni : Bagaimana kalau tukar tambah saja degan smartphone milik saya?
Sales : Boleh saja, tapi izinkan saya lihat dulu smartphone kakak.
Doni : Ini, Kak.
Sales: Setelah saya amati, kakak bisa menukar smartphone kakak dengan smartphone gemez XI dengan tambahan uang sebesar 3.000.000 rupiah. Bagaimana, Kak”?
Doni : Apa tidak bisa dipotong lagi, Kak. Bagaimana jika ditambah 2.500.000?
Sales : Baik Kak, akan saya urus penukarannya dulu ya, Kak.
Doni : Iya, Kak. Ini uang tambahannya senilai 2.500.000 rupiah.
Sales : Baik Kak. ini smartphone-nya telah saya bungkus beserta buku garansinya.
Terima kasih telah membeli di toko kami”.
Doni : Sama-sama, Kak.
Berdasarkan teks tersebut, yang termasuk kalimat persuasif adalah . . .
Saya sedang mencari smartphone berukuran 6 inch dengan memori internal di atas 100 GB disertai kamera yang bagus, apakah ada?
Silahkan Kak, dilihat barang-barang kami masih baru dan juga promo awal bulan.
Baik Kak. ini smartphone-nya telah saya bungkus beserta buku garansinya. Terima kasih telah membeli di toko kami.
Mohon maaf tidak bisa, Kak. Ini harga yang juga telah dipotong dengan promosi.
Setelah saya amati, kakak bisa menukar smartphone kakak dengan smartphone gemez XI dengan tambahan uang sebesar 3.000.000 rupiah. Bagaimana, Kak?
Perhatikan teks negosiasi berikut!
Sales : Silakan Kak, dilihat barang-barang kami masih baru dan juga promo awal bulan.
Doni : Saya sedang mencari smartphone berukuran 6 inch dengan memori internal di atas 100 GB disertai kamera yang bagus, apakah ada?
Sales : Ada Kak, smartphone yang memiliki spesifikasi seperti yang kakak sebutkan, yaitu smartphone Gemez XI ini. Smartphone ini keluaran terbaru bulan ini, Kak.
Doni : Waw, bagus juga ya. Berapa harganya, Kak?
Sales : Murah Kak, hanya 6.500.000 rupiah.
Doni : Apakah tidak bisa kurang, Kak?
Sales : Mohon maaf tidak bisa, Kak. Ini harga yang juga telah dipotong dengan promosi.
Doni : Bagaimana kalau tukar tambah saja degan smartphone milik saya?
Sales : Boleh saja, tapi izinkan saya lihat dulu smartphone kakak.
Doni : Ini, Kak.
Sales: Setelah saya amati, kakak bisa menukar smartphone kakak dengan smartphone gemez XI dengan tambahan uang sebesar 3.000.000 rupiah. Bagaimana, Kak”?
Doni : Apa tidak bisa dipotong lagi, Kak. Bagaimana jika ditambah 2.500.000?
Sales : Baik Kak, akan saya urus penukarannya dulu ya, Kak.
Doni : Iya, Kak. Ini uang tambahannya senilai 2.500.000 rupiah.
Sales : Baik Kak. ini smartphone-nya telah saya bungkus beserta buku garansinya.
Terima kasih telah membeli di toko kami”.
Doni : Sama-sama, Kak.
Topik yang tepat untuk teks negosiasi tersebut adalah . . .
Doni dan Sales yang menyatakan Doni ingin menjual HP
Doni ingin membeli HP dengan cara tukar tambah
Sales menawarkan HP baru kepada Doni
Doni membetulkan HP-nya yang rusak kepada sales
Sales berniat membeli HP Doni dengan harga tinggi
Teks negosiasi berikut yang termasuk bagian persetujuan adalah ....
Penjual : Baiklah, bagaimana kalau Rp.190.000,00?
Pembeli : Itu masih mahal bu, saya kan sering beli sepatu disini. Bagaimana kalau Rp. 150.000,00 saja bu?
Penjual : Itu sih terlalu murah ibu, naikkan sedikitlah bu.
Pembeli : Kalau Rp.175.000,00 bagaimana?
Penjual : Ya sudah bu Rp.175.000,00. Mau beli apa lagi bu?
Pembeli : Sudah itu saja bu.
Penjual : Ada yang bisa saya bantu bu?
Pembeli : Saya mau mencari sepatu ukuran 40 bu.
Penjual : Selamat pagi pak!
Pembeli : Selamat pagi! Saya mau mencari sepatu ukuran 39
