Worksheetseducation
Total questions: 11
Worksheet time: 11mins
1. Yang dimaksud dengan Kepemimpinan Pancasila adalah:
A. kepemimpinan yang memahami dan mengupayakan perwujudan kebutuhan manusia yang paripurna yang tidak hanya berkutat antara kepentingan ego dan material semata.
B. kepemimpinan yang memahami perwujudan kebutuhan manusia yang paripurna yang tidak hanya berkutat antara kepentingan ego dan material semata.
C. kepemimpinan yang memahami dan mengupayakan perwujudan kebutuhan manusia yang paripurna yang hanya berkutat antara kepentingan ego semata.
D. kepemimpinan yang memahami dan mengupayakan perwujudan kebutuhan manusia yang paripurna yang hanya berkutat antara kepentingan ego dan material semata.
2. Sebutkan 3 aspek kehidupan nasional (Trigatra):
a. ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan
A. ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan
B. politik, ekonomi, dan sosial budaya
C. kedudukan geografi, keadaan dan kekayaan alam
D. kedudukan geografi, sumber daya alam, sumber daya manusia
3. Interaksi Trigatra melahirkan 5 (lima) aspek berikutnya mengenai kehidupan social (Pancagatra), yaitu :
A. ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.
B. ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
C. ideologi, politik, geografi, ekonomi, dan sosial budaya.
D ideologi, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan.
4. Wujud mengaktualisasikan kecintaan terhadap tanah air Indonesia adalah:
A. tiap warga harus mengenal budaya Indonesia serta identitas lain sebagai bentuk keberadaan bangsa dan negara Indonesia.
B. tiap warga boleh mengenal Indonesia sebatas memahami arti dan makna identitas serta keberadaan bangsa dan negara Indonesia.
C. tiap warga harus mengenal Indonesia seutuhnya mengenai arti dan makna identitas serta keberadaan bangsa dan negara Indonesia.
D. tiap warga harus mengenal sejarah Indonesia seutuhnya mengenai arti dan makna identitas serta keberadaan bangsa dan negara Indonesia.
5. Rasa kebangsaan adalah:
A. Rasa yang lahir secara alamiah karena adanya kebersamaan sosial yang tumbuh dari kebudayaan, sejarah, dan aspirasi perjuangan masa lampau, serta kebersamaan dalam menghadapi tantangan sejarah masa kini.
B. Rasa yang lahir dan tumbuh secara bersama dalam kesamaan budaya, sejarah dan aspirasi.
C. Rasa yang lahir secara alamiah karena adanya kebersamaan sosial yang tumbuh dari kebudayaan, sejarah, dan aspirasi perjuangan masa lampau, serta kebersamaan dalam menghadapi tantangan sejarah masa kini.
D. Rasa kebersamaan dan keragaman dalam satu budaya.
6. Manakah pernyataan di bawah ini yang benar:
A. Sentimen dan kepentingan sektoral sering menjadi hambatan dalam melakukan koordinasi dalam organisasi.
B. Sentimen dan kepentingan sektoral justru menjadi modal dalam melakukan koordinasi dalam organisasi.
C. Sentimen dan kepentingan sektoral sering menjadi hambatan dalam melakukan Kolaborasi dalam organisasi.
D. Sentimen dan kepentingan regional sering menjadi hambatan dalam melakukan koordinasi dalam organisasi.
7. Sejatinya kebijakan yang dituangkan dalam regulasi dibuat untuk kepentingan rakyat, karena itu RKPD harus merupakan perwujudan bela negara sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Berikut adalah keadaan yang harus dihindari:
A. sentimen dan kepentingan sektoral.
B. kooordinasi dan kolaborasi antar bidang.
C. Bela negara berlebihan
D. regulasi yang masih tumpang tindih.
8. Hal-hal di bawah ini akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan pelayanan publik, yaitu:
A. integritas organisasi pelayanan publik.
B. transparansi pelayanan publik.
C. integritas organisasi pelayanan publik dan transparansi pelayanan publik.
D. kompetisi pelayanan publik.
9. Pengertian bela negara adalah suatu sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Pengertian ini tercantum dalam:
A. UU Nomor 3 Tahun 2002 Pasal 9 ayat (1) dan ayat (2).
B. UU Nomor 2 Tahun 2003 Pasal 9 ayat (1).
C. UU Nomor 3 Tahun 2002 Pasal 9 ayat (1)
D. UU Nomor 2 Tahun 2003 Pasal 9 ayat (1) dan ayat (2).
1. Integritas merupakan konsistensi antara dua hal, yaitu pikiran dan tindakan dalam bentuk pengambilan keputusan. Integritas mengharuskan seseorang pegawai untuk bersikap:
A. jujur dan transparan, berani, bijaksana dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas.
B. jujur, berani, dan bijaksana dalam melaksanakan tugas.
C. jujur dan transparan, dan bertanggung jawab dalam dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas.
D. berani, bijaksana dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas.
10. Integritas merupakan konsistensi antara dua hal, yaitu pikiran dan tindakan dalam bentuk pengambilan keputusan. Integritas mengharuskan seseorang pegawai untuk bersikap:
A. jujur dan transparan, berani, bijaksana dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas.
B. jujur, berani, dan bijaksana dalam melaksanakan tugas.
C. jujur dan transparan, dan bertanggung jawab dalam dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas.
D. berani, bijaksana dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas.
