NEW
Font size
WorksheetsPROFESIONAL BK P3K
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
1. Observer tidak bisa melakukan observasi hanya secara tiba-tba dan tanpa perencanaan yang jelas, harus jelas apa tujuannya, bagaimana karakteristiknya, gejala-gejala apa saja yang perlu diamati, model pencatatannya, analisisnya, dan pelaporan hasilnyA. Oleh karena itu observasi harus dilakukan secara :
Bertujuan dan tepat
Cermat dan tepat
Sistematis dan cermat
Sistematis dan bertujuan
Sosiometri ditujukan untuk meneliti hubungan antara anggota kelompok dengan anggota lainnya dalam suatu kelompok. Dengan demikian sosiometri dapat digunakan untuk hal-hal berikut ini:
Mengetahui popularitas seseorang dalam kelompok
Menyelidiki ada tidaknya sikap dalam kelompok
Menyelidiki perilaku anggota kelompok
Menyelidiki kesukaan seseorang
Perhatikan beberapa pernyataan dibawah ini: 1) Salah satu metode pengumpul data 2) Terstandar 3) Alat ukur yang objektif 4) Alat untuk menyimpulkan. Berdasarkan pernyataan di atas, manakah pernyataan yang tepat mengenai pengertian tes psikologi?
1), 2) dan 4)
Semua jawaban benar
1), 2) dan 3
2), 3), dan 4)
Konseli memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Perbedaan karakteristik konseli juga akan berpengaruh pada kebutuhan yang berbeda satu sama lain. Untuk membantu konseli memenuhi kebutuhannya, guru BK perlu melakukan asesmen kebutuhan. Guru BK dapat melakukan asesmen kebutuhan dalam dua teknik, yaitu ......
Tes dan non tes
Tes dan observasi
Inventory dan skala psikologis
Tes psikologis dan non tes
Angket dan skala psikologis pada hakekatnya merupakan jenis instrumen yang berbeda, namun sering dianggap sama oleh sebagian orang. Perbedaan angket dan skala psikologis terletak pada:
Hasil data angket perlu dilakukan uji reliabilitas, sedangkan hasil data skala psikologis bisa langsung digunakan
Angket bisa digunakan untuk mengungkap banyak hal, sedangkan skala psikologis hanya mengungkap satu atribut tunggal
Angket digunakan untuk mengukur aspek afektif, sedangkan skala psikologis digunakan untuk mengukur aspek kognitif.
Data yang diungkap angket berupa konstrak psikologis, sedangkan skala psikologis mengungkap data faktual
Tes intelegensi yang dikembangkan oleh David Wechsler digunakan untuk orang dewasa adalah...
Tes SPM
Tes CFIT
Tes WISC
Tes WAIS
Wawancara sebagai alat untuk mengumpulkan data yang tidak bisa dilakukan dengan metode lain, maka wawancara berfungsi sebagai..
Metode tersier
Metode primer
Metode pelengkap
Metode kriterium
Memberikan informasi tentang efektivitas progam sehingga dapat mengoptimalkan hasil, efisiensi, dan kualitas merupakan tujuan dilakukannya:
Evaluasi
Non Tes
Pengukuran
Tes
Jenis tes intelegensi yang digunakan untuk mengukur anak anak usia 5 – 11 tahun adalah
Tes The Middle Progressive Matrices (MPM)
Tes The Standard Progressive Matrices (SPM)
Tes The Advanced Progressive Matrices (APM)
Tes The Colored Progressive Matrices (CPM)
Observee bisa jadi tidak mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi, sehingga perilaku yang nampak diharapkan wajar atau tidak dibuat-buat merupakan kelebihan dari observasi yang dilakukan secara:
Kuasi Partispan
Non Partisipan
Alami
Partisipan
Wawancara sebagai alat untuk mengumpulkan data yang satu-satu alat pengumpul data, atau sebagai metode utama dalam pengumpulan data
Metode tersier
Metode primer
Metode pelengkap
Metode kriterium
Wawancara sebagai alat untuk mengumpulkan data yang pada saat-saat tertentu, metode interview juga digunakan untuk menguji kebenaran dan kemantapan data yang telah diperoleh dengan cara lain seperti metode tes, kuesioner, dan sebagainya, dalam kasus seperti ini metode disebut?
Metode tersier
Metode primer
Metode pelengkap
Metode kriterium
Jika di sekolah tidak tersedia ruang konseling individual yang memadai, maka untuk menjalankan program konseling bagi siswa-siswi yang mengalami masalah dilakukan dengan cara berikut...
Meminjam ruang guru atau kepala sekolah untuk konseling
Konseling individual dilakukan di rumah guru BK
Konseling individual dilakukan di rumah konseli
Memilih tempat yang paling nyaman bagi siswa di sekolah
Tuntutan dari Permendikbud No. 111 Tahun 2014 Idealnya alokasi waktu kerja guru BK atau guru bimbingan dan konseling disekolah yaitu (80%-85%) untuk pelayanan langsung kepada peserta didik, dan sisanya (15%-20%) adalah untuk...
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler siswa
Pengembangan diri siswa
Aktivitas manajemen dan administrasi
Pengelolaan keuangan atau pembiayaan
Optimalisasi program BK di sekolah antara lain dapat ditempuh dengan memanfaatkan konseling teman sebaya yang membutuhkan kolaborasi guru BK/guru BK dengan...
Orang tua, psikolog, psikiatri, dan sosiolog yang akan menjadi pilar utama konseling teman sebaya
Kepala sekolah, kepala dinas pendidikan kabupaten, dan kepala daerah
Kepala dinas pendidikan kabupaten, kepala daerah, dan orang tua peserta didik
Peserta-peserta didik terpilih, wali kelas, dan kepala sekolah
Dalam rangka penyusunan bimbingan dan konseling komprehensif harus didasarkan pada analisis kebutuhan...
Peserta didik dan lingkungan
Peserta didik dan orangtua
Peserta didik dan guru mata pelajaran
Peserta didik dan wali kelas
Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan diperoleh data beberapa siswa merasa pesimis dengan masa depan karena sulitnya mencari pekerjaan, maka strategi layanan yang tepat yaitu...
Perencanaan individual melalui penempatan dan penyaluran
Layanan dasar melalui bimbingan kelompok
Layanan responsif melalui konseling individual
Dukungan sistem melalui PTBK
Guru BK/guru BK membutuhkan dana untuk pengadaan sofa konseling yang lebih nyaman, peremajaan fisik berbagai inventori yang sudah mulai rusak, kursi rileksasi yang modelnya sudah tertinggal jaman, dan dana pengadaan komputer model baru. Jika dana hanya cukup untuk satu kebutuhan, prioritas akan diberikan untuk...
Pengadaan sofa konseling karena membutuhkan sofa yang lebih nyaman
Peremajaan fisik berbagai inventori yang sudah mulai rusak
Pengadaan komputer model baru untuk mendukung layanan
Pengadaan kursi rileksasi baru karena konseli akan lebih nyaman
Seorang siswa membutukan bantuan untuk memahami bakat dan kemampuannya sehingga dapat memilih jurusan yang sesuai. Dalam hal ini guru BK dapat menggunakan strategi layanan...
Dukungan sistem melalui home visit
Perencanaan individual melalui penempatan dan penyaluran
Layanan dasar melalui bimbingan kelas
Layanan responsif melalui konseling individual
Rencana kegiatan (action plans) diperlukan untuk menjamin peluncuran program bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. Rencana operasional dikembangkan berdasarkan...
Tujuan yang telah dirumuskan berdasarkan hasil studi kebutuhan peserta didik dan lingkungan
Tujuan yang telah dirumuskan berdasarkan kondisi sekolah dan kalender akademik
Tujuan yang telah dirumuskan berdasarkan visi dan misi sekolah
Tujuan yang telah dirumuskan berdasarkan rapat kepala sekolah dan guru BK
Banyak siswa yang tidak percaya kepada guru BK karena tidak mampu menyelesaikan masalah. Hal ini disebabkan karena kemampuan komunikasi konseling yang kurang pada guru BK. Melihat situasi ini menurut Anda apa yang seharusnya dilakukan guru BK...
Mengikuti berbagai pelatihan untuk memperoleh sertifikat guna kenaikan pangkat
Mengikuti pelatihan konseling yang kredibel dengan tema komunikasi konseling
Meminta bantuan dari lembaga konseling untuk membantu menyelesaikan masalah yang dialami oleh siswA.
Menanyakan kepada siswa layanan seperti apa yang diinginkan.
Strategi layanan di dalam rambu-rambu penyelenggaraan bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal dalam bimbingan dan konseling perkembangan, disebutkan bahwa strategi pelayanan responsif (salah satu komponen program bimbingan dan konseling perkembangan) diantaranya yaitu...
Bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok
Konseling individual dan lapangan
Konseling individual dan konseling kelompok
Bimbingan klasikal dan konseling individual
Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan diperoleh data beberapa siswa merasa pesimis dengan masa depan karena sulitnya mencari pekerjaan, maka strategi layanan yang tepat yaitu...
Layanan responsif melalui konseling individual
Dukungan sistem melalui PTBK
Perencanaan individual melalui penempatan dan penyaluran
Layanan dasar melalui bimbingan kelompok
Seorang siswa membutukan bantuan untuk memahami bakat dan kemampuannya sehingga dapat memilih jurusan yang sesuai. Dalam hal ini guru BK dapat menggunakan strategi layanan...
Layanan responsif melalui konseling individual
Dukungan sistem melalui home visit
Perencanaan individual melalui penempatan dan penyaluran
Layanan dasar melalui bimbingan kelas
Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih media adalah sebagai berikut, kecuali …
Konselor mampu mengoperasionalkan media tersebut
Media yang dipilih harus praktis untuk digunakan
Media mendukung pelaksanaan langkah-langkah bimbingan dan konseling
Konselor akrab dengan format dan jenis media
Beberapa faktor digitalisasi media layanan bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut, kecuali …
Kepraktisan penyimpanan
Banyak software pendukung
Interkoneksi
Tidak akan hilang
Berikut ini manfaat media dalam layanan bimbingan dan konseling, kecuali …
Meski di sampaikan oleh konselor pengganti, isi layanan tetap terstandar
Materi atau informasi yang disampaikan menjadi lebih sistematis
Kegiatan layanan bimbingan dan konseling lebih fokus pada media yang disajikan
Meningkatkan minat siswa mengikuti layanan bimbingan dan konseling
Berikut ini pertimbangan pemilihan media visual, kecuali …
Materi layanan bimbingan dan konseling berisi konsep yang kompleks dan perlu disederhanakan
Keterampilan komunikasi konselor kurang dan perlu ditingkatkan
Minat siswa secara umum perlu ditingkatkan dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling
Konsep yang disampaikan bersifat abstrak dan perlu dikonkretkan
Di bawah ini bentuk manfaat media dari segi proses berpikir tingkat tinggi (higher order thinking; HOT) …
Informasi bimbingan dan konseling menjadi lebih mudah untuk dihafalkan
Kegiatan bimbingan dan konseling tidak hanya berupa aktivitas mencatat atau mendikte
Pembahasan media dapat lebih diarahkan untuk mengkritisi kualitas media
Pembahasan informasi dalam layanan bimbingan dan konseling bisa diarahkan kegiatan evaluasi
Berikut ini adalah jenis bagan atau chart, kecuali …
Bagan alir (flowchart)
Bagan klasifikasi
Bagan batang
Bagan tabular
Berikut ini alasan pemilihan media yang didasarkan pada kondisi peserta didik, kecuali …
Pengetahuan tentang pemanfaatan media
Usia
Bakat
Budaya
Pernyataan berikut ini sesuai dengan prinsip bahwa tidak ada media yang cocok untuk semua tujuan layanan bimbingan dan konseling, kecuali …
Grafik cocok untuk membahas prosedur
Poster cocok untuk menyampaikan pesan yang bersifat persuasif
Bagan cocok untuk membahas fakta dan konsep
Multimedia cocok untuk membahas prosedur
Peran media dalam layanan bimbingan dan konseling dalam konteks komunikasi adalah sebagai berikut, kecuali …
Menyampaikan pesan secara akurat kepada siswa
Mengkonkretkan pembahasan dalam layanan bimbingan dan konseling
Mengurangi bias makna yang ditangkap siswa
Mengurangi hambatan komunikasi dalam layanan bimbingan dan konseling
Berikut ini keunggulan multimedia, kecuali …
Materi lebih mudah dipelajari
Motivasi dan minat belajar siswa menjadi meningkat
Multimedia interaktif fleksibel untuk diakses
Mendorong penggunaan keterampilan berpikir kritis
Seorang guru BK tidak pernah melakukan evaluasi program, apakah yang harus dilakukan ...
meminta kepala sekolah untuk melakukan pelatihan evaluasi
mendiskusikan dengan teman-teman MGBK
meminta guru mapel untuk mengevaluasi
meminta kepada koordinator guru BK untuk mengevaluasi
memanggil guru BK dari sekolah lain untuk melakukan evaluasi bersama
Kegiatan evaluasi program BK yang memfokuskan pada upaya menemukan bukti seberapa besar siswa terbantu dan terfasilitasi perkembangannya merupakan evaluasi....
proses
program
produk (hasil)
instrument
sarana dan prasarana
Seorang guru BK tidak pernah melakukan evaluasi program, apakah yang harus dilakukan ...
meminta kepada koordinator guru BK untuk mengevaluasi
mendiskusikan dengan teman-teman MGBK
memanggil guru BK dari sekolah lain untuk melakukan evaluasi bersama
meminta kepala sekolah untuk melakukan pelatihan evaluasi
meminta guru mapel untuk mengevaluasi
Secara garis besar evaluasi proses dapat dikelompokan dalam empat bagian yaitu....
ayanan bimbingan dan konseling, kegiatan pendukung bimbingan dan konseling, mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam layanan, pengelolaan dan administrasi layanan
layanan bimbingan dan konseling, kegiatan tambahan guru BK, mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam layanan, pengelolaan dan administrasi layanan
rekruitmen personil bimbingan dan konseling, kegiatan pendukung bimbingan dan konseling, mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam layanan, pengelolaan dan administrasi layanan
layanan bimbingan dan konseling, kegiatan pendukung bimbingan dan konseling, mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam layanan, pengelolaan keuangan dan administrasi sekolah
rekruitmen personil bimbingan dan konseling, kegiatan pendukung bimbingan dan konseling, mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam layanan
Kegiatan berikut yang bukan merupakan esensi kegiatan evaluasi program BK…
a dan c
menemukan hambatan program
menyatakan derajat keberhasilan
menentukan nilai keberhasilan program
membandingkan keterlaksanaan dengan kriteria
Seorang konselor dalam melakukan evaluasi bimbingan dan konseling, data yang didapatkan diperoleh dari hasil observasi bukan tafsiran pribadi. Hal merupakan penerapan prinsip evaluasi…
konstruktif
sistematis
objektif
demokratis
terstruktur
Tingkah laku belajar terjadi karena adanya asosiasi antara tingkah laku dengan lingkungannyA. Pernyataan tersebut sesuai dengan konsep dari teori….
Social learning
Reinforcement
Operant conditioning
Classical conditioning
Ani memiliki kecemasan terhadap tempat yang tinggi. Ia selalu bingung dan ingin mencoba untuk menghilangkan kecemasannya yang terkadang tidak berasalan. Dalam hal ini, Ani menemui konselor sekolah untuk melakukan konseling sehubungan dengan masalah yang dihadapinya. Jika Anda menjadi Pak Budi, maka untuk masalah Ani dapat dibantu dengan mengaplikasikan teknik konseling...
Teknik Desensitisasi sistematis
Teknik Relaksasi
Teknik extiction
Teknik Pembanjiran (Implosif)
Salah satu keterbatasan yang dimiliki oleh pendekatan konseling perilaku adalah sebagai berikut, kecuali...
Menekankan pada proses kognitif dibanding tindakan
Tujuan lebih sering ditentukan oleh konselor
Terlalu memfokuskan pada teknik atau strategi pengubahan perilaku
Mengabaikan hubungan terapeutik antara konselor dan konseli
Pada tahapan proses konseling perilaku khususnya pada tahap identifikasi masalah, maka konselor dalam melakukan identifikasi perlu memusatkan pada….
Stimulus dan respon
Analisis anteseden dan konsikuen
Analisis resistensi
Analisis reinforcement
Kriteria perilaku bermasalah atau maladaptif didasarkan pada…
Pola perilaku
Stimulus yang dikondisikan
Tingkah laku yang tak sesuai dengan lingkungan
Subyektifitas pengamatan
Analisis pengubahan perilaku (applied behavior analysis) disusun dengan menggunakan prinsip....
Semuanya benar
Teknik pengkondisian klasik
Teknik kognitif perilaku/belajar sosial
Teknik pengkondisian operan
Dalam merumuskan tujuan dalam konseling perilaku maka perilaku yang akan dirubah perlu dirumuskan dengan...
Konkrit, terukur, positif dan dapat diamati
Konkrit, terencana, evaluatif
Dapat diamati, dilakukan segera, positif, dan terencana
Spesifik, dapat dikontrol dan mudah dilakukan
Belajar dapat dilakukan dengan mengamati apa yang dilakukan oleh orang lain atau lingkungan sekitar. Pernyataan tersebut sesuai konsep dari teori…
Modeling
Classical conditioning
Konstruktivisme sosial
Vicarious learning
Prinsip-prinsip belajar yang digunakan dalam pendekatan konseling Behavioral adalah….
Prinsip belajar Cognitive, Reinforcement dan Extinction
Prinsip belajar Generalization, Reinforcement dan Punishment
Prinsip belajar Social, Exercise dan Reinforcement
Prinsip belajar Classical, Operan dan Social
Mana pernyataan yang tidak benar terkait dengan konseling behavior...
Analisis anteseden dan konsikuen diperlukan untuk membuat tujuan perubahan perilaku
Konseling seharusnya berfokus pada perubahan perilaku
Hubungan yang baik antara konselor dan konseli agar terjadi perubahan perilaku meskipun tidak menjadi hal utama dalam proses konseling
Konseling tidak terasa komplet/selesai jika tidak diikuti dengan tindakan verbal
