WorksheetsPertanyaan
Total questions: 20
Worksheet time: 17mins
Batu Menangis
Dahulu kala, di sebuah bukit yang jauh dari Pedesaan. Hiduplah seorang Janda miskin bersama anak perempuannya. Anaknya dari Janda tersebut sangat cantik jelita, ia selalu membanggakan kecantikan yang ia miliki. Namun, kecantikannya tidak sama dengan sifat yang ia miliki. Ia sangat pemalas dan tidak pernah membantu ibunya.
Cerita Rakyat Legenda Nusantara Batu Menangis
Selain pemalas, ia juga sangat manja. Segala sesuatu yang ia inginkan harus di turuti. Tanpa berpikir keadaan mereka yang miskin, dan ibu yang harus banting tulang meskipun sering sakit-sakitan. Setiap ibunya mengajaknya ke sawah, ia selalu menolak.
Suatu hari, ibunya mengajak anaknya berbelanja ke pasar. Jarak pasar dari rumah mereka sangat jauh, untuk sampai ke pasar mereka harus berjalan kaki dan membuat putrinya kelelahan. Namun, anaknya berjalan di depan ibunya dan memakai baju yang sangat bagus. Semua orang yang melihatnya langsung terpesona dan mengaggumi kecantikannya, sedangkan ibunya berjalan di belakang membawa keranjang belanjaan, berpakaian sangat dekil layaknya pembantu.
Karena letak rumah mereka yang jauh dari masyarakat, kehidupan mmereka tidak ada satu orang pun yang tahu. Akhirnya, mereka memasuki kedalam desa, semua mata tertuju kepada kecantikan Putri dari janda tersebut. Banyak pemuda yang menghampirinya dan memandang wajahnya. Namun, penduduk desa pun sangat penasaran, siapa perempuan tua di belakangnya tersebut.
‘’ Hai, gadis cantik! Siapakah perempuan tua yang berada di belakangmu? Apakah dia ibumu?’’ Tanya seorang Pemuda.
‘’ Tentu saja bukan, ia hanya seorang pembantu!.’’ Jawabnya dengan sinis.
Sepanjang perjalanan setiap bertemu dengan penduduk desa, mereka selalu bertanya hal yang sama. Namun, ia terus menjawab bahwa ibunya adalah pembantunya. Ibunya sendiri di perlakukan sebagai seorang pembantu.
Pada awalnya, Sang ibu masih bisa menahan diri, setiap kali mendengar jawaban dari Putri kandungnya sendiri. Namun, mendengar berulang kali dan jawabannya itu sangat menyakkitkan hatinya, tiba-tiba sang ibu berhenti, dan duduk pinggir jalan sambil meneteskan air mata.
‘’ Bu, kenapa berhenti di tengah jalan? Ayo lanjutkan perjalanan.’’ Tanya putrinya heran.
Beberapa kali ia bertanya. Namun, ibunya sama sekali tidak menjawab. Sang ibu malah menengadahkan kedua tangannya ke atas dan berdoa. Melihat hal aneh yang di lakukan ibunya, sang anak merasa kebingungan.
‘’ Ibu sedang apa sekarang!’’ bentak putrinya.
Sang ibu tetap tidak menjawab, dan meneruskan doanya untuk menghukum putrinya sendiri.
‘’ Ya Tuhan, ampunilah hamba yang lemah ini, maafkan hamba yang tidak bisa mendidik putrid hamba sendiri, sehingga ia menjadi anak yang durhaka. Hukumlah anak durhaka ini.’’ Doa sang Ibu.
Tiba-tiba, langit menjadi mendung dan gelap, petir mulai menyambar dan hujan pun turun. Perlahan-lahan, tubuhnya berubah menjadi batu. Kakinya mulai berubah menjadi batu dan sudah mencapai setengah badan. Gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya. Ia merasa ketakutan.
‘’ Ibu, tolong aku. Apa yang terjadi dengan kakiku? ibu maafkan aku. Aku janji akan menjadi anak yang baik bu’’ teriak Putrinya ketakutan.
Gadis tersebut terus menangis dan memohon. Namun, semuanya sudah terlambat. Hukuman itu tidak dapat di hindari. Seluruh tubuhnya perlahan berubah menjadi batu. Gadis durhaka itu hanya menangis dan menagis menyesali perbuatannya. Sebelum kepalanya menjadi batu, sang ibu masih melihat air matanya yang keluar. Semua orang yang berada di sana menyaksikkan peristiwa tersebut. Seluruh tubuh gadis itu berubah menjadi batu.
Sekalipun sudah menjadi batu. Namun, melihat kedua matanya masih menitihkan air mata seperti sedang menangis. Oleh karena itu, masyarakat tersebut menyebutnya dengan Batu Menangis. Batu Menangis tersebut masih ada sampai sekarang.
Pertanyaan:
Bila ada orang yang menanyakan " Hai gadis cantik !Siapakah perempuan tua yang berada di belakangmu. Apakah dia ibumu?" . Maka Jelita akan menjawab ....
Dia itu ibuku
Dia itu bibiku
Dia itu pembantuku
Dia itu saudara ibuku
Jakarta adalah ....... ,
Suku asli dari Jakarta adalah ....,
selain jakarta menjadi pusat pemerintahan Jakarta juga menjadi ....
Pusat Ekonomi
Betawi
Ibu kota Indonesia
Provinsi Indonesia
Jawa
Turmeric
Ginger
Nutritious
Jika
1=10
2=15
3=20
4=30
5=35
6=40
7=50
8 = ...
8
55
60
71
Tidak punya rambut, tidak punya hidung, tidak ada mulut ada tinta ada kulit ada cerita.
Benda apakah itu
(a)
Bacalah teks berikut!
Tokoh utama dari teks berikut adalah
Si Pitung
Si Haji Naipin
Schout
H
a
s
=
H
a
v
e
H
a
v
e
=
H
a
s
I ...........
a pen
H
a
s
H
a
v
e
a
m
a
r
e
Diatas merupakan simbol di
Insert
Home
Page layout
G
a
r
a
m
=
s
a
t
l
T
e
m
a
n =
F
r
e
n
s
M
O
N
i
u
a
g
n
Manakahh Pilihan yang tepat
Money= Uagn
Teman= Friends
Garam= Satl
7+1=
7
8
9
Asal Mula qsal Telaga Warna
Suatu hari, seorang permaisuri mengandung dan melahirkan seorang bayi perempuan. Seiring waktu, sang Putri tumbuh menjadi seorang gadis cantik, Ia sangat dimanja dan semua keinginannya dituruti.
Sebentar lagi, sang Putri akan berusia tujuh belas tahun. Seluruh rakyat kerajaan pun berlomba mengumpulkan hadiah. Hadiah itu dikumpulkan jadi satu dan diberikan kepada sang Raja. Hadiah yang berupa emas dan permata diolah menjadi kalung indah.
Tepat pada hari ulang tahun sang Putri, sang Raja menyerahkan kalung tersebut. Namun diluar dugaan, sang Putri tidak menyukai kalung tersebut. Sang Putri hanya melirik kalung itu sekilas. Melihat hal tersebut, sang Raja membujuk sang Putri agar mau mengenakan kalung tersebut.
“Tidak mau,” jawab sang Putri.
Mendengar jawaban tersebut, sang Permaisuri mengambil kalung tersebut lalu memakaikan di leher sang Putri. Namun sebelum terpasang, sang Putri menepis tangan sang Permaisuri hingga kalung itu jatuh. Kalung itu putus dan permatanya berserakan. Sang Putri segera bergegas masuk ke kamarnya.
Melihat hal tersebut, sang Raja, sang Permasuri, beserta tamu yang lain sangat sedih. Mereka menangis. Kabar kejadian itu tersebar hingga luar, sampai seluruh rakyat mengetahui. Mereka pun mulai menangis. Mereka tak pernah mengira sang Putri akan bertindak seperti itu. Dongeng Telaga Warna Dari Banten
Tiba-tiba, di tempat kalung jatuh muncul mata air. Mata air itu makin membesar, hingga seluruh kerajaan tergenang. Hingga akhirnya, terbentuklah sebuah danau yang luas. Hingga sekarang, penduduk menamai danau tersebut Telaga Warna.
Pertanyaan:
Apa hadiah dari Sang Raja untuk untuj sang putri?
Kalung
emas
Uang
koin
Asal Muasal Telaga WarnaSuatu hari, seorang permaisuri mengandung dan melahirkan seorang bayi perempuan. Seiring waktu, sang Putri tumbuh menjadi seorang gadis cantik, Ia sangat dimanja dan semua keinginannya dituruti.
Sebentar lagi, sang Putri akan berusia tujuh belas tahun. Seluruh rakyat kerajaan pun berlomba mengumpulkan hadiah. Hadiah itu dikumpulkan jadi satu dan diberikan kepada sang Raja. Hadiah yang berupa emas dan permata diolah menjadi kalung indah.
Tepat pada hari ulang tahun sang Putri, sang Raja menyerahkan kalung tersebut. Namun diluar dugaan, sang Putri tidak menyukai kalung tersebut. Sang Putri hanya melirik kalung itu sekilas. Melihat hal tersebut, sang Raja membujuk sang Putri agar mau mengenakan kalung tersebut.
Dongeng Telaga Warna Dari Banten
“Tidak mau,” jawab sang Putri.
Mendengar jawaban tersebut, sang Permaisuri mengambil kalung tersebut lalu memakaikan di leher sang Putri. Namun sebelum terpasang, sang Putri menepis tangan sang Permaisuri hingga kalung itu jatuh. Kalung itu putus dan permatanya berserakan. Sang Putri segera bergegas masuk ke kamarnya.
Melihat hal tersebut, sang Raja, sang Permasuri, beserta tamu yang lain sangat sedih. Mereka menangis. Kabar kejadian itu tersebar hingga luar, sampai seluruh rakyat mengetahui. Mereka pun mulai menangis. Mereka tak pernah mengira sang Putri akan bertindak seperti itu.
Tiba-tiba, di tempat kalung jatuh muncul mata air. Mata air itu makin membesar, hingga seluruh kerajaan tergenang. Hingga akhirnya, terbentuklah sebuah danau yang luas. Hingga sekarang, penduduk menamai danau tersebut Telaga Warna.
cerita rakyat berasal dari
Bantal
Banten
Kalsel
Telaga warna
Asal Mula Telaga Warna
Suatu hari, seorang permaisuri mengandung dan melahirkan seorang bayi perempuan. Seiring waktu, sang Putri tumbuh menjadi seorang gadis cantik, Ia sangat dimanja dan semua keinginannya dituruti.
Sebentar lagi, sang Putri akan berusia tujuh belas tahun. Seluruh rakyat kerajaan pun berlomba mengumpulkan hadiah. Hadiah itu dikumpulkan jadi satu dan diberikan kepada sang Raja. Hadiah yang berupa emas dan permata diolah menjadi kalung indah.
Tepat pada hari ulang tahun sang Putri, sang Raja menyerahkan kalung tersebut. Namun diluar dugaan, sang Putri tidak menyukai kalung tersebut. Sang Putri hanya melirik kalung itu sekilas. Melihat hal tersebut, sang Raja membujuk sang Putri agar mau mengenakan kalung tersebut.
Dongeng Telaga Warna Dari Banten
“Tidak mau,” jawab sang Putri.
Mendengar jawaban tersebut, sang Permaisuri mengambil kalung tersebut lalu memakaikan di leher sang Putri. Namun sebelum terpasang, sang Putri menepis tangan sang Permaisuri hingga kalung itu jatuh. Kalung itu putus dan permatanya berserakan. Sang Putri segera bergegas masuk ke kamarnya.
Melihat hal tersebut, sang Raja, sang Permasuri, beserta tamu yang lain sangat sedih. Mereka menangis. Kabar kejadian itu tersebar hingga luar, sampai seluruh rakyat mengetahui. Mereka pun mulai menangis. Mereka tak pernah mengira sang Putri akan bertindak seperti itu.
Tiba-tiba, di tempat kalung jatuh muncul mata air. Mata air itu makin membesar, hingga seluruh kerajaan tergenang. Hingga akhirnya, terbentuklah sebuah danau yang luas. Hingga sekarang, penduduk menamai danau tersebut Telaga Warna.
berapa umur Putri menurut teks yaitu berusia
17
18
19
0
Asal Mula Telaga Warna
Suatu hari, seorang permaisuri mengandung dan melahirkan seorang bayi perempuan. Seiring waktu, sang Putri tumbuh menjadi seorang gadis cantik, Ia sangat dimanja dan semua keinginannya dituruti.
Sebentar lagi, sang Putri akan berusia tujuh belas tahun. Seluruh rakyat kerajaan pun berlomba mengumpulkan hadiah. Hadiah itu dikumpulkan jadi satu dan diberikan kepada sang Raja. Hadiah yang berupa emas dan permata diolah menjadi kalung indah.
Tepat pada hari ulang tahun sang Putri, sang Raja menyerahkan kalung tersebut. Namun diluar dugaan, sang Putri tidak menyukai kalung tersebut. Sang Putri hanya melirik kalung itu sekilas. Melihat hal tersebut, sang Raja membujuk sang Putri agar mau mengenakan kalung tersebut.
Dongeng Telaga Warna Dari Banten
“Tidak mau,” jawab sang Putri.
Mendengar jawaban tersebut, sang Permaisuri mengambil kalung tersebut lalu memakaikan di leher sang Putri. Namun sebelum terpasang, sang Putri menepis tangan sang Permaisuri hingga kalung itu jatuh. Kalung itu putus dan permatanya berserakan. Sang Putri segera bergegas masuk ke kamarnya.
Melihat hal tersebut, sang Raja, sang Permasuri, beserta tamu yang lain sangat sedih. Mereka menangis. Kabar kejadian itu tersebar hingga luar, sampai seluruh rakyat mengetahui. Mereka pun mulai menangis. Mereka tak pernah mengira sang Putri akan bertindak seperti itu.
Tiba-tiba, di tempat kalung jatuh muncul mata air. Mata air itu makin membesar, hingga seluruh kerajaan tergenang. Hingga akhirnya, terbentuklah sebuah danau yang luas. Hingga sekarang, penduduk menamai danau tersebut Telaga Warna.
Tokoh Antagonis adalah.
Anak Raja dan anak Permatasuri
Raja
Permatasuri
Warga rakyat
1= 10
2=20
3=30
4=40
5=...
55
50
5
60x2=
30= 20=1
20
1
30
602
Uang= M/H
M
H
Honey
Money
1=
second
one
two
four
it is
rice
nasi
raise
Si Bibi memiliki lima anak a , b, c,d
siapakah anak kelima
(a)
