Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Sastra

Total questions: 10

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

1.Bacalah kutipan cerita inspiratif berikut!

Di Kantor Pos

Oleh: Muhammad Ali

“Tadi agaknya telah terjadi suatu kekeliruan ketika Nona membayarkan uang pos wesel kepada saya, sebab ….”

“Mana bisa keliru?” si pegawai menyela dengan cepat.

“Seharusnya saya terima tiga ratus rupiah, bukan? Kalau tak salah, sekian itulah angka yang tertulis dalam pos wesel saya.”

“Coba saya liat dulu, Saya masih ingat nomor pos wesel Saudara.”

Si pegawai lalu memeriksa salah satu lajur dalam daftar yang terkembang di hadapannya, kemudian katanya,”Nah ini, wesel nomor satu empat tujuh dengan tanda C. Jumlah uang:tiga ratus rupiah. Apa yang keliru? Bukankah tadi Saudara terima dari saya tiga ratus rupiah?”

“Tidak,”jawab laki-laki itu.” Nona tadi memberikan kepada saya bukan tiga lembar kertas ratusan, tapi empat lembar. Jadi, empat ratus rupiah yang saya terima tadi.”

“Oh,, kalau begitu saya keliru. Benar-benar keliru,” kata si pegawai akhirnya dengan kemalu-maluan.”Maklum banyak kerja. Lagi pula lembaran-lembaran uang itu masih baru hingga mudah saja terlengket karenanya. Jadi, Saudara mau kembalikan uang yang seratus rupiah kepada saya, sekarang?”

“Betul, Saya akan mengembalikannya kepada Nyonya ….”

“Nona!” sela si pegawai cepat.


Kutipan cerita tersebut bertema ….

a)

A. Kejujuran seseorang dalam hidup.

b)

B. Kehati-hatian pegawai terhadap seseorang.

c)

C. Keberanian pegawai mengakui kekeliruan.

d)

D. Kebaikan seseorang terhadap pegawai pos.

2.

2. Simak kutipan cerita Iinspiratif berikut!

"Bu, aku malu kepada Allah! Dia hanya menerima 10 ribu tapi begitu bersyukurnya kepada Allah dan berterima kasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah?”


Paragraf tersebut merupakan bagian ....

a)

A. Orientasi

b)

B. Perumitan Masalah

c)

C. Komplikasi

d)

D. Resolusi

3.

3. Cermatilah kutipan cerpen berikut !

“Kamu juga salah. Kalau kamu tidak menerima ajakan Dini, tentu kejadian ini tak akan terjadi. Kalian telah bekerja sama melakukan kebohongan itu. Ingat, berbohong itu bukan hanya merugikan orang lain , tapi juga diri sendiri. Orang yang suka berbohong tidak akan dipercaya orang lain !” tegas Mama.

“Maafkan Dina, Ma. Dina berjanji tidak akan mau diajak berbohong lagi.”

“Dan kamu Dini . Kalau ada kesulitan atau masalah jangan dipendam sendiri .Apalagi dibebankan pada orang lain. Itu namanya tidak bertanggung jawab. Lebih baik berterus terang dan tak perlu malu untuk meminta tolong. Mengerti ?” ujar Mama kepada Dini.

Dini mengangguk . Ia merasa bersalah dan menyesal. Dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan seperti ini lagi!

Bagian resolusi dalam cerita pendek ditunjukkan oleh kalimat …

a)

A.Mama menegur Dina karena melakukan kebohongan .

b)

B. Mama menegur Dini karena mengajak Dina melakukan kebohongan .

c)

C.Dini merasa bersalah pada Dina dan berjanji tidak akan mengulangi kebohongan lagi.

d)

D.Permintaan maaf Dina kepada mamanya serta ia berjanji tidak akan mau diajak berbohong lagi.

4.

4. Cermatilah Kutipan teks cerpen berikut ini!

(1) Semakin ke dalam, pohon-pohon yang tumbuh semakin besar. “Aini, hutannya tidak ada binatang buasnya, kan?” tanya Tina selagi kami berjalan beriringan meniti jalan setapak.

(2) “Sudah tidak ada, paling ada juga ular kali,” jawab Aini.

(3) “Hiii…, serem juga, dong!” Tina bergidik ngeri. Kami berhenti di tempat Alimin.

(4) “Selamat siang, Mbak,” sapa Joko kepada kami. Aku langsung menaruh kayu yang dikumpulkannya dari hutan.

Mushola di Atas Bukit, karya Dian Y. Fajri


Bukti bahwa Tina adalah tokoh yang memiliki watak penakut dalam kutipan cerita tersebut terdapat pada bagian nomor ….

a)

A.2

b)

B. 1

c)

C.4

d)

D.3

5.

5. Cermati kutipan cerpen berikut!

(1) Aku paling sebal kalau adikku bertanya-tanya terus. (2) Padahal aku sedang berkonsentrasi belajar. (3) “Kevin, jawab dong, kalau adikmu tanya!” seru mamaku. (4) Selalu itu teriakan mama, jika aku tidak menggubris pertanyaan adikku.


Bukti latar suasana ditunjukkan kalimat nomor...

a)

A.1

b)

B.2

c)

C.3

d)

D.4

6.

6. Cermatilah kutipan cerpen berikut!

Malam itu, ruang tunggu sudah penuh. Sorot mataku semakin kabur saja. Rasa sakit kepalaku semakin menjadi-jadi melihat pasien yang duduk di bangku menunggu giliran di periksa. Aku bisa merasakannya bahwa dr. Ari adalah dokter yang bertangan dingin. Penyakit apapun menjadi sembuh ketika sudah diperiksa dan diberi obat darinya, ongkosnyapun tidak mahal itulah yang membuat kami rela menunggu walaupun harus menahan rasa sakit.


Makna kata “ bertangan dingin” memiliki pengertian ....

a)

A.Tangannya seperti Es

b)

B. Semua pasien rela menunggu

c)

C. Ongkosnya berobat tidak mahal

d)

D. Siapapun yang berobat ke dr. Ari pasti sembuh

7.

7. Cermatilah kutipan cerpen berikut !

“Nada, minggu depan kita harus pindah ke Jogyakarta. Ayah dipindahtugaskan di sana. ”Bagaikan petir di siang bolong menyambar Nada yang seketika itu langsung diam mematung. “Kenapa mendadak , Bunda? Nada senang tinggal di sini. Apa Nada tidak bisa tetap tinggal di sini? Sekolah Nada gimana ? “ “Tidak bisa, sayang . Kamu mau tinggal sama siapa di sini ? Masalah sekolah , semua sudah diurus Ayah. Kamu hanya tinggal mengemas barang-barangmu.” Nada terdiam.


Makna simbol petir di siang bolong pada kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

A. merasa bingung

b)

B. sangat terkejut

c)

C. merasa heran

d)

D. merasa sedih

8.

8. Bacalah puisi berikut!

Suatu senja di kala sunyi

Nelayan itu berjalan tegap

Ke arah debur ombak berbunyi

Dikelilingi cuaca gelap

(“Nelayan” karya Helmi Nasution)

Penggalan puisi di atas menceritakan . . . .

a)

A. para nelayan yang pergi melaut setelah sore tiba di rumah

b)

B. para nelayan yang seharian mencari ikan di laut lepas baru kembali setelah larut malam

c)

C. para nelayan yang mencari ikan di laut lepas pada malam hari dan pagi hari baru kembali

d)

D. para nelayan yang mencari ikan di laut lepas baru mendengar suara ombak setelah malam hari

9.

9. Bacalah puisi dibawah ini!

GURU SEJATI

Wajahmu lembut

Penuh kasih sayang

Kau selalu tersenyum

Bila anak murid menyambutmu

. . .

Karya Kadarwati

Kata bersinestesia (perubahan makna akibat pertukaran dua indra) terdapat pada larik . .

a)

A. Pertama

b)

B. Kedua

c)

C. Ketiga

d)

D. Keempat

10.

10. Perhatikan alur cerita dibawah ini!

Andi adalah anak saleh dan ramah. Dia anak yatim yang sangat berbakti da setia kepada ibunya. Pada saat liburan dia diajak oleh Ali dan Arsad camping ke hutan lindung. Ketika meraka akan berangkat, tiba-tiba ibu Andi mendadak sakit keras. Karena rencana sudah matang, kedua temannya tetap mengajak berangkat tanpa mempedulikan keadaan Andi. Andi menjadi bingung.


Naskah drama yang paling tepat sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ….

a)

A. A. Ali : (Bersemangat) Gimana An, sudah siap? Ayo berangkat!

Andi : Maaf Al, ibuku …sakit mendadak. (menunduk)

Arsad : Ala, mengapa lu pikirin. Nanti juga akan sembuh sendiri.

Ali : Iya An, rencana kitakan sudah matang. Ingat, demi kita!

Andi : (Bingung) Gimana, ya!

b)

B. Arsad : (Semangat) Gimana An, sudah siap? Ayo berangkat!

Andi : Maaf, Ar. Aku ragu. (menunduk)

Ali : Mengapa An, tiba-tiba kau berubah pikiran? Kita berangkat sajalah!

Andi : Ibuku sakit mendadak. Aku harus menungguinya.

Arsad : jangan, kita tunda keberangkatan ini!

Andi : Aduh, gimana dong? Kita memang sudah sepakat! Tapi….(bingung)

c)

C. Andi : Al, ibu tiba-tiba sakit. Gimana rencana kita?

Ali : Rencana kita sudah matang. Kita tetap harus berangkat.

Arsad : Betul, An, kita harus kompak.

Andi : Baik, ibuku akan kubujuk biar merelakanku.

Andi : Nah, gitu dong. Sepakat?

d)

D. Arsad : (Antusias) Al, gimana persiapanmu?

Ali : Oke. Aku tingal cabut saja.

Arsad : Kamu gimana, An?

Andi : sebenarnya ibuku sakit, tapi aku siap juga. Kita harus berangkat.

Ali : Demi kita, hidup rio Singa. (mereka menyatukan tangan)