NEW
Font size
WorksheetsChromium
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Apakah metode yang digunakan dalam Analisis penentuan kadar Cr +6 di Lab. SQA?
SNI-6989.12-2005
APHA-2017
SNI-6989.51-2010
APHA-2005
Apakah peraturan pemerintah yang mengatur NAB Chromium hexavalen dalam air?
Permenkes RI No.32 Tahun 2017
Permenkes RI No.32 Tahun 2015
Permenaker RI No. 32 Tahun 2017
Permenkes RI No.32 Tahun 2020
Berapakah Nilai Ambang Batas (NAB) maksimum dari kadar Chromium hexavalent dalam air yang diizinkan dalam permenkes RI No.32?
0.50 mg/L
0.10 mg/L
0.05 mg/L
0.055 mg/L
Fungsi larutan 1.5 Diphenylcarbazide Dalam analisis penentuan kadar Chromium heksavalen adalah?
Sebagai katalisator
Sebagai senyawa pengompleks
Untuk mencegah gangguan ion lain
Semua Benar
Berikut yang merupakan syarat terjadinya reaksi antara ion kromium hexavalent (Cr⁺⁶) dengan 1.5-diphenylcarbazide adalah
Sampel dalam kondisi panas
Sampel dalam kondisi asam
Sampel dalam kondisi basa
Sampel dalam kondisi panas dan asam
Rentang Panjang gelombang yang digunakan untuk analisis Kromium hexavalent sesuai metode APHA adalah:
535 nm ~ 545 nm
520 nm ~ 560 nm
530 nm ~ 540 nm
530 nm ~ 540 nm
Intensitas warna kompleks yang dihasilkan dari reaksi kromium hexavalent dengan diphenylcarbazide, dipengaruhi beberapa faktor berikut ini yaitu :
Konsentrasi kromium, waktu reaksi, pH sampel, Volume pengompleks
Waktu reaksi, volume sampel, kelarutan sampel, & pH
Konsentrasi kromium, temperatur sampel, Volume pengompleks & Kelarutan sampel
Semua Benar
Pada cara kerja penentuan kadar kromium heksavalen dalam air metode APHA, pereaksi yang digunakan dalam proses pengasaman sampel adalah:
H2SO4
H3PO4
HNO3
HCl
Pada proses pengawetan sampel dalam penentuan kromium hexavalent, perekasi yang digunakan adalah:
Buffer ammoniak dan NaOH 5 N
HNO3 pekat
H2SO4
NaOH 35 %
Rentang pH yang dipersyaratkan dalam proses pengawetan sampel untuk analisis kromium heksavalent adalah:
7.0 ~ 9.0
9.3 ~ 9.7
9.0 ~10.0
11.0 ~ 12.0
Rentang pH yang dipersyaratkan dalam prosedur pengasaman sampel untuk analisis kromium heksavalent adalah:
1.0 ~ 2.0
1.5 ~ 2.5
1.5 ~ 2.0
2.5 ~ 3.0
Pada proses pengawetan sampel dalam analisis kromium heksavalen, sample disaring menggunakan filter paper ukuran:
0.8 um
0.45 um
1.25 um
0.25 um
Pelarut yang digunakan untuk melarutkan diphenylcarbazide adalah:
Alkohol p.a
Aquadest
Acetone
Toluene
Pereaksi yang digunakan untuk membuat larutan baku Kromium 500 ppm dalam analisis penentuan kromium heksavalen adalah:
K2Cr2O7
Kcr2
K2CrO4
KCrO7
Berikut ini Jaminan mutu dalam analisis penentuan kadar kromium heksavalen adalah:
Nilai regresi linear (r) 0.990 dan Recovery Check sampel 90~110 %
Nilai regresi linear (r) 0.999 dan Recovery Check sampel 90~100 %
Nilai regresi linear (r) 0.995 dan Recovery Check sampel 90~110 %
Nilai regresi linear (r) 0.995 dan Recovery Check sampel 95~105 %
Berdasarkan validasi metode yang dilakukan oleh Lab. SQA dalam analisis penentuan kadar kromium hexavalent, panjang gelombang maksimum dan standing time sampel yang diperoleh adalah
λ 435 nm dan Standing Time 40 menit
λ 535 nm dan Standing Time 50 menit
λ 535 nm dan Standing Time 40 menit
λ 530 nm dan Standing Time 40 menit
Jumlah penambahan larutan diphenylcarbazide dalam analisis penentuan kadar kromim hexavalent adalah ...... mL
1
2
1.5
2.5
Pada proses kerja analisis penentuan kadar kromium hexavalen dalam air, terdapat ion-ion pengganggu, berikut ion pengganggu yang ada adalah:
Garam Mercury
Molybdenum & Vanadium
Besi (Fe+3)
Semua Benar
Pada proses reaksi analisis penentuan kadar kromium hexavalen kompleks kromium dan diphenylcarbazide menghasilkan warna yang khas, yaitu:
Biru muda
Pink muda
Merah Keunguan
Kehijau-hijauan
Berikut ini APD yang benar untuk digunakan dalam analisis penentuan kadar kromium hexavalent adalah:
Jas Lab., Sarung tangan kulit, masker organik & Faceshield
Jas Lab., Sarung tangan katun, masker gas & kacamata safety
Jas Lab., Sarung tangan karet, masker organik & kacamata safety
Jas Lab., Sarung tangan karet, masker debu & Faceshield
