wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PAT Kelas 6 Tema 9 Bahasa Indonesia KD 3.9

Total questions: 10

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah kutipan cerpen berikut.


Hari ini Nita belajar tentang tata surya. Sesampai di rumah, Nita membuat rangkuman pelajaran untuk hari ini. Semua yang dia peroleh hari ini dituliskan dalam buku catatan harian. Kebiasaan ini sudah ia lakukan sejak kecil. Ibunya menyuruh Nita untuk melakukan kebiasaan ini agar ia tidak lupa pelajaran di sekolah.


Tokoh utama cerpen tersebut adalah ....

a)

ibu

b)

Nita

c)

kakak

d)

adik

2.

Bacalah kutipan cerpen berikut.


Hari ini Nita belajar tentang tata surya. Sesampai di rumah, Nita membuat rangkuman pelajaran untuk hari ini. Semua yang dia peroleh hari ini dituliskan dalam buku catatan harian. Kebiasaan ini sudah ia lakukan sejak kecil. Ibunya menyuruh Nita untuk melakukan kebiasaan ini agar ia tidak lupa pelajaran di sekolah.


Nita membuat rangkuman di ....

a)

buku catatan harian

b)

buku catatan pelajaran

c)

buku pekerjaan rumah

d)

buku penghubung

3.

Bacalah kutipan cerpen berikut.


Ada seorang pemahat bernama Kinta. Kinta adalah pemuda yang rajin. Dari pagi hingga sore ia belajar memahat. Gurunya adalah ayahnya sendiri. Suatu hari ayah Kinta memanggilnya.

"Ada apa, Ayah?" tanya Kinta.

"Kinta, Ayah sudah tua. Mata Ayah sudah tidak awas lagi. Ayah sudah tidak bisa memahat lagi. Karena membuat patung adalah pekerjaan kita, mulai besok kaulah yang meneruskan usaha Ayah. Engkau sudah mendapat banyak pelajaran selama ini. Hasil pahatanmu pun bagus, lebih bagus dari buatan Ayah. Nah, Kinta. Engkau sanggup, bukan?"

"Ya, Ayah," sahut Kinta patuh.


Tokoh Kinta memiliki sifat ....

a)

sabar

b)

ramah

c)

rajin

d)

cerdik

4.

Bacalah kutipan cerpen berikut.


Ada seorang pemahat bernama Kinta. Kinta adalah pemuda yang rajin. Dari pagi hingga sore ia belajar memahat. Gurunya adalah ayahnya sendiri. Suatu hari ayah Kinta memanggilnya.

"Ada apa, Ayah?" tanya Kinta.

"Kinta, Ayah sudah tua. Mata Ayah sudah tidak awas lagi. Ayah sudah tidak bisa memahat lagi. Karena membuat patung adalah pekerjaan kita, mulai besok kaulah yang meneruskan usaha Ayah. Engkau sudah mendapat banyak pelajaran selama ini. Hasil pahatanmu pun bagus, lebih bagus dari buatan Ayah. Nah, Kinta. Engkau sanggup, bukan?"

"Ya, Ayah," sahut Kinta patuh.


Yang dilakukan Kinta ketika mendengar permintaan ayahnya adalah ....

a)

Kinta menolak permintaan ayahnya

b)

Kinta menyanggupi permintaan ayahnya

c)

Kinta ingin belajar lebih lanjut kepada ayahnya

d)

Kinta beranggapan ayahnya adalah guru terbaik.

5.

Bukti watak Iva yang mudah tersinggung ditunjukkan oleh ....

a)

"Apakah di rumah ia sering pingsan?" tanya Bu Sari.

"Tidak," jawab Papa.

b)

"Atau ia tidak sarapan pagi?" kata

c)

Bu Sari lagi. "Tadi ia makan sedikit. Susu yang disediakan pun tidak diminum. Anaknya agak sulit!" terdengar suara Mami Ti.

d)

"Apa? Aku dibilang agak sulit? Dahulu Mama tak pernah mengatakan begitu. Papa juga," Iva merasa tersinggung. Iva membuka mata, memandang Bu Sari, Papa, dan Mami Ti, lalu memandang ke pintu ruang UKS.

6.

Bacalah kutipan cerpen berikut.


"Ih, menjijikkan! Tega banget, sih!" seru seorang anak perempuan.

"Kenapa, Na?" tanya Taras. Anak perempuan itu bernama Edna, teman sekelas Taras.

"Aku mau makan siang. Tahu-tahu, bekalku sudah jadi tomat busuk!" jawab Edna kesal.

"Kok bisa?" tanya Taras heran.

"Enggak tahu! Pasti ada yang menukarnya." Menurut cerita setibanya di kantin, dia mengeluarkan Edna, bekal. Dia memang biasa makan bekal di kantin. Tetapi, Edna meninggalkan bekal itu di meja untuk pergi ke toilet. Begitu kembali lalu membuka bekalnya, Edna menemukan tomat-tomat busuk.


Latar tempat kutipan cerita adalah di ....

a)

taman

b)

kantin

c)

kelas

d)

aula

7.

Bacalah kutipan cerpen berikut.


"Ih, menjijikkan! Tega banget, sih!" seru seorang anak perempuan.

"Kenapa, Na?" tanya Taras. Anak perempuan itu bernama Edna, teman sekelas Taras.

"Aku mau makan siang. Tahu-tahu, bekalku sudah jadi tomat busuk!" jawab Edna kesal.

"Kok bisa?" tanya Taras heran.

"Enggak tahu! Pasti ada yang menukarnya." Menurut cerita setibanya di kantin, dia mengeluarkan Edna, bekal. Dia memang biasa makan bekal di kantin. Tetapi, Edna meninggalkan bekal itu di meja untuk pergi ke toilet. Begitu kembali lalu membuka bekalnya, Edna menemukan tomat-tomat busuk.


Sikap Edna yang dapat diteladani adalah ....

a)

membawa bekal makanan dari rumah

b)

mentraktir semua temannya di kantin

c)

memberikan kado indah untuk temannya

d)

menghibur teman yang sedang sedih

8.

Bacalah cerita berikut.


1) Ajeng dan teman sekelasnya akan berkemah. Ia ragu dengan kemampuannya dalam berkemah. Kegiatan tersebut adalah pengalaman berkemah pertamanya.


2) "Mengapa kamu tampak ragu?" tanya ayah Ajeng.

"Saya tidak yakin dapat mengikuti perkemahan ini. Regu kami pasti tidak bisa mendirikan tenda, saya tidak jadi ikut saja," keluh Ajeng.


3) Ayah Ajeng pun memberi semangat dan membesarkan hati anaknya.

"Ayah yakin, kamu dan regumu akan sukses mengikuti kegiatan ini," kata Ayah.

Akhirnya Ajeng menuruti nasihat ayahnya. Dia diantar ayahnya berangkat menuju bumi perkemahan. Sampai di sana, teman-teman sudah menunggunya.

"Adik-adik kalian diberi waktu satu jam untuk mendirikan tenda," ujar Kak Udin.


4) Ajeng teringat nasihat ayahnya untuk selalu bersemangat. Regu Ajeng bekerja sama mendirikan tenda. Mereka bekerja dengan semangat. Belum ada satu jam tenda Ajeng dan teman-temannya berdiri. Ajeng pun tersenyum lega dan semakin percaya diri.


Sikap tokoh Ajeng pada cerita tersebut yang dapat diteladani ....

a)

rajin dalam berusaha

b)

ragu dengan kemampuan sendiri

c)

patuh pada nasihat ayah

d)

kerja sama pada semua kegiatan

9.

Bacalah cerita berikut.


1) Ajeng dan teman sekelasnya akan berkemah. Ia ragu dengan kemampuannya dalam berkemah. Kegiatan tersebut adalah pengalaman berkemah pertamanya.


2) "Mengapa kamu tampak ragu?" tanya ayah Ajeng.

"Saya tidak yakin dapat mengikuti perkemahan ini. Regu kami pasti tidak bisa mendirikan tenda, saya tidak jadi ikut saja," keluh Ajeng.


3) Ayah Ajeng pun memberi semangat dan membesarkan hati anaknya.

"Ayah yakin, kamu dan regumu akan sukses mengikuti kegiatan ini," kata Ayah.

Akhirnya Ajeng menuruti nasihat ayahnya. Dia diantar ayahnya berangkat menuju bumi perkemahan. Sampai di sana, teman-teman sudah menunggunya.

"Adik-adik kalian diberi waktu satu jam untuk mendirikan tenda," ujar Kak Udin.


4) Ajeng teringat nasihat ayahnya untuk selalu bersemangat. Regu Ajeng bekerja sama mendirikan tenda. Mereka bekerja dengan semangat. Belum ada satu jam tenda Ajeng dan teman-temannya berdiri. Ajeng pun tersenyum lega dan semakin percaya diri.


Bagian akhir (resolusi) cerita ditunjukkan oleh angka ....

a)

1)

b)

2)

c)

3)

d)

4)

10.

Bacalah cerita berikut.


Adik teman saya itu laki-laki yang hebat! Kalau saya bermain ke rumah Heru dan teman saya itu tidak ada, saya tak merasa rugi. Dengan Riki pun, saya betah bermain. Anak ini cepat bisa permainan yang saya ajarkan. la tak canggung atau takut kalah bermain dengan anak sebesar saya. Riki juga tidak cengeng. Kadang kala, eh malah sering, saya membanding bandingkannya dengan Dani. Padahal Mama tak setuju dengan sikap saya itu.

"Kalau Adi melihat segi yang baik dalam diri Riki, semestinya Adi melihat yang baik pula dalam diri Dani!" kata Mama pada saya." Sehingga Adi tidak beranggapan bahwa anak laki-laki lain begitu hebat, sedang adik sendiri tak berarti apa-apa!"

"Kenyataannya kan begitu!" bantah saya.

"Dani tidak bisa apa-apa. Main layangan tidak bisa! Main kelereng tidak bisa! Main ini tidak suka, main itu juga tidak ...."


Konflik yang muncul dalam kutipan cerita tersebut adalah...

a)

Kekhawatiran mama kepada Adi karena ia lebih suka orang lain daripada adiknya.

b)

Larangan mama kepada Adi untuk tidak membanding-bandingkan adiknya dengan orang lain.

c)

Adi lebih nyaman bermain di rumah Heru daripada bermain di rumahnya seorang diri.

d)

Dani sangat bangga kepada kakak nya, Adi yang selalu menciptakan karya lukis yang bagus.