wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Tata Kelola, Manajemen Risiko, dan Pengendalian Intern III

Total questions: 61

Worksheet time: 1hrs 1mins

Name
Class
Date
1.

Pada prinsipnya manajemen risiko harus dikembangkan sesuai dengan kondisi organisasi/tidak berlaku istilah one size fits all. Hal tersebut tercermin dalam prinsip ....

a)

Tailored

b)

Create Value

c)

Systematic, Structured, dan Timely

d)

Part of decision making

2.

Integrasi manajemen risiko antar kegiatan-kegiatan fungsional dalam suatu program atau unit-unit organisasi dalam organisasi merupakan wujud dari .... (Hal. 17 MRI)

a)

Integrasi Operasional

b)

Integrasi Horizontal

c)

Integrasi Vertikal

d)

Integrasi Diagonal

3.

Suatu alat yang memiliki nilai tambah bagi perencanaan bisnis dan pendekatan mitigasi risiko sehingga pimpinan organisasi mengetahui kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi atas manajemen risiko dalam organisasinya adalah .... (Hal. 101 MRI)

a)

Maturity Level

b)

Risk Maturity Model

c)

Maturity Model

d)

Risk Maturity Level

4.

Dalam menetapkan selera risiko/risk appetite, harus diperhatikan berbagai faktor, antara lain adalah .... (Hal. 64 MRI)

a)

Perubahan lingkungan eksternal, sejarah kerugian operasional, dan kualitas lingkungan pengendalian

b)

Perubahan lingkungan internal, sejarah kerugian operasional, dan kualitas lingkungan pengendalian

c)

Perubahan lingkungan eksternal, sejarah kerugian operasional, dan kualitas kegiatan pengendalian

d)

Perubahan lingkungan internal, sejarah kerugian operasional, dan kuaitas kegiatan pengendalian

5.

Penetapan tanggung jawab yang jelas; adanya kebijakan serta prosedur yang spesifik dan jelas; adanya unit pengelola risiko yang diberi wewenang yag memadai merupakan faktor ....

a)

Kerangka kebijakan manajemen risiko operasional

b)

Tata Kelola dalam mengelola risiko operasional

c)

Pelaporan dan pemantauan risiko operasional

d)

Penetapan konteks

6.

Suatu alat yang memiliki nilai tambah bagi perencanaan bisnis dan pendekatan mitigasi risiko sehingga pimpinan organisasi mengetahui kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi atas manajemen risiko dalam organisasinya disebut ....

a)

Risk maturity model

b)

Risk management model

c)

Risk basic model

d)

Risk advanced model

7.

Kerangka penilaian efektivitas bangunan manajemen risiko, terlihat dalam gambar berikut :


Menetapkan area riviu -> Mendesign teknik reviu -> "X" -> Laporan Hasil Reviu


Jawaban yang tepat untuk "X" adalah ....

a)

Melakukan kuesioner

b)

Melakukan wawancara

c)

Melakukan observasi

d)

Melakukan Reviu

8.

Dalam melakukan evaluasi atas risk maturity model harus dipertimbangkan hal berikut ini .... (Hal. 102 MRI)

a)

Pendekatan maturity model, komponen maturity model, evaluasi maturity model dan pengukuran maturity model

b)

Pendekatan maturity model, komponen maturity model, evaluasi maturity model dan monitoring maturity model

c)

Perencanaan maturity model, komponen maturity model, evaluasi maturity model dan pengukuran maturity model

d)

Perencanaan maturity model, komponen maturity model, evaluasi maturity model dan monitoring maturity model

9.

Untuk mereviu efektivitas hubungan risiko dengan pengendalian internal dalam sudut pandang manajemen risiko adalah .... (Hal. 7 MRI)

a)

Dengan melakukan penanganan risiko

b)

Dengan melakukan aktivitas pengendalian

c)

Dengan melakukan reviu atas proses penanganan risiko

d)

Dengan melakukan tindak lanjut dari rekomendasi yang diberikan auditor

10.

Strategi manajemen risiko memberikan pendekatan yang terstruktur dan koheren dalam .... (Hal. 7 MRI)

a)

Menyusun, melaksanakan dan melaporkan risiko

b)

Merencanakan, mengidentifikasi dan menindaklanjuti risiko

c)

Mengidentifikasikan, menilai dan mengelola risiko

d)

Melaksanakan, melaporkan dan menindaklanjuti risiko

11.

Management risiko integratif ... (Hal. 10 MRI)

a)

Mengatasi kelemahan konsep manajemen risiko sebelumnya yang masih berupa "whole approach"

b)

Mengintegrasikan proses manajemen risiko ke dalam proses manajemen strategis dan aktivitas keseharian organisasi

c)

Alur pikir integratif ditunjukkan dengan keterkaitan antara top manajemen dan karyawan dalam mengelola risiko

d)

Menuntut adanya komitmen yang tinggi dari para stakeholder

12.

Queensland Treasury membagi risiko menjadi beberapa kelompok .... (Hal. 9 MRI)

a)

Agency Risks dan Cross Agency Risks

b)

Risiko Agensi dan Risiko Pemerintah secara menyeluruh

c)

Agency Risks, Cross Agency Risks, dan Whole Governmant Risks

d)

Risiko Pemerintah secara menyeluruh, risiko di luar pemerintahan dan risiko organisasi

13.

Hal-hal yang penting dari manajemen risiko yang efektif a dalah .... (Hal. 13 MRI)

a)

Pembinaan rencana manajemen risiko melibatkan para stakeholder, penetapan pemilik risiko secara jelas; penyusunan profil risiko dan mempertimbangkan baik risiko operasional maupun risiko strategis

b)

Pembangunan rencana manajemen risiko melibatkan para stakeholder, penetapan pemilik risiko secara jelas; identifikasi risiko lebih awal; dan mempertimbangkan baik risiko operasional maupun risiko strategis

c)

Pemetaan risiko oleh manajemen, penyususnan profil risiko; identifikasi risiko lebih awal dan mempertimbangkan baik risiko operasional maupun risiko strategis

d)

Pembangunan rencana manajemen risiko melibatkan para stakeholder, pemetaan risiko oleh manajemen; penyusunan profil risiko dan identifikasi risiko lebih awal

14.

Reviu tahunan atas proses keseluruhan manajemen risiko, minimal harus dilakukan oleh .... (Hal. 38 MRI)

a)

Pihak intern organisasi

b)

Pihak top manajemen

c)

Pihak yang akuntabel atau yang memiliki cukup mandat

d)

Pihak manajemen bekerjasama dengan pihak ekstern organisasi

15.

Reviu atas kerangka manajemen risiko memberikan manfaat bagi organisasi dalam hal berikut .... (Hal. 37 MRI)

a)

Memberi keyakinan kepada pimpinan organisasi bahwa peta risiko telah disosialisasikan kepada seluruh pegawai

b)

Memberikan keyakinan kepada pimpinan organisasi bahwa prosedur dan sistem tata kelola berjalan secara efektif

c)

Memberikan keyakinan kepada pimpinan organisasi bahwa risiko telah ditindaklanjuti sesuai hasil evaluasi risiko

d)

Memberi keyakinan penuh kepada manajemen bahwa organisasi telah menerapkan manajemen risiko yang efektif sehingga organisasi bebas dari risiko

16.

Penyusunan laporan risiko harus memperhatikan prinsip komprehensif, yaitu .... (Hal. 61 MRI)

a)

Mencakup seluruh area penting dikaitkan dengan ukuran, kompleksitas organisasi dan kebutuhan pengguna laporan

b)

Laporan risiko disampaikan kepada pihak yang sudah dtetapkan dalam rapat bersama untuk pengambilan keputusan

c)

Memberikan informasi yang jelas dan meyakinkan, mudah dimengerti dan komprehensif

d)

Laporan risiko didistribusikan hanya kepada pihak tertentu

17.

Proses manajemen risiko memiliki tujuh elemen kritis, yaitu .... (Hal. 44 MRI)

a)

Proses penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, penanganan risiko, monitoring dan reviu, serta komunikasi dan konsultasi

b)

Proses penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, penanganan risiko, monitoring dan reviu, serta tindak lanjut risiko

c)

Proses penetapan konteks, penetapan risiko, identifikasi risiko, analisis risiko, peilaian risiko, evaluasi riko, serta penanganan risiko

d)

Proses penetapan risiko, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, penanganan risiko, monitoring dan reviu, serta tindak lanjut risiko

18.

Risiko operasional adalah .... (Hal. 63 MRI)

a)

Kerugian akibat ketidakcukupan atau kegagalan proses internal, pegawai, sistem atau dari kejadian eksternal

b)

Tidak termasuk kerugian akibat ketidakcukupan proses eksternal

c)

Kerugian akibat ketidakcukupan atau kegagalan pimpinan dalam menetapkan selera risiko

d)

Bukan kerugian yang diakibatkan oleh sistem yang tidak memadai

19.

Jika anda akan melakukan reviu atas efektivitas strategi manajemen risiko organisasi, pertanyaan yang dapat diajukan antara lain .... (Hal. 39 MRI)

a)

Apakah organisasi mendokumentasikan, melaporkan an menjelaskan ketidaktaatan, hazard, insiden, bencana, kerugian dan klaim?

b)

Apakah organisasi secara rutin mereviu dan menguji pengendalian risiko dan rencana kontijensi?

c)

Apakah organisasi menautkan (link) manajemen risiko kepada kebijakan pemerintah, tujuan organisasi, dan stakeholder?

d)

Apakah organisasi memberikan pelatihan manajemen risiko kepada staf?

20.

Konsep manajemen risiko dengan cara penanganan risiko oleh masing-masing bagian tanpa melihat keterkaitan dampak yang mungkin timbul antar unit kerja baik vertikal maupun horizontal, disebut dengan .... (Hal. 10 MRI)

a)

Risk approach

b)

Silo approach

c)

Legal approach

d)

Business approach

21.

Kerangka manajemen risiko integratif bermula dari .... (Hal. 11 MRI)

a)

Prinsip - prinsip risiko

b)

Input risiko

c)

Proses pengelola risiko

d)

Mandat dan komitmen terhadap risiko

22.

Manajemen risiko integratif merupakan .... (Hal. 12 MRI)

a)

Proses tunggal yang melekat pada praktik-praktik atau proses bisnis yang ada

b)

Proses tunggal yang tidak melekat pada praktik-praktik atau proses bisnis yang ada

c)

Proses yang berulang, berkelanjutan dan melekat pada praktik-praktik atau proses bisnis yang ada

d)

Proses yang berulang, berkelanjutan namun tidak melekat pada praktik-praktik atau proses bisnis yang ada

23.

Salah satu hal penting dari manajemen risiko yang efektif adalah .... (Hal. 14 MRI)

a)

Hanya mempertimbangkan risiko operasional saja

b)

Hanya mempertimbangkan risiko strategis saja

c)

Mempertimbangkan baik risiko operasional maupun risiko strategis

d)

Penetapan pemilik risiko tidak perlu dilaksanakan

24.

Faktor yang menghalangi efektivitas manajemen risiko dapat berupa .... (Hal. 15 MRI)

a)

Pemilik risiko dan tanggung jawab mengelola risiko telah ditetapkan di awal kegiatan

b)

Cukup memadainya perlakuan terhadap risiko

c)

Penilaian efektivitas kerangka manajemen risiko dilakukan oleh pihak independen

d)

Dokumentasi risiko berlebihan dan tidak perlu

25.

Manajemen risiko harus melekat atau terintegrasi di dalam filosofi dan budaya yang dianut organisasi. Integrasi vertikal pada kegiatan manajemen risiko mencakup .... (Hal. 17 MRI)

a)

Melekatkan komponen-komponen manajemen risiko ke dalam proses-proses perencanaan strategis dan operasional yang telah ada

b)

Informasi harus disebarkan ke seluruh organisasi untuk memastikan adanya pendekatan dalam menangani risiko secara terkoordinasi

c)

Integrasi manajemen risiko ke dalam sistem, proses, praktik dan secara khusus proses perencanaan dan pengambilan keputusan di setiap tingkatan dalam organisasi

d)

Informasi harus disebarkan ke seluruh organisasi untuk memastikan adanya pendekatan dalam mengidentivikasikan risiko

26.

Risk Management Champion harus mendorong terciptanya budaya risiko di seluruh organisasi guna mendukung .... (Hal. 19 MRI)

a)

Para manajer dan staf untuk membangun pengetahuan dan keahlian di bidang manajemen risiko

b)

Pandangan bahwa semua staf di dalam organisasi adalah manajer risiko

c)

Sebuah pandangan dalam dimensi yang luas atas hubungan antara risiko-risiko tingkatan organisasi, lintas organisasi dan pemerintah

d)

Manajer puncak dan menengah memberi contoh dan memodelkan pengelolaan risiko

27.

Risiko teknologi muncul dari perubahan teknologi yang dapat mengakibatkan beberapa aset dalam perusahaan ketinggalan zaman merupakan salah satu analisis yang digunakan dalam metode pengelolaan risiko, yaitu .... (Hal. 21 MRI)

a)

Analisis SWOT

b)

Analisis PEST

c)

Cost Benefit Analysis

d)

Net Present Value

28.

Suatu proses untuk mengintegrasikan dan mengoordinasikan identifikasi risiko dan upaya-upaya pengelolaan risiko organisasi dan umumnya untuk meningkatkan pemahaman, pengendalian dan pengawasan terhadap risiko, disebut .... (Hal. 24 MRI)

a)

Net Present Value

b)

Internal Rate of Return

c)

Cost Benefit Analysis

d)

Risk and Control Self Assessement

29.

Manfaat Risk and Control Assessement adalah .... (hal. 25 MRI)

a)

Memberikan bahasa yang berbeda sesuai kebutuhan kepada seluruh organisasi tentag masalah risiko

b)

Menetapkan pemilik rencana aksi sesuai kebutuhan manajemen risiko

c)

Dapat menunjukkan bagaiman risiko-risiko dikelola kepada Auditor dan Regulator

d)

Menetapkan pemilk risiko sesuai peta risiko yang telah disusun

30.

Elemen kritis dari proses manajemen risiko adalah .... (Hal. 44 MRI)

a)

Identifikasi risiko

b)

Analisis risiko

c)

Penetapan pemilik risiko

d)

Penetapan konteks

31.

Apa yang harus dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu tertentu biasanya berkisar antara 1 - 5 tahun disebut .... (Hal. 16 MSDO)

a)

Visi

b)

Misi

c)

Tujuan

d)

Sasaran

32.

Motif non laba dan motif laba adalah perbedaan dari organisasi sektor publik dan sektor privat dilihat dari segi .... (hal. 23 MSDO)

a)

Karakteristik

b)

Struktur

c)

Tujuan

d)

Sumber dana

33.

Pada sektor publik "penuh nuansa politis" dan pada sektor privat "nuansa politis tidak sebesar sektor publik". Pernyataan ini adalah perbedaan variable organisasi dilihat dari segi .... (hal. 23 MSDO)

a)

Sumber dana

b)

Karakteristik

c)

Struktur

d)

Proses

34.

Dalam rangka reformasi bidang keuangan negara, penyempurnaan penganggaran dilakukan melalui pendekatan berikut ini .... (Hal. 32 MSDO)

a)

Pembagian anggaran

b)

Penganggaran berbasis output

c)

Penggunaan kerangka pengeluaran jangka panjang

d)

Klasifikasikan anggaran

35.

Sistem yang terkait dengan pelaksanaan anggaran, antara lain adalah .... (Hal. 39 MSDO)

a)

Sistem Pemberian

b)

Sistem Pembayaran

c)

Sistem Pembiayaan

d)

Sistem Saldo

36.

Tidak dilakukannya inventarisasi secara periodik adalah salah satu risiko pengelolaan BMN yaitu .... (Hal. 66 MSDO)

a)

Risiko dalam penggunaan

b)

Risiko dalam pengamanan dan pemeliharaan

c)

Risiko dalam penatausahaan

d)

Risiko dalam pemanfaatan

37.

Risiko pengelolaan keuangan berupa "pengajuan anggaran tidak sesuai aturan yang berlaku". Hal ini merupakan risiko yang terjadi pada tahap .... (Hal. 49 MSDO)

a)

Perencanaan

b)

Pelaksanaan

c)

Pertanggungjawaban

d)

Pengendalian

38.

Penilaian risiko merupakan bagian dari proses manajemen risiko yang terdiri atas .... (Hal. 6 MRI)

a)

Penetapan konteks, identifikasi risiko dan analisis risiko

b)

Identifikasi risiko, analisis risiko dan evaluasi risiko

c)

Identifikasi risiko, analisis risiko dan penanganan risiko

d)

Penetapan konteks, identifikasi risiko dan penanganan risiko

39.

Jika dalam penerapan risk maturity model disimpulkan bahwa organisasi mampu memenuhi ekspektasi stakeholder internal dan eksternal dari sudut pandang ketaatan minimal atau dari perspektif pengendalian intern, maka organisasi tersebut dikelompokkan pada level .... (Hal. 101 MRI)

a)

Mature

b)

Advance

c)

Basic

d)

Optimised

40.

Bagian dari kegiatan berupa penggandaan dan distribusi kuesioner kepada responden yang telah ditetapkan serta mentabulasinya, adalah kegiatan yang dilakukan untuk penilaian efektivitas bangunan manajemen risiko, yaitu pada tahap .... (Hal. 109 MRI)

a)

Desain teknik reviu

b)

Pelaksanaan reviu

c)

Penyusunan laporan hasil reviu

d)

Penetapan area reviu

41.

Apakah organisasi sepenuhnya mengintegrasikan risiko ke dalam rencana strategis dan operasional atau rencana perlakuan terhadap risiko dalam rangka pengelolaan risiko saat diperlukan? Pertanyaan tersebut perlu anda ajukan pada saat melakukan .... (Hal. 53 MRI)

a)

Penetapan konteks

b)

Identifikasi risiko

c)

Evaluasi risiko

d)

Analisis risiko

42.

Pelaporan risiko merupakan tahap penting dalam elemen manajemen risiko karena dapat meyakinkan pimpinan bahwa manajemen risiko melekat dalam kepemimpinan. Prinsip penyusunan laporan risiko yang paling tepat adalah .... (Hal. 61 MRI)

a)

Cepat

b)

Akurat

c)

Panjang

d)

Detail

43.

Pengelolaan risiko di unit kerja keuangan meliputi kegiatan .... (Hal. 70 - 72 MRI)

a)

Perencanaan, perekrutan dan seleksi

b)

Pembelanjaan, penganggaran, training, dan pengembangan

c)

perencanaan, perolehan dan, pembelanjaan, dan pertanggungjawaban

d)

perolehan dana, pembelanjaan, pertanggungjawaban, dan pengembangan

44.

Berikut ini adalah sumber daya yang pada umumnya terdapat dalam organisasi terkini .... (Hal. 3 MSDO)

a)

Aset, SDM, Teknologi Informasi, Modal (keuangan)

b)

Sumber daya alam dan dana

c)

Mausia dan dana

d)

Harta dan teknologi

45.

Titik Kritis proses penganggaran diantaranya adalah .... (Hal. 36 MSDO)

a)

Ketidakjelasan indikator kinerja output dan outcome

b)

Kepemimpinan

c)

Terlalu besar anggaran

d)

Waktu yang fleksible

46.

Menurut konsep AS/NZS, langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang pimpinan dalam proses manajemen risiko adalah .... (Hal. 6 MRI)

a)

Monitoring dan Reviu risiko

b)

Komunikasi dan Konsultasi risiko

c)

Penetapan konteks

d)

Evaluasi Risiko

47.

Sumber risiko otensial di sektor publik dapat dibagi ke dalam 3 kelompok yaitu Agency Risk, Cross - Agency Risk, dan Whole of Government Risk. Berikut adalah contoh sumber risiko yang pasti ada pada ketiga kelompok tersebut .... (Hal. 9 MRI)

a)

Keberlangsungan usaha

b)

Pembangunan Industri

c)

Teroris

d)

Faktor politik

48.

Terdapat beberapa metode untuk mengelola risiko, diantaranya adalah metode pengelolaan risiko sesuai kelompok risiko dan metode sesuai elemen proses manajemen risiko. Cost Benefit Analysis biasanya digunakan pada metode .... (Hal. 23 MRI)

a)

Risiko strategis

b)

Risiko Operasional

c)

Risiko ketaatan

d)

Risiko Identifikasi

49.

Metode identifikasi risiko yang dapat digunakan secara mudah, melibatkan dan menghargai pendapat banyak pegawai, serta sering digunakan dalam organisasi adalah .... (Hal. 29 MRI)

a)

Wawancara

b)

Curah Pendapat

c)

Evaluasi Teknis

d)

Perbandingan dengan pengalaman

50.

Berikut adalah metode pengelolaan risiko sesuai kelompok risiko strategis, yaitu ....

a)

Analisis SWOT dan Analisis PEST

b)

Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) Cost-Benefit Analysis, dan Risk and Control Self Assessment (RCSA)

c)

Curah Pendapat, Wawancara, Evaluasi Teknis, Prompt dan checklist, Analisis Jejaring, Menyewa Konsultan, Wawancara model Delphi, Perbandingan dengan pengalaman, Decomposition, Probabilitas dan Pohon Keputusan, Pendekatan Produk, serta Hazard dan Operability Studies

d)

Programme Evaluation and Review Technique (PERT), Anlisis Monte Carlo, Controlled Interval Memory, Evaluasi Probabilistik Sederhana, Analisis Sensitivitas, Fault Tree Analysis, Event Tree Analysis, dan Life Cycle Cost Analysis

51.

Berikut adalah metode pengelolaan risiko sesuai kelompok risiko operasional, yaitu ....

a)

Analisis SWOT dan Analisis PEST

b)

Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) Cost-Benefit Analysis, dan Risk and Control Self Assessment (RCSA)

c)

Curah Pendapat, Wawancara, Evaluasi Teknis, Prompt dan checklist, Analisis Jejaring, Menyewa Konsultan, Wawancara model Delphi, Perbandingan dengan pengalaman, Decomposition, Probabilitas dan Pohon Keputusan, Pendekatan Produk, serta Hazard dan Operability Studies

d)

Programme Evaluation and Review Technique (PERT), Anlisis Monte Carlo, Controlled Interval Memory, Evaluasi Probabilistik Sederhana, Analisis Sensitivitas, Fault Tree Analysis, Event Tree Analysis, dan Life Cycle Cost Analysis

52.

Berikut adalah metode pengelolaan risiko menurut Elemen Proses Manajemen Risiko untuk mengidentifikasi risiko, yaitu ....

a)

Analisis SWOT dan Analisis PEST

b)

Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) Cost-Benefit Analysis, dan Risk and Control Self Assessment (RCSA)

c)

Curah Pendapat, Wawancara, Evaluasi Teknis, Prompt dan checklist, Analisis Jejaring, Menyewa Konsultan, Wawancara model Delphi, Perbandingan dengan pengalaman, Decomposition, Probabilitas dan Pohon Keputusan, Pendekatan Produk, serta Hazard dan Operability Studies

d)

Programme Evaluation and Review Technique (PERT), Anlisis Monte Carlo, Controlled Interval Memory, Evaluasi Probabilistik Sederhana, Analisis Sensitivitas, Fault Tree Analysis, Event Tree Analysis, dan Life Cycle Cost Analysis

53.

Berikut adalah metode pengelolaan risiko menurut Elemen Proses Manajemen Risiko untuk menganalisis risiko, yaitu ....

a)

Analisis SWOT dan Analisis PEST

b)

Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) Cost-Benefit Analysis, dan Risk and Control Self Assessment (RCSA)

c)

Curah Pendapat, Wawancara, Evaluasi Teknis, Prompt dan checklist, Analisis Jejaring, Menyewa Konsultan, Wawancara model Delphi, Perbandingan dengan pengalaman, Decomposition, Probabilitas dan Pohon Keputusan, Pendekatan Produk, serta Hazard dan Operability Studies

d)

Programme Evaluation and Review Technique (PERT), Anlisis Monte Carlo, Controlled Interval Memory, Evaluasi Probabilistik Sederhana, Analisis Sensitivitas, Fault Tree Analysis, Event Tree Analysis, dan Life Cycle Cost Analysis

54.

Teknisk memetakan kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Hambatan yang ditemui di tingkat unit kerja merupakan metode pengelolaan risiko strategis ....

a)

Analisis SWOT

b)

Analisis PEST

c)

Cost and Benefit Analysis

d)

Net Present Value (NPV)

55.

Teknik yang menggunakan analisis Politik, Ekonomi, Sosial dan Risiko Teknologi merupakan metode pengelolaan risiko strategis ....

a)

Analisis SWOT

b)

Analisis PEST

c)

Cost and Benefit Analysis

d)

Net Present Value (NPV)

56.

Metode yang biasa digunakan untuk menguantitaskan keuntungan yang diperoleh dari keputusan melaksanakan suatu program atau proyek dibandingkan dengan biaya pelaksanaannya merupakan metode pengelolaan risiko operasional ....

a)

Analisis SWOT

b)

Analisis PEST

c)

Cost and Benefit Analysis

d)

Net Present Value (NPV)

57.

Metode yang menganalisis manfaat dibandingkan biaya dari pelaksanaan suatu program atau proyek merupakan metode pengelolaan risiko operasional ....

a)

Analisis SWOT

b)

Analisis PEST

c)

Cost and Benefit Analysis

d)

Net Present Value (NPV)

58.

Metode yang menggunakan tingkat diskonto yang sama dengan nilai tunai arus kas ditambah nilai awal investasi merupakan metode pengelolaan risiko operasional ....

a)

Analisis SWOT

b)

Internal Rate of Return (IRR)

c)

Cost and Benefit Analysis

d)

Net Present Value (NPV)

59.

Sebuah kerangka proses yang dapat digunakan oleh suatu organisasi untuk menganalisis profil risiko operasionalnya merupakan metode pengelolaan risiko operasional ....

a)

Risk and Control Assessment (RSCA)

b)

Internal Rate of Return (IRR)

c)

Cost and Benefit Analysis

d)

Net Present Value (NPV)

60.

Aktivitas-aktivitas dan teknik-tekni manajemen risiko dijalankan sehingga stakeholder lebih yakin bahwa risiko dikelola secara proaktif, maka organisasi tersebut dikelompokkan pada level .... (Hal. 102 MRI)

a)

Mature

b)

Advance

c)

Basic

d)

Optimised

61.

Manajemen risiko dipandang sebagai sebuah alat strategis untuk meningkatkan kinerja dan merupakan suatu nilai utama dari organisasi, maka organisasi tersebut dikelompokkan pada level .... (Hal. 102 MRI)

a)

Mature

b)

Advance

c)

Basic

d)

Optimised