Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PERBAIKAN/PENGAYAAN PH 3 - CERITA FABEL

Total questions: 50

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah kutipan teks berikut!

Paman Belalang

....

“Hore!” Teriak para serangga ketika melihat kodok-kodok itu pergi. Sambil menari-nari mereka mengangkat tubuh Paman Belalang dan melempar-lemparnya ke udara. Kakek Cacing mengucapkan terima kasih kepada Paman Belalang yang sudah menyelamatkan desa. Demikianlah, semenjak itu, Paman Belalang tidak menjadi pemurung lagi. Ia menyadari dirinya masih berguna walaupun telah kehilangan kakinya. Setiap malam ia pun bergabung dengan para serangga lainya untuk berpesta. Paman Belalang selalu bermain gitar dan bernyanyi riang. Para serangga pun sangat menyukainya. Begitu juga dengan Lodi dan Roro yang sekarang menjadi sahabat paman. Mereka selalu ikut berpetualang dengan Paman Belalang dan perahunya.


Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian…...

a)

Koda

b)

Komplikasi

c)

Resolusi

d)

Orientasi

2.

Berdasarkan gambar di atas, judul cerita fabel yang tepat adalah

a)

Belalang Dewa Gitar

b)

Belalang dan Semut

c)

Semut Bergotong royong

d)

Belalang Raja Hutan

3.

Pada suatu hari seekor kucing dan seekor rubah terlibat percakapan. Rubah yang terkenal sebagai makhluk cerdik menyombongkan kecerdikannya.


Dalam kutipan fabel tersebut rubah digambarkan memiliki sifat...

a)

dermawan

b)

suka mengeluh

c)

sombong

d)

waspada

4.

Fabel memiliki empat bagian dalam strukturnya, yaitu….

a)

Orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda

b)

Orientasi, komplikasi, resolusi, dan evaluasi

c)

Orientasi, konflik, evaluasi, dan koda

d)

Orientasi, konflik, koda, dan solusi

5.

kata kerja intransitif terdapat dalam kalimat

a)

Ibu sang katak memberi minum kepada anaknya

b)

Monyet itu memakan buah pisang

c)

Sang tupai membawakan hadiah untuk sahabatnya

d)

Kancil itu berlari kencang

6.

karakter lincah dan cerdik mewakili hewan

a)

ular

b)

burung

c)

kancil

d)

rubah

7.

karakter dari tokoh kakek dalam fabel tersebut adalah

a)

suka mengeluh

b)

pemarah

c)

pemaaf

d)

penolong

8.

Siang hari itu suasana di hutan sangat terik. Tempat tinggal si Kancil, Gajah, dan lainnya seakan terbakar. Kancil kehausan. Dia berjalan-jalan mencari air.


Kalimat tersebut merupakan contoh fabel bagian….

a)

koda

b)

resolusi

c)

komplikasi

d)

orientasi

9.

Pada zaman dahulu, hiduplah sekelompok gajah raksasa. Pada siang terik itu Gajah bersama teman-temannya berjalan tegap ke arah perkampungan Semut. Panas terik tak dihiraukan. Mereka tetap berjalan sambil bercanda ria.


Variasi Pengungkapan Orientasi pada pengungkapan tersebut diawali dengan….

a)

Diawali dengan latar sekarang

b)

Diawali dengan latar di masa lalu

c)

konflik batin

d)

solusi dan permasalahan

10.

Sinonim dari kata tidak teratur adalah….

a)

rapi

b)

indah

c)

berantakan

d)

kusut

11.

contoh dari fabel adalah....

a)
b)
c)
d)
12.

Berikut ini yang merupakan kalimat seru adalah....

a)

Namun tiba-tiba…

b)

Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

c)

Ia sangat menyesal.

d)

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

13.

Perhatikan kutipan fabel berikut!

Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”

“Namaku Didi. Namamu siapa?”

“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.

“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Kutipan cerita fabel di atas merupakan struktur fabel bagian….

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

koda

14.

Berikut ini kalimat yang menggunakan kata untuk menyatakan hubungan waktu bersamaan adalah....

a)

Setelah itu, kuda itu kembali bersembunyi di dalam semak-semak.

b)

Ketika dia menuju hutan lebat, di tengah jalan kuda itu melihat sesuatu.

c)

Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat

baik.

d)

Suatu hari Sang Belalang sembah menari di dekat sarang Semut.

15.

Perhatikan kutipan fabel berikut dengan saksama!

Burung Pipit merasa tertekan karena teman-temannya menjauhinya. Teman-temannya dihasut oleh si Jalak kalau makanan yang ia kumpulkan bersama teman-temannya disembunyikan oleh Burung Pipit untuk dimakan sendiri. Padahal Burung Pipit tidak pernah ada niat sedikit pun untuk menyembunyikan dan menghabiskan makanan itu sendrian.

Pola pengembangan komplikasi pada kutipan fabel tersebut adalah....

a)

diawali dengan konflik fisik

b)

diawali dengan konflik batin

c)

diawali dengan perubahan latar dan peristiwa tidak mengenakkan tokoh

d)

diawali dengan deskripsi latar

16.

Pesan yang disampaikan secara langsung oleh pengarang disebut....

a)

pesan eksplisit

b)

pesan implisit

c)

pesan moral

d)

pesan tersirat

17.

Bacalah kutipan fabel berikut!

“Makanya Semut, kau harus berlatih berenang! Aku sejak berupa berudu sudah bisa berenang, masa kau tidak bisa? Berenang itu sangat mudah, julurkan saja kakimu,” Ulu menjulurkan kakinya, “dan tendang ke belakang seperti ini! Ups, maaf, kakimu kan pendek.” Sambil tertawa, Ulu melompat meninggalkan semut.

Semut hanya bisa menatap Ulu dengan kesal. Semut tidak dapat berenang

karena ia berjalan.

Pola pengembangan watak tokoh pada kutipan fabel di atas adalah....

a)

deskripsi fisik tokoh

b)

kegiatan tokoh

c)

dialog tokoh dengan diri sendiri

d)

dialog dengan tokoh lain

18.

Bacalah kutipan fabel berikut!

Dihutan belantara hiduplah seekor Landak. Namanya landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya.

Setiap hari landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.

Perbaikan kesalahan penggunaan huruf kapital pada tokoh dalam kutipan fabel tersebut adalah ....

a)

Landak, Landa

b)

landak, landa

c)

Landak, landa

d)

landak, Landa

19.

Bacalah kutipan fabel berikut!

Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.

Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian…...

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

koda

20.

Bacalah kutipan cerita fabel berikut!

Pada zaman dahulu kala di dalam hutan tinggal seekor tikus kecil [. . .] lubang dalam gua. Di dalam lubang gua yang sama juga tinggal seekor singa besar yang buas. Suatu hari ketika singa sedang tidur, tikus menghampirinya. Singa terbangun [. . . ] tidurnya karena merasa terusik. Ia mengaum, “Berani sekali kamu menganggu tidurku! Aku bunuh kamu!”

Si tikus mencicit. “Oh, jangan bunuh aku! Aku akan berterimakasih padamu dan membantumu kapan pun kamu membutuhkan aku.”

Sang singa tertawa keras, “Buat apa sang raja hutan membutuhkan bantuan [. . . ] seekor tikus kecil?” Lalu ia menyambung, “Tapi aku akan melepaskanmu karena telah membuatku tertawa.”

Kata yang tepat untuk melengkapi fabel diatas adalah....

a)

pada, di, dan dari

b)

dari, pada, dan di

c)

di, dari, dan pada

d)

di, dari, dan dari

21.

Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian klimaks dalam sebuah fabel adalah ....

a)

Cici akhirnya tau ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing yang jahat. Ia berniat membalas dendam.

b)

Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.

c)

Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.

d)

Akhirnya kedua binatang yang saling bermusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.

22.

Bacalah teks berikut!

Hangat sinar matahari menyentuh kulit burung hantu digunakan untuk mendeskripsikan suasana pagi

Latar yang digunakan pada teks tersebut adalah....

a)

waktu

b)

tempat

c)

suasana

d)

sosial

23.

Monyet sudah diberi pisang oleh Pak Kerbau. Rupanya, ia tetap ingin piang yang ada di pohonnya. Sang monyet pun memetik pisang itu. “Dasar monyet, biasanya mencuri!” teriak pak Kerbau ketika memergoki monyet.

Watak tokoh monyet pada cerita di atas adalah . .

a)

Cerdik

b)

Nakal

c)

Malas

d)

Rakus

24.

Buaya setuju. Ia lalu memasukkan moncongnya ke dalam air dan membuat gelembung-gelembung. Burung penyanyi bernyanyi. Suara nyanyiannya sangat pas dengan suara gelembung-gelembung air yang dibuat buaya. Buaya senang sekali dan sejak itu mereka berdua selalu melakukan hal itu setiap hari.

Cuplikan teks fabel tersebut termasuk ke dalam....

a)

koda

b)

resolusi

c)

komplikasi

d)

abstrak

25.

Ia melayang terjun dari sarang, lalu lenyap. Si pohon melihat ke segala arah mencarinya. Ia tidak menemukan. “Ia telah hilang sejak pukul sembilan tadi”tukas Gagak. Ia sangat cemas. “Sekarang pun masih pukul sembilan,”tukas si Pohon.

Waktu terjadinya cerita itu adalah....

a)

pagi

b)

siang

c)

sore

d)

malam

26.

Di hutan, hiduplah seekor singa yang dijuluki si Raja Hutan. Dijuluki demikian karena ia besar dan sangat kuat. Ia menjadi pemimpin seluruh binatang yang ada di hutan tersebut. Jika mengaum, suaranya sangat keras. Menakutkan, dan menggetarkan seluruh isi hutan....

Kalimat yang tepat untuk melengkapi cuplikan fabel tersebut adalah....

a)

Di sana hidup seekor singa buas.

b)

Semua binatang ingin melawannya.

c)

Ia sangat berwibawa.

d)

Kancil pernah disakitinya.

27.

Apa definisi dari teks cerita fabel?

a)

cerita tentang manusia yang berperilaku seperti hewan / binatang

b)

cerita mengenai kehidupan binatang / hewan yang berperilaku seperti / mirip manusia.

c)

cerita mengenai binatang dan manusia yang kehidupannya sangat mirip

d)

cerita tentang kehidupan binatang / hewan yang penuh makna seperti / mirip manusia

28.

Terlintaslah di benak kuda itu untuk menakuti binatang-binatang hutan yang melewati dirinya. “Aku harus segera bersembunyi. Tempat itu harus gelap dan sering dilalui oleh binatang hutan. Di mana ya?” tanya kuda dalam hati sambil mencari tempat yang cocok. Akhirnya, dia menemukan semak-semak yang cukup gelap untuk bersembunyi, lalu masuk ke dalamnya dengan menggunakan kulit harimau. Tak lama kemudian, beberapa domba gunung berjalan ke arahnya.

Watak kuda dalam kutipan fabel tersebut adalah...

a)

Jahat

b)

Kejam

c)

Sombong

d)

Jahil

29.

Di bawah ini yang bisa dibuat menjadi sebuah fabel adalah...

a)

Andi membolos dan ketahuan guru

b)

Rina bertengkar dengan kakaknya

c)

Kancil melawan saat diterkam oleh sang buaya

d)

Yossi memelihara kucing di rumah

30.

Penulisan kalimat langsung yang tepat adalah...

a)

Buaya berteriak,"Awas, ada pemburu datang."

b)

"Ah, masak ada pemburu datang," Sahut Kancil.

c)

"Aku tidak takut pada pemburu", kata Singa.

d)

"Hmm... kalian berisik sekali." kata Semut.

31.

Perbedaan mendasar antara fabel dan cerpen terletak pada....

a)

Latar

b)

Amanat

c)

Tema

d)

Tokoh

32.

Tokoh yang terdapat dalam sebuah cerita fabel adalah...

a)

Manusia

b)

Tumbuhan

c)

Binatang

d)

Lingkungan

33.

Pesan atau nilai-nilai yang dapat diteladani dalam cerita fabel disebut....

a)

Orientasi

b)

Amanat

c)

Pesan singkat

d)

Klimaks

34.

Kancil merasa paling cepat berlari. Ia menantang siput berlomba. Tetapi siput mengerahkan bangsanya. Setiap kancil memanggil waktu berlomba itu, selalu siput yang di depan yang menyahut. Akhirnya kancil merasa kalah. Amanat penggalan cerita tersebut adalah...

a)

Kancil hewan yang cerdik

b)

Kancil dan siput sama-sama kuat

c)

Kita tidak boleh meremehkan sesama makhluk yang lebih kecil

d)

Jangan menjadi orang yang sombong

35.

Seekor kuda sedang berjalan dari sebuah ladang gandum menuju sebuah hutan yang lebat. Kuda itu telah puas memakan gandum yang ada di ladang itu.

Kutipan cerita fabel tersebut menunjukan latar...

a)

Suasana

b)

Waktu

c)

Tempat

d)

Cerita

36.

Fabel disebut juga dengan teks cerita....

a)

Non Fiksi

b)

Fiksi

c)

Nyata

d)

Imajiner

37.

"Aku akan mengajak Siput pergi ke sungai," kata Katak.

Kalimat tidak langsung yang tepat berdasarkan kalimat langsung tersebut adalah...

a)

Katak berkata akan mengajak Siput pergi ke sungai.

b)

Katak menyatakan bahwa Katak mengajak Siput pergi ke sungai.

c)

Katak berkata ia akan mengajak Siput pergi ke sungai.

d)

Katak mengatakan bahwa ia akan mengajak Siput pergi ke sungai.

38.

Cerry adalah kelinci yang lucu. Bulunya putih bak mutiara. Matanya sebening air danau. Jika ia makan, bibir merahnya yang cantik akan bergerak indah. Kecantikan Cerry tidak diragukan lagi di hutan Ambarata.

Kutipan fabel tersebut menunjukkan pengembangan watak tokoh melalui...

a)

Deskripsi fisik tokoh

b)

Kegiatan tokoh

c)

Dialog tokoh dengan diri sendiri

d)

Dialog dengan tokoh lain

39.

Memang kita harus berhati-hati kalau bertindak. Jika tidak hati-hati akan celaka. Jika kita hati-hati kita akan selamat. Bahkan bisa menyelamatkan orang lain.

Kutipan cerita fabel tersebut termasuk dalam struktur...

a)

Orientasi

b)

Resolusi

c)

Komplikasi

d)

Koda

40.

Penulisan konjungsi dalam kalimat berikut yang tepat adalah...

a)

Merak menunggu Merpati dipinggir kolam.

b)

Di dalam hutan yang sangat rindang, ia merana.

c)

Bangau mau menuruti permintaan Kancil tetapi dengan satu syarat.

d)

Semut mengumpulkan makanan, sedangkan Belalang asyik bernyanyi.

41.

Bacalah cerita fabel berikut!

Ulat Yang Sombong


Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.

“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.

“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.

Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.

Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.

Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu

Namun tiba-tiba…

“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.

Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.

Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.

Kalimat langsung pada teks di atas adalah....

a)

Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik.

b)

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

c)

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

d)

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya.

42.

Bacalah cerita fabel berikut!

Ulat Yang Sombong


Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.

“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.

“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.

Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.

Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.

Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu

Namun tiba-tiba…

“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.

Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.

Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.

Tamat

Watak tokoh /karakter Fintu pada fabel di atas adalah…

a)

rendah hati

b)

sombong

c)

serakah

d)

malas

43.

Perhatikan cerita fabel berikut dengan saksama!

Lebah dan Semut


Dahulu pada zaman Nabi Sulaiman, hidup banyak sekali lebah. Salah satu di antaranya adalah Dodo. Dodo adalah anak lebah yang telah ditinggal mati ibunya. Waktu itu ibunya meninggal digigit kalajengking. Kini ia hidup sebatang kara. Oleh karena itulah ia memutuskan untuk hidup mengembara. Hingga akhirnya ia tiba di gurun pasir yang luas.

Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”

“Namaku Didi. Namamu siapa?”

“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.

“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Mereka bergegas pergi untuk mencari makanan. Setelah cukup lama menyusuri gurun, mereka menemukan sebuah mata air yang berair bersih dan segar. Di samping mata air itu terdapat sebatang pohon kurma yang berbuah lebat dan sangat manis. Didi dan Dodo sangat gembira. Mereka segera minum dan makan sepuasnya.

Setelah mereka benar-benar kenyang, mereka segera mencari tempat tinggal. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas. Mereka tidak akan kekurangan makanan karena di tepi padang rumput itu terdapat banyak pohon buah-buahan dan sebuah mata air yang sangat bersih. Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.

Pola pengembangan judul pada cerita fabel tersebut adalah....

a)

judul dikembangkan berdasarkan latar cerita

b)

judul berasal dari nama tokoh

c)

judul dikembangkan berdasarkan sifat tokoh

d)

judul diambil dari tema

44.

Bacalah teks berikut!

Hangat sinar matahari menyentuh kulit burung hantu digunakan untuk mendeskripsikan suasana pagi

Latar yang digunakan pada teks tersebut adalah....

a)

waktu

b)

tempat

c)

suasana

d)

sosial

45.

Simak kutipan teks cerita fabel berikut!


1) Hari berganti hari. Setiap hari kura-kura merawat pohon pisangnya.


2) "Ayo, kau di sebelah kanan aku di sebelah kiri," jawab kura-kura.


3) "Tumbuh, tumbuhlah pohon pisangku," kura-kura bernyanyi riang.


4) Di tepi hutan hiduplah seekor monyet dan seekor kura-kura. Pada suatu hari, monyet mengajak kura-kura menanam pohon pisang.


5) Monyet hanya melihat tingkah kura-kura sambil tiduran di rerumputan.


6) "Kura-kura, mari kita menanam pohon pisang," ajak monyet.


Susunan yang tepat atas kutipan teks cerita fabel acak di atas adalah ....

a)

4 - 2 - 3 - 1 - 5 - 6

b)

4 - 6 - 2 - 1 - 3 - 5

c)

4 - 1 - 3 - 2 - 5 - 6

d)

4 - 6 - 3 - 2 - 1 - 5

46.

Bukti kutipan cerita yang menyatakan bahwa kancil memiliki watak licik adalah . . . .

a)

“Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,”

b)

“Buaya …buaya … ayo keluar … mau daging segar nggak?”

c)

“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian.

d)

“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,”

47.

Bukti kutipan cerita bahwa Buaya mempunyai watak bodoh adalah ....

a)

“Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan,” kata buaya.

b)

“Huaahhh… siapa yang teriak-teriak siang-siang begini.. mengganggu tidurku saja.” “Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak aku makan nanti kamu.”

c)

“Tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi sungai lainnya, sehingga membentukseperti jembatan"

d)

“Ha!….huaahh… sialan… Kancil nakal, ternyata kita cuma dibohongi. Aws kamu ya.. kalau ketemu lagi saya makan kamu,”

48.

Latar tempat pada fabel tersebut adalah ....

a)

Di dalam hutan

b)

di pinggir sungai.

c)

Di bawah pohon dan di pinggir sungai.

d)

Di dalam hutan dan di pinggir sungai.

49.

(1) Setelah lama berjemur, kancil merasa lapar dan menemukan kebun ketimun di seberang sungai. (2) Buaya marah karena merasa ditipu oleh kancil. (3) Kancil mengelabuhi sekumpulan buaya untuk sampai ke seberang sungai. (4) Kancil jalan-jalan di pinggir hutan untuk berjemur dan mencari udara segar.

Urutan peristiwa yang sesuai adalah ....

a)

4-2-3-1

b)

4-1-3-2

c)

4-1-2-3

d)

4-3-2-1

50.

Amanat yang terkandung dalam fabel tersebut adalah . . . .

a)

Jadilah orang yang cerdik dalam menghadapi masalah.

b)

Berhati-hatilah dalam memilih teman.

c)

Jangan suka membohongi orang lain dan jangan terlalu percaya terhadap orang lain.

d)

jadilah orang yang penurut.