wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS Diet Tidak Menular 2022

Total questions: 60

Worksheet time: 3585secs

Name
Class
Date
1.

Lingkar pinggang/perut yang berlebih akan beresiko penyakit kardiovaskuler. Berapakah lingkar pinggang/perut maksimal seorang pria ?

a)

60 cm

b)

70 cm

c)

80 cm

d)

90 cm

e)

100 cm

2.

Salah satu syarat diet penyakit jantung adalah serat harus cukup, karena untuk ...

a)

Mencegah lapar

b)

Menurunkan berat badan

c)

Mencegah perlemakan hati

d)

Menghindari sesak napas

e)

Mencegah konstipasi

3.

Penderita penyakit jantung harus membatasi asupan kolesterol. Manakah jenis makanan dibawah ini yang kandungan kolesterolnya paling tinggi ?

a)

hati

b)

otak

c)

daging

d)

ampela

e)

paru-paru

4.

Kadar Kolesterol bagi orang normal tidak boleh lebih dari berapa agar resiko aterosklerosis bisa diminimalisir ?

a)

100 mg/dl

b)

200 mg/dl

c)

300 mg/dl

d)

400 mg/dl

e)

500 mg/dl

5.

Lemak tidak jenuh ganda adalah lemak yang bisa membantu menurunkan Kolesterol. Manakah contoh dari sumber lemak tidak jenuh ganda ?

a)

Minyak kacang tanah

b)

Minyak kelapa sawit

c)

Lemak hewan

d)

lemak sapi

e)

minyak jagung

6.

Seorang pria dengan TB 165 cm, berat badan 102 Kg, perut nampak besar, mudah lelah, napas berat dan sudah 6 bulan menderita penyakit jantung. Makan tidak teratur dan sering jajan. Problem/masalah utama klien tersebut diagnosa gizinya dalam ADIME adalah;

a)

Penyakit jantung

b)

Kurang pengetahuan

c)

Asupan oral berlebihan

d)

Ketidaksiapan menjalankan diet

e)

Obesitas

7.

Seorang pasien pria berusia 55 tahun, TB 162 cm TB 90 Kg, penderita jantung, dirawat di ICU dengan kondisi kesadaran menurun, gelisah, sesak napas dan napas pendek-pendek. Tekanan darah 140/90 mmHg, kolesterol 320 mg/dl, trigliserida 540 mg/dl dan asam urat 9,5 mg/dl. Tidak tahan susu. Bentuk makanan yang paling cocok untuk pasien tersebut adalah ...

a)

biasa

b)

lunak

c)

cincang

d)

saring

e)

MLP/ Sonde

8.

Seorang pasien pria berusia 55 tahun, TB 162 cm TB 90 Kg, penderita jantung, dirawat di ICU dengan kondisi kesadaran menurun, gelisah, sesak napas dan napas pendek-pendek. Tekanan darah 140/90 mmHg, kolesterol 320 mg/dl, trigliserida 540 mg/dl dan asam urat 9,5 mg/dl. Tidak tahan susu. Apakah sumber protein yang tidak aman untuk pasien tersebut?

a)

putih telur

b)

susu non fat

c)

sari kedelai

d)

daging ayam

e)

tempe

9.

Penyakit Nefrotik Sindrome akan terjadi peningkatan kadar lemak dalam darah yang ekstrim, yaitu jenis lemak ...

a)

Trigliserida

b)

Kolesterol total

c)

VLDL kolesterol

d)

LDL

e)

HDL

10.

Jenis penyakit batu ginjal yang paling banyak dialami oleh masyarakat adalah ..

a)

Batu Calsium Karbonat

b)

Batu Kalsium Mangan

c)

Batu Cystine

d)

Batu Kalsium Oksalat

e)

Batu Asam Urat

11.

Jenis makanan pokok berikut ini yang tidak dianjurkan untuk penderita batu ginjal jenis Batu Cuytine adalah:

a)

Nasi

b)

Kentang

c)

Singkong

d)

Ubi jalar

e)

Talas

12.

Contoh minuman yang harus dihindari untuk penderita batu ginjal jenis batu Asam Urat adalah ..

a)

wedang jahe

b)

es jeruk

c)

juice sirsat

d)

soda gembira

e)

juice tomat

13.

Kelebihan glukosa pada pasien keadaan hipermetabolik akan menyebabkan akumulasi glukosa berupa glikogen dan lemak di organ tubuh apa ?

a)

jantung

b)

hati

c)

otak

d)

paru- paru

e)

usus halus

14.

Pasien laki-laki berusia 53 tahun dengan berat badan 76 kg dan tinggi badan 155 cm dating kepada ahli gizi untuk mendapatkan konsultasi gizi. Diagnosis medis dokter menunjukkan pasien menderita obesitas. Tekanan darah pasien di tercacat120/70 mmHg. Asupan menurut recall 24 jam menunjukkan asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat berlebihan (> 110%). Apakah diet yang sesuai untuk klien tersebut?

a)

Diet rendah garam

b)

Diet rendah energi

c)

Diet rendah protein

d)

Diet rendah purin

e)

Diet rendah serat

15.

Presentase cairan tubuh pada pria pada umumnya lebih besar daripada wanita. Apakah yang menyebabkan perbedaan tersebut ?

a)

Wanita lebih dipengaruhi hormon estrogen sedangkan pria dipengaruhi hormon testosteron

b)

Tubuh wanita mempunyai lebih sedikit jaringan adiposa (lemak) daripada jaringan otot

c)

Tubuh wanita mempunyai lebih banyak jaringan adiposa (lemak) daripada jaringan otot

d)

Wanita mempunyai berat badan yang lebih ringan daripada pria

e)

Volume urin wanita lebih sedikit daripada pria

16.

Pasien diabetes mellitus gestasional harus menaati prinsip 3J, yakni tepat jumlah, tepat jadwal, dan tepat jenis. “Tepat jenis” artinya pasien harus membatasi konsumsi bahan makanan tertentu yang memiliki indeks glikemik tinggi. Manakah jenis makanan yang harus dibatasi konsumsinya berdasarkan prinsip tersebut?

a)

Roti keju

b)

Ayam goreng

c)

Selai strawberry

d)

Singkong rebus

e)

Sup jagung

17.

Seorang wanita datang ke Dietisien untuk konsultasi gizi dengan keluhan ingin menurunkan berat badan. Dietisien menyarankan kepada wanita tersebut untuk mengonsumsi sumber serat, salah satunya sayuran yang banyak mengandung serat tidak larut air. Manakah jenis serat yang terkandung dalam jumlah banyak pada jenis bahan makanan tersebut?

a)

pektin

b)

gum

c)

mukilase

d)

glukan

e)

selulosa

18.

Seorang diabetesi harus selalu dapat mengendalikan kadar gula darah agar mempunyai kualitas hidup yang baik. Apakah kriteria pengendalian DM yang baik pada pasien usia <60 tahun ?

a)

Tekanan darah 130/90 mmHg

b)

Kadar gula darah 2 jam PP >180 mg/dl

c)

HbA1C <6,5%

d)

Dislipidemia

e)

IMT > 25 kg/m2

19.

Diabetes mellitus mempunyai 4 pilar utama. Apakah pilar utama pengelolaan diabetes mellitus yang berkaitan dengan pengaturan makan ?

a)

Konsumsi minuman herbal

b)

Konsumsi gula murni 10%

c)

Konsumsi serat 25-30 gram

d)

Frekuensi makan semaunya

e)

Penggunaan minyak jenuh

20.

Seorang ibu mengeluh sering kencing di malam hari. Ibu tersebut mengatakan bisa terbangun 5 kali dalam semalam. Apakah gejala yang dialami Ibu tersebut ?

a)

Poliphagia

b)

Poliuria

c)

Polidipsia

d)

Poliklinik

e)

Polikistik

21.

Seorang ahli gizi ingin menentukan status gizi pasien diabetes mellitus dengan oedem anasarka yang tidak dapat ditimbang berat badannya. Parameter apakah yang dapat digunakan untuk menentukan status gizi pasien tersebut ?

a)

indeks massa tubuh

b)

lingkar lengan atas

c)

albumin darah

d)

tekanan darah

e)

asupan makan

22.

Tn. D berusia 35 tahun, mempunyai berat badan ideal 50 kg, didiagnosis DM tipe 2 non obese. Berapakah kebutuhan basal Tn. D?

a)

1250 kkal

b)

1455 kkal

c)

1500 kkal

d)

1600 kkal

e)

1750 kkal

23.

Ny. M seorang pasien DM berusia 75 tahun. Berapakah faktor koreksi usia untuk menentukan kebutuhan Ny. M ?

a)

5%

b)

10%

c)

15%

d)

20%

e)

25%

24.

Tn. H seorang pasien DM yang mempunyai kebiasaan mengkonsumsi alkohol. Pasien tersebut tetap ingin mengkonsumsi alkohol. Apakah saran yang anda berikan sebagai seorang Ahli Gizi kepada pasien tsb ?

a)

Memperbolehkan mengkonsumsi alkohol sekehendak pasien

b)

Memperbolehkan konsumsi alkohol 3 kali seminggu

c)

Memperbolehkan konsumsi alkohol apabila tidak ada gangguan pankreatitis

d)

Memperbolehkan konsumsi alkohol setiap waktu

e)

Tidak boleh sama sekali mengkonsumsi alkohol

25.

Ny. A sedang melakukan rekreasi bersama keluarga dan mendadak mengeluh pusing, mata berkunang- kunang, gemetar, berkeringat dingin dan ulu hati merasa sakit. Ny. A seorang penderita diabetes mellitus. Apa yang anda lakukan sebagai ahli gizi ?

a)

Meminta Ny. A untuk beristirahat

b)

Meminta Ny. A untuk minum teh manis

c)

Meminta Ny. A untuk makan makanan utama

d)

Meminta Ny. A untuk mengkonsumsi obat penurun gula darah

e)

Meminta Ny. A untuk berpuasa

26.

Ny. W berusia 50 tahun dengan BB 45 kg TB 145 cm dengan diagnosis medis vertigo, hipertensi stage II dan diabetes mellitus tipe II. Ny. W dianjurkan oleh dokter untuk rawat inap. Pasien datang dengan keluhan nyeri kepala berputar, mual muntah, dan nafsu makan menurun. Riwayat penyakit pasien adalah diabetes mellitus dan hipertensi. Tekanan darah pasien 160/100 mmHg, GDS 350 mg/dL. Apakah jenis diet yang sesuai untuk pasien tsb ?

a)

Diet rendah garam dan diet rendah kolesterol

b)

Diet diabetes mellitus dan diet rendah garam

c)

Diet rendah kolesterol dan diet rendah garam

d)

Diet rendah serat dan diet rendah garam

e)

Diet diabetes melitus dan diet tinggi serat

27.

Berikut ini merupakan ciri dari obesitas dapat dilihat dari ..

a)

IMT > 25 kg/m2 untuk orang Asia

b)

Rasio lingkar pinggang pinggul < 0,8

c)

Tebal lemak pada bagian trisep untuk wanita < 20 mm

d)

Lingkar perut untuk laki- laki < 90 cm

e)

Kadar kolesterol > 200 mg/dL

28.

Berikut ini merupakan prinsip penanganan obesitas, kecuali ..

a)

Modifikasi perilaku

b)

Terapi gizi medis dan modifikasi diet

c)

Gaya hidup sehat dengan aktivitas fisik reguler

d)

Strategi obat- obatan

e)

Penerapan diet berdasarkan golongan darah

29.

Bagaimanakah prinsip diet untuk penurunan berat badan pada pasien obesitas ?

a)

Energi rendah dan boleh di bawah kebutuhan basal

b)

Energi rendah dan tidak boleh di bawah kebutuhan basal

c)

Protein rendah cairan cukup

d)

Vitamin dan mineral rendah

e)

Lemak jenuh > 10%

30.

Seorang wanita obesitas menerapkan Fad diets dengan prinsip mengonsumsi makanan yang sedikit mengandung karbohidrat atau bahkan tidak mengandung karbohidrat. Tahapan dalam diet tersebut meliputi tahap induksi, penyeimbang, pemeliharaan. Pada tahap induksi wanita tersebut hanya mengonsumsi 20 gram karbohidrat per hari selama 14 hari sehingga memerlukan pengawasan dietisien. Fad diets apakah yang dimaksud ?

a)

Diet OCD

b)

Diet ketogenik

c)

Diet atkins

d)

Diet mediterania

e)

Diet mayo

31.

Faktor risiko penyakit jantung koroner terkait kelebihan asupan gula sederhana yaitu

a)

Hipertensi

b)

Hipoalbumin

c)

Hiperurisemia

d)

Hiperlipidemia

e)

Hiperglikemia

32.

Asesmen riwayat gizi terkait kejadian dislipidemia, kecuali

a)

Asupan serat rendah

b)

Konsumsi minuman beralkohol

c)

Konsumsi lemak jenuh

d)

Asupan natrium tinggi

e)

Asupan karbohidrat komplek

33.

Dislipidemia dapat disebabkan asupan makanan sumber kolesterol LDL yang berlebihan, kecuali

a)

Kuning telur

b)

Ikan

c)

otak

d)

jerohan

e)

udang

34.

Olah raga yang baik untuk mengendalikan gejala hipertrigliserida yaitu

a)

lari cepat

b)

jogging

c)

angkat beban

d)

balap sepeda

e)

gulat

35.

Pemeriksaan enzim terkait penyakit jantung koroner, kecuali

a)

Katalase

b)

Creatinin Phospo Kinase

c)

Creatinin Kinase Musculus Brain

d)

Lactat Dehidrogenase

e)

Troponin

36.

Prioritas diagnosis gizi (P) pada penyakit dislipidemia di bawah ini

a)

Obesitas (P)

b)

Kelebihan asupan alkohol (P)

c)

Perubahan nilai laboratorium kolesterol (P)

d)

Asupan serat inadekuat (P)

e)

Aktivitas fisik yang kurang (P)

37.

Kelebihan asupan lemak (P) terkait pengetahuan yang kurang dan pemilihan makanan yang salah (E) ditandai dengan

a)

Konsumsi sayur 2 kali sehari 1 porsi (S)

b)

Kadar kolesterol total 150 mg% (S)

c)

Suka jajan mie godok 1 kali setiap minggu (S)

d)

Hasil recall asupan lemak 120%, suka makan nasi goreng telur babat 2 kali setiap minggu dan nasi gudeg koyor 1 kali setiap minggu (S)

e)

Minum madu 1 sendok makan sehari dan jus buah 3 kali setiap minggu (S)

38.

Preskripsi diet yang tepat terkait intervensi diagnosis gizi kelebihan asupan lemak (P) yaitu

a)

Tinggi energi tinggi protein

b)

Rendah karbohidrat sederhana

c)

Tinggi karbohidrat komplek

d)

Rendah energi

e)

Cukup energi rendah lemak

39.

Materi edukasi gizi yang sesuai dengan diagnosis gizi kelebihan asupan lemak (P), kecuali

a)

Risiko asupan lemak yang berlebih

b)

Bahan makanan yang dianjurkan dan dibatasi

c)

Contoh bahan makanan sumber protein hewani dan nabati

d)

Membatasi bahan makanan sumber lemak jenuh

e)

Standar porsi maksimal konsumsi makanan digoreng setiap minggu

40.

Monitoring dan evaluasi pasien penyakit jantung koroner dengan risiko malnutrisi tinggi dilakukan dengan frekuensi

a)

Sehari 1 kali

b)

Tiga hari 1 kali

c)

Lima hari 1 kali

d)

Enam hari 1 kali

e)

Tujuh hari 1 kali

41.

Faktor risiko mayor terkait penyakit gagal jantung yaitu

a)

Anemia

b)

Gaya hidup

c)

Stress

d)

Obesitas

e)

Albuminuria

42.

Gejala klinis penyakit gagal jantung yaitu, kecuali

a)

Udema paru dan tungkai kaki

b)

Nyeri dada kiri

c)

Sesak nafas

d)

Nyeri perut

e)

Meningkatnya denyut jantung

43.

Asesmen riwayat gizi terkait penyakit gagal jantung yaitu

a)

Pekerja berat

b)

Asupan tinggi serat

c)

Asupan rendah protein

d)

Olah raga ringan teratur

e)

Asupan tinggi natrium

44.

Indeks antropometri terkait risiko penyakit jantung dan pembuluh darah yaitu

a)

IMT

b)

Waist Hip Ratio

c)

LILA

d)

Lingkar dada

e)

Lingkar betis

45.

Profil inflamasi penyakit gagal jantung dapat diasesmen dengan pemeriksaan laboratorium

a)

Kadar trigliserida

b)

C-Reactive Protein

c)

Gula darah puasa

d)

Leukosit

e)

Elektrokardiografi

46.

Asupan oral defisit dan penurunan berat badan lebih dari 6% selama 6 bulan berisiko

a)

Hipertensi

b)

Hipoglikemia

c)

Malnutrisi klinis

d)

Ascites

e)

Anemia

47.

Diagnosis gizi (P) terkait penyakit gagal jantung yang tidak menjadi prioritas yaitu

a)

Asupan oral inadekuat (P)

b)

Pemilihan makanan yang salah (P)

c)

Perubahan nilai laboratorium hemoglobin (P)

d)

Penurunan kebutuhan cairan (P)

e)

Asupan natrium yang berlebihan (P)

48.

Kurang patuh mengikuti rekomendasi gizi (P) terkait kurang memahami pedoman diet rendah kolesterol yang diberikan Dietisien (E) ditandai dengan

a)

Suka mengkonsumsi MSG (S)

b)

Konsumsi kuning telur 3 kali seminggu (S)

c)

Minum teh manis setiap hari 1 gelas (S)

d)

Asupan energi defisit (S)

e)

Kadar kolesterol HDL 70 mg%

49.

Rekomendasi kebutuhan lemak jenuh bagi penderita gagal jantung yang mempunyai diagnosis gizi perubahan nilai laboratorium hipertrigliserida (P) yaitu

a)

Maksimal 5% energi

b)

Maksimal 7% energi

c)

Maksimal 10% energi

d)

Maksimal 15% energi

e)

Maksimal 20% energi

50.

Penderita gagal jantung akut/kronis yang mengalami serangan jantung, sakit dada, sesak nafas dan kritis diberikan preskripsi diet dengan tekstur

a)

Cair

b)

Halus (saring)

c)

Lunak (bubur)

d)

Tim

e)

Padat (nasi)

51.

Faktor risiko penyakit gagal ginjal kronik yaitu, kecuali

a)

Hiperkolesterolemia

b)

Sindrom metabolik

c)

Osteoarthritis

d)

Hipertensi

e)

Kegemukan

52.

Manifestasi klinik penyakit gagal ginjal terkait sistem gastrointestinal yaitu

a)

Retinopati

b)

Sputum lengket

c)

Anoreksia

d)

Proteinuria

e)

Ensefalopati

53.

Asesmen riwayat gizi terkait penyakit gagal ginjal kronik yaitu, kecuali

a)

Asupan alkohol

b)

Asupan kafein

c)

Asupan zat aditif

d)

Asupan obat bebas

e)

Asupan fitokimia

54.

Asesmen biomarker terkait penyakit gagal ginjal kronik, kecuali

a)

Hb

b)

Albumin

c)

Ureum kreatinin

d)

SGOT; SGPT

e)

Clearence creatinin

55.

Diagnosis gizi (P) prioritas terkait penyakit gagal ginjal kronik yaitu

a)

Pemilihan makanan yang salah (P)

b)

Perubahan nilai laboratorium kadar ureum kreatinin (P)

c)

Perubahan nilai laboratorium kadar glukosa darah (P)

d)

Kurang pengetahuan terkait makanan dan zat gizi (P)

e)

Asupan protein nabati yang berlebih (P)

56.

Penurunan kebutuhan cairan (P) terkait manifestasi klinik gangguan fungsi ginjal (E) ditandai dengan

a)

Proteinuria dan azotemia (S)

b)

Pigmentasi dan dispnea (S)

c)

Trombositopenia dan anemia (S)

d)

Edema dan ascites (S)

e)

Stomatitis dan nafas bau amoniak (S)

57.

Preskripsi diet kebutuhan zat gizi terkait diagnosis gizi perubahan nilai laboratorium ureum dan kreatinin (P) yaitu

a)

Protein 0,6 gr/kgBB/hr

b)

Protein 1 gr/kgBB/hr

c)

Protein 1,2 gr/kgBB/hr

d)

Protein 1,5 gr/kgBB/hr

e)

Protein 2 gr/kgBB/hr

58.

Kebutuhan cairan pasien gagal ginjal kronik yang mengalami gejala oedema kaki, wajah dan tangan yaitu

a)

Urin tampung 24 jam ditambah 500 ml

b)

Urin tampung 24 jam ditambah 1000 ml

c)

Urin tampung 24 jam ditambah 1500 ml

d)

Urin tampung 24 jam ditambah 2000 ml

e)

Urin tampung 24 jam ditambah 2500 ml

59.

Bahan makanan yang dibatasi pada pasien gagal ginjal kronik dengan diagnosis gizi perubahan nilai laboratorium ureum dan kreatinin (P) yaitu

a)

tempe

b)

pepaya

c)

pisang

d)

roti tawar

e)

air kelapa

60.

Bahan makanan yang dianjurkan pada pasien gagal ginjal kronik dengan diagnosis gizi perubahan nilai laboratorium/hipoalbumin (P) yaitu

a)

tahu

b)

putih telur

c)

pisang

d)

kacang

e)

air kelapa