NEW
Font size
WorksheetsPAT BHS. INDONESIA KELAS 7 TAHUN PELAJARAN 2020-2021
Total questions: 30
Worksheet time: 2hrs 30mins
Perhatikan kedua teks puisi rakyat berikut!
Kutipan Pantun 1
Ada ubi ada talas
Ada budi ada balas
Kutipan Pantun 2
Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang teperdaya
Pernyataan yang tepat tentang kedua teks puisi rakyat di atas adalah ...
Teks1 adalah jenis puisi rakyat yang berasal dari Arab.
Teks1 adalah jenis puisi rakyat yang berasal dari Cina.
Teks 2 adalah jenis puisi rakyat yang berasal dari India
Teks 2 adalah jenis puisi rakyat yang berasal dari Indonesia.
Di bawah ini yang merupakan contoh karmina adalah ....
Jika kamu jadi orang yang pelit
usahamu bisa jadi akan pailit
Jika engkau pergi ke Medan
Jangan lupa membeli bikang
Jika engkau jadi komandan
Janganlah jadi pembangkang
Kapal berjalan dengan layar berjajar
Akhirnya merapat di pantai yang landai
Membawaku ke kampung untuk pulang
Jika kamu rajin belajar
Pasti akan mudah menjadi pandai
Hingga lulus dengan hasil gemilang
Buah leci buah mengkudu
Dahulu benci sekarang rindu
Perhatikan ciri-ciri puisi rakyat di bawah ini!
(1) Bersajak a-a-b-b.
(2) Jumlah kata tiap baris bebas.
(3) isinya merupakan nasihat.
(4) Tiap bait terdiri dari 8 sampai 10 suku kata.
Ciri-ciri gurindam ditandai oleh nomor . . . .
(1) dan (3)
(1) dan (4)
(2) dan (3)
(2) dan (4)
Bacalah pantun di bawah ini!
Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
Berdasarkan pantun di atas, larik kedua yang merupakan sampiran adalah ….
Gembira hati tiada terkira
Nira diolah untuk sedekah
Ibu datang bawa hadiah
Sari kelapa buah nira
Bacalah ilustrasi di bawah ini!
Faras sangat gembira, sepeda yang ia impikan selama ini menjadi kenyataan. Sepeda itu,
hadiah dari Ibu karena ia mendapat peringkat di kelas.
Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....
Kota Jambi kota beradat
Tempat tinggal sanak saudara
Mari kita belajar giat
Supaya kelak tidak sengsara
Raja buah si raja pisang
Sedap disantap di kala senja
Riang hati bukan kepalang
Sepeda impian di depan mata
Buah duku buah durian
Dibeli ibu di pasar kenari
Senang hati dapat undian
Seperti mimpi siang hari
Ke Selat beli ikan selar
Beli juga tempoyak durian
Jika kita rajin belajar
Prestasi tinggi mudah diraih
Perhatikan pantun berikut!
Buah cempedak buah durian
Pergi ke pekan naik sepeda
[…] (1)
[…] (2)
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah …
Jangan ragu berbuat baik
Senyum saja sudah ibadah
Pikir dulu sebelum bertindak
Menyesal kemudian tiada guna
Supaya tidak sesal kemudian
Diperlukan selalu sikap waspada
Mari kita jalin silaturahmi
Agar kita hidup berada
Perhatikan puisi rakyat di bawah ini!
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.
Makna kata yang digaris bawah adalah . . . .
nilai moral
tingkah laku/sifat
ciri khas
dalam hati
Perhatikan ciri-ciri puisi rakyat di bawah ini!
Bunga wangi bunga melati
Tumbuh dekat pohon kemangi
Kepada yang tua menghormati
Kepada yang muda menyayangi
Isi dari pantun di atas adalah .…
kita harus merawat bunga melati yang berbau harum
kita harus menghormati orang tua dan menghargai orang muda
kita harus menyayangi orang tua dan menghormati orang muda
kita harus menghormati orang tua dan menyayangi orang yang lebih muda
Perhatikan kaidah kebahasaan puisi rakyat di bawah ini!
(1) kalimat perintah
(2) kalimat tanya
(3) kalimat larangan
(4) kalimar pengumuman
Unsur kebahasaan puisi rakyat ditandai oleh nomor . . . .
(1) dan (3)
(1) dan (4)
(2) dan (3)
(2) dan (4)
Di bawah ini larik pantun yang mengandung kalimat ajakan adalah …
Jangan ragu berbuat baik
Senyum saja sudah ibadah
Pikir dulu sebelum bertindak
Menyesal kemudian tiada guna
Supaya tidak sesal kemudian
Diperlukan selalu sikap waspada
Mari kita jalin silaturahmi
Agar kita hidup berada
Perhatikan surat berikut!
Brebes, 24 Maret 2020
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Apa kabar, Bang Hendra? Semoga selalu sehat dan bahagia di sana. Bapak, Ibu, Ana dan aku juga sehat. Kami rindu berat, Bang.
Bang, novelku akhirnya akan diterbitkan. Aku senang sekali rasanya. Ternyata apa yang dibilang Abang benar, ya. Akan selalu ada jalan selama kita mau berjuang. Terima kasih atas kesabaran Abang dalam menasihati dan mendukungku selama ini.
Oh iya, Bapak dan Ibu titip pesan. Beliau berdua berkata, "Jangan sampai meninggalkan salat lima waktu". Ana juga titip pesan, katanya, "Abang harus bawa oleh-oleh yang banyak saat pulang nanti".
Eh, sudah dulu ya, Bang. Kami sangat menunggu kabar dari Abang. Kami juga berharap Abang lekas pulang.
Adikmu tercinta,
Mei
Paragraf isi surat yang paling tepat untuk membalas surat di atas adalah …
Ana adikku, aku juga rindu sekali dan ingin pulang. Jadi, doakan agar aku bisa cepat pulang. Aku baik-baik saja di sini. Sampaikan salamku untuk Mei, Bapak, dan Ibu, ya. Dadah
Wah, selamat ya sudah berhasil menerbitkan novel! Kamu pasti akan menjadi penulis terkenal. Semoga kamu selalu sehat walaupun di sana sendirian.
Aku tersenyum sendiri waktu membaca surat darimu. Aku senang sekali. Selamat atas keberhasilanmu ya, Mei. Tenang saja, aku baik-baik saja di sini.
Salat lima waktu pun selalu kujaga. Bulan depan aku juga pulang, loh!
Adikku tersayang, doakan aku agar cepat pulang. Aku ikut sedih mendengar kabar darimu.
Tapi, kamu tidak boleh menyerah. Suatu saat pasti berhasil. Semangat!
Perhatikan surat berikut!
Brebes, 24 Maret 2020
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Apa kabar, Bang Hendra? Semoga selalu sehat dan bahagia di sana. Bapak, Ibu, Ana dan aku juga sehat. Kami kangen berat, Bang.
Bang, novelku akhirnya akan diterbitkan. Aku senang sekali rasanya. Ternyata apa yang dibilang Abang benar, ya. Akan selalu ada jalan selama kita mau berjuang. Terima kasih atas kesabaran Abang dalam menasihati dan mendukungku selama ini.
O iya, Bapak dan Ibu titip pesan. Beliau berdua bilang, jangan sampai meninggalkan salat lima waktu. Ana juga titip pesan, katanya Abang harus bawa oleh-oleh yang banyak saat pulang nanti.
Eh, sudah dulu ya, Bang. Kami sangat menunggu kabar dari Abang. Kami juga berharap Abang lekas pulang.
Adikmu tercinta,
Mei
Penulisan yang perlu diperbaiki pada paragraf pembuka surat di atas adalah ....
penggunaan huruf kapital pada kata Ibu
penggunaan huruf kapital pada kata Bang Hendra
penggunaan tanda koma (,) pada kalimat Kami kangen berat, Bang
penggunaan tanda koma (,) pada kalimat Bapak, Ibu, Ana dan aku juga sehat
Perhatikan kutipan surat undangan beriktu ini!
Dengan ini kami mengundang Anda untuk menghadiri rapat rutin awal tahun pelajaran 2021/2022 yang akan diselenggarakan pada:
hari, tanggal: Senin, 7 Desember 2021,
waktu: pukul 9.00 – 11.00 WIB,
tempat: Aula STP Khoiru Ummah,
acara: Ketetapan Uang Dana Bulanan Tahun Pelajaran 2021/2022.
Kalimat penutup surat undangan tersebut yang tepat adalah…
Atas kehadiran dan doa restu Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih.
Atas waktu yang diluangkan, kami ucapkan terima kasih.
Kehadiran Bapak/Ibu sangat kami harapkan tepat pada waktunya.
Mengingat pentingnya acara tersebut, kami mengharapkan Bapak/Ibu dapat datang tepat waktu. Atas perhatian Bapak/ Ibu, kami ucapkan terima kasih
Surat yang digunakan untuk berkomuniasi secara pribadi, bersifat tidak resmi, dan berisi tentang masalah pribadi merupakan pengertian dari surat...
surat dinas
surat tugas
surat pribadi
surat individu
Bahasa dari surat pribadi bersifat...
pribadi, suka-suka, mudah dipahami, dan bebas.
tegas, suka-suka, mudah dipahami, dan komunikatif.
baku, formal, mudah dipahami, dan komunikatif.
pribadi, santai, mudah dipahami, dan komunikatif.
Berikut ini yang merupakan unsur-unsur surat pribadi adalah...
Tempat dan tanggal penulisan surat, nomor surat, tujuan surat, salam pembuka, isi surat, identitas pengirim surat
Kepala surat atau kop surat, tempat dan tanggal penulisan surat, tujuan surat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, identitas pengirim surat
Tempat dan tanggal penulisan surat, tujuan surat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, identitas pengirim surat
Tempat dan tanggal penulisan surat, perihal surat, lampiran surat, tujuan surat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, identitas pengirim surat
Penulisan tanggal surat yang benar adalah . . . .
Purwakarta, 24 Desember '08
Purwakarta, 24 Desember 2008
Purwakarta, 24-12-2008
Purwakarta, 24 Des. 2008
Bahasa isi surat pribadi yang paling santun adalah . . .
Segera kirimkan uang lagi. Makin hari makin menipis. Cepat, ya!
Liburan tahun baru ini saya akan berlibur ke rumah kakak. Kakak harus menjemput saya di Stasiun Balapan 08.00.
Saya minta Ibu mengirimkan uang lagi. Sudah mau habis. Jangan lupa, ya, Bu!
Saya harap kakak bersedia menjemput saya di stasiun Balapan.
Saya dengar dari Wawan, kamu akan tes sekolah di Banjarmasin, dan sedang sibuk mencari kos yang cocok, singgahlah ke rumah saya. Sebelum kamu dapat tempat kos yang cocok, kamu bisa tinggal di rumah saya. Kedua orang tua pun sangat senang.
……………………
Isi darikutipan surat pribadi di atasadalah ...
Undangan
Pemberitahuan
Peringatan
Pengumuman
Salam pembuka surat pribadi yang ditujukan untuk sahabat pada kalimat . . . .
Dengan surat ini
dengan hormat
Sahabatku, Nury yang cantik
Bersama surat ini
Perhatikan kutipan fabel berikut ini!
Di pedalaman sebuah hutan yang hijau, ketika musim panas tiba, seekor semut bersama kawanannya tampak akur, berjalan bergerombol dan senantiasa saling menolong untuk mencari makan. Mereka amat kompak mengikuti komando dari sang pemimpin. Di tengah perjalanan, mereka berjumpa dengan tikus.
“Hai, Semut! Mengapa kalian mencari makan saat musim panas begini?” tanya tikus.
“Kami mencari makan untuk bekal saat musim hujan datang nanti. Kalian pun sebaiknya mencari makan sejak awal. Kalau tidak, saat musim hujan nanti kita bisa kelaparan.”
“Terima kasih atas nasihatmu, Semut. Kami juga akan segera mencari makanan kami,” kata tikus.
Tak lama kemudian, semut-semut itu bertemu ayam hutan yang terkenal bersuara merdu. Ia tinggal di sebuah kandang bagus yang dibuatkan oleh seorang manusia yang selalu memberinya makan setiap akhir pekan.
Ia bertanya mengapa semut-semut itu bekerja keras mencari makan saat musim panas. Semut menjelaskan alasannya mencari makan. Namun, tidak seperti tikus yang mengikuti saran semut, si ayam hutan justru terbahak mendengar jawaban semut.
“Kasihan sekali kalian, semut-semut kecil! Aku tak perlu mencari makan seperti kalian. Sebab aku punya tuan yang selalu memberiku makan!” kata ayam sambil tergelak. Semut tak peduli kata-kata ayam dan segera melanjutkan perjalanan.
Suatu hari, langit menjadi gelap dan hujan tiba-tiba mengguyur seluruh hutan. Rupanya, musim hujan sudah tiba. Semut dan tikus kembali ke sarangnya masing-masing. Mereka bisa mulai menikmati hasil kerja kerasnya selama mengumpulkan makanan saat hari-hari masih cerah. Namun, ayam hutan yang sombong tak memiliki persediaan makanan. Saat banjir melanda hutan itu, ayam hutan akhirnya mati tenggelam saat kelaparan.
Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan fabel di atas adalah ….
Orang pertama.
Orang kedua.
Orang ketiga.
Campuran.
Persamaan fabel dengan legenda adalah ….
Ceritanya dapat dihubungkan dengan asal-usul suatu tempat.
Ceritanya ditulis oleh penulis yang terkenal pada masa lalu.
Tokohnya berupa binatang.
Keduanya termasuk cerita rakyat.
Bacalah teks fabel berikut ini dengan saksama untuk menjawab soal nomor 1-5!
Burung Hantu dan Belalang
Burung hantu selalu tidur di siang hari. Ia akan bangun setelah matahari terbenam, ketika cahaya merah memudar dari langit. Dia menggeliat dan berkedip dari lubang pohon tua. Sekarang dia berseru, “Hoo hoo hoo” bergema melalui kayu yang rimbun dan ia mulai berburu serangga.
Ia adalah seekor Burung Hantu Tua yang galak, terutama jika ada yang mengganggu saat ia tidur. Suatu sore musim panas yang hangat, saat ia tertidur jauh di dalam lubang pohon tua. Belalang di dekatnya mulai menyanyikan lagu gembira namun sangat menyesakkan telinga. Burung Hantu Tua itu menengok dari lubang pohon yang digunakan sebagai pintu dan jendela.
“Pergi dari sini, Tuan,” katanya kepada Belalang tersebut. “Apakah Anda tidak memiliki sopan santun?” lanjutnya. “Anda setidaknya harusmenghormati usia saya dan membiarkan saya tidur dengan tenang!” lanjut Sang Burung Hantu Tua itu.
Akan tetapi, Belalang menjawab dengan kasar bahwa ia juga berhak beradadi tempat ini. Lalu ia meneriakkan suara lebih keras dan lagu yang lebih berisik. Burung Hantu yang bijak tahu benar bahwa tak ada gunanya berdebat dengan Belalang keras kepala ini. Selain itu, matanya semakin rabun untuk memungkinkan dirinya menghukum Belalang. Akhirnya, dia melupakan semua kata keras dan kembali berbicara dengan sangat ramah kepada Belalang.
“Tuang Belalang yang baik hati, jika saya harus tetap terjaga, saya akan datang untuk menikmati nyanyian Anda. Namun, saat ini saya memiliki anggur lezat di sini, kiriman dari Olympus. Silakan datang dan rasakan minuman lezat ini bersama saya.” sanjung Burung Hantu Tua.
Belelalang terhanyut oleh kata-kata sanjungan Burung Hantu Tua. Akhirnya, dia melompat ke sarang Burung Hantu Tua. Ketika Belalang cukup dekat dalam jangkauan penglihatan, Burung Hantu Tua itu menerkam dan memakannya.
Watak tokoh Belalang dalam kutipan teks fabel di atas adalah….
bijaksana
pendendam
Keras kepala
rendah hati
Bacalah teks fabel berikut ini dengan saksama untuk menjawab soal nomor 1-5!
Burung Hantu dan Belalang
Burung hantu selalu tidur di siang hari. Ia akan bangun setelah matahari terbenam, ketika cahaya merah memudar dari langit. Dia menggeliat dan berkedip dari lubang pohon tua. Sekarang dia berseru, “Hoo hoo hoo” bergema melalui kayu yang rimbun dan ia mulai berburu serangga.
Ia adalah seekor Burung Hantu Tua yang galak, terutama jika ada yang mengganggu saat ia tidur. Suatu sore musim panas yang hangat, saat ia tertidur jauh di dalam lubang pohon tua. Belalang di dekatnya mulai menyanyikan lagu gembira namun sangat menyesakkan telinga. Burung Hantu Tua itu menengok dari lubang pohon yang digunakan sebagai pintu dan jendela.
“Pergi dari sini, Tuan,” katanya kepada Belalang tersebut. “Apakah Anda tidak memiliki sopan santun?” lanjutnya. “Anda setidaknya harusmenghormati usia saya dan membiarkan saya tidur dengan tenang!” lanjut Sang Burung Hantu Tua itu.
Akan tetapi, Belalang menjawab dengan kasar bahwa ia juga berhak beradadi tempat ini. Lalu ia meneriakkan suara lebih keras dan lagu yang lebih berisik. Burung Hantu yang bijak tahu benar bahwa tak ada gunanya berdebat dengan Belalang keras kepala ini. Selain itu, matanya semakin rabun untuk memungkinkan dirinya menghukum Belalang. Akhirnya, dia melupakan semua kata keras dan kembali berbicara dengan sangat ramah kepada Belalang.
“Tuang Belalang yang baik hati, jika saya harus tetap terjaga, saya akan datang untuk menikmati nyanyian Anda. Namun, saat ini saya memiliki anggur lezat di sini, kiriman dari Olympus. Silakan datang dan rasakan minuman lezat ini bersama saya.” sanjung Burung Hantu Tua.
Belelalang terhanyut oleh kata-kata sanjungan Burung Hantu Tua. Akhirnya, dia melompat ke sarang Burung Hantu Tua. Ketika Belalang cukup dekat dalam jangkauan penglihatan, Burung Hantu Tua itu menerkam dan memakannya.
Latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita fabel di atas adalah….
pada pagi hari
pada malam hari
pada siang hari
pada sore hari
Bacalah teks fabel berikut ini dengan saksama untuk menjawab soal nomor 1-5!
Burung Hantu dan Belalang
Burung hantu selalu tidur di siang hari. Ia akan bangun setelah matahari terbenam, ketika cahaya merah memudar dari langit. Dia menggeliat dan berkedip dari lubang pohon tua. Sekarang dia berseru, “Hoo hoo hoo” bergema melalui kayu yang rimbun dan ia mulai berburu serangga.
Ia adalah seekor Burung Hantu Tua yang galak, terutama jika ada yang mengganggu saat ia tidur. Suatu sore musim panas yang hangat, saat ia tertidur jauh di dalam lubang pohon tua. Belalang di dekatnya mulai menyanyikan lagu gembira namun sangat menyesakkan telinga. Burung Hantu Tua itu menengok dari lubang pohon yang digunakan sebagai pintu dan jendela.
“Pergi dari sini, Tuan,” katanya kepada Belalang tersebut. “Apakah Anda tidak memiliki sopan santun?” lanjutnya. “Anda setidaknya harusmenghormati usia saya dan membiarkan saya tidur dengan tenang!” lanjut Sang Burung Hantu Tua itu.
Akan tetapi, Belalang menjawab dengan kasar bahwa ia juga berhak beradadi tempat ini. Lalu ia meneriakkan suara lebih keras dan lagu yang lebih berisik. Burung Hantu yang bijak tahu benar bahwa tak ada gunanya berdebat dengan Belalang keras kepala ini. Selain itu, matanya semakin rabun untuk memungkinkan dirinya menghukum Belalang. Akhirnya, dia melupakan semua kata keras dan kembali berbicara dengan sangat ramah kepada Belalang.
“Tuang Belalang yang baik hati, jika saya harus tetap terjaga, saya akan datang untuk menikmati nyanyian Anda. Namun, saat ini saya memiliki anggur lezat di sini, kiriman dari Olympus. Silakan datang dan rasakan minuman lezat ini bersama saya.” sanjung Burung Hantu Tua.
Belelalang terhanyut oleh kata-kata sanjungan Burung Hantu Tua. Akhirnya, dia melompat ke sarang Burung Hantu Tua. Ketika Belalang cukup dekat dalam jangkauan penglihatan, Burung Hantu Tua itu menerkam dan memakannya.
Pesan moral yang tersirat dalam kutipan teks fabel tersebut adalah….
Ikutilah nasihat seorang sahabat agar tidak salah jalan.
Jangan mudah terhanyut oleh sanjungan orang lain.
Tak ada gunanya berbuat baik dengan orang yang keras kepala.
Jangan suka menyakiti orang lain jika ingin hidup bahagia.
Perhatikan pernyataan berikut!
Akhirnya, Induk Domba berhasil menyelamatkan anak-anak Domba dari cengkraman Serigala jahat. Serigala itu tewas karena kerakusannya.
Dalam teks fabel, pernyataan tersebut sering digunakan pengarang pada tahap….
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian klimaks dalam sebuah fabel adalah….
Cici akhirnya tau ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing yang jahat. Ia berniat membalas dendam.
Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.
Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.
Akhirnya kedua binatang yang saling bermusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.
Perbedaan mendasar antara fabel dan cerpen terletak pada….
alur
tema
tokoh
latar
Kalimat berikut ini yang menggunakan kata sifat adalah…..
Si Kupu-kupu menolong Si Semut yang terkebak di lumpur hidup.
Ia adalah seekor Burung Hantu yang sombong.
Si Semut menyesali perbuatannya dan mau bertobat.
Serigala mengamuk dan membuatseluruh penghuni hutan ketakutan.
Penulisan kalimat langsung yang benar berikut ini adalah….
Rusa berkata, “siapakah yang telah menolong aku?”
“Siapa yang berani melawan aku?” tanya Serigala.
Kancil berkata bahwa “Aku tidak takut melawanmu.”
Semut berkata: “Ambilah makanan itu!”
