WorksheetsENDOKRIN 2019
Total questions: 100
Worksheet time: 2hrs 40mins
1. Seorang anak laki-laki umur 12 tahun 10 bulan datang ke poli anak dengan keluhan berat badan menurun sejak 2 bulan terakhir. Anak lebih sering buang air kecil dan selalu merasa lapar. Bila anak ini didiagnosis sebagai DM Tipe 1, pernyataan manakah yang sesuai dengan kasus ini?
Gula darah puasa > 120 mg/dL
Gula darah sewaktu > 200 mg/dL
Tes toleransi glukosa > 110 mg/dL
Urin rutin ditemukan protein
Urin rutin ditemukan darah
2. Pemantauan yang paling baik untuk penderita DM Tipe 1. Adalah :
Pemeriksaan Islet cell antibody
Pemeriksaan C-peptide
Pemeriksaan Bone Agetangan kiri
Pemeriksaan HBA1C
USG pankreas
3. Pemeriksaan apa yang harus dilakukan untuk membedakan DM Tipe I dan DM Tipe II:
Pemeriksaan Islet cell antibody
Pemeriksaan C-peptide
Pemeriksaan gula darah sewaktu
Pemeriksaan HBA1C
Pemeriksaan keton darah
4. Untuk mengetahui kadar gula darah rata-rata dalam 3 bulan terakhir, pemeriksaan apa yang dibutuhkan pada kasus di atas?
slet cell antibodies
HBA1C
Self monitoring Blood Glucose
Continuous Glucose Monitoring System
Insulin autoantibodies
5. Dari penelitian komplikasi jangka panjang pada pasien DM Tipe 1 bisa dicegah, bila:
Menggunakan terapi insulin basal-bolus
Menggunakan terapi insulin konvensional
Menggunakan terapi insulin bolus saja
Continuous Glucose Monitoring System
Menggunakan terapi insulin kerja menengah
6. Seorang anak perempuan umur 10 tahun dibawa ibunya ke IGD dengan keluhan sesak napas dan berat badan menurun sejak 1 bulan terakhir. Kadar gula darah sewaktu 450 mg/dL, ditemukan benda keton pada pemeriksaan urinnya. Pemeriksaan tambahan yang paling diperlukan pada kasus ini, adalah:
Islet cell antibodies
Pemeriksaan urin rutin
Analisa Gas Darah
Pemeriksaan benda keton
Pemeriksaan elektrolit darah
7. Seorang anak perempuan umur 10 tahun dibawa ibunya ke IGD dengan keluhan sesak napas dan berat badan menurun sejak 1 bulan terakhir. Kadar gula darah sewaktu 450 mg/dL, ditemukan benda keton pada pemeriksaan urinnya. Diagnosis yang paling mungkin untuk kasus ini, adalah:
Diabetes Melitus tipe Il
Maturity Onset Diabetes of the Young (MODY)
Diabetes Melitus tipe l
Diabetes Insipidus
Ketoasidosis Diabetikum
8. Seorang anak perempuan umur 10 tahun dibawa ibunya ke IGD dengan keluhan sesak napas dan berat badan menurun sejak 1 bulan terakhir. Kadar gula darah sewaktu 450 mg/dL, ditemukan benda keton pada pemeriksaan urinnya. Penanganan yang pertama kali diberikan pada kasus ini, adalah:
Resusitasi cairan dengan Nacl0,9%
Resusitasi cairan dengan Dextrose 5%
Resusitasi cairan dengan DextranL
Pemberian insulin kerja menengah
Pemberian insulin kerja panjang
9. Seorang anak perempuan umur 10 tahun dibawa ibunya ke IGD dengan keluhan sesak napas dan berat badan menurun sejak 1 bulan terakhir. Kadar gula darah sewaktu 450 mg/dL, ditemukan benda keton pada pemeriksaan urinnya. Pengobatan yang diberikan untuk kasus emergensi di atas, adalah:
Insulin kerja panjang dosis 0,05-0,1 unit/kgBB/hari
Insulin kerja pendek dosis 0,05 -0,1 unit/KGBB/hari
Insulin kerja pendek dosis 0,5 -1 unit/kgBB/hari
Insulin kerja panjang dosis 0,05 0,1 unit/kgBB/jam
Insulin kerja pendek dosis 0,05 -0,1 unit/KGBB/jam
10. Target gula darah sebelum makan pada anak sekolah, adalah
90 – 180 mg/dL
70 – 180 mg/dL
110- 200 mg/dL
130 – 200 mg/dL
80 – 200 mg/dL
11. Seorang anak perempuan berusia 13 tahun, dibawa ibunya ke poli anak dengan keluhan sangat pendek. Anak sering mengalami konstipasi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TB 110 cm, BB 40 kg. saat ini anak sekolah di SMP kelas 2. Pemeriksaan apakah yang bisa dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus di atas?
Foto toraks PA
Foto Bone Age tangan Kiri
Foto polos abdomen
Foto kepala
Foto MD
12. Bilakadar FT4 rendah dan TSHs juga tinggi. Anak ini termasuk golongan penyakit :
Hipotiroid primer
Hipotiroid sekunder
Hipotiroid tersier
Hipotiroid sentral
Hipotiroid kongenital
13. Seorang anak perempuan berusia 13 tahun, dibawa ibunya ke poli anak dengan keluhan anak sangat pendek. Anak sering mengalami konstipasi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TB 110 cm, BB 40 kg. saat ini anak sekolah di SMP kelas 2. Pengobatan yang diberikan pada kasusini, adalah :
Propiltiourasil
Tirosol
Levotiroksin
Lugol
Iodium
14. seorang anak perempuan 15 tahun dibawa ibunya ke poli anak dengan keluhan jantung berdebar-debar, gelisah, sulit konsentrasi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan leher membesar, mata eksoftalmus, kadar hormone FT4 meningkat, hormone TSHs menurun. Kemungkinan diagnosis pada kasusiniadalah:
Hipotiroid didapat
Struma pubertas
Hipotiroidsekunder
Graves disease
Tiroiditishashimoto
15. seorang anak perempuan 15 tahun dibawa ibunya ke poli anak dengan keluhan jantung berdebar-debar, gelisah, sulit konsentrasi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan leher membesar, mata eksoftalmus, kadar hormone FT4 meningkat, hormone TSHs menurun. Kemungkinan diagnosis pada kasusiniadalah:
Levotiroksin
Lugol
Iodium
Methimazole (Tirosol)
Tiroidektomi
16. seorang anak perempuan 15 tahun dibawa ibunya ke poli anak dengan keluhan jantung berdebar-debar, gelisah, sulit konsentrasi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan leher membesar, mata eksoftalmus, kadar hormone FT4 meningkat, hormone TSHs menurun. Pemeriksaan tambahan yang diperlukan pada kasus ini adalah …
Pemeriksaan Scintigrafi
Pemeriksaan USG Tiroid
Pemeriksaan foto thoraks
Pemeriksaan EKG
Pemeriksaan Ekokardiografi
17. Seorang anak perempuan umur 4 tahun 11 bulan datang ke poli anak dengan keluhan pembesaran klitoris. Kluitnya Nampak berwarna kehitaman, tidak ada keluhan muntah-muntah, Nampak bulu bulu halus daerah genitalnya. Anak ini kemungkinan menderita penyakit:
Kriptorkidismus
Hiperplasia adrenal kongenital
Mikropenis
Sindrom Klinefelter
Sindrom Turner
18. seorang perempuan berusia 13 tahun, dibawa ibunya kepuskesmas dengan keluhan anak sangat pendek. Prestasi belajar di sekolah baik, anak sering mengalami konstipasi. Pada pemeriksaan disik didapatkan TB 110 cm, BB 40 kg, wajah sembab. Pada pemeriksan usia tulang (bone age) sangat jauh dari usia kronologis. Anak ini termasuk golongan?
Obesitas endogen
Obesitas eksogen
Obesitas nutrisional
Obesitas primer
Obesitas tersier
19. kriteria obesitas pada anak berdasarkan antropometrik adalah sebagai berikut :
Bila BB > 80% dibandingkan BBI
Bila IMT >= persentil ke-85
Bila TLK triceps >persentil ke-80
Bila IMT >= persentil ke-95
Bila BB >85% dibandingkan BBI
20. Anak diatas kemungkinan mengalami pubertas:
Terlambat
Dini
Sentral
Prekoks
Normal
21. enzim-enzim yang berperan dalam pembentukan hormone-hormon korteks adrenal yang paling sering mengalami gangguan ?
18-hidrokilase
11B-hidrokilase
21 -hidrokilase
3B-OH steroid dehidrogenase
desmolase
22. masalah yang akan dihadapi anak pada kasus diatas bila tidak diobati adalah ?
tinggi akhirnya meningkat
tinggi akhirnya pendek
tinggi akhirnya normal
obesitas
pubertas terlambat
23. pubertas yang dialami pada kasus diatas adalah?
pubertas prekoks sentral
pubertas lambat
pubertas prekoks perifer
pubertas cepat
pubertas normal
24. pemeriksaan penunjang yang paling dibutuhkan pada kasus diatas adalah ?
darah rutin,urin rutin, feses rutin
darah rutin ,elektrolit darah ,foto toraks
darah rutin,urin rutin, foto toraks
elektrolit darah ,bone age tangan kiri ,analisis kromosom
elektrolit darah ,USG abdomen ,foto toraks
25. pubertas normal pada anak perempuan ,dimulai usia ?
8-13 tahun
8-14 tahun
8-15 tahun
9-14 tahun
9-15 tahun
26. pubertas normal pada anak laki-laki ,dimulai usia ?
8-13 tahun
8-14 tahun
8-15 tahun
9-14 tahun
9-15 tahun
27. ada 3 macam hormone yang dihasilkan dalam proses steroidogenesis kelenjar adrenal ,yaitu?
adrenalin ,kortisol, ,androstenedione
aldosteron,adrenalin , androstenedione
insulin,kortisol, adrenalin
aldosteron,kortisol, androstenedione
adrenalin, insulin ,kortisol
28. hormone tiroid sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan seorang anak pencegahan hipotiroid sejak lahir bisa dilakukan dengan cara skrining hipotiroid pengambilan sampel darah yang paling ideal untuk skrining hipotiroid,adalah?
mengambil sampel darah pada 24 jam pertama setelah lahir ditumit bayi
mengambil sampel darah pada, 24 sampai 48 jam pertama setelah lahir di tumit bayi
mengambil sampel darah pada 48 sampai 72jam pertama setelah lahir di tumit bayi
mengambil sampel darah pada 24 sampai 72 jam pertama setelah lahir di tumit bayi
mengambil sampel darah pada 72 jam pertama setelah lahir di tumit bayi
29. gejalah klinis pada kasus hipotiroid adalah?
wajah sembab dan kuat menetak
gemetar dan tidak tahan udara panas
jantung berdebar-debar dan malas makan
hiperaktif dan berat badan turun
hipotermi dan konstipasi
30. yang termasuk hormone dihasilkan oleh hypothalamus adalah ?
ACTH
FSH
LH
TSH
GnRH
31. pasien laki-laki usia 35 tahun dating dengan keluhan sering miksi dialami sejak 1 bulan yang lalu, gejala disertai sering makan dan haus. Dari pemeriksaan fisis didapatkan TD :130/80 mmHG, Nadi : 88x/menit dan suhu 37,2 Celcius.
Salah satu hormone yang dihasilkan oleh organ pancreas adalah
Insulin
TSH
FSH
Prolaktin
Growh Hormon
32. hormone yang dihasilkan oleh hipofisis anterior adalah kecuali
Hormone pertumbuhan
Hormone oksitosin
TSH
Prolaktin
FSH
33. hormone yang dihasilkan oleh organ reproduksi wanita ovarium adalah
Gastrin
HSG
Growth hormone
Estrogen
Renin
34. hormone yang dihasilkan kelenjar tiroid adalah
TSH
Estrogen
Progesterone
Epinefrin
Norepinefrin
35. kelainan yang terjadi akibat kelebihan reproduksi Growth hormone adalah
Gigantisme
Diabetes mellitus
Sindroma cushing
Dwarfism
Semua benar
36. hormone pengatur mineral tubuh yang direabsorbsi calcium kedalam tulang adalah
Calsitonin
Vitamin D3
Ion fosfat
Calcium
Semua Benar
37. seorang perempuan usia 35 tahun dating ke poliklinik dengan keluhan cepat lelah dan sering kencing. Keluhan disertai penurunan berat badan. Riwayat pernah melahirkan bayi dengan berat badan lahir lebih 4 kg dan ayah menderita penyakit kencing manis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 45 kg,tinggi badan 160 cm, tekanan darah 150/90 mmHg.
Kemungkinan hasil pemeriksaan laboratorium yang ditemukan pada pasien ini adalah
GDS 120 mg/dL
GDP 154 mg/dL
GD2PP 142 mg/dL
HbA1C 6,3 %
TTGO 198 mg/dL
38. seorang perempuan usia 35 tahun dating ke poliklinik dengan keluhan cepat lelah dan sering kencing. Keluhan disertai penurunan berat badan. Riwayat pernah melahirkan bayi dengan berat badan lahir lebih 4 kg dan ayah menderita penyakit kencing manis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 45 kg tinggi badan 160 cm, tekanan darah 150/90 mmHG.
Riwayat pernah melahirkan bayi dengan berat badan lahir lebih 4 kg menandakan bahwa pada saat hamil, ibu ini mengalami
DM tipe 1
DM tipe 2
DM Insipidus
DM Gestasional
DM tipe lain
39. seorang perempuan usia 35 tahun dating ke poliklinik dengan keluhan cepat lelah dan sering kencing. Keluhan disertai penurunan berat badan. Riwayat pernah melahirkan bayi dengan berat badan lahir lebih 4 kg dan ayah menderita penyakit kencing manis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 45 kg tinggi badan 160 cm, tekanan darah 150/90 mmHG.
Komplikasi mikrovaskular secara dini dapat ditemukan pada pasien tersebut jika pada pemeriksaan penunjang ditemukan :
Peningkatan kadar kreatinin
Peningkatan kadar ureum
Mikroalbuminuria
Proteinuria
Hematuria
40. dikatakan mikroalbuminuria jika :
< 20 mg/24 jam
< 30 mg/24 jam
> 30 mg/24 jam
>200 mg/24 jam
>300 mg/24 jam
41. Tujuan dilakukan tes saring yaitu untuk mendeteksi kasus DM sedini mungkin sehingga dapat dicegah terjadinya komplikasi kronik . Dibawah ini termasuk tes saring , kecuali
Tes urine
Tes carik celup
Glukosa darah sewaktu
Glukosa darah puasa
Glukosa darah 2 jam post prandial
42. Seorang wanita 35 tahun datang ke Polipenyakit dalam dengan keluhan kelelahan disertai dispnea dalam satu tahun terakhir . Pemeriksaan fisis : edema [ + ) di ekstremitas bawah Hasil laboratorum menunjukkan level TSH serum 10 mIU / L ( N = 4-5 m U / I ) dan T4 2 ug / dL ( N = 1-2 ug / dL ) . Kelainan pada sel apakah yang ditemukan pada wanita tersebut ?
Sel Basofil Hipofisis
Sel Pituisit Hipofisis
Sel Nerun Hipotalamus
Sel Tiroid
Sel Folikular tiroid
43. Seorang wanita 43 tahun masuk IRD dengan keluhan : kesulitan menelan disertai rasa penuh di leher anterior sejak seminggu terakhir . Riwayat ISPA ( + ) , satu bulan yang lalu . Pemeriksaan fisik , suhu 37,4°C , nadin74x / menit , pernapasan 16x / menitTensi 122/80 mmHg . Palpası pembesaran difus tiroid ( + ) , nyeri ( + ) . Hasil laboratorium menunjukkan peningkatan T4 dan TSH yang menurun , ( hasil Laboratorium dua bulan lalu ) . Hasil Lab T4 sekarang normal . Apakah diagnosis penyakit yang paling mungkin diderita pasien tersebut ?
Hashimoto thyroiditis
Medullary thyroid carcinoma
Subacute granulomatous thyroiditis
Toxic follicular adenoma
Toxic multinodular goiter
44. Seorang wanita 31 tahun mengeluhkan pembesaran pada leher ikut gerak menelan , nyeri ( - ) . Hasil laboratorium ; T4 serum 12 ug / dL dan tingkat TSH 0,4 mU / L . Nilai normal TSH adalah 0,3-5 U / ml , nilai normal free T4 adalah 08-28 ng / dL Apakah pathogenesis yang paling menunjukkan patogenesis penyakit pasien ini ?
Mutasi pada RET pro onkogen
Anti tiroid peroxidase
Antibodi Iradiasi pada leher pada waktu anak anak
Defisiensi lodium
Infeksi virus pada saluran napas atas
45. Seorang laki - laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan melihat ganda secara tiba - tiba pada mata kanan yang dialami sejak 1 minggu yang lalu , keluhan disertai rasa mengganjal , dan berair . Riwayat mengkonsumsi obat TFU sejak 6 bulan terakhir , riwayat merokok ( + ) . Dari pemeriksaan oftalmologi ditemukan VOD : 20/30 , VOS : 20/20 , proptosis ( - ) , segmen anterior dalam batas normal , pada posisi pandangan primer mata kanan mengalami esotropia ( tertarik ke arah nasal ) . Apakah patomekanisme yang terjadi pada pasien tersebut ?
Fibrosis M. rektus medialis
Pembesaran M.rektus lateralis
Fibrosis M. rektus inferior
Pembesaran M.rektus Superior
Palsi N.IV
46. Seorang laki - laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan melihat ganda pada mata kanan yang dialami sejak 1 minggu yang lalu , keluhan disertai rasa mengganjal dan berair . Pasien juga mengeluhkan rasa berdebar - debar , riwayat merokok ( + ) . Dari pemeriksaan fisik ditemukan clubbing finger ( + ) dan tampak benjolan pada leher . Dari pemeriksaan oftalmologi ditemukan VOD : 20/30 , VOS : 20/20 , proptosis ( - ) , segmen anterior dalam batas normal , pada posisi pandangan primer mata kanan mengalami hipotropia tertarik ke arah bawah ) . Apakah patomekanisme yang terjadi pada pasien tersebut ?
Fibrosis M. rektus medialis
Pembesaran M.rektus lateralis
Fibrosis M. rektus inferior
Pembesaran M.rektus Superior
Palsi N.IV
47. Seorang wanita berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kedua mata sering berair sejak 1 minggu yang lalu , keluhan disertai rasa mengganjal dan kadang - kadang merah Riwayat mengkonsumsi obat TFU sejak 6 bulan terakhir . Dari pemeriksaan oftalmologi ditemukan VODS : 20/20 . proptosis ( - ) , segmen anterior dalam batas normal . Apakah pemeriksaan fisik mata yang dapat dilakukan untuk menentukan penyebab keluhan tersebut ?
Eksoftalmometer Hertel
Gerakan Bola Mata
Menutup mata
Tekanan bola mata
Pemeriksaan pupil
48. Seorang wanita berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kedua mata merah yang melayani sejak 1 minggu yang lalu, keluhan yang disertai rasa mengganjal dan berair. Riwayat konsumsi obat TFU sejak 1 tahun terakhir. Dari pemeriksaan oftalmologi ditemukan VOD: 20/30, VoOS: 20/20, proptosis (-), lagoftalmus (+), segmen anterior VODS: konjungtiva hiperemis (+) detil lain dalam batas normal. Apakah edukasi yang dapat diberikan untuk mencegah komplikasi yang lebih berat?
Menggunakan salep mata terutama ketika tidur
Kompres mata dengan air dingin setiap hari.
Menggunakan artificial tears
Mengurangi konsumsi garam
Menghentikan merokok
49. Seorang laki-laki yang berusia 38 tahun merupakan pasien perawatan dibangsal penyakit saraf dibawa ke ICU dengan kesadaran sejak 1 hari lalu. Pasiensebelumnya mempunyai riwayat perawatan di RS akibat perdarahan Subarachnoid. Pada pemeriksaan derajat kesadaran didapatkan: pasien apatis, kejang dan oligouria. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan hiponatremia di serum, namun kadar natrium di urin meningkat. Apakah diagnosa paling tepat?
SIADH
Diabetes Insipidus
Cerebral wasting
Diabetes mellitus
Gagal Ginjal Akut
50. Seorang laki-laki yang berusia 28 tahun merupakan pasien perawatan dibangsal penyakit saraf dibawa ke ICU dengan kesadaran sejak 1 hari lalu. Pasien sebelumnya mempunyai riwayat perawatan di RS akibat perdarahan Subarachnoid. Pada pemeriksaan derajat kesadaran didapatkan: pasien apatis, kejang dan oligouria. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan hiponatremia di serum dan kadar natrium meningkat. Apakah patomekanisme utama keluhan tersebut?
Gangguan sekresi hormon aldosteron
Ketidaksesuaian sekresi hormon ADH
Gangguan sekresi hormon insulin
Gangguan sekresi hormon glukagon
Gangguan sekresi hormon tiroksin
51. seorang laki-laki berusia 38 tahun merupakan pasien perawatan dibangsal saraf dibawa masuk ke ICU dengan kesadaran menurun sejak 1 hari lalu. Pasien sebelumnya mempunyai Riwayat perawatan di RS akibat tumor kelenjar hipophysis . pada pemeriksaan derajat kesadarn didapatkan : Pasien apatis, polyuria dan dehidrasi berat. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan hipernstremil di serum, namun kadar natrium di urine menurun. Apakah patomekanisme utama keluhan tersebut.
ganguan sekresi hormone aldosterone
ganguan sekresi hormone ADH
ganguan sekresi hormone insulin
ganguan sekresi hormonn glucagon
ganguan sekresi hormone tiroksin
52. skrining untuk diagnosis diabetes melitus sebagai berikut, kecuali
usia > 45 tahun
hipertensi
pasien dengan penyakit kardiovaskuler
pernah dM selama hamil ( DM gestasional ) atau melahirkan bayi>4 kg
tidak ada kecuali
54. dalam metabolisme . glukosa memegang peranan penting sebagai penghasil energi. Proses perubahan glukosa menjadi asam piruvat disebut juga dengan
gluconeogenesis
glikolisis
gilikogenesis
lipogenesis
Beta oksidase
55. glukosa darah puasa meningkat pada DM tipe 2 akibat
Resistensi insulin meningkat
Sekresi insulin menurun
Sekresi insulin meningkat
Tidak ada resistensi insulin
Ridak ada yang benar
56. pengobatan DM tipe 1 dan DM tipe 2 sangat berbeda karena DM tipe 1 : pengobatannya tersebut dibawah kecuali
DM tipe 1 umumnya tidak memerlukan obat anti diabetes oal/tablet
Diet atau terapi nutrisi medik diperlukan
Memerlukan terapi insulin seumur hidup
Selain insulin perlu ditambahkan sulfonil urea mencegah koma
Pengobatan DM harus kombinasi
57. sel target merupakan sel yang memiliki reseptor yang sesuai dengan hormone tertentu. Aktivitas sel target tergantung pada beberapa factor yaitu.
Kadar hormone dalam darah , jumlah relative reseptor hormone pada sel target dan afanitas reseptor terhadap hormone
Kadar neurotransmitter dalam darah, jumlah relative reseptor hormone sel target dan afinitas reseptor terhadap hormone
Kadar hormone dalam darah , jumlah relative reseptor neurotransmitter pada sel target dan afinitas reseptor terhadap hormone
Kadar hormone dalam darah, jumlah relative reseptor hormone pada sel target dan afinitas reseptor terhadap neurotransmitter
Kadar hormone dalam darah, jumlah sel target dan afinitas reseptorterhadap hormone
58. nitrit oxide merupakan hormone yang bekaitan dengan reseptor membrane sel melalui second messenger berupa
cAMP
cGMP
fosfadinistol
kalsium
kaskade kinase
59. seorang laki-laki berusia 36 tahun merupakan pasien perawatan dibangsal saraf dibawa masuk ke ICU dengan kesadaran menurun sejak 1 hari lalu. Pasien sebelumnya mempunyai Riwayat perawatan di RS akibat tumor kelenjar hipophysis . pada pemeriksaan derajat kesadarn didapatkan : Pasien apatis, polyuria dan dehidrasi berat. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan hipernstremil di serum, namun kadar natrium di urine menurun. Apakah patomekanisme utama keluhan tersebut.
SIAD
Diabetes insipidus
Cerebral wasting
Diabetes melitus
Acute renal failure
60. klasifikasi diabetes melitus termasuk dibawah ini kecuali
Diabetes melitus tipe 2
Diabetes melitus tipe 1
Diabetes pregestasi
Diabetes tipe lain
Pengobatan DM harus kombinasi
61. Second messenger adalah senyawa yang berperan dalam transduksi sinyal terutama dibutuhkan oleh hormone yang bersifat..
Hidrofilik
Lipofilik
Amfipatik
Hidrofobia
Non-polar
62. Seorang perempuan 27 tahun dating berobat ke puskesmas dengan keluhan jantung berdebar, sulit tidur, perasaan panas dan BB menurun kurang lebih 10kg dalam 1 bulan terakhir. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan pasien sadar, kurus, tensi 150/90 mmHg, nadi 120X/menit regular, suhu 37,40C, mata menonjol terutama pada mata kiri, leher tampak pembesaran kelenjar tiroid difus dan tremor. Pasien terdiagnosis sebagai penyakit Graves’.
Patomekanisme yang mendasari penyakit ini adalah…
Infeksi
autoimun
Keganasan
Granulomatosa
hypoplasia
63. Seorang wanita sedang hamil trimester 1 datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan jantung berdebar dan pembesaran leher, hasil pem.lab menunjukkan FT4 4,5 ng/dl dan TSHs <0,05 IU/mL. dokter memberikan obat tirostatik yang aman untuk janin. Obat tersebut adalah…
Propranolol
PTU
Karbimazol
Metimazol
Penghambat transport iodide
64. Seorang wanita 25 tahun dating ke puskesmas karena pembesaran pada leher yang dapat terlihat jelas dari jarak 4 meter. Wanita tersebut juga mengeluhkan cepat capek dan haidnya tidak teratur. Pada pemeriksan fisis didapatkan pembesaran tiroid yang diffuse, tidak nyeri, T: 120/80 mmHg, N: 58X/menit, P: 24X/menit, S: 36,70C axiler. Hasil laborotorium dari lab swasta darah rutin: normal, TSHs 9,0 uIU/mL (normal: 0,27-4,2 uIU/mL) sebelum hasil pemeriksaan laborotorium lain ada, maka dugaan kuat kemungkinan pasien tersebut adalah…
Tiroiditis hashimoto
Tiroiditis supuratif akut
Penyakit graves’
Hipotiroid sekunder
Multinofular toksik
65. Seorang perempuan 55 tahun dating ke poliklinik dengan keluhan benjolan di leher sejak 2 tahun. Tidak ada suara parau dan kesulitan menelan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan massa ukuran 2X2X1 cm pada tiroid kanan yang bergerak saat menelan. Dengan konsistensi padat, batas tegas, permukaan rata, tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening leher. Hasil laborotorium : TSHs 2,5 uIU/L; FT4 41,3 ng/dL. Langkah selanjutnya untuk menegakkan diagnosis pada pasien ini adalah…
USG tiroid dan biopsy aspirasi jarum halus
MRI tiroid dan biopsy aspirasi jarum halus
MRI tiroid dan biopsy jarum halus
Sidik tiroid dan biopsy eksisi
UGS tiroid dan biopsy eksisi
66. Seorang perempuan berusia 35 tahun bekerja sebagai karyawan bank swasta, mengeluhkan kelemahan otot kedua kaki dan tangannya serta mudah munculnya memar di kulit padahal pasien tidak mengalami trauma sebelumnya. Selain itu, pasien juga mengeluhkan berat badan yang semakin meningkat dan perut yang membuncit dengan pola makan pasien yang tidak berubah disbanding sebelumnya. Keluhan ini dirasakan sejak 3 bulan terakhir. Pasien tidak pernah mengalami sakit sebelumnya dan tidak ada konsumsi obat-obatan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan: pasien kompomentis, TD 130/80, nadi 84 kali/menit. Pernapasan 20 kali/menit, suhu 36,50C, facial plethora, obesitas sentral, striae merah keunguan pada kulit perut dan pemeriksaan fisik lain normal. Pada dua kali pemeriksaan kadar kortisol saliva larut malam didapatkan hasil 230 ng/dl dan 245 ng/dl (normal <145 ng/dl). Diagnosis pasien yang paling mungkin adalah…
Hiperaldosteron primer
Penyakit cushing
Sindrom cushing
Hiperaldosteron sekunder
Insufisiensi adrenal
67. Seorang perempuan 32 tahun dibawa keluarganya kenIGD karena mengalami penurunan kesadaran sejak 3 jam yang lalu. Sejak 3 hari sebelumnya pasien mengalami diare sampai 10X/hari. Sekitar 7 hari yang lalu pasien mengalami batuk berdahak, sesak, dan demam. Sebelumnya pasien sudah didiagnosis penyakit Graves’ namun tidak minum obat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran somnolen, TD 130/90 mmHg, frekuensi nasi 142X/menit, frekuensi napas 28X/menit, suhu 39,80C dan teraba struma difus. Pemeriksaan thoraks didapatkan ronkhi basah di paru kanan atas. Hasil laborotorium menunjukkan Hb 10 g/dL, leukosit 16.000/uL, TSH <0,001 IU/mL (normal : 0,27-4,2 uIU/mL) , FT4 7,4 ng/dL (normal : 0,93-1,70 ng/dL).
Diagnosis penderita ini:
Tirotoksikosis
Krisis tirotoxikosis
Mixedeme coma
Hipotiroid
Hipertiroid
68. 62. Seorang perempuan 30 tahun dibawa keluarganya ke IGD karena mengalami penurunan kesadaran sejak 5 jam yang lalu. Sejak 3 hari sebelumnya pasien mengalami diare sampai 10X/hari disertai keluhan batuk berdahak, sesak, dan demam. Sebelumnya pasien sudah didiagnosis penyakit Graves’ namun tidak minum obat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran somnolen, TD 130/90 mmHg, frekuensi nasi 142X/menit, frekuensi napas 28X/menit, suhu 39,80C dan teraba struma difus. Pemeriksaan thoraks didapatkan ronkhi basah di paru kanan atas. Hasil laborotorium menunjukkan Hb 10 g/dL, leukosit 16.000/uL, TSH <0,001 IU/mL (normal : 0,27-4,2 uIU/mL) , FT4 7,4 ng/dL (normal : 0,93-1,70 ng/dL).
Terapi farmakologi yang harus diberikan pada pasien ini adalah…
Metimazol, propranolol, injeksi dexametason, antibiotic
Metimazol, solution lugol, injeksi dexamethasone, antibiotic
Propilitourasil, metimazol, solution lugol, injeksi dexamethasone, antibiotic
Propilitourasil, solution lugol, propranolol, injeksi dexamethasone, antibiotic
Propilitourasil dan metimazol, propranolol, injeksi dexamethasone, antibiotic
69. Seorang wanita 28 tahun dating ke klinik dengan keluhan tremor, banyak berkeringat, jantung berdebar kencang, penurunan BB yang dialami sekitar 3 bulan ini. Dari pemeriksaan fisik dijumpai struma di region colli dan dijumpai bruit. Hasil pemeriksaan laborotorium menunjukkan Hb 13 g/dl, leukosit 4000/uL, LED 30 mm/jam. Free T4 2,2 ng/dL (normal 0,71-1,8 ng/dl), TSH 0,3 mU/L (normal 0,4-5 mU/L). hasil pemeriksaan RAIU (Radioactive Iodine Uptake) scan menunjukkan peningkatan uptake yang homogen dan diffuse. Diagnose yang tepat pada pasien ini adalah…
Multinodular goiter
Graves’s disease
Thyroiditis actue
Thyroiditis subacute
Thyroiditis hashimoto
70. Seorang perempuan berusia 56 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan sakit kepala sejak 1 minggu terakhir. Riwayat menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Pemeriksaan laboratorium ditemukan glukosa urine (+), GDS 250 mg/dL, trigliserida 230 mg/dL, kolesterol total 215 mg/dL, kolesterol HDL 150 mg/dL, kolesterol LDL 150 mg/dL. Apakah edukasi gizi yang tepat?
Kurangi karbohidrat sederhana dan lemak tidak jenuh
Kurangi karbohidrat sederhana dan lemak jenuh
Kurangi karbohidrat kompleks dan lemak tidak jenuh
Perbanyak konsumsi serat dan lemak jenuh
Perbanyak konsumsi serat dan karbohidrat sederhana
71. Seorang laki-laki berusia 55 tahun datang ke praktek dokter umum untuk melakukan pemeriksaan kesehatan umum. Dari anamnesis didapatkan pasien perokok, dengan riwayat DM tipe 2 dan menderita serangan jantung 3 bulan yang lalu. Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil kolesterol total 250 mg/dl, kol-HDL 35 md/dl, kol-LDL 150 mg/dl dan trigliserida 325 mg/dl. Berapakah target kol-LDL pada pasien ini?
< 160 mg/dl
< 130 mg/dl
< 120 mg/dl
< 100 mg/dl
< 70 mg/dl
72. Seorang laki-laki berusia 55 tahun datang ke praktek dokter umum untuk melakukan pemeriksaan kesehatan umum. Dari anamnesis didapatkan pasien perokok, dengan riwayat DM tipe 2 dan menderita serangan jantung 3 bulan yang lalu. Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil kolesterol total 250 mg/dl, kol-HDL 35 md/dl, kol-LDL 150 mg/dl dan trigliserida 325 mg/dl.Apakah terapi yang tepat untuk tatalaksana dyslipidemia pada pasien ini?
Intervensi gaya hidup, control kembali profil lipid 3 bulan kemudian
Intervensi gaya hidup, hipolipidemik golongan fibrat
Intervensi gaya hidup, pemberian hipolipidemik golongan statin
Intervensi gaya hidup, pemberian hipolipidemik golongan statin dan fibrat
Intervensi gaya hidup, pemberian hipolipidemik ezetimibe dan golongan fibrat
73. Pembentukan deposit kristal monosodium urat pada hiperurisemia dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya…
Usia
jenis kelamin
PH tinge
suhu panas
kurangnya gerakan sendi
74. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan kegemukan. Dari anamnesis pasien mempunyai pola makan yang berlebih tanoa aktivitas fisik yang memadai, pasien tidak merokok, tanpa riwayat diabetes mellitus dan hipertensu. Pada pemeriksaan fisis didapatkan TD 120/90 mmHg, TB 160 cm dan BB 110 kg. Pemeriksaan fisis yang lain dalam batasan normal. Tatalaksana yang tepat pada pasien ini adalah…
Diet dan olahraga
Diet dan olahraga + 1 jenis obat penurun berat badan
Diet dan olahraga + 2 jenis obat penurun berat badan
Diet dan olahraga + 2 jenis obat penurun berat badan + prosedur bedah
Prosedur bedah
75. Seorang perempuan berusia 75 tahun datang ke dokter praktek dengan keluhan nyeri pinggang bawah sejak 1 bulan terakhir. Nyeri dirasakan menjalar ke depan dan kadang disertai rasa kembung dan mual. Pasien juga merasa dirinya bertambah pendek dan terbukti pada pemeriksaan fisik didapatkan penurunan tinggi badan sekitar 3 cm. Pada pemeriksaan foto polos lumbosacral didapatkan adanya fraktur kompresi L4-S1 dan terdapat penipisan massa tulang di daerah trabecular. Apakah diagnosis yang tepat kelainan pada kasus di atas?
Osteoporosis sekunder
Osteoporosis primer tipe I
Osteoporosis primer tipe II
Spondilosis lumbalis
Spondyloarthropathy
76. Seorang laki-laki berusia 76 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri panggul depan yang bertambah bila digerakkan sejak jatuh terpeleset di kamar mandi sekitar 1 jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan di daerah panggul bagian kanan depan dan ROM yang terbatas. Pada pemeriksaan radiologis didapatkan fraktur columna femoralis.
Apa penyakit yang mendasari terjadinya patah tulang pada kasus di atas?
Osteoporosis sekunder
Osteoporosis primer tipe I
Osteoporosis primer tipe II
Spondilosis lumbalis
Spondyloarthropathy
77. Seorang wanita usia 65 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan nyeri pinggang. Keluhan terutama dirasakan bila banyak duduk dan menjalar sampai ke kaki. Pasien sudah 10 tahun berhenti menstruasi. Pada pemeriksaan rontgen lumbosacral didapatkan adanya fraktur kompresi vertebra L5-L6. Apa penyebab terjadinya kelainan di atas?
Terjadi penurunan aktivitas osteoklas akibat penurunan sekresi growth hormone
Terjadi penurunan turn over massa tulang akibat peningkatan kadar estrogen
Terjadi peningkatan aktivitas osteoklas akibat penurunan kadar estrogen
Terjadi penurunan resorpsi tulang akibat penurunan kadar estrogen
Terjadi peningkatan absorpsi kalsium di usus akibat penurunan kadar estrogen
78. Seorang wanita berusia 52 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kaki sering kram sejak 2 minggu yang lalu. Pasien menjalani operasi pemotongan lambung 1 bulan yang lalu karena ada tumor. Pada pemeriksaan fisik didapatkan Trosseau’s sign positif. Diagnosis yang tepat pada pasien ini?
Hiperkalsemia
Hipokalsemia
Dyslipidemia
Diabetes neuropathy
Hiperurisemia
79. Sel parenkim pada zona retikularis cortex adrenal yang memiliki inti relative besar dan pucat, disebut…
Dark cell
light cell
alfa cell
delta cell
beta cell
80. Seorang wanita berusia 28 tahun memiliki riwayat hipertensi yang sulit terkontrol. la didiagnosis hipertensi saat berusia 26 tahun. Regimen pengobatan saat ini labetalol 2 x 1000, lisinopril 1x40 mg, klonidin 3x0.15 mg, dan amlodipin 1x5 mg. Pada pemeriksaan fisik tampak sakit ringan, compos mentis. Tekanan darah 168/100 mmHg. frekuensi nadi 84 denyut/menit, regular, frekuensi pernapasan 20x/menit, suhu 36,5. Pemeriksaan jantung dan paru dalam batas normal. Pada ekstremktas akral hangat dan tidak ada edema. Tidak ada gambaran hirsutisme, maldistribusi lemak, atau abnormalitas pada organ genitalia. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar kalium 2,8 meq/dL dan kadar bikarbonat 32 meq/dL, glukosa darah puasa adalah 114 mg / dL. Apakah diagnosis yang mungkin pada pasien ini?
Hiperplasia adrenal kongenital
Fibromuscular dysplasia
Sindrom cushing
Sindroma conn
Feokromositoma
81. Seorang wanita usia 30 tahun masuk ke UGD rumah sakit karena lemah badan, nafsu makan turun dan disertai tanda tanda hipoglikemia, pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien sadar,hiperpigmentasi pada kulit dan dari pemeriksaan fisik lainnya dan pemeriksaan penunjang, dokter juga mendiagnosis sebagai Addison’s Disease, berikut ini adalah klinis yang didapatkan pada Addison’s Disease?
Alkalosis
Hiperkalemia
Berat badan naik
Kadar natrium serum tinggi
Hipertensi sistemik berat
82. Seorang wnita 32 tahun masuk UGD rs tipe A di rujuk dari RSU daerah karena kesadaran menurun, yang dialami sejak 2 jam sebelum masuk RSUD, sebelumnya pasien mengeluh nyeri perut yang hebet , pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda dehidrasi, hipotensi, hasil laboratorium: Hiponatremia, hipoglikemia,hiperkalemia, tset metirapon menunjukkan produksi cortisol sangat rendah, CT scan abdomen: Calsifikasi pada kedua adrenal, ,aka diagnosis kasus ini adalah?
Krisis Adrenal
Mixedema coma
Katoasidosis
Koma Hipoglikemia
Sepsis
83. Seorang perempuan 58 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan lemas disertai berat badan yang meningkat 5kg dalam 2 bulan terakhir. Psien juga mengeluh sering mengantuk, malas bergerak dan buang air besar jarang. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg; frekuensi nadi 60x/menit, reguler,isi cukup, frekuensi nafas 20x/menit, bising usu menurun. Hasil laboratorium: darah perifer lengkap normal, kolesterol totoal 250mg/dL : LD 160mh/dL: HDL 30mg/dL : Trigliserida 209 mg/dL: TSH 6,5 ulU/mL; Ft4 1,2 ng/dL. Pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk menentukan etiologi kasus ini adalah?
Triiodotyronine uptake
Tes stimulasi TSH
Tiroglobulin
Anti-TPO
Kalsitonin
84. Penyebab tersering dari defisiensi hormone paratiroid adalah
Kerusakan autoimun pada kelenjar paratiroid
Kelainan kongenital
Rendahnya kadar magnesium dalam darah
Post operasi pada leher dimana semua jaringan kelenjar paratiroid diangkat
Rangkaian pengobatan radioterapi kanker
85. Pemeriksaan fisi yang dilakukan untuk menilai manifestasi klinis hipokalsemia. Dengan melakukan ketokan ringan pada daerah wajah nervus fasialis yang kemudian menyebabkan kontraksi dari otot-otot wajah adalah?
Erb’s Sign
Chvostek’s Sign
Trousseau’s Sign
Peroneal’s Sign
Carpopedal’s Sign
86. Kelainan pada hasil pemeriksaan laboratorium yang dapat ditemukan pada pasien hiperparatiroid adalah?
Kadar ion kalsium serum rendah
Kadar PTH rendah atau tidak ada
Pasien hipokalsemia tapi kadar PTH dalam interval normal
Kadar fosfat serum tinggi
Fosfatase alkali meningkat
87. Tanda dan gejala yang utama dari hiperparatiroidisme adalah
Nefrolitiasis yang rekuean, dan gambaran klasik kelainan tulang berupa osteitis fibrosakistik, dengan manifestasi klinis nyeri pada tulang dan kadang terjadi fraktur patologis
Disfungsi kognitif ringan seperti masalah konsentrasi dan memori
Depresi ringan
Kelelahan
Mual, muntah dan nyeri perut yang hebat
88. Hipersekresi hormon paratiroid pada hiperparatiroidisme sekunder merupakan respon terhadpa kondisi di bawah ini. KECUALI ?
Meningkatkan kdar kalsium terionisasi dalam darah
Kekurangan produksi vitamin D
Hiperfosfatemia
Penurunan kadar kalsium darah
Penyakit gagal ginjal
89. Berikut ini yang paling tepat tentang farmakodinamik insulin yaitu ?
Mengatur kadar glukosa darah di sel
Mengatur kadar glukosa darah di hepar
Mengatur kadat glukosa darah di otot,hepar,dan sel
Mengatur kadar glukosa darah di adiposa, hepar dan otot
Mengetur kadar glukosa darah di adiposa,otot dan sel
90. Seorang wanita 55 tahun menggunakan antidiabetik oral mengelami efek samping kenaikan berat badan dan hipoglikemi. Golongan antidiabetic oral yang menyebabkan efek samping utama tersebut di atas adalah ?
Sulfonilure
Biguanid
Penghambat enzim alfa glikosidase
Megitlinid
Penghambat DPP-4
91. Berikut adalah kombinasi antidiabetik oral yang tidak boleh diberikan bersamaan karena memiliki kerja yang sama adalah
Sulfonilurea + Metformin
Sulfonilurea + Meglitinid
Insulin + Sulfonilurea
Metformin + Glibenklamid
Sulfonilurea + Biguanid
92. Obat anti diabetik oral yang paling kecil kemungkinannya menyebabkan hipoglikemia adalah ?
Sulfonilurea
Biguanid
Metformin
Megitlinid
Glipizid
93. Seorang peremppuan berusia 38 tahun, G5P4A0 datang ke puskesmas dengan keterangan saat ini hamil 30 minggu. Dri anamnesis diketahui ibu pernah menderita DM sejak kehamilan anak pertama dan ada riwayat keluarga menderita DM. Pada pemeriksaan fisik berat badan dan tinggi badan didapatakn IMT 40. Berdasarkan skenario diatas maka perempuan tersebut tergolong resiko ?
Resiko sangat rendah DMG
Resiko rendah DMG
Resiko sedang DMG
Resiko tinggi DMG
Resiko sangat tinggi DMG
94. Seorang perempuan berusia 35 tahun, G4P3A0, datang ke puskesmas dengan keluhan gerakan janin berkurang, keluhan ini dirasakan sejak 3 hari terakhir. Dari anamnesis ibu menderita Dm gestasional. Pada pemeriksaan fisik DJJ (-). Dari skenario diatas komplikasi pada janin dengan DMG adalah?
Intra uterine growth restriction
Kematian janin dalam rahim
Respiratory distress syndrome
Ketoasidosis diabetic
Hipoglikemia janin
95. Seorang perempuan berusia 30 tahun, G2P0A1 usia kehamilan 40 minggu datang ke IGD dengan keluhan sakit perut tembus kebelakang disertai pelepasan darah bercampur lendir, keluhan ini dirasakan sejak beberapa jam yang lalu. Dari anamnesis ibu menyatakan ada riwayat keluarga menderita DM. Pada pemeriksaan fisik TBJ : 4600, HIS 4x/10menit lamanua 40 detik. DJJ 120 kali/menit. Pemeriksaan dalam pembykaan 8cm, hodge 1 terdorong. Daris kenario diatas rencana tindakan adalah ?
Rencana PPN
Induksi persalinan
Akselerasi persalinan
Vakum
Seksio sesarea
96. Seorang perempuan berusia 35 tahun. Datang ke poliklinik dengan keluhan haid tidak teratur (oligo sampai Amenorea), riwayat menikah sudah 5 tahun dan belum di karuniai anak. Pada pemeriksaan fisis terdaat air susu dari payudaranya. Berdasarkan skenario tersebut gangguan haid terjadi karena ?
FSH meningkat
LH menurun
FSH menurun
LH,FSH meningkat
LH,FSH menurun
97. Seorang perempuan 29 tahun datang dengan kondisi keluhan fase luteal memendek, penurunan libido, dan infertilitas. Pada pemeriksaan laboratorium : kadar prolactin 55ug/L. Berdasarkan menifestasi klinis dan hasil laboratorium tersebut maka pasien ini termasuk dalam kategori ?
Peningkatan prolaktin berat
Peningktan prolaktn sedang
Peningktan prolaktin ringan
Prolaktin normal
Penurunan prolaktin
98. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke klinik dokter keluarga dengan keluhan berat badan yang bertambah sejak 4 bulan terakhir. Tidak ada riwayat hipertensi dan DM. Riwayat sering makan junk food dan makan cemilan. Pemeriksaanfisik dalam batas normal. Pemeriksaan antropometri didapatkan IMT 26 kg/m2, lingkar pinggang 78 cm. PemeriksaanGDP didapatkan 104 mg/dL, trigliserida 130 mg/dL, koleterol HDL 45 mg.dL. Apakah diagnosis yang tepat?
Obesitas
Obesitas sentral
Sindrom metabolik
Diabetes mellitus tipe 2
Dislipidemia
99. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke klinik dokter keluarga dengan keluhan berat badan yang bertambah sejak 4 bulan terakhir. Tidak ada riwayat hipertensi dan DM. Riwayat sering makan junk food dan makan cemilan. Pemeriksaanfisik dalam batas normal. Pemeriksaan antropometri didapatkan IMT 26 kg/m2, lingkarpinggang 78 cm. PemeriksaanGDP didapatkan 104 mg/dL, trigliserida 130 mg/dL, koleterol HDL 45 mg.dL. Apakah penatalaksanaan yang tepatdilakukan?
Diet rendah kalori dan olahraga
Diet rendah kalori dan obat penurun BB
Diet tinggi serat dan olahraga
Minum obat penurun BB dan olahraga
Liposuction dan olahraga
100. Seorang laki-laki berusia 37 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan berat badan yang bertambah sejak 1 tahun terakhir. Riwayat sering makan junk food dan makan cemilan serta malas olahraga. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg, denyut nadi 80x/menit, frekuensi napas 18x/menit, suhu 37oc. Pemeriksanaan antropometri didapat IMT 31 kg/m2, Lingkar pinggang 110 cm. Dokter menyarankan untuk diet dan olahraga. Berapa banyak konsumsi serat yang di anjurkan
10 gram per 1000 kkal
12 gram per 1000 kkal
14 gram per 1000 kkal
12 gram per 1500 kkal
14 gram per 1500 kkal
53. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan keram- keram dan kesemutan pada ke dua tungkai sejak 1 bulan yang lalu. Keluhan disertai dengan sering kencing dan cepat haus. Riwayat menderita DM tipe 2 sejak 10 tahun lalu. Pada pemeriksaan neurologis pasien tidak dapat berjalan dengan baik diatas tumit, hasil pemeriksaan EMNG sudah terdapat penurunan hantaran saraf perifer. Apakah diagnosa paling tepat?
Neuropati DM derajat N1a
Neuropati DM derajat N2b
Neuropati DM derajat N1b
Neuropati DM derajat N2a
Neuropati DM derajat N3
