WorksheetsSastra Kelas XI
Total questions: 100
Worksheet time: 51mins
Bahasa Melayu merupakan linga franca di Kepulauan Nusantara yang berarti berperan sebagai ….
Bahasa negara
Bahasa resmi
Bahasa pergaulan
Bahasa nasional
Bahasa internasional
Bahasa indonesia ditetapkan sebagai Bahasa nasional ppada ….
2 Mei 1908
28 Oktober 1928
17 Agustus 1945
18 Agustus 1945
18 Agustus 1972
Bahasa Indonesia telah mengalami banyak perbedaan dengan bbahasa Melayu. Selain pengaruh dari Bahasa lain, penyebabnya ….
Pengaruh politik
Pengaruh asing
Perubahan waktu yang cepat
Kreativitas penggunanya
Pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah
Penggunaan Bahasa secara bergantian oleh para dwibahasawan akan menimbulkan ….
Kontak Bahasa
Percampuran bahasa
Konflik Bahasa
Kesetaraan Bahasa
Keberagaman Bahasa
Kota Jakarta di mana penduduknya bertambah terus menjadi kota yang terpadat.
Pengaruh Bahasa Asing pada kalimat tersebut terdapat pada aspek ….
Kosakata
Ragam Bahasa
Struktur kebahasaan
Pengimbuhan
Pemajemukan
Teks asli sumpah pemuda yang ketiga berbunyi ….
Kami poetra dan poetri Indonesia menjoenjeong Bahasa Indonesia, bahasa persatoean
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoei Bahasa persatoen, Bahasa Indonesia
Kami poetra dan poetri Indonesia menjoengdjoeng tinggi persatuan, Bahasa Indonesia
Kami poetra dan poetri Indonesia menjoendjoeng Bahasa persatoean , Bahasa Indonesia
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe Bahasa persatoen, Bahasa Indonesia
Berikut yang bukan merupakan penyebab Bahasa Melayu diangkat dan dijunjung tinggi menjadi bbahasa persatuan Indonesia adalah ….
Bahasa melayu bersifat demokratis
Bahasa Melayu mudah dipelajari
Bahasa melayu tidak mengenal tingkatan
Bahasa Melayu adalah lingua franca di Nusantara
Bahasa Melayu merupakan perpaduan dari semua Bahasa Daerah
Salah satu fungsi Bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai Bahasa negara adalah ….
Menjadi sarana di dalam mempelajari Bahasa lain
Menjadi alat perhubungan dalam pergaulan sehari-hari
Sebagai alat untuk menjalankan administrasi negara.
Sebagai alat untuk mempelajari naskah-naskah kuno
Sebagai alat manusia untuk mengolah dan menampilkan rasa estetisnya.
Pak Arif Mulianti menggunakan Bahasa Indonesia saat memimpin upacara bendera pada hari Senin, 28 september 2020. Dengan demikian, Pak Arif Mulianti menggunakan Bahasa Indonesia dalam fungsinya sebagai ….
Bahasa resmi
Bahasa baku
Bahasa nasional
Bahasa negara
Bahasa persatuan
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.
Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik
Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks diatas adalah...
upeti dan hatta
upeti, hatta, dan nujum
raja, elok, dan nujum
elok dan nujum
upeti, putri, dan nujum
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
kemustahilan
kesaktian
istana sentris
anonim
bahasa
Maka diberi oleh perempuan itu segala bekal-bekal itu. Setelah sudah maka dibawanyalah perempuan itu diseberangkan oleh Bedawi itu. Syahdan maka pura-pura diperdalamnya air itu, supaya dikata oleh si bungkuk air itu dalam.
Sumber teks: http://abdsyawal.blogspot.co.id/
Kata yang digarisbawahi pada penggalan hikayat di atas menggunakan majas...
antonomasia
alegori
perumpamaan
simile
metafora
Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"
Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...
kemudian
lalu
maka
setelah itu
selanjutnya
Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.
“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.
“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.
Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...
metafora
alegori
antonomasia
personifikasi
simile
Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.
Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”
Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)
Karakteristik sastra Melayu Klasik yang paling dominan dalam hikayat di atas adalah ... .
tema
latar
sudut pandang
tokoh
alur
Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.
Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”
Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)
Hal utama yang diceritakan dalam hikayat di atas adalah ... .
Dua ekor burung yang berbuat baik kepada seekor kura-kura
Kura-kura yang celaka akibat tidak patuh pada kesepakatan
Kecerdikan dua ekor burung dalam memindahkan kura-kura
Kekaguman orang-orang kepada kura-kura yang diterbangkan dua ekor burung
Persahabatan antara burang dan kura-kura
Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.
Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”
Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)
Nilai moral yang terdapat dalam hikayat di atas adalah ... .
Saling menolong terutama pada musim kemarau
Menjalin kerja sama merupakan kunci dari persahabatan
Mencari siasat dalam melakukan suatu pekerjaan
Manjalin persahabatan dengan siapa pun.
Pentingnya menaati kesepakatan agar tidak celaka
Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskin pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.
Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …
Tubuhnya digerogoti penyakit
Buruknya pelayanan rumah sakit
Susahnya menjadi orang miskin
Banyak bangsal yang kosong
Tidak mendapat fasilitas gratis
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.
Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ….
Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimanapun juga.
Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu.
Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.
Jangan lupa diri bila menguasai bahasa orang
Jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain.
Bila ada yang bertanya , siapa makhluk paling kikir di kampung itu, tidak akan ada yang menyanggah bahwa perempuan ringkih yang punggungnya telah melengkung serupa sabut kelapa itulah jawabannya. Semula ia hanya dipanggil Banun. Namun, lantaran sifat kikirnya dari tahun ke tahun semakin mengakar; pada sebuah pergunjingan yang penuh kedengkian, seseorang menambahkan kata kikir di belakang nama ringkas itu, hingga ia ternobat sebagai Banun Kikir. Konon, hingga riwayat ini disiarkan, belum ada yang sanggup menumbangkan rekor kekikiran Banun.
Pernyataan yang sesuai dengan teks cerpen di atas adalah …
Banun menobatkan diri sebagai orang kikir
Predikat Banun Kikir didasari kedengkian
Banun tidak pernah tahu rekor kikir itu
Banun tidaklah kikir tetapi hemat
Tidak ada yang pernah bertanya tentang Banun
Hikayat termasuk ke dalam jenis teks ....
narasi
prosedur
laporan
eksposisi
deskripsi
Manakah yang bukan termasuk karakteristik hikayat?
kemustahilan
kesaktian tokoh-tokohnya
anonim
keunikan
menggunakan alur berbingkai/ cerita berbingkai.
Ciri bahasa yang dominan pada hikayat adalah ...
menggunakan bahasa Melayu
banyak menggunakan konjungsi pada awal kalimat
mengandung nilai-nilai kehidupan
menggunakan bahasa yang sukar dipahami
diceritakan secara lisan sehingga tidak diketahui penulisnya
Hikayat banyak menggunakan kata arkais. Yang dimaksud kata arkais adalah ....
kata-kata baku
kata-kata Melayu yang sudah jarang digunakan
kata-kata yang sudah jarang digunakan
kata-kata resapan dari bahasa asing
kata-kata yang tidak terdapat di kamus
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …
Basmilah jika melihat kejahatan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Hendaklah menolong orang dalam kesulitan
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
Salah satu karakteristik hikayat adalah menggunakan alur berbingkai. Yang dimaksud alur berbingkai adalah ...
alur maju
alur mundur
alur yang di dalamnya terdapat cerita yang lain
alur campuran
alur yang membahas tokoh lain
Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.
Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ….
pemberani
baik budi
sombong
setia
kasar
”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”
”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”
(Hikayat Kalilah dan Dimnah)
mendahulukan kepentingan umum
menghormati orang lain
menegur orang dengan bahasa yang sopan
menolong orang yang sedang menderita
membantu orang yang sedang bersedih hati
Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu.
Nilai yang terdapat pada penggalan tersebut adalah ….
sosial
moral
budaya
agama
pendidikan
Perhatikan teks puisi berikut!
Doa
Tuhan. Beri aku kekuatan
Menguasai diri sendiri, kesunyian
dan keserakahan. Beri aku petunjuk selalu
untuk memilih jalan-Mu, keridoan-Mu,
Amiin
Puisi di atas menggambarkan ...
Keinginan seseorang untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan.
Seseorang yang merasa dirinya tidak dekat dengan Tuhan.
Seseorang yang ingin menjauhkan diri dari kesunyian.
Keinginan seseorang untuk bertobat.
Seseorang yang menyesal karena dirinya sudah jauh dari Tuhan.
Perhatikan teks puisi berikut!
Doa
Tuhan. Beri aku kekuatan
Menguasai diri sendiri, kesunyian
dan keserakahan. Beri aku petunjuk selalu
untuk memilih jalan-Mu, keridoan-Mu,
Amiin
Berikut ini adalah pesan yang tersirat dalam puisi “Doa” di atas, kecuali ...
Manusia hendaknya selalu berdoa kepada Tuhan.
Manusia hendaknya senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan.
Menusia harus selalu mohon petunjuk kepada Tuhan agar diberi jalan yang benar.
Manusia hendaknya senantiasa mengharap rido Tuhan.
Manusia hendaknya selalu memohon kekuatan agar bisa mengalahkan apa saja.
Bacalah puisi berikut!
Menyesal
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di pagi hari
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta
Ah, apa guna kusesalkan
Menyesal tua tiada berguna
Hanya menambah luka sukma
Kepada yang muda ku harapkan
Atur barisan di pagi hari
Menuju ke atas padang bakti!
(A. Hasjmi, Puisi Baru, STA)
Amanat yang sesuai dengan puisi di atas adalah ...
Atur barisan menuju cita-cita selagi muda.
Selagi muda carilah harta sebanyak-banyaknya.
Selagi muda tututlah ilmu dan bekerja keraslah.
Walaupun sudah tua tuntutlah ilmu.
Tuntutlah ilmu dan carilah harta.
Bacalah puisi berikut!
Karangan Bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi
Tema kutipan puisi di atas adalah ....
kesengsaraan
kesusahan
kebimbangan
keberanian
kesedihan
Bacalah kutipan puisi berikut!
Di pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
Makna kutipan puisi di atas adalah ...
Aku mengetuk pintu dan tidak bisa berpaling.
Aku tidak dapat menghindar setelah mengetuk pintu.
Hanya kepada-Mu, Tuhan, manusia berserah diri.
Aku kembali dan takkan pergi lagi.
Setelah mengetuk pintu, aku tidak bisa pergi lagi.
Puisi berasal dari bahasa Yunani yaitu...
poetri
poesis
poesi
puosi
Puisi yaitu suatu karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan si penyair dengan cara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dalam pengonsentrasian sebuah struktur fisik dan struktur batinnya. Adalah pengertian puisi dari ...
Herman J. Waluyo
Herbert Spencer
Taufik Ismail
W.S. Rendra
Menurut KBBI, Puisi adalah ...
suatu karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan si penyair dengan cara imajinatif dan disusun dengan mengonse-ntrasikan semua kekuatan bahasa dalam pengonsentrasian sebuah struktur fisik dan struktur batinnya.
suatu bentuk pengucapan gagasan yang sifatnya emosional dengan mempertimbangkan suatu keindahan.
Ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait
adalah karya sastra yang mengandung ungkapan dan perasaan penyair dengan memerhatikan rima, irama, gaya bahasa dan diksi
Perhatikan penggalan puisi berikut!
Sajak putih
Karya : Chairil Anwar
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Diksi yang ditumbulkan dari kata “warna pelangi” dalam puisi tersebut adalah....
gambaran hati seoarang pemuda yang sedang senang
pada sore hari
bola matanya yang indah
indahnya menjalani kehidupan
mengagumi wanita yang dicintai
Perpisahan
Akhirnya peluit pun dibunyikan
Buat penghabisan kali kugenggam jarimu
Lewat celah kaca jendela
Lalu perlahan-lahan jarak antar kita
Mengembang jua
Dan tinggallah rel-rel, peron dan lampu
Yang menggigil di angin senja
Baris ke-6 puisi tersebut menggunakan majas....
Metafora
Litotes
Personifikasi
Eufemisme
Andai esok tak ada lagi mentari
Arah langkah terhenti seketika
Langit berubah warna kelabu
....
Bunga-bunga mendadak layu
Kalimat bermajas yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang puisi tersebut adalah....
Gerimis pun mulai reda lagi.
Embun pagi berhenti menyapa.
Tanpa lentera akan gelap sekali.
Pembawa berita bercerita.
Kalimat yang menggunakan majas hiperbola adalah ....
Dewi malam bersembunyi dibalik awan
Pena menari-nari diatas kertas
Kecantikan gadis itu laksana malaikat tanpa sayap
Harimau mengaung memecahkan keheningan malam
....
Seperti hatiku yang merasa sunyi
Di tengah hiruk pikuk kota ini
Majas pada kutipan puisi di atas adalah ....
antitesis
paradoks
metafora
hipperbola
Lihatlah semua tua-muda, miskin- kaya
berpadu dalam kemeriahan kota
Majas yang tampak pada baris pertama puisi tersebut adalah ...
paradoks
personifikasi
antitesis
pleonasme
Kalimat berikut memakai majas hiperbola, kecuali ....
Anak itu nakal sekali, setan pun takut padanya
Hampir saja jantungku copot gara-gara perbuatanmu
Ia mati kelaparan di tengah-tengah kekayaan yang melimpah
Suara Sri membela angkasa
Ia setiap hari membanting tulang untuk kleuarganya
Bacalah puisi dibawah ini!
Saat dedaunan mulai memanggilmu.
Tersenyum manis kala bersentuhan dengan alam.
Yang tak akan bosan menyapamu.
Awan pun akan menangis merindukan hadirmu.
Majas yang terkandung dalam puisi diatas adalah……
Majas hiperbola.
Majas personifikasi.
Majas pararelisme.
Majas metonimia
Majas perumpamaan.
Sore ini ibu memasak ayam lima ekor.
Majas yang terkandung pada kalimat di atas adalah
paradoks
metafora
sinekdoke pars prototo
sinekdoke totem proparte
sebentar lagi matahari akan tenggelam
malam akan tiba
cicak-cicak berbunyi di tembok
dan rembulan berlayar
Suasana dalam penggalan puisi ...
keheningan dalam suasana sore
penuh semangat berlatar dermaga
sore yang menyedihkan dalam pelayaran
malam mencekam terdengar suara cicak
akulah si paling buruk rupa
di antara para kekasih dunia
namun syukurku tak tertahankan
ketika dapat ikut menyuburkan
taman bunga di beranda
(Ahmadun Yosi Herfanda)
Majas pada baris pertama puisi di atas adalah ...
pleonasme
sarkasme
ironi
litotes
sedang aku cukup tumbuh
dari daun-daun gugur
(D.Zawawi Imron)
Majas pada baris kedua adalah ...
metafora
pleonasme
personifikasi
ironi
Hatiku merasa sunyi di tengah hiruk pikuk kota ini
Majas pada kutipan puisi di atas adalah ....
antitesis
paradoks
metafora
hipperbola
tua-muda, kaya-miskin turut hadir dalam kemeriahan
Majas yang tampak pada baris puisi tersebut adalah ...
paradoks
personifikasi
antitesis
pleonasme
"Wajahnya selalu bersinar terang bagaikan bulan purnama" merupakan contoh majas....
Asosiasi
Personifikasi
Metafora
Metonimia
Ironi
Memang salahku.
Buaya darat kepercayai.
Memang tak bisa dipungkiri melati kini telah ternodai.
Memang salahku.
Kepercayai bonglon itu.
Dan tak kusangka dia berpindah warna.
Jenis majas yang ada dalam puisi diatas adalah?
Majas Simbolik
Majas Metafora
Majas Simile
Majas Repetisi
Majas Alegori
Kalimat yang menggunakan majas metafora adalah….
Pena menari-nari di atas kertas.
Dewi malam bersembunyi di balik awan.
Halilintar bersahut-sahutan ditengah derasnya hujan.
Harimau mengaung memecahkan keheningan malam
Sinta naik honda ke sekolah
Ungkapan (berupa kata, frase, atau kalimat) yang bentuknya sama dengan ungkapan lain, tetapi maknanya berbeda adalah ...
Homofon
Homonim
Homograf
Hiponim
Berikut ini pasangan kata yang merupakan homofon adalah ...
Massa - Masa
Teras - Teras
Sedan - Sedan
Rock - Rok
Berikut ini kata-kata yang memiliki homograf dengan kata-kata yang lain adalah ...
Serang
Apel
Tang
Memerah
Ungkapan (biasanya berupaka kata, atau dapat juga frase atau kalimat) yang maknanya dianggap merupakan bagian dari makna suatu ungkapan lain adalah ...
Kohiponim
Meronim
Hipernim
Hiponim
Persamaan kata atau kata-kata yang maknanya kurang lebih sama dengan makna kata yang lain adalah ...
Antonim
Hiponim
Sinonim
Homonim
Yang merupakan contoh kata berantonim adalah ...
Petang - Senja
Tarik - Ulur
Sejuk - Segar
Gerah - Panas
Buku ini terlalu mahal untuk diabaikan karena merupakan buku kedua yang memberi fokus perhatian terhadap Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Buku pertama ditulis oleh I putu Gede Ari Suta, salah satu ketua BPPN yang lebih menonjolkan aspek wacana ketimbang kritik atas perjalanan penyehatan perbankan. Pada kutipan tersebut, dasar penilaian resensator terhadap buku yang diresensinya dilakuka dengan cara…
Menyudutkan hasil karya tersebut dengan karya lain
Mengindentifikasi dari segi bahasa
Menganalisis tema
Membandingkan dengan karya lain
Mengungkapkan segala permasalahan
Judul buku : Mengetuk Cinta-Mu
Penulis : Asma Nadia, dkk.
Penerbit : Senayan Abadi Publishing, Jakarta 2003
Jumlah hlm : 168
Buku ini pernah mendapat penghargaan dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional karena dinilai sebagai roman terbaik pada tahun 2003. Roman ini bercerita tentang cinta suci antara orang tua dan anak, antarsesama manusia, cinta manusia terhadap Tuhannya, juga terhadap alam.
Unsur resensi yang terdapat pada kutipan tersebut adalah…
Jenis dan simpulan
Jenis buku dan penilaian
Identitas buku
Identitas dan penilaian
Identitas dan jenis buku
Kumpulan kolom dalam buku ini sekali pun tidak bersifat menggurui, memberi pelajaran cukup berarti bagi para intelektual. Buku ini membuka mata para pembaca bahwa seorang intelektual dengan segala kepandaian dan keahliannya pun tidak bisa menyatu, paling tidak kaum intelektual punya kepedulian terhadap masyarakatnya.Penggalan resensi di atas mengungkapkan…
Kelemahan buku
Keunggulan buku
Garis besar isi buku
Isi buku
Penilaian buku
Terlepas dari berbagai ketidak sempurnaannya, harus diakui bahwa buku pertama seorang “yogi" buku ini merupakan karya yang memikat. Bahkan cara dan gaya
pengungkapannya, dalam kadar tertentu, telah memberikan sentuhan sastra yang
cukup enak dinikmati. Kita menantikan karya berikutnya.
Sumber: Majalah Matabaca, Agustus 2002. Pernyataan yang tepat pada bagian penutup resensi tersebut adalah...
Penutup resensi buku tersebut sangat tepat
Pada bagian penutup resensi buku seharusnya mengajak untuk membaca buku karena sangat bermanfaat
Pada bagian penutup resensi buku seharusnya mengajak pembaca untuk memikirkan dan merenungkan
Pada bagian penutup resensi buku seharusnya memberikan informasi atau pemahaman
Pada bagian penutup resensi buku seharusnya berisi uraian tentang buku
Judul : Riwayat Nabi Daud (Raja Adil Bijaksana, Nabi yang Mulia)
Pengarang : Ismail Pamungkas
Penerbit : PT Remaja Rosdakarya, Bandung
Tahun : 1995
Setelah dibaca, ternyata buku tersebut menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Kalimat resensi yang tepat untuk menggambarkannya adalah…
Isi buku ini bercerita tentang keadilan dan kebijaksanaan Nabi Daud
Bahasa yang digunakan dalam buku ini mudah dipahami dan komunikatif.
Selain menarik, kelebihan buku ini juga dilengkapi dengan gambar
Kekurangan cerita ini hanya terletak pada kisahnya yang terlalu singkat
Cerita dalam buku ini sangat menarik, dapat membuat kita seolah-olah hadir pada masa nabi terdahulu
Novel karya Armijn Pane dengan tebal 150 halaman ini mempunyai sejarah yang menggemparkan. Cerita ini pernah ditolak oleh Balai Pustaka, ramai dipuji dan dicela. Akan tetapi, akhirnya tak urung menjadi salah satu novel klasik modern Indonesia yang harus dibaca oleh orang terpelajar Indonesia. Kalimat resensi yang sesuai dengan isi kutipan tersebut adalah ....
Identitas buku adalah karya Armijn Pane dan tebal 150 halaman
Dia seorang pengarang yang sering mendapat penghargaan
Buku ini sangat baik dibaca oleh pelajar Indonesia
Novel ini menceritakan cerita klasik Indonesia, tetapi modern
Keunggulan buku ini terlihat dalam bahasa dan cara penyajian cerita
Tujuan dari resensi novel adalah ….
Memberikan informasi kepada khalayak akan kehadiran sesuatu buku
Mensugesti khalayak agar membaca buku-buku yang lain
Memberitahu khalayak manfaat dari membaca buku
Menyebar kekurangan dari suatu buku
Memaksa khalayak untuk membaca buku
Berikut merupakan kalimat yang mengungkapkan kalimat yang mengungkapkan kelemahan buku….
Buku ini sangat menarik, banyak sekali gambar-gambar yang menarik. Cerita yang disampaikan mudah untuk dimengerti.
Penulis sangat enjoy menggunakan kata-kata yang digunakan dalam membuat novel sehingga memberi kesan tidak menggurui
Kemunculan buku ini telah memperkaya pengetahuan bisnis khususnya untuk para pembisnis.
Kekuatan novel ini tidak hanya dari covernya saja yang menarik, isi perlembar dari novel ini pun sangat menarik sehingga orang yang membacanya tidak mudah bosan
Sayang sekali banyak sekali kata-kata yang sulit sehingga para pembaca sulit mengartikan kata.
Perhatikan penggalan resensi di bawah ini!
Judul noveL : Lelaki Tua dan Laut/The Old Man and The Sea
Pengarang/Penerjemah: Ernest Hemingway/ Sapardi Djoko Damono
Penerbit : PT Dunia Pustaka
Di sisi lain, untaian kata-kata Hemingway mengalir, mengayun membuai, menghempas membuat pengalaman tersendiri pada pembaca persis seperti gerakan ombak laut. Dengan kemampuannya, pembaca tanpa dipaksa seolah-olah sedang berhadapan dengan teror hiu yang ingin menguasai tangkapan ikan.
Kalimat resensi yang tepat untuk menyatakan keunggulan novel tersebut adalah ...
Sedikit sekali penulis yang berani mengangkat ide cerita dari kaum pinggiran seperti nelayan. Namun, Hemingway berani mengangkatnya menjadi sebuah cerita yang penuh ketegangan ditinjau dari kekuatan bahasanya.
Penulis agak lambat menciptakan ketegangan-ketegangan dalam cerita. Pembaca menjadi kurang bergairah karena setting yang disuguhkan terlalu monoton, yaitu laut dan laut.
Penulis agak lambat menciptakan ketegangan-ketegangan dalam cerita. Pembaca menjadi kurang bergairah karena setting yang disuguhkan terlalu monoton, yaitu laut dan laut.
Bahasa dan cara penuturan Hemingway pada novel ini sangat melompat-lompat persis alunan ombak laut yang mengguncang-guncang perahu.
Meskipun buku ini banyak dibaca orang, terlihat banyak kekurangan tentang kebiasaan di laut yang mungkin Hemingway sendiri dapat merasakannya.
Novel karya Armijn Pane dengan tebal 150 halaman ini mempunyai sejarah yang menggemparkan. Cerita ini pernah ditolak oleh Balai Pustaka, ramai dipuji dan dicela. Akan tetapi, akhirnya tak urung menjadi salah satu novel klasik modern Indonesia yang harus dibaca oleh orang terpelajar Indonesia.
Identitas buku adalah karya Armijn Pane dan tebal 150 halaman.
Dia seorang pengarang yang sering mendapat penghargaan.
Buku ini sangat baik dibaca oleh para pelajar Indonesia.
Novel ini menceritakan cerita klasik Indonesia, tetapi modern.
Keunggulan buku ini terlihat dalam bahasa dan cara penyajian ceritanya.
Bacalah resensi berikut!
Buku ini merupakan kumpulan 67 kisah pendek yang mengungkap refleksi kehidupan sosial politik Indonesia tentang penyadaran makna nilai-nilai keutamaan budi, kearifan, dan kebajikan dalam lingkaran kekuasaan yang banyak menyimpan konflik. Secara keseluruhan, buku ini banyak dinikmati pembaca karena banyak mengangkat hal yang berkenaan dengan sosok masyarakat kecil dalam kehidupan yang sesungguhnya. Dengan demikian, kisah yang diungkapkan serasa hadir di tengah-tengah pembaca, hidup, dan dapat dirasakan.
Pernyataan yang merujuk pada keunggulan buku dalam kutipan resensi di atas adalah ....
Peristiwa dalam cerita mengungkap refleksi kehidupan sosial politik Indonesia.
Cerita ini mengungkap penyadaran makna nilai-nilai kehidupan.
Penyajian cerita serasa hidup dan dapat dirasakan sebagai kehidupan nyata.
Pengarang mengungkap kunci-kunci analisis dalam filsafat dan ilmiah.
Buku tersebut mengungkap peran metodologi yang dipakai dalam bagian buku.
Perhatikan teks berikut!
Dari Sang Gadis Pemburu Senja
Judul Buku : Supernova, Petir
Penulis : Dee
Penerbit : Akur, Desember, 2004
Tebal Buku : 201 halaman
Bagian resensi di atas termasuk ....
latar belakang kepengarangan
ikhtisar cerita
identitas buku
keunggulan/kelemahan buku
kesimpulan
Manakah kata yang penulisannya baku?
atlet
atlit
Manakah kata yang baku?
enggak
tidak
Manakah kata yang baku?
goa
gua
Manakah kata yang penulisannya baku?
bus
bis
Pilihlah kata yang penulisannya baku!
efektiv
efektif
Pilihlah kata yang penulisannya baku
adzan
azan
Pilihlah kata yang penulisannya baku!
miliar
milyar
Manakah kata yang baku?
Jenderal
Jendral
Manakah kata yang baku?
permukiman
pemukiman
Manakah kata yang baku?
apotek
apotik
Pilihlah kata yang baku penulisannya!
pascagempa
paskagempa
pasca gempa
paska gempa
Manakah kata yang penulisannya baku?
cabe
cabai
Sekedar atau sekadar
Sekadar
Sekedar
Kwalitas atau Kualitas
Kwalitas
Kualitas
Praktik atau Praktek
Praktek
Praktik
Genre Sastra di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu . . . .
Puisi dan Prosa
Puisi dan Cerpen
Prosa dan Novel
Cerpen dan Novel
Novel dan Drama
Ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait disebut . . . .
Puisi
Prosa
Cerpen
Novel
Drama
Piring tak retak, nasi tak dingin
Tuan tak hendak, kami tak ingin
Karya sastra di atas termasuk jenis . . . .
Karmina
Seloka
Pantun
Gurindam
Talibun
Simaklah puisi berikut ini !
Buah duku buah durian
.....
Sengang hati dapat undian
Semperti mimpi di siang hari
Sampiran yang tepat untuk mengisi bagian yang rumpang pada puisi tersebut adalah....
Buah pepaya buah duku
Buah manggis buah rambutan
Buah srikaya buah kenari
Buah kecapi buah kenari
Buah pepaya buah durian
Salah satu Penyair yang terkenal pada masa angkatan 45 adalah ...
Chairil Anwar
Asrul Sani
W.S. Rendra
Sanusi Pane
J.E. Tatengkeng
Bacalah teks pantun di bawah ini!
Kalau hendak mencari telaga
Pergilah Anda tanpa menunggu
Kalau hendak mencari surga
...
isi yang tepat untuk pantun tersebut adalah...
jangan lupa selalu berdoa
bersujudlah di bawah telapak kaki ibu
selalu kita bersedekah
hormatilah gurumu
berterima kasih kepada ibumu
Bacalah teks pantun di bawah ini!
Kalau hendak mencari telaga
Pergilah Anda tanpa menunggu
Kalau hendak mencari surga
...
isi yang tepat untuk pantun tersebut adalah...
jangan lupa selalu berdoa
bersujudlah di bawah telapak kaki ibu
selalu kita bersedekah
hormatilah gurumu
berterima kasih kepada ibumu
Bacalah teks pantun di bawah ini!
Kalau hendak mencari telaga
Pergilah Anda tanpa menunggu
Kalau hendak mencari surga
...
isi yang tepat untuk pantun tersebut adalah...
jangan lupa selalu berdoa
bersujudlah di bawah telapak kaki ibu
selalu kita bersedekah
hormatilah gurumu
berterima kasih kepada ibumu
Kata serapan yang penulisannya telah sesuai dengan EYD adalah ...
tehnologi, modern, industri
teknologi, moderen, industry
tehnologi, moderen, industry
teknologi, modern, industri
teknologi, moderen, industri
jenis tokoh dalam karya sastra yang mempunyai sifat jahat disebut dengan istilah...
Protagonis
Baik
Antagonis
Tokoh utama
Berikut ini adalah unsur-unsur intrinsik cerpen, kecuali ...
Amanat
Plot
Tema
Nilai
Latar
