NEW
Font size
WorksheetsULANGAN HARIAN CERITA FABEL
Total questions: 15
Worksheet time: 1hrs 10mins
Fabel merupakan salah satu teks narasi yang menceritakan tentang kehidupan binatang yang menggambarkan budi pekerti manusia dan memiliki nilai moral. Dari pernyataan tersebut, fabel bersifat ....
nonfiksi
kenyataan
berdasarkan peristiwa
fiksi
Jenis fabel memiliki ciri cerita yang sangat pendek, temanya sederhana, isinya biasanya berupa petuah atau nasihat, dan memiliki sifat hewani yang sangat lekat (tidak mengenakan pakaian, dan latar tempat habitat aslinya) disebut fabel ...
tradisional/alami
modern
fiksi ilmiah
nonfiksi
Akhirnya, induk Domba berhasil menyelamatkan anak-anak Domba dari cengkraman Si Serigala jahat. Serigala itu tewas karena kerakusannya.
Pernyataan di atas sering digunakan pengarang pada tahap ...
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Berikut ini pernyataan yang tepat untuk digunakan pada bagian klimaks dalam sebuah fabel adalah ....
Cici akhirnya mengetahui ternyata neneknya dimangsa oleh si Kucing yang jahat. Ia berniat membalas dendam
Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici si Cicak bersama dengan neneknya
Cici si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja, baik di dalam maupun di luar sarangnya.
Akhirnya, kedua binatang salig bermusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan
Siang hari itu suasana di hutan sangat terik. Tempat tinggal si Kancil, Gajah, dan lainnya seakan terbakar. Kancil kehausan. Dia berjalan-jalan mencari air.
Pernyataan di atas adalah termasuk ke dalam tahap ....
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Merasa dipermainkan, Beruang pun marah dan berkata, “Awas kamu, Cing! Tidak akan kumaafkan! Beruang pun turun dengan menjatuhkan dirinya sambil tetap memeluk pohon. Oleh karena itu, sampai sekarang jika Kucing buang kotoran, ia akan membuat lubang dan menutupnya kembali. Hal itu dilakukan agar kotorannya tidak dimakan Beruang. Sementara itu, Beruang bisa memanjat pohon, tetapi ketika turun ia akan memerosotkan badannya ke bawah.
Karakter tokoh Beruang pada kutipan fabel tersebut adalah....
Pendendam
Penyayang
Pemaaf
Mempermainkan
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Setelah itu, Raja Kera melompat ke seberang sungai, berenang dengan susah payah. Dicarinya seutas akar yang menjulai ke pohon kayu. Ujung akarnya dibawa ke seberang kembali. Maksudnya hendak dibuat jembatan untuk rakyatnya. Tetapi malang, akar itu tidak sampai. Kurang sedikit lagi. Dengan tidak pikir panjang diikatnya kakinya sebelah, kemudian ia bergantung pada batang kayu.
Pesan moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah...
Tidak ada akar anggota badan pun berguna bagi rakyat yang dipimpinnya
Melakukan sesuatu harus dengan perhitungan yang matang supaya selamat
Seorang pemimpin harus mau membuat jembatan untuk rakyatnya sehingga berhasil
Seorang pemimpin harus memikirkan nasib rakyatnya dalam keadaan bahaya sekalipun
Dari balik tanah, muncullah seekor semut. Dengan sombongnya, ia berkata, "Hai Kepompong. Lihatlah aku. Aku terlindungi dari badai kemarin, tidak seperti kau yang ada di atas tanah."
Watak Semut dalam cerita adalah ....
baik hati
peduli
sombong
suka mengejek
"Tolong, tolong! Aku terjebak di lumpur hidup. Tolong!" teriak Si Semut.
Teks tersebut termasuk jenis kalimat ....
perintah
tidak langsung
langsung
larangan
Si Kupu-kupu akhirnya menolong Si Semut. Semut pun selamat. Ia berjanji tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan.
Amanat dalam teks tersebut adalah....
Janganlah mudah memaafkan kesalahan orang
Tolong-menolonglah dalam keburukan
Janganlah menghina ciptaan Tuhan
Balaslah keburukan dengan kebaikan
Dihutan belantara hiduplah seekor Singa. Namanya Bonda. Dia sangat jarang keluar dan bermain bersama binatang lainnya. Si singa melakukan hal ini karena kawatir jika dia lapar dan tidak bisa mengendalikan diri jadinya memakan temannya sendiri. Setiap hari Bonda bermain sendiri. Mencari makan pun dia selalu pergi jauh dari tempat dia tinggal supaya tidak memangsa temannya. Setiap hari dia merasa sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.
Perbaikan untuk kesalahan penggunaan kata di pada kutipan fabel tersebut adalah ....
Di hutan – kahwatir
Dihutan – ketakutan
di hutan – Ketakutan
Di hutan – khawatir
Cermati cerita fabel berikut.
Kancil Sang Penakluk
Di sebuah hutan belantara hiduplah seekor harimau yang sangat ganas. Suatu hari sang harimau ganas itu membuat janji bahwa dia tidak akan berburu binatang hutan. Sebagai gantinya harus ada binatang di sekelilingnya yang suka rela menjadi mangsanya.
Pada hari pertama setelah peraturan itu diberlakukan datanglah seekor kancil. Sambil terengah-engah kancil itu minta maaf kepada sang harimau yang ganas itu.
“Maaf sang raja, saya baru datang. Diperjalanan menuju ke tempat ini, seekor singa tiba-tiba memburu saya.” kata si kancil.
Lalu harimau yang tengah lapar itu semakin ganas dan langsung bertanya, “Manakah singa yang mengejarmu? Akan kuhabisi dia sekarang juga, karena dia sudah meghambat santapan siangku.”
“Ya sang raja, dia bersembunyi di dalam sumur itu.”
Harimau masuk ke dalam sumur dengan maksud membunuh singa dan dia terperangkap.
Akhirnya, binatang-binatang itu menjadi lega. Berkat kecerdikan kancil sang harimau yang ganas itu masuk ke dalam sumur dan tidak ada lagi pemangsa di hutan itu.
Dari teks fabel di atas kesimpulan yang tepat adalah ....
Harimau sang raja hutan yang membuat janji tidak mau lagi berburu dan mengharuskan binatang lain menjadi santapannya, dan kancil yang cerdik dapat mengalahkan harimau.
Harimau yang tertipu dan masuk ke dalam sumur.
Kancil yang cerdik dan harimau yang pendek akal sehingga kalah.
Harimau yang malas mencari mangsa dikalahkan oleh kanci yang cerdik.
(a) monyet tertidur karena kekenyangan dan akhirnya siput menang.
(b) monyet yang sombong mengejek siput karena jalannya lambat dan tidak bisa melompat.
(c) siput menantang monyet lomba lari. Lalu, monyet tertawa dengan hebatnya.
(d) monyet berpikir dia pasti jadi pemenangnya.
(e) di tengah perjalanan, monyet yang serakah melihat pohon pisang yang lebat dan berpikir lebih baik makan dulu sambil menunggu siput yang jalannya lambat.
Urutan yang tepat untuk cerita fabel di atas adalah ....
C, B, E, D, A
B, D, C, E, A
B, C, D, E, A
C, B, D, E, A
Penulisan kalimat langsung yang benar pada kutipan fabel adalah...
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong!” Teriak si Semut.
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong!” teriak si Semut.
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong! Teriak si Semut.”
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong! teriak si Semut.”
BURUNG GAGAK YANG HAUS" Pada suatu hari yang panas, seekor burung gagak kehausan, terbang di atas ladang untuk mencari air. Lama sekali ia terbang untuk mencari air, tetapi tidak menemukannya. Tiba-tiba ia melihat sebuah tempayan air di bawah sana. Ia pun terbang ke bawah untuk melihat kalau-kalau ada air di dalamnya.ia senang karena dapat melihat air di dalam tempayan itu. Kemudian, gagak itu berusaha memasukkan kepalanya ke dalam tempayan. Sayang, leher tempayan itu terlalu sempit untuk kepalanya. Gagak berusaha untuk menggulingkan tempayan itu agar airnya mengalir. Namun, tempayan itu terlalu berat baginya.Gagak itu lalu berpikir keras sebentar. Ketika menengok ke kanan dan ke kiri, ia melihat beberapa kerikil. Tiba-tiba terlintas dalam pikirannya gagasan yang bagus. Ia pun mulai memunguti kerikil itu satu demi satu, lalu memasukan setiap kerikil itu ke dalam tempayan. Semakin banyak kerikil yang dimasukkan, air pun naik. Oleh karena itu, burung gagak itu bisa meminum air dari tempayan tersebut...
Untuk apa gagak memunguti kerikil?
untuk melempari tempayan agar pecah.
untuk melempari mangsanya.
untuk dimasukkan ke dalam tempayan.
untuk dimasukkan ke dalam mulutnya.
