wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ujian Akhir Semester Manajemen Logistik

Total questions: 50

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.
Bagaimana solusi dalam menghadapi permasalahan pada meningkatnya biaya pendistribusian logistik?
a)
A.    Meningkatkan pengelolaan terhadap manajemen armada agar bisa menjadi semakin lebih baik
b)
B.    Memastikan segala informasi distribusi dapat lebih transparan terhadap para pelanggan
c)
C.    Memanfaatkan teknologi IT
d)
D.    Memastikan perawatan dan kesehatan dari setiap armada logistik
e)
E.    Semua benar
2.
Berikut adalah tahapan pendistrubusian obat pada Instalasi Farmasi RS yang tepat adalah…
a)
A.    Pengiriman –Penyimpanan – Pengambilan –Pemisahan Obat dan/ atau Bahan Obat –Pengemasan – Pengiriman
b)
B.    Penyimpanan – Pengiriman- Pengambilan – Pemisahan Obat dan/ atau BahanObat – Pengemasan – Pengiriman
c)
C.    Pengambilan – Penyimpanan – Pengiriman – Pemisahan Obat dan/ atau BahanObat – Pengemasan – Pengiriman
d)
D.    Penerimaan – Penyimpanan – Pemisahan Obat dan/atau bahan Obat – Pengambilan – Pengemasan – Pengiriman
e)
E.    Pengiriman – Penyimpanan – Pengambilan – Pemisahan Obat dan/ atau Bahan Obat – Pengiriman – Pengemasan
3.
Di bawah ini yang termasuk konsep pendistribusian logistik secara sentralisasi yang kurang tepat adalah…
a)
A.    Pengadaan barang dilakukan dalam partai besar
b)
B.    Dilakukan oleh satu unit logistik
c)
C.    Banyak unit logistik membawahi banyak unit kerja
d)
D.    Tidak bisa dilakukan dengan waktu mendesak
e)
E.    Tidak memerlukan SDM yang banyak
4.
Pengadaan barang-barang logistik yang dilakukan oleh satu unit logistik yang diberikan kewenangan untuk mengadakan barang-barang kebutuhan semua unit-unit kerja dalam suatu organisasi. Kalimat berikut merupakan pengertian dari…
a)
A.    Desentralisasi
b)
B.    Netralisasi
c)
C.    Sentralisasi
d)
D.    Urbanisasi
e)
E.    Revitalisasi
5.
Di bawah ini termasuk konsep pendistribusian logistik secara desentralisasi yang benar adalah, kecuali…
a)
A.    Pengadaan barang dapat dilakukan secara efisien
b)
B.    Overhead cost yang relatif besar
c)
C.    Meminimalisasi barang yang tidak terpakai
d)
D.    Terdapat standarisasi barang
e)
E.    Dapat dilakukan spesifikasi barang
6.
Berikut ini yang merupakan kelemahan floor stock, kecuali…
a)
A.    Kemungkinan salah member resep ataupun dosis obat
b)
B.    Penyimpanan yang tidak sesuai menjadikan kualitas obat turun
c)
C.    Kerusakan dan pencurian obat meningkat
d)
D.    Mengurangi kebutuhan Sumber Daya Manusia untuk pelayanan ini
e)
E.    Perawat memerlukan banyak waktu untuk mengelola obat
7.
Pada tahapan pendistribusian logistik, apa tahapan selanjutnya setelah dokumen selesai diperiksa?
a)
A.    Panitia penerima barang membutuhkan tanda tangannya sesuai dengan tanggal pada saat barang tersebut diterima.
b)
B.    Panitia melakukan pengecekan secara cermat terhadap jenis barang apakah sudah sesuai dengan kontrak baik jenis spesifikasi dan jumlahnya.
c)
C.    Panitia melakukan pengecekan kelengkapan dokumen pengiriman seperti nama, rekaan, tanggal pengiriman, jenis, jumlah, harga barang, dan lain sebagainya.
d)
D.    Panitia melakukan pengecekan apakah pengiriman telah melampaui batas waktu sesuai dengan batas waktu yang tertera dalam kontrak.
e)
E.    Barang didistribusikan ke puskesmas, puskesmas akan mendistribusikan ke unit jaringannya sesuai dengan kebutuhan.
8.
Pendistribusian sediaan farmasi di rumah sakit, terbagi menjadi 4 macam cara, kecuali…
a)
A.    Sistem pendistribusian lengkap di ruangan (floor stock)
b)
B.    Sistem Resep Perorangan
c)
C.    Sistem Unit Dosis
d)
D.    Sistem Kombinasi
e)
E.    Sistem resep obat
9.
Dalam melakukan proses pengadaan petugas logistik non medis di rumah sakit melakukan kegiatan-kegiatan berikut, kecuali...
a)
A.    Perencanaan Pengadaan logistik
b)
B.    Penganggaran Kebutuhan logistik non medis
c)
C.    Pelaksanaan kebutuhan logistik non medis
d)
D.    Pengadaan logistik non medis
e)
E.    Pengendalian logistik non medis
10.
Beberapa tahap dalam pencatatan logistik non medis di rumah sakit yang dimaksudkan untuk mengendalikan tiap jenis logistik non medis agar tidak terjadi kesalahan baik jumlah, jenis logistik non medis saat masuk maupun keluar dari gudang yaitu, kecuali…
a)
A.    Buku dan formulir bukti pencatatan penerimaan barang
b)
B.    Buku dan kartu stock barang
c)
C.    Formulir permohonan barang
d)
D.    Formulir permintaan pembelian
e)
E.    Surat order pembelian/pemesanan barang
11.
Berikut peraturan yang mengatur tentang logistik kesehatan, kecuali…
a)
A.    Permenkes Nomor 72 Tahun 2016
b)
B.    Permenkes Nomor 3 Tahun 2020
c)
C.    Permenkes Nomor 8 Tahun 2019
d)
D.    Permenkes Nomor 62 Tahun 2017
e)
E.    Permenkes Nomor 74 Tahun 2016
12.
Langkah yang membedakan pengelolaan logstik bahan medis dan bahan non medis adalah pada tahapan…
a)
A.    Persiapan
b)
B.    Pelaksanaan
c)
C.    Penyimpanan
d)
D.    Pendistribusian
e)
E.    Pemeliharaan
13.
Persyaratan pengoperasian mencakup seluruh aspek yang berhubungan dengan pengoperasian peralatan yang terdiri dari…
a)
A.    Sumber daya manusia
b)
B.    Kelengkapan alat/aksesoris
c)
C.    Bahan operasional
d)
D.    Sarana pendukung
e)
E.    Semua benar
14.
Berikut persediaan barang farmasi yang memerlukan biaya rutin besar adalah kecuali…
a)
A.    Persediaan obat
b)
B.    Persediaan bahan makanan
c)
C.    Persediaan bahan kimia
d)
D.    Persediaan gas medik
e)
E.    Peralatan Kesehatan
15.
Sistem informasi logistic melibatkan beberapa faktor, faktor yang mengatur kontak awal dengan konsumen pada saat pendataan dengan konsumen pada saat pendataan dan penempatan produk sehingga ketersedian barang terjamin merupakan faktor…
a)
A.    Internal
b)
B.    Eksternal
c)
C.    Sistem manajemen order
d)
D.    Sistem manajemen transportasi
e)
E.    Sistem pengoperasian internal
16.
Beberapa instalasi farmasi kabupaten/kota sudah terlebih dahulu mengembangkan sistem informasi manajemen logistik berbasis elektronik, sehingga bridging atau integrasi antar sistem terkait dengan data obat dan perbekalan serta format laporan-laporannya juga perlu dipersiapkan, antara lain…
a)
A.    Penggunaan standar data obat dan BMHP, format output yang baku
b)
B.    Penggunaan standar data obat dan BMHP, format input yang baku
c)
C.    Format input yang baku, masukan data keuangan
d)
D.    Pemasukan sediaan farmasi, keuangan, dan pencatatan
e)
E.    Standarisasi manajemen, keuangan dan format input yang baku
17.
Sistem informasi manajemen merupakan sistem operasional yang melaksanakan berbagai ragam fungsi untuk menghasilkan output yang berguna bagi pelaksana operasi dan manajemen organisasi yang bersangkutan. Yang tidak termasuk Output dari sistem informasi adalah…
a)
A.    Dokumen transaksi
b)
B.    Laporan yang direncanakan sebelumnya
c)
C.    Dialog manusia atau mesin
d)
D.    Laporan dan jawaban atas pertanyaan yang sifatnya sementara,
e)
E.    Suply barang
18.
Beberapa instalasi farmasi kabupaten/kota sudah terlebih dahulu mengembangkan sistem informasi manajemen logistik berbasis elektronik, sehingga bridging atau integrasi antar sistem terkait dengan data obat dan perbekalan serta format laporan-laporannya juga perlu dipersiapkan, antara lain…
a)
A.    Penggunaan standar data obat dan BMHP, format output yang baku
b)
B.    Penggunaan standar data obat dan BMHP, format input yang baku
c)
C.    Format input yang baku, masukan data keuangan
d)
D.    Pemasukan sediaan farmasi, keuangan, dan pencatatan
e)
E.    Standarisasi manajemen, keuangan dan format input yang baku
19.
Berikut yang merupakan sub sistem utama dari system informasi manajemen losigtik adalah…
a)
A.    Order Management System (OMS)
b)
B.    Warehouse Management System (WMS)
c)
C.    Transportation Management System (TMS)
d)
D.    BSSD
e)
E.    A, B, C benar
20.
Sistem informasi mengenai manajemen pergudangan untuk mengontrol kegiatan produk yang melalui jaringan logistik agar efisien dan efektif merupakan sub system informasi logistic bagian…
a)
A.    Warehouse Management System (WMS)
b)
B.    Order Management System (OMS)
c)
C.    Transportation Management System (TMS)
d)
D.    Sistem Informasi Manejemen Logistik ( SML)
e)
E.    BSSD
21.

Perhatikan informasi dibawah ini!

1) Penghapusan Penerimaan

2) Put away

3) Manajemen pembelian

4) Pemrosesan pesanan dan pengambilan barang

5) Persiapan pengiriman

Elemen-elemen kunci warehouse management system dapat diidentifikasikan sebagai…

a)

A. 1 dan 2

b)

B. 1 dan 3

c)

C. 2, 4 dan 5

d)

D. 1 saja

e)

E. Semua benar

22.
Fungsi dari Order Management System (OMS) adalah sebagai berikut, kecuali…
a)
A.    Meminimalisir Aktivitas Non-Value Added (NVA)
b)
B.    Meningkatkan Non-Value Added (NVA)
c)
C.    Pemantauan Status Pesanan Terkini
d)
D.    Pengelolaan Pesanan yang baik
e)
E.    Mengurangi Penggunaan Kertas
23.
Fitur Dashboard dalam sistem Informasi Logistik menampilkan hal hal berikut, kecuali…
a)
A.    Monitoring Barang Masuk
b)
B.    Monitoring Barang Keluar
c)
C.    Monitoring Stok Barang
d)
D.    Rekap barang logistik
e)
E.    Form Pemesanan Barang
24.
Dalam sistem informasi manajemen logistik, itu terdapat 2 fitur yang sangat mendukung, yaitu fitur reminder dan dashboard. Berikut adalah informasi yang ditampilkan dalam fitur reminder yaitu…
a)
A.    Monitoring barang masuk
b)
B.    Monitoring barang keluar
c)
C.    Stok barang berdasarkan kelompok barang
d)
D.    A dan b benar
e)
E.    A dan c benar
25.
Pelaporan pencatatan obat dipuskesmas dilakukan secara berjenjang, siapa yang melakukan supervisi terhadap puskesmas dalam pelaporan dan pencatatan obat?
a)
A.    Dinas kesehatan
b)
B.    Kemenkes
c)
C.    Kepala puskesmas
d)
D.    IFK
e)
E.    kepala gudang puskesmas
26.
Lembaran yang digunakan untuk mencatat mutasi obat (penerimaan, pengeluaran, hilang, rusak, kadaluarsa) dan tiap lembarannya hanya diperuntukkan mencatat data mutasi 1 jenis obat yang berasal dari 1 sumber anggaran disebut...
a)
A.    Buku mutasi harian obat
b)
B.    Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat
c)
C.    Kartu Stok Obat
d)
D.    Surat Bukti Barang Keluar
e)
E.    Laporan Mutasi Obat
27.
“Sebagai bukti pengeluaran obat di Unit Pengelola Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan” merupakan fungsi dari...
a)
A.    Buku mutasi harian obat
b)
B.    Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat
c)
C.    Kartu Stok Obat
d)
D.    Surat Bukti Barang Keluar
e)
E.    Laporan Mutasi Obat
28.
Perhatikan poin berikut!<br />- Memberikan informasi tentang keadaan masalah/kegiatan<br />- Sebagai bahan bukti dari suatu kegiatan/ peristiwa<br />- Sebagai pertanggung jawaban<br />- Bahan pembuatan laporan<br />Poin tersebut merupakan…
a)
A.    Tujuan pencatatan logistik
b)
B.    Pengertian pencatatan logistic
c)
C.    Manfaat pelaporan laogistik
d)
D.    Manfaat pencatatan logistic
e)
E.    Kelebihan pelaporan logsitik
29.
Dalam Langkah-langkah Pencatatan dan Pelaporan Logistik Obat di Puskesmas pada langkah terakhir yaitu Petugas membuat Laporan pengelolaan obat, Adapun diantaranya laporan obat tersebut antara lain, kecuali…
a)
A.    Laporan penggunaan obat secara rasional
b)
B.    Laporan kerasionalan resep
c)
C.    Laporan kesesuaian ketersediaan obat dengan pola penyakit
d)
D.    Laporan kesesuaian item obat yang habis pakai dengan fornas
e)
E.    Laporan stok opname obat
30.
“Data pada kartu stok digunkan untuk menyusun laporan, perencanaan, pengadaan distribusi dan sebagai pembanding terhadap keadaan fisik obat pada tempat penyimpanan” ini adalah pernyataan terkait stok obat menurut...
a)
A.    Kemenkes RI, 2015
b)
B.    Kemenekes RI, 2014
c)
C.    Depkes RI, 2002
d)
D.    Depkes RI, 2004
e)
E.    Depkes RI, 2010
31.
Salah satu tujuan dari pelaporan logistik d Puskesmas adalah sebagai berikut…
a)
A.    Untuk persyaratan Kemenkes/BPOM
b)
B.    Sebagai dasar akreditasi di Puskesmas
c)
C.    Sumber data untuk melakukan pengaturan dan pengendalian
d)
D.    Sumber data untuk pembuatan laporan
e)
E.    C dan D benar
32.
Yang merupakan teknik dari pemusnahan obat menurut willoughby (2016) adalah…
a)
A.    Enkapsulasi, penimbunan, sediaan cair
b)
B.    Insinerasi, dibakar, dikubur
c)
C.    Inersiasi, dikubur, sediaan cair
d)
D.    Ekanpsulasi , inersiasi, sediaan padat
e)
E.    Semuanya benar
33.
Proses insinerasi adalah proses oksidasi kering bersuhu tinggi yang dapat digunakan dalam pembakaran logistik karena dapat membuat penurunan yang sangat signifikan dari segi volume maupun berat limbah, digunakan terutama untuk obat yang mengandung halogen. Standar suhu tinggi yang pada insinerasi adalah…
a)
A.    800 - 1000°C
b)
B.    800 - 1100°C
c)
C.    800 - 1200°C
d)
D.    800 - 1300°C
e)
E.    800 - 1400°C
34.
Formula Aerosol merupakan salah satu metode dalam pemusnaan obat dan sediaan farmasi. Dimana metodenya itu harus dikeluarkan terlebih dahulu ke dalam air sebelum dibuang. Kenapa hal tersebut harus dikeluarkan terlebih dahulu?
a)
A.    Untuk mencegah tetasan obat memasuki udara
b)
B.    Untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan
c)
C.    Untuk mencegah terjadinya pencemaran udara
d)
D.    Untuk mencegah terjadinya pencemaran air
e)
E.    Aturan dari pemerintah
35.
Pada Apotek Kasih Ibu, terdapat tumpukan resep-resep obat yang disimpan sejak tahun 2010. Sesuai PERMENKES No. 35 tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Apotek, resep yang telah disimpan melebihi jangka waktu 5 tahun dapat dimusnahkan dan pemusnahannya disertakan dengan berita acara pemusnahan resep. Pada instansi apakah berita acara pemusnahan resep dilaporkan?
a)
A.    Badan POM
b)
B.    Balai POM
c)
C.    PBF
d)
D.    Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
e)
E.    Menteri Kesehatan
36.
Suatu tipe rumah sakit C ingin melakukan pemusnahan sediaan farmasi yang telah kadaluarsa. Akan tetapi, rumah sakit ini memiliki insenerator yang memadai dikarenakan cerobong insenerator yang rendah (dibawah 14 m) sehingga jika pemusnahan tetap dilakukan, hasil pembakaran akan mencemari lingkungan sekitar rumah sakit tersebut. Lalu, bagaimanakah solusi untuk rumah sakit ini agar dapat melaksanakan pemusnahan sediaan farmasi yang telah kadaluarsa tersebut?
a)
A.    Melaksanakan pemusnahan sediaan farmasi oleh pihak ketiga dengan mengadakan suatu kerjasama
b)
B.    Melaksanakan pemusnahan sediaan farmasi dengan pihak ketiga sebagai fasilitator dan pemusnahan tetap dilakukan oleh pihak rumah sakit (pihak pertama)
c)
C.    Sediaan farmasi dilaporkan ke Dinas Kesehatan Pusat sehingga dapat diserahkan ke rumah sakit yang membutuhkan sediaan tersebut
d)
D.    Sediaan farmasi dimusnahkan dengan pembakaran tanpa insenerator
e)
E.    Menghubungi Dinas Kesehatan Pusat dan meminta dana untuk pengadaan insenerator yang memadai
37.

i. Menyiapkan tempat pemusnahan obat

ii. Menyiapkan berita acara pemusnahan

iii. Membuat daftar sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai yang akan dimusnahkan

vi. Mengkoordinasikan jadwal, metode, dan tempat pemusnahan kepada pihak terkait

v. Melakukan pemusnahan

Berdasarkan tahapan pemusnahan obat di atas, urutan yang tepat dalam pemusnahan obat adalah...

a)

A. i - ii - vi - iii - v

b)

B. iii - ii - vi - i - v

c)

C. iii - vi - ii - i - v

d)

D. iii - i - ii - vi - v

e)

E. i - iii - ii - vi – v

38.
Peraturan perundangan yang membahas tentang tata cara penghapusan dan pemusnahan logistic adalah…
a)
A.    Permenkeu RI No. 83 Tahun 2016
b)
B.    Peraturan Pemerintah RI No 27 Tahun 2014
c)
C.    Permendagri No.17 Tahun 2007
d)
D.    Permenkes RI No. 50 Tahun 2014
e)
E.    Permenkes No. 58 tahun 2014
39.
Tindakan yang dilakukan agar semua barang selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna, merupakan definisi dari...
a)
A.    Pengelolaan logistik
b)
B.    Perencanaan logistik
c)
C.    Penyimpanan logistik
d)
D.    Pemeliharaan logistik
e)
E.    Pendistribusian logistik
40.
Pada kegiatan perencanaan kebutuhan obat di rumah sakit, tahapan yang berfungsi untuk mengetahui penggunaan mengetahui penggunaan bulanan masing-masing jenis perbekalan farmasi di unit pelayanan selama setahun dan sebagai data pembanding bagi stok optimum adalah...
a)
A.    Tahap pemilihan
b)
B.    Tahap kompilasi penggunaan obat
c)
C.    Tahap perhitungan kebutuhan obat
d)
D.    Tahap proyeksi kebutuhan obat
e)
E.    Tahap penyesuaian rencana pengadaan obat
41.
Sistem penyimpanan obat yang membagi tempat penyimpanan menjadi beberapa tempat kemudian masing-masing tempat ditandai dengan sebuah kode, merupakan definisi dari sistem penyimpanan...
a)
A.    Fixed location
b)
B.    Fluid location
c)
C.    Semi fluid location
d)
D.    Floor stock
e)
E.    Unit Dose Dispensing
42.
Berdasarkan mekanisme distribusi perbekalan farmasi di rumah sakit, sistem distribusi terbagi menjadi beberapa tipe. Sistem distribusi yang melakukan penyiapan obat dosis tunggal untuk pemakaian selama 24 jam, adalah...
a)
A.    Indiviual prescribing
b)
B.    Floor stock
c)
C.    Kombinasi individual prescribing dan floor stock
d)
D.    Unit dose dispensing
e)
E.    Desentralisasi
43.
Sebagai unit kerja yang secara fungsional berada di bawah dan langsung bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Kesehatan Tingkat II, maka Gudang Farmasi memiliki kewajiban untuk melaporkan kegiatan pengelolaan obat yang dilaksanakan. Laporan yang perlu disusun GFK terdiri dari, kecuali...
a)
A.    Laporan Mutasi Obat
b)
B.    Laporan Kegiatan Distribusi
c)
C.    Laporan Pencacahan Persediaan Akhir Tahun Anggaran
d)
D.    Laporan Tahunan / Profile Pengelolaan Obat Dati II.
e)
E.    Laporan Perencanaan Pengadaan
44.
Berikut yang bukan merupakan tujuan penyimpanan logistik di Puskesmas adalah...
a)
A.    Memelihara mutu obat dan bahan medis habis pakai
b)
B.    Menghindari penggunaan yang tidak bertanggung jawab
c)
C.    Menjaga kelangsungan persediaan
d)
D.    Memudahkan pencarian dan pengawasan
e)
E.    Menghindari diversi obat
45.
Kegiatan pendistribusian logistik ke jaringan Puskesmas dilakukan dengan cara...
a)
A.    Penyerahan Obat sesuai dengan kebutuhan (floor stock)
b)
B.    Pemberian Obat per sekali minum (dispensing dosis unit)
c)
C.    Kombinasi floor stock dan dispensing dosis unit
d)
D.    Pemberian obat berasarkan resep obat dokter (indiviual prescribing)
e)
E.    Menentukan rata-rata per periode untuk setiap jenis obat
46.
Pada saat bencana, Sebelum dilakukan perencanaan kebutuhan obat biasanya dilakukan terlebih dahulu rapid health assessment (RHA) terhadap sumber daya yang tersedia. Survei cepat dilakukan dalam penilaian terhadap hal-hal berikut , kecuali…
a)
A.    Sumber daya manusia
b)
B.    Ketersediaan dan mutu makanan
c)
C.    Kondisi gudang tempat penyimpanan
d)
D.    Sarana dan prasarana
e)
E.    Pendanaan
47.

(1) Masa Kedaluarsa obat dan Perbekalan sumbangan minimal 3 tahun

(2) Obat dan Perbekalan kesehatan sumbangan yang diterima harus berasal dari sumber resmi

(3) Obat yang diterima sebaiknya sesuai dengan DOEN

(4) Kekuatan/potensi/dosis dari obat sebaiknya sama dengan obat yang biasa digunakan oleh petugas kesehatan

Dari uraian diatas, yang termasuk persyaratan obat sumbangan pada saat bencana ditunjukkan dengan nomor…

a)

A. (1) dan (3)

b)

B. (2) dan (4)

c)

C. (1), (2), (3)

d)

D. (2), (3), (4)

e)

E. Semua benar

48.
Pendistribusiaan obat dan perbekalan kesehatan ke daerah bencana perlu memperhatikan hal-hal berikut, kecuali…
a)
A.    Adanya permintaan dari daerah bencana
b)
B.    Apabila obat dan perbekalan kesehatan tidak tersedia maka diusahakan dari depkes/provinsi terdekat
c)
C.    Adanya estimasi tingkat keparahan bencana
d)
D.    Perlu dianggarkan biaya distribusi
e)
E.    Kerjasama lintas sektor dan lintas program tidak wajib dilakukan
49.
Penyediaan obat dan perbekalan kesehatan pada saat bencana yang utama adalah Menggunakan persediaan obat dan perbekalan kesehatan …
a)
A.    Bantuan donasi dari organisasi internasional
b)
B.    Buffer stock provinsi
c)
C.    Dinkes kab/kota
d)
D.    Buffer stock nasional
e)
E.    LSM/Organisasi Masyarakat
50.
Dalam proses pemusnahan obat yang mengacu pada Prosedur Tetap pemusnahan obat-obatan, tahap yang dilakukan setelah menyiapkan pelaksanaan pemusnahan adalah…
a)
A.    Membuat berita acara pemusnahan
b)
B.    Memilah, memisahkan dan menyusun daftar obat yg akan dimusnahkan
c)
C.    Menentukan cara pemusnahan
d)
D.    Menetapkan lokasi pemusnahan
e)
E.    Melaporkan kepada Gubernur/Bupati/ Walikota