NEW
Font size
Worksheets2021_Latsar-CPNS_Agenda-2
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Dari 7 (tujuh) jenis korupsi yang disosialisasikan KPK, korupsi yang dilakukan individu karena mempunyai kesempatan untuk mendapat keuntungan dari pengetahuan dan pemahamannya atas sesuatu yang hanya diketahui sendiri dikenal sebagai korupsi…
Autogenik
Transaktif
Investif
Defensif
Ekstroaktif
Dari pernyataan di bawah ini, manakah yang paling tepat terkait penyelarasan nilai organisasi dan nilai dasar anti korupsi:
Organisasi yang telah mempunyai nilai-nilai organisasi secara otomatis selaras dengan nilai-nilai dasar anti korupsi
Organisasi yang telah mempunyai nilai-nilai organisasi masih perlu untuk melakukan penyelerasan nilai-nilai organisasinya dengan nilai-nilai dasar anti korupsi
Bagi organisasi yang berintegritas, menerapkan nilai-nilai organisasi lebih penting dan prioritas dibandingkan dengan menerapkan nilai-nilai dasar anti korupsi
Bagi organisasi yang berintegritas, menerapkan nilainilai dasar anti korupsi lebih penting dan prioritas dibandingkan dengan menerapkan nilai-nilai organisasi
Budaya integritas dalam organisasi terbentuk melalui penanaman integritas dan pembangunan sistem integritas secara simultan
Sila kedua Pancasila menurut Bung Hatta memiliki konsekuensi ke dalam dan ke luar. Ke dalam berarti:
menjadi pedoman politik dalam negeri yang menjunjung tinggi persamaan hak bagi seluruh warga negara
memperhatikan kemanusiaan dalam negeri dengan tidak mengabaikan pergulatan dunia sebagai bagian dari masyarakat global
menjadi pedoman negara dalam memuliakan nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia
berbagai tindakan dan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan tidak sepatutnya mewarnai kebijakan dan perilaku aparatur negara
masyarakat Indonesia perlu lebih selektif dalam menerima pengaruh global
Pelayanan prima diukur dari pemenuhan terhadap Standar Pelayanan Minimum (SPM) dari suatu instansi. Namun demikian bila SPM belum ada, maka ukuran pelayanan yang digunakan adalah:
Hasil survey yang dilaksanakan oleh lembaga yang kredibel
Rerata jam kerja pegawai dalam melaksanakan pelayanan publik
Pencapaian target program yang ditetapkan oleh instansi yang bersangkutan
Kepuasan konsumen atau pelanggan sebagai penerima layanan
Jumlah permohonan pelayanan yang masuk setiap periode tertentu
Berikut adalah 5 langkah yang harus dilakukan dalam membuat framework akuntabilitas di lingkungan kerja PNS, kecuali:
Menentukan tujuan yang ingin dicapai dan tanggungjawab yang harus dilakukan
Membuat perencanaan atas apa yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan
Melakukan implementasi dan memantau kemajuan yang sudah dicapai
Memberikan laporan hasil secara lengkap, mudah dipahami dan tepat waktu
Menerapkan mekanisme reward and punishment bagi pegawai selaku pelaksana pelayanan
Dalam hal penyimpanan dan penggunaan data dan informasi pemerintah, informasi dan data yang disimpan dan dikumpulkan serta dilaporkan tersebut harus memenuhi kriteria berikut, kecuali:
Interchangeable (dapat dipertukarkan)
Relevant (relevan)
Reliable (dapat dipercaya)
Understandable (dapat dimengerti)
Comparable (dapat diperbandingkan)
Tindakan yang sesuai dengan nilai, tujuan, dan kewajibannya untuk memecahkan dilema moral yang tercermin dalam kesederhanaan hidup adalah makna secara luas dari:
Pelayanan Publik
Integritas Publik
Etika Publik
Perilaku Pejabat Publik
Administrasi Publik
Salah satu aspek dalam perubahan mindset yang merupakan reformasi birokrasi yang paling penting, yakni berubah dari penguasa menjadi:
Birokrat
Administrator
Pelayan
Influencer
Pelaksana
Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management atau TQM) memliki 5 pilar yaitu:
Organisasi – Pemimpin – Pegawai – SOP – Produk
Manajer – Sistem – Pelaksana – Stakeholder – Produk/Jasa
Planning – Organizing – Actuating – Controlling – Evaluating
Organisasi – Produk – Proses – Komitmen – Pemimpin
Integritas – Akuntabilitas – Orientasi pada Hasil – Kepemimpinan – Pengendalian
Karekteristik Nilai Dasar Orientasi Mutu meliputi hal-hal berikut, kecuali:
Komitmen bagi kepuasan masyarakat
Pemberian layanan yang cepat, tepat, dan dengan senyuman ramah
Pemberian layanan yang menyentuh hati, tanpa cacat, tanpa kesalahan, dan tidak ada pemborosan
Pendekatan ilmiah dan inovatif dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan
Pemberian layanan yang dapat memberi perlindungan hukum kepada petugas di lapangan
