WorksheetsTRY OUT UKOM KE-2
Total questions: 110
Worksheet time: 2hrs 50mins
Seorang remaja perempuan, umur 17 tahun,
datang ke BPM dengan keluhan haidnya sudah
lebih dari 10 hari. Hasil anamnesis: ganti
pembalut 3 kali perhari, tidak ada nyeri. Hasil
pemeriksaan: TB 150 cm, BB 55 Kg, TD
110/70 mmHg, N 86x/menit, P 20x/menit, S
36,50C, benjolan payudara (-), abdomen tidak
teraba massa dan benjolan. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada
kasus tersebut?
Amenorhea
Hipermenorhea
Hipomenorhea
Oligomenorhea
Polimenorhea
Seorang remaja perempuan, umur 17 tahun,
datang ke BPM dengan keluhan haidnya lebih
dari 15 hari. Hasil anamnesis: ganti pembalut
3 kali perhari, darah bergumpal. Hasil pemeriksaan:
TD 110/70 mmHg , N 86x/menit, P 20x/menit, S 36,50C, TB 150 cm, BB 55 kg,
pembesaran payudara normal, palpasi abdomen
tidak ditemukan massa. Tindakan apakah yang paling tepat dilakukan
pada kasus tersebut ?
Melakukan konseling gizi
Memberikan edukasi personal hygiene
Memberikan suplemen penambah darah
Melakukan konsultasi dengan dokter
SpOG
Mengecek ulang keluhan pada siklus
menstruasi berikutnya
Seorang remaja perempuan, umur 17 tahun,
datang ke BPM dengan keluhan haidnya susudah
lebih dari 10 hari. Hasil anamnesis: ganti
pembalut 3 kali perhari, tidak ada nyeri. Hasil
pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 80 x/
menit, P 20 x/menit, 36,50C. Remaja tersebut
menolak bidan saat ingin melakukan palpasi
abdomen dan inspeksi terhadap darah yang
keluar. Rencana asuhan apakah yang paling tepat
pada kasus tersebut?
Meminta dukungan keluarga pasien
Memberi pengertian tujuan pemeriksaan
fisik
Melakukan kolaborasi dengan tenaga
kesehatan lain
Merujuk pasien ke fasilitas pelayanan
yang lebih lengkap
Meminta keterangan tertulis terkait peno-
lakan pemeriksaan
Seorang remaja perempuan, umur 19 tahun,
datang ke BPM dengan keluhan haid dalam
sebulan ini sudah berlangsung dua kali.
Hasil anamnesis: ganti pembalut 3 kali perhari,.
Hasil pemeriksaan: TB 150 cm, BB 55
kg, TD 110/70 mmHg, N 86x/menit, P 20x/
menit, S 36,50C, pembesaran payudara normal,
benjolan payudara (-), abdomen tidak
teraba massa. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada
kasus tersebut?
Amenorhea
Hipermenorhea
Hipomenorhea
Oligomenorhea
Polimenorhea
Seorang remaja perempuan, umur 14 tahun,
datang ke BPM dengan keluhan belum pernah
mengalami haid. Hasil anamnesis: sakit
daerah perut setiap bulan. Hasil pemeriksaan:
TD 110/70 mmHg, N 86x/menit, P 20x/menit,
S 36,5 0C, TB 145 cm, BB 50 Kg, palpasi abdomen
tidak ditemukan massa, inspeksi tampak
lubang vagina dengan hymen kebiruan dan menonjol keluar. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada
kasus tersebut?
Amenorhea
Aplasia vagina
Atresia vagina
Hematometra
Hymen Imperporata
Seorang remaja perempuan, umur 14 tahun, datang ke BPM dengan keluhan belum pernah mengalami haid. Hasil anamnesis: sakit daerah perut setiap bulan. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 86x/menit, P 20x/menit, S 36,5 0C, TB 145 cm, BB 50 Kg, pembesaran
payudara normal. palpasi abdomen tidak ditemukan massa, inspeksi vulva dan vagina tampak lubang vagina dengan hymen kebiru- biruan dan menonjol keluar. Tindakan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Insisi hymen
Konseling gizi
Kolaborasi dengan dokter SpOG
Edukasi personal hygiene
Pemberian suplemen penambah darah
Seorang bidan koordinator puskesmas sedang membuat perencanaan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja di sebuah SMP di wilayah binaan puskesmas. Dalam survey pendahuluan didapatkan informasi bahwa sebagian besar siswi SMP tersebut sudah mengalami
menstruasi. Hasil pemeriksaan kesehatan di SMP tersebut sekitar 30 persen remaja putri mengalami anemia. Informasi apakah yang paling prioritas diberikan
pada kasus tersebut?
Pola istirahat
Personal Hygiene
Kebutuhan Olah Raga
Kesehatan Reproduksi
Kebutuhan Nutrisi
Seorang remaja perempuan, umur 17 tahun, datang ke BPM dengan keluhan nyeri haid pada 1-2 hari pertama. Hasil anamnesis: darah haid banyak, ganti pembalut 3 kali perhari. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 88
x/menit, abdomen tidak teraba massa. Tindakan apakah yang paling tepat sesuai kasus tersebut?
Memberikan analgetik
Menganjurkan olahraga ringan
Menjelaskan fisiologi terjadinya nyeri
Melakukan kolaborasi dengan tenaga
kesehatan lain
Merujuk pasien ke fasilitas pelayanan
yang lebih lengkap
Seorang anak perempuan, umur 13 tahun, datang ke BPM diantar ibunya dengan keluhan nyeri perut. Hasil anamnesis: ibu merasa khawatir karena anak tidak bisa sekolah dan selalu terjadi setiap siklus menstruasi, darah
yang keluar bergumpal dan banyak. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, N 86x/menit, P 20x/menit, S 36,50C, tidak ada massa pada abdomen dan nyeri tekan.
Tanda apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut?
Menarche
Dismenore
Gangguan haid
Nyeri saat ovulasi
Pre menstrual syndrome
Seorang perempuan, umur 15 tahun, datang ke Puskesmas diantar ibunya dengan keluhan haid banyak dan sering. Hasil anamnesis: siklus haid teratur sejak 2 bulan terakhir. Hasil pemeriksaan: TD 100/60 mmHg, N 80 x/ menit, S 36,5°C, abdomen tidak teraba massa, tampak darah keluar dari kemaluan. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Menoragia
Metroragia
Polimenore
Hipermenore
Menometroragia
Seorang perempuan, umur 24 tahun, datang ke BPM untuk konsultasi kehamilan. Hasil anamnesis: baru menikah 2 bulan tapi belum ada tanda kehamilan, siklus haid 37 hari, tinggal serumah dengan suami, melakukan
hubungan intim setiap hari. Hasil pemeriksaan: KU baik, BB 75 kg, TB 150 cm, TD 110/70 mmHg, N 80x/menit, P 20x/menit, S 36,50C, abdomen tidak teraba massa.
Konseling apa yang paling tepat dilberikan pada kasus tersebut?
Rujuk ke konsultan perkawinan
Rujuk ke dokter obgin fertilitas
Pengaturan pola seksual
Olahraga teratur
Diet nutrisi
Seorang perempuan umur 24 tahun, datang ke BPM untuk konsultasi kehamilan. Hasil anamnesis: baru menikah 2 bulan tapi belum ada tanda kehamilan, siklus haid teratur setiap 30 hari, tinggal serumah dengan suami, melakukan hubungan intim setiap hari. Hasil
pemeriksaan: KU baik, BB 80 kg, TB 150 cm, TD 110/70 mmHg, N 80x/menit, P 20x/ menit, S 36,50C, abdomen tidak teraba massa. Konseling reproduksi apakah yang mungkin terjadi pada kasus tersebut?
Insufisiensi utero plasenta
Diabetes gestasional
Gemeli
IUGR
BBLR
Seorang bidan Desa sedang melakukan pengkajian pada Desa binaannya, didapatkan data bahwa di desa tersebut banyak terjadi kasus anemia sekitar 40% dari usia reproduktif, sehingga banyak terjadi kelahiran bayi berat
badan lahir rendah (BBLR). Masyarakat jarang makan ikan atau daging karena daya beli masyarakat kurang. Rencana asuhan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Penyuluhan
Konseling nutrisi
Mencari donator tetap
Pemberdayaan ekonomi
Pendekatan tokoh masyarakat
Seorang perempuan, umur 25 tahun, datang ke BPM, dengan keluhan mual muntah khususnya dipagi hari. Hasil anamnesis: haid terakhir 3 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/70mmHg, N 80x/menit, P 24x/menit, S 370 C. TFU 2 jari diatas simfisis. Masalah apakah yang paling mungkin dari kasus tersebut?
Nausea
Vomiting
Hiperemesis
Morning sickness
Salivasi gravidarum
Seorang perempuan, umur 28 tahun, G1P0A0 hamil 32 minggu datang ke BPM dengan keluhan sering BAK di malam hari sejak 2 hari yang lalu. Hasil anamnesis: dalam semalam BAK sampai 3-4 kali, gerak janin dirasakan aktif. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/70mmHg, N 80x/menit, P 24 x/menit, S 370 C, TFU 30 cm, teraba puki, kepala sudah masuk PAP 4/5. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Berbaring miring ke kiri
Hindari minum kopi atau teh
Perubahan fisiologis trimester 3
Perbanyak minum pada siang hari
Kosongkan Kandung kemih ketika ada
dorongan
Seorang perempuan, umur 35 tahun, G1P0A0 hamil 34 minggu, datang ke BPM dengan keluhan pusing sejak 1 minggu yang lalu. Hasil anamnesis: keluhan tidak disertai pandangan kabur atau nyeri ulu hati, tidak ada riwayat tekanan darah tinggi. Hasil pemeriksaan: TD 140/100 mmHg, P 20x/menit, N 84 x/menit, TFU 32 cm, DJJ 148 x/menit, protein urin +. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Hipertensi Kehamilan
Preeklamsia ringan
Preeklamsia berat
Hipertensi Kronis
Eklamsia
Seorang perempuan, umur 30 tahun, datang ke BPM dengan keluhan amenorea 3 bulan. Hasil anamnesis: sering merasa mual dan muntah sejak 1 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 140/100 mmHg, P 20x/menit, N 84 x/menit, TFU 1 jari dibawah pusat, tidak teraba ballotement, terdapat bercak kecoklatan dan jaringan seperti gelembung. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Abortus imminens
Kehamilan ektopik
Missed abortion
Mola hidatidosa
Abortus insipiens
Seorang perempuan, umur 28 tahun, G1P0A0 hamil 12 minggu, datang ke RS dengan keluhan nyeri perut bagian bawah. Hasil anamnesis: keluar darah sedang, bercampur sedikit gumpalan dari kemaluan sejak 2 jam
yang lalu. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 84 x/menit, ada kontraksi uterus, nyeri tekan abdomen bagian bawah. Hasil inspekulo tampak serviks membuka
dan terlihat jaringan pada serviks Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Abortus Imminens
Abortus Komplit
Abortus Insipiens
Abortus inkomplit
Mola hidatidosa
Seorang perempuan, umur 35 tahun, G4P3A0 hamil 24 minggu, datang ke RS mengeluh keluar darah merah segar dari kemaluan sejak 1 jam yang lalu. Hasil anamnesis: Hasil pemeriksaan: TD 140/100 mmHg, P 20 x/menit, N 84 x/menit, tidak ada kontraksi uterus dan
tidak ada nyeri tekan abdomen bagian bawah, TFU setinggi pusat, DJJ 156 x/menit. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Plasenta previa
Solusio plasenta
Abortus Imminent
Mola Hidatidosa
Kehamilan ektopik
Seorang perempuan, umur 30 tahun, G2P1A0 hamil 32 minggu, datang ke BPM dengan keluhan merasa sesak sejak 1 minggu yang lalu. Hasil anamnesis: merasa penuh di perut bagian atas. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, P 20x/menit, N 84 x/menit, TFU 30 cm, bagian fundus teraba bulat, keras, melenting, pada bagian bawah teraba bulat, lunak kurang melenting, DJJ 140 x/menit terdengar jelas di atas pusat. Rencana asuhan apakah yang paling tepat dianjurkan pada kasus tersebut?
Berjalan santai
Posisi trendenburg
Gerakan knee chest
Gerakan dorsal recumbent
Sering menyapu dengan sapu yang
pendek
Seorang perempuan, umur 28 tahun, G3P1A1 hamil 32 minggu, datang ke Polindes dengan keluhan bengkak pada kaki sejak 1 minggu yang lalu. Hasil anamnesis: keluhan berkurang setelah diistirahatkan. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N 80 x/menit P 20 x/
menit, S 36,6˚C. TFU 30 cm, DJJ 144x/menit teratur.
Kapankah rencana kunjungan ulang pada kasus tersebut?
1 minggu
2 minggu
4 minggu
6 minggu
8 minggu
Seorang perempuan, umur 27 tahun, G3P1A1 hamil 20 minggu, datang ke BPM untuk memeriksakan kehamilan. Hasil anamnesis: merasa pusing sejak 1 minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N 80x/ menit P 24x/menit S 36,6˚C, Hb 11,2 gr%. Berapakah dosis tablet Fe yang dianjurkan sesuai kasus tersebut?
1 x 60 mg
2 x 60 mg
1 x 80 mg
2 x 80 mg
1 x 120 mg
Seorang perempuan, umur 25 tahun, G1P0A0 hamil 8 minggu, datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil anamnesis: 1 bulan yang lalu pernah mengeluarkan perdarahan bercak sekali saat awal kehamilan. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N
88x/menit, S 370C, P 20x/menit, TFU belum teraba, HCG urin test (+). Informasi apakah yang paling tepat sesuai
kasus tersebut?
Rujuk ke RS
Tirah baring
Penkes fisiologi kehamilan
Observasi dalam 24 jam
Penkes tanda-tanda bahaya
Seorang perempuan, G1P0A0 hamil 32 minggu, datang ke BPM dengan keluhan sering pusing sejak 1 minggu yang lalu. Hasil anamnesis: keluhan disertai mudah lelah. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 80x/menit, P 20 x/menit, S 36,5 0C, TFU 30 cm, DJJ 146x/menit, teratur, Hb 10 gram%, protein urine (-). Diagnosis apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut?
Gejala hipotensi
Anemia fisiologis
Suspect Bayi kecil
Gejala Pre eklamsi
Kehamilan malposisi
Seorang perempuan, umur 28 tahun, G1P0A0 hamil 32 minggu, datang ke BPM dengan keluhan sering pusing sejak 1 minggu yang lalu. Hasil anamnesis: ibu mudah lelah. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 80x/
menit, P 20 x/menit, S 36,5 0C, TFU 30 cm, DJJ 146x/menit, teratur, Hb 10 gram%, protein urine (-). Tindakan pertama apakah yang tepat dilakukan bidan pada kasus tersebut?
Konseling persiapan kegawatdaruratan
Memberikan suplemen tambah darah
Melakukan kolaborasi dengan dokter
Konseling penambahan nutrisi
Melakukan rujukan ke RS
Seorang perempuan, umur 24 tahun, G1P0A0 hamil 36 minggu, datang ke BPM untuk kunjungan ulang. Hasil anamnesis: ibu mudah lelah. Hasil pemeriksaan: TD 120/70 mmHg, N 80x/menit, P 20 x/menit, S 36,5 0C, TFU
30 cm, DJJ 164 x/menit, Hb 10 gram%, protein urine (-) Tindakan awal apakah yang paling tepat dilakukan bidan pada kasus tersebut :
Melakukan rujukan
Memasang infus RL
Resusitasi intrauterine
Konseling persiapan gawat darurat
Melakukan kolaborasi dengan dokter
Seorang perempuan, umur 24 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 38 minggu, datang ke BPM dengan keluhan nyeri perut sejak 2 jam yang lalu. Hasil anamnesis: sering pusing sejak 1 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 80 x/menit, P 20 x.menit, S 36,5 0C, TFU 34 cm, DJJ 105 x/menit, Hb 11 gram%, protein urine (-). Diagnosis apakah yang paling tepat pada kasus tersebut
Gawat Janin
Anemia ringan
Kehamilan normal
Suspect janin besar
Hipotensi
Seorang perempuan, umur 22 tahun, G1P0A0 hamil 36 minggu, datang ke BPM dengan nyeri perut sejak 2 jam yang lalu. Hasil anamnesis sering pusing sejak 1 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 80 x/menit, P 20 x.menit, S 36,5 0C, TFU 34 cm, DJJ 100x/menit, Hb 10 gram%, protein urine (-). Bidan memberikan oksigen pada ibu sebanyak 5 liter/menit dan merujuk ibu. Evaluasi segera apakah yang harus dilakukan pada kasus tersebut :
Pola Denyut jantung janin
Hasil laboratorium darah
Perubahan tekanan darah ibu
Perubahan frekuensi nadi ibu
Perkembangan keluhan pusing ibu
Seorang perempuan, umur 22 tahun, datang untuk pertama kalinya ke BPM dengan keluhan tidak haid 2 bulan. Hasil anamnesis: menikah 4 bulan yang lalu dan melakukan hubungan seksual secara rutin. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N 80 x/menit, P 20 x/menit, TFU belum teraba, Hasil pemeriksaan penunjang HCG urine (+). Fokus tujuan apakah yang dilakukan oleh
bidan pada kasus tersebut?
Memastikan kehamilan ibu
Deteksi dini kelainan letak
Membangun hubungan baik
Adaptasi Penerimaan kehamilan
Pencegahan emesis gravidarum
Seorang perempuan, umur 25 tahun, G1P0A0, hamil 24 minggu, datang ke BPM untuk kunjungan ulang . Hasil anamnesis: sering merasa lelah dan mudah mengantuk, gerakan janin dirasakan aktif. Hasil pemeriksaan: konjungtiva merah muda, TD 120/80 mmHg, N 80 x/
menit, P 20 x/menit, TFU setinggi pusat, ballotement
(+), DJJ 120 x/menit. Pemeriksaan penunjang apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Hemoglobin
Glukosa urin
Reduksi Urin
Inspekulo
USG
Seorang perempuan, umur 25 tahun, G2P1A0, hamil 37 minggu, datang ke BPM untuk melakukan kunjungan ulang. Hasil anamnesis: ibu sering pusing dan mudah lelah. Hasil pemeriksaan: konjungtiva merah muda, TD
120/80 mmHg, N 80 x/menit, P 20 x/menit, TFU 30 cm, puka, kepala belum masuk PAP, DJJ 120 x/menit, Hb 10,5 gram%. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Bayi besar
Anemia ringan
Anemia berat
Panggul sempit
Hipotensi
Seorang perempuan, umur 35 tahun, G1P0A0, hamil 32 minggu, datang ke BPM dengan keluhan lemah. Hasil anamnesis: sering letih dan lesu. Hasil pemeriksaan: tampak lemah, konjungtiva merah muda, TD 120/80
mmHg, N 80 x/menit, P 20 x/menit, TFU 30 cm, puka, kepala, DJJ 120 x/menit, Hb 10 gr/dL. Bidan memberikan tablet Fe+asam folat. Kapankah waktu yang tepat untuk mengevaluasi keefektifan asuhan pada kasus tersebut?
1 minggu
2 minggu
3 minggu
4 minggu
5 minggu
Seorang perempuan, umur 27 tahun, G2P1A0, hamil 36 minggu, datang ke BPM dengan keluhan sering sakit kepala. Hasil anamnesis: tidur cukup. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 84 x/menit, P 22 x/menit, TFU 30
cm, puka, presentasi kepala, belum masuk pintu atas panggul (pap), DJJ 142x/menit, reguler, ekstemitas bawah oedema. Bidan melakukan pemeriksaan protein urine dengan hasil menggumpal. Bagaimanakah penafsiran hasil pemeriksaan penunjang pada kasus tersebut?
(+)
(++)
(+++)
Negatif
Batas normal
Seorang perempuan, umur 25 tahun, G2P1A0 hamil 24 minggu, datang ke BPM untuk kunjungan kehamilan. Hasil anamnesis: gerakan janin aktif dirasakan. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N 80x/menit, P 20 x/menit, S 36,6˚C, DJJ 140 x/menit, Ballotement (+). Berapakah TFU yang sesuai pada kasus tersebut?
Setinggi pusat
3 jari diatas pusat
3 jari dibawah pusat
3 jari di atas sympisis
Pertengahan pusat – PX
Seorang perempuan, umur 26 tahun, G1P0A0
hamil 30 minggu datang ke BPM, dengan
keluhan tungkai bengkak sejak 2 hari yang
lalu. Hasil anamnesis: tidak ada keluhan pusing
. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg,
N 80x/menit, P 20 x/menit, S 36,6˚C, TFU 28
cm, DJJ 148 x/menit, Protein urine (+)
Rencana asuhan apakah yang diberikan pada
kasus tersebut?
Tungkai ditinggikan saat tidur
Tidur dengan posisi semi fowler
Tidur menggunakan kasur yang lunak
Jalan-jalan waktu pagi selama satu jam
Anjuran merendam kaki dengan air
hangat
Seorang perempuan, umur 28 tahun, hamil 32 minggu, datang ke Poskesdes, untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil anamnesis: sering BAK sejak 3 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 88 x/menit, P 20 x/menit, S 36,6oC, TFU 30 cm, DJJ 148
x/menit, presentasi kepala 3/5. Penyebab apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Ibu sering minum air putih
Letak kandung kencing berdekatan dengan uterus
Peningkatan natrium dan garam dalam
tubuh ibu hamil
Uterus yang mulai membesar menekan
kandung kencing
Kandung kemih tertekan oleh penurunan
kepala janin
Seorang perempuan, umur 27 tahun, G2P0A1 hamil 36 minggu, datang ke Poskesdes untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil anamnesis: Ibu memberikan ASI eksklusif pada anak pertamanya dan telah diberikan imunisasi TT pada umur kehamilan 20 minggu. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N 80x/menit, P 20 x/menit. S 36,7oC. TFU 32 cm, presentasi kepala belum masuk PAP, Puki, DJJ 140x/menit. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Edukasi gizi seimbang
Diskusi persiapan laktasi
Informasi tanda bahaya trimester 3
Konseling persiapan pendamping persalinan
Memberikan suntikan tetanus toksoid ke dua
Seorang perempuan, umur 23 tahun, G1P0A0 hamil 35 minggu, datang ke BPM untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil anamnesis: cemas menunggu persalinannya. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 80 x/menit, S 360C, P 20 x/menit, TFU 32 cm, presentasi kepala, DJJ 140 x/menit. Pendidikan kesehatan apakah yang tepat pada kasus tersebut?
Penerimaan diri
Kebutuhan seksual
Tanda-tanda persalinan
Teknik pernafasan
Adaptasi psikologi Trimester 3
Seorang bidan melakukan kunjungan rumah pada ibu hamil, umur 24 tahun G1P0A0 usia kehamilan 10 minggu dengan keluhan mual muntah di pagi hari sejak 1 minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N, 88
x/menit, S 36,50C, P 20 x/menit, TFU belum teraba, HCG urin test (+). Anjuran apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Makan sering dengan porsi kecil
Menghindari makanan yang terasa pedas
Menganjurkan makanan tinggi karbohidrat
Mengkonsumsi buah yang mengandung vitamin C
Meningkatkan frekuensi makan makanan berlemak
Seorang bidan Desa bertugas melakukan pencatatan
dan pelaporan melalui PWS KIA. Dalam pencatatan tersebut diketahui data cakupan K1 bulan ini adalah 85%, data cakupan K1 bulan lalu 75%. Target K1 di wilayah
tersebut adalah 60%. Apakah kesimpulan terhadap status cakupan K1 di wilayah tersebut?
Baik
Jelek
Cukup
Kurang
Meningkat
Seorang bidan bertugas melakukan pencatatan dan pelaporan hasil pelayanan yang dilakukan dan situasi kesehatan ibu dan anak melalui PWS KIA. Hasil pencatatan PWS KIA tersebut di sajikan dalam bentuk grafik untuk kebutuhan pelaporan. Saat ini bidan
sedang membuat grafik tentang kunjungan nifas yang dilayani 3 x oleh tenaga kesehatan. Apakah grafik yang akan dibuat bidan pada kasus tersebut?
K1
K4
KF
KN1
KN2
Seorang perempuan, 35 tahun, G4P3A0 hamil 36 minggu, datang ke Puskesmas dengan keluhan keluar bercak darah dari kemaluan. Hasil anamnesis: tidak ada mules dan nyeri, gerakan janin masih dirasakan. Hasil Pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 84 x/menit, P 20 x/menit, TFU 30 cm, puki, presentasi kepala, belum masuk pintu atas panggul, DJJ 142x/ menit, kontraksi (-), ekstremitas bawah oedema, hasil inspekuloa: tampak sisa darah berwarna merah segar di dinding vagina, porsio masih menutup. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Vasa previa
Erosi portionis
Plasenta previa
Solusio plasenta
Kelainan hormonal
Seorang perempuan, 30 tahun, G2P1A0, hamil 34 minggu, datang ke puskesmas mengeluh keluar gumpalan darah dari jalan lahir sejak 1 jam yang lalu. Hasil anamnesis: terasa nyeri pada abdomen, gerakan janin dirasakan berkurang. Hasil pemeriksaan: TD
100/60 mmHg, N 100 x/menit, P 24 x/menit, TFU 34 cm, DJJ (+) kurang jelas, palpasi sulit dilakukan, ekstemitas bawah oedema, tampak bercak darah berwarna bergumpal berwarna hitam. Asuhan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Pemasangan infus
Pemeriksaan USG
Bedrest di puskesmas
Rujuk ke rumah sakit
Kolaborasi dengan dokter
Seorang perempuan, umur 25 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 38 minggu, kala I di BPM ditemani suami, dengan keluhan mulas sering. Hasil anamnesis: tidak tahan dengan sakit pinggang, minta digosok pada
bagian yang sakit ini. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 80 x/menit, S 36,7°C, P 18x/menit, kontraksi 3 x/10’/40”, DJJ 132 x/menit, penurunan 3/5, pembukaan 6 cm, portio tipis-lunak, ketuban utuh. Asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut ?
Meminta ibu istirahat
Mengajarkan ibu bernafas
Memberikan kompres dingin
Menjelaskan fisiologis persalinan
Melibatkan suami dalam manajemen
pengurangan nyeri
Seorang perempuan, umur 23 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 38 minggu, kala II di BPM ditemani suami, dengan keluhan mulas tak tertahankan. Hasil anamnesis: merasa haus, perasaan ingin BAB. Hasil pemeriksaan:
TD 110/80 mmHg, N 80 x/menit, S 36,7°C, P 18x/menit, DJJ 144x/menit, Kontraksi 4x/10’/45”, kepala janin sudah tampak 5-6 cm di vulva. Langkah apakah selanjutnya yang dilakukan pada kasus tersebut?
Memberitahu ibu bahwa perlu dilakukan episiotomi
Melibatkan pendamping untuk memberi minum
Memfasilitasi ibu melakukan posisi meneran
Memasukkan oksitosin 10 IU ke dalam spuit
Memasang sarung tangan DTT
Seorang perempuan, umur 26 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 38 minggu, kala II di BPM, dengan keluhan mulas tak tertahankan. Hasil anamnesis: perasaan ingin BAB. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 80 x/menit,
S 36,7°C, P 18x/menit, DJJ 144x/menit, Kontraksi 4x/10’/45”, kepala janin sudah tampak 5-6 cm di vulva, perineum kaku. Langkah apakah selanjutnya yang tepat pada kasus tersebut?
Mempertahankan posisi fleksi
Melakukan episiotomi medio-lateral
Perlahan-lahan membantu kelahiran kepala
Menahan batas antara ujung vulva dan anus
Mencegah terjadinya defleksi yang terlalu cepat
Seorang perempuan, umur 25 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 40 minggu, kala I di BPM, mengeluh mulas. Hasil anamnesis: sudah keluar lendir-darah. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 84 x/menit, S 36,5°C, P 18x/menit, kontraksi 3x/10’/40”, DJJ 132x/ menit, penurunan 2/5, pembukaan 6 cm, portio tipis-lunak, ketuban utuh, UUK kiri depan. Kapan dilakukan pemeriksaan dalam selanjutnya pada kasus tersebut ?
Saat ketuban pecah spontan
Setelah Perineum menonjol
Rasa ingin meneran
4 jam kemudian
Vulva membuka
Seorang perempuan, umur 25 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 40 minggu, kala I di BPM, dengan keluhan sering mulas. Hasil anamnesis: sudah keluar darah-lendir, kontraksi makin sering, memilih berbaring, Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 84 x/menit, S 36,5°C, P 18x/menit, kontraksi 3x/10’/40”, DJJ 132x/menit, penurunan 2/5, pembukaan 7 cm, portio tipis-lunak, ketuban utuh, UUK kiri depan. Posisi apakah yang paling tepat pada kasus tersebut ?
Duduk
Telentang
Miring kiri
Miring kanan
Setengah duduk
Seorang perempuan, umur 18 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 37 minggu, kala I di puskesmas PONED, mengeluh keluar darah dan lendir pervaginam. Hasil anamnesis: mules makin sering, Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 84 x/menit, S 36,5°C, P 18x/menit, TFU 28 cm, kontraksi 3x/10’/35”, DJJ 144x/ menit, kepala masih bisa digoyangkan. Rencana pasien dirujuk tanpa pemeriksaan dalam terlebih dahulu. Alasan apakah yang paling tepat untuk merujuk pada kasus tersebut?
Usia ibu
Masa gestasi
Belum inpartu
His belum adekuat
Penurunan kepala 5/5
Seorang perempuan, 40 tahun, G6P5A0, usia kehamilan 39 minggu, dalam kala III persalinan di BPM. Riwayat kala II persalinan sangat cepat. Saat bayi diletakkan di abdomen, tampak darah keluar tiba-tiba dari vulva. Hasil pemeriksaan: tidak ada janin kedua, Kontraksi kuat. Tindakan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Memotong tali pusat
Melahirkan plasenta
Cepat mengeringkan bayi
Suntik oksitosin 10 IU secara IM
Memeriksa apakah ada bayi ke dua
Seorang bidan di Desa dipanggil keluarga pasien ke rumah pasien. Sesampai di rumah pasien didapatkan kondisi ibu dalam kala II persalinan. Hasil anamnesis: umur 35 tahun, G4P3A0, usia kehamilan 38 minggu, riwayat persalinan yang lalu normal. Hasil pemeriksaan:
TD 110/80 mmHg, N 80 x/menit, his 4x/10’/40”, DJJ 144x/menit, tampak sakrum janin pada posisi anteroposterior di vulva. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Memutar bokong ke posisi lateral
Membawa pasien ke puskesmas PONED.
Mengenggam bagian bawah dengan kain bersih.
Memasang infus sebagai antisipasi komplikasi tindakan.
Melahirkan bayi sampai tampak perut dan sebagian dada janin
Seorang perempuan, umur 31 tahun, G3P2A0, usia kehamilan 32 minggu, datang ke Puskesmas PONED diantar suami dalam keadaan kejang, muka sembab, kaki edema. Tim PONED bekerja cepat: satu petugas mempertahankan jalan napas, satu lagi melakukan regimen MgSO4, satu lagi melakukan katerisasi
dan pemeriksaan yang terfokus. Hasil pemeriksaan: pembukaan 9 cm, portio tipis, ketuban utuh, penurunan kepala di hodge III, UUK kiri depan, protein urine (+++)
Tindakan awal apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Menstabilkan pasien
Memecahkan ketuban
Memeriksa refleks patella
Kolaborasi untuk vakum ekstraksi
Merujuk pasien ke rumah sakit sesegera
mungkin
Seorang perempuan, umur 28 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 39 minggu, datang ke Puskesmas dengan keluhan mulas tak tertahankan. Hasil anamnesis: sudah keluar darah lendir. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, P 20x/ menit, N 84x/menit, S 36,8 0C, TFU 32cm,
DJJ 136x/menit, teratur, penurunan kepala 3/5, kontraksi 3x/10’/40’’, portio tipis lunak, pembukaan 6 cm, ketuban utuh, UUK kiri depan. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Mengukur nadi setelah 4 jam pemeriksaaan
Melakukan periksa dalam 2 jam kemudian
Memeriksa TD menjelang persalinan
Melakukan observasi DJJ per 30 menit
Menilai kontraksi 1 jam lagi
Seorang perempuan, umur 28 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 39 minggu, bersama suami datang ke BPM dengan keluhan mulas tak tertahankan. Hasil anamnesis: keluar darah lendir, Ibu tampak gelisah dan kesakitan.
Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, S 36,7oC, N 90x/mnt, P 20x/menit, TFU 33cm, DJJ 136x/menit, teratur, penurunan kepala 3/5, kontraksi 3x/10’/35’’, porsio lunak, pembukaan 5 cm, ketuban utuh. Rencana tindakan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Beri dukungan
Ajarkan teknik relaksasi
Anjurkan Jalan-jalan semampu ibu
Motivasi berkemih sesering mungkin
Sarankan berbaring dalam posisi terlentang
Seorang perempuan, umur 25 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 38 minggu, kala II di BPM, dengan keluhan ingin meneran. Hasil anamnesis: ingin BAB. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, S 36,7oC, N 90x/mnt, P 20x/ menit, TFU 34 cm, DJJ 144x/menit, kontraksi 4x/10’/45’’, pembukaan lengkap, ketuban (+), UUK kiri depan.
Tindakan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Pimpin meneran
Segera Episiotomi
Lakukan amniotomi
Ajarkan teknik relaksasi
Posisikan ibu senyaman mungkin
Seorang perempuan, umur 29 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 40 minggu, kala II di BPM. Hasil anamnesis: ingin meneran. Hasil pemeriksaan : KU baik, TD 120/80 mmHg, S 36,7oC, N 90x/menit, P 20x/menit, TFU 36cm, DJJ 144x/menit, teratur, kontraksi kuat 5x/10’/45’’, pembukaan lengkap, penurunan kepala station 0, ketuban pecah spontan. Tindakan apakah yang paling tepat sesuai kasus tersebut?
Pimpin meneran
Kolaborasi dengan dokter
Berikan injeksi oxytocin 3 unit IM
Posisikan ibu senyaman mungkin
Observasi tunggu sampai bayi lahir spontan
Seorang perempuan, umur 21 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 38 minggu, datang ke BPM dengan keluhan mulas. Hasil anamnesis: ketuban pecah sejak 1 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 90x/mnt, P 20x/menit, TFU 33 cm, letak lintang, DJJ 140x/mnt, teratur, kontraksi 3x/10’/35’’, porsio tipis lunak, pembukaan 5 cm, ketuban (-). Rencana tindakan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Lakukan rujukan
Monitor kontraksi dan DJJ
Pasang infus, ibu dipuasakan
Rawat pasien sebelum inpartu
Nilai air ketuban dengan lakmus
Seorang perempuan, umur 30 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 38 minggu, Kala II di BPM Hasil anamnesis: ingin meneran seperti mau BAB. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg,, N 90x/mnt, TFU 34 cm, DJJ 144x/menit, teratur, kontraksi 4x/10’/45’’, pembukaan lengkap, kepala sudah membuka vulva 5-6 cm. telah dipimpin meneran selama 1 jam dan belum menunjukkan kemajuan. Tindakan apakah yang paling tepat sesuai kasus tersebut?
Lakukan Rujukan
Monitor kontraksi dan DJJ
Pasang infus, ibu dipuasakan
Rawat pasien sebelum inpartu
Lanjutkan memimpin persalinan
Seorang perempuan, umur 30 tahun, G3P2A0, usia kehamilan 38 minggu, kala II di BPM, dengan keluhan ingin meneran. Hasil anamnesis: ingin BAB. Hasil pemeriksaan : TD 120/80 mmHg, S 36,7oC, N 90x/mnt, P 20x/menit, TFU 34 cm, DJJ 144x/menit, kontraksi 4x/10’/45’’, pembukaan lengkap, ketuban (+), UUK kiri depan.
Langkah selanjutnya apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Pimpin meneran
Posisikan litotomi
Mencegah defleksi
Lakukan episiotomi
Membantu lahirnya kepala
Seorang perempuan, umur 25 tahun, G1P0A0, aterm, kala I di Puskesmas. Hasil anamnesis: 1 minggu yang lalu periksa kehamilan, tercatat lengkap di buku KIA. Hasil pemeriksaan: TD 120/80mmHg, N 90x/menit, P 20x/menit, S 36,7oC, TFU 34 cm, DJJ 128 x/menit, penurunan kepala 3/5, kontraksi, 3x/10’/40”, pembukaan 5 cm, ketuban positif. Dokumen catatan apakah yang harus dilengkapi pada kasus tersebut?
Partograf
Biodata pasien
Surat untuk rujukan
Pilihan tindakan persalinan
Persetujuan tindakan (Informed consent)
Seorang perempuan, umur 30 tahun, G2P1A0, hamil 38 minggu, datang ke BPM mengeluh mulas tak tertahankan. Hasil anamnesis: sakit kepala dan penglihatan kabur. Riwayat persalinan sebelumnya operasi atas indikasi preeklamsia. Hasil pemeriksaan: TD 150/90 mmHg, N 88x/menit, S 37,60C, P 20x/menit,
oedema tungkai, TFU 34 cm, DJJ 144x/menit, penurunan kepala 4/5, kontraksi 3x/10’/40”, portio kaku, pembukaan 1 cm, ketuban (+). Pemeriksaan penunjang apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Leukosit
Haemoglobin
Protein urine
Reduksi urine
Golongan darah
Seorang perempuan umur 30 tahun, G1P0A0, aterm, Kala II di BPM dipimpin meneran. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, P 20x/menit, TFU 34 cm, DJJ 144x/menit, kontraksi 4x/10’/45’’. Saat ini kepala janin telah selesai putaran paksi luar. Langkah selanjutnya apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Lahirkan badan dan tungkai
Lanjutkan meneran saat kontraksi
Memegang kepala secara biparietal
Memegang kepala secara biparietal
Gerakkan kepala dengan lembut kearah bawah
Seorang perempuan, umur 29 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 39 minggu, datang ke BPM dengan keluhan keluar darah lendir. Hasil Pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, S 36.6°C, N 80x/menit, P 18x/menit, DJJ (+) 144x/
menit, teratur, penurunan kepala 3/5, kontraksi 3x/10’/35”, portio lunak, pembukaan 4cm, ketuban positif. Informasi tentang apakah yang paling awal
diberikan pada kasus tersebut?
Teknik relaksasi
Posisi persalinan
Dukungan keluarga
Hasil pemeriksaan
Rencana persalinan
Seorang perempuan, umur 28 Tahun, G1P0A0, hamil 38 minggu, datang ke RS dengan keluhan keluar darah lendir. Hasil anamnesis: rasa ingin BAB tetapi tidak mau
keluar, sakit pinggang sejak semalam, rumah dekat dengan RS. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, S 36.6°C, N 80x/menit, P 18x/menit, TFU 34 cm, DJJ (+) 144x/menit, teratur, penurunan kepala 4/5, portio datar,
pembukaan 1 cm, ketuban (+). Rencana tindakan apakah yang paling tepat sesuai kasus tersebut?
Menawarkan ibu pulang hingga kontraksi adekuat
Memantau persalinan kala I fase laten
Persiapan induksi persalinan
Beri pencahar
Pasang infus
Seorang perempuan, umur 30 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 38 minggu, Kala II di BPM sedang dipimpin meneran. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, S 36,7oC, N 90x/mnt, P 20x/menit, TFU 34 cm, DJJ 144x/
menit, teratur, kontraksi 4x/10’/45’’. Saat ini kepala janin telah lahir tapi belum terjadi putaran paksi luar. Langkah selanjutnya apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Periksa lilitan tali pusat
Pegang secara biparietal
Lakukan sanggah susur
Lahirkan bahu anterior
Bersihkan muka bayi
Seorang perempuan, umur 30 tahun, G1P0A0, aterm, datang ke Poskesdes untuk melahirkan. Hasil anamnesis: Riwayat persalinan sebelumnya normal. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 76 x/menit, S
36,5ºC, TFU 36 cm, puka, presentasi kepala, DJJ 140x/menit, teratur, kontraksi uterus 3x/10’/40“, lendir darah keluar dari vagina, pembukaan 6 cm, ketuban utuh, station -2, sutura sagitalis tumpang tindih. Tanda bahaya apakah yang paling penting di observasi pada kasus tersebut ?
Inersia uteri
Ring bandle
Ruptur Uteri
Bradikardi
Takhikardi
Seorang perempuan, umur 24 tahun, P1A0, nifas 1 hari di BPM, khawatir ASI tidak cukup untuk kebutuhan bayinya. Hasil anamnesis: ASI belum keluar, bayi menangis terus.
Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 80X/menit, P 20x/menit, S 36.80C, mammae lembek, kolostrum (+), TFU 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus keras. Pendidikan kesehatan apakah yang paling paling tepat pada kasus tersebut?
Tetap menyusui
Istirahat yang cukup
Perawatan payudara
Teknik menyusui yang benar
Makan makanan mengandung zat besi
Seorang perempuan, umur 21 tahun, P1A0, nifas 1 hari di puskesmas PONED tampak sedih bila dekat dengan bayinya. Riwayat persalinan vakum ekstraksi dengan indikasi kala II melampaui 60 menit. Hasil anamnesis:
Berulang-ulang mengatakan kehamilan dan persalinan ini menyiksa dirinya, ibu sangat gelisah dan menolak menyusui. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 88 x/menit, S 36,20 C, Sikap apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Membiarkan pasien sendiri
Memberikan dukungan psikologi
Menganjurkan istirahat agar pikiran tenang
Merujuk ibu untuk konsultasi dengan psikolog
Membujuk agar mau berinteraksi dengan bayinya
Seorang laki-laki mengantar istrinya ke RS. Hasil anamnesis: umur istri 20 tahun, P1A0, nifas 7 hari, istri sering menangis, sulit tidur dan menolak menyusui bayinya. Hasil anamnesis: riwayat persalinan bedah sesar. Ibu menolak diperiksa dan tiba-tiba menangis.
Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Stress
Psikosis
Skizoprenia
Ambivalensi
Depresi post partum
Seorang perempuan, umur 36 tahun, melahirkan anak ke 5 di BPM dengan keluhan pusing setelah 30 menit plasenta lahir. Hasil Pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, N 110x/menit, P22x/menit, kontraksi uterus lembek,
plasenta lahir lengkap, perdarahan 200cc. Ibu tampak lemas dan pucat. Tindakan awal apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
KBI/KBE
Pasang infus
Penuhi nutrisi
Massage uterus
Pemberian uterotonika
Seorang perempuan, umur 22 tahun, P2A0 nifas 14 hari, datang ke BPM dengan keluhan demam sejak dua hari yang lalu. Hasil anamnesis: riwayat melahirkan normal,
payudara bengkak, tegang dan nyeri, bayi tidak mau menyusu. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, S 38.80C, N 92x/menit, P 22x/menit, payudara keras, kemerahan dan nyeri saat dipalpasi. Diagnosis mungkin apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Tumor
Abses
Mastitis
Retraksi puting
Bendungan ASI
Seorang perempuan, umur 22 tahun, P2A0, nifas 14 hari, datang ke RS dengan keluhan demam sejak dua hari yang lalu. Hasil anamnesis: riwayat melahirkan normal, payudara bengkak, tegang dan nyeri, bayi tidak mau menyusu. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 100/70 mmHg, S 38,80C, N 92x/menit, P 22x/menit, payudara keras, kemerahan dan nyeri saat dipalpasi. Tindakan awal apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Kompres dingin
Teruskan menyusui
Beri parasetamol 500 mg
Suntik antibiotika dosis rendah
Gunakan penyangga payudara yang nyaman
Seorang perempuan, umur 26 tahun, P2A0 nifas 5 hari, datang ke BPM dengan keluhan payudara bengkak. Hasil anamnesis: nyeri jika disentuh, bayi tidak mau menyusu, riwayat melahirkan normal, IMD tidak berhasil. Hasil pemeriksaan: TD 110/70mmhg, S 37,5⁰C, P 20x/menit, N 82x/menit, tampak puting susu masuk kedalam, payudara tegang dan keras. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Abses payudara
Infeksi mammae
Bendungan ASI
Retraksi nipple
Mastitis
Seorang perempuan, umur 26 tahun, P1A0, datang ke BPM dengan keluhan nyeri pada kaki sebelah kanan sejak 1 hari ini. Hasil anamnesis: melahirkan 3 hari lalu di BPM dengan riwayat partus lama dan nyeri pada luka
jahitan sehingga takut jalan. Hasil pemeriksaan
: KU baik, TD 110/80 mmHg, N 92x/
menit, S 38,5 0C, P 20 x/menit, kaki kanan
bengkak warna merah, nyeri bila ditekan
dan digerakkan, TFU setengah pusat simfisis,
kontraksi uterus baik, lochea rubra,
luka jahitan perineum bersih dan kering. Diagnosis apakah yang paling mungkin sesuai
kasus tersebut?
Trombophlebitis
Haematoma
Varices
Selulitis
Abses
Seorang perempuan, umur 22 tahun, P1A0, nifas 4 hari, datang ke BPM mengeluh nyeri puting susu saat menyusui. Hasil anamnesis: ASI cukup. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 80 x/menit,P 22 x/menit, S 36,50 C, kedua payudara keras dan puting susu lecet, TFU 1/2 pusat simfisis, kontraksi uterus baik,
lochea rubra. Tindakan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Menganjurkan sementara tidak menyusui
Mengajarkan posisi menyusui
Menganjurkan memerah ASI
Memberi salep antibiotika
Memberi obat anti nyeri
Seorang perempuan, umur 28 tahun, P2A0 nifas 2 hari di RS. Hasil anamnesis: Ibu merasa pusing dan lemas sejak 2 hari ini, riwayat melahirkan spontan dan perdarahan post partum 600 cc. Hasil pemeriksaan: KU tampak
pucat, TD 100/70 mmHg, N 88x /menit, P 19 x/menit, S 36,60C, TFU 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik, lochea rubra. Pemeriksaan penunjang apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Gula darah
Kimia darah
Biakan darah
Haemoglobin
Urine lengkap
Seorang perempuan, umur 26 tahun, P2A1 nifas 3 hari dikunjungi bidan ke rumah. Hasil anamnesis: keluar darah banyak. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, S 380C, N 84 x/menit, P 19 x/menit, TFU 1 jari bawah pusat,
kontraksi uterus lembek, kandung kemih penuh dan tegang, lochea rubra. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Distensi kandung kemih
Infeksi kandung kemih
Infeksi saluran kemih
Subinvolusio
Infeksi nifas
Seorang perempuan, umur 26 tahun, P2A0 nifas 3 hari, datang ke BPM dengan keluhan kepala pusing sejak 1 hari yang lalu. Hasil anamnesis: riwayat melahirkan secara spontan, perdarahan banyak setelah melahirkan, dan lemas. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, N 92x /menit, P 20x/menit, S 36,2 0 C, TFU 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik, lochea rubra, Hb 10 gr/dL. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Trombocitopenia
Leukocitopenia
Thalasemia
Leukemia
Anemia
Seorang perempuan, umur 25 tahun, P3A0 nifas 8 jam di Puskesmas, riwayat HPP 400 cc. Hasil anamnesis: pusing dan lemas. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 88
x/menit, P20 x/menit, S 36,90C, TFU 2 jari bawah pusat, uterus teraba lembek, kandung kemih kosong, jumlah darah satu pembalut penuh. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Beri analgetika.
Observasi tanda vital
Observasi perdarahan
Penuhi kebutuhan nutrisi
Observasi keadaan umum
Seorang perempuan, umur 35 tahun, P4A0 nifas 10 hari, datang ke BPM dengan keluhan demam sejak 2 hari yang lalu. Hasil anamnesis: payudara nyeri dan terasa bengkak sejak 3 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 100 x/menit, P 24 x/menit, S 38,50 C, payudara keras dan kemerahan meradang. Diagnosis yang paling mungkin pada kasus tersebut ?
Mastitis
Infeksi nifas
Engorgement
Bendungan ASI
Abses Payudara
Seorang perempuan, umur 23 tahun, P1A0, nifas 7 hari, datang ke BPM mengeluh perdarahan satu hari yang lalu. Hasil anamnesis: darah keluar sedikit berwarna kecoklatan. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 88
x/menit, P 20 x/menit, S 36,20 C, TFU 1/2 pusat simfisis, tampak gumpalan dengan jumlah darah sekitar 200 cc. Bidan belum pernah memiliki pengalaman menangani ibu dengan perdarahan post partum sekunder. Tindakan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Memasang infus
Merujuk ke rumah sakit
Melakukan eksplorasi uterus
Berkonsultasi dengan bidan yang lebih senior
Mempelajari kembali buku sumber untuk penanganan HPP
Seorang perempuan, umur 27 tahun, P1A0, nifas 14 hari, datang ke BPM dibawa keluarganya karena kejang. Hasil anamnesis: persalinan ditolong dukun, tidak ada riwayat
kejang sebelumnya. Hasil pemeriksaan: TD 120/70 mmHg, N 80 x/menit, P 20 x/menit, S 37,80C, mulut mencucut, punggung melengkung, perut keras. TFU tidak teraba. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada
kasus tersebut?
Eklamsia
Epilepsi
Tetanus
Shock sepsis
Meningitis
Seorang perempuan, umur 25 tahun, P2A0, melahirkan 2 bulan yang lalu, datang ke BPM dengan keluhan keputihan. Hasil anamnesis: gatal-gatal di sekitar area genetalia, belum haid, menyusu ekslusif. Sudah sanggama sejak nifas 40 hari. Hasil pemeriksaan: TD
120/70 mmHg, N 78 x/menit, P 22 x/menit, keputihan berwarna kuning kehijauan. Penyebabnya apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Trikomoniasis
Kandidiasis
Klamedia
Gonore
Sifilis
Seorang perempuan, umur 25 tahun, P1A0, nifas 2 minggu, datang ke puskesmas dengan keluhan demam. Hasil anamnesis: sakit kepala, nyeri otot, dan kurang nafsu makan. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 82 x/menit, P 22 x/menit, S 38 oC,TFU tidak teraba, rapid diagnosis test/RDT (+). Masalah apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Malaria
Tifoid
Dengue
Mastitis
Influenza
Seorang bayi laki-laki, lahir normal, IMD tidak berhasil, 2 hari yang lalu di RS. Hasil pemeriksaan: BB 3000 gram, PB 49 cm. Tidak ditemukan kelainan kongenital, S 370C.
Saat ini sedang diperiksa releks dengan cara menyentuh bagian pipi bayi. Hasilnya, mulut bayi mengikuti arah jari.
Jenis refleks apakah yang ditunjukkan bayi pada kasus tersebut?
Rooting
Grasping
Babinski
Sucking
Moro
Seorang bayi laki-laki, anak kedua baru dilahirkan 6 jam yang lalu di RS secara spontan. Riwayat kelahiran: bayi bernafas spontan, usia gestasi 40 minggu, inisiasi menyusu dini berhasil, Bayi sudah BAK 1 kali, PB 48 cm,
BB 2600 gram. Telah diberikan suntikan Vit K1 Asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Memandikan
Melanjutkan IMD
Memfasilitasi rooming in
Melakukan pencatatan surat keterangan lahir
Memberikan suntikan imunisasi Hepatitis B0
Seorang bayi perempuan baru lahir di bidan praktik mandiri. Riwayat kelahiran: anak pertama, usia gestasi 38 minggu, kala II lama. Hasil pemeriksaan: Bayi lahir tidak segera menangis, kulit jari-jari ekstremitas kebiruan,
tonus otot lemas. Diagnosis apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut?
Gangguan fungsi motorik
Masalah vaskularisasi
Kelainan jantung
Asfiksia
Apneu
Seorang bayi perempuan, umur 3 hari, dibawa ibunya ke BPM untuk kontrol. Hasil anamnesis: malas menyusu, BAB dan BAK lancar. Hasil pemeriksaan: tampak kuning pada muka, leher, sampai ke pusat, FJ 110 x/menit,
P 40 x/menit, S 370C. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Ikterus fisiologis
Jaundice patologis
Bayi normal
Kern ikterus
Letargi
Seorang balita, umur 2 tahun, dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan mencret yang belum sembuh sejak 2 minggu yang lalu. Hasil anamnesis: balita masih mau minum dan makan, BAB 3-4 kali sehari, konsistensi cair, tidak ada darah dalam tinja, minum dan
makan biasa. Hasil pemeriksaan: kesadaran: CM, S 37°C, P 34x/menit, mata tidak cekung, turgor kulit kembali cepat. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada
kasus tersebut?
Disentri
Diare persisten
Diare tanpa dehidrasi
Diare dengan dehidrasi berat
Diare dengan dehidrasi sedang
Seorang bayi laki-laki, umur 1 tahun, dibawa ibunya ke posyandu untuk penimbangan. Hasil anamnesis: bayi belum bisa berjalan. Hasil pemeriksaan: kesadaran: CM, BB 9 Kg, PB 75 cm, S 36,7°C, P 32x/menit. Hasil jawaban
ya pada Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) berjumlah 7. Kesimpulan tumbuh kembang apakah yang
tepat pada kasus tersebut?
Pertumbuhan normal dan perkembangan menyimpang
Pertumbuhan normal dan perkembangan meragukan
Pertumbuhan kurang dan perkembangan meragukan
Pertumbuhan dan perkembangan tidak normal
Pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia
Seorang bayi laki-laki, umur 2 tahun, dibawa ibunya ke posyandu untuk penimbangan. Hasil anamnesis: bayi sehat tidak ada keluhan. Hasil pemeriksaan: kesadaran: CM, BB 10,5, Kg, PB 84 cm, S 36,8°C, P 30 x/menit. Hasil
jawaban ya pada Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) berjumlah 8. Tindakan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Anjurkan konsultasi dengan dokter sesialis anak
Penimbangan kembali 1 bulan yang akan datang
Evaluasi perkembangan 3 bulan kemudian
Evaluasi KPSP ulang 2 minggu kemudian
Konsultasi dengan ahli gizi
Seorang bayi laki-laki, umur 1 tahun, dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan mencret sejak 2 hari yang lalu. Hasil anamnesis: bayi rewel, BAB 3-5 kali sehari, konsistensi cair, tidak ada darah dalam tinja, minum banyak. Hasil pemeriksaan: kesadaran: CM, BB 8,5 Kg, PB 74 cm, S 37,5°C, P 36 x/menit, mata tidak cekung, turgor kulit kembali cepat. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Pemberian zink selama 1 minggu
Pemberian teh manis
Pemberian antipiretik
Pemberian antibiotik
Pemberian oralit
Seorang bayi perempuan, umur 1 tahun, dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan demam sejak 3 hari yang lalu. Hasil anamnesis: bayi rewel, tidak ada batuk pilek, menyusu kuat. Hasil pemeriksaan: BB 8,5 Kg, PB 75 cm, S 37,8°C, P 30 x/menit, tampak ruam merah kecoklatan di sekitar telinga, kepala dan leher, mata tidak merah, tidak ada luka pada mulut. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Pemberian salep mata
Rujuk ke rumah sakit
Pemberian antipiretik
Pemberian antibiotik
Pemberian vitamin A
Seorang bayi laki-laki, umur 6 bulan, dibawa ibunya ke posyandu untuk penimbangan. Hasil anamnesis: bayi sehat, tidak ada keluhan, serta menyusu kuat, riwayat imunisasi sebelumnya BCG, Polio 1-4, DPT 1-3, Hep.B 1-3.
Hasil pemeriksaan: kesadaran: CM, BB 7,5 Kg, PB 66 cm, S 36,8°C, P 34 x/menit, jawaban ya pada KPSP adalah 9.
Umur berapakah bayi tersebut dijadwalkan dipantau kembali tumbuh kembangnya?
7 bulan
8 Bulan
9 bulan
10 bulan
11 bulan
Seorang bayi perempuan, umur 2 tahun, dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan . Hasil anamnesis: batuk tidak disertai pilek, tidak ada demam, batuk berdahak, riwayat imunisasi dasar lengkap, makan 3x/sehari porsi sedang. Hasil pemeriksaan: BB 10 Kg, PB 84 cm, S 37°C, P 34x/menit. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Kolaborasi untuk pemberian antobiotik
Rujuk untuk pemeriksaan lanjutan
Pemberian jeruk nipis dan kecap
Pemberian obat batuk yang aman
Pemberian pelega tenggorokan
Seorang Bidan menolong persalinan secara spontan, bayi menangis kuat, kulit kemerahan, pergerakan aktif. Hasil pemeriksaan pada bayi: BB 3600 gram, PB 49 cm, terdapat pembengkakan pada kepala, teraba lunak,
batas tidak jelas, melewati sutura, dan berisi cairan limfe.
Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Cephal hematoma
Caput succedanium
Perdarahan intracranial
Perdarahan subaponeurotik
Penumpukan cairan cerebrospinal
Seorang bayi laki-laki lahir lahir 2 jam yang lalu di klinik dan sudah dilakukan IMD selama 1 jam dan telah mendapatkan asuhan bayi baru lahir 1 jam pertama. Hasil pemeriksaan : BB 3500gram, PB 55 cm, Frekuensi Jantung 110x/menit, S 37OC, gerak aktif, tonus otot
baik. Rencana prioritas apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Pemeriksaan fisik bayi
Berikan identitas pada Bayi
Berikan Suntikan Vitamin K1
Menyuntikkan imunisasi Hb0
Lakukan pengukuran antropometri
Seorang perempuan baru saja melahirkan bayi 1 menit yang lalu di Klinik Bersalin, umur kehamilan aterm, bayi menangis kuat, warna kulit merah, bayi mulai mencari puting susu. Setelah 1 jam dilakukan pemeriksaan
antropometri dengan hasil: BB bayi 3800 gram, PB 56 cm, kulit lanugo sedikit, LK: 34 cm, LD: 35 cm. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Bayi baru lahir normal
Bayi baru lahir dismatur
Bayi baru lahir prematur
Bayi baru lahir post matur
Bayi baru lahir dengan obesitas
Seorang bayi perempuan lahir spontan 1 jam yang lalu di RS, Hasil anamnesis: gerakan aktif, berat badan 2500 gram, panjang badan 48 cm, pernapasan 50 x/menit, dengan usia kehamilan saat lahir 37 minggu. Hasil pemeriksaan
tidak ditemukan kelainan, daya hisap
kuat, reflek hisap bagus, frekuensi jantung
120x/menit, S 37OC
Rencana asuhan apakah yang harus diberikan
pada bayi pada kasus tersebut?
Rawat gabung
Berikan oksigen
Berikan antibiotik
Berikan kortikosteroid
Rawat dalam inkubator
Seorang bayi laki-laki lahir spontan, aterm 4 jam yang lalu di Puskesmas. Berat lahir 2550 gram, panjang badan 50 cm, ASI keluar lancar, hisapan bayi kuat. Hasil Pemeriksaan: menangis kuat, warna kemerahan, gerakan
aktif, frekuensi jantung 120x/menit, S 37OC. Rencana asuhan apakah yang diberikan sesuai kasus tersebut?
Memandikan bayi
Memberikan Vit K1 1 mg
Memberikan Imunisasi Hb0
Mendukung pemberian ASI on deman
Memberikan Eritromicyn 1% sebagai profilaksis
Seorang bayi perempuan baru saja dilahirkan spontan, dengan riwayat usia gestasi 40 minggu di RB. Hasil Pemeriksaan: KU baik, BB lahir 3000 gram, PB 50 cm, S 36°C, N 125x/menit, badan dan ekstremitas berwarna
merah, menangis kuat, gerakan sedikit, bersin saat dilakukan rangsangan taktil. Berapakah nilai Apgar Skor bayi sesuai kasus?
6
7
8
9
10
Seorang bayi perempuan lahir 2 jam yang lalu di rumah. Hasil anamnesis: Bayi menyusu kuat, BAK lancar, BAB 3x/sehari. Hasil pemeriksaan: BB lahir 2400 gram, PB 46 cm, S 350C, Frekuensi Jantung 120x/menit, refleks hisap kuat, dan pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Asuhan yang harus diberikan kepada bayi pada kasus tersebut?
Lakukan perawatan metode kanguru
Letakkan dibawah lampu
Berikan infus dekstrose
Berikan antibiotik
Rujuk segera
Seorang bayi laki-laki lahir spontan 2 jam yang lalu di Rumah sakit, BB 2400 gr, PB 47 cm,. Usia kehamilan 36 minggu. Hasil pemeriksaan: Frekuensi jantung 110x/menit, Terdapat banyak lanugo, reflex belum sempurna. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada
kasus tersebut?
Immatur
Dismatur
Prematur
Post matur
Matur
Seorang perempuan umur 24 tahun datang ke BPM untuk menggunakan alat kontrasepsi. Hasil anamnesis: telah melahirkan 1 bulan yang lalu, anak 1, menyusui bayinya secara ekslusif. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD
120/80 mmHg, N 90x/menit, P 24x/menit S 36,70C, tanda-tanda kemungkinan hamil (-), terdapat varises di kaki.
Alat kontrasepsi apakah yang paling sesuai pada kasus tersebut?
AKDR
AKBK
MOW
Pil kombinasi
Suntik kombinasi
Seorang perempuan umur 25 tahun datang ke BPM. Mengeluh ingin memakai kontrasepsi tetapi yang tidak mengganggu produksi ASI. Hasil anamnesis: mengaku melahirkan 6 bulan yang lalu dan selama ini memberikan ASI ekslusif dan belum pernah haid. Berdasarkan hasil pemeriksaan Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 150/100 mmHg, N 90x/menit, P 24x/menit S 36,70C. Alat kontrasepsi apakah yang paling tepat sesuai kasus tersebut?
MAL
AKBK
AKDR
Mini Pil
Suntik 3 bulan
Seorang perempuan umur 30 tahun datang ke BPM. Mengatakan ingin memakai kontrasepsi untuk mengatur jarak kehamilan yang tidak mengganggu ASI. Hasil anamnesis: melahirkan anak pertama 6 bulan yang lalu, selama ini memberikan ASI ekslusif dan belum pernah
haid. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 90x/menit, P 24x/menit S 36,70 C. Alat kontrasepsi apakah yang paling tepat untuk kasus diatas?
Suntik 1 bulan
Suntik 3 bulan
Pil kombinasi bifasik
Pil kombinasi trifasik
Pil kombinasi minifasik
Seorang perempuan umur 20 tahun datang bersama suaminya, ke BPM. Mengatakan ingin ber-KB. Hasil anamnesis: baru menikah 1 bulan yang lalu, ingin menunda kehamilan selama 3 tahun. KU baik, TD 120/80 mmHg, N 90x/menit, P 24x/menit S 36,70C, tidak ada
tanda-tanda kehamilan, PP test (-). Alat kontrasepsi apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
Pil
IUD
Suntik
Kondom
Metode kalender
Seorang perempuan, umur 27 tahun, akseptor IUD, datang ke BPM dengan keluhan sejak 2 bulan yang lalu tidak haid. Hasil anamnesis: nyeri perut bagian bawah, perut terasa membesar. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD
120/80 mmHg, N 90x/menit, P 24x/menit S 36,70C, palpasi TFU belum teraba, inspekulo benang IUD masih terlihat. Tindakan awal apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Mencabut IUD
Memberikan konseling
Melakukan tes kehamilan
Memberikan terapi hormon
Merujuk ke dokter kandungan
Seorang perempuan, umur 36 tahun, P1A0, akseptor KB pil, datang ke BPM karena lupa minum pil selama 2 hari berturut-turut. Hasil anamnesis: 10 jam yang lalu sudah berhubungan dengan suaminya, ibu merasa khawatir
takut hamil. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 90x/menit, P 24x/menit S 36,70C. Tindakan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?
Memberi suntikan KB
Memberikan konseling
Melakukan tes kehamilan
Memberikan kontrasepsi darurat
Menganjurkan
Seorang perempuan, umur 28 tahun, akseptor KB pil, datang ke BPM dengan keluhan selama 3 bulan ini mengeluarkan bercak darah berwarna merah kecoklatan dari jalan lahir. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80
mmHg, N 90x/menit, P 24x/menit, S 36,70C, tidak ada masa pada abdomen, tampak bercak darah (+). Efek samping apakah yang sedang dialami pada kasus tersebut?
Spotting
Menoragia
Metroragia
Haemoragia
Menometroragia
