Font size
WorksheetsPeribahasa
Total questions: 40
Worksheet time: 27mins
Apakah maksud peribahasa di bawah
Bagai cincin dengan permata
Pasangan yang sama tetapi tidak cantik dan sepadan
Pasangan yang sama cantik dan sepadan
Apakah maksud peribahasa di bawah
Bagai isi dengan kuku
Persahabatan yang jauh
Persahabatan yang rapat
Apakah maksud peribahasa di bawah
Bagai cendawan tumbuh selepas hujan
Terlalu banyak pada suatu masa
Terlalu sikit pada suatu masa
Apakah maksud peribahasa di bawah
Bagai bulan jatuh ke riba
Mandapat keuntungan yang sikit
Mendapat keuntungan yang banyak
Mendapat keuntungan yang lumayan
Apakah maksud peribahasa di bawah
Bagai aur dengan tebing
Hubungan yang jauh antara satu sama lain
Hubungan yang rapat antara satu sama lain
Apakah maksud peribahasa di bawah
Bagai menatang minyak yang penuh
Menjaga anak denagn penuh rasa dendam
Menjaga anak dengan penuh kasih sayang
Apakah maksud peribahasa di bawah
Mencurah air kedaun keladi
Memberi nasihat yang tiada berkesan
Memberi teguran yang berkesan
Apakah maksud peribahasa di bawah
Bagai pinang dibelah dua
Pengantin yang sama cantik dan sama padan
Pengantin yang hodoh dan tidak padan
Apakah maksud peribahasa di bawah
Bagai tikus membaiki labu
Seseorang yang cuba memperbaiki sesuatu yang tidak diketahuinya dan akhirnya merosakkannya
Seseorang yang cuba memperbaiki sesuatu yang diketahuinya dan tidak merosakkanya
Apakah maksud peribahasa di bawah
Bagai anjing dengan kucing
Dua orang yang sering bertengkar apabila bertumu
Dua orang yang tidak bertengkar apabila bertemu
Apakah maksud peribahasa di bawah
Bagai kacang melupakan kulit
Tidak mengenang jasa atau budi orang yang pernah membela atau menolongnya
Mengenang jasa orang yang pernah membela atau menolongnya
Apakah maksud peribahasa di bawah
Bagai bulan dipagar bintang
Keadaan yang sangat sesuai
Keadaan yang sangat tidak sesuai
Apakah maksud peribahasa dibawah
Bagai itik pulang petang
Berlari laju
Berjalan cepat
Berjalan lambat
Berlari perlahan
Nyatakan maksud peribahasa berikut :
Ayam di kepuk mati kelaparan, itik di air mati kehausan.
Cita-cita yang tidak kesampaian.
Kemewahan hidup yang dikecapi kerana kejayaan dalam perniagaaan.
Orang yang hidup dalam kesenangan.
Sangat menderita kesusahan meskipun bergaji besar (beristerikan atau bersuamikan orang kaya) atau hidup miskin di negara yang kaya dan makmur.
Dina anak yang pintar. Dia selalu mendapatkan nilai yang tinggi di semua mata pelajaran. Namun, hal itu tidak membuatnya menjadi anak yang sombong. Dia mau membantu teman-temannya yang mengalami kesulitan dalam belajar. Oleh karena itu, dia disukai teman-temannya.
Peribahasa yang sesuai untuk ilustrasi tersebut adalah ....
Tong kosong nyaring bunyinya.
Bagai ilmu padi, makin berisi makin merunduk.
Air beriak tanda tak dalam.
Air tenang menghanyutkan.
Felix adalah siswa kelas 6. Sebentar lagi dia akan menghadapi UN. Semenjak semester pertama, dia bertekad untuk belajar dengan tekun. Sekarang dia selalu belajar dengan sungguh-sungguh. Sesulit apa pun soal Matematika, dia terus mencoba hingga menemukan jawabannya. Kadang-kadang dia tidur larut malam untuk menyelesaikan PRnya. Usahanya tak sia-sia, akhirnya Felix lulus dengan nilai yang memuaskan.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ....
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
Bagai katak dalam tempurung.
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.
Boni dan Danu adalah kakak beradik. Meskipun begitu, mereka selalu saja bertengkar. Hal kecil pun bisa menjadi masalah besar. Setiap kali bertemu, ada saja yang diributkan.
Peribahasa yang sesuai untuk ilustrasi tersebut adalah ....
Ada asap pasti ada api.
Bagai pinang dibelah dua.
Bagai anjing dan kucing.
Menang jadi arang, kalah jadi abu.
Ibuku adalah ibu rumah tangga. Kadang, dia harus mengerjakan banyak pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Pagi tadi, ibu menggoreng ikan untuk sarapan kami. Sambil menunggu ikannya matang, ibu menyiapkan baju yang akan di pakai ayah juga merapikan kamar.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ...
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
Bagai anak kehilangan induknya.
Berat sama dilikul, ringan sama dijinjing.
Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.
Pada suatu hari, Dino jatuh dari sepeda. Rino yang melihatnya, langsung datang menolong. Rino adalah anak yang baik. Dia suka menolong siapa saja yang mengelami kesulitan. Berbeda dengan Dino, meskipun Rino pernah menolongnya, tetapi dia malah menertawakan Rino yang jatuh karena tersandung.
Peribahasa yang tepat untuk Dino adalah ...
Bagai air di daun talas.
Air susu dibalas air tuba.
Air tenang menghanyutkan.
Air beriak tanda tak dalam.
Pak Tono adalah seorang yang boros. Dia terbiasa membeli apa saja yang dia inginkan tanpa memikirkan pendapatan yang dia miliki. Tak heran jika setiap bulan dia harus berhutang kepada teman-temannya. Pengeluarannya tiap bulan lebih besar daripada penghasilannya.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ...
Bagai menegakkan benang basah.
Bagai burung di dalam sangkar.
Besar pasak daripada tiang.
Bagai mendapat durian runtuh.
Diana adalah anak satu-satunya di keluarga Pak Dulah. Orang tuanya sangat menyayangi Diana. Karena terlalu sayang, Diana tidak bisa pergi bermain atau pun belajar ke luar rumah. Orang tuanya terlalu khawatir kepada Diana. Diana hanya bisa berdiam di kamarnya sambil melihat teman-temannya bermain dari jendela. Diana bagaikan ....
Peribahasa yang tepat untuk melengkapi keadaan Diana adalah ...
Bagai burung dalam sangkar.
Bagai punguk merindukan bulan.
Bermain api basah, bermain api hangus.
Bagaikan kerbau dicocok hidungnya.
Anjas, anak yang suka mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang lain. Bahkan hal yang sepele pun sering dibesar-besarkan. Kelemahan dan kesalahan orang seolah-olah menjadi objek yang menarik baginya, sedangkan kelemahan dan kesalahan dirinya ditutup-tutupi.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan sifat Anjas adalah …
Lempar batu sembunyi tangan.
Kalah jadi abu menang jadi arang.
Memercik air didulang terpecik muka sendiri.
Kuman di seberang lautan tampak gajah di pelupuk mata tak tampak.
Iwan anak yang kurang disukai teman-temannya sekelas. Iwan selalu menyombongkan akan kemampuannya bermain bola basket. Pada saat pertandingan antarkelas, ketua kelas memasang Iwan dalam tim basket kelasnya. Ternyata Iwan membawa bola pun tak bisa.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kondisi tersebut adalah .…
besar pasak daripada tiang
air beriak tanda tak dalam
air tenang menghanyutkan
bagai air di daun talas
Di kelasku ada anak kembar, wajahnya sangat mirip. Hanya teman-teman tertentu saja yang bisa membedakan di antara keduanya. Gurupun sering tertukar dalam memanggil nama mereka.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi tersebut adalah .…
bagai anjing dan kucing
air beriak tanda tak dalam
bagai air dan minyak
bagai pinang dibelah dua
Lusi dan Dewi bersahabat. Setiap hari mereka selalu bersama. Sebagai seorang sahabat maka Dewi selalu berbagi apapun yang ia punya dengan Lusi. Di depan Dewi, Lusi selalu berbuat baik. Tetapi di belakang Dewi, Lusi sering menceritakan keburukan Dewi. Ternyata Lusi hanyalah berpura-pura agar dapat menyaingi Dewi.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi tersebut adalah .…
bagai makan buah simalakama
lempar batu sembunyi tangan
bagai musuh dalam selimut
tong kosong nyaring bunyinya
