NEW
Font size
WorksheetsDiskusi Ragam Sastra Jawa Kuno
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Wacana puisi yang ditulis dalam bahasa Jawa kuno atau dengan kata atau bahasa lain disebut
Kakawin
Kidung
Suluk
Serat
Babad
Rãmãyana, Bhãratayudha, Arjunawiwãha, Smaradahana, Sutasoma, Nãgarakrtagãma, Sumanasãntaka, Kuñjarakarna, Hariwangsa, Pãrthayajña, dan Siwarãtrikalpa, contoh-contoh teks tersebut termasuk dalam jenis sastra lama Jawa Kuno jenis ...
Babad
Suluk
Kidung
Kakawin
Serat
Salah satu bentuk puisi lama, terutama yang berkembang sejak era sastra Jawa periode Tengahan, yaitu dari masa Majapahit akhir. Sebagai puisi lama, bentuknya sangat terikat dengan metrum yang ketat, yang mengatur pola sajak (rima) dalam suatu bait, jumlah suku kata (syllable) dalam satu baris, dan jumlah baris dalam satu bait disebut ....
Kakawin
Kidung
Suluk
Serat
Babad
Perbedaan kidung dari kakawin yang paling jelas adalah penggunaan bahasanya. Kakawin menggunakan bahasa Jawa Kuna, sedangkan kidung menggunakan bahasa Jawa Pertengahan.
ya
tidak
Lagu vokal yang dilantunkan oleh dalang untuk memberikan suasana tertetu dalam adegan-adegan pertunjukan wayang disebut ....
Kakawin
Kidung
Suluk
Serat
Babad
Suluk atau sulukan berasal dari bahasa Jawa yang artinya adalah ajaran yang berhubungan dengan mistik Jawa.
ya
tidak
Berisi tentang ajaran atau Piwulang dan pitutur kearah kebaikan dan kebajikan, tuntunan agung yang dapat dijadikan sebagai pedoman dan suri tauladan bagi manusia disebut ....
Kakawin
Kidung
Suluk
Serat
Babad
Serat Wulang Estri merupakan karya sastra kelanjutan dari ajaran Paku Buwana IV yang ditujukan bagi putrinya, yaitu berupa ajaran berumah tangga.
ya
tidak
Berisi tentang sejarah lokal yang berhubungan dengan nama tempat, daerah, kerajaan maupun tokoh besar (historis). Babad bersifat lokal yang ditulis dengan cara pandang tradisional, sehingga sering dibumbui dengan berbagai hal yang bersifat pralogis atau bahkan bersifat fiktif dan simbolik.
Kakawin
Kidung
Serat
Suluk
Babad
Babad menekankan pada pengagungan leluhur maupun raja, yang menekankan pada pengukuhan legitimasi sebagai catatan sejarah bagi kepentingan penguasa dan keturunanya.
ya
tidak
