WorksheetsCharging System Auto Electric
Total questions: 16
Worksheet time: 8mins
Yang bukan termasuk komponen Alternator adalah :
Field Coil
Belitan Konduktor
V Belt
Dioda Rectifier
Komponen yang berfungsi untuk membangkitkan medan magnet pada Alternator adalah :
Field Coil
Belitan konduktor
Diode
Transistor
Rangkaian Rectifier pada Alternator berfungsi sebagai :
Pengatur arus listrik
Penyalur arus listrik
Penyearah arus AC menjadi DC
Mengubah arus DC menjadi AC
Pada type Brush Less Alternator,medan magnet pada field coil ditimbulkan oleh :
Residual magnet
Electro magnet
Magnet permanen
Magnet alam
Ada dua type rangkaian belitan konduktor pada alternator yaitu :
AC dan DC
Bintang dan Segi tiga
Belitan searah dan bolakbalik
Alfa dan Delta
Fungsi carbon brush pada Alternator adalah :
Menyearahkan arus listrik menuju field coil
Menahan arus listrik menuju field coil
mengurangi tegangan field coil
Menyalurkan arus listrik menuju field coil
Fungsi Regulator pada alternator adalah :
Mengatur konduktor
Mengatur kuat medan magnet
Mengatur jumlah belitan medan magnet
Mengatur tegangan battery
Faktor yang bukan menjadi syarat dibangkitkannya tegangan listrik pada alternator adalah :
Medan magnet
Konduktor
Putaran/perpotongan
Arah kumparan
Apabila hasil pengukuran tegangan pada terminal B Alternator unit Haul Truck 785B,menunjukan 24 Volt,maka kesimpulannya adalah :
Charging system berfungsi normal
Charging system Over charge
Charging system Low charge
Alternator berfungsi dengan baik
Semakin kuat medan magnet pada field coil ,maka output alternator adalah :
Semakin besar tegangan yang dihasilkan alternator
Semakin kecil tegangan yang dihasilkan alternator
Semakin cepat putaran alternator
Semakin lambat putaran alternator
Range tegangan charging pada sistem 24 V adalah :
24 - 27 Volt
27 - 29 Volt
29 - 32 Volt
24 - 25 Volt
Fungsi slip ring pada alternator adalah :
Mengatur tegangan field coil
Mengatur arus field coil
Menyalurkan arus listrik ke field coil
Menghubungkan Konduktor ke field coil
Kondisi sederhana yang menyebabkan low charging adalah :
Bracket battery kendor
Fan belt radiator kendor
V belt Alternator kendor
Throttle pedal kendor
Salah satu ciri over charge adalah :
Lampu penerangan redup
Engine tidak bisa start
Alternator berdengung
Electrolyte Battery cepat berkurang
Sebuah battery over charge,penyebabnya adalah :
Regulator Alternator rusak
V Belt Alternator kendor
High RPM
High resistan pada field coil
Mengukur arus pengisian Alternator dengan cara :
Ampere meter dihubung paralel antara alternator dan battery
Ampere meter dihubung seri antara alternator dan battery
Menggunakan Volt meter yang terhubung paralel antara alternator dan battery
Menggunakan Volt meter yang terhubung antara alternator dan ground
