WorksheetsLatihan
Total questions: 20
Worksheet time: 7mins
obat anti aritmia dengan mekanisme inhibitor sodium ion channel
Bretylium
Amiodaron
Mexiletine
Ibutilide
Acetabutol
Bagian otak yang mengintegrasikan autonom sistem saraf dan regulasi fungsi lain seperti TD, suhu tubuh, sekresi kelenjar
Limbic sistem
Cortex cerebral
Cerebellum
Hipotalamus
Reticular activating system
obat yang berfungsi sebagai antidotum inhbitor beta blocker, torsaides de pointes refrakter, bradikardi simptomatis
Dopexamine
Isoproterenol
Dopamine
Dobutamine
Ephedrine
Faktor yang paling kecil pengaruhnya terhadap kehilangan panas tubuh pada pembedahan bayi
adalah:
Gas anestesi yang telah terhumidifikasi
Sistem anestesi non rebreathing aliran tinggi
Penurunan ambang termoregulasi
Temperatur yang rendah di kamar operasi
Vasodilatasi akibat agen anestesi
Obat diuretika yang mempunyai efek samping hiperkalemia
Golongan brain natriuretic peptide
Vasopressin
Golongan aldosterone blockers
Golongan loop diuretics
Golongan potassium-sparing diuretics
Obat anestesi inhalasi dibawah ini mengandung preservatif
Desflurane
Isoflurane
Sevoflurane
Enflurane
Halothane
Kebutuhan cairan rumatan untuk anak usia 3 tahun dengan berat badan 30 kg adalah
24 ml/jam
62 ml/jam
48 ml/jam
70 ml/jam
52 ml/jam
Seorang wanita 45 tahun dengan luka bakar derajat 2 30% dan derajat 3 10% tanpa trauma jalan
nafas dikonsulkan untuk debridement. Diketahui pasien riwayat hemodialisis berulang 1x seminggu
dengan lab saat ini Hb 9.6, BUN 68, Screatinin 6.4, SGOT 350, SGPT 460, Kalium 5.2. manakah
obat pelumpuh otot yang lebih aman untuk anda gunakan selama pembiusan?
Pancuronium
Cisatracurium
Rocuronium
Vecuronium
Suksinilkolin
Perbedaan antar sel otot jantung dengan otot skelet terletak pada
Reticulum sarkoplasma otot jantung diselingi cakram dengan sambungan impermiabel
memungkinkan difusi ion lebih cepat
Aktin-miosin otot jantung berbentuk linear dan longitudinal
Aktin dan myosin otot jantung saling menyisip satu dengan yang lain selama kontraksi
dengan cara yang berbeda dibanding otot skeletal
Komposisi aktin-miosin
T tubulus otot jantung lebih besar dan lebar
Pada saat anestesi, anda mengatur ventilator yang belum dilengkapi dengan fresh gas flow
decoupling, sebagai berikut: Vt 500 ml, frekuensi nafas 10 kali permenit, I:E ratio = 1:2, aliran gas
ke sirkuit nafas 6 L/menit. Jika compliance paru-paru normal, sebenarnya akan didapatkan Vt
sebesar
500 ml
800 ml
600 ml
900 ml
700 ml
Indikasi yang paling kuat untuk melakukan one lung ventilation adalah pada
Pembedahan pneumectomy karena tumor paru
Pembedahan lobectomy karena abses paru
Pembedahan aneurysma aorta thoracalis
Pembedahan reseksi esophagus
Pembedahan lobectomy karena tumor paru
Pembedahan secara rawat jalan pada pasien dengan obstructive sleep apnea yang dinilai oleh para
expert cukup aman
Uvulopalatopharyngoplasty
Cholecystectomy dengan teknik laparoscopy
Tonsilektomi pada anak usia 4 tahun
Lithotrypsi
Cheiloplasty pada anak remaja
Sistim buffer yang terpenting pada tubuh manusia adalah
Protein plasma
HCO3
Phosphate
Albumin
Hemoglobin
Obat anestesi inhalasi dibawah ini memiliki titik didih paling tinggi adalah
Desflurane
Isoflurane
Sevoflurane
Enflurane
Halothane
Obat diuretika yang mempunyai efek samping hipokalemia
Golongan brain natriuretic peptide
Vasopressin
Golongan aldosterone blockers
Golongan loop diuretics
Golongan potassium-sparing diuretics
Seorang wanita 30 tahun riwayat kehamilan G3P2 perdarahan ante partum. Usia kehamilan 32 minggu. Estimasi perdarahan 800 ml. Tekanan darah 110/60 mmHg, nadi 105 x/menit, laju nafas 24 x/menit dengan berat badan 50 kg. Pasien tersebut akan dilakukan section caesarea dengan teknik general anestesi. Penyulit yang potensial dihadapi adalah
Mudah terjadi desaturasi karena volume tidal menurun
Membutuhkan agen inhalasi yang cukup besar, karena MAC meningkat pada ibu hamil
Mudah terjadi penurunan SpO2 yang cepat karena peningkatan konsumsi oksigen dan penurunan FRC
Mudah terjadi shock karena cardiac output menurun
Mudah terjadi perdarahan karena terjadi hipocoagulable state
Pemeriksaan faal hemostasis pada DIC menunjukkan hasil sebagai berikut
Prothrombin time, partial thromboplastin time, thrombine time turun dan fibrinogen
meningkat
Prothrombin time, partial thromboplastin time, thrombine time dan fibrinogen meningkat
Prothrombin time, partial thromboplastin time meningkat, thrombine time dan fibrinogen
turun
Prothrombin time, partial thromboplastin time, thrombine time meningkat dan
fibrinogen turun
Prothrombin time, partial thromboplastin time, thrombine time dan fibrinogen turun
Seorang pasien laki-laki 60 th diantar oleh keluarga pasien ke UGD pasca kecelakaan lalu lintas dan mengalami patah tulang di kaki kanan. Saat ini kondisi pasien sadar baik, dengan tanda vital: tekanan darah 180/100 denyut nadi 130x frekuensi nafas 24x. sejawat bedah mendiagnosis pasien dengan fraktur femur terbuka dan akan dilakukan debridement dan pemasangan fiksasi dalam. Pasien memiliki riwayat merokok dan dikatakan keluarga memiliki sakit jantung dan ginjal dan pernah dirawat di RS. Pasien rutin minum obat: digoxin dan simvastatin. Hasil pemeriksaan penunjang menunjukkan: Hb 13, Na 144, K 6.4, Cl 110, ureum 80, creatinine serum 4.0. EKG: sinus takikardia, foto thorax menunjukkan hgambaran bronkopneumonia dan cardiomegali. Bagaimanakah pengelolaan hiperkalemia pada pasien tersebut?
Rehidrasi awal 250 mL ringers lactate
Pemberian calcium chloride 10% 3-5 ml
Pemberian calcium gluconate 10% 3-5 ml
Pemberian calcium bicarbonate 48 mEq
Pemberian spironolactone
Kondisi patologis pasien dibawah ini aman terhadap potensi terjadinya succinylcholine-induced
hyperkalemia:
Guillaine-Barre syndrome
Duchennes dystrophy
Severe preeclampsia
Tetanus
Burn injury
obat anti aritmia dengan mekanisme inhibitor potasium ion channel
Bretylium
Amiodaron
Mexiletine
Amiodaron
Acetabutol
