WorksheetsUKOM
Total questions: 180
Worksheet time: 3hrs 0mins
Seorang Laki-laki usia 45 tahun dengan diagnosa medis Parkinson. Pasien mengeluh nyeri pada bagian kepala dengan skala 6, pasien tampak meringis, nyeri terus menerus dan bertambah bila kelelahan. Pasien juga mengeluh mual dan kadang-kadang muntah. Tekanan darah 135/70 mmHg, frekuensi Nadi 110x/menit, frekuensi pernapasan 20 kali/menit. Sudah dilakukan teknik relaksasi napas dalam dan terapi musik klasik.
Apakah respon pasien yang perlu dievaluasi oleh perawat?
tampak gelisah
frekuensi nadi
keluhan mual
raut wajah
tekanan darah
Seorang laki-laki usia 20 tahun dirawat di RSU karena mengeluh mual, muntah dan nyeri perut quadran kanan bawah, skala nyeri 5-7, demam dua hari sebelum dirawat. Saat dilakukan palpasi daerah Mc.Burney nyeri tekan positif dan nyeri tidak hilang saat dilepas. Pemeriksaan tanda tanda vital, suhu
38,70C, frekuensi nadi 92 x/mnt, frekuensi pernapasan 20x/menit, TD: 130/85mmHg. Diagnosa Medis apendiksitis.
Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus diatas?
nyeri akut
hipovolemia
risiko infeksi
defisit nutrisi
kurang pengetahuan
Seorang Perempuan usia 63 tahun dirawat di Rumah Sakit dengan keluhan edema pada kedua kaki. Hasil pengkajian didapatkan pasien tampak sesak, mulut dan nafasnya tercium bau ureum, dan urine output 250 cc/24 jam. Klien didiagnosis gagal ginjal kronis.
Apakah masalah keperawatan utama pada klien tersebut?
hipervolemia
defisit nutrisi
intoleransi aktivitas
pola napas tidak efektif
penurunan perfusi jaringan
Seorang perempuan berusia 33 tahun dirawat di RSU dengan pasca craniotomi. Hasil pengkajian, pasien tampak hemiparese kanan, lemah dan tidak mampu menggerakan tubuhnya, reflex fisiologi melambat. Saat dilakukan pemeriksaan otot esktremitas kanan tidak mampu mengangkat lengan namun masih bisa menggerakannya.
Berapakah nilai kekuatan otot pada pasien tersebut?
1
2
3
4
5
Seorang laki-laki usia 68 tahun datang dengan keluhan sesak berat, keadaan umum lemah dan diagnosis medis sementara PPOK, dilakukan pemeriksaan inspeksi dada terlihat penipisan masa otot, bernapas dengan bibir sembari dikatupkan dan pernapasan tidak efektif.
Apakah yang bisa dilihat dari inspeksi dada selain data di atas?
adanya sianosis
bentuk dada barrel chest
dada kelihatan pucat sebagian merah
dada tidak ada jaringan parut bekas operasi
saat inspirasi dan ekspirasi gerakan dada tidak simetris
Seorang laki-laki berusia 50 tahun, datang ke RSU dengan keluhan kedua kaki nyeri dan bertambah nyeri ketika digerakkan, nyeri terjadi di sendi lutut dan ibu jari, sering terjadi pada pagi hari dengan durasi nyeri 30-40 menit. Skala nyeri yang dirasakan 5. Diagnosa medis: Gout
Apakah data yang harus dilengkapi pada pengkajian kasus tersebut?
time
region
quality
severity/scale
severity/scale
Seorang laki-laki usia 55 tahun dibawa ke UGD RS dengan keluhan sakit dada hebat menjalar ke punggung dan lengan secara tiba-tiba saat istirahat, cepat lelah dengan aktivitas ringan, hasil EKG didapatkan gelombang ST Elevasi. Hasil pengukuran TD 140/90 mm/Hg, nadi 88 x/menit, pernapasan 20 x/menit.
Apakah yang harus dievaluasi pada pasien tersebut?
pola napas normal
aktivitas terpenuhi
curah jantung normal
nyeri berkurang/hilang
cairan seimbang
Seorang laki-laki usia 16 tahun dibawa ke IGD karena tidak sadar akibat kecelakaan lalu lintas. Saat tiba di IGD pasien telah terpasang collar neck (penyangga leher). Hasil pengkajian menunjukkan terdapat darah dalam mulut dan hidung serta nafasnya terdengar gurgling.
Apakah tindakan prioritas yang harus dilakukan perawat?
mengkaji tingkat kesadaran pasien
memasang bantuan nafas dengan ambubag
memasang jalan nafas buatan lewat mulut (guedel)
melakukan suction ke dalam hidung dan mulutnya
membebaskan jalan nafas dengan head tilt-chin-lift
Seorang laki-laki usia 60 tahun datang ke IGD, kesadaran menurun, pada pemeriksaan tanda-tanda vital diperoleh TD 100/60 mm/Hg, suhu 36.5º C, frekuensi nadi 80 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit kulit dingin, mempunyai riwayat DM 10 tahun, hasil GDS 30 mg/dl.
Apakah intervensi keperawatan prioritas yang dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut?
berikan diet tinggi kalori
berikan minum teh manis
monitor pemeriksaan gula darah
berikan cairan infus dekstrose 10 %
pemberian dextrose 40 % IV sebanyak 50 ml
Seorang laki-laki berusia 25 tahun dengan diagnosa gagal ginjal kronik sedang menjalani terapi hemodialisa. Klien mengeluh cemas dengan penusukan fistula ketika dilakukan hemodialisa.Wajah pasien terlihat bingung . Hasil pemeriksaan tekanan darah 180/100 mmHg, frekuensi nadi 98 x/menit, frekuensi pernapasan 22x/menit, suhu, 370C.
Apakah tindakan perawat yang tepat untuk dilakukan pada kasus tersebut?
mengkaji cemas klien
mengurangi kecemasan klien
berkomunikasi dengan klen untuk distraksi
memberikan penjelasan prosedur hemodialisa
memberikan pendidikan kesehatan tentang gagal ginjal
Seorang laki-laki usia 25 tahun dirawat di RSU post operasi hernia scrotalis, kondisi luka tertutup verband, tidak merembes darah, tidak tercium bau tidak sedap, TD 120/70mmHg, frekuensi nafas 20x/menit, sh 370C. Pasien direncanakan untuk pulang dan kontrol ke dokter satu minggu kemudian.
Apakah intervensi yang tepat dilakukan perawat agar pertumbuhan jaringan tidak terhambat?
anjurkan makanan yang bergizi
libatkan keluarga untuk perawatan
beri penjelasan agar kontrol sesuai jadwal
beri penjelasan aturan minum obat secara teratur
ajarkan untuk menghindari memegang daerah insisi
Seorang laki-laki usia 59 tahun dirawat di RSU dengan diagnosis medis post operasi BPH, kesadaran kompos mentis, pinggang kebawah masih baal, suhu 37oC, nadi 80x/menit, pernapasan 16x/menit,TD 120/80 mmHg, terpasang kateter, urine berwarna merah, infus dan spoel berjalan lancar.
Apakah tindakan keperawatan prioritas pada kasus di atas?
menghitung balance cairan
mengoservasi haluaran urine
mengobservasi keluhan nyeri
mengobservasi rasa baal pasien
mengobservasi tanda- tanda vital 15 menit sekali
Seorang laki-laki berusia 53 tahun dirawat di ruang penyakit dalam mengeluh nyeri dada kiri seperti ditekan benda berat. Nyeri berkurang dengan istirahat dan bertambah dengan aktifitas, skala nyeri 6. Perawat akan melakukan tindakan perekaman EKG pada pasien. Perawat telah memasang sandapan di V2. Diagnosa medis angina pectoris.
Dimanakah lokasi pemasangan elektrode berikutnya?
sela iga ke 2 garis sternal kiri
sela iga ke 4 garis sternal kiri
sela iga ke 5 garis sternal kiri
sela iga ke 4 garis sternal kanan
sela iga ke 2 garis sternal kanan
Seorang laki- laki berusia 25 tahun dirawat di RSU , sudah dilakukan pemasangan WSD. tiba- tiba terbangun dari tidurnya dengan keluhan sesak napas, nyeri pada dada sebelah kiri seperti ditusuk-tusuk dan rasa tertekan, batuk tidak ada, sputum tidak ada.
Apakah tindakan keperawatan yang utama pada pasien di atas?
warna sputum
undulasi WSD
kekuatan nyerinya
sesak nafasnya bertambah
tanda-tanda infeksi pada penusukkan slang WSD
Seorang laki-laki usia 38 tahun dirawat di Rumah Sakit dengan cedera spinal. Hasil pengkajian kesadaran composmentis, lumpuh pada kedua kakinya, pasien tampak hanya berbaring ditempat tidur, pasien tidak bisa mengontrol BAB/ BAK.
Apakah tindakan prioritas dalam pencegahan cedera pada klien tersebut?
melakukan pijat punggung
menempatkan bel dekat pasien
memasang penghalang tempat tidur
memberi pelembab pada kulit pasien
menjaga kebersihan tempat tidur dan mengubah posisi
Seorang perempuan usia 50 tahun dirawat di RSU keluhan sesak napas,suhu 37oC,frekuensi nadi 88, frekuensoi pernapasan 21x/menit, TD 140/80 mmHg, sputum kental dan banyak kadang-kadang ada darah, punya riwayat merokok dari SMP, dan sudah didiagnosa kanker paru stadium lanjut.
Apakah tindakan keperawatan mandiri perawat yang prioritas?
lakukan suction
latih batuk efektif
berikan posisi fowler
berikan minum hangat
berikan oksigen 3 L/menit
Seorang perempuan 30 tahun di rawat di Rumah Sakit dengan diagnosa tuberkulosis,Hasil pengkajian didapatkan data Hasil thorax foto proses spesifik kanan atas, malaam sering keluar keringat dan mendapatkan terapi injeksi steptomycin 750mg secara intra muskuler. Perawat sedang menusuk jarum kedalam muskulus pasien.
Apakah langkah perawat selanjutnya yang harus dilakukan?
memasukan obat
melakukan aspirasi
melakukan massage
melakukan desinfektan
mencabut jarum segera
Seorang pasien laki-laki 27 tahun dirawat di RSU dengan keluhan nyeri di perut kanan atas, anoreksia, mual dan kadang-kadang muntah. Keluhan dirasakan sejak tiga hari sebelum masuk rumah sakit. Berat badan klien turun 5 Kg selama 1 bulan terkahir, Hasil Laboratorium SGOT dan SGPT meningkat, Diagnosa medis Hepatitis.
Apa intervensi keperawatan mandiri pada kasus tersebut?
awasi pemasukan diet, jumlah kalori
berikan perawatan mulut sebelum makan
berikan antiemetik setengah jam sebelum makan
kaloborasi dengan ahli gizi untuk pemberian diet
berikan makan lunak sedikit dalam frekuensi sering
Seorang laki-laki, usia 56 tahun dirawat di RSU dengan sirosis hepatis. Hasil pengkajian didapatkan asites, lingkar perut 108 cm, sclera ikterik, konjungtiva anemis, edema pada kedua tungkai, TD 110/60 mmHg, N 84x/mnt, S 37.80C.
Apakah intervensi keperawatan yang paling tepat untuk kasus tersebut?
berikan restrain
tingkatkan aktifitas
lakukan perawatan kulit
berikan diet tinggi protein
lakukan perhitungan balance cairan
Seorang perempuan usia 58 tahun dibawa ke IGD karena mengeluh nyeri dada seperti tertimpa beban berat, kelelahan, ketakutan dan sesak napas. Diagnosis medis Acute Coranary Sindrome, hasil pengukuran TD 160/90 mm/Hg, frekuensi nadi 84 x/menit, frekuensi napas 24 x/menit.
Apakah masalah keperawatan utama pada pasien tersebut?
ansietas
nyeri akut
gangguan pola napas
penurunan curah jantung
gangguan perfusi jaringan
Seorang perawat sebagai kepala Ruang Penyakit Dalam di RS ingin suasana kerja di tempatnya nyaman dan kondusif dalam menghadapi tuntutan akreditasi rumah sakit. Dari analisa tenaga perawat terdapat masih banyak berpendidikan SPK dan D3 keperawatan.
Bagaimanakah tanggung jawab kepala ruangan terhadap keadaan diatas?
selalu mengambil keputusan sendiri
memberi motivasi untuk lanjut studi
mengerjakan semuanya di usahakan sendiri
memberi beban kerja yang sama antar anggota
menjadwalkan dinas sesuai dengan beban kerja
Seorang laki-laki usia 33 tahun dirawat di RSJ karena bicara sendiri dan mengamuk. Saat dilakukan pengkajian: bicara kasar, tangannya mengepal, tatapannya tajam ke perawat, perawat menempatkan pasien di ruangan isolasi, pasien marah dan memukul perawatnya. Namun perawat tersebut langsung memukul pasien dan memaksa pasien untuk di fiksasi.
Apakah etik legal tindakan keperawatan pada perawat tersebut?
justice
autonomy
beneficence
confidenciality
non-maleficence
Seorang laki-laki, usia 43 tahun, dirawat di RSJ karena terlihat sering mondar-mandir, tertawa sendiri, pasien mengatakan sering mendengar suara pada malam hari selama 1 menit tentang ibunya yang sudah meninggal 3 tahun yang lalu dan pasien mengatakan sedih.
Apakah pengkajian keperawatan yang harus dilengkapi pada pasien tersebut?
isi
jenis
waktu
upaya
frekuensi
Seorang perempuan, usia 39 tahun, dirawat di RSJ karena marah-marah dan bicara sendiri. Hasil pengkajian: pasien selalu berdiam diri, tidak mau mengikuti kegiatan, takut untuk berbicara dengan orang lain dan tidak mau memulai pembicaraan dengan orang lain, malas untuk mandi dan badan bau.
Apakah diagnosis keperawatan utama pada kasus tersebut?
isolasi sosial
harga diri rendah
defisit perawatan diri
halusinasi pendengaran
risiko perilaku kekerasan
Seorang perempuan usia 23 tahun dirawat di RSJ dengan diagnosis keperawatan harga diri rendah. Perawat sedang melakukan tindakan keperawatan mengajarkan cara mencuci piring. "Selamat pagi bu" "Bagaimana perasaan ibu hari ini? "Apa yang sudah dilakukan pagi tadi?" "Coba lihat jadwal harian"
Apakah strategi komunikasi selanjutnya pada kasus tersebut?
“Coba ibu lakukan cara mencuci piring”
“Bagaimana perasaan ibu setelah belajar mencuci piring?”
“Sekarang jam 08.00 sampai 08.30 belajar cara mencuci piring di dapur”
“Besok pagi jam 09.00 ketemu lagi untuk belajar cara mencuci baju di belakang”
“Nanti setelah makan siang, ibu bisa belajar cara mencuci piring dan masukan ke jadwal”
Seorang perempuan usia 67 tahun menderita TBC sedang dikunjungi perawat. Perawat akan melakukan evaluasi terhadap klien dalam penangganan penyakit TBC tersebut. Hasilnya didapat dalam 3 bulan rutin minum OAT.
Seorang perempuan usia 67 tahun menderita TBC sedang dikunjungi perawat. Perawat akan melakukan evaluasi terhadap klien dalam penangganan penyakit TBC tersebut. Hasilnya didapat dalam 3 bulan rutin minum OAT.
formatif
umum
khusus
sumatif
out come
Seorang perawat melakukan kunjungan rumah dan mendapatkan perempuan berusia 42 tahun menderita penyakit Ca Serviks . Klien tampak kurus, lemah dan selalu merasa pusing dan pucat dialami sejak 3 bulan terakhir. Klien tidak terdaftar sebagai penerima kartu jaminan kesehatan karena tidak terdata sebagai warga miskin. Saat ini klien hanya pasrah di rumah karena tidak memiliki biaya untuk berobat ke pelayanan kesehatan.
Apakah peran perawat yang harus dilakukan pada kasus tersebut ?
advocate
educator
consultant
collaborator
counselor
Seorang lansia (67 tahun) dirawat di panti jompo sejak 1 bulan lalu. Hasil pengkajian: klien memiliki riwayat hipertensi sejak 5 tahun lalu, jarang kontrol ke dokter dan tidak patuh minum obat. Klien mengatakan belum terlalu nyaman di panti ini karena belum dekat dengan lansia lainnya. Klien juga mengatakan ingin meningkatkan kebersamaan, bersosialisasi serta bertukar pengalaman dengan mereka.
Apakah tindakan yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
terapi berkebun
terapi kognitif
terapi okupasi
terapi musik
Terapi Aktivitas Kelompok
Seorang Perempuan, usia 68 tahun, dirawat di RSU dengan keluhan nyeri pada sendi lutut dan bengkak. Saat pengkajian sendi lutut terasa nyeri bila digerakkan, wajah meringis, kemerahan,. Pasien dibantu keluarga berpakaian. Tekanan darah 150/90 mmHg, frekuensi nadi 78 x/i, frekuensi pernafasan 20x/menit. Hasil laboratorium asam urat 12 gr/dL.
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
gangguan mobilitas fisik
intoleransi aktivitas
gangguan ADL
risiko cedera
nyeri akut
Seorang perempuan, usia 39 tahun, dirawat di RSJ terlihat sering tertawa sendiri. Hasil pengkajian: mendengar suara anak kecil pada malam hari, pasien sudah mampu menghardik dan mengetahui cara minum obat.
Apakah jenis TAK yang tepat pada kasus di atas?
sosialisasi
tindakan asertif
stimulasi persepsi
cara meningkatkan harga diri
cara menemukan aspek positif
Seorang perempuan usia 26 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan telah melahirkan 6 bulan yang lalu dan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi. Saat ini ibu ingin berkonsultasi tentang penggunaan alat kontrasepsi. Hasil pemeriksaan TD 120/70 mmHg, tidak ada varises, tidak ada riwayat masalah menstruasi, dan ibu memberikan ASI eksklusif.
Apakah tindakan yang paling utama dilakukan pada kasus tersebut?
melakukan pemeriksaan fisik
memberikan inform consent pada ibu
memberikan konseling KB
melakukan pemasangan alat kontrasepsi
memberikan inform choice pada ibu
Seorang kepala ruangan ingin melakukan pembenahan terkait dengan pemberian asuhan keperawatan kepada pasien, karena metode pemberian asuhan keperawatan yang saat ini dijalankan belum berdampak kepada kualitas asuhan keperawatan kepada pasien.
Apakah aspek penting terkait dengan langkah pertama dalam kegiatan tersebut?
evaluasi
perencanaan
implementasi
analisa situsi
pengorganisasian
Seorang perawat pelaksana diberikan limpahan tugas dari atasannya dan perawat tersebut mempunyai hak dan kekuasaan untuk mengambil suatu keputusan terhadap tugas yang dilimpahkan.
Apakah konsep delegasi yang digunakan pada kasus di atas?
wewenang
akuntabilitas
over delegasi
under delegasi
tanggung jawab
Seorang perawat menjelaskan kepada perawat lain untuk membahas masalah keperawatan yang terjadi pada pasien dan metode asuhan tersebut juga melibatkan pasien secara langsung sebagai fokus kegiatan. Perawat tersebut telah menggali apa yang menjadi masalah pasien, melakukan cross cek data yang ada, mencari penyebab masalah pada pasien tersebut. Kemudian perawat dan tim mencari pendekatan penyelesaian masalah bersama pasien secara langsung.
Apakah tahapan kegiatan yang di lakukan perawat tersebut?
tahap pra ronde
tahap ronde di bed pasien
tahap ronde di nurse station
tahap ronde di tim perawat
tahap pemeriksaan pasien
Satu ruang perawatan terdiri dari 60 tempat tidur, setiap perawat manajer asuhan keperawatan bertanggung jawab 10 kasus. Manajer asuhan keperawatan memiliki kemampuan berkoordinasi antar unit lain, memahami kondisi pasien bukan hanya penyakit tetapi kasus terkait kesehatan pasien sejak masuk sampai dengan pulang. Perawat ini diberikan 10 kasus.
Apakah model manajemen asuhan keperawatan yang digunakan?
perawata primer
modular
tim
manajemen khusus
private duty nurse
Seorang perempuan usia 26 tahun, 5 hari yang lalu melahirkan anak kedua bayi perempuan di RS. Keluhan saat ini, ibu tidak menginginkan kontak dengan bayinya karena jarak kelahiran terlalu dekat yaitu 12 bulan. Hasil pengkajian didapatkan, ibu memiliki riwayat post partum blues.
Apakah kondisi yang mempengaruhi bounding attachment pada kasus tersebut?
kecocokan orang tua dengan bayinya
keterampilan dalam berkomunikasi
kedekatan orangtua dan bayi
kesehatan emosional orang tua
dukungan sosial
Seorang perempuan usia 27 tahun dirawat di rumah bersalin sedang dalam proses inpartu. Ibu mengeluh nyeri pada pinggang menjalar ke perut bagian bawah. Ibu tampak pucat, keluar keringat lebih banyak, mukosa bibir kering, skala nyeri 7, his teratur 3 kali dalam 10 menit lamanya 20 detik, pembukaan serviks 5 cm.
Apakah diagnosis keperawatan yang tepat pada pasien tersebut?
ansietas
defisit pengetahuan
hipovolemia
risiko tinggi infeksi
nyeri persalinan
Seorang perempuan usia 25 tahun dirawat di ruang bersalin. Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan hasil TD 110/80 mmHg, frekuensi nadi 84 x/menit, suhu 36,70C, frekuensi napas 20 x/menit, TFU 33 cm, punggung kiri, preskep, DJJ (+) 140 x/menit, pembukaan 5cm, ketuban (+), penurunan kepala 3/5, keluar lendir dan darah (+), kandung kemih penuh.
Apa intervensi keperawatan yang tepat diberikan kepada pasien tersebut?
anjurkan posisi miring ke kiri
anjurkan posisi berbaring telentang
anjurkan ibu untuk BAK dan mobilisasi
ajarkan ibu teknik nafas dalam
menganjurkan untuk makan dan minum
Seorang perempuan, usia 21 tahun, G1P0A0 datang kepoli KIA untuk memeriksakan kehamilannya. Dari hasil Pengkajian didapatkan HPHT 15 Juni 2020, TFU 28 cm, TD 110/70 mmHg, RR : 18x/menit, HR: 88x/menit.
Berapakah usia kehamilan pada kasus diatas?
22 minggu
28 minggu
30 minggu
31 minggu
32 minggu
Sebuah keluarga memiliki laki laki, berusia 50 tahun, mengalami kesulitan untuk berjalan dan berbicara. keluarga mengatakan bahwa klien menderita stroke, tidak pernah dibawa untuk berobat ke Puskesmas dan tidak mengetahui apa yang harus dilakukan.
apakah fungsi perawatan kesehatan pada keluarga diatas?
Mengenal masalah kesehatan
Mengambil keputusan
Memelihara lingkungan
Merawat anggota keluarga
Pemanfaatan fasilitas kesehatan
Seorang perawat melakukan kunjungan rumah, dikteahui seorang perempuan, berusia 55 tahun, mengeluh nyeri pada lutut kanan dan menderita Osteoarthitis. klien mengatakan lutut kanan bengkak dan sulit digerakkan. perawat mengkaji skala nyeri 5 (dengan pengukuran 1-10)
Apakah implementasi perawatan yang dapat dilakukan dari kasus tersebut?
Melakukan senam kaki
Melakukan ROM terhadap Ny.H
Melakukan tindakan kompres hangat
Melakukan tindakan kompres dingin
Menganjurkan Ny.H untuk membuat obat tradisional
seorang perawat melakukan kunjungan keluarga dan mendapatkan seorang anak laki laki, berusia 6,5 bulan mengalami diare. ibu mengatakan jarang melakukan cuti tangan ketika menyiapkan susu dan makan anaknya. dari hasil observasi perawat menemukan lantai kotor dan penampilan ibu kurang bersih.
apakah intervensi keperawatan pada keluarga diatas ?
Edukasikan manajemen laktasi
Berikan latihan fisik pada anak E sesuai fase perkembangan
Diskusikan untuk membawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat
Berikan nutrisi yang adekuat untuk anak E supaya mencapai tumbuh kembang yang optimal
Bantu keluarga dalam merubah kebiasaan perilakunya menjadi perilaku hidup bersih dan sehat
Seorang Perawat melakukan kunjungan rumah mendapatkan seorang laki laki berusia 60 tahun, mengeluh anggota badan sebelah kiri lemah, tidak bisa digerakkan dan menderita stroke sejak 8 tahun yang lalu. keluarga mengatakan klien masih merokok dan sulit diberikan nasehat untuk berhenti merokok maupun pengaturan pola makan.
apakah tindakan pada kasus diatas?
Melakukan pemeriksaan tekanan darah
Memberikan latihan rentang gerak pada sendi yang sehat
Menjelaskan kepada klien dan keluarga tentang bahaya merokok
Mengajarkan kepada pasien dan keluarga pengobatan non farmakologi untuk Stroke
Memberikan edukasi tentang penyakit Stroke, penyebab, cara perawatan dan pencegahan komplikasinya
Seorang perawat melakukan kunjungan rumah diketahui seorang anak laki laki berusia 10 tahu7n mengalami batuk berdahak selama hampir 3 minggu. keluarga mengatakan cukup diberikan minum air jeruk hangat dan tidak perlu berobat. Tanda-tanda vital anak klien: TD 100/80 MmHg, N: 80x/menit, Rr: 24x/menit, S: 37,5°c.
apakah intervensi keperawatan pada kasus diatas ?
Ajarkan batuk efektif
Berikan klien obat untuk penyakit TBC
Anjurkan klien untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah
Berikan pendidikan kesehatan kepada klien terkait penyakit TBC dan pengobatannya
Anjurkan klien untuk membawa anaknya berobat dan cek laboratorium untuk pemeriksaan
Seorang perawat sedang melihat catatan klien dan mencatat bahwa tim medis telah mendiagnosa bahwa klien menderita gangguan ginjal
apakah pemeriksaan laboratorium yang akan memberikan indikasi penurunan fungsi ginjal?
Penurunan kadar serum kreatinin
Peningkatan jumlah trombosit
Penurunan jumlah sel darah merah
Penurunan jumlah sel darah putih
Penurunan kadar BUN dalam darah
Seorang laki-laki,umur 43 tahun dirawat di ruang rawat inap dengan keluhan sesak serta wajah terlihat pucat setelah buang air besar (BAB). dari hasil pengkajian didapatkan pasien mudah lelah dan sesak ketika berjalan lebih dari 5 meter dan kepala terasa pusing seperti mau jatuh, pasien tersebut memiliki riwayat hipertensi sejak 3 tahun terakhir. Keluhan akan hilang apabila ia istirahat 20 menit dan dengan TD :110/70 mmhg, N:75 x/menit, S: 36,5 , RR:19 x/menit
Apakah intervensi keperawatan utama pada kasus tersebut?
pembatasan cairan
Pemberian oksigen
Modifikasi pola defekasi
Pembatasan aktivitas
Observasi tekanan darah
Seorang laki laki, umur 21 tahun tersiram air panas pada bagian dada, perut, dan tangan. Dengan luka bakar derajat 2,Dari hasil pengkajian pasien mengeluh nyeri dengan skala 5 dan sudah di berikan analgetik drip, dan terdapat bullae, TD = 90/60 mmHg, N = 115x/menit, RR = 28x/menit, BB = 60 kg, mukosa bibir terlihat kering dengan produksi urin 50 cc/6 jam.
Apakah masalah keperawatan yang prioritas pada kasus tersebut?
Nyeri akut
Kerusakan integritas kulit
Gangguan pola eliminasi urin
Defisit volume cairan
Resiko infeksi
Seorang pasien yang mengalami BPH dan menjalani prosedur medis TURP dan mendapatkan tindakan post operasi berupa irigasi kontinyu pada kandung kemih.klien mengalami sindrom transurethral resection.
apakah Data yg mendukung pada kasus diatas ?
Takikardi dan diare
Bradikardi dan bingung
Peningkatan output urine dan anemia
Penurunan output urine dan spasme kandung kemih
Peningkatan tekanan darah dan denyut nadi
Seorang pasien dengan asites dijadwalkan untuk tindakan parasintesis. Perawat membantu klien untuk melakukan tindakan prosedur ini.
apakah posisi yang tepat untuk klien pada kasus diatas ?
Berdiri
Terlentang
Miring kekiri
Miring kekanan
Dorsal recumbent
Seorang perawat sedang memberikan penjelasan pada klien untuk persiapan pulang pada klien dengan kanker prostat setelah tindakan prostatectomy. Penjelasan yang diberikan agar klien tidak mengangkat barang dengan bobot lebih dari 10 kg selama minimal 6 minggu.
Masalah keperawatan apa yang relevan dari kasus tersebut?
Resiko gangguan cairan
Gangguan aktivitas dan istirahat
Resiko komplikasi perdarahan
Resiko gangguan mobilisasi fisik
Gangguan eliminasi urine
seorang perempuan umur 29 tahun post partum hari kedua, jenis persalinan normal (pervaginam), mengeluh nyeri pada area jalan lahir karena adanya jahitan pasca persalinan, sakit saat bergerak. Hasil pemeriksaan TD 110/70 mmHg, frekuensi nadi 86x/menit, suhu 36,5 0C, frekuensi nafas : 18x/menit, perawat mengajarkan tehnik relaksasi nafas dalam dan tehnik distraksi untuk mengurangi nyeri.
Apakah respon pasien yang di dapat pada kasus tersebut?
Tampak rileks
Lebih nyaman
Tampak meringis
Tampak mengeluh kesakitan
Tidak ada tanda tanda REEDA
Seorang perempuan umur 30 tahun berada di ruang bersalin dalam keadaan inpartu kala II , pasein mengeluh mulas tidak tertahan lagi, di dapatkan data anus membuka, perineum menonjol, djj 130x/menit, dengan his 5-6x dalam 10 menit durasi lebih dari 40 detik.
Apakah tindakan keperawatan yang harus di lakukan oleh perawat?
memantau kontraksi uterus
mempersiapkan kelengkapan baju bayi
menyiapkan alat alat pertolongan persalinan
memimpin ibu untuk mengejan
menghibau keluarga untuk menunggu di depan
Seorang perempuan, umur 32 tahun post operasi SC hari kedua. mengeluh perutnya kembung dan belum buang angin. Hasil pemeriksaan TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 80x/menit, suhu 36 0C, frekuensi nafas 20x/menit, TFU 1 jari dibawah umbilikus, konsistensi keras, perut ibu teraba keras dan kembung, aktivitas hanya duduk dan berbaring diatas tempat tidur.
Apa implementasi yang tepat pada kasus tersebut?
Mengganti balutan setiap hari
Mengukur tekanan darah pasien
Mengobservasi keadaan bekas balutan
Membatasi waktu untuk kunjungan keluarga
Mengajarkan dan menganjurkan pasien untuk mobilisasi secara bertahap
Seorang perempuan, umur 30 tahun, usia kehamilan 39 minggu datang ke puskesmas dengan keluhan perut nyeri dan mulas - mulas serta keluar lendir bercampur darah sebanyak 2 kali. Hasil pemeriksaan tekanan darah 120/70 mmHg, frekuensi nadi 80x/menit, suhu 36 0C, frekuensi nafas 20x/menit, DJJ 142 x/menit teratur, his 1 kali 10 menit dengan durasi 4 detik, pembukaan serviks 2 cm, ketuban utuh.
Apakah rencana tindakan selanjutnya pada kasus tersebut?
Bantu ibu untuk ber eliminasi
Berikan makan dan minum
Jelaskan kepada ibu persiapan persalinan
Kolaborasi untuk pemberian oksitosin
Anjurkan untuk teknik relaksasi nafas dalam
Seorang perempuan berusia 29 tahun, G2P1A0 datang ke poli kandungan untuk memeriksa kandungannya. ibu mengatakan hari pertama haid terakhirnya pada tanggal 7 febuari 2020. hasil pemeriksaan : 120/70 mmHg, frekuensi nadi 88x/menit,suhu 36,0 0C, frekuensi nafas 20x/menit.
Berdasarkan data diatas berapa taksiran persalinan ibu?
10 -2- 2021
11 -9- 2020
12- 2- 2021
13 -9- 2020
14 -11-2020
Laki-laki berusia 60 tahun dirawat di ruang isolasi Panti werda sejak 4 hari yang lalu. Dari hasil pengkajian klien terlihat lemah, bau feses, kulit perianal kemerahan, dan terdapat rembesan feses lunak, klien mengatakan tidak ada keinginan BAB.
Apa diagnosa keperawatan yang tepat pada kasus diatas?
Disfungsi motilitas gastrointestinal
Inkontinesia defekasi
Persepsi konstipasi
Risiko konstipasi
Konstipasi
Seorang perempuan berusia 82 tahun di datangi perawat puskesmas dengan keluhan baru saja keluar dari Rumah Sakit karena sesak napas. Klien mendapatkan terapi obat-obatan dan terpasang selang Nasogastro tube (NGT).
Apakah setting layanan keperawatan pada kasus di atas?
Nursing care
Home care
Acute care
Respirate care
Day care
Seorang perawat junior melihat perawat senior melakukan cuci tangan,namun kurang benar,sementara senior tersebutakan merawat klien diruang isolasi bersama perawat junior.
Apakah hal terbaik yang anda katakan ?
Sepertinya ibu terburu-buru cuci tangannya
Bu, sepertinya cuci tanga ya kurang baik, maaf
Bu, maaf, menggingatkan sebaiknya cuci tangannya disempurnakan
Maaf bu, klien isolasi sangat sensitif, sebaikanya cuci tangan yang benar
Bu, lakukan cuci tangan sesuai proftaf RS
Seorang perawat bekerja diruangan ICU melakukan fokus keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien sehingga berkesempatan untuk melakukan keperawatan yang komprehensif.
Apakah metode asuhan keperawatan yang digunakan ?
Metode tim
Metode kasus
Metode primer
Metode modular
Metode fungsional
Seorang pearwat jarinya tertusuk jarum bekas pakai setelah melakukan pengambilan sampel darah HIV.
Apakah tindakan yang pertama yang harus dilakukan perawat tersebut ?
Meminta resep obat ARVpada dokter
Melakukan pemeriksaan darah HIV-AIDS
Mencuci tangan di air yang mengalir sekaligus mengeluarkan darah dan desinfeksi bekas tusukan
Melaporkan kejadian ini pada Tim Keselamatan Kerja
Merahasiakan kejadian dari teman sejawat
Seorang perawat ners, terkadang harus mendelegasikan pekerjaan kepada teman sejawat dan bekerja sama dengan profesi lain.
Manakah kalimat delegasi dibawah ini yang paling tepat/baik ?
Bila klien telah sadar penuh, berikan amoxyxilline 250 mg per oral
Bantu klien minum obat amoxycilinne 250 mg bila sudah sadar
Berikan obat bila klien mulai sadar peroral, amoxyciline 250 mg
Berikan obat amoxyciline 250 mg per oral bila klien sadar
Baca buku pemberian obat amoxycile 250 mg jika klien sadar
Seorang kepala ruangan penyakit bedah dalam RS, kepala ruangan tersebut ingin lingkungan kerja ditempatnya nyaman dan kondusif dalam menghadapi tuntutan akreditasi rumah sakit. Dari analisa tenaga masih banyak riwayat pendidikan terakhir SPK dan D-III Keperawatan.
Apakah tindakan utamayang harus dilakukan kepala ruangan tersebut ?
Memberikan motivasi untuk melanjutkan studi
Selalu mengambil keputusan sendiri
Mengerjakan semuanya di usahakan sendiri
Memberikan beban kerja yang sama antar anggota
Menjadwalkan dinas sesuai dengan beban kerja
Perempuan umur 30 tahun dirawat dengan keluhan utama batuk berdahak, sesak napas, nyeri dada, tidak nafsu makan, badan lemah, keringat dimalam hari. Berat badan pasien turun 5 kg dalam waktu sebulan ini. Sudah dilakukan tindakan terapi inhalasi.
Apa respon objektif yang didapat oleh perawat?
Frekuensi pernafasan 26 kali/menit
Klien tampak tidak sesak lagi.
Suara nafas terdengar ronchi
Pernapasan cuping hidung
Posisi tidur semi fowler
Laki-laki umur 25 tahun dengan keluhan utama sebelum masuk RS muntah-muntah setelah pulang dari resepsi, mengeluh pusing dan lemas dan disiapkan untuk kumbah lambung. Setelah selang NGT diberi pelumas, dimasukkan kelubang hidung dan pasien dianjurkan untuk menelan saat NGT berada ditenggorokan.
Apakah tindakan perawat selanjutnya?
Kepala pasien diposisikan ekstensi
Melakukan pengecekan ketepatan masuknya selang
Memasukkanselangsampaibatas yang telahdiukur
Memfiksasi selang dihidung dengan menggunakan plester
Memasukkan cairan melalui NGT kedalam lambung pasien
Laki-laki umur 48 tahun masuk RS dengan keluhan utama luka di tumit kaki kiri dengan skala nyeri 5-6. pasien tidak mengetahui penyebab luka tersebut. Tanda-tanda Vital, Suhu : 37,5°C, frekuensinadi : 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, TD 160/100 mmHg. Hasil pemeriksaan gula darah sewaktu 225 mg/dl.
Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus tersebut?
Inspeksi kulit terhadap perubahan, warna, turgor dan kemerahan
Motivasi klien untuk makan tinggi kalori dan tinggi protein
Lakukan perawatan luka dengan teknik aseptik
Pertahankan alas kering dan lipatan
Ubah posisi klien setiap 2 jam
Perempuan umur 49 tahun mengeluh sakit kepala, rasa berat di tengkuk, mata berkunang – kunang, mual, muntah, letih, sesak nafas, pandangan mata kabur/tidak jelas. Hasil pemeriksaan TD 160/90 mmHg, frekuensi nadi 80 kali/menit dan frekuensi 24 kali/menit, Suhu 36,8° C.
Apakah tindakan keperawatan yang pertama dilakukan pada kasus tersebut?
Kolaborasi dengan tim dokter dalam pemberian terapi analgetik
Beri tindakan non farmakologi misal beri pijatan di leher
Mempertahankan tirah baring
Pantau tanda – tanda vital
Ajarkan teknik relaksasi
Perempuan umur 45 tahun, masuk RS dengan keluhan utama batuk terus menerus, klien tidak bisa tidur, sesak, batuk berdahak. Hasil pemeriksaan TD 150/90 mmHg. Frekuensi nadi 100 kali/menit, frekuensi nafas 32 kali/menit, Suhu 38 ° C.
Apakah rencana tindakan untuk mengatasi masalah pada kasus tersebut?
Ajarkan teknik batuk untuk mengeluarkan sputum
Kolaborsi dengan dokter untuk tindakan nebulizer
Anjurkan untuk banyak minum air putih
Posisikan pasien semi fowler
Berikan oksigen
seorang laki laki, umur 75 tahun, datang ke UGD dengankeluhan utama nyeri pada perut bagian bawah, urine keluar dengan menetes, pancaran urine lemah dan sulit saat memulai BAK. Klien sulit tidur dimalam hari. Hasil pemeriksaan TTV, tensi 140/90 mmHg Nadi 110 kali permenit, Respirasi 36 kali permenit, suhu 36,6° C.
Apakah diagnosa keperawatan yang utama pada pasien tersebut?
Nyeri akut berhubungan dengan distensi kandung kemih
Ansietas sehubungan dengan ketidakmampuan kandung kemih berkontraksi lebih kuat
Perubahan pola tidur berhubungan dengan kecemasan
Kurangnya pengetahuan tentang proses penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi
Gangguan citra tubuh
Seorang perempuan berusia 31 tahun datang ke poli bedah dan mengatakan “ Saya merasa malu dengan kondisi hidung saya ini. Terlalu pesek sehingga membuat saya sering berpikir seandainya saja saya bisa operasi plastik.”
apakah data yang dodapatkan dari pernyataan tersebut diatas ?
Self esteem
Self ideal
Self identity
Body image
Role performance
Seorang Laki-laki berusia 40 tahun tinggal bersama istrinya dan kedua anaknya. Satu bulan yang lalu di PHK karena terjadi pengurangan karyawan di tempat dia bekerja. Saat dikunjungi oleh perawat komunitas klien mengeluh susah tidur, nafsu makan berkurang, dan susah berkonsentrasi serta mengungkapkan adanya kehilangan.
apakah diagnosa keperawatan yang tepat untuk kondisi di atas ?
Frustasi
Berduka
Keputusasaan
harga diri rendah
penampilan peran tidak efektif
Seorang laki-laki berusia 26 tahun dibawa ke UGD dalam keadaan diikat. Kata keluarga, di rumah klien mengamuk, merusak barang-barang rumah tangga. Bahkan mengancam akan membunuh mertuanya. Saat dikaji, klien masih tampak kacau, bicara dan tertawa sendiri, mengumpat-umpat keluarganya dan meronta-ronta tidak mau di ikat.
Apakah masalah utama untuk kasus di atas ?
Harga diri rendah
Perilaku kekerasan
Isolasi sosial: menarik diri
Perubahan sensori persepsi halusinasi
Perubahan proses pikir: waham curiga
Seorang laki-laki berusia 27 tahun dibawa oleh pihak keluarga ke poli RSJ. Keluarga mengatakan kepada perawat bahwa pasien sering mengeluh dan mengatakan hidupnya tidak berarti dan tidak berguna serta merasa malu karena tidak bekerja sehingga menjadi beban di keluarga.
apakah tindakan keperawatan yang sesuai setelah membina hubungan saling percaya?
menetapkan tujuan hidup
menyusun jadwal kegiatan
mengidentifikasi aspek positif diri
melibatkan keluarga dalam perawatan diri
menilai kemampuan yang masih dapat digunakan
Seorang laki-laki berusia 40 tahun dirawat di RSJ sejak 2 minggu yang lalu karena mengurung diri di kamar dan tidak berinteraksi dengan orang sekitar. Hasil pengkajian saat ini kontak mata tidak dapat dipertahankan hanya mengangguk dan menggeleng kepala saat ditanya penampilan tidak rapi dan kotor.
Apakah tujuan dari tindakan keperawatan yang sesuai untuk kasus tersebut?
pasien tidak melukai dirinya sendiri
pasien mampu mengontrol halusinasi
Pasien mampu berorientasi pada realita
pasien menunjukkan perilaku meningkatkan sosialisasi
Pasien mampu melakukan interaksi dengan lingkungan
Seorang laki-laki berusia 20 tahun dirawat di RSJ Manis sedang dikaji oleh perawat. Saat dikaji didapatkan data bahwa pasien sudah 2 hari tidak mandi, pasien mengatakan malas untuk mandi. Pasien tampak berpenampilan tidak rapi, tidak mampu berpakaian dengan benar, serta tercium bau yang tidak sedap dari tubuhnya.
Apakah masalah psikososial pada kasus di atas?
Keputusasaan
Isolasi Sosial
Ketidakberdayaan
Harga Diri Rendah
Defisit Perawatan Diri
Seorang laki-laki umur 57 tahun, masuk RS dengan diagnosa stroke non hemoragik dengan keluhan badan lemah, kaki dan tangan kiri tidak bisa digerakkan, kekuatan otot kaki dan tangan kirinya dua-duanya mempunyai riwayat hypertensi, pemeriksaan fisik, T:140/80mmHg, N:78x/mnt, RR:16x/mnt, Sh:370C, Hasil CT scan infar serebri dextra, Hb:14,3g/dl.
Apakah rencana tindakan yang dapat dilakukan oleh perawat pada kasus tersebut?
Berikan Diit TKTP
Rubah posisi miring kanan dan kiri 2 jam sekali
Berikan suport dari keluarga pasien
Lakukan latihan rom aktif dan pasif
Lakukan mobilisasi secara bertahap
Seorang perempuan usia 20 tahun, dirawat di rumah sakit dengan diagnosa DHF, pasien mengeluh deman naik turun, data pengkajian didapat Sh 38,50C ada perdarahan diabwah kulit, gusi pasien berdarah pada waktu menggosok gigi, Hb:17,8mmHg, Leco:3000 u/l trombosit:37.000mm3, Ht:44%, test dengue positif, nafsu makan menurun, makan habis ¼ porsi, mual muntah.
apakah diagnosa utama pada kasus diatas ?
Gangguan kekurangan volume cairan berhubungan dengan muntah
Gangguan nutrisi berhubungan dengan intake nutri yang kurang
Perdarahan berhubungan dengan trombositopeni
Resiko terjadinya syok hipovolemik berhubungan dengan kurangnya volume cairan tubuh
Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi virus
Seorang laki-laki usia 57 tahun dirawat di rumah sakit dengan diagnosa gagal ginjal kronis, pasien mengeluh sesak oedem di ektermitas bawah. BAK sedikit sudah 1 bulan, pasien mempunyai riwayat DM 3 tahun yang lalu. Hasil lab: urium 28,9 mg/dl, kriatinin 11,9 mg/dl, Hb:10,4 g/dl GDS:204 mg/dl, mendapat terapi lasix inj 2x1 amp.
Apakah yang harus diketahui untuk mengatasi oedem yang ada pada pasien tersebut, yang berhubungan dengan pemberian lasix?
Jumlah minum pasien
Tanda-tanda kelebihan cairan
Hitung balance cairan setiap hari
Jumlah urine 24 jam
Hasil urium, kriatinin
Seorang laki-laki usia 57 tahun datang kerumah sakit untuk HD dengan diagnosa gagal ginjal kronik dengan keluhan sesak, T:120/60mmHg, RR:24x/mnt, Sh:380C. N: 100x/mnt urium 22,2 mg/dl, kritinin 11,9mg/dl, Hb:10,4 g/dl kedua kaki odem, urin 24 jam = 100cc.
Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
Kelebihan cairan
Peningkatan suhu tubuh
Gangguan intoleransi aktifitas
Gangguan pola nafas
Gangguan eliminasi BAK
Seorang laki-laki usia 50 tahun masuk rumah sakit dengan diagnosa TB Paru, keluhan sesak nafas, batuk, banyak riak kental berwarna putih, T:130/80 mmHg, RR:26x/mnt, N:106x/mnt, Sh:37,50C dapat terapi nebuliezer, obat pengencer dahak dan O2 nasal 3 liter.
Apakah tindakan keperawatan yang dilakukan saat pertama kali pasien masuk?
Beri terapi nebuliezer
Bantu pasien untuk batuk efektif
Berikan posisi semifohler dan berikan O2 nasal 2 liter
Berikan kompres hangat
Ajarkan pasien untuk mengatur pernafasannya
Seorang perawat sedang melakukan resusitasi jantung paru (RJP) pada korban laki – laki 33 th ditepi kolam akibat tenggelam dengan kondisi henti nafas dan henti jantung.
Berapakahkedalamanpenekanan pada dada korban untukmenghasilkankompresi dada yang efektif ?
1 cm
2 cm
3 cm
4 cm
5 cm
Laki-laki, umur 54 tahun masukke UGD diantar keluarga dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu dan klien mengatakan nyeri dibagian dada kiri dengan skala nyeri 6 (sedang), Data ; TD 150/90 mmHg, RR, 28 x/menit, Nadi, 92 x/menit. Pasien mendapat terapi Isosorbite Dinitrate Tablet 5 mg, Captopril tablet 25 mg Trombo Aspilet 1 tab oral dan oksigen 3 lt/mnt. Setelah 15 – 20 menit pasien mengatakan nyeri berkurang.
Manakah obat yang berfunggsi menurunkan nyarei ?
Isosorbite Dinitrate
Thrombo Aspilet
Semi fowler
Captopil
Oksigen
Seorang perawat laki-laki yang dinas malam di UGD baru selesai menangani beberapa kasus kecelakaan lalulintas. Tampak lelah, dan mengantuk. Tak lama datang secara bersamaan 3 orang pasien dengan kondisi yang cukup berat dan memerlukan tindakan segera. Keluarga pasien tampak tidak sabar dan marah-marah karena minta keluarganya ditangani lebih dulu.
Apakah tindakan keperawatan yang sebaiknya saudara lakukan menghadapi kondisi diatas?
menghubungi dokter jaga
melakukan pemeriksaan TTV
menghadapinya dengan tetap tenang
memberi penjelasan tentang kondisi pasien
meminta agar keluarga keluar dari ruangan tindakan
Seorang laki-laki berusia 48tahunmasuk UGD dengankeluhannyerihebat. Pasien sadar, mengatakan nyeri terasasepertitersayat di area midepisgastriummenjalar kelengan kiri danpunggung. Pasien mengatakan nyerinyatimbultiba-tibasaat beraktifitas. Data pemeriksaan TTV diperoleh dataTD 150/90 mmHg, frekuensi nadi 100 x/menit, frekwensi nafas 28 x/menit, suhu tubuh 36,2 C. Diagnosa medis MCI.
Apakah tindakan utama perawat untuk menunjang diagnosa medis tersebut?
mengatur posisi
Memberi oksigen
kolaborasi dengan dokter
Memeriksaan darah rutin
Merekaman EKG 12 lead
Seorang laki-laki berusia 37 tahun datang ke UGD diantar keluarganya. Pasien teriak-teriak kesakitan, dan mengatakan nyeri dan panas di daerah wajah, di dada, perut dan kaki kiri bagian depannya akibat ledakan kompor yang meledak. Pada pemeriksaan fisik diperoleh data TD 110/70 mm/Hg, frekuensi nadi 28 x/mnt, frekuensi nadi 108 x /mnt.
Apakah masalah utama yang dialami pasien tersebut ?
Nyeri
Pola nafas
Resiko jatuh
Resiko infeksi
Resiko kurang cairan
Laki-laki berusia 48 tahun datang ke UGD diantar keluarganya dengan keluhan sulit tidur karena dada terasa berat dan sulit untuk bernafas serta pusing berat sejak semalam. Pasen tampak gelisah wajah tampak pucat, akral dingin dan tampak meringis menahan sakit sambil memegang dadanya, pasien juga tampak batuk-batuk, jantung berdebar-debar. TTV 140/90x/menit, RR 28 x/menit, Suhu; 36ºC, Nadi; cepat. Dx medik ; Gagal jantung Kiri.
Apakah gejala awal yang khas yang harus dicurigai bila pasien mengalami gagal jantung kiri?
Batuk-batuk
Pusing berat
Sulit bernafas
Dada terasa berat
Meringis menahan sakit
Seorang bayi perempuan berusia 5 bulan, dibawa ke puskesmas oleh neneknya karena buang air besar cair sudah 7 kali dalam sehari, setiap minum muntah dan ada demam. Hasil pengkajian terlihat anak lemas dan haus, konjungtiva anemis, , ubun-ubun cekung. Bayi di duga mengalami dehidrasi sedang.
Manakah data spesifik yang harus ada di pengkajian fisik pada kasus diatas?
Integritas kulit tidak elastis
Tingkat kesadaran
Takikardi
Mata cekung
Ekstremitas dingin
Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun dirawat diruang anak dengan keluhan demam sejak 2 hari yang lalu, timbul kemerahan pada seluruh badan dan batuk pilek. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital diperoleh data frekuensi nadi 90 x/menit, frekuensi napas 32x/menit, suhu 39,50 C, terdengar suara ronkhi dan terpasang oksigen 1 liter/menit.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus diatas?
Perubahan pola napas
Peningkatan suhu tubuh
Gangguan pertukaran gas
Kecemasan pada anak dan orang tua
Tidak efektifnya bersihan jalan napas
Seorang anak perempuan berusia 5 tahun dirawat dengan diagnose medis meningitis. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan data anak mengalami penurunan kesadaran, disfungsi menelan, terpasang NGT dan hasil tanda vital suhu 390 c, pernapasan 36 x/menit, nadi 100 x/menit, terdengar suara ronchi.
Apakah intervensi keperawatan pada kasus diatas?
Resiko cedera
Terapi menelan
Pencegahan aspirasi
Pantau risiko infeksi
Pantau tanda-tanda vital
Seorang bayi laki-laki berusia 1,5 bulan di bawa ke poli MTBS oleh kedua orangtuanya, orangtua pasien mengatakan klien batuk-batuk sudah 2 minggu, tidak ada panas, pasien muntah hanya pada saat batuk saja, pasien masih mendapatkan ASI dari ibunya, menyusu lebih dari 10 kali dalam satu hari. BB klien: 4500 gr, RR: 60 kali/menit, S: 36,5oC.
Apakah klasifikasi untuk tanda dan gejala dari gangguan sistem respirasi pada kasus diatas?
Pneumonia
Pneumonia ringan
Pneumonia berat
Batuk bukan pneumonia
Batuk mungkin pneumonia
Seorang bayi perempuan berusia 3 bulan di bawa ke poli MTBS oleh kedua orangtuanya, orangtua pasien mengatakan pasien batuk-batuk sudah 3 hari dan demam, pasien muntah hanya pada saat batuk saja, pasien masih mendapatkan ASI dari ibunya, menyusu 12 kali dalam satu hari. BB: 5000 gr, RR: 60 kali/menit, S: 38,5oC, tidak ada cairan keluar dari telinga, pasien tinggal di daerah resiko rendah malaria.
Apakah klasifikasi untuk demam pada kasus diatas?
Demam mungkin bukan malaria
Penyakit berat dengan demam
Demam bukan malaria
Mungkin DBD
Malaria
Seorang anak perempuan usia 5 tahun dibawa ke poli MTBS oleh kedua orangtuanya dengan keluhan demam naik turun sudah 5 hari. Hasil pengkajian oleh petugas MTBS demam klien dikalsifikasikan sebagai demam bukan demam berdarah.
Kapankah kunjungan segera dilakukan pada kasus diatas?
Bila napas cepat
Bila anak sulit bernafas
Bila anak tidak bisa minum
Bila anak berak bercampur darah
Bila ada tanda-tanda perdarahan
Seorang anak laki-laki usia 3,5 tahun, mengalami sesak nafas, RR 32 x/menit, suara nafas ronchi, batuk-batuk, sekret kering dan sulit dikeluarkan. Perawat sedang menyiapkan tindakan inhalasi untuk mengencerkan sekret anak. Saat ini perawat telah menyambungkan alat dan menekan power on.
Apakah tindakan perawat selanjutnya?
mencuci tangan
menjelaskan tujuan prosedur
memasangkan masker kepada anak
mengidentifikasi nama dan tgl lahir anak
melakukan tes terlebih dahulu apakah uap keluar
Seorang remaja perempuan usia 14 tahun, di rawat di rumah sakit dengan Typhoid Fever. Hasil pengkajian pasien tampak lemah, demam sudah selama 3 hari, dan pasien mengeluh nyeri pada perut, perut terasa tidak nyaman. Tidak nafsu makan karena pasien merasa mual. Suhu 38º C, N: 90 x/mnt.
Apakah masalah keperawatan prioritas pasien?
nutrisi kurang dari kebutuhan
gangguan rasa nyaman
intoleransi aktifitas
hipertermi
nyeri
Seorang anak perempuan usia 1,5 tahun, dirawat di RS hari pertama. Anak belum pernah sakit yang mengharuskan di rawat di rumah sakit, sehingga anak mengalami reaksi hospitalisasi. Anak ketakutan dan menangis bila didekati perawat, anak rewel dan minta selalu digendong ibunya.
Apakah intervensi keperawatan yang paling tepat?
ajak anak bermain
putar lagu kesukaan anak
ceritakan dongeng yang menarik
anjurkan anak untuk menggambar
anjurkan ibu mendampingi anak selama di rawat
Seorang anak laki-laki usia 9 tahun, dirawat dengan DBD. Pasien akan dilakukan pemasangan cairan infus. Dengan tujuan untuk mengganti cairan intra vaskuler, akibat terjadinya dehidrasi intra vaskuler yang disebabkan oleh meningkatnya permiabilitas kapiler. Perawat telah menyiapkan alatnya dan menjelaskan tujuan prosedur tersebut.
Apakah tindakan perawat selanjutnya?
mencuci tangan
memasang pengalas
menggunakan sarung tangan
memasang torniquiet pada lengan
mendesinfeksi dengan kapas alcohol
Seorang anak perempuan usia 7 tahun, baru dirawat karena mengalami sesak nafas. Pada pengkajian terlihat anak dispnea, RR 36 x/menit, N. 100 x.mnt. TD 100/60 mm Hg, terdengar suara nafas ronchi, batuk-batuk sering, sekrete kering dan sulit dikeluarkan serta mengeluh nyeri dada.
Apakah tindakan keperawatan mandiri yang perlu dilakukan?
lakukan fisioterapi dada
lakukan postural drainage
posisikan tidur semi fowler
lakukan penghisapan lender
berikan minum hangat yang adekuat
Seorang anak perempuan usia 5 tahun, dirawat karena mengalami infeksi paru-paru. Pasien mendapat terapi antibiotik Ceftriaxone sesuai dengan program medis dengan dosis 2 x 750 mg. Obat tersedia dalam kemasan @ 1 gr, dan telah dilarutkan dengan aquadest steril 5 ml, saat ini akan disuntikan kepada anak.
Berapakah volume antibiotik yang harus diberikan?
1,25 ml
1,75 ml
2,75 ml
3,75 ml
4,75 ml
Seorang laki-laki, umur 39 tahun dirawat di ruang rawat bedah pasca dilakukan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy ( ESWL) akibat adanya batu di ureter, terpasang poly catheter dan dilakukan irigasi continue. Tekanan darah 120/80 mmHg, Suhu 37°C, Nadi 80x/menit, RR 16x/menit.
Apakah data utama yang perlu anda observasi pada pasien di atas saat ini ?
kebiasaan olah raga dan istirahat
kebutuhan istirahat dan tidur siang
kebiasaan makanan yang dikonsumsi
adanya tanda-tanda infeksi di area luka
kepatenan kateter dan warna dan jumlah urin
Seorang laki-laki, umur 60 tahun dirawat di ruangan rawat inap bedah Pasca Operasi Transurethral Uretral Resection Prostatektomi (TURP) 3 jam yang lalu. Hasil pengkajian didapatkan data pasien dipasang irigasi kateter menggunakan cairan normal salin mengunakan poly catheter, tetapi cairan irigasi tidak keluar dari chateter. Pasien mengeluh sakit di daerah kandung kemih.
Apakah data yang harus perlu dikaji ?
suhu tubuh pasien
kepatenan kateter
tetesan irigasi
jumlah urine
warna urine
Seorang perempuan, umur 30 tahun, batuk-batuk yang makin lama makin berat, batuk dirasakan bertambah pada malam hari, banyak keluar keringat, sesak napas ,hasil foto thorax menunjukkan pasien TBC paru aktif. Klien diberikan tarapi OAT selama 6 bulan. Pasien bertanya mengapa minum obat begitu lama.
Apakah pendidikan kesehatan yang perlu dilakukan pada pasien tersebut?
jelaskan dampak dari minum obat tidak tepat dosis dan waktu
jelaskan agar setiap batuk untuk menutup mulutnya dengan masker
jelaskan pentingnya makan makanan tinggi kalori dan tinggi protein
jelaskan agar tidak mencium-cium bayinya karena beresiko terjadi penularan
jelaskan agar penerangan dan ventilasi kamar tidur cukup sehingga tidak lembab
Seorang laki-laki, umur 55 tahun, dirawat dengan keluhan batuk sudah lebih dari 3 bulan dan tidak kunjung sembuh. Hasil pengkajian sputum kekuningan dan sulit dikeluarkan, napas pendek, RR 28 x/menit, memiliki riwayat asma bronchial sudah 10 tahun, bekerja di perusahan swasta sebagai pemusnah dokumen dengan cara dibakar, TD 130/80 mmHg, Suhu 37oC. Nadi 84 kali/menit Hasil Analisa gas darah pH darah : 7 ( NN 7,38-7,42),Bikarbonat 31 (NN 22-2 miliekuiivalen perliter), pCO2: 45 (NN 38-42 mm Hg).
Apakah masalah keperawatan utama pada pasien di atas ?
Ketidak efektifan bersihan jalan nafas
Gangguan pertukaran gas
Pola napas tidak efektif
Intoleransi aktivitas
Risiko infeksi
Seorang laki-laki, umur 65 tahun dirawat diruang penyakit bedah post prostatektomi supra pubic kerena indikasi kanker prostat stadium I (awal) 2 jam yang lalu. Pada daerah insisi terpasang dan terdapat luka post operasi sepanjang 4 cm di daerah suprapubic yang tertutup kasa. Pemeriksaan tekanan darah 100/70 mmHg dan nadi 100x/menit.
Apakah intervensi keperawatan utama yang tepat dilakukan pada pasien di atas ?
berikan terapi antibiotik melalui drif atau intravena
anti balutan 2 kali sehari menggunakan kasa steril
monitor tanda-tanda infeksi terutama pus pada luka
monitor tanda-tanda perdarahan di daerah insisi
beri minum minimal 2000 cc/24 jam
Seorang laki-laki, umur 60 tahun, dirawat di ruangan penyakit dalam dengan diagnosis medis PPOK. Hasil pengkajian didapatkan pasien mengatakan batuk sudah lebih dari 3 bulan tidak kunjung sembuh,semakin lama kondisi semakin memburuk, sputum berwarna kekuningan dan susah dikeluarkan, napas pendek dengan RR 28 x/menit, TD 130/80 mmHg, Suhu 37◦C. Nadi 84 kali/menit. Hasil pengkajian pasien mengatakan bekerja di perusahan swasta sebagai pemusnah dokumen dengan cara dibakar.
Apakah implementasi keperawatan mandiri yang tepat dilakukan pada pasien di atas ?
menganjurkan berjemur dimatahari pagi
mengajarkan senam asma 2 kali seminggu
mengatur napas dalam dan batuk efektif
membuka jendela supaya kamar tidak lembab
menganjurkan senam aerobik 2 kali seminggu
Seorang laki-laki, umur 62 tahun sudah dua minggu dirawat dengan Diagnosa Stroke. Hari ini dokter sudah mengizinkan pasien untuk pulang dan menginstruksikan perawat untuk melepas kateter urine pasien. Alat sudah disiapkan, prosedur sudah dijelaskan ke pasien, dan perawat sudah memasang sarung tangan bersih. Selanjutnya perawat melepas plester dari kateter dan tubuh pasien.
Apa langkah tindakan selanjutnya ?
kosongkan kantong urine (urine bag)
bersihkan area bekas pemasangan kateter dengan normal saline
menarik kateter keluar dari uretra secara perlahan dan hati-hati
hubungkan spuit ke balon kateter (ballon port) dan tarik air sampai habis
memotong kateter dengan gunting supaya air dari balon kateter mengalir keluar
Seorang laki-laki, umur 54 tahun dirawat dengan Stroke Non Hemoragik (SNH). Hasil pengkajian didapatkan kesadaran compos mentis dengan GCS 15, pasien mengalami kelemahan pada sisi kiri, terdapat kelumpuhan di nervus VII, X, XII, bicara pelo, pasien selalu tersedak saat diberi minum, sehingga dokter menginstruksikan untuk pemasangan NGT.
Apa masalah keperawatan yang dapat anda rumuskan dengan data diatas ?
risiko aspirasi
intoleransi aktifitas
hambatan komunikasi verbal
perubahan perfusi jaringan serebral
gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Seorang laki-laki, umur 55 tahun sudah 10 hari dirawat dengan gagal jantung kongestif. Pada saat perawat yang jaga pagi datang pasien mengeluh sudah beberapa hari ada batuk berdahak dan sulit sekali dikeluarkan. Tindakan kolaborasi dengan medis telah dilakukan oleh perawat dengan memberikan obat bronchodilator.
Apakah tindakan keperawatan yang paling tepat selanjutnya diberikan perawat ?
mengajarkan batuk efektif
melakukan fisioterapi dada
mengajarkan teknik nafas dalam
menganjurkan minum yang banyak
menganjurkan untuk tetap membatasi aktifitasnya
Seorang laki-laki, umur 48 tahun, pasien baru masuk ruang kardiologi dengan gagal jantung kongestif. Saat dikaji pasien mengeluh dadanya nyeri dan nafasnya sesak. Tekanan darah 120/80 mmHg, frekuensi nafas 30x/menit, nadi 92x/menit. Perawat segera melakukan pemasangan nasal kanul, setelah menjelaskan prosedur tindakan, perawat mengatur posisi pasien dan kemudian menghubungkan selang kanul dengan oksigen.
Apa langkah tindakan selanjutnya ?
memasang slang kanul ke hidung pasien
fiksasi kanul pada bagian bawah dagu pasien
menyalakan aliran oksigen sesuai dosis yang dibutuhkan
posisikan kedua sisi selang di atas dan belakang telinga
pastikan aliran oksigen keluar dari ujung kanul dengan dirasakan ke punggung tangan perawat
Seorang perempuan umur 27 tahun, masuk ruang bedah dengan luka bakar mayor dengan luas luka bakar 35%. Pasien sedang mendapat tindakan resusitasi penggantian cairan dengan infus Ringer lactate 35 tetes per menit. Perawat akan melakukan evaluasi keberhasilan dari tindakan tersebut.
Apa parameter yang akan dipakai perawat untuk mengevaluasi keberhasilan dari tindakan tersebut ?
sesak tidak ada
nyeri berkurang
infeksi tidak terjadi
pernafasan vesikuler
urine output meningkat
Seorang perempuan, umur 32 tahun masuk ruang bedah dengan cedera pada spinal. Kesadaran compos mentis, pasien mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya. Dokter menginstruksikan untuk pemasangan kateter urin. Persiapan alat dan pasien sudah dilakukan. Perawat sudah memakai sarung tangan steril dan ujung kateter sudah diberi jelly pelumas.
Apa langkah tindakan selanjutnya ?
menginstruksikan pasien untuk nafas dalam
memasukkan ujung kateter ke meatus pasien
membuka labia mayora dengan tangan nondominan
mengembangkan balon kateter dengan memasukkan air steril
menghubungkan kateter dengan pipa penghubung (urine bag)
Seorang laki-laki, umur 63 tahun dirawat untuk tindakan pembedahan lensa matanya karena Katarak. Pasien dirawat di ruang kelas 3 dengan fasilitas kamar mandi ada di luar kamar pasien. Operasi katarak dijadwalkan besok siang. Pasien baru pertama kali dirawat di RS. Hasil pengkajian tekanan darah 140/80 mmHg, nadi 84x/menit. Hasil EKG menunjukkan gambaran sinus rhythm.
Apa tujuan perawatan prioritas pada kasus diatas ?
kemampuan gerak terjaga
risiko cedera tidak terjadi
kebutuhan informasi terpenuhi
kebutuhan kebersihan diri terpenuhi
cemas prosedur pembedahan tidak terjadi
Seorang perempuan, umur 48 tahun dirawat di RS dengan gagal jantung kongestif. Hasil pengkajian asien mengeluh sesak nafas dengan frekuensi nafas 31x/menit, pasien tampak megap-megap, terdapat pernapasan cuping hidung dan penggunaan otot bantu pernapasan serta saturasi oksigen 87%.
Apakah tindakan utama yang paling tepat dilakukan untuk kasus di atas ?
menghubungi dokter jaga
melakukan pemeriksaan EKG
memberikan posisi semifowler
memberikan bantuan terapi oksigen
melakukan pengecekan analisa gas darah
Seorang laki-laki, umur 37 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan sering merasa pusing dan sakit kepala, dan kaku pada tengkuk. Tekanan darah 140/70 mmHg, frekuensi nadi 88x/menit. Dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan profil lipid.
Edukasi apa yang harus perawat berikan terkait persiapan pemeriksaan tersebut ?
anjurkan pasien banyak minum air mineral
minum terapi antikoagulan 4 jam sebelum pengambilan darah
instruksikan pasien puasa 10-12 jam sebelum pengambilan darah
anjurkan untuk membatasi aktifitas 10-12 jam sebelum pemeriksaan darah
tekankan untuk tidak minum obat antikoagulan sehari sebelum pemeriksaan darah
Seorang laki-laki, umur 35 tahun, masuk ruang rawat dengan cedera kepala sedang (CKS). Hasil CT Scan nenunjukan pasien mengalami perdarahan epidural (hematom epidural). Seorang perawat sedang mengobservasi kondisi pasien. Hasil observasinya pasien masih mengeluh pusing, kesadaran compos mentis, GCS 15, tapi pasien masih muntah-muntah terus lebih dari 3x. Infus sudah terpasang sejak dari IGD.
Apa intervensi utama yang harus perawat lakukan saat ini ?
hitung balance cairan
beri pasien minum air hangat
puasakan pasien untuk sementara
anjurkan pasien minum yang banyak
beri makan dalam keadaan hangat, porsi kecil tapi sering
Seorang lansia laki-laki, umur 65 tahun, di panti wherda mengalami stroke. Lansia mengeluh kesulitan berjalan dan mudah terjatuh. Klien tampak berjalan merambat di dinding . Hasil pemeriksaan menunjukkan kelemahan sisi dekstra, tonus otot menurun, dan gerakan terbatas. Perawat mendiagnosis keadaan klien.
Apakah diagnosis keperawatan yang tepat bagi kasus tersebut?
Gangguan perfusi jaringan
Gangguan perfusi serebral
Gangguan mobilitas fisik
Intoleransi aktivitas
Risiko cedera
Seorang lansia laki-laki yang berumur 65 tahun tinggal di panti wredha. Ia mengalami stroke. Lansia tersebut mengeluh mengalami kesulitan berjalan dan mudah terjatuh. Klien tampak berjalan merambat di dinding. Perawat akan menggali data objektif untuk melengkapi pemeriksaan.
Apakah data yang dimaksud pada kasus tersebut?
Tonus dan kekuatan otot
Keamanan lingkungan
Kemampuan berjalan
Tanda-tanda vital
Persepsi sensori
Seorang lansia perempuan usia 63 tahun di panti werdha mengalami diare sejak 2 hari lalu. Klien mengeluh nyeri perut, defekasi 5 kali dalam 24 jam dengan konsistensi cair. Perawat melakukan tindakan pemantauan cairan pada lansia tersebut.
Apakah data evaluasi utama yang harus didapatkan oleh perawat?
Jumlah output dan intake ke dalam tubuh
Frekuensi dan kekuatan nadi
Kemampuan menuju toilet
Skala nyeri
Pola tidur
Seorang lansia perempuan,usia 62 tahun tinggal di panti wherda karena tidak ada keluarga yang merawat, mengalami batu ginjal dan mengeluh nyeri daerah pinggang menjalar ke pelvis, mengeluh mual dan muntah. Perawat berencana mengurangi nyeri klien.
Apakah rencana yang dimaksud pada kasus tersebut?
Batasi asupan minuman
Lakukan pijat punggung
Teknik relaksasi nafas dalam
Kontrol pelayanan kesehatan
Ajarkan diet penderita batu ginjal
Perawat mengkaji keluarga didapatkan data seorang perempuan usia 58 tahun tahun mengeluh sering pusing, kepala berat dan nyeri pada tengkuk, TD 160/100 mmHg. Klien mengatakan sakitnya kambuh ketika anak ketiganya membuat masalah di sekolah.
Apakah tindakan keperawatan TUK 3 yang utama pada kasus tersebut?
mengajarkan diet hipertensi
mengajarkan kompres tengkuk
mengajarkan manajemen stress
menciptakan lingkungan yang tenang
menganjurkan klien berobat ke puskesmas terdekat
Perawat keluarga mengkaji seorang perempuan usia 51 tahun dengan keluhan nyeri pada sendi kaki dan sulit digerakkan terutama saat bangun tidur. Hasil pemeriksaan kadar asam urat diperoleh 9,1 mg/dL, persendian klien tampak bengkak. Perawat menjelaskan komplikasi bila gout arthritis tidak ditangani dan memotivasi untuk melakukan perawatan kesehatan.
Tindakan TUK ke berapakah yang sedang dilakukan oleh perawat tersebut?
1
2
3
4
5
Perawat mengkaji suatu keluarga didapatkan data seorang laki-laki usia 51 tahun mengeluh sering pusing, nyeri leher dan tengkuk dan mata berkunang-kunang. Hasil pemeriksaan fisik TD: 160/90 mmHg. Klien menganggap ini merupakan sakit kepala biasa dan akan segera hilang jadi tidak perlu berobat.
Apakah fungsi perawatan kesehatan keluarga yang harus dibangun pada kasus tersebut?
kemampuan mengenal masalah
kemampuan mengambil keputusan
kemampuan memodifikasi lingkungan
kemampuan merawat anggota yang sakit
kemampuan memanfaatkan fasilitas kesehatan
Perawat mengkaji keluarga didapatkan data seorang perempuan usia 28 tahun mengeluh perut kembung, begah dan nyeri ulu hati, klien didiagnosis gastritis sejak 5 tahun yang lalu tetapi saat dikaji masih suka makan bersantan dan pedas, jadwal makan telat.
Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
kesiapan peningkatan manajemen kesehatan
manajemen kesehatan keluarga tidak efektif
perilaku kesehatan cenderung berisiko
ketidakmampuan koping keluarga
koping keluarga tidak efektif
Perawat mengkaji suatu keluarga didapatkan data komposisi keluarga terdiri dari suami, istri dan anak, Keluarga memiliki keadaan ekonomi kurang mampu yang mengharuskan pasangan ini sibuk bekerja. Tidak ada alokasi dana kesehatan darurat di keluarga ini.
Apakah fungsi keluarga yang sedang dikaji oleh perawat pada kasus tersebut ?
afektif
ekonomi
sosialisasi
reproduksi
perawatan kesehatan
Seorang perawat kepala ruang merasa tidak puas dengan hasil kepuasan pasien di unit yang dipimpinnya yang hanya mencapai 60% untuk dua bulan berturut-turut. Untuk mengatasi hal tersebut selanjutnya memutuskan untuk mengubah situasi dan kondisi saat ini.
Apakah tindakan prioritas yang harus dilakukan oleh kepala ruang ?
menyusun strategi penyelesaian situasi yang terjadi
meminta bantuan dari manajer yang menjadi atasannya
membiarkan masalah tersebut selesai dengan sendirinya
membuat surat peringatan pada staf yang sering menimbulkan masalah
mengagendakan rapat rutin yang membahas khusus mengenai hal tersebut
Seorang kepala ruang ingin menerapkan hasil penelitian yang pernah dilakukan, didukung oleh adanya manfaat dan keinginan dari pasien untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan dalam pemberi pelayanan Asuhan Keperawatan. hasil yang digunakan meliputi eksternal dan internal (clinical expertice).
Disebut apakah penggunaan hasil penelitian tersebut ?
Evidence-Based Policy
Evidence-Based Practice
Evidence-Based Nursing
Evidence-Based Medicine
Evidence-Based Education
Kepala ruang melakukan survei terhadap mutu layanan keperawatan yang diberikan pasien. seorang keluarga pasien menyampaikan keluhannya dan berkata "Saya merasa kecewa dengan pelayanan di sini, sudah bayarnya mahal, pelayanannya hanya biasa-biasanya saja. Mengecewakan !"
Bagaimanakah sikap yang sebaiknya harus ditunjukan perawat tersebut dalam menghadapi keluhan yang ada?
“ Maafkan kami jika telah mengecewakan ibu”
“ Maaf bu, maksudnya, yang tidak baik apa ya?”
“ Maaf bu, saya kurang jelas dengan maksud ibu ?”
“ Maaf bu, pelayanan manakah yang ibu rasa mengecewakan?
“ Maafkan kami, jika ibu merasa ada hal yang kurang berkenan di hati“
Seorang perempuan umur 27 tahun GIP0A0 usia kehamilan 39 minggu akan menjalani proses persalinan di RS. Hasil pemeriksaan TFU 1 jari di atas pusat, DJJ 148 x/menit, presentase kepala, kontraksi uterus baik, nyeri pada kandung kemih dan ada keinginan untuk berkemih namun tidak bisa dikeluarkan. Hasil pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 7 cm.
Apakah tindakan keperawatan yang paling tepat pada kasus di atas?
Mengobservasi TTV
Mengecek letak plasenta
Massage pada daerah abdomen
Melakukan pemasangan kateter
Mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam
Seorang perempuan umur 33 tahun G2P1A0 usia kehamilan 38 minggu berada di ruang bersalin sedang menjalani proses persalinan. 2 jam kemudian pasien melahirkan bayi dengan kondisi menangis kuat dan kulit berwarna kemerahan. Kemudian bayi diletakkan di dada ibu untuk dilakukan IMD. Plasenta telah keluar 10 menit kemudian.
Apakah tindakan selanjutnya yang paling tepat dilakukan oleh perawat?
Menjaga privasi ibu
Membantu ibu melakukan hygiene
Observasi sampai 1 jam postpartum
Observasi sampai 1 jam postpartum
Pemeriksaan plasenta dan selaput amnion
Seorang perempuan umur 31 tahun G3P2A0 usia kehamilan 10 minggu datang ke puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil pemeriksaan TTV: TD 100/70 mmHg, frekuensi nadi 88 x/menit. Klien mengeluh sering mual muntah di pagi hari sehingga nafsu makan menurun. Klien merasa mudah lelah.
Apakah intervensi keperawatan utama pada kasus di atas?
Penyuluhan tentang nutrisi dan aktivitas
Dukungan emosional dan social
Postur dan mekanik tubuh
Ajarkan perawatan diri
Berikan imunisasi
Seorang perempuan umur 21 tahun G2P1A0 usia kehamilan 39 minggu akan melahirkan di ruang bersalin. 1 jam kemudian bayi lahir dengan jenis kelamin perempuan, menangis kuat, warna kulitnya merah muda namun tungkai kaki kebiruan, gerak aktif, nadi 110 x/menit, batuk setelah diberikan rangsangan.
Berapakah nilai APGAR Score pada bayi tersebut?
6
7
8
9
10
Seorang perempuan umur 35 tahun dirawat di RS dengan postpartum hari ke-3. Hasil pengkajian klien mengeluh payudara bengkak, teraba hangat dan keras, terasa nyeri dan ASI tidak mau keluar. Pasien juga mengeluh badannya terasa lemah dan suhu tubuh 39ºC. Dokter mendiagnosa mastitis.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus di atas?
Ketidakseimbangan nutrisi kurang
Ketidakefektifan pemberian ASI
Kurang pengetahuan
Hipertermi
Nyeri akut
Seorang perempuan umur 28 tahun G1P0A0 usia kehamilan 12 minggu datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya. Pasien mengeluh mual, muntah terutama di pagi hari, kram pada perut, tidak nafsu makan, lemah, letih dan pusing. Pasien mengatakan HPHT 07 Mei 2021.
Kapankah taksiran persalinan pasien tersebut?
13 Maret 2022
14 Maret 2022
13 Februari 2022
14 Februari 2022
15 Februari 2022
Seorang perawat IGD ditugaskan ke salah satu tempat bencana gempa bumi dan liquifaksi tanah ditemukan korban laki-laki tergeletak tak sadarkan diri. Hasil pengkajian ditemukan jejas pada kepala dan paha kiri, airway paten, tetapi korban tidak bernapas dan tidak teraba nadi karotis.
Apakah kategori triase untuk korban tersebut?
merah
kuning
hijau
hitam
biru
Seorang laki-laki usia 32 tahun diantar ke UGD oleh polisi dengan kondisi penurunan kesadaran akibat kecelakaan lalu lintas 25 menit yang lalu. Nampak cedera pada kepala, terdengar bunyi gurgling, perdarahan pada hidung dan telapak tangan. TTV : TD 100/60 mmHg, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi napas 14 x/menit, suhu 36°C.
Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
ketidakefektifan perfusi jaringan cerebral
resiko kekurangan volume cairan
ketidakefektifan jalan nafas
ketidakefektifan pola nafas
risiko perdarahan
Seorang perempuan berusia 50 tahun dirawat diruang ICU dengan diagnosis non hemoragik stroke. Hasil pengkajian pasien mengalami hemiparese dekstra, pasien tiba-tiba sesak napas dan terdengar suara napas gurgling. Palpasi akral teraba dingin, kesdaran menurn, TD 100/60 mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi napas 24x/menit.
Apakah tindakan keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
melakukan fisioterapi dada dan postural drainage
melakukan pemasangan OPA
memberikan bantuan oksigen
meninggikan extremitas atas
melakukan suction
Seorang laki-laki berusia 65 tahun dirawat dengan kondisi anemia. Hasil pemeriksaan Hb didapatkan 6,7 gr% dan terindikasi membutuhkan transfusi darah. Perawat meminta keluarga ke PMI untuk mendapatkan darah yang dibutuhkan namun keluarga menolak dengan alasan darah dari PMI tidak jelas asal-usulnya. Setelah keluarga mendapatkan penjelasan dari dokter penanggung jawab pasien, keluarga tetap menolak. frekuensi napas 14 x/menit, suhu 36°C.
Apakah tindakan selanjutnya dari perawat tersebut?
melaporkan kepada ketua tim
tetap nenberikan transfusi darah
memotivasi lanjut keluarga pasien
mendokumentasikan penolakan tindakan
menghormati keputusan keluarga pasien
Perempuan berusia 65 tahun dirawat di ICU dengan acute kidney injury. Hasil pengkajian : terdapat edema extremitas derajat dua, ascites +, TD: 110/70 mmHg, frekuensi nadi : 98 x/menit, frkuensi napas 30 x/menit. Hasil laboratorium fungsi faal ginjal: ureum 178, kreatinin 4,6. Terapi pengobatan diuretic furosemide 3 x 4 mg.
Apakah yang perlu dievaluasi dari tindakan kolaboratif tersebut?
urine output
tekanan darah
frekuensi napas
kadar kalium darah
kadar natrium darah
Seorang wanita usia 34 tahun sedang menjalani proses persalinan yang pertama. Perawat sedang melakukan pertolongan persalinan dan saat ini sudah selesai mengeluarkan plasenta secara utuh. Setelah memastikan kontraksi uterus baik, selanjutnya perawat memantau proses IMD selama 1 jam.
Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan pada bayi baru lahir tersebut?
Injeksi HBO
Injeksi Vit K
Pantau perdarahan
Mengajarkan cara memerah ASI
Membawa ibu dan bayi ke ruang perawatan
Seorang wanita usia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan G3P1A1 usia kehamilan 10 minggu. Pasien mengatakan sering mengalami mual dan muntah, merasa lemes dan tidak bertenaga. Pasien tampak lemah, bibir kering dan pecah-pecah, turgor kulit tidak elastis, suhu 37OC, frekuensi nadi 90 x/menit, frekuensi napas 22 x/menit, TD 100/70 mmHg.
Apakah malasah utama yang tepat pada kasus diatas?
Resiko hipovolemia
Intoleransi aktivitas
Resiko infeksi
Defisit nutrisi
Hipertermi
Seorang wanita usia 25 tahun saat ini masuk kala 1 persalinan dengan kontraksi yang dirasakan sangat nyeri, sehingga ibu berteriak-teriak sambil melindungi bagian abdomen yang nyeri dengan tangan.
Apakah tindakan keperawatan terapeutik yang tepat pada kasus tersebut?
Konsultasi ke dokter
Beritahukan pentingnya minum obat
Paksa pasien untuk minum obat
Berikan terapi non farmakologis dengan melakukan manajemen nyeri
Meninggalkan Paksa pasien untuk minum obat pasien karena permintaannya
Seorang wanita hamil usia 32 tahun datang ke poli kebidanan, status gestasi G2P1A) dengan preeklamsi. Pasien mengatakan kakinya bengkak, terasa mual dan kepala pusing. Pasien tampak lemah, ekstremitas bawah edema, tampak pitting edema ++, hasil pengukuran tekanan darah 160/90 mmHg.
Apakah pemeriksaan diagnostik yang mendukung pada kasus tersebut?
Hipertensi
Proteinuria
Kardiomegali
Hiperkalsemia
Penurunan kadar hemoglobin
Seorang perempuan usia 32 tahun dibawa ke RS Jiwa oleh keluarganya karena selama satu minggu mengurung diri di kamar, tidak mau bicara, tidur seperti posisi janin. Tubuh kotor dan berbau, rambut berketombe dan tidak rapi, gigi dan kuku kotor. Keluarga mengatakan bahwa dua minggu yang lalu suami meninggal karena sakit.
Apakah diagnosis keperawatan utama yang tepat pada kasus tersebut?
kehilangan
Isolasi Sosial
Perilaku kekerasan
Defisit perawatan diri
Resiko gangguan sensori persepsi: halusinasi
Seorang laki-laki berumur 35 tahun dirawat di RS Jiwa. saat dikaji pasien mengatakan bahwa dirinya anak yang tidak diharapkan oleh orang tua, sehingaa pasien mengalami harga diri rendah.
Apakah penyebab terjadinya masalah kesehatan utama yang tepat pada kasus tersebut?
Faktor predisposisi: penolakan
Faktor presipitasi: ancaman trauma
Faktor predisposisi: identita pribadi
Faktor presipitasi: ketegangan peran
Faktor predisposisi: performa peran
Seorang perempuan berumur 36 tahun di rawat di RS Jiwa, saat dilakukan pengkajian pasien mengatakan sering melihat ibunya yang sudah meninggal.
Apakah diagnosis keperaatan utama yang tepat pada kasus diatas?
Gangguan sensori persepsi: halusinasi penglihatan
Gangguan sensori persepsi: halusinasi pendengaran
Gangguan sensori persepsi: halusinasi penghiduan
Gangguan sensori persepsi: halusinasi pengecapan
Gangguan sensori persepsi: halusinasi perabaan
Seorang perempuan berumur 35 tahun dirawat di RS Jiwa, pasien mengalami resiko perilaku kekerasan. Adapun mekanisme koping yang digunakan pasien untuk meredam rasa marahnya yaitu dengan menggambar.
Apakah upaya mekanisme koping yang dilakukan pada kasus tersebut?
Represi
Proyeksi
Sublimasi
Diplacement
Reaksi formasi
Seorang perempuan berumur 38 tahun dirawat di RS jiwa, saat pengkajian pasien tampak menyendiri dan tidak mau berinteraksi dengan orang lain serta berdasarkan informasi keluarga saat menjenguk, pasien mengalami kehilangan berturut-turut ditinggal anak dan suami, sehingga pasien seringkali mengurung diri dan tidak mau berinteraksi dengan orang lain.
Apakah faktor presipitasi yang menyebabkan masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Faktor biologis
Faktor internal
Faktor eksternal
Kurangnya sumber koping
Faktor komunikasi dalam keluarga
Seorang laki-laki berumur 76 tahun tinggal di Panti Werda sedang tirah abring dan mengeluhkan peningkatan asam lambung. Saat makan siang pasien tidak dapat menghabiskan makanan yang disediakan karena telah merasa kenyang.
Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada lansia tersebut?
Hindari makanan yang mengandung tinggi gas
Berikan makan dalam porsi kecil tapi sering
Upayakan makan sayur 1 porsi sehari
Lakukan perawatan mulut
Ubah posisi duduk lansia
Seorang perempuan berumur 84 tahun tinggal di panti werda, pasien mengeluh sering mengompol setiap harinya. Pasien mengatakan secara tidak sengaja mengompol saat bersin atau terbatuk.
Apakah jenis inkontinensia urin yang dialami lansia tersebut?
Inkontinensia stres
Inkontinensia urgensi
Inkontinensia overflow
Inkontinensia iatrogenic
Inkontonensia fungsional
Seorang perempuan berusia 87 tahun datang ke poliklinik geriatrik bersama anaknya. Anak pasien mengeluh bahwa ibunga tersebut sering berkeliaran malam hari dan pernah beberapa kali menghilang dari rumah. Seringkali juga pasien tersebut terjatuh karena berjalan-jalan di sekeliling rumah saat malam hari. Sehari-hari, anak pasien bekerja sehinga tidak dapat menemani ibunya di rumah tapi pasien mengungkapkan anaknya yang sangat dekat dengan ibunya.
Apakah edukasi kesehatan yang dapat perawat berikan pada kasus diatas?
Memasang CCTV di rumah
Mengikat pasien agar tidak terjatuh
Menaruh pasien di rumah perawatan lansia
Menyediakan care giver bagi pasien di rumah
Mengunci pintu saat pasien seorang diri di rumah
Seorang laki-laki berumur 80 tahun tinggal bersama anaknya dirumah. Pasien sering mengalami jatuh saat menuju ke kamar mandi. Hal ii terjadi karena pasien tidak bisa menahan kencing, sehngga sebelum sampai ke kamar mandi, pasien sudah mengompol sehingga membasahi lantai.
Apakah intervensi keperawatan sebagai pencegahan jatuh bagi pasien tersebut?
Memastikan lantai kering
Menyediakan urinal di kamar
Memasang restrasin pada lansia aktif
Menyediakan alat bantu walker bagi lansia
Menyediakan pencahayaan yang adekuat di ruangan
Seorang laki-laki berusia 60 tahun menjalani perawatan di RS dengan diagnosis Miokard Infark terdapat keluhan sesak, dan bengkak pada abdomen dan ekstremitas bawah. Saat dilakukan pengkajian kembali terdapat pitting edema, kulit pasien tampak cekung dengan ukuran 4 mm yang kembali lagi ke bentuk semula dalam 10 detik.
Berapakah grade pitting edema pasien tersebut?
1+
2+
3+
4+
5+
Seorang laki-laki umur 51 tahun menjalani perawatan di RS dengan diagnosis Stroke Non Haemoragik. Pasien menyatakan terdapat kelemahan pada ekstremitas kiri. Perawat bersama keluarga memandikan dan melatih pasien untuk mobilisasi diatas tempat tidur.
Apakah tindakan evaluasi yang tepat pada kasus diatas?
Memonitor warna kulit
Memantau reflek pupil
Mengkaji kembali kekuatan otot
Mengobservasi tanda-tanda vital
Melakukan persiapan pemeriksaan CT-Scan
Seorang perempuan umur 61 tahun dirawat di RS dengan PPOK. Pasien telah menjalani perawatan selama 6 bulan terakhir. Saat ini pasien dinyatakan boleh pulang dan meneruskan perawatan di rumah.
Apakah tindakan keperawatan tang tepat dilakukan pada kasus diatas?
Menganjurkan untuk memiliki alat nebulizer
Mengajarkan cara mengatasi gejala saat serangan
Menganjurkan untuk kontrol dan minum obat teratur
Memberikan informasi untuk membatasi aktivitas berat
Melakukan edukasi menghindari faktor pencetus serangan
Seorang laki-laki umur 50 tahun dirawat di RS dengan diagnosis PPOK. Hasil pengkajian didapatkan masalah kesehatan bersihan jalan napas tidak efektif dengan terdapat dahak berwarna putih kental. Perawat melakukan tindakan suctioning untuk mengatasi masalah tersebut dan sputum telah dihisap dengan mengeluarkan selang suction.
Apakah implementasi keperawatan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas?
Memberikan oksigen
Mematikan mesin suction
Melepaskan selang dari konektor
Melakukan bilas dengan menggunakan air steril
Memasukkan kembali selang ke saluran pernapasan
Seroang laki-laki umur 40 tahun menjalani perawatan di RS dengan diagnosis PPOK. Pasien didapati masalah bersihan jalan napas tidak efektif, ada rochi pada kedua lapang paru. Saat perawat memebrikan terapi anti tusif dan ekspektoran melalui inhalasi, pasien tiba-tiba batuk sehingga perawat menghentikan tindakan tersebut.
Apakah tindakan keperawatan selanjutkan dilakukan perawat pada kondisi kasus tersebut?
Melakukan fisioterapi dada
Memposisikan membungkuk
Memberikan kompres dingin pada leher
Menginformasikan tidak menahan batuk
Mengajarkan latihan napas dalam dan batuk kuat
Seorang perempuan umur 44 tahun menjalani perawatan di RS dengan diagnosis TB Paru dan telah mendapatkan terasi sejak 4 bulan yang lalu. Saat ini pasien mengungkapkan pada pagi hari setelah minum obat terasa nyeri pada ulu hati dan mual serta ingin muntah. Pasien hanya mau makan setengah porsi makanan yang disediakan.
Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus diatas?
Hentikan pengobatan
Kolaborasi pemberian vitamin
Atur jadwal minum OAT malam hari
Anjurkan makan porsi kecil tapi sering
Kolaborasi dalam pemberian antiemetik
Seorang laki-laki umur 40 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam. Pasien menyatakan sudah menjalani pengobatan TB Pari sejak 2 minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan didapatkan pasien tampak pucat, badan kurus dan da batuk produktif. Pasien mengungkapkan saat ini tinggal bersama istri yang mengandung dan anak usia 4 tahun serta pasien cemas keluarga yang lain akan tertular.
Apakah edukasi kesehatan yang tepat diberikan pada kasus diatas?
Mengungsikan istri dan anaknya
Mengkonsumsi obat secara teratur
Lakukan imunisasi ulang pada anak
Meningkatkan asupan nutrisi yang adekuat
Menggunakan masker pada pengobatan aktif
Seorang laki-laki umur 63 tahun, menjalani perawatan di RS dengan diagnosis Cedera Kepala Ringan. Pasien menggunakan NGT. Pasien mengeluh nyeri di perut kanan bawah serta muntah. TD 130/90 mmHg, frekuensi nadi 104 x/menit, suhu 38OC dan frekuensi napas 23 x/menit, skala nyeri 7.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus diatas?
Melakukan huknah tinggi
Memberikan informed consent
Memonitor status hemodinamik
Mempersiapkan cadangan darah
Mempersiapkan psikologis pasien
Seorang perempuan umur 52 tahun dirawat di RS dengan diagnosis TB Paru. Pasien mengungkapkan saat batuk mengeluarkan darah segar. Pasien mengatakan kondisi ini terjadi karena penyakit kutukan dan ingin bertemu dengan pemuka dari agamanya sendiri. Frekuensi napas 25 x/menit, irama teratur, terdengar ronchi dikedua apek paru dengan hasil pemeriksaan BTA (+).
Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Menghadirkan psikiater
Menghadirkan rohaniwan
Menyalahkan ungkapan pasien
Mengkonsultasikan dengan dokter
Menjelaskan gangguan yang terjadi
Seorang laki-laki umur 50 tahun menajalani perawatan di RS dengan Diabetes Melitus. Pasien mengatakan keluhan merasa lapar dan mudah mengantuk. Hasil pengkajian TD 140/90 mmHg, frekuensi nadi 98 x/menit, suhu 37,6OC dan frekuensi napas 20 x/menit.
Apakah implementasi keperawatan kolaborasi yang sesuai dengan kasus diatas?
Pemasangan NGT
Pemberian antipiretik
Pemberian anti hipertensi
Pemberian anti hiperglikemi oral
Pemberian terapi cairan parenteral
Seorang perempuan umur 30 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam untuk melakukan pemeriksaan kembali setelah mendapatkan pengobatan TB Paru selama 3 minggu. Pasien mengatakan setelah minum obat batuknya berkurang dan warna urin saat buang air kecil kuning pekat serta ada nyeri ulu hati.
Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus diatas?
Menganjurkan banyak minum
Melakukan edukasi efek samping obat
Menganjurkan tidak menahan buang air kecil
Melakukan kolaborasi pemeriksaan urine lengkap
Melakukan konsultasi terhadap penghentian pengobatan
Seorang perempuan umur 50 tahun menjalani perawatan di RS dengan diagnosis Gastritis Kronis. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien mengeluh nyeri ulu hati skala 7, pasien tampak memegangi area perut, bising usus 4 x/menit, suhu 38OC, TD 140/80 mmHg, frekuensi nadi 100 x/menit, frekuensi napas 21 x/menit.
apakah implementasi keperawatan yang tepat pada kasus diatas?
Segera menghubungi dokter
Memberikan kompres hangat
Mengajarkan tehnik relaksasi napas dalam
Melakukan kolaborasi pemberian antiemetik
Memberikan makanan dalam porsi kecil tapi sering
Seorang perempuan berumur 60 tahun dirawat di RS, dengan keluhan demam disertai batuk berdahak sejak 2 minggu yang lalu. Pasien mengeluh susah tidur karena batuk berdahak dan napas terasa berat, dan pasien hanya berbaring lemah diatas tempat tidur. Frekuensi napas 29 x/menit, ada ronchi basah saat auskultasi terutama di ICS 3 di kedua lapang paru dan hasil pemeriksaan kultur sputum BTA (+).
Apakah diagnosa keperawatan prioritas yang tepat pada kasus diatas?
Gangguan pola napas
Gangguan istrahat dan tidur
Gangguan pertukaran gas
Gangguan perfusi jaringan
Bersihan jalan napas tidak efektif
Seorang laki-laki umur 51 tahun, menjalani perawatan di RS dengan diagnosis Cedera Kepala Sedang. Pasien tampak pucat, memegang kepalanya dan skali nyeri 5. Frekuensi nadi 82 x/menit, TD 140/90 mmHg, frekuensi napas 21 x/menit, suhu 38,5OC.
Apakah diagnosa keperawatan utama pada kasus diatas?
Nyeri akut
Resiko tinggi infeksi
Pola napas tidak efektif
Gangguan mobilisasi fisik
Perfusi perifer tidak memadai
Seorang laki-laki umur 35 tahun dirawat jalan ke unit poli penyakit dalam dengan keluhan batuk berdahak kental berwarna kehijauan sudah 3 minggu yang lalu, pasien tampak kurus. Pengkajian riwayat kesehatan keluarga didapatkan bahwa ibu meninggal dunia karena TB Paru 2 tahun yang lalu.
Apakah pemeriksaan diagnsosis yang dikolaborasi untuk kasus diatas?
Spirometri
Mantoux tes
Foto thoraks
Sputum BTA
Darah lengkap
Seorang laki-laki umur 55 tahun menjalani perawatan di RS dengan diagnosis Stroke Iskemik. Terdapat riwayat serangan satu tahun lalu, kesadaran kompos mentis, pernapasan spontan tanpa alat bantu pernapasan, kelemahan ekstremitas kanan, dapat mengikuti perintah yang diberikan perawat namun hanya merespon dengan bahasa non verbal.
Apakah gangguan komunikasi pada kasus tersebut?
Aphasia global
Aphasia reseptif
Aphasia sensorik
Aphasia eksresif
Aphasia gabungan
Seorang perempuan umur 50 tahun dirawat di RS dengan diagnosis PPOK dan mengeluh sesak. Pasien tampak susah berbicara karena sesak, frekuensi napas 26 x/menit, irama tidak teratur dan menggunakan otot bantu napas. Pasien diberikan posisi semiflowler dan oksigen 3 liter/menit binasal. Pasien mengalami kesulitas istirahat karena ramainya anggota keluarga yang berkunjung.
Apakah implementasi keperawatan yang tepat pada kasus diatas?
Memindahkan ke ruangan isolasi
Mengizinkan keluarga untuk berkunjung
Mengedukasi keluarga terkait jam kunjung
Menginformasikan tidak mengunjungi pasien
Meminta pengunjung melihat dari luar kamar saja
Seorang laki-laki berusia 70 tahun, datang ke IGD mengeluh sesak napas, elmas, keluar urin sedikit dan nyeri pada pinggang. Pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 30 x/menit, frekuensi nadi 85 x/menit, suhu 36,5OC, TD 160/100 mmHg, ekstremitas bagian bawah tampak udem, nyeri saat dilakukan perkusi bagian pinggang, konjungtiva anemis.
Apakah diagnosis keperawatan yang tepat pada kasus diatas?
Nyeri
Intoleransi aktivitas
Pola napas tidak efektif
Kelebihan volume cairan
Gangguan eliminasi urine
Seorang laki-laki berusia 49 tahun menjalani perawatan di unit penyakit dalam dilaporkan keluarga tiba-tiba mengalami henti napas. Perawat segera menolong, didapatkan pasien pada posisi pleksi leher, palpasi arteri karotis teraba. Segera diberikan napas buatan namun tidak berhasil.
Apakah tindakan yang tepat pada kasus diatas?
Perbaiki posisi, buka lagi jalan napas, ulangi napas buatan
Lanjutkan pemberian dua kali napas buatan dalam 2 detik
Siapkan peralatan dan segera kolaborasikan pemasangan tracheostomi
Siapkan needle untuk dilakukan krikotiroidektomi
Siapkan peralatan dan segera lakukan intubasi
Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke unit IGD dengan keluhan muntah-muntah hebat. Hasil pengkajian didapatkan pasien mengungkapkan muntah setelah mengkonsumsi jamu, keadaan umum tampak lemah, TD 120/85 mmHg, frekuensi nadi 90 x/menit, frekuensi napas 24 x/menit, mata cekung dan turgor kulit tidak elastis.
Apakah diagnsis keperawatan yang tepat pada kasus diatas?
Defisit nutrisi
Intoleransi aktivitas
Defisit volume cairan
Pola napas tidak efektif
Kurang pengetahuan tentang nutrisi adekuat
Seorang Kepala Ruangan menemukan masalah di ruangan perawatan. Masalah tersebut berkaitan dengan konflik perawat A dan keluarga pasien. Informasi yang didapat, bahwa keluarga pasien merasa perawat A tidak mengetuk pintu ketika masuk ke ruangan, sehingga keluarga merasa perawat A tidak sopan. Kepala ruangan berusaha menjadi mediator dan mencari solusi untuk permasalan tersebut.
Apakah strategi manajemen konflik tepat yang dilakukan oleh kepala ruangan tersebut?
Kompetisi
Akomodasi
Komunikasi
Kompromi
Negosiasi
Kepala ruangan di bangsal Kamboja memiliki visi jelas, sangat inspiratif, berpengetahuan luas, interpersonal dan diplomasi yang baik. Perawat ruangan termotivasi memberikan perawatan terbaik bagi pasien sejak kepemimpinan kepala ruangan tersebut. Ruang perawatan menjadi lebih menarik dan mendapat penialian terbaik dirumah sakit tersebut.
Apakah teori kepemimpinan kepala ruangan tersebut?
Demokrasi
Karismatik
Laisez-faire
Transaksional
Transformasional
Seorang kepala ruangan mengambil keputusan sendiri, tidak suka dengan kata mufakat. Dalam menjalankan monitoring ruangan, senantiasa memerintah kepada bawahannya tanpa ada komunikasi terlebih dahulu. Perawat ruangan yang dipimpinnya sering mengeluh namun diabaikan.
Apakah teori kepemimpinan kepala ruangan tersebut?
Otokratis
Karismatik
Laisez-faire
Transaksional
Transformasional
Seorang bayi laki-laki baru lahir di RS dengan diagnosis Asfiksia. Bayi lahir premature dengan usia gestasi 30 minggu. Belum diketahui riwayat penyakit bawaan. Pemeriksaan fisik bayi abru lahir, perawat melakukan pemeriksaan APGAR. Saat lahir warna kulit pasien pucat, frekuensi nadi < 100 x/menit, rentang gerak pasien sedikit, tonus ototnya tampak fleksi lemah, dan terdengar tangisan merintih. Pemeriksaan belum dilakukan. Pasien mendapatkan terapi oksigen 1 liter/menit dan ditempatkan inkubator.
Berapakah jumlah skor APGAR pasien tersebut?
3
4
5
6
7
Seorang anak laki-laki, umur 11 tahun dirawat di RS dengan diagnosis asma bronkial. Pasien mengeluh napas sesak. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit bawaan dan tidak memiliki riwayat alergi obat. Pemeriksaan fisik didapatkan terdengar suara napas ronchi di kedua lapang paru, wajah tampak pucat, frekuensi napas 27 x/menit, pasien tampak gelisah, bibir tampak sianosis dan napas dengan cuping hidung. Pemeriksaan penunjang SpO2 89%, foto thoraks menunjukkan adanya hiperinflasi. pasien mendapatkan bronkodilator.
Manakah diagnosa keperawatan yang tepat sesuai dengan kondisi pasien diatas?
Bersihan jalan napas tidak efektif
Gangguan ventilasi spontan
Gangguan pertukaran gas
Pola napas tidak efektif
Resiko aspirasi
Seorang anak laki-laki umur 7 tahun dirawat di RS dengan diagnosis DHF tanpa syok. Pasien mengeluh muntah dan tidak ada nafsu makan. Pasien tidak mempunyai riwayat penyakit bawaan dan tidak memiliki riwayat alergi obat. Pemeriksaan fisik didapatkan BB 29 kg, wajah tampak pucat, akral teraba hangat, muntah sudah 7 kali, bibir tampak kering, tes rumple leed positif, HT 34%, Trombosit 6.700 sel/m3 dan mendapatkan terapi infus ringer laktat.
Berapakah jumlah cairan ringer laktat per jam yang harus masuk dalam tubuh pasien?
145 ml/jam
154 ml/jam
203 ml/jam
302 ml/jam
87 ml/jam
Seorang bayi perempuan umur 10 bulan datang ke poliklinik untuk medapatkan pengobatan vaksin varicela. Pasien tidak ada keluhan, tidak mempunyai riwayat penyakit bawaan. anamnesa didapatkan pasien suka meghisap jari-jarinya. Ibu pasien mengatakan saat ini pasien sedang proses penyapihan.
Apa nama tahap perkembangan yang sedang dialami pasien?
Tahap oral
Tahap anal
Tahap laten
Tahap genital
Tahap oedipal
Seorang perawat mengunjungi keluarga memiliki anak berusia 5 tahun dengan ISPA saat umur 2 tahun. Hasil pengkajian diperoleh anak sedang batuk pilek, panas dan sesak sejak 4 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan frekuensi nafas 30 x/menit, suhu 38OC. Perawat menganjurkan keluarga membawa ke puskesmas, namun keluarga menolak karena menganggap ISPA penyakit yang wajar pada anak.
Apakah tindakan keperawatan utama yang tepat pada kasus diatas?
Membiarkan keluarga memutuskan
Memebeirkan penjelasan tujuan penanganan ISPA dan akibat lanjut ISPA
Memaksa keluarga membawa anak ke puskesmas karena kondisi membahayakan
Menyarankan kepada petugas kesehatan di puskesmas untuk mengunjungi keluarga
Mengajarkan keluarga untuk memberikan ramuan jeruk nipis dan kecap serta melakukan kunjungan lagi keesokan harinya
Seorang perawat melakukan kunjungan rumah menemukan seorang laki-laki berumur 56 tahun mengeluh nyeri pada persendian dan menderita asam urat sejak 10 tahun yang lalu. Pasien mengatakan nyeri sendi sering terjadi pada pagi hari. Keluarga mengatakan asam urat adalah penyakit rematik tulang tapi tidak mengetahui bagaimana perawatannya.
Apakah tujuan keperawatan utama yang tepat pada kasus tersebut?
Pasien sembuh
Nyeri menurun
Rematik teratasi
Asam urat teratasi
Mampu menggerakkan tangan dan kaki
Seorang perawat melakukan kunjungan rumah menemukan laki-laki berumur 50 tahun mengeluh pasing dan pegal pada tengkuk. keluarga mengatakan pasien sudah berobat dan diberikan obat namun tidak minum secara rutin. Pasien mengatakan khawatir akan mengalami ketergantungan obat, memilih mengkonsumsi belimbing. Perawat melakukan pengkajian TD 150/95 mmHg, frekuensi nadi 80 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit.
Apakah diagnosis keperawatan utama yang tepat pada kasus tersebut?
Ketidakpatuhan
Defisit pengetahuan
Pemeliharaan keseahtan tidak efektif
Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif
Kesiapan peningkatan manajemen kesehatan
Sebuah keluarga memiliki seorang anak perempuan berumur 35 tahun dengan diagnosis gastritis. Pasien mengeluh tidak nafsu makan sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan lain mual dan muntah. Pasien mengatakan mengalami penurunan berat badan, badan teraba hangat dan tidak mampu melakuka aktivitas.
Apakah masalah kesehatan utama yang tepat pada kasus tersbeut?
Hipertermi
Defisit nutrisi
Intoleransi aktivitas
Kelebihan volume cairan
Bersihan jalan napas tidak efektif
