wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pengkayaan Kebidanan Dasar

Total questions: 15

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

3. Seorang remaja perempuan, umur 17 tahun, datang ke BPM dengan keluhan haidnya sudah lebih dari 10 hari. Hasil anamnesis: ganti pembalut 3 kali perhari, tidak ada nyeri. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 80 x/ menit, P 20 x/menit, 36,50 C. Remaja tersebut menolak bidan saat ingin melakukan palpasi abdomen dan inspeksi terhadap darah yang keluar.

Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Meminta dukungan keluarga pasien

b)

Memberi pengertian tujuan pemeriksaan fisik

c)

Melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain

d)

Merujuk pasien ke fasilitas pelayanan yang lebih lengkap

e)

Meminta keterangan tertulis terkait penolakan pemeriksaan

2.

7. Seorang bidan koordinator puskesmas sedang membuat perencanaan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja di sebuah SMP di wilayah binaan puskesmas. Dalam survey pendahuluan didapatkan informasi bahwa sebagian besar siswi SMP tersebut sudah mengalami menstruasi. Hasil pemeriksaan kesehatan di SMP tersebut sekitar 30 persen remaja putri mengalami anemia.

Informasi apakah yang paling prioritas diberikan pada kasus tersebut?

a)

Pola istirahat

b)

Personal hygiene

c)

Kebutuhan olah raga

d)

Kesehatan reproduksi

e)

Kebutuhan nutrisi

3.

8. Seorang remaja perempuan, umur 17 tahun, datang ke BPM dengan keluhan nyeri haid pada 1-2 hari pertama. Hasil anamnesis: darah haid banyak, ganti pembalut 3 kali perhari. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 88 x/menit, abdomen tidak teraba massa.

Tindakan apakah yang paling tepat sesuai kasus tersebut?

a)

Memberikan analgetik

b)

Menganjurkan olahraga ringan

c)

Menjelaskan fisiologi terjadinya nyeri

d)

Melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain

e)

Merujuk pasien ke fasilitas pelayanan yang lebih lengkap

4.

11. Seorang perempuan, umur 24 tahun, datang ke BPM untuk konsultasi kehamilan. Hasil anamnesis: baru menikah 2 bulan tapi belum ada tanda kehamilan, siklus haid 37 hari, tinggal serumah dengan suami, melakukan hubungan intim setiap hari. Hasil pemeriksaan: KU baik, BB 75 kg, TB 150 cm, TD 110/70 mmHg, N 80x/menit, P 20x/menit, S 36,50 C, abdomen tidak teraba massa.

Konseling apa yang paling tepat diberikan pada kasus tersebut?

a)

Menjelaskan fisiologi terjadinya nyeri

b)

Menganjurkan olahraga ringan dan teratur

c)

Melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain

d)

Diet nutrisi

e)

Rujuk ke dokter obsgin fertilitas

5.

22. Seorang perempuan, umur 27 tahun, G3P1A1 hamil 20 minggu, datang ke BPM untuk memeriksakan kehamilan. Hasil anamnesis: merasa pusing sejak 1 minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N 80x/ menit P 24x/menit S 36,6˚C, Hb 11,2 gr%.

Berapakah dosis tablet Fe yang dianjurkan sesuai kasus tersebut?

a)

1 x 60 mg

b)

2 x 60 mg

c)

1 x 80 mg

d)

2 x 80 mg

e)

1 x 120 mg

6.

25. Seorang perempuan, umur 28 tahun, G1P0A0 hamil 32 minggu, datang ke BPM dengan keluhan sering pusing sejak 1 minggu yang lalu. Hasil anamnesis: ibu mudah lelah. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 80x/ menit, P 20 x/menit, S 36,5 0 C, TFU 30 cm, DJJ 146x/menit, teratur, Hb 10 gram%, protein urine (-).

Tindakan pertama apakah yang tepat dilakukan bidan pada kasus tersebut?

a)

Konseling persiapan kegawatdaruratan

b)

Memberikan suplemen tambah darah

c)

Melakukan kolaborasi dengan dokter

d)

Konseling penambahan nutrisi

e)

Melakukan rujukan ke RS

7.

29. Seorang perempuan, umur 22 tahun, datang untuk pertama kalinya ke BPM dengan keluhan tidak haid 2 bulan. Hasil anamnesis: menikah 4 bulan yang lalu dan melakukan hubungan seksual secara rutin. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N 80 x/menit, P 20 x/menit, TFU belum teraba, Hasil pemeriksaan penunjang HCG urine (+).

Fokus tujuan apakah yang dilakukan oleh bidan pada kasus tersebut?

a)

Memastikan kehamilan ibu

b)

Deteksi dini kelainan letak

c)

Membangun hubungan baik

d)

Adaptasi Penerimaan kehamilan

e)

Pencegahan emesis gravidarum

8.

30. Seorang perempuan, umur 25 tahun, G1P0A0, hamil 24 minggu, datang ke BPM untuk kunjungan ulang . Hasil anamnesis: sering merasa lelah dan mudah mengantuk, gerakan janin dirasakan aktif. Hasil pemeriksaan: konjungtiva merah muda, TD 120/80 mmHg, N 80 x/ menit, P 20 x/menit, TFU setinggi pusat, ballotement (+), DJJ 120 x/menit.

Pemeriksaan penunjang apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Hemoglobin

b)

Glukosa urin

c)

Reduksi Urin

d)

Inspekulo

e)

USG

9.

31. Seorang perempuan, umur 25 tahun, G2P1A0, hamil 37 minggu, datang ke BPM untuk melakukan kunjungan ulang. Hasil anamnesis: ibu sering pusing dan mudah lelah. Hasil pemeriksaan: konjungtiva merah muda, TD 120/80 mmHg, N 80 x/menit, P 20 x/menit, TFU 30 cm, puka, kepala belum masuk PAP, DJJ 120 x/menit, Hb 10,5 gram%.

Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

a)

Bayi besar

b)

Anemia ringan

c)

Anemia berat

d)

Panggul sempit

e)

Hipotensi

10.

35. Seorang perempuan, umur 26 tahun, G1P0A0 hamil 30 minggu datang ke BPM, dengan keluhan tungkai bengkak sejak 2 hari yang lalu. Hasil anamnesis: tidak ada keluhan pusing . Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 80x/menit, P 20 x/menit, S 36,6˚C, TFU 28 cm, DJJ 148 x/menit, Protein urine (+).

Rencana asuhan apakah yang diberikan pada kasus tersebut?

a)

Tungkai ditinggikan saat tidur

b)

Tidur dengan posisi semi fowler

c)

Tidur menggunakan kasur yang lunak

d)

Jalan-jalan waktu pagi selama satu jam

e)

Anjuran merendam kaki dengan air hangat

11.

36. Seorang perempuan, umur 28 tahun, hamil 32 minggu, datang ke Poskesdes, untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil anamnesis: sering BAK sejak 3 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 88 x/menit, P 20 x/menit, S 36,6oC, TFU 30 cm, DJJ 148 x/menit, presentasi kepala 3/5.

Penyebab apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Ibu sering minum air putih

b)

Letak kandung kencing berdekatan dengan uterus

c)

Peningkatan natrium dan garam dalam tubuh ibu hamil

d)

Uterus yang mulai membesar menekan kandung kencing

e)

Kandung kemih tertekan oleh penurunan kepala janin

12.

39. Seorang bidan melakukan kunjungan rumah pada ibu hamil, umur 24 tahun G1P0A0 usia kehamilan 10 minggu dengan keluhan mual muntah di pagi hari sejak 1 minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N, 88 x/menit, S 36,50C, P 20 x/menit, TFU belum teraba, HCG urin test (+).

Anjuran apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Makan sering dengan porsi kecil

b)

Menghindari makanan yang terasa pedas

c)

Menghindari makanan yang terasa pedas

d)

Mengkonsumsi buah yang mengandung vitamin C E

e)

Meningkatkan frekuensi makan makanan berlemak

13.

44. Seorang perempuan, umur 25 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 38 minggu, kala I di BPM ditemani suami, dengan keluhan mulas sering. Hasil anamnesis: tidak tahan dengan sakit pinggang, minta digosok pada bagian yang sakit ini. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 80 x/menit, S 36,7°C, P 18x/menit, kontraksi 3x/10’/40”, DJJ 132x/ menit, penurunan 3/5, pembukaan 6 cm, portio tipis-lunak, ketuban utuh.

Asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Meminta ibu istirahat

b)

Mengajarkan ibu bernafas

c)

Memberikan kompres dingin

d)

Menjelaskan fisiologis persalinan

e)

Melibatkan suami dalam manajemen pengurangan nyeri

14.

45. Seorang perempuan, umur 23 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 38 minggu, kala II di BPM ditemani suami, dengan keluhan mulas tak tertahankan. Hasil anamnesis: merasa haus, perasaan ingin BAB. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 80 x/menit, S 36,7°C, P 18x/menit, DJJ 144x/menit, Kontraksi 4x/10’/45”, kepala janin sudah tampak 5-6 cm di vulva.

Langkah apakah selanjutnya yang dilakukan pada kasus tersebut?

a)

Memberitahu ibu bahwa perlu dilakukan episiotomi

b)

Melibatkan pendamping untuk memberi minum

c)

Memfasilitasi ibu melakukan posisi meneran

d)

Memasukkan oksitosin 10 IU ke dalam spuit

e)

Memasang sarung tangan DTT

15.

48. Seorang perempuan, umur 25 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 40 minggu, kala I di BPM, dengan keluhan sering mulas. Hasil anamnesis: sudah keluar darah-lendir, kontraksi makin sering, memilih berbaring, Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 84 x/menit, S 36,5°C, P 18x/menit, kontraksi 3x/10’/40”, DJJ 132x/menit, penurunan 2/5, pembukaan 7 cm, portio tipis-lunak, ketuban utuh, UUK kiri depan.

Posisi apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Duduk

b)

Telentang

c)

Miring kiri

d)

Miring kanan

e)

Setengah duduk