WorksheetsRECHECK (1) - CONTOH UP
Total questions: 60
Worksheet time: 2hrs 0mins
Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi guru BK/Konselor untuk menggelar konferensi kasus adalah...
Melibatkan pimpinan sekolah
Menghadirkan konseli
Menjaga kerahasiaan
Menuntaskan solusi
Atas ijin konseli
Pada bahasa assesmen, seringkali guru BK/konselor membuat pertimbangan-pertimbangan tentang konseli tanpa berdasar data alat ukur yang baku. Praktiik yang dilakukan mengandung masalah
Validitas
Reliabilitas
Aseptabilitas
Obyektivitas
Subyektivitas
untuk menjaga agar guru BK/konselor dapat menjaga kondisi empati dan tidak larut dengan masalah konseli, yang harus dilakukan adalah
menstruktur kembali peran konseli dan diri konselor
menghindar dari masalah pribadi yang terlalu dalam
memberi saran agar konseli terbebas dari masalah
melakukan konfrontasi atas perasaan tertekan konseli
memutuskan hubungan konseling yang tidak kondusif
guru BK/konselor berencana mereferal konselinya kepada dokter syaraf di RS. Prosedur yang harus dilakukan adalah
meminta orangtua untukk menghantarkan anaknya ke poli syaraf
meminta surat pengantar dari kepala sekolah untuk ke poli syaraf di RS
menyuruh konseli datang sendiri menemui dokter di poli syaraf
konsultasi sendiri epada dokter syaraf untuk meminta saran
diam diam menghantar konseli karena sifatnya rahasia
guru BK/konselor menemukan anatomi masalah terkait nilai matematika adalah pada penguasaan rumus dasar matematika. oleh karena itu, keputusan referral konseli dikirim kepada
kepala sekolah
ahli telematika
guru matematika
tempat les matematika
belajar math sendiri
pada saat diskusi, guru BK/konselormenyampaikan terdapat medan inklusi dan profesi guru, konselor, psikolog dan psikiater. pada konteks siapa yang menjadi subyek layanan BK, guru BK/konselor menjelaskan subyek layanan BK
individu yg psikosis/neurosis
individu yg sehat/normal
individu yg psikosomatis
individu yg bermasalah
individu yg abnormal
diperlukan pengambilan keputusan yang tepat terkaitt dengan semakin terdeferensiasinya pekerjaan guru BK/konselor dalam konteks kurikulum 2013. Implementasi layanan pada kompponen dukungan sistem adalah
meminta staf ahli untuk mengembangkan jaringan IT sekolah
berlatih mengembangkan program IT untuk kinerja BK
membeli perangkat IT dengan kapasitas tinggi
secara otodidak mempelajari IT untuk kelancaran tugas
meminta setiap peserta didik menguasai IT
data konseli tercatat tidak takut darah, suka tanaman, memelihara hewan peliharaan, nemeliti amuba, pilihan pekerjaannya adalah hal-hal yang berhubungan dengan biologi. menggunakan data tersebut guru BK/Konselor merencanakan tindakan bantuan berikut
memberi penegasan bahwa pilihan pekerjaan tepat
meminta orangtua terlibat penentuan pilihan karir anak
mengajak konseli untuk aktif mengikuti latihan-latihan kerja
memberikan inventori minat jabatan
menyarankan untuk bekerja sambil kuliah
dijumpai lebih dari separuh peserta didik dari kelas binaan guru BK/konselorsuka menunda-nunda pekerjaan. pencegahan agar kebisaan menunda tidak menjalar lebih luas, tindakan yang tepat adalah
Konseling individual
Konseling kelompok
Bimbingan Kelompok
Bimbingan Klasikal
Bimbingan Lintas kelas
guru BK/konselor berhasil dalam mengembangkan aspek sosial konseli, jika terjadi perkembangan
memberi sumbangan walaupun dirinya membutuhkan
kemampuan berkomunikasi secara efektif
sopan melalui, selalu duduk dibelakang
selalu memberi peluang teman konseli
menonjol mementingkan oranglain
berdasarkan skala prioritas, guru BK/konselor harus mampu mengelola sarana program BK, sarana yg merupakan prioritas pertama adalah
alat rekam mekanik
alat tes psikologi
ruang konseling
TV dan AC
Perpustakaan
anggaran penyelenggaraan BK terbatas. Basis perencanaan data adalah hasil assesmen kebutuhan, prioritas utamanya adalah
menyelenggarakan rapat anggaran
memberi alat alat te intelegensi, bakat
menggandakan instrumen assesmen cetak
meminta kebiajakan peningkatan anggaran
mengembangkan program assesmen berbasis IT
pada tahap awal evaluasi BK, baik proses maupun hasil yang dilakukan pertama kali oleh guru BK/konselor adalah
menentukan jenis data atau informasi yang dibutuhkan
menentukan alat pengumpul data yang digunakan
menetapkan kriteria dan standar keberhasilan
menetapkan waktu pelaksanaan
menentukan tujuan evaluasi
salah satu indikator keberhasilan guru BK/konselor dapat melakukan evaluasi proses pelayanan BK adalah
sebagian besar peserta didik mengalami peningkatan prestasi belajar
tergambarnya jaringn kerja program BK
semua guru puas dengan hasil kerja BK
Kepala sekolah memberikan pujian atas keberhasilan guru BK/konselor
tingkat kedisiplinan peserta didik lebih baik dari sebelumnya
salah satu kegiatan yang dilakukan guru BK/konselordalam melakukan evaluasi program BK adalah
menghitung seberapa banyak peserta didik mendapatkan layanan
mengukur apakah layanannya dirasakan semua peserta didik
melihat keefektifan dari suatu teknik BK
seberapa banyak guru BK/Konselor memikirkan dampak dari layanannya.
dari seluruh tujuan BK seberapa telah dicapai
PTBK diawali dengan membuat pernyataan hipotesis tindakan. Jika penelitiannya dilaksanakan karena banyaknya peserta didik yang melakukan school refusal, misalnya membolos seharian, membolos pada jam pelajaran tertentu dan guru BK/konselor mencoba untuk menggunakaan strategi self management untuk membantu peserta didik tsb. maka hipotesis tindakannya berbunyi
school refusal merupakan budaya peserta didik sehingga sulit diatasi
self management dapat mengurangi school refusal peserta didik
self management merupakan upaya yang tepat untuk mengubah school refusal
school refusal peserta didik dapat diselesaikan oleh guru BK/konselor
self management bukan area yg tepat untuk mengatasi perilaku school refusal
dalam penelitian tindakan, guru BK/konselor melakukan refleksi bersama koleganta yang menjadi observer. data refleksi menunjukkan bahwa tindakan bimbingan klasikal guru BK/konselor dari sis materi mencukupi namun keterlibatan aktif peserta didik tidak merata , hsil penelitian tindakan dipubliasi apda jurnal ilmiaih dengan merekomendasikan agar peneliti berikutnya...
mengubah pendekatan menjadi konseling individual
penambahan jumlah materi bimbingan klasikal
pengurangan jumlah materi bimbingan klasikal
meyusun kembali urutan sjian materi
meningkatkan daya tarik sajian materi
hasil penelitian eksperimen teknik relaksasi untuk menurunkan stress akademik peserta didik menghadapi ujian dengan statistik i-test menemukan data mean pretest = 78.70 dan pascatest = 51.00, nilai t sebesar 8.164 dengn siginifikansi 0.000 dalam taraf kepercayaan 95%. berdasarkan hasil penelitian, guru BK/konselor dapat merancang program BK ...
peningkatan prestasi UN dengan pelatihan relaksasi bagi peserta didik kelas 12
reduksi stress akadeik menghadapi ujian bagi siswa kelas 12 dengan teknik relaksasi
bimbingan kelompok teknik relaksasi bagi peserta didik kelas X
konseling kelompok bagi siswa yag menunjukkan prestasi belajar rendah dengan menggunakan teknik relaksasi
bimbingan klasikal mengelola stress
dari pengisian skala penilaian oleh peserta didik kelas 7 SMP tentang kebiasaan belajar dirumah, diperoleh data bahwa 80% belajar di depan TV sambil mennton acara TV favoritnya, 70% belajar bila ada tugas sekolah dan ulangan. hsil tes prestasi belajar, 60% berda pada tingkat rata-rata. hasil pengisian skala penilaian oleh beberapa guru tentang aktivitas belajar di kelas ditemukan bahwa peserta didik sering tampak tidak bersemangat menerima pelajaran. hasil asessmen itu digunakan oleh guru BK/konselor untuk pelayanan
bimbingan klasikal untuk bidang belajar
bimbingan klasikal untuk bidang pribadi
bimbingan klasikal untuk bidang sosial
bimbingan kelompok untuk bidang belajar
konseling kelompok untuk bidang belajar
tindakan guru BK/Konselor yang tidak menjaga kerahasiaan segala informasi tentang peesrta didik adalah
menyampaikan hasil tes psikologis yang bersifat rahasia kepada peserta didik
meminta hasil penulisan laporan anekdot dari guru
meminta peserta didik untuk merahasiakan tentang pilihan teman setelah mengisi sosiometri
merahasiakan identitas peserta didik ketika datanya digunakan untuk keperluan riset
menyampaikan hasil wawancara dengan peserta didik kepada orangtua
pelayanan bimbingan yang merupakan suatu proses berkelanjutan berwujud pada
program bimbingan yang terencana
pelayanan bimbingan untuk semua individu
pelayanan bimbingan itu bertujuan untuk perencanaan studi dan karir di masa depan
bantuan bimbingan bersifat edukatif-psikologis
pelayanan bimbingan itu bertujuan agar individu memahami dirinya dan dunianya
asas bimbingan tentang tenaga bimbingan yang harus memiliki taraf keahlian yang memadai sejalan dengan ekspektasi kinerja konselor profesional
mendapat pengakuan dari pemerintah tentang keunikan pelayanan
mendapatkan pengkuan dari masyarakat tentang keunikan pelayanan
dasar keahlian perlu dipelajari dalam waktu yang cukup panjang
penyelenggaran pelayanan oleh ahli yang kompeten
mendapatkan penghargaan yang layak dari pemerintah dan masyarakat
dalam penyusunan RPLBK, guru BK/Konselor perlu mempertimbangkan tugas tugas perkembangan peserta didik. asas bimbingan yang diterapkan adalah
bimbingan untuk semua individu
bimbingan bercorak ilmiah
bimbingan merupakan proses
program bimbingan sesuaai kebutuhan
program bimbingan harus direncanakan
pada sekolah kejuruan, bidang bimbingan yang seharusnya mendapat porsi lebih banyak dari bidang lainnya adalah
kesiapan karir
kewirausahaan
akademik
karir
pribadi sosial
visi program bimbingan diturunkan dari visi sekolah yaitu pengembangan kemandirian peserta didik dalam bidang pengembangan
kematangan intelektual
kematangan emosional
pribadi sosial
kesadaran bertanggung jawab
kesadaran gender
penyediaan ruang BK harus sejalan dengan prinsip-prinsip pengembangan yaitu ruaang
kerja konselor
tamu untuk konselor
konseling individual
biblioterapi
administrasi/data
untuk mendapatkan informasi peserta didik dari lingkungan keluarga, guru BK/Konselor membuat anggaran untuk aktivitas pendukung
pengembangan keahlian staf
penyelenggaraan homevisit
pengadaan alat non tes
penyelenggaraan tes psikologis
pengadaan buku buku
pengenalan sekolah kepada peserta didik baru yang diprogramkan pada awal tahun ajaran dmasukan dalam pelayanan dasar BK
pelayanan orientasi
pelayanan informasi
bimbingan kelompok
DCM
angket peserta didik
kolaborasi guru BK/Konselor dan guru bidang studi untuk penanganan kasus yang memerlukan bantuan tepat diprogramkan dalam pelayanan responsif
pengumpulan data
konseling individual
alih tangan kasus
kolaborasi dengan guru
konsultasi
untuk mengoptimalisasikan perkembangan akademik peserta didik sangat tepat diprogramkan bidang BK
kelompok
klasikal
personal
karir
akademik
pada saat proses layanan BK berlangsung, hasil evaluasi proses menunjukkan penerapan suatu teknik bimbingan tidak sejalan dengan tujuan yang hendak dicapai. keputusan yang tepat diambil oleh guru BK/Konselor adalah
melakukan penyesuaian proses layanan BK
melanjutkan layanan sesuai RPLBK yg telah disusun
menghentikan layanan dan memikirkan bentuk layanan lainnya
mengganti teknik dengan teknik baru yg lebih mutakhir
memberitahu peserta didik atas kelemahan layanan
rekomendasi atas hasil evaluasi layanan BK kepada kepala sekolah untuk mmperoleh program yg tepat adalah
melanjutkan program walaupun ada kelemahan yg mendasar
menghentikan program walau berdampak ositif bagi peserta didik
menunda layanan sampai ditemukan teknik yg tepat
melakukan penelitian tindakan untuk perbaikan layanan selanjutnya
mengubah tujuan BK agar sesuai layanan
data hasil evaluasi menunjukkan 5 orang konseli terlayani dari 35 peserta didik yang bermasalah. 6 program pencegahan perilaku menyimpang telah terselenggara. atas dasar data tersebut, guru BK/Konselor merevisi dan mengembangkan program BK selanjutnya dengan menekankan pada
Layanan bimbingan klasikal
Layanan konseliing individual
Layanan konseling kelompok
Layanan bimbingan kelompok
Layanan bimbingan lintas kelas
guru BK/Konselor yang menguasai teori psikologi konstruktivistik akan melaksanakan konseling dengan pendekatan
mengutamakan pengalaman masa lalu
menekankan kemampuan berpikir
menekankan pada perilaku
berpusat pada pribadi
berpusat pada solusi
guru BK/Konselor yang belum mengikuti sertifikasi tes psikologis untuk pendidikan akan mengambil keputusan sebagai berikut
walaupun harus membayar mmeinta bantuan biro testing
secepat mungkin belajar tentang tes psikologis
secara pribadi belajar mengadministrasikan tes
merefleksi diri apakah diri berkewenangan
abaikan data testing psikologis
saat memberikan layanan konseling ditemukan data konseli dimana waktu belajarnya kurang, tenaga cepat terkuras habis, konsentrasi tidak penuh, banyak tidur di kantin sekolah. menghadapi konseli tersebut, tindakan guru BK/Konselor adalah
menyarankan agar ia banayk mengkonsumsi makann bergizi
berkolaborasi dengan guru olahraga untuk kebugaran konseli
menanyakan kepada orangtua tentang keadaan anaknya
menyimpulkan bahwa konseli tersebut pemalas
mengirim konseli kepada pelayanan media
guru BK/Konselor yang menggunakan alat tes dan non tes untuk mnegenali konseli secara mendalam menerapkan hakikat assesmen yaitu
dimensi kualitatif dari berbagai aspek perilku individu
dimensi kualitatif dalam aspek tingkah laku individu
integrasi alat tes dan non tes
kontinu dan berkesinambungan
bermanfaat bagi individu yang dibimbing
pengembangan teknik non tes daftar cek sangat memerlukan kesiapan konselor dalam hal
memilah milah perilaku tampak
memilah milah perilaku tidak tampak
memilah milih perilaku tampak dan tidak tampak
menyampaikan pertanyaan dengan baik dan tepat
menciptakan hubungan yang baik dengan peserta didik
untuk mengoptimalisasikan kolaborasi antara guru BK/Konselor dan guru dalam usaha meningkatkan prestasi belajar peserta diidk, pilihan teknik non tes yg tepat adalah
daftar cek tentang kebiasaan belajar di sekolah, sosiometri tentang teman belajar, tes hasil belajar
daftar cek tentang kebiasaan belajar di sekolah, sosiometri tentang teman belajar, tes kecerdasan
daftar cek tentang kebiasaan belajar di sekolah, sosiometri tentang teman belajar, tes minat belajar
daftar cek tentang kebiasaan belajar di sekolah, sosiometri tentang teman belajar, skala penilaian tentang kebiasaan belajar di rumah
daftar cek tentang kebiasaan belajar di sekolah, sosiometri tentang teman belajar, anekdot aktifitas belajar di kelas
prosedur penyusunan pernyataan dalam pengembangan teknik non tes daftar cek mengikuti urutan urutan langkah penentuan
topik, indikator, prediktor, variabel
topik, variabel, indikator, prediktor
topik, variabel, prediktor, indikator
variabel, topik, indikator, prediktor
variabel, topik, prediktor, indikator
seorang guru BK/Konselor mengembangakn teknik non tes Skala penilaian dengan topik "kebiasaan belajar dirumah". Penentuan variabel yang tidak tepat adalah
waktu belajar
gaya belajar
situasi di rumah
motivasi belajar
faktor pendukung belajar
berikut ini disajikan beberapa anekdot dari seorng guru bahasa inggris di SMP tentang seorang peserta didik pada belajar kelompok. guru membagi kelompok belajar berdasarkan prestasi belajar, Rio tergolong peserta didik yang kurang pandai. hari ke 1 Rio diajak ketua kelompok seger masuk kelompok dan mengerjakan tugas dari guru, Rio hanya mengatakan "ya" tetapi tidak segera masuk kelompok. hari ke 2 Rio mengerjakan tugas mata pelajaran lainnya, sementara teman sekelomppoknya bersemangat mendiksusikan tugas dari guru. hari ke 3 Rio mengerjakan tugas bersama kelompok, namun dia sering mengeluh "aku tidka bisa". Rio mengalami masalah
semangat belajar
kesulitan belajar
bekerja sama
kenyamanan belajar
minat belajar
di suatu sekolah dengan dana terbatas namun pengembngan kepribadian peserta didik sangat didukung oleh kepala sekolah. teknik tes dan non tes yang mendukung program tersebut adalah
tes kepribadian dan tes minat
tes kecerdasan umum dan tes bakat
tes prestasi belajar (rapor) dan inventor daftar masalah
tes prestasi belajar (rapor) dan inventori kebiasaaan belajar
tes prestasi belajar (rapor) dengan skala penilaian
seorang peserta didik SMA kelas X memiliki tingkat kecerdasan berada pada kategori di atas rata-rata. hasil tes hasil belajar pada bidang eksakta dan sosial ada pada rata rata kelas, sedangkan pada bidang bahasa di atas rata-rata kelas. hasil tes kepribadi (EPPS) untuk dorongan berprestasi (achievement) rendah dan ketekunan (endurance) cukup tinggi. hasil asessmen ini menunjukkan bahwa peserta didik ini...
pandai, berbakat pada bidang eksakta, namun dorangan untuk berprestasi rendah
pandai, berbakat pada bidang sosial, namun dorongan untuk berprestasi rendah
pandai, berbakat pada bidang bahasa, namun sangat tekun
pandai, berbakat pada bidang sosial, namun kurang tekun
pandai, berbakat pada bidang bahasa, namun prestasi belajar bahasa belum optimal
angket dipilih sebagai alat pengumpul data karena efisien, namun data yg diungkap lebih pada fakta. untuk mendalami data fakta ini diperlukan alat pengumpul data lain yaitu
wawancara konseling
wawancara berstruktur
wawancara tidak berstruktur
wawancara terrencana
wawancara insidental
salah satu faktor yg mmepengaruhi keberhasilan penggunaan teknik non tes wawancara yg menunjukkan penangkapan konselor secara tepat jawaban konseli adalah
tersedianya pedoman wawancara dengan pertanyaan yg mudah dipahami peserta didik
menyampaikan semua pertanyaan dengan baik dan tepat
menciptakan suasana wawancara yg menyenangkan
kemampuan peserta didik menangkap dan menjawab pertanyaan
kemampuan konselor melakukan parafrase atas jawaban peserta didik
untuk menyusun topik bimbingan belajar "kebiasaan belajar" selain DCM, data peserta didik masih perlu dilengkapi dari isian kartu/buku pribadi tentang...
identitas diri
keluarga dan tempat tinggal
relasi dengan ornagtua
kegiatan belajar di rumah
data pendidikan
pada suatu hari, guru BK/Konselor akan menghadiri pertemuan MGBK disekolah lain. Pada saat yg sama datang seorang peserta diidk meminta untuk konseling. keputusan yg tepat adalah
mengabaikan permintaan seorang peserta didik untuk kepentingan yg lebih banyak
meminta peserta didik untuk sabar menunggu sampai selesai rapat MGBK
melayani peserta didik sambil memberi tahu keterlambatannya ke MGBK
hadir di rapat MGBK dan memanggil peserta didik setelah kembali ke sekolah
memberikan layanan konseling kepada peserta diidk tersebut
pernyataan guru BK/Konselor yang menandakan menjaga kerahasiaan konseli dengan teknik komunikasi yg tepat adalah
Percayalah, tidak mungkin aku ingkar janji membuka rahasiamu ke orang lain
apa yg anda sampaikan yg disini, hanya anda dan aku yg tahu
jangan sampaikan yg rahasia agar tidak bocor ke orang lain
saya akan setia menjaga rahasiamu
rahasiamu ada ditanganku
seorang guru BK/Konselor akan mengeksperimenkan suatu teknik metafora untuk mengembangkan kesadaran disiplin berlalulintas peserta didik SMP. Rumusan maslah yg tepat untuk penelitian adalah
bagaimanakah proses metafora mampu meningkatkan kesadaran disiplin berlalulintas
mungkinkah teknik metafora mampu meningkatkan kesadaran disiplin berlalulintas
apakah kesadaran disiplin berlalulintas dapat dtingkatkan dengan teknik metafora
teknik metafora mampu meningkatkan kesadaran disiplin berlalulintas
bagaiman kesadaran disiplin berlalulintas meningkat dari metafora
penelitian kasus tunggal (N=1) teat digunakan dalam bidang konseling, dalam praktik, karena penelitian jenis ini dimaksudkan untk menguji kemanjuran teknik konseling tertentu terhadap suatu kasus tertentu, maka rancangan penelitian yg paling tepat adalah
model A-B atau A-B-A atau A-B-A-B
analisis multikolinieritas
analisis multivariat
analisis deskriptif
model kualitatif
penelitian yag dilakukan guru BK/Konselor dimaksukan untuk mendapatkan bukti empirik bahwa suatu teknik yg dikembangkann secara emirik manjur untuk mengembangkan berfikir rasional konseli yg dilayani maka rancangan penelitian yg tepat adalah
ex post facto
eksperimen semu
eksperimen murni
penelitian tindakan
penelitian fenomenologi
pada saat guru BK/Konselor merancang penelitian BK, tahap pertama yg dilakukan adalah
menentukan rancangan penelitian
mengidentifikasi adanya masalah
merumuskan masalah penelitian
merumuskan tujuan penelitian
melakukan kajian pustaka
guru BK/Konselor menemukan penyebab peserta didik, konseli perempuan yg sangat pasif dalam proses pembelajaran karena memandang dirinya tidak cantik dan guru guru hanya memberi perhatian kepada peserta diidk yg cantik dan ganteng saja. pendekatan konseling yg tepat untuk mengubah isi pikiran konseli adalah
konseling rasional emotif behavior
konseling kognitif
konseling realitas
konseling berpusat pribadi
konseling behavior
pemberian informasi tentang bahaya obat terlarang dan minuman keras yg diberikan oleh sekolah dokter kepada guru BK/Konselor agar guru BK/Konselor memiliki wawasan tentang hal ini secara mendalam merupakan pelayanan responsif
konseling individual
konsultasi dengan ahli
kolaborasi dengan ahli
pengembangan jejaring
pengembangan profesional
untuk menangani konseli yyg memiliki masalah pada konseli diri, pendekatan konseling yg tepat adalah
Konseling berpusat pribadi
konseling behavior
konseling rasional emotif behavior
konseling realitas
konseling ringkas berpusat solusi
salah satu prinsip bimbingan yg terkait dengan metode bimbingan kelompok adalah
bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi
bimbingan dan konseling menekankan nilai nilai positif
pandangan tentang konseli sebagai makhluk individual sekaligus sosial
bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua individu
dinamika kelompok bukanlah tujuan tetapi alat untuk mencapai tujuan
tujuan suatu layanna bimbingan klasikal di SMP adalah peserta diidk mengenali keragaman mengekspresikan perasaan positif dan negatif. tujuan ini sesuai dengan aspek perkembangan
landasan perilaku etis
pengembangan diri
kematangan hubungan dengan teman sebaya
kematangan emosi
kematangan intelektual
topik bimbingan klasikal di SMP adalah penerimaan dan sikap positif terhadap perubahan fisik. topik bimbingan ini ditunjang oleh adanya kebutuhan
perubahan perubahan fisik
kurang percaya diri karena perubahan fisik
sikap positif terhadap perubahan fisik
perasaan rendah diri karena perubahan fisik
konsep diri negatif terhadap fisik
penyusunan program bimbingan berbasis pendekatan perkembangan diawali dengan pengidentifikasian analisis kebutuhan peserta didik yaitu
visi sekolah
misi sekolah
tujuan sekolah
harapan orangtua
harapan peserta didik
