Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

RECHECK (1) - CONTOH UP

Total questions: 60

Worksheet time: 2hrs 0mins

Name
Class
Date
1.

Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi guru BK/Konselor untuk menggelar konferensi kasus adalah...

a)

Melibatkan pimpinan sekolah

b)

Menghadirkan konseli

c)

Menjaga kerahasiaan

d)

Menuntaskan solusi

e)

Atas ijin konseli

2.

Pada bahasa assesmen, seringkali guru BK/konselor membuat pertimbangan-pertimbangan tentang konseli tanpa berdasar data alat ukur yang baku. Praktiik yang dilakukan mengandung masalah

a)

Validitas

b)

Reliabilitas

c)

Aseptabilitas

d)

Obyektivitas

e)

Subyektivitas

3.

untuk menjaga agar guru BK/konselor dapat menjaga kondisi empati dan tidak larut dengan masalah konseli, yang harus dilakukan adalah

a)

menstruktur kembali peran konseli dan diri konselor

b)

menghindar dari masalah pribadi yang terlalu dalam

c)

memberi saran agar konseli terbebas dari masalah

d)

melakukan konfrontasi atas perasaan tertekan konseli

e)

memutuskan hubungan konseling yang tidak kondusif

4.

guru BK/konselor berencana mereferal konselinya kepada dokter syaraf di RS. Prosedur yang harus dilakukan adalah

a)

meminta orangtua untukk menghantarkan anaknya ke poli syaraf

b)

meminta surat pengantar dari kepala sekolah untuk ke poli syaraf di RS

c)

menyuruh konseli datang sendiri menemui dokter di poli syaraf

d)

konsultasi sendiri epada dokter syaraf untuk meminta saran

e)

diam diam menghantar konseli karena sifatnya rahasia

5.

guru BK/konselor menemukan anatomi masalah terkait nilai matematika adalah pada penguasaan rumus dasar matematika. oleh karena itu, keputusan referral konseli dikirim kepada

a)

kepala sekolah

b)

ahli telematika

c)

guru matematika

d)

tempat les matematika

e)

belajar math sendiri

6.

pada saat diskusi, guru BK/konselormenyampaikan terdapat medan inklusi dan profesi guru, konselor, psikolog dan psikiater. pada konteks siapa yang menjadi subyek layanan BK, guru BK/konselor menjelaskan subyek layanan BK

a)

individu yg psikosis/neurosis

b)

individu yg sehat/normal

c)

individu yg psikosomatis

d)

individu yg bermasalah

e)

individu yg abnormal

7.

diperlukan pengambilan keputusan yang tepat terkaitt dengan semakin terdeferensiasinya pekerjaan guru BK/konselor dalam konteks kurikulum 2013. Implementasi layanan pada kompponen dukungan sistem adalah

a)

meminta staf ahli untuk mengembangkan jaringan IT sekolah

b)

berlatih mengembangkan program IT untuk kinerja BK

c)

membeli perangkat IT dengan kapasitas tinggi

d)

secara otodidak mempelajari IT untuk kelancaran tugas

e)

meminta setiap peserta didik menguasai IT

8.

data konseli tercatat tidak takut darah, suka tanaman, memelihara hewan peliharaan, nemeliti amuba, pilihan pekerjaannya adalah hal-hal yang berhubungan dengan biologi. menggunakan data tersebut guru BK/Konselor merencanakan tindakan bantuan berikut

a)

memberi penegasan bahwa pilihan pekerjaan tepat

b)

meminta orangtua terlibat penentuan pilihan karir anak

c)

mengajak konseli untuk aktif mengikuti latihan-latihan kerja

d)

memberikan inventori minat jabatan

e)

menyarankan untuk bekerja sambil kuliah

9.

dijumpai lebih dari separuh peserta didik dari kelas binaan guru BK/konselorsuka menunda-nunda pekerjaan. pencegahan agar kebisaan menunda tidak menjalar lebih luas, tindakan yang tepat adalah

a)

Konseling individual

b)

Konseling kelompok

c)

Bimbingan Kelompok

d)

Bimbingan Klasikal

e)

Bimbingan Lintas kelas

10.

guru BK/konselor berhasil dalam mengembangkan aspek sosial konseli, jika terjadi perkembangan

a)

memberi sumbangan walaupun dirinya membutuhkan

b)

kemampuan berkomunikasi secara efektif

c)

sopan melalui, selalu duduk dibelakang

d)

selalu memberi peluang teman konseli

e)

menonjol mementingkan oranglain

11.

berdasarkan skala prioritas, guru BK/konselor harus mampu mengelola sarana program BK, sarana yg merupakan prioritas pertama adalah

a)

alat rekam mekanik

b)

alat tes psikologi

c)

ruang konseling

d)

TV dan AC

e)

Perpustakaan

12.

anggaran penyelenggaraan BK terbatas. Basis perencanaan data adalah hasil assesmen kebutuhan, prioritas utamanya adalah

a)

menyelenggarakan rapat anggaran

b)

memberi alat alat te intelegensi, bakat

c)

menggandakan instrumen assesmen cetak

d)

meminta kebiajakan peningkatan anggaran

e)

mengembangkan program assesmen berbasis IT

13.

pada tahap awal evaluasi BK, baik proses maupun hasil yang dilakukan pertama kali oleh guru BK/konselor adalah

a)

menentukan jenis data atau informasi yang dibutuhkan

b)

menentukan alat pengumpul data yang digunakan

c)

menetapkan kriteria dan standar keberhasilan

d)

menetapkan waktu pelaksanaan

e)

menentukan tujuan evaluasi

14.

salah satu indikator keberhasilan guru BK/konselor dapat melakukan evaluasi proses pelayanan BK adalah

a)

sebagian besar peserta didik mengalami peningkatan prestasi belajar

b)

tergambarnya jaringn kerja program BK

c)

semua guru puas dengan hasil kerja BK

d)

Kepala sekolah memberikan pujian atas keberhasilan guru BK/konselor

e)

tingkat kedisiplinan peserta didik lebih baik dari sebelumnya

15.

salah satu kegiatan yang dilakukan guru BK/konselordalam melakukan evaluasi program BK adalah

a)

menghitung seberapa banyak peserta didik mendapatkan layanan

b)

mengukur apakah layanannya dirasakan semua peserta didik

c)

melihat keefektifan dari suatu teknik BK

d)

seberapa banyak guru BK/Konselor memikirkan dampak dari layanannya.

e)

dari seluruh tujuan BK seberapa telah dicapai

16.

PTBK diawali dengan membuat pernyataan hipotesis tindakan. Jika penelitiannya dilaksanakan karena banyaknya peserta didik yang melakukan school refusal, misalnya membolos seharian, membolos pada jam pelajaran tertentu dan guru BK/konselor mencoba untuk menggunakaan strategi self management untuk membantu peserta didik tsb. maka hipotesis tindakannya berbunyi

a)

school refusal merupakan budaya peserta didik sehingga sulit diatasi

b)

self management dapat mengurangi school refusal peserta didik

c)

self management merupakan upaya yang tepat untuk mengubah school refusal

d)

school refusal peserta didik dapat diselesaikan oleh guru BK/konselor

e)

self management bukan area yg tepat untuk mengatasi perilaku school refusal

17.

dalam penelitian tindakan, guru BK/konselor melakukan refleksi bersama koleganta yang menjadi observer. data refleksi menunjukkan bahwa tindakan bimbingan klasikal guru BK/konselor dari sis materi mencukupi namun keterlibatan aktif peserta didik tidak merata , hsil penelitian tindakan dipubliasi apda jurnal ilmiaih dengan merekomendasikan agar peneliti berikutnya...

a)

mengubah pendekatan menjadi konseling individual

b)

penambahan jumlah materi bimbingan klasikal

c)

pengurangan jumlah materi bimbingan klasikal

d)

meyusun kembali urutan sjian materi

e)

meningkatkan daya tarik sajian materi

18.

hasil penelitian eksperimen teknik relaksasi untuk menurunkan stress akademik peserta didik menghadapi ujian dengan statistik i-test menemukan data mean pretest = 78.70 dan pascatest = 51.00, nilai t sebesar 8.164 dengn siginifikansi 0.000 dalam taraf kepercayaan 95%. berdasarkan hasil penelitian, guru BK/konselor dapat merancang program BK ...

a)

peningkatan prestasi UN dengan pelatihan relaksasi bagi peserta didik kelas 12

b)

reduksi stress akadeik menghadapi ujian bagi siswa kelas 12 dengan teknik relaksasi

c)

bimbingan kelompok teknik relaksasi bagi peserta didik kelas X

d)

konseling kelompok bagi siswa yag menunjukkan prestasi belajar rendah dengan menggunakan teknik relaksasi

e)

bimbingan klasikal mengelola stress

19.

dari pengisian skala penilaian oleh peserta didik kelas 7 SMP tentang kebiasaan belajar dirumah, diperoleh data bahwa 80% belajar di depan TV sambil mennton acara TV favoritnya, 70% belajar bila ada tugas sekolah dan ulangan. hsil tes prestasi belajar, 60% berda pada tingkat rata-rata. hasil pengisian skala penilaian oleh beberapa guru tentang aktivitas belajar di kelas ditemukan bahwa peserta didik sering tampak tidak bersemangat menerima pelajaran. hasil asessmen itu digunakan oleh guru BK/konselor untuk pelayanan

a)

bimbingan klasikal untuk bidang belajar

b)

bimbingan klasikal untuk bidang pribadi

c)

bimbingan klasikal untuk bidang sosial

d)

bimbingan kelompok untuk bidang belajar

e)

konseling kelompok untuk bidang belajar

20.

tindakan guru BK/Konselor yang tidak menjaga kerahasiaan segala informasi tentang peesrta didik adalah

a)

menyampaikan hasil tes psikologis yang bersifat rahasia kepada peserta didik

b)

meminta hasil penulisan laporan anekdot dari guru

c)

meminta peserta didik untuk merahasiakan tentang pilihan teman setelah mengisi sosiometri

d)

merahasiakan identitas peserta didik ketika datanya digunakan untuk keperluan riset

e)

menyampaikan hasil wawancara dengan peserta didik kepada orangtua

21.

pelayanan bimbingan yang merupakan suatu proses berkelanjutan berwujud pada

a)

program bimbingan yang terencana

b)

pelayanan bimbingan untuk semua individu

c)

pelayanan bimbingan itu bertujuan untuk perencanaan studi dan karir di masa depan

d)

bantuan bimbingan bersifat edukatif-psikologis

e)

pelayanan bimbingan itu bertujuan agar individu memahami dirinya dan dunianya

22.

asas bimbingan tentang tenaga bimbingan yang harus memiliki taraf keahlian yang memadai sejalan dengan ekspektasi kinerja konselor profesional

a)

mendapat pengakuan dari pemerintah tentang keunikan pelayanan

b)

mendapatkan pengkuan dari masyarakat tentang keunikan pelayanan

c)

dasar keahlian perlu dipelajari dalam waktu yang cukup panjang

d)

penyelenggaran pelayanan oleh ahli yang kompeten

e)

mendapatkan penghargaan yang layak dari pemerintah dan masyarakat

23.

dalam penyusunan RPLBK, guru BK/Konselor perlu mempertimbangkan tugas tugas perkembangan peserta didik. asas bimbingan yang diterapkan adalah

a)

bimbingan untuk semua individu

b)

bimbingan bercorak ilmiah

c)

bimbingan merupakan proses

d)

program bimbingan sesuaai kebutuhan

e)

program bimbingan harus direncanakan

24.

pada sekolah kejuruan, bidang bimbingan yang seharusnya mendapat porsi lebih banyak dari bidang lainnya adalah

a)

kesiapan karir

b)

kewirausahaan

c)

akademik

d)

karir

e)

pribadi sosial

25.

visi program bimbingan diturunkan dari visi sekolah yaitu pengembangan kemandirian peserta didik dalam bidang pengembangan

a)

kematangan intelektual

b)

kematangan emosional

c)

pribadi sosial

d)

kesadaran bertanggung jawab

e)

kesadaran gender

26.

penyediaan ruang BK harus sejalan dengan prinsip-prinsip pengembangan yaitu ruaang

a)

kerja konselor

b)

tamu untuk konselor

c)

konseling individual

d)

biblioterapi

e)

administrasi/data

27.

untuk mendapatkan informasi peserta didik dari lingkungan keluarga, guru BK/Konselor membuat anggaran untuk aktivitas pendukung

a)

pengembangan keahlian staf

b)

penyelenggaraan homevisit

c)

pengadaan alat non tes

d)

penyelenggaraan tes psikologis

e)

pengadaan buku buku

28.

pengenalan sekolah kepada peserta didik baru yang diprogramkan pada awal tahun ajaran dmasukan dalam pelayanan dasar BK

a)

pelayanan orientasi

b)

pelayanan informasi

c)

bimbingan kelompok

d)

DCM

e)

angket peserta didik

29.

kolaborasi guru BK/Konselor dan guru bidang studi untuk penanganan kasus yang memerlukan bantuan tepat diprogramkan dalam pelayanan responsif

a)

pengumpulan data

b)

konseling individual

c)

alih tangan kasus

d)

kolaborasi dengan guru

e)

konsultasi

30.

untuk mengoptimalisasikan perkembangan akademik peserta didik sangat tepat diprogramkan bidang BK

a)

kelompok

b)

klasikal

c)

personal

d)

karir

e)

akademik

31.

pada saat proses layanan BK berlangsung, hasil evaluasi proses menunjukkan penerapan suatu teknik bimbingan tidak sejalan dengan tujuan yang hendak dicapai. keputusan yang tepat diambil oleh guru BK/Konselor adalah

a)

melakukan penyesuaian proses layanan BK

b)

melanjutkan layanan sesuai RPLBK yg telah disusun

c)

menghentikan layanan dan memikirkan bentuk layanan lainnya

d)

mengganti teknik dengan teknik baru yg lebih mutakhir

e)

memberitahu peserta didik atas kelemahan layanan

32.

rekomendasi atas hasil evaluasi layanan BK kepada kepala sekolah untuk mmperoleh program yg tepat adalah

a)

melanjutkan program walaupun ada kelemahan yg mendasar

b)

menghentikan program walau berdampak ositif bagi peserta didik

c)

menunda layanan sampai ditemukan teknik yg tepat

d)

melakukan penelitian tindakan untuk perbaikan layanan selanjutnya

e)

mengubah tujuan BK agar sesuai layanan

33.

data hasil evaluasi menunjukkan 5 orang konseli terlayani dari 35 peserta didik yang bermasalah. 6 program pencegahan perilaku menyimpang telah terselenggara. atas dasar data tersebut, guru BK/Konselor merevisi dan mengembangkan program BK selanjutnya dengan menekankan pada

a)

Layanan bimbingan klasikal

b)

Layanan konseliing individual

c)

Layanan konseling kelompok

d)

Layanan bimbingan kelompok

e)

Layanan bimbingan lintas kelas

34.

guru BK/Konselor yang menguasai teori psikologi konstruktivistik akan melaksanakan konseling dengan pendekatan

a)

mengutamakan pengalaman masa lalu

b)

menekankan kemampuan berpikir

c)

menekankan pada perilaku

d)

berpusat pada pribadi

e)

berpusat pada solusi

35.

guru BK/Konselor yang belum mengikuti sertifikasi tes psikologis untuk pendidikan akan mengambil keputusan sebagai berikut

a)

walaupun harus membayar mmeinta bantuan biro testing

b)

secepat mungkin belajar tentang tes psikologis

c)

secara pribadi belajar mengadministrasikan tes

d)

merefleksi diri apakah diri berkewenangan

e)

abaikan data testing psikologis

36.

saat memberikan layanan konseling ditemukan data konseli dimana waktu belajarnya kurang, tenaga cepat terkuras habis, konsentrasi tidak penuh, banyak tidur di kantin sekolah. menghadapi konseli tersebut, tindakan guru BK/Konselor adalah

a)

menyarankan agar ia banayk mengkonsumsi makann bergizi

b)

berkolaborasi dengan guru olahraga untuk kebugaran konseli

c)

menanyakan kepada orangtua tentang keadaan anaknya

d)

menyimpulkan bahwa konseli tersebut pemalas

e)

mengirim konseli kepada pelayanan media

37.

guru BK/Konselor yang menggunakan alat tes dan non tes untuk mnegenali konseli secara mendalam menerapkan hakikat assesmen yaitu

a)

dimensi kualitatif dari berbagai aspek perilku individu

b)

dimensi kualitatif dalam aspek tingkah laku individu

c)

integrasi alat tes dan non tes

d)

kontinu dan berkesinambungan

e)

bermanfaat bagi individu yang dibimbing

38.

pengembangan teknik non tes daftar cek sangat memerlukan kesiapan konselor dalam hal

a)

memilah milah perilaku tampak

b)

memilah milah perilaku tidak tampak

c)

memilah milih perilaku tampak dan tidak tampak

d)

menyampaikan pertanyaan dengan baik dan tepat

e)

menciptakan hubungan yang baik dengan peserta didik

39.

untuk mengoptimalisasikan kolaborasi antara guru BK/Konselor dan guru dalam usaha meningkatkan prestasi belajar peserta diidk, pilihan teknik non tes yg tepat adalah

a)

daftar cek tentang kebiasaan belajar di sekolah, sosiometri tentang teman belajar, tes hasil belajar

b)

daftar cek tentang kebiasaan belajar di sekolah, sosiometri tentang teman belajar, tes kecerdasan

c)

daftar cek tentang kebiasaan belajar di sekolah, sosiometri tentang teman belajar, tes minat belajar

d)

daftar cek tentang kebiasaan belajar di sekolah, sosiometri tentang teman belajar, skala penilaian tentang kebiasaan belajar di rumah

e)

daftar cek tentang kebiasaan belajar di sekolah, sosiometri tentang teman belajar, anekdot aktifitas belajar di kelas

40.

prosedur penyusunan pernyataan dalam pengembangan teknik non tes daftar cek mengikuti urutan urutan langkah penentuan

a)

topik, indikator, prediktor, variabel

b)

topik, variabel, indikator, prediktor

c)

topik, variabel, prediktor, indikator

d)

variabel, topik, indikator, prediktor

e)

variabel, topik, prediktor, indikator

41.

seorang guru BK/Konselor mengembangakn teknik non tes Skala penilaian dengan topik "kebiasaan belajar dirumah". Penentuan variabel yang tidak tepat adalah

a)

waktu belajar

b)

gaya belajar

c)

situasi di rumah

d)

motivasi belajar

e)

faktor pendukung belajar

42.

berikut ini disajikan beberapa anekdot dari seorng guru bahasa inggris di SMP tentang seorang peserta didik pada belajar kelompok. guru membagi kelompok belajar berdasarkan prestasi belajar, Rio tergolong peserta didik yang kurang pandai. hari ke 1 Rio diajak ketua kelompok seger masuk kelompok dan mengerjakan tugas dari guru, Rio hanya mengatakan "ya" tetapi tidak segera masuk kelompok. hari ke 2 Rio mengerjakan tugas mata pelajaran lainnya, sementara teman sekelomppoknya bersemangat mendiksusikan tugas dari guru. hari ke 3 Rio mengerjakan tugas bersama kelompok, namun dia sering mengeluh "aku tidka bisa". Rio mengalami masalah

a)

semangat belajar

b)

kesulitan belajar

c)

bekerja sama

d)

kenyamanan belajar

e)

minat belajar

43.

di suatu sekolah dengan dana terbatas namun pengembngan kepribadian peserta didik sangat didukung oleh kepala sekolah. teknik tes dan non tes yang mendukung program tersebut adalah

a)

tes kepribadian dan tes minat

b)

tes kecerdasan umum dan tes bakat

c)

tes prestasi belajar (rapor) dan inventor daftar masalah

d)

tes prestasi belajar (rapor) dan inventori kebiasaaan belajar

e)

tes prestasi belajar (rapor) dengan skala penilaian

44.

seorang peserta didik SMA kelas X memiliki tingkat kecerdasan berada pada kategori di atas rata-rata. hasil tes hasil belajar pada bidang eksakta dan sosial ada pada rata rata kelas, sedangkan pada bidang bahasa di atas rata-rata kelas. hasil tes kepribadi (EPPS) untuk dorongan berprestasi (achievement) rendah dan ketekunan (endurance) cukup tinggi. hasil asessmen ini menunjukkan bahwa peserta didik ini...

a)

pandai, berbakat pada bidang eksakta, namun dorangan untuk berprestasi rendah

b)

pandai, berbakat pada bidang sosial, namun dorongan untuk berprestasi rendah

c)

pandai, berbakat pada bidang bahasa, namun sangat tekun

d)

pandai, berbakat pada bidang sosial, namun kurang tekun

e)

pandai, berbakat pada bidang bahasa, namun prestasi belajar bahasa belum optimal

45.

angket dipilih sebagai alat pengumpul data karena efisien, namun data yg diungkap lebih pada fakta. untuk mendalami data fakta ini diperlukan alat pengumpul data lain yaitu

a)

wawancara konseling

b)

wawancara berstruktur

c)

wawancara tidak berstruktur

d)

wawancara terrencana

e)

wawancara insidental

46.

salah satu faktor yg mmepengaruhi keberhasilan penggunaan teknik non tes wawancara yg menunjukkan penangkapan konselor secara tepat jawaban konseli adalah

a)

tersedianya pedoman wawancara dengan pertanyaan yg mudah dipahami peserta didik

b)

menyampaikan semua pertanyaan dengan baik dan tepat

c)

menciptakan suasana wawancara yg menyenangkan

d)

kemampuan peserta didik menangkap dan menjawab pertanyaan

e)

kemampuan konselor melakukan parafrase atas jawaban peserta didik

47.

untuk menyusun topik bimbingan belajar "kebiasaan belajar" selain DCM, data peserta didik masih perlu dilengkapi dari isian kartu/buku pribadi tentang...

a)

identitas diri

b)

keluarga dan tempat tinggal

c)

relasi dengan ornagtua

d)

kegiatan belajar di rumah

e)

data pendidikan

48.

pada suatu hari, guru BK/Konselor akan menghadiri pertemuan MGBK disekolah lain. Pada saat yg sama datang seorang peserta diidk meminta untuk konseling. keputusan yg tepat adalah

a)

mengabaikan permintaan seorang peserta didik untuk kepentingan yg lebih banyak

b)

meminta peserta didik untuk sabar menunggu sampai selesai rapat MGBK

c)

melayani peserta didik sambil memberi tahu keterlambatannya ke MGBK

d)

hadir di rapat MGBK dan memanggil peserta didik setelah kembali ke sekolah

e)

memberikan layanan konseling kepada peserta diidk tersebut

49.

pernyataan guru BK/Konselor yang menandakan menjaga kerahasiaan konseli dengan teknik komunikasi yg tepat adalah

a)

Percayalah, tidak mungkin aku ingkar janji membuka rahasiamu ke orang lain

b)

apa yg anda sampaikan yg disini, hanya anda dan aku yg tahu

c)

jangan sampaikan yg rahasia agar tidak bocor ke orang lain

d)

saya akan setia menjaga rahasiamu

e)

rahasiamu ada ditanganku

50.

seorang guru BK/Konselor akan mengeksperimenkan suatu teknik metafora untuk mengembangkan kesadaran disiplin berlalulintas peserta didik SMP. Rumusan maslah yg tepat untuk penelitian adalah

a)

bagaimanakah proses metafora mampu meningkatkan kesadaran disiplin berlalulintas

b)

mungkinkah teknik metafora mampu meningkatkan kesadaran disiplin berlalulintas

c)

apakah kesadaran disiplin berlalulintas dapat dtingkatkan dengan teknik metafora

d)

teknik metafora mampu meningkatkan kesadaran disiplin berlalulintas

e)

bagaiman kesadaran disiplin berlalulintas meningkat dari metafora

51.

penelitian kasus tunggal (N=1) teat digunakan dalam bidang konseling, dalam praktik, karena penelitian jenis ini dimaksudkan untk menguji kemanjuran teknik konseling tertentu terhadap suatu kasus tertentu, maka rancangan penelitian yg paling tepat adalah

a)

model A-B atau A-B-A atau A-B-A-B

b)

analisis multikolinieritas

c)

analisis multivariat

d)

analisis deskriptif

e)

model kualitatif

52.

penelitian yag dilakukan guru BK/Konselor dimaksukan untuk mendapatkan bukti empirik bahwa suatu teknik yg dikembangkann secara emirik manjur untuk mengembangkan berfikir rasional konseli yg dilayani maka rancangan penelitian yg tepat adalah

a)

ex post facto

b)

eksperimen semu

c)

eksperimen murni

d)

penelitian tindakan

e)

penelitian fenomenologi

53.

pada saat guru BK/Konselor merancang penelitian BK, tahap pertama yg dilakukan adalah

a)

menentukan rancangan penelitian

b)

mengidentifikasi adanya masalah

c)

merumuskan masalah penelitian

d)

merumuskan tujuan penelitian

e)

melakukan kajian pustaka

54.

guru BK/Konselor menemukan penyebab peserta didik, konseli perempuan yg sangat pasif dalam proses pembelajaran karena memandang dirinya tidak cantik dan guru guru hanya memberi perhatian kepada peserta diidk yg cantik dan ganteng saja. pendekatan konseling yg tepat untuk mengubah isi pikiran konseli adalah

a)

konseling rasional emotif behavior

b)

konseling kognitif

c)

konseling realitas

d)

konseling berpusat pribadi

e)

konseling behavior

55.

pemberian informasi tentang bahaya obat terlarang dan minuman keras yg diberikan oleh sekolah dokter kepada guru BK/Konselor agar guru BK/Konselor memiliki wawasan tentang hal ini secara mendalam merupakan pelayanan responsif

a)

konseling individual

b)

konsultasi dengan ahli

c)

kolaborasi dengan ahli

d)

pengembangan jejaring

e)

pengembangan profesional

56.

untuk menangani konseli yyg memiliki masalah pada konseli diri, pendekatan konseling yg tepat adalah

a)

Konseling berpusat pribadi

b)

konseling behavior

c)

konseling rasional emotif behavior

d)

konseling realitas

e)

konseling ringkas berpusat solusi

57.

salah satu prinsip bimbingan yg terkait dengan metode bimbingan kelompok adalah

a)

bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi

b)

bimbingan dan konseling menekankan nilai nilai positif

c)

pandangan tentang konseli sebagai makhluk individual sekaligus sosial

d)

bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua individu

e)

dinamika kelompok bukanlah tujuan tetapi alat untuk mencapai tujuan

58.

tujuan suatu layanna bimbingan klasikal di SMP adalah peserta diidk mengenali keragaman mengekspresikan perasaan positif dan negatif. tujuan ini sesuai dengan aspek perkembangan

a)

landasan perilaku etis

b)

pengembangan diri

c)

kematangan hubungan dengan teman sebaya

d)

kematangan emosi

e)

kematangan intelektual

59.

topik bimbingan klasikal di SMP adalah penerimaan dan sikap positif terhadap perubahan fisik. topik bimbingan ini ditunjang oleh adanya kebutuhan

a)

perubahan perubahan fisik

b)

kurang percaya diri karena perubahan fisik

c)

sikap positif terhadap perubahan fisik

d)

perasaan rendah diri karena perubahan fisik

e)

konsep diri negatif terhadap fisik

60.

penyusunan program bimbingan berbasis pendekatan perkembangan diawali dengan pengidentifikasian analisis kebutuhan peserta didik yaitu

a)

visi sekolah

b)

misi sekolah

c)

tujuan sekolah

d)

harapan orangtua

e)

harapan peserta didik