wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Tryout AK3U

Total questions: 53

Worksheet time: 27mins

Name
Class
Date
1.

1. Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara filosofis ialah:

a)

Upaya untuk menjamin agar sumber produksi dapat digunakan secara efisien

b)

Upaya untuk mencegah dan mengurangi timbulnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja

c)

Pemikiran dan upaya penerapannya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan khususnya tenaga kerja baik jasmani maupun rohani, hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil makmur dan sejahtera

d)

Upaya untuk keselamatan di tempat kerja

2.

2. Faktor penyebab kecelakaan kerja:

a)

Perbuatan manusia yang tidak aman

b)

Kondisi yang berbahaya

c)

Kombinasi a dan b

d)

Jawaban a, b, dan c benar

3.

3. Dasar hukum penunjukan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja:

a)

Permen No. 02/Men/1992

b)

Permen No. 01/Men/1988

c)

Permen No. 04/Men/1987

d)

Permen No. 07/Men/1978

4.

4. Penerapan SMK3 di tempat kerja bersifat:

a)

Wajib bagi setiap perusahaan

b)

Suka rela bagi perusahaan yang berorientasi export

c)

Wajib bagi perusahaan besar dan beresiko bahaya tinggi

d)

Suka rela

5.

Setiap instalasi atau pesawat yang digunakan di tempat kerja harus memiliki izin pemakaian, hal tersebut bertujuan

a)

Agar efektif, efisien, dan aman dalam pemakaiannya

b)

Memenuhi peraturan perundangan

c)

Memperpanjang masa umur pesawat

d)

Jawaban a, b, dan c benar

6.

6. Kewajiban pengurus menurut UU No 1 Tahun 1970 adalah:

a)

Menyediakan makanan

b)

Menyediakan tim pengawas

c)

Menyediakan peralatan kerja

d)

Memasang poster dan petunjuk K3

7.

7. Dasar hukum Undang Undang No.1 Tahun 1970 adalah

a)

UUD 1945 Pasal 5, Pasal 20, dan Pasal 27 (2)

b)

Undang Undang No.13 tahun 2000 pasal 87

c)

Undang Undang No.14 tahun 1969 pasal 9 dan pasal 10

d)

Undang Undang No.25 tahun pasal 13

8.

8. Yang dimaksud tempat kerja dalam UU No.1 Tahun 1970 adalah memenuhi kriteria:

a)

Adanya kegiatan usaha, adanya tenaga kerja dan sumber bahaya sebagaimana Bab II pasal 2

b)

Adanya pengurus perusahaan, adanya serikat pekerja dan adanya potensi bahaya, penyakit akibat kerja

c)

Adanya proses produksi, tenaga kerja, dan pengusaha

d)

Adanya unsur bahaya tersembunyi maupun nyata setiap proses pekerjaan

9.

9. Batasan pengertian kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang berakibat:

a)

Adanya korban cidera, luka luka atau meninggal dunia

b)

Adanya kerusakan peralatan dan nyaris terjadi korban manusia

c)

Terganggunya proses pekerjaan walaupun tidak terjadi korban yang cidera maupun kerusakan peralatan

d)

Jawaban a, b, dan c benar

10.

10. Dalam rangka pembinaan kepada tenaga kerja UU No. 1/70 tentang Keselamatan Kerja, pengurus perusahaan diwajibkan antara lain:

a)

Mengadakan pemantauan lingkungan

b)

Mengadakan penyuluhan pada masyarakat sekitar mengenai kemungkinan bahaya yang akan timbul

c)

Menunjukkan dan menjelaskan kondisi dan bahaya yang dapat timbul di tempat kerja kepada tenaga kerja baru

d)

Melakukan audit

11.

11. Pengurus perusahaan diwajibkan melapor setiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja yang dipimpinnya pada pejabat yang ditunjuk Menteri Tenaga Kerja. Ketentuan ini terdapat dalam UU No.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja pada:

a)

Pasal 4

b)

Pasal 9

c)

Pasal 11

d)

Pasal 15

12.

12. Ketentuan tentang P2K3 diatur dalam UU No. 1 tahun 1970:

a)

Pasal 3

b)

Pasal 9

c)

Pasal 10

d)

Pasal 15

13.

13. Sesuai dengan Permenaker Nomor: Per. 04/Men/1987, pengusaha atau pengurus wajib membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) di:

a)

Setiap tempat kerja yang mempekerjakan 100 orang atau lebih

b)

Setiap perusahaan

c)

Kantor pusat group perusahaan

d)

Setiap unit kerja terkecil di perusahaan

14.

14. Menurut ketentuan yang berlaku, bahwa ketua Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah:

a)

Ahli K3

b)

Salah satu manajer teknis

c)

Pimpinan perusahaan

d)

Manajer HRD

15.

15. Standar faktor-faktor lingkungan kerja yang dianjurkan di tempat kerja agar tenaga kerja masih dapat menerimanya tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan, dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak melebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu, sering disebut sebagai:

a)

Nilai Ambang Batas (NAB)

b)

Nilai Ambang Kuantitas (NAK)

c)

Nilai Baku Mutu Lingkungan

d)

Jawaban a, b, dan c benar

16.

16. Dokter yang bertanggungjawab terhadap Pelayanan Kesehatan Kerja di Perusahaan (dokter perusahaan) wajib mendapatkan pelatihan Hyperkes. Hal ini diatur dalam:

a)

Permenaker No. Per. 01/Men/1976

b)

Permenaker No. 02/Men/1992

c)

Permenaker No. 03/Men/1982

d)

Permenaker No. Per. 05/Men/1985

17.

17. Berdasarkan Permenaker No. Per. 01/Men/1981 pengurus perusahaan wajib melaporkan secara tertulis, bila ditemukan penyakit akibat kerja yang diderita oleh tenaga kerja kepada Dinas Tenaga Kerja setempat, selambat-lambatnya:

a)

1 x 24 jam setelah penyakit dibuat diagnosanya

b)

2 x 24 jam setelah penyakit dibuat diagnosanya

c)

3 x 24 jam setelah penyakit dibuat diagnosanya

d)

Segera setelah laporan secara lisan disampaikan

18.

18. Peraturan perundangan mengenai keselamatan kerja yang berkaitan dengan kesehatan kerja adalah:

a)

UU No. 1 tahun 1970, pasal 3

b)

UU No. 1 tahun 1970, pasal 8

c)

UU No. 1 tahun 1970, pasal 9

d)

UU No. 1 tahun 1970, pasal 15

19.

19. “Pekerja berhak menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat K3 serta alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya...”


Pernyataan ini terdapat dalam UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja:

a)

Pasal 8

b)

Pasal 12

c)

Pasal 3

d)

Pasal 14

20.

20. Tujuan utama P3K adalah:

a)

Menyediakan obat-obatan

b)

Membawa korban ker Rumah Sakit

c)

Mencegah cidera/penyakit menjadi tidak lebih parah

d)

Memberikan pengobatan umum

21.

21. Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja secara awal, berkala dan khusus merupakan kewajiban daripada pengusaha terhadap tenaga kerjanya. Peraturan yang mengatur adalah:

a)

Permenaker No.02/Men/1980

b)

Permenaker No.03/Men/1982

c)

Permenaker No.51/Men/1997

d)

Permenaker No.04/Men/1998

22.

22. Dalam lingkungan kerja, faktor bahaya yang berpengaruh terhadap kesehatan tenaga kerja adalah faktor fisik, kimia, biologi, fisiologi dan psikologi. Agar lingkungan kerja aman dari polusi bahan kimia berbahaya yang timbul dan untuk menjaga lingkungan kerja tersebut aman di batasi dengan Nilai Ambang Batas (NAB). Dasar hukum dari NAB faktor kimia ditempat kerja diatur pada:

a)

Permenaker No.5 Tahun 2018

b)

SE No. 01 tahun 1997

c)

SE No. 86 tahun 1989

d)

Kepmenaker No.187/Men/1999

23.

23. Pengawasan K3 Konstruksi Bangunan dilakukan pada setiap tahapan pekerjaan yaitu:

a)

Perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan

b)

Pengadilan, pembetonan

c)

Pemasangan tiang-tiang bangunan

d)

Jawaban a, b, dan c benar

24.

24. Pemasangan instalasi listrik di Indonesia pada saat ini berpedoman kepada:

a)

Peraturan Umum Instalansi Listrik 1987 (PUIL 1987)

b)

Peraturan Umum Instalansi Listrik 2011 (PUIL 2000)

c)

Peraturan Umum Instalansi Listrik 2001 (PUIL 2001)

d)

a, b, c salah

25.

25. Dalam persyaratan untuk Badan Pengusaha Listrik, antara lain disyaratkan:

a)

Harus mempunyai teknisi yang memiliki kompetensi K3 dibidang listrik yang disahkan oleh Kemenakertrans RI

b)

Harus memiliki ahli K3 umum

c)

Tidak harus memiliki teknisi

d)

Semua jawaban a, b, dan c benar

26.

26. Pengawasan Instalasi penyalur petir diatur berdasarkan:

a)

Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.Per.31/Men/2015 dan Per. 02/Men/1989

b)

Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.Per.04/Men/1987

c)

Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.Per.04/Men/1985

d)

Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.Per.01/Men/1979

27.

27. Besarnya nilai tahanan pembumian (grounding) keseluruhan pada instalasi penyalur petir yang diatur dalam permenaker No. Per. 02/Men/1989

a)

Maksimal 0,5 ohm

b)

Maksimal 5 ohm

c)

Maksimal 50 ohm

d)

Jawaban a, b, dan c benar

28.

28. Sudut perlindungan setiap penerima petir adalah

a)

90 derajat

b)

112 derajat

c)

120 derajat

d)

180 derajat

29.

29. Setiap instalasi penyalur petir harus dilengkapi dengan pembumian sekurang-kurangnya:

a)

1 buah

b)

3 buah

c)

2 buah

d)

4 buah

30.

30. Ada 3 jenis pompa hydrant/sprinkler yaitu:

a)

Pompa listrik, pompa air, pompa bensin

b)

Pompa listrik, pompa diesel dan pompa jocky

c)

Pompa utama, pompa jocky dan pompa cadangan

d)

Jawaban salah

31.

31. Yang termasuk system proteksi kebakaran pasif antara lain

a)

Kualitas bahan bangunan

b)

Alat pemadaman api ringan kecelakaan

c)

Sarana evakuasi

d)

Hidran

32.

32. Prinsip penanggulangan kebakaran adalah:

a)

Menyediakan alat pelindung diri yang sesuai

b)

Menyediakan alat pemadam kebakaran

c)

Menempatkan dan membentuk regu kebakaran

d)

Memisahkan salah satu unsur penyebab kebakaran

33.

33. Kebakaran dapat digolongkan

a)

Cari (A), Listrik (C), Logam (D)

b)

Logam padat (A), Cair (B), Listrik (C)

c)

Bahan padat selain logam (A), Cair atau gas (B), Listrik (C), dan Logam (D)

d)

Bahan padat (A), Cair mudah terbakar (B), LPG (C), Listrik (C), dan Logam (D)

34.

34. Dibawah ini cara pemadaman api yang dilakukan oleh petugas pemadaman kebakaran kecuali

a)

Starvation

b)

Cooling

c)

Conduction

d)

Smothering

35.

35. Alat pemadam api ringan jenis CO2 dapat digunakan untuk memadamkan api jenis:

a)

Kelas A, kelas B, kelas C

b)

Kelas B dan kelas C

c)

Spesial kelas C

d)

Khusus kelas D

36.

36. Dasar hukum yang berkaitan dengan K3 mekanik diantaranya, kecuali:

a)

Permenaker Per.08/Men/2020

b)

Permenaker No. 05/Men/1985

c)

Permenakertrans No. 09/Men/1985

d)

Permenaker No.04/Men/1987

37.

37. Pesawat angkat dan angkut adalah suatu pesawat atau alat yang digunakan untuk:

a)

Memindahkan, mengangkat muatan vertical dan horizontal

b)

Memindahkan muatan pada jarak tertentu

c)

Memindahkan, mengangkat, muatan vertical dan horizontal dalam jarak yang ditentukan

d)

Jawaban a,b, dan c benar

38.

38. Sesuai permenaker No. Per.08/Men/2020, unit pesawat angkat dan angkut wajib dilakukan pengujian berkala setelah pengujian pertama. Pengujian tersebut selambat-lambatnya:

a)

Tiga tahun setelah pengujian pertama

b)

Dua tahun setelah pengujian pertama

c)

Satu tahun setelah pengujian pertama

d)

Jawaban a, b, dan c benar

39.

39. Operator dan petugas pesawat angkat dan angkut diatur dalam:

a)

Permenaker No. 01/ Men/1988

b)

Permenaker No. 04/Men/1985

c)

Permenaker No.05/Men/1985

d)

Permenaker No.08/Men/2020

40.

40. Sesuai Permen No. Per/38/Men/2016 tentang pesawat Tenaga dan Produksi, yang dimaksud penggerak mula adalah:

a)

Turbin angin

b)

Sepeda Motor

c)

Transformator

d)

Jawaban a, b, dan c benar

41.

41. Pengujian unit tenaga dan produksi dilakuakan selambat-lambatnya:

a)

5 (lima) tahun sekali

b)

3 (tiga) tahun sekali

c)

2 (dua) tahun sekali

d)

Jawaban a, b, dan c benar

42.

42. Kualifikasi dan syarat-syarat operator pesawat tenaga terdapat dalam:

a)

Permenaker No.38/Men/2016

b)

Permenaker No.04/Men/1985

c)

Permenaker No.05/Men/1985

d)

Permenaker No.09/Men/2010

43.

43. Sejak tahun 1988 akte izin pesawat uap dikeluarkan oleh:

a)

Direktur Jendral Binawas

b)

Direktur PNK3

c)

Kepala Kantor Wilayah Depnaker

d)

Jawaban a, b, dan c benar

44.

44. Pada ketel uap tekanan rendah dilengkapi dengan:

a)

1 (satu) pipa pengaman

b)

2 (dua) pipa pengaman

c)

1 (satu) tingkap pengaman

d)

2 (dua) tingkap pengaman

45.

45. Pemeriksaan berkala pada tangki timbun dilakukan selambat-lambatnya:

a)

Sekali dalam 1 tahun

b)

Sekali dalam 2 tahun

c)

Sekali dalam 4 tahun

d)

Sekali dalam 5 tahun

46.

46. Pengujian pada tangki timbun dilakukan selambat-lambatnya:

a)

Sekali dalam 1 tahun

b)

Sekali dalam 2 tahun

c)

Sekali dalam 4 tahun

d)

Sekali dalam 5 tahun

47.

47. Fungsi dari tingkat pengaman pada pesawaat uap dan bejana tekan adalah:

a)

Menahan tekanan

b)

Untuk mengukur tekanan

c)

Membuang uap secara otomatis apabila terjadi tekanan lebih

d)

Membuang air berlebih

48.

48. Berdasarkan Permenaker No.08/Men/2020 tentang pesawat angkat dan angkut harus diuji terlebih dahulu antara lain dengan pengujian beban dinamis secara bertahap hingga maksimal:

a)

100% dari jumlah beban kerja aman

b)

110% dari jumlah beban kerja aman

c)

120% dari jumlah beban kerja aman

d)

125% dari jumlah beban kerja aman

49.

49. Menghilangkan suatu bahan/tahapan proses berbahaya merupajan hirarki pengendalian resiko K3 dengan cara:

a)

Substitusi

b)

Rekayasa teknik

c)

Eliminasi

d)

Pengendalian administratif

50.

50. Cara terakhir dalam pengendalian resiko K3 adalah:

a)

Substitusi

b)

Eliminasi

c)

Rekayasa teknik

d)

APD

51.

51. Sistem management K3 (SMK3) diatur dalam:

a)

Permenaker No.04/Men//1987

b)

Permenaker No.02/Men/1992

c)

Permenaker No.04/Men/1995

d)

PP No.50 Tahun 2012

52.

52. Setiap perusahaan wajib menerapkan SMK3 apabila:

a)

Memiliki tenaga kerja paling sedikit 100 orang

b)

Memiliki tingkat potensi bahaya sedang

c)

Permintaan dari atasan/ pimpinan perusahaan

d)

Jawaban a, b, dan c benar

53.

53. Jika hasil pelaksanaan audit sistem manajemen K3 disuatu perusahaan mencapai 85% maka yang dimaksud adalah:

a)

Perusahaan mendapat tindakan hukum

b)

Perusahaan mendapat sertifikat dan bendera emas

c)

Perusahaan melakukan inspeksi menyeluruh

d)

Perusahaan mendapat sertifikat dan bendera perak