WorksheetsPENGUKURAN TEKANAN DARAH
Total questions: 10
Worksheet time: 30mins
Tn M ( 30 tahun) datang ke rumah sakit dengan keluhan pusing, pasien dilakukan pengukuran tekanan darah, dan didapatkan hasil 120 / 80 mmHg
Analisis hasil dari pengukuran tekanan darah pasien, angka yang menunjukkan sistolik adalah?
10
30
50
80
120
Tn M ( 30 tahun) datang ke rumah sakit dengan pusing, pasen dilakukan pengukuran tekanan darah, dan didapatkan hasil 120 / 80 mmHg
Analisis hasil dari pengukuran tekanan darah pasien, angka yang menunjukkan diastolik adalah?
10
30
50
80
120
Tn M ( 30 tahun) datang ke rumah sakit dengan pusing, pasen dilakukan pengukuran tekanan darah, dan didapatkan hasil 120 / 80 mmHg
Hasl pengukuran tekanan darah pasien menunjukkan tekanan darah pasien termasuk dalam kategori?
Normal
Hipertensi
Hipotensi
Hiperglikemi
Hipoglikemi
Tn Z usia 40 tahun datang kerumah sakit dengan keluhan mata berkunang – kunang, dari hasil pengukuran darah didapatkan hasil 160/100.
Hasl pengukuran tekanan darah pasien menunjukkan tekanan darah pasien termasuk dalam kategori?
Normal
Hipertensi
Hipotensi
Hiperglikemi
Hipoglikemi
Seorang perawat sedang melakukan pengukuran tekanan darah pasien, perawat menggunakan alat spignomanometer yang mudah dibawa kema- mana, karena alat yg di gunakan termasuk berukuran sedang, bsa dmasukkan kedalam pouch dan tidak terdapat air raksa didalamnya, namun terdapat angka dan jarum jam di salah satu bagiannya.
Berdasarkan kasus diatas, alat spignomaneter yang digunakan perawat adalah?
Oxymeter
Termometer
Spignomanometer Digital
Spignomanometer Aneroid
Spignomanometer Air raksa
Alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran tekanan darah, yang tidak memerlukan stetoskop dalam pengoperasiannya adalah?
Oxymeter
termometer
Spignomanometer Digital
Spignomanometer Aneroid
Spignomanometer Air raksa
Tn Z usia 40 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pengecekan tekanan darang, kondisi ruangan yang sangat dingin menyebabkan pasien menggigil, hasil tekanan darah pasien adalah 150/100 mmHg
Dalam kasus diatas, apa yang seharusnya di perhatikan oleh perawat?
Usia
Liingkungan
Persiapan Pasien
Alat Pengukur Tekanan Darah
Pemompaan dan Pengempesan manset
Perawat melakukan anamnesa pada pasien yang akan dilakukan pengukurna tekanan darah, apakah pasien baru selesai aktifitas seperti olah raga, naik turun tangga, berlari dan makan?
Dalam kasus diatas, perawat memperhatikan sesuatu tentang pemeriksaan tekanan darah dalam hal
Usia
Lingkungan
Persiapan Pasien
Alat Ukur Tekanan Darah
Pemompaan dan Pengempesan manset
Perawat X melakukan pengukuran tekanan darah pada pasien dengan potongan prosedur sebgai berikut:
• Meraba nadi pada lipatan lengan diletakkan pada arteri brakialis yang dapat diidentifikasi dengan menekan 2 jari diatas fossa cubiti bagian medial, lekukan antara muskulus bicep brachii dengan muskulus brachialis atau tepat di bawah lipatan siku (rongga antekubital), yang merupakan titik dimana arteri brakhialis muncul diantara kedua kaput otot biseps dan pompa alat hingga denyutan nadi tidak teraba lalu dipompa lagi hingga tekanaan meningkat sampai 30 mmHg di atas nilai tekanan nadi ketika denyutan nadi tidak teraba.
• Menempelkan steteskop pada perabaan denyut nadi, lepaskan pemompa perlahanlahan dan dengarkan suara bunyi denyut nadi. Bunyi tersebut dikenal sebagai bunyi Korotkoff yang terjadi bersamaan dengan detak jantung, dan akan terus terdengar dari arteri brakhialis sampai tekanan dalam manset turun di bawah tekanan diastolik dan pada titik tersebut bunyi akan menghilang.
• Mencatat bunyi pertama dan bunyi terakhir
Dari prosedur diatas, bunyi pertama yang dihasilkan adalah nilai dari?
Sistolik
Suspensi
Dispensi
Diastolik
Spignomanometer
Perawat X melakukan pengukuran tekanan darah pada pasien dengan potongan prosedur sebgai berikut:
• Meraba nadi pada lipatan lengan diletakkan pada arteri brakialis yang dapat diidentifikasi dengan menekan 2 jari diatas fossa cubiti bagian medial, lekukan antara muskulus bicep brachii dengan muskulus brachialis atau tepat di bawah lipatan siku (rongga antekubital), yang merupakan titik dimana arteri brakhialis muncul diantara kedua kaput otot biseps dan pompa alat hingga denyutan nadi tidak teraba lalu dipompa lagi hingga tekanaan meningkat sampai 30 mmHg di atas nilai tekanan nadi ketika denyutan nadi tidak teraba.
• Menempelkan steteskop pada perabaan denyut nadi, lepaskan pemompa perlahanlahan dan dengarkan suara bunyi denyut nadi. Bunyi tersebut dikenal sebagai bunyi Korotkoff yang terjadi bersamaan dengan detak jantung, dan akan terus terdengar dari arteri brakhialis sampai tekanan dalam manset turun di bawah tekanan diastolik dan pada titik tersebut bunyi akan menghilang.
• Mencatat bunyi pertama dan bunyi terakhir
Dari prosedur diatas, bunyi terakhir yang dihasilkan adalah nilai dari?
Sistolik
Suspensi
Dispensi
Diastolik
Spignomanometer
