NEW
Font size
WorksheetsKeluarga Sukhinah dalam Agama Hindu dan Tujuan Wiwaha
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Sejahtera dan bahagia adalah suatu keadaan di mana rohani (jiwa) terbebas dari penderitaan, di mana jiwa dalam keadaan tenteram dan damai (santhi). Kebahagiaan di dunia dalam konsep agama Hindu disebut dengan
Rta
Karma
Dharma
Jagadhita
Moksa
Beginilah macamnya orang yang memperoleh senang sekarang dan musuh kemudian: orang itu membiasakan melakukan dharma, sesudahnya sempurna melaksanakan dharma itu olehnya, maka berikhtiarlah ia memperoleh hartha kekayaan, dengan dharma pula ia berusaha, lalu ia beristri, mengenyam kenikmatan duniawi: dharma pula landasannya, dan kemudian ia melaksanakan yajña, dewa yajña, pitra yajña: orang yang demikian perilakunya, menikmati kebahagiaan sekarang dan kesenangan kemudian namanya (Sarasamuçcaya, 275). Terjemahan sloka ini merupakan cerminan dari Catur Putusha Artha dalam Keluarga Sukhinah yang diutamakan pada bagian ....
dharma, artha dan kama
karma, dharma dan rta
artha, kama dan jagadhita
dharma, jagadhita dan moksa
dharma, karma, moksa
Nafsu harus dikendalikan karena kalau tidak, akan dapat menimbulkan bencana yang tidak diinginkan. Nafsu dapat dikendalikan dengan selalu bersyukur dalam keluarga Sukhinah. Menurut Chanakya Niti Sastra, tiga hal yang patut disyukuri terdiri dari ....
istri/suami,makanan dan rejeki
anak, makanan, pakaian
makanan, pakaian, rumah
anak, makanan, rumah
pekerjaan, makanan, rumah
Manawa Dharmasastra menyatakan dharma pada zaman kali-yuga hanya berkaki satu sedangkan adharma berkaki tiga. Kekuatan adharma itulah yang menjadi penghalang sehingga orang sering keliru melihat kebenaran. Berikut ini yang sesuai dengan pernyataan tersebut, kecuali ....
Presentasi dharma adalah 25% sedangkan adharma 75 % pada jaman Kali Yuga
Manusia pada jaman kali Yoga lebih banyak yang lupa akan adanya dharma
Manusia senantiasa melaksanakan dharma agar tercapainya jagadhita dan moksa
Ciri-ciri jaman Kali Yuga adalah manusia tiga per empat lebih banyak tidak mengikuti adharma
Manusia yang masih menjalankan dharma hanya seperempat jumlahnya dibandingkan dengan adharma
Anak adalah merupakan curahan kasih sayang, lebih-lebih anak yang patuh dan berbakti kepada orang tua. Meskipun marah orang tuanya kepada anaknya sebenarnya bukanlah karena kebencian tetapi keinginan orang tua menjadikan anaknya yang sukses. Pernyataan ini sesuai dengan sloka yang berbunyi “Norana sih manglwehane atanaya” yang artinya ....
tidak ada cinta kasih yang melebihi kasih orang tua kepada anaknya
anak patut memberikan cinta kasih pada orangtua karena telah dilahirkan
anak suputra merupakan anugerah dari suatu keluarga yang sukhinah
keluarga yang sukhinah merupakan keluarga yang bahagia dan sejahtera
orangtua merupakan jalan untuk anak menanam karma dan pahala
Menurut Kitab Manava Dharmasastra, tujuan perkawinan agama Hindu ada tiga. Tujuan yang dimaksud adalah ....
Dharma, artha dan kama
Dharma, Jagadhita dan Moksa
Dharma, Sukhinah, Bhavantu
Praja, Rati dan Dharmasampati
Dharma, Karma dan Moksa
Pernyataan berikut ini yang sesuai dengan salah satu tujuan agama Hindu menurut Kitab Manava Dharmasastra dalam konsep Praja adalah ....
Suatu perkawinan akan sempurna jika dianugrahi anak yang suputra
suami dan istri hendaknya puas dengan keadaan dalam keluarga
suami dan istri bersama-sama melaksanakan kewajiban dalam rumah tangga
keluarga yang sukhinah adalah terdiri dari pasangan suami dan istri yang bahagia
kebahagiaan diperoleh jika suatu keluarga memenuhi kewajiban dalam keluarga
Berdasarkan Kitab ManuSmrti, perkawinan bersifat religius dan obligator karena dikaitkan dengan kewajiban seseorang untuk mempunyai keturunan dan untuk menebus dosa-dosa orang tua dengan jalan melahirkan seorang “putra”. Kata Putra berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya ....
ia yang menyeberangkan atau menyelamatkan arwah orang tuanya dari neraka
anak adalah anugerah terindah dalam keluarga sebagai wujud cinta kasih ayah dan ibu
tidak ada kasih sayang yang melebihi orang tua, maka dengan itu anak harus menunjukkan sikap bhakti
anak merupakan cerminan keluarga sukhinah menurut konsep agama Hindu
Anak Suputra merupakan indikator wajib dalam suatu keluarga yang sukhinah
Setiap orang yang telah hidup berumah tangga memiliki beberapa kewajiban yang harus dilaksanakan. Berikut ini yang bukan merupakan tujuan perkawinan menurut Undang-Undang Perkawinan No.1 Tahun 1974 Pasal 1 adalah ....
Membentuk keluarga bahagia lahir dan bhatin, sejahtera, dan kekal abadi berdasarkan ke Tuhanan Yang Maha Esa
Melahirkan keturunan atau anak suputra untuk menyelamatkan dan mendoakan agar leluhurnya mendapat jalan yang terang
Memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani yang dilandasi dengan Dharma/kewajaran
Membina rumah tangga dan bermasyarakat serta melaksanakan Yadnya (Panca Yadnya)
suami dan istri bersama-sama menjalankan kewajiban dalam mencari nafkah untuk keluarga
Orang yang mampu membuat seratus sumur masih kalah keutamaannya dibandingkan dengan orang yang mampu membuat satu waduk, orang yang mampu membuat sutu waduk kalah keutamaannya dibandingkan dengan orang yang mampu membuat satu yadnya secara tulus-ikhlas, dan orang yang mampu membuat seratus yadnya masih kalah keutamaannya dibandingkan dengan orang yang mampu melahirkan seorang anak yang suputra. Demikian keutamaan seorang anak yang suputra. Terjemahan sloka ini mengingatkan tentang ....
melaksanakan yadnya dengan tulus iklas
pentingnya menjadi anak suputra
kerja keras orangtua dalam keluarga
cinta kasih orangtua pada anak
kkeutamaan orang yang memuat 100 sumur
