wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis K3 Keperawatan

Total questions: 17

Worksheet time: 34mins

Name
Class
Date
1.

Di suatu RS untuk mencegah atau mengendalikan hazard dan risiko yang ada sudah cukup baik dengan menyediakan APD, membuat SOP, dan memberikan himbauan untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Namun masih terjadinya kecelakaan kerja seperti tergores kaca ampul yang dapat diakibatkan karena kurang berhati-hati dalam bekerja. Oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan kesadaran diri dengan cara, kecuali . . .

a)

memberikan punishment berupa teguran bagi yang belum menjalankan tugas sesuai prosedur

b)

melakukan evaluasi terhadap fasilitas yang sudah disediakan

c)

memberikan pelatihan pegawai

d)

mengkaji hazard dan risiko yang ada

e)

memberikan reward bagi pekerja yang sudah bekerja dengan baik dan sesuai SOP

2.

Hazard dan risiko yang dapat terjadi saat melakukan pengkajian, kecuali . . .

a)

kekerasan fisik pada perawat ketika melakukan wawancara

b)

perawat mengalami needle stick injury

c)

pasien dan keluarga acuh tak acuh dengan pertanyaan yang diajukan perawat

d)

resiko tertular penyakit dengan kontak fisik

e)

perawat terlalu empati dengan keadaan pasien dan keluarga

3.

Di suatu rumah sakit, pengelolaan sampahnya tidak berjalan dengan baik. Sampah-sampah RS tidak dibuang sesuai dengan ketentuan (sampah medis, non medis, benda tajam). Kondisi seperti merupakan salah satu contoh dari . . .

a)

Engineering control

b)

Administration control

c)

Unsafe condition

d)

Unsafe action

e)

Nearmiss

4.

Perawat Z lupa untuk mengkonfirmasi tindakan yang sudah dilakukan ke dalam dokumentasi asuhan keperawatan sehingga yang tertulis atau yang telah dilaksanakan oleh perawat kepada pasien tidak tercatat dalam catatan perkembangan di rekam medis pasien. Hal ini merupakan hazard dan risiko yang terjadi pada tahap . . .

a)

pengkajian

b)

diagnosa

c)

perencanaan

d)

implementasi

e)

evaluasi

5.

Perawat M melakukan kesalahan dalam pemberian obat kepada pasien, dikarenakan perawat lupa membaca instruktur atau catatan dokumen rekam medik dari pasien tersebut. Hal ini merupakan hazard dan risiko yang terjadi pada tahap . . .

a)

pengkajian

b)

diagnosa

c)

perencanaan

d)

implementasi

e)

evaluasi

6.

Perawat B dalam memilih intervensi yang akan diberikan kepada pasien selalu melihat kondisi dari masing-masing pasien, tidak mengeneralisir tindakan yang dipilih berdasarkan diagnosa medis pasien. Tindakan yang dilakukan termasuk salah satu upaya pencegahan hazard dan risiko di tahapan . . .

a)

pengkajian

b)

diagnosa

c)

perencanaan

d)

implementasi

e)

evaluasi

7.

Perawat A yang bekerja di RSS melakukan prosedur memiringkan pasien untuk pasien tirah baring yang bertujuan untuk mencegah dekubitus. Hal ini merupakan salah satu upaya pencegahan hazard dan risiko di tahapan . . .

a)

pengkajian

b)

diagnosa

c)

perencanaan

d)

implementasi

e)

evaluasi

8.

Pasien Y mengalami amputasi pada ekstremitas kanannya sebatas patella,tetapi ternyata yang seharusnya di amputasi adalah ekstremitas kirinya.Kejadian ini adalah contoh dari:

a)

Kejadian tidak diharapkan

b)

Kejadian nyaris cedera

c)

Kejadian tidak cedera

d)

Kondisi potensial cedera

e)

Kejadian sentinel

9.

Seorang petugas melakukan pembersihan dengan menggunakan desinfektan secara berkala pada ruangan-ruangan yang telah dipakai dan melakukan sterilisasi peralatan untuk membunuh bakteri dan virus. Pencegahan apakah yang dilakukan oleh petugas tersebut?

a)

Hazard fisik

b)

Hazard kimia

c)

Hazard biologi

d)

Hazard ergonomi

e)

Hazard psikososial

10.

Bagian personalia rumah sakit melakukan rotasi kepada seorang perawat yang bekerja di ruang ICU dipindahkan ke ruang poli klinik. Upaya pengendalian apakah yang dilakukan oleh bagian personalia tersebut?

a)

hazard fisik

b)

hazard kimia

c)

hazard biologi

d)

hazard ergonomi

e)

hazard psikososial

11.

Manakah tindakan keperawatan berikut ini yang merupakan upaya pencegahan risiko dalam perencanaan keperawatan?

a)

Mengumpulkan informasi mengenai kondisi pasien

b)

Mendiagnosa kondisi pasien

c)

Menanyakan keluhan pasien

d)

Memahami prosedur tindakan

e)

Mempersiapkan tempat tidur pasien

12.

Seorang perawat akan melakukan anamnesa kepada pasien yang baru datang ke poliklinik. Apakah upaya pencegahan risiko dan hazard yang diperlukan untuk tindakan perawat tersebut?

a)

Menggunakan masker

b)

Memakai sarung tangan

c)

Mengenakan pakaian lapis

d)

Mengenakan kacamata khusus

e)

Mengenakan alas kaki/sepatu

13.

Manakah tindakan berikut ini yang merupakan upaya pencegahan hazard dalam perencanaan keperawatan?

a)

Menanyakan apakah ada riwayat jatuh

b)

Menanyakan apakah ada gangguan penglihatan

c)

Menanyakan apakah ada gangguan pendengaran

d)

Mempersiapkan peralatan dengan lengkap

e)

Mengatur penerangan yang cukup

14.

1. Setelah mengecek tanda vital pasien, perawat lupa memasang side rail pasien N, sehingga menyebabkan pasien terjatuh dan mengalami fraktur (patah tulang). Kejadian tersebut termasuk ke dalam kecelakaan kerja dengan penyebab . . .

a)

Unsafe condition

b)

Unsafe action

c)

kejadian nyaris cedera

d)

Kecelakaan medis

e)

Malpraktik

15.

1. Agar tercipta kondisi kerja yang aman dan nyaman serta untuk menghindari adanya unsafe action, maka setiap tempat kerja perlu menetapkan standar operasional prosedur (SOP). Penerapan SOP merupakan salah satu bentuk dari . . .

a)

Engineering control

b)

Culture control

c)

Enforcement control

d)

Education control

e)

Administration control

16.

1. Perawat N sedang mengoplos obat pereda nyeri yang akan diberikan secara IV ke pasien A, saat akan memasukkan obat tersebut ke threeway pasien, perawat N menyadari bahwa obat yang sudah dioplos seharusnya untuk pasien B bukan pasien A. kejadian tersebut termasuk insiden . . .

a)

Kondisi potensial cedera (KPC)

b)

Kejadian tidak cedera (KTC)

c)

Kejadian nyaris cedera (KNC)

d)

Kejadian tidak diharapkan (KTD)

e)

Kejadian sentinel

17.

1. Perawat X bertugas di kamar operasi khususnya bagian orthopedic, dimana ruang OK tersebut hampir setiap hari melakukan tindakan C-arm (untuk mengetahui posisi yang tepat dari pemasangan plat di tulang pasien). Tindakan c-arm merupakan salah satu contoh dari hazard . . .

a)

Hazard kimia

b)

Hazard biologi

c)

Hazard psikososial

d)

Hazard ergonomik

e)

Hazard radiasi