WorksheetsTahap 1
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Name
Class
Date
1.
Seorang perempuan berusia 56 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan buang air besar hitam sejak 3 hari yang lalu. Pasien diketahui sering mengkonsumsi piroksikan umtuk nyeri pada lututnya. pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 100/70 mmHg; frekuensi nadi 104x/menit; frekensi napas 20x/menit; konjungtiva pucat dan nyeri tekan reegio umbilikus. Pada pemeriksaan esofagogastroduodenoskopi didapatkan hasil normal, dilanjutkan dengan pemeriksaan kolonoskopi lanjutan didapatkan adanya darah kehitaman, namun tidak tampak adanya sumber perdarahan aktif. Pemeriksaan lanjutan yang diperlukan untuk menarik sumber perdarahan pada pasien ini adalah:
a)
CT scan abdomen
b)
USG abdomen
c)
MRI abdomen
d)
CT angiografi
e)
Enteroskopi
2.
Seorang laki usia 50 tahun mengeluh gatal-gatal di seluruh badan sejak 2 bulan ini. Selain itu, pasien juga mengeluh badan lemah dan kulit menjadi kuning, berat badan yang semakin menurun. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ikterus, hepatomegali, massa abdomen bagian kanan atas, kandung empedu teraba, dan nyeri tekan regio kanan atas. Pemeriksaan laboratorium didapatkan bilirubin direct meningkat sedangkan bilirubin indirect normal, peningkatan alkali phosphatase, CA 19-9, CEA. Dugaan diagnosis tanpa pemeriksaan imaging, adalah
a)
Batu saluran empedu dengan komplikasi kolangitis
b)
Karsinoma kandung empedu
c)
kolesistitis
d)
Kolangiokarsinoma
e)
karsinoma kaput pankreas
3.
Seorang laki-laki 45 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri ulu hati sejak 3 bulan yang lalu. Pasien sudah minum ranitidine 2x150mg selama ini, namun keluhan masih ada. Ayah pasien menderita kanker lambung dan sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital dalam batas normal dan pada pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan episgatrium. Pasien sudah menjalani pemeriksaan esofagogastroduodenoskopi dengan hasil adanya beberapa polip kecil dan hiperemis ringan di antrum. Hasil biopsy pada daerah tersebut menujukkan polip inflamasi dan tidak ditemukan adanya kuman Helicobacter pylori. Tatalaksana selanjutnya yang diperlukan pada pasien ini adalah:
a)
Prokinetik
b)
Polipektomi
c)
Mukoprotektor
d)
Proton pump inhibitor
e)
Argon plasma coagulation
4.
Seorang perempuan 32 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri epigastrium. Pasien juga sering bersendawa dan mengeluh seperti ada makanan yang tertahan di dada.Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/90 frekuensi nadi 82, frekuensi napas 18 menit.. Pada pemeriksaan endoskopi tidak ditemukan adanya mucobal brese. Diagnosis pada pasien ini adalah
a)
GERD ( gastroesophageal refluks disese)
b)
NERD ( Non- erositve refluks disease)
c)
Berrett’s esophagus
d)
Dispepsia
e)
Akalasia
5.
Seorang perempuan berusia 40 tahun datang berobat ke IGD dengan keluhan nyeri perut bagian atas mendadak, dirasakan terus menerus dan makin lama makin bertambah nyeri, disertai demam, mual dan muntah. Nyeri dirasakan menjalar ke punggung, pinggang dan perut bagian bawah. Pasien membungkuk ke depan untuk mengurangi rasa nyeri. Dari pemeriksaan fisik didapatkan, pasien tampak gelisah. TD 90/60 mmHg, Nadi 112 x/menit, RR 24x/menit Tax 38,4oC. Didapatkan icterus, distensi abdomen dengan bising usus yang menurun dan ekimosis besar di area umbilicus. Tidak didapatkan Murphy sign. Dari pemeriksaan laboratorium di dapatkan Hb 13 g/dL, Hct 42%, WBC 17.000 /mm3, Plt 250.000 /mm3, SGOT 32 IU/L , SGPT 41 IU/L, SK 0,9 mg/dL, BUN 20 mg/dL, GDA 210 mg/dL, Amilase 1200 IU/L, Lipase 1750 IU/L. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:
a)
Perforasi ulkus peptikum
b)
Kolesistitis akut
c)
Kolik bilier
d)
Pankreatitis akut
e)
obstruksi intestinal akut
6.
Seorang laki-laki usia 40 tahun, mengeluh nyeri perut bagian bawah, terasa panas di rectum, BAB cair ada disertai darah dan lendir sejak 10 hari yang lalu. Demam ada. Pasien juga mengeluh nyeri sesaat akan BAB. Nafsu makannya menurun. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/70 mmHg, Nadi 90 x/menit. RR 20 x/menit. Suhu 390C. Pada laboratorium feses rutin didapatkan adanya eritrosit dan PMN. Diagnosis yang tepat untuk gejala diatas adalah ?
a)
Kolitis TB
b)
Kolitis Amuba
c)
Shigellosis
d)
Kolitis pseudomembran
e)
Chron’s disease
7.
Seorang laki-laki usia 52 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan BAB darah berwarna merah segar sejak 2 hari terakhir. Pasien juga mengeluh nyeri saat BAB dan dubur terasa panas. Selama ini pasien tidak suka makan sayur dan buah-buahan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis (-), benjolan di dubur yang dapat masuk ke dalam anus jika didorong dengan jari. Penatalaksanaan hemoroid berikut ini yang tidak tepat adalah:
a)
Perbaikan defekasi dengan obat laksan atau pencahar
b)
Campuran diosmin & hesperidin untuk terapi simptomatik
c)
Bowel Management Program (BMP) dengan suplemen serat dan pelicin tinja
d)
Dianjurkan posisi jongkok (squatting) sewaktu defekasi
e)
Skleroterapi & ligasi hemoroid jika pengobatan farmakologis & non-farmakologis tidak berhasil
8.
Seorang wanita 28 tahun datang ke poliklinik Penyakit Dalam dengan keluhan nyeri perut yang dirasakan sudah lebih dari 6 bulan terakhir, nyeri perut dirasakan di seluruh perut disertai diare ringan yang kadang bercampur darah, dan terkadang konstipasi. Pasien juga mengeluhkan adanya nafsu makan yang menurun, demam naik turun dan penurunan berat badan 10 kg dalam 3 bulan terakhir. Pada pemeriksaan fisik teraba massa abdomen kanan bawah. Pada pemeriksaan kolonoskopi tampak lumen yang menyempit, ulserasi dengan tepi yang irregular dan edematous, dinding kolon kaku. Diagnosis pasti untuk menegakkan kasus tersebut adalah dengan :
a)
Ditemukannya kuman C. Difficile pada pemeriksaan biopsi jaringan (riw. obat sepalosporin/kuinolon
b)
LGIE:pseudomebran kolitis,dasar bersih
c)
Ditemukannya kuman S.thypi pada pemeriksaan biopsi jaringan
d)
Ditemukannya kuman E. Coli pada pemeriksaan kultur feses
e)
Ditemukannya kuman tuberkulosis pada biopsi jaringan
9.
Seorang perempuan usia 60 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan kesulitan menelan makanan padat maupun cair sejak 2 bulan terakhir disertai keluhan nyeri dada dan batuk terutama malam hari, tidak didapatkan keluhan rasa asam atau pahit dalam mulut. Pasien mengeluh penurunan berat badan 15 kg dalam 2 bulan terakhir. Pada pemeriksaan radiologis dengan barium didapatkan gambaran dilatasi pada esofagus. Temuan berikut yang dapat ditemukan pada pemeriksaan manometri esofagus pada pasien ini adalah
a)
Peningkatan peristaltik esofagus
b)
Tekanan gaster pada keadaan istirahat lebih tinggi dari korpus esofagus
c)
Kontraksi sfinkter esofagus tidak sempurna waktu menelan
d)
Relaksasi sfinkter esofagus tidak sempurna waktu menelan
e)
Tonus sfinkter esofagus bawah rendah
10.
Seorang laki-laki berumur 60 tahun, datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut mendadak sejak 4 jam sebelumnya, nyeri dirasakan terus menerus dan semakin nyeri, tidak berkurang dengan istirahat. Os memiliki riwayat hipertensi dan hiperkolesterol dengan terapi yang tidak teratur. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 100/60 mmHg, nadi 110x/menit, RR 28x/menit, afebris, meteorismus, nyeri tekan kuadran kiri tengah. Bising usus menurun.EKG: AF moderate.Pemeriksaan penunjang apa yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis:
a)
Foto polos abdomen
b)
CT-Scan abdomen dengan kontras
c)
Kolonoskopi
d)
Arteriografi mesenterika
e)
Laparaskopi diagnostik
11.
Seorang pasien laki-laki berusia 40 tahun datang dengan keluhan BAB cair selama 3 hari. Pasien diterapi dengan attapulgite dan keluhan pasien berkurang. Tiga bulan kemudian, pasien datang kembali dengan keluhan BAB cair dan tidak berhenti sejak 3 minggu terakhir. BAB cair hanya dialami pada pagi hari saat bangun tidur. Pemeriksaan analisa feses dalam batas normal. Pasien kemudian menjalani pemeriksaan kolonoskopi dan tidak ditemukan adanya kelainan. Pasien ternyata 3 bulan yang lalu baru kehilangan pekerjaannya dan sampai sekarang belum mendapatkan pekerjaan. Dari data yang ada apakah diagnosis yang paling memungkinkan untuk pasien ini?
a)
Depresi berat
b)
Gangguan cemas
c)
IBS (Irritabe bowel syndrome)
d)
Diare osmotik
e)
Diare sekretorik
12.
Seorang laki-laki ± 20 tahun diantar oleh petugas kepolisian ke UGD setelah ditemukan di jalan tidak sadarkan diri pemeriksaan fisik KU : sakit berat somnolen, T : 120/80 N : 120 x/m R : 32 x/m dalam S : 36,5°C, lain-lain dalam batas normal Hasil lab menunjukkan : Hb 19,2 Ht 57 L 14.400 Tr 460000 SGOT 23 SGPT 21 ureum 67 kreatinin 1,1 GDS 48 Na 143 K 5,8 Ca 4,72 Mg 2,33 Chlorida 97 AGD pH 6,997 PCO2 36,2 PO2 113 HCO3 10,4 TCO2 12,3 BE – 29 SaO2 99 Anion Gap 42 urin rutin warna kuning pekat BJ > 1,030 pH 6,7 nitrit - protein - glukosa - keton +++ urobilinogen < 1 bilirubin - eritrosit - lekosit 1 sel epitel 2 bakteri - kristal - silinder - urin benzodiazepine - coccain - amphetamine - cannabionide - CT Scan Kepala : tidak ada kelainan. Penyebab asidosis yang paling mungkin pada os ini :
a)
Intoksikasi etanol
b)
Intoksikasi metanol
c)
Diabetik ketoasidosis
d)
Intoksikasi sianida
e)
AKI tahap III
13.
Seorang wanita dalam kehamilan 10 minggu dengan hepatitis B kronis, dari hasil pemeriksaan penunjang didapatkan HbeAg +, HBV DNA 1x 10^6, SGOT 30, SGPT 26. Penatalaksanan yang tepat pada pasien ini :
a)
Tidak ada tatalaksana, hanya observasi saja
b)
Segera berikan antivirus untuk ibu
c)
Immunoglobulin untuk bayi, tidak ada tatalaksana untuk ibu
d)
Immunoglobulin + vaksin Hepatitis B untuk bayi, antivirus untuk Ibu
e)
Immunoglobulin + vaksin hepatitis untuk bayi, tidak ada tatalaksana buat ibu
14.
Seorang laki-laki usia 49 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan badan lemah dalam 1 bulan terakhir disertai keluhan sering diare dan penurunan berat badan 10 kg dalam 3 bulan terakhir. Pasien juga sering mengeluhkan nyeri perut sebelah bawah. Dari pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis. Pemeriksaan jantung dan paru tidak didapatkan kelainan. Pada pemeriksaan abdomen tidak didapatkan kelainan yang jelas. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia hipokrom mikrositer. Pada pemeriksaan kolonoskopi didapatkan polip multipel pada rektosigmoid. Berikut diantara faktor yang meningkatkan resiko pembentukan adenoma dan kanker kolorektal adalah :
a)
Usia dibawah 50 tahun
b)
Diet tinggi serat
c)
Obesitas
d)
Penggunaan NSAID
e)
Diet tinggi folat
15.
Seorang wanita, 36 tahun datang berobat ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan nyeri perut kiri dan kanan bawah. Lokasi nyeri tidak dapat ditunjukkan dengan jelas. setahun terakhir, keluhan dirasakan sebanyak 7 kali selama 3 minggu. BAB kadang cair. Nyeri berkurang setelah BAB. Pada pemeriksaan fisik abdomen didapatkan nyeri tekan fossa iliaka kiri, bising usus normal dan pada pemeriksaan colon dubur terdapat lendir dan tidak ada darah. Hasil lab feses lendir positif, darah samar negative. Tatalaksana pada penderita <br />
a)
Modifikasi diet, psikoterapi dan obat-obatan
b)
Kolonoskopi tiap 6 bulan
c)
Pemeriksaan feses setiap 6 bulan
d)
Endoskopi dan kolonsokopi
e)
PPI
16.
Seorang wanita usia 55 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan sulit menelan makanan yang memberat sejak 1 minggu ini. Keluhan ini juga disertai rasa kembalinya makanan saat pasien berbaring lama. Mulut tidak terasa asam ataupun pahit. Saat dilakukan foto dada didapatkan gambaran kontur ganda di atas mediastinum bagian kanan menyerupai mediastinum yang melebar disertai gambaran adanya batas cairan dan udara. Kemungkinan diagnosis pasien adalah
a)
Hernia hiatus
b)
Perforasi esofagus
c)
Schatzki ring
d)
Barret esofagus
e)
Akalasia
17.
Seorang wanita usia 35 tahun datang untuk berkonsultasi dengan anda membawa hasil lab HBsAg (+), HBeAg (-), anti HBe (+), HBV DNA 2x107 copy, SGOT 109, SGPT 98. Saat ini pasien tidak ada keluhan. Berdasarkan data di atas, pasien saat ini berada dalam hepatitis B fase?
a)
Immunetolerance
b)
Immuneclearance
c)
Inactive carrier
d)
Kronis
e)
Reactivation
18.
Seorang laki-laki usia 56 tahun dibawa ke ruang IGD karena penurunan kesadaran sejak 2 hari. Sebelumnya dikatakan oleh anak pasien bahwa pasien tampak bingung dan gelisah sehingga sulit diajak bicara, lalu pasien dibawa ke puskesmas dan diberi obat penenang. Riwayat sirosis hati dialami pasien sejak 1 tahun lalu dan sudah 3 kali keluar masuk rumah sakit karena pengambilan cairan perut yang terlalu banyak. Dari pemeriksaan fisik tidak dijumpai defisit neurologis dan CT-scan kepala dalam batas normal. Tujuan pemberian asam amino rantai cabang pada pasien ini adalah:
a)
Pemberian asam amino rantai cabang akan meningkatkan produksi asam amino aromatik.
b)
Pemberian asam amino rantai cabang dengan dekstrose hipertonik akan meningkatkan hiperaminosidemia.
c)
Asam amino rantai cabang akan mengganggu sintesis katekolamin di jaringan perifer
d)
Asam amino rantai cabang dapat memberi suplai energi sehingga tidak memperberat fungsi hati
e)
Asam amino rantai cabang dapat memperlancar BAB
19.
Seorang pria berusia 57 tahun berobat ke klinik Penyakit Dalam dengan keluhan badan kuning sudah hampir 3 minggu. Pasien sudah berobat ke beberapa dokter tapi penyebabnya belum diketahui. Pemeriksaan fisik hanya menunjukkan adanya sklera dan kulit ikterik, serta hepatomegali dengan permukaan rata dan tepi tumpul. Pemeriksaan laboratorium dengan bilirubin total 8,5 mg/dL; bilirubin direk 6,7 mg/dL; albumin 2,5 g/L; SGOT 105 IU/L: SGPT 85 IU/L; HBsAg negatif. Pemeriksaan USG dan MSCT abdomen atas hanya menunjukkan pelebaran sistem bilier intra dan extra hepatik serta asites minimal. <br />Pemeriksaan yang diperlukan untuk mendukung diagnosis adalah :
a)
a. Biopsi hati
b)
Pungsi cairan asites
c)
Aspirasi jarum halus pada hepar
d)
Percutaneous transhepatic biliary drainage
e)
Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography
20.
Seorang wanita usia 45 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan atas. Nyeri kadang-kadang menjalar hingga ke bahu kanan, dan muncul terutama setelah makan makanan yang berlemak. Pada pemeriksaan fisik didapatkan penderita obese, kesadaran compos mentis, tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 110x/menit, pernafasan 24x/menit, suhu 38,5°C, sclera ikterik (+), Murphy’s sign (+), paru dan jantung dalam batas normal. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 11,3 g/dL, Leukosit 15.600/mmk, hematokrit 34,5%, trombosit 210.000/mmk, SGOT 89, SGPT 112, bilirubin T/D/I 3,2/2/1,2 mg/dL. Pasien kemudian dilakukan USG abdomen dan didapatkan penebalan dinding empedu 5 mm, sludge (+), ascites (-). Patogenesis yang mendasari keluhan pasien diatas adalah:
a)
Hipersaturasi cairan dan kolesterol dalam kandung empedu
b)
Proses pengendapan kalsium bilirubinate oleh aktivitas infeksi kuman
c)
Dekonjugasi garam empedu oleh bakteri menjadi asam empedu toksik
d)
Hidrolisis bilirubin di kandung empedu oleh enzim β-glucoronidase bakteri
e)
Stasis cairan empedu akibat gangguan motilitas kandung empedu
100 %
