NEW
Font size
WorksheetsAssesment
Total questions: 10
Worksheet time: 2mins
Perilaku yang dalam menyampaikan sesuatu langsung dan apa adanya tanpa memperhatikan perasaan orang yang diajak bicara merupakan karakteristik dari perilaku:
Agresif terbuka.
Pasif.
Agresif tersembunyi.
Asertif.
Perilaku yang saat berkomunikasi sangat mempertimbangkan perasaan orang lain atau lawan bicara, namun karena terlalu mempertimbangkannya, maka menjadi tidak terbuka dan sulit menyampaikan apa yang diinginkannya merupakan karakteristik dari perilaku:
Asertif.
Agresif tersembunyi.
Pasif.
Agresif terbuka.
Perilaku yang saat berkomunikasi tidak menyampaikan apa adanya kepada orang yang bersangkutan, namun menyampaikannya kepada orang lain yang sebenarnya tidak berkepentingan dengan hal tersebut merupakan karakteristik dari perilaku:
Agresif terbuka.
Agresif tersembunyi.
Pasif.
Asertif.
Perilaku yang saat berkomunikasi menyampaikan apa yang menjadi keinginannya dengan lugas, namun juga tetap memperhatikan perasaan atau pertimbangan bagi orang yang diajak bicara merupakan karakteristik dari perilaku:
Agresif terbuka.
Agresif tersembunyi.
Pasif.
Asertif.
“Kamu gimana sih, saya ingin penjualan kamu naik. Kok 3 bulan ini penjualan kamu jelek. Masih mau kerja nggak?”
Kalimat di atas merupakan contoh kalimat yang biasanya diungkapkan oleh perilaku:
Agresif tertutup.
Asertif.
Pasif.
Agresif terbuka.
Berikut ini yang tidak termasuk ke dalam langkah-langkah yang digunakan untuk menerapkan gaya komunikasi asertif adalah:
Menganalisa situasi.
Menolak masukan.
Mengevaluasi perilaku non-verbal.
Menguji pemahaman.
Ketika menghadapi situasi yang emosional, komunikator yang asertif akan melakukan hal di bawah ini, kecuali:
Menganalisa situasi sehingga mereka memahami sumber emosi mereka.
Mengambil satu langkah mundur.
Melakukan konfrontasi dengan pihak lain menggunakan emosinya.
Memikirkan bagaimana menggunakan emosi tersebut secara konstruktif.
Dalam mempengaruhi secara asertif, kita dapat melakukan langkah ‘state your position’ dengan mengkomunikasikan 3 hal berikut, kecuali:
Analisa kebutuhan.
Manfaat.
Tindakan.
Pesan utama.
Dalam melakukan langkah ‘receive feedback’, strategi yang perlu dilakukan salah satunya adalah:
Melakukan interupsi saat ada umpan balik yang kurang sesuai.
Fokus pada perilaku yang dapat Anda ubah.
Memberikan pembelaan saat ada hal yang tidak sesuai dengan situasi Anda.
Mengambil masukan secara personal.
Dalam melakukan langkah ‘test for understanding’, strategi yang sebaiknya tidak dilakukan adalah:
Menyimpulkan poin utama yang didiskusikan.
Meminta persetujuan.
Mengambil
keputusan berdasarkan sudut pandang pribadi.
Memutuskan bagaimana menerapkan langkah-langkah menjadi tindakan.
