Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TEKS ANEKDOT

Total questions: 20

Worksheet time: 3hrs 20mins

Name
Class
Date
1.

Syukur Tidak Bisa memanjat

(1) Guyonan itu, rupanya, tidak berlebihan. Meski sudah banyak yang meramalkan bahwa penampilan Gus Dur di depan DPR Kamis lalu bakal ramai, toh tidak ada yang menyangka bahwa sampai seramai itu. Kalau bukan kiai, mana berani menjadikan pidato Ketua DPR Akbar Tandjung sebagai sasaran humor? (2) Akbar sejak dulu memang selalu memulai pidato dengan memanjatkan syukur. (3) Maka, Gus Dur pun melucu, yang membuat semua anggota DPR tertawa: syukur memang perlu dipanjatkan karena Syukur tidak bisa memanjat

(4) Begitu menariknya, karuan saja pidato presiden kini banyak ditunggu penonton televisi. Padahal, dulu-dulu kalau presiden pidato di TV banyak yang mematikan TV-nya. (5) Begitu tidak menariknya pidato presiden di masa Orde Baru sampai-sampai pernah para anggota DPRD diwajibkan mendengarkannya. Itu pun harus diawasi agar mereka sungguh-sungguh seperti mendengarkan. Untuk itu, perlu diadakan sidang pleno DPRD dengan acara khusus nonton televisi.


Kelucuan atau kekonyolan anekdot tersebut terdapat pada kalimat nomor. . . .

a)

A. 1)

b)

B. 2)

c)

C. 3)

d)

D. 4)

e)

E. 5)

2.

Syukur Tidak Bisa memanjat

(1) Guyonan itu, rupanya, tidak berlebihan. Meski sudah banyak yang meramalkan bahwa penampilan Gus Dur di depan DPR Kamis lalu bakal ramai, toh tidak ada yang menyangka bahwa sampai seramai itu. Kalau bukan kiai, mana berani menjadikan pidato Ketua DPR Akbar Tandjung sebagai sasaran humor? (2) Akbar sejak dulu memang selalu memulai pidato dengan memanjatkan syukur. (3) Maka, Gus Dur pun melucu, yang membuat semua anggota DPR tertawa: syukur memang perlu dipanjatkan karena Syukur tidak bisa memanjat

(4) Begitu menariknya, karuan saja pidato presiden kini banyak ditunggu penonton televisi. Padahal, dulu-dulu kalau presiden pidato di TV banyak yang mematikan TV-nya. (5) Begitu tidak menariknya pidato presiden di masa Orde Baru sampai-sampai pernah para anggota DPRD diwajibkan mendengarkannya. Itu pun harus diawasi agar mereka sungguh-sungguh seperti mendengarkan. Untuk itu, perlu diadakan sidang pleno DPRD dengan acara khusus nonton televisi.


Jenis anekdot tersebut adalah . . . .

a)

A. anekdot nasihat

b)

B. anekdot fiksi

c)

C. anekdot nonfiksi

d)

D. anekdot tokoh terkenal fiksi

e)

E. anekdot tokoh terkenal nonfiksi

3.

Syukur Tidak Bisa memanjat

(1) Guyonan itu, rupanya, tidak berlebihan. Meski sudah banyak yang meramalkan bahwa penampilan Gus Dur di depan DPR Kamis lalu bakal ramai, toh tidak ada yang menyangka bahwa sampai seramai itu. Kalau bukan kiai, mana berani menjadikan pidato Ketua DPR Akbar Tandjung sebagai sasaran humor? (2) Akbar sejak dulu memang selalu memulai pidato dengan memanjatkan syukur. (3) Maka, Gus Dur pun melucu, yang membuat semua anggota DPR tertawa: syukur memang perlu dipanjatkan karena Syukur tidak bisa memanjat

(4) Begitu menariknya, karuan saja pidato presiden kini banyak ditunggu penonton televisi. Padahal, dulu-dulu kalau presiden pidato di TV banyak yang mematikan TV-nya. (5) Begitu tidak menariknya pidato presiden di masa Orde Baru sampai-sampai pernah para anggota DPRD diwajibkan mendengarkannya. Itu pun harus diawasi agar mereka sungguh-sungguh seperti mendengarkan. Untuk itu, perlu diadakan sidang pleno DPRD dengan acara khusus nonton televisi.


Sudut pandang yang digunakan dalam teks tersebut adalah . . . .

a)

A. orang pertama terbatas

b)

B. orang pertama serbatahu

c)

C. orang kedua terbatas

d)

D. orang ketiga terbatas

e)

E. orang ketiga serbatahu

4.

Kesetrika

Suatu hari yang cerah, datanglah seorang laki-laki kerumah sakit dengan kedua telinganya yang terkena luka bakar.

Dokter : “Loh, kenapa telinga anda pak ?”

Pasien : “Begini dok, tadi saya sedang menyetrika baju, nah pada saat saya sedang menyetrika, tiba-tiba telpon saya berdering. [.....] reflek, pada saat itu sektrika yang saya pegang saya tempelkan ke telinga kiri saya dok.”

Dokter : “Oh jadi begitu pak, saya paham keluhan anda, terus kalau telinga bapak yang kanan kenapa ?”

Pasien : “Nah itu dia dok, si bego itu nelpon lagi.”


Konjungsi yang tepat untuk mengisi bagian rumpang teks anekdot tersebut adalah . . . .

a)

A. karena

b)

B. bahwa

c)

C. sehingga

d)

D. walaupun

e)

E. sedangkan

5.

Tiba-tiba Gus Dur yang menjulurkan tangannya keluar pesawat.

"Wah... kita sedang berada di atas Tanah Abang!" teriak Gus Dur.

"Lho kok bisa tau sih?" tanya Clinton dan Chirac heran.

"Ini, jam tangan saya ilang," jawab Gus Dur kalem.


Maksud tersirat dari kalimat jam tangan Gus Dur hilang adalah . . . .

a)

A. Tanah Abang terkenal sebagai kawasan oleh-oleh elektronik

b)

B. Tanah Abang terkenal sebagai kawasan yang dihafal Gus Dur

c)

C. Tanah Abang terkenal sebagai kawasan ramai di Kota Jakarta

d)

D. Tanah Abang terkenal sebagai kawasan rawan pencurian barang

e)

E. Tanah Abang terkenal sebagai kawasan penjualan jam tangan

6.

Alkisah, di suatu persidangan terjadi dialog sebagai berikut.

"Sumpah mati, Pak Hakim. Saya sama sekali tidak melakukan semua tuduhan korupsi itu!"

"Saudara jangan berbohong! Tahukah apa hukumannya bagi pelaku yang memberi keterangan palsu di bawah sumpah?"

"Hukuman pastinya saya tidak tahu. Akan tetapi, saya yakin pasti lebih ringan daripada korupsi!"


Latar tempat dalam teks anekdot tersebut adalah . . . .

a)

A. Penjara

b)

B. Kantor Polisi

c)

C. Ruang Sidang

d)

D. Rumah hakim

e)

E. Kantor Pengacara

7.

Alkisah, di suatu persidangan terjadi dialog sebagai berikut.

"Sumpah mati, Pak Hakim. Saya sama sekali tidak melakukan semua tuduhan korupsi itu!"

"Saudara jangan berbohong! Tahukah apa hukumannya bagi pelaku yang memberi keterangan palsu di bawah sumpah?"

"Hukuman pastinya saya tidak tahu. Akan tetapi, saya yakin pasti lebih ringan daripada korupsi!"


Makna kata Palsu dalam teks anekdot tersebut adalah . . . .

a)

A. tiruan

b)

B. bohong

c)

C. curang

d)

D. sumbang

e)

E. gadungan

8.

Seorang pejabat daerah yang mencalonkan

untuk ikut pilkada memasuki kantor sebuah surat dan langsung marah-marah.

"Berita tentang saya yang kalian tulis semuanya tidak sesuai dengan kenyataan!” katanya setengah berteriak.

"Tenang dulu, Pak!" jawab pimpinan redaksi surat kabar tersebut.

"Tenang bagaimana?”

”Kalau kami menulis tentang Bapak sesuai dengan kenyataan yang ada, pasti Bapak tidak akan terpilih sebagai kepala daerah, melainkan malah dipanggil KPK," kata pimpinan redaksi dengan kalem.


Simpulan isi anekdot tersebut adalah. . . .

a)

A. Pihak surat kabar menuliskan kabar palsu untuk melindungi nama baik si pejabat

b)

B. Pihak surat kabar tidak menuliskan isi berita sesuai dengan permintaan si pejabat

c)

C. Pihak surat kabar tidak bertanggung jawab dengan isi berita mengenai si pejabat

d)

D. Pihak surat kabar meminta maaf telah menuliskan berita bohong tentang si pejabat

e)

E. Pihak surat kabar menuliskan berita bohong untuk menjatuhkan nama baik si pejabat

9.

"kamu membuat sontekan, ya?" tanya si kawan.

"Ah, hanya catatan-catatan kecil untuk ujian nanti," jawab mahasiswa.

"Wah, kamu curang!" kata si kawan.

"Sedikit gak apa asal gak korupsi."

"bukannya nyontek itu bibit korupsi?"

Mereka berdua pun terdiam.


Pesan yang terkandung dalam anekdot tersebut adalah. . . .

a)

A. Dilarang curang

b)

B. Dilarang korupsi

c)

C. Dilarang menyontek

d)

D. Dilarang berbohong

e)

E. Dilarang mencela

10.

"kamu membuat sontekan, ya?" tanya si kawan.

"Ah, hanya catatan-catatan kecil untuk ujian nanti," jawab mahasiswa.

"Wah, kamu curang!" kata si kawan.

"Sedikit gak apa asal gak korupsi."

"bukannya nyontek itu bibit korupsi?"

Mereka berdua pun terdiam.


Koda dalam anekdot tersebut adalah . . . .

a)

A. "kamu membuat sontekan, ya?" tanya si kawan.

b)

B. "Wah, kamu curang!" kata si kawan.

c)

C. "Sedikit gak apa asal gak korupsi."

d)

D. "Bukannya nyontek itu bibit korupsi?"

e)

E. Mereka berdua pun terdiam.

11.

Perampok 1: “Keluar dan serahkan semua harta benda yang kalian miliki”.

Pejabat: “Berani-beraninya kalian hendak merampok kami”.

Perampok 2: “Jangan banyak bicara. Cepat serahkan semua harta kalian atau nyawa kalian akan menjadi taruhannya”.

Pejabat: “Jangan main-main, saya ini anggota dewan. Itu teman saya dirjen pajak dan kedua orang di jok mobil belakang adalah asisten menteri”.

Perampok 3: “Jadi rupanya kalian adalah perampok yang sesungguhnya”.

Perampok 2: “Kalau begitu kembalikan uang kami yang telah kalian rampok”

Kemudian ketiga perampok tersebut berhasil menggambil kembali uang-uang mereka dengan membawa pergi mobil mewah tersebut berserta harta benda yang ada di dalamnya.


Teks anekdot tersebut menceritakan . . . .

a)

A. Perampokan kepada para pejabat

b)

B. Pejabat yang ditindak oleh aparat

c)

C. Tindakan mengatasi para koruptor

d)

D. Perampokan kepada orang terkenal

e)

E. Kasus korupsi yang dilakukan pejabat

12.

Aspek yang harus ada dalam struktur teks anekdot, yaitu ….

a)

A. krisis-reaksi-koda

b)

B. orientasi-krisis-koda

c)

C. abstraksi- krisis-koda

d)

D. orientasi-krisis-reaksi

e)

E. abstrak-orientasi-krisis

13.

Kalimat yang menujukkan kalimat imperatif?

a)

A. “Apakah benar,” teriak Jaksa,

b)

B. “Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa!”

c)

C. “Saya pikir dia tadi berbicara dengan Anda.”

d)

D. “Oh, maaf! ”Saksi terkejut sambil berkata kepada hakim.

e)

E. “Bukankah benar bahwa Anda menerima lima ribu dolar?”

14.

Cermati kalimat-kalimat berikut!

(1) Bu guru pun tersenyum

(2) Siapa yang bisa membuat perumpamaan bagi penegakan hukum di negeri kita? Tanya Bu guru di depan kelas.

(3) Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek

(4) Tidak lama kemudian seorang anak menjawab dengan lantang

(5) Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.

(6) Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil Bu, kalau kasus besar tidak pernah muat.


Susunlah anekdot berikut ini sesuai dengan strukturnya!

a)

A. (1) – (2) – (3) – (4) – (5) – (6)

b)

B. (1) – (2) – (4) – (5) – (3) – (6)

c)

C. (2) – (4) – (5) – (3) – (6) – (1)

d)

D. (2) – (4) – (5) – (6) – (3) – (1)

e)

E. (3) – (2) – (1) – (4) – (5) – (6)

15.

Makna yang tersirat berdasarkan gambar tersebut adalah...

a)

A. Hukum di negeri ini sudah adil

b)

B. Banyak koruptor yang menyuap dengan sejumlah uang demi diringankan kasusnya

c)

C. Dengan uang, kasus menjadi ringan.

d)

D. Vonis hukuman yang dijatuhkan tidak sebanding dengan apa yang diperbuat.

e)

E. Hakim sudah berlaku adil bagi koruptor

16.

Berikut ini yang bukan ciri-ciri teks anekdot adalah….

a)

A. Struktur teks orientasi-krisis-reaksi

b)

B. Memiliki pesan moral

c)

C. Memiliki unsur lucu

d)

D. Berbentuk cerita

e)

E. Menggelitik

17.

Bacalah kutipan teks anekdot tersebut!

[. . . .]

Malik : “Tuan Abdul, saya sudah cari kemana-mana tetapi saya tidak menemukan kambing yang punya taduk sejengkal manusia.”

Abdul : “Bagaimana kalau kita membuat sayembara, cepat buat pengumuman keseluruh negeri bahwa kita membutuhkan seekor kambing yang memiliki tanduk sejengkal manusia untuk disembelih.


Abstraksi yang tepat untuk melengkapi kutipan teks anekdot di atas adalah…

a)

A. Pada suatu hari Tuan Malik mencari kambing yang sudah seminggu menghilang.

b)

B. Tuan Abdul membuat sayembara perihal pencarian kambing.

c)

C. Akhirnya kambing itu ditemukan.

d)

D. Tuan malik tidak mencari kambing yang punya tanduk sejangkal manusia.

e)

E. Kemudian Tuan malik dan tuan Abdul bersepakat membuat sayembara untuk mencari kambing yang memiliki tanduk sejengkal manusia.

18.

kalimat pertanyaan yang tidak ditujukan untuk mendapatkan jawaban disebut . . . .

a)

A. Kalimat tanya

b)

B. Kalimat imperatif

c)

C. Kalimat seru

d)

D. Kalimat retoris

e)

E. Kalimat yang menggunaka konjungsi

19.

Berikut ini termasuk langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyimpulkan makna tersirat dalam teks anekdot, kecuali…

a)

A. Membaca teks anekdot secara keseluruhan

b)

B. Memahami unsur-unsur teks anekdot

c)

C. Menganalisa struktur teks, yaitu memisahkan bagian abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda

d)

D. Menangkap aspek lucu, konyol, dan jengkel dalam teks anekdot

e)

E. Menangkap makna tersirat berupa kalimat sindiran atau amanat dari anekdot tersebut

20.

(1) Saat sesi tanya-jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen. (2) “Apa kepanjangan KUHP, Pak?” (3) Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. (4)“Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. (5) Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak …!”


Krisis yang terdapat pada teks di atas adalah...

a)

A. 1

b)

B. 2

c)

C. 3

d)

D. 4

e)

E. 5