wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Try Out 3 LSPP 2

Total questions: 52

Worksheet time: 26mins

Name
Class
Date
1.

Sebuah bank mempunyai beberapa debitur yang tergolong katagori macet. Management Bank memutuskan beberapa debitur yang macet dikeluarkan dari neraca bank. Tindakan tersebut dinamakan

a)

Hapus tagih

b)

Pembebasan hutang

c)

Hapus buku

d)

Restrukturisasi

2.

Pada asset berupa tagihan kepada perusahaan (claim on corporate) diatur bobot risiko sebesar 100%. Jika eksposur nasabah sebesar Rp 100M maka besarnya Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) pada nasabah tersebut berdasarkan Pendekatan Standar (Standardized Approach) adalah

a)

Rp 0.8M

b)

Rp 10 M

c)

Rp 8 M

d)

Rp 100 M

3.

Pada asset berupa tagihan kepada perusahaan (claim on corporate) diatur bobot risiko sebesar 100%. Jika eksposur nasabah sebesar Rp 100M maka besarnya Modal pada nasabah tersebut berdasarkan Pendekatan Standar (Standardized Approach) adalah:

a)

Rp 0.8M

b)

Rp 10 M

c)

Rp 8 M

d)

Rp 100 M

4.

Apabila sebagian besar debitur sebuah bank kurang baik dan tidak mempunyai rating external, maka untuk pengukuran kebutuhan modal untuk mengcover risiko kredit, metode yang paling menguntungkan bank dalam jumlah modal yang dibutuhkan adalah:

a)

Standardized approach

b)

IRB Foundation

c)

IRB Advance

d)

Advance Measurement Approach (AMA)

e)

Internal Model Approach (IMA)

5.

Seluruh posisi perdagangan bank (proprietary position) pada instrument keuangan dalam neraca (on balance sheet) dan atau rekening administrative (off balance sheet) termasuk transaksi derivative harus dilakukan perhitungan harga pasar (marked to market /MTM). Secara akuntansi keuntungan atau kerugian yang timbul dari MTM dari posisi trading akan mempengaruhi:

a)

Rekening Modal

b)

Rekening Laba/Rugi

c)

Rekening Off Balance Sheet

d)

Semua betul

6.

Salah satu cara mengendalikan risiko pasar dalam trading book adalah dengan melakukan Hedging. Contoh transaksi lindung nilai (Hedging) yang dapat digunakan dalam pengendalian risiko pasar adalah sebagai berikut, kecuali :

a)

Transaksi Spot

b)

Transaksi Forward

c)

Transaksi Option

d)

Transaksi Swap

7.

Proses penentuan harga atau marked to market (MTM) dilakukan secara harian atas portofolio trading, yang dapat mengakibatkan bank memperoleh keuntungan ataupun kerugian secara “unrealized”. Untuk mengurangi dampak kerugian atas pergerakan faktor pasar perlu ditentukan suatu aturan aktivitas trading dalam bentuk :

a)

Penetapan berbagai limit trading

b)

Penetapan jenis surat berharga yang dapat diperdagangkan

c)

Penetapan jenis tenor surat berharga

d)

Penetapan holding periode transksi trading

8.

Selain bertugas dalam aktivitas trading, unit kerja treasury pada bank umumnya memiliki tanggung jawab antara lain :

a)

Mengelola likuiditas, memelihara aset likuid dan mengelola risiko suku bunga pada banking book

b)

Mengelola trade finance, mengelola likuiditas dan memelihara aset likuid

c)

Mengelola aktivitas perkreditan, mengelola trade finance, mengelola likuiditas, memelihara aset likuid dan mengelola risiko suku bunga pada banking book

d)

Semua betul

9.

Unit kerja yang bertugas menentukan harga pasar secara harian dari portofolio trading, dengan menggunakan model yang sudah ditetapkan oleh bagian risk management adalah

a)

Unit Kerja Front Office

b)

Unit Kerja Middle Office

c)

Unit Kerja Back Office

d)

Unit Kerja Treasury

10.

Unit kerja yang bertugas menentukan harga pasar untuk dapat digunakan menghitung Mark to Market setiap hari adalah

a)

Unit Kerja Front Office

b)

Unit Kerja Middle Office

c)

Unit Kerja Back Office

d)

Unit Kerja Treasury

11.

Proses valuasi terhadap posisi trading book wajib dilakukan secara harian berdasarkan nilai wajar dengan menggunakan harga transaksi yang terjadi (close out price). Penggunaan valuasi bid price wajib digunakan untuk melakukan valuasi atas posisi instrument sebagai berikut :

a)

Aset yang diperoleh atau kewajiban yang dimiliki

b)

Aset yang akan diperoleh (bank siap membeli) atau kewajiban yang akan diterbitkan

c)

Aset yang dimiliki atau kewajiban yang akan diterbitkan

d)

Aset yang dimiliki atau kewajiban yang dimiliki

12.

Pejabat di unit treasuri yang sedang melakukan proses mark to market atas poisisi obligasi korporasi yang dimiliki bank. Karena harga tidak tersedia di pasar dan obligasi tersebut tidak likuid, maka harga posisi obligasi tersebut ditentukan dengan cara :

a)

Menggunakan harga atas dasar transaksi terakhir yang terjadi di pasar

b)

Menggunakan harga atas dasar rumusan valuasi harga obligasi

c)

Menggunakan harga atas dasar rumusan valuasi dengan menyesuaikan diskonto

d)

Menggunakan nilai nominal obligasi

13.

Dalam menghitung kebutuhan modal untuk mencover risiko pasar diperlukan eksposur atau posisi trading book. Nilai pasar surat berharga yang digunakan dalam perhitungan risiko umum (general market risk) sesuai ketentuan Bank Indonesia menggunakan :

a)

Clean Price

b)

Dirty Price

c)

Closing Price

d)

Semua benar

14.

Perhitungan capital charge dengan metode standar memililki keterbatasan dalam pengukuran kebutuhan modal untuk mencover risiko pasar trading book. Beberapa keterbatasan tersebut antara lain

a)

Besarnya bobot risiko selalu tetap sehingga menghasilkan perhitungan yang underestimate pada saat volatilitas pasar yang tinggi

b)

Besarnya bobot risiko selalu tetap sehingga menghasilkan perhitungan yang underestimate pada saat volatilitas yang rendah

c)

Besarnya bobot risiko selalu tetap sehinga menghasilkan perhitungan yang overestimate pada saat volatilitas pasar yang tinggi

d)

Semua benar

15.

Callable bond memberikan keleluasaan bagi issue untuk membel kembali surat berharga yang dikeluarkna pada harga tertentu dan periode tertentu sebelum bond tersebut jatuh tempo. Atas keleluasaan tersebut, pada umumnya harga dari callable bond dibandingkan dengan bond biasa dengan kupon, jangka waktu dan parameter lainnya adalah

a)

Harga callable bond lebih mahal

b)

Harga callable bond lebih murah

c)

Perlu diteliti parameter lainnya

d)

Tergantung tingkat bunga pasar

16.

Bank memerlukan waktu untuk melakukan likuidasi posisi ataupun melakukan hedging. Untuk menentukan berapa waktu yang diperlukan untuk melikuidasi posisi atau melakukan tindakan hedging, maka dalam analisa VaR digunakan

a)

Confident Level

b)

Holding Period

c)

Time Horizon

d)

Volatility

17.

Risiko kerugian karena penggunaan indeks suku bunga yang berbeda antara aktiva dan pasiva disebut dengan

a)

Repricing risk

b)

Basis risk

c)

Yield curve risk

d)

Liquidity risk

18.

Risiko kerugian karena perubahan suku bunga jangka pendek lebih kecil atau lebih besar dibandingkan dengan perubahan suku bunga jangka panjang disebut dengan :

a)

Repricing risk

b)

Basis risk

c)

Yield curve risk

d)

Liquidity risk

19.

Salah satu upaya pengendalian risiko likuiditas adalah memelihara sumber dana yang stabil dan persediaan aset likuid yang cukup memadai. Agar sumber dana dan jenis aset likuid dapat diandalkan menghadapi bahaya risiko likuiditas maka :

a)

Sumber dana diutamakan dari beberapa perusahaan besar agar menyimpan dana di bank

b)

Untuk membiayai kredit, dapat mengandalkan sumber dana dari pinjaman antar bank

c)

Lebih mengutamakan pendanaan ritel, khususnya tabungan dan giro

d)

Mengupayakan DOC (Deposit On Call) sebanyak mungkin

20.

Untuk posisi dana pihak ketiga seperti tabungan dan giro, bank mengasumsikan jangka waktu tidak berdasarkan contractual, tapi atas dasar perilaku posisi dana tersebut dengan core deposit yang merupakan

a)

Bagian dari DPK yang bersifat stabil dan diperkirakan tidak akan ditarik dalam jangka panjang

b)

Bagian dari DPK yang memiliki contractual maturity jangka panjang

c)

Bagian dari DPK yang memililki contractual maturity jangka panjang ditambah dengan bagian dari DPK yang tidak memiliki contractual maturity

d)

Bagian dari DPK yang memililki contractual maturity jangka panjang dikurangi dengan bagian dari DPK yang tidak memiliki contractual maturity

21.

Penerapan manajemen risiko operasional antara lain ditujukan agar tidak ada unsur kejutan (no surprise) pada setiap kejadian risiko. Untuk itu, salah satu manfaat penting dalam penerapan manajemen risiko adalah

a)

Proses penilaian risiko oleh pejabat bank

b)

Pelaksanaan prosedur dan penetapan limit

c)

Meningkatkan budaya sadar risiko

d)

Mengidentifikasi risiko pada akktvfitas SDM

22.

Berikut adalah hal-hal yang berkaitan dengan kerugian-kerugian risiko operasional yang dapat diperkirakan (expected loss):

a)

Kerugian tersebut merupakan hal yang wajar dalam bisnis bank

b)

Tidak diperhitungkan dalam upaya memperoleh pendapatan

c)

Jumlah aset bank baru dinaikkan untuk menutup kerugian

d)

Kerugian risiko operasional tersebut harus dibuatkan cadangan

23.

Dalam pelaksanaan pengelolaan risiko pada produk atau aktivitas baru, bank harus melakukan beberapa tahapan, salah satunya adalah Tahap Penilaian Kecukupan Pengelolaan Risiko. Yang pertama kali menilai tingkat kecukupan dimaksud pada umumnya adalah

a)

Satuan kerja Manajemen Risiko

b)

Direktur Kepatuhan

c)

Pemrakarsa Produk

d)

Satuan Kerja Audit Internal

24.

Untuk mengurangi dampak risiko operasional akibat kejadian eksternal (external event) seperti gempa bumi, kebakaran, banjir, terorisme dll, bank harus menerapkan

a)

Business Continuity Management (BCM)

b)

Basic Impact Analysis

c)

Risk Assessment

d)

Manajemen Risiko pada Penggunaaan Teknologi Informasi

25.

Dengan pendekatan AMA dalam perhitungan beban modal untuk risiko operasional, bank diperbolehkan menghitung kebutuhan beban modal tersebut menggunakan kombinasi dari berbagai pendekatan yang antara lain berupa

a)

Penggunaan rata-rata Gross Income selama 3 (tiga) tahun

b)

Pendekatan berdasarkan kualitas lingkungan kontrol, yang didominasi oleh pertimbangan kualitatif dan lebih bersifat melihat ke depan

c)

Penggunaan pendekatan kuantitatif dan Gross Income

d)

Pendekatan BIA dan Standardized Approach

26.

Dalam pendekatan The Standardized Approach (SA), bank harus meyakinkan pengawas (Bank Indonesia) bahwa bank telah memenuhi persyaratan minimum. Mana dari persyaratan berikut yang tidak harus dipenuhi

a)

Pengawasan aktif Dewan Direksi dan Manajemen Senior dalam kerangka kerja manajemen risiko operasional

b)

Memiliki unit pengendalian risiko dan fungsi audit yang independen

c)

Memiliki fungsi manajemen risiko operasional dengan tanggung jawab yang jelas

d)

Bank sudah membukukan laba tiga tahun terakhir

27.

Adalah tuntutan bisnis kalau bank harus menciptakan kualitas layanan yang tinggi. Kegagalan bank untuk menjaga kualitas layanan akan memicu bank terekspos kerugian karena risiko

a)

Risiko kredit

b)

Risiko stratejik

c)

Risiko operasional

d)

Risiko reputasi

28.

Bank wajib menyediakan modal untuk menutup risiko yang dihadapi bank, yaitu risiko yang tergolong sebagai

a)

Risiko yang dapat diperkirakan (Expected Loss)

b)

Risiko yang tidak dapat diperkirakan (Unexpected Loss)

c)

Risiko penyelamatan kredit (recovery)

d)

Risiko gagalnya nasabah membayar kewajibannya (default)

29.

Pernyataan yang tepat dalam pemilihan metode yang akan digunakan bank dalam pengukuran risiko adalah :

a)

Pendekatan yang sederhana adalah dengan metode standar dan pendekatan yang lebih kompleks adalah metode internal

b)

Pendekatan yang sederhana adalah dengan metode internal dan pendekatan yang lebih kompleks adalah metode standar

c)

Pendekatan yang sederhana adalah dengan menggunakan data kuantitatif

d)

Pendekatan yang sederhana adalah menggunakan data kualitatif

30.

Basel III secara formal diperkenalkan pada tahun 2010 sebagai respon atas krisis global yang terjadi di Amerika mulai tahun 2008. Pada intinya Basel III mengatur beberapa hal antara lain, kecuali

a)

Dalam penghitungan modal, lebih mengandalkan modal equity dan membatasi quasy equity

b)

Tambahan cadangan modal (buffer capital) sehingga kebutuhan modal minimum naik dari 8% menjadi 10,5%

c)

Kewajiban bank menydiakan dana likuid berupa Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio

d)

Dilarangnya transaksi derivative yang mengakibatkan bangkrutnya bank-bank investasi besar di dunia

31.

Pengendalian risiko dilakukan oleh bank terutama yang dapat membahayakan kelangsungan usaha bank. Beberapa cara yang dilakukan oleh bank sebagai usaha pengendalian risiko adalah sebagai berikut, kecuali

a)

Menjual produk rekdasana

b)

Menutup asuransi

c)

Melakukan transaksi lindung nilai (hedging)

d)

Menambah modal bank

32.

Sebagai bagian dari proses manajemen risiko, bank harus memiliki sistem informasi manajemen risiko yang dapat memastikan :

a)

Kepatuhan pada ketentuan Basel

b)

Sarana menciptakan produk baru

c)

Image bank terlihat modern dalam bidang teknologi

d)

Tersedianya laporan bagi manajemen senior secara akurat dan tepat waktu

33.

Untuk menghindari terjadinya kerugian yang melebihi batas yang telah ditetapkan oleh bank, maka diperlukan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit. Sesuai dengan best practice, pemantauan limit risiko dilakukan dengan cara :

a)

Membiarkan pelampuan limit karena perubahan faktor pasar bersifat sementara

b)

Memastikan bahwa posisi yang melampaui limit sudah cukup mendapat persetujuan dari Satuan Kerja Audit Internal

c)

Melakukan penyesuaian dan mengantisipasinya jika terdapat pelampauan limit sehingga tidak melebihi limit risiko yang telah ditetapkan sebelumnya

d)

Jika terdapat pelampauan limit, maka perlu persetujuan unit kepatuhan

34.

Krisis moneter dan perbankan tahun 1998 menjadi pelajaran berharga sehingga Bank Indonesia memberikan perhatian khusus dalam penerapan manajemen risiko dengan mengeluarkan regulasi. Beberapa Peraturan Bank Indonesia atau Surat Edaran Bank Indonesia yang dikeluarkan tidak terkait manajemen risiko adalah sebagai berikut :

a)

Penerapan manajemen risiko untuk risiko likuiditas

b)

Penerapan manajemen risiko secara konsolidasi bagi bank yang melakukan pengendalian terhadapa perusahaan anak

c)

Pemilihan training provider sertifikasi manajemen risiko bagi pengurus dan pejabat bank umum

d)

Penerapan manajemen risiko dalam penggunaan teknologi informasi oleh bank umum

35.

Mana transaksi perbankan di bawah ini yang dapat memicu terjadinya risiko kredit :

a)

Menerbitkan obligasi jangka panjang dengan kupon tetap

b)

Membeli obligasi yang diterbitkan oleh PT Indosat Tbk

c)

Transfer dana nasbah ke bank luar negeri

d)

Membeli obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah (SUN

36.

Pada bisnis perkreditan bank, jika dibandingkan dengan kredit retail, monitoring kredit korporasi :

a)

Tidak ada bedanya

b)

Lebih mudah karena didukung data yang lebih lengkap

c)

Lebih sulit karena strukturnya relatif kompleks

d)

Sangat tergantung dari besarnya portofolio

37.

Untuk mengendalikan risiko kredit, bank membuat kebijakan perkreditan. Kebijakan kredit tersebut pada umumnya tidak memuat dan mengatur hal-hal pokok sebagai berikut :

a)

Prinsip kehati – hatian dalam perkreditan

b)

Penyelesaian kredit bermasalah

c)

Penyelesaian kredit bermasalah

d)

Kebijaksanaan persetujuan kredit

38.

Pernyataan yang paling benar terkait dengan penyusunan kebijakan perkreditan di bank adalah

a)

Kebijakan prekreditan bank adalah sama persis dengan isi dari Peraturan Bank Indonesia tentang kebijakan perkreditan

b)

Kebijakan perkreditan bank disesuaikan dengan kebutuhan bisnis bank

c)

Kebijakan perkreditan bank mengatur secara terperinci tentang kebijakan kredit bank termasuk penetapan suku bunga kepada seorang nasabah

d)

Kebijakan perkreditan bank biasanya digabung dengan prosedur perkreditan bank

39.

Kebijakan kredit tidak terbatas hanya mengatur pemberian kredit biasa yaitu kredit bilateral namun termasuk pula kegiatan :

a)

Pembelian surat berharga lain yang diterbitkan oleh nasabah

b)

Penjualan surat berharga lain yang diterbitkan oleh nasabah

c)

Pembelian aktiva tetap

d)

Penjualan Bancassurance

40.

Dalam bisnis perkreditan bank, kredit yang tidak perlu dihindari adalah sebagai berikut

a)

Kredit yang memerlukan keahlian khusus yang tidak dimiliki bank

b)

Kredit kepada debitur bermasalah dan atau macet pada bank lain

c)

Kredit yang diberikan bersama (sindikasi) dengan bank lain dalam rangka penyebaran risiko kredit serta memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku

d)

Kredit yang diberikan tanpa informasi keuangan yang cukup

41.

Sebuah bank berencana membiayai eksplorasi penambangan batubara. Sebelumnya bank tersebut belum pernah membiayai sektor pertambangan. Bank tersebut juga tidak mempunyai analisis yang mengerti tentang pertambangan. Maka rencana bank tersebut sebaiknya

a)

Tidak diteruskan, karena bank tidak mengetahui bisnis pertambangan

b)

Tetap dapat diproses dengan menggunakan konsultan

c)

Tetap dapat diproses dengan persyaratan agunan yang mencukupi

d)

Tetap ada jawaban yang benar

42.

Hal berikut adalah hal yang pada umumnya tidak termasuk yang diatur pada kebijakan persetujuan kredit, yaitu

a)

Konsep hubungan total pemohon kredit

b)

Batas atau limit pemberian kredit kepada suatu nasabah

c)

Batas wewenang persetujuan kredit

d)

Tanggung jawab pejabat pemutus kredit

43.

Current Ratio adalah salah satu metode untuk menilai likuiditas calon debitur. Pernyataan yang benar tentang risiko likuiditas tersebut adalah

a)

Current Ratio adalah menggambarkan kemampuan untuk membayar seluruh hutang

b)

Formula Current Ratio adalah jumlah saldo kas dan bank dibagi dengan hutang yang segera jatuh tempo

c)

Saldo surat berharga yang dimiliki tidak termasuk dalam perhitungan aktiva lancar untuk menghitung Current Ratio

d)

Kualitas Current Ratio juga perlu dinilai dengan Cash Ratio

44.

Beda antara Current Ratio dan Quick Ratio adalah dalam hal

a)

Penentuan faktor pembilang dari ratio

b)

Penentuan faktor penyebut dari ratio

c)

Penentuan faktor pembilang dan penyebut dari ratio

d)

Persediaan tidak masuk dalam perhitungan current ratio

45.

Debt Equity Ratio (DER) menentukan seberapa besar aktiva didanai dari hutang. Semakin besar nilai DER maka

a)

Perusahaan dalam risiko tinggi

b)

Pengelolaan Perusahaan lebih efisien

c)

Risiko perusahaan dapat dikatakan meningkat

d)

ROE atau Return on Equity akan meningkat

46.

Rasio keuangan sangat penting untuk menilai kinerja usaha debitur. Mana dari pernyataan dibawah ini yang tidak tepat

a)

Semakin tinggi perputaran piutang maka kondisi usaha semakin baik

b)

Semakin tinggi perputaran persediaan maka kondisi usaha semakin baik

c)

Semakin lambat perputaran piutang maka kondisi usaha dapat dikatakan menurun

d)

Besarnya perputaran persediaan tidak berpengaruh terhadap kondisi debitur

47.

Apabila ROE (return on equity) dari perusahaan debitur meningkat dan komposisi hutang dan modal tetap, maka

a)

Pasti profit margin yang diperolah perusahaan meningka

b)

Perputaran persediaan akan meningkat

c)

Harga pokok penjualan pasti menurun

d)

Indikasi bahwa ROA (Return on Assets) pasti meningkat

48.

Untuk memahami permasalahan pada laporan historis rasio keuangan nasabah, dapat digunakan analisa Dupont dimana perubahan ROA (Return on Asset) dijelaskan dari perubahan :

a)

Profit Margin dan Leverage

b)

Total Asset Turn Over dan DER

c)

Profit Margin dan Total Asset Turn Over

d)

Profit Margin dan Liquidity Ratio

49.

Apabila pada waktu dilakukan analisa kredit diketahui bahwa terjadi penurunan profit margin perusahaan debitur maka hal ini dapat disebabkan

a)

Kenaikan volume penjualan, sedang harga penjualan tetap

b)

Kenaikan harga penjualan, sedang volume penjualan tetap

c)

Kenaikan biaya langsung dan tidak langsung

d)

Kenaikan account receivable turnover

50.

Dalam perjanjian kredit, berbagai persyaratan yang bersifat mewajibkan debitur harus memenuhi persayaratan tertentu atau melakukan tertentu disebut dengan affirmative covenant. Kondisi berikut yang bukan merupakan kelompok affirmative convenant, adalah

a)

Menyerahkan laporan keuangan dan operasi secara periodik kepada Bank

b)

Memenuhi persyaratan rasio keuangan tertentu

c)

Memelihara modal kerja pada level tertentu

d)

Melakukan merger atau konsolidasi atau mengakuisisi aset dari perusahaan lain

51.

Berikut adalah salah satu tanda kinerja debitur menurun, yang kemungkinan besar akan dapat menimbulkan default yaitu

a)

Membangun gedung baru

b)

Piutang dagang meningkat

c)

Kenaikan persediaan

d)

Penjualan menurun

52.

Dalam menghadapi kredit bermasalah, dapat dilakukan berbagai cara seperti rescheduling, reconditioning, likuidasi agunan dsb. Cara terbaik menentukan tindakan yang akan dipilih adalah

a)

Rescheduling sedemikian sesuai kemampuan cash perusahaan

b)

Likuidasi agunan secepatnya

c)

Memberikan bunga yang sangat rendah agar cash flow terbantu

d)

Memilih alternative dimana kerugian bank terkecil