Font size
WorksheetsSKB Fisioterapi Upper Extremity
Total questions: 108
Worksheet time: 1hrs 3mins
Otot-Otot Thenar Bagian Palmar dipersarafi oleh
N. Medianus
N. Axilaris
N. radialis
N. Ulnaris
Otot-otot Thenar Bagian Dorsal tangan dipersarafi oleh
N. Axiaris
N. Radialis
N. Ulnaris
N. Medianus
N. Kranialis
Otot-otot Hypothenar dipersarafi oleh
N. Medianus
N. Ulnaris
N. Axilaris
N. Radialis
N. kranialis
Hiperktensi pada jari tangan dapat menyebabkan kerusakan ligamen
Colateral
Volar Plate
Palmar carpometacarpal
Radial Colateral
Salah satu penanganan fisioterapi pada kasus strain pada Volar Plate adalah
Buddy Tapping
Theraband
Joint Mobilization
Traction
Joint Compression
Otot-otot Thenor tangan
M. Flexor Policis Brevis
M. Abductor Policis Brevis
M. Abductor Policis
M. Opponens Policis
M. Flexor Policis Longus
Gangguan Saraf akibat adanya penjepitan atau penekanan pada myelin disebut
Neurapraxia, 1st degree
Axonotmesis, 1nd degree
Axonotmesis, 2rd degree
Axonotmesis, 3th degree
Neurotmesis, 1nd degree
Putusnya jalinan akson, dengan kondisi endoneurium masih utuh disebut
Neuropraxia, 1st degree
Neurometsis, 1st degree
Axonometsis, 1st degree
Axonometsis, 2nd degree
Axonometsis, 3rd degree
Putusnya jalinan axon bersamaan dengan putusnya endoneurium, tetapi perineurium dan jaringan fasikular masih utuh disebut
Neuropraxia 1st degree
Neurotmesis 1st degree
Axonotmesis 2nd degrre
Axonotmesis 3rd degree
Neurotmesis 5th degree
Putusnya satu jaringan saraf dalam satu perineurium denga epineurium masih utuh disebut
Neuropraxia, 1st degree
Axonotmetis, 4th degree
Axonotmesis, 5th degree
Neurotmesis, 4th degree
Neurotmesis, 5th degree
Pada pemeriksaan carpal tunnel Syndrome dilakukan perkusi di atas kulit proximal N. Medianus, hasil positif jika pasien mengeluhkan keseentrum atau tingling pada Phalang 1-3. Test ini disebut
Tinel Sign
Phalen Test
Wrist Compression Test
Tourniquet Test
Two Point Discrimination Test
Test ini dilakukan selama 1 menit sebagai salah satu pendukung diagnosa Carpal Tunnel Syndrom
Phalen Test
Tinel sign
Tourniquet test
Two point discrimination test
Wrist Compression test
Pada manusia normal, torniquet test dapat menyebabkan parestesia pada N. Ulnaris. Parastesia pada N. Medianus dapat menjadi indikasi untuk
TOCS
Tenis elbow
Golfer Elbow
Double-crush syndrome
Carpal Tunnel Syndrom
Test ini dilakukan selama 1 menit dengan posisi lengan pasien fleksi dan rileks. Jika dama 1 menit pasien gejala muncul maka, hasil dinyatakan positif.
Tinel Sign
Phalen Test
Wrist Compression Test
Torniquet Test
Two Point Discrimination Test
Neuropatic pada kasus Thoracic Outlet Syndrom Terjadi karena adanya Compression pada Plexus.
coroideus
Brachialis
celiac
Meissner
Auerbarch
Plexus Brachialis yang melewati Thoracoclavicula merupakan gabungan dari beberapa nervus yaitu
N. median
N. Radialis
N. Ulnaris
N. Thoracics
N. Subscapularis
Test khusus Thoracic Outlet Syndrom
Roos Test
Adson Test
Wright Test
Eden Test
Cryax Realese Test
Pada sebuah test didapatkan hasil: Lengan pucat saat ditinggikan dan hiperemia saat lengan diturunkan. hal ini mengindikasikan bahwa pasien mengalami
TOS e. c Hypetrophy M. Scaleni
TOS e. c Artery Compression
TOS e. c Vena Compression
TOS e.c Brachial Plexus Compresion
TOS e.c Pectoralis Minor Spasm
Seorang pasien diperkirakan menderita TOS. Namun, saat diperiksa dengan Roos Stress Test ditemukan hasil:
Kesemutan pada phalang I-III bagian palmar. dari hasil ini dapat dicurigai pasien mengalami
CTS
Cervical Root Syndrome
Plexus Brachialis Lession
Reumathoid Arthritis
Golfer Elbow
Pada Roos Stress Test Pasien mengeluhkan nyeri area leher dan bahu. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa pasien mengalami.
Diskus Cervical Compression
M. Scaleni Compression
M. Pectoralis Minor Compression
N. Median Compression
Plexus Brachialis Compression
Abnormalitas pada otot yang dapat mengakibatkan TOS
Pemendekan M. Scaleni
Kontraksi berlebih M. Deltoideus
Spasme M. Trapezius
Penurunan Tonus M. Levator Scapula & M. Rhomboid
Pemendekan M. Pectoralis
Test Khusus yang dilakukan untuk memeriksa apakah terjadi penekanan pada Subclaviculan Artery oleh cervical rib atau M. Scaleni (medial/anterior) compression disebut
Eden Test
Alen Test
Adson Test
Wright Test
Roos Stress Test
Pada pemeriksaan MMT pasien yang dicurigai TOS, Kekuatan Otot yang perlu diperiksa adalah
M. Serratus Anterior
M. Subscapularis
M. Pectoralis
M. Levator Scapula
M. Sternocleidomastoid
Untuk mengetahui kemungkinan adanya gangguan pada interval aksila (ruang posterior M. Pectoralis minor) pada kasus TOS dilakukan pemeriksaan
Roos Stress Test
Wright Test
Adson Test
Eden Test
Cyriax Release Test
Salah satu pemeriksaan TOS. Hasil Positif jika numbness atau paresthesia muncul bersama dengan gejala lainnya. Test ini dinamakan... dengan durasi test ...
Roos Stress Test, 1 menit
Adsons Test, 1 menit
Wright Test, 1 menit
Cyriax Release, 3 menit
Adsons Test, 3 menit
Untuk mengetahui adanya M. scaleni compression atau Os. Costa yang menyebabkan TOS, dilakukan pemeriksaan
Adson Test
Wright Test
Cryax Release Test
Roos Stress test
Costoclavicular Manuver
Salah satu test untuk mengetahui adanya compression pad Plexus Brachialis di area scalene triangle adalah dengan menggunakan Supraclavicular Pressure. Test ini dilakukan dengan menekan area..
M. Medial Trapezius & M. Lateral Scaleni
M. Upper Trapezius & M. Anterior Scaleni
M. Suprascapularis & M. Anterior Scaleni
M. Pectoralis Minor & M. Medial Scaleni
M. Pectoralis Mayor & M. Mecial Scaleni
Pasien diminta untuk menggerakkan Shoulder ke arah posterior (Retraksi) dan melakukan hyperflexion neck. Pemeriksaan khusu TOS ini disebut dengan pemeriksaan
Supraclavicular Pressure
Upper Limb Tension
Cervical Rotation Lateral Fleksion
Cyriax Release
Costaclavicular Maneuver
ULTT 1 dapat digunakan untuk mengetahui adanya gangguan pada
N. Medianus
N. Radialis
N. Ulnaris
N. Anterior Interosseous
N. C5-C7
ULTT II dilakukan untuk pemeriksaan pada
N. Medianus
N. Axilaris
N. Anterior Interoseous
N. C5-C7
N. Musculo Cutaneus
ULTT III dilakukan untuk memeriksa adanya gangguan pada
N. Radialis
N. Ulnaris
N. Medianus
N. Anterior Interosseous
N. Musculo Cutaneus
ULTT IV bertujuan untuk memeriksa
N. Ulnaris
N. Radialis
N. Medianus
N. C8-T1
N. Musculo Cutaneus
Posisi awal pasien terlentang, Sholder Abduksi 900, Elbow Fleksi 900 > Eksternal rotasi shoulder > Hold wrist dalam posisi full extension > Ekstensikan Elbow secara perlahan. Test ini dilakukan untuk memeriksa adanya stress pada
N. Medianus
N. Ulnaris
N. Anterior Interosseous
N. C5-C7
N. Musculo Cutaneus
Posisi awal pasien terlentang. Pemberian tekanan ke arah distal pada shoulder dengan hip terapis, shoulder sedikit abduksi, fleksi elbow 900, Hold wrist dalam posisi ekstensi full > arahkan elbow ke posisi ekstensi secara perlahan. Test ini dilakukan untuk memeriksa adanya stressor pada
N. Medianus
N. Musculocutaneus
N. Axillariis
N. Anterior Interosseous
N. Radialis
Posisi awal pasien terlentang, shoulder di tekan ke arah distal dengan thanan pada hip fisioterapis. Shoulder sedikit abduksi, Fleksi-Pronasi Elbow 900, Fleksi Wrist + Phalang Full > Elbow di-ekstensikan perlahan, merupakan test untuk mengetahui adanya stressor pada
N. Ulnaris
N. C8 - T1
N. Radialis
N. Musculocutaneus
N. Medianus
Posisi awal pasien berbaring terlentang, shoulder abduksi 900, elbow fleksi-Pronasi, hold wrist dengan Ekstensi penuh >Lateral Rotasi shoulder > fleksi elbow ke arah telinga. Prosedur tersebut merupakan test untuk mengetahui adanya stressor pada
N. Medianus
N. Anterior Interosseous
N. C5-C7
N. Ulnaris
N. C8-T1
Test yang dilakukan untuk memeriksa adanya hypomobility pada pasien dengan Brachialgia adalah
Roos Stress Test
Adson Test
Eden Test
Wright Test
Cervical Rotation Lateral Flexion Test
Maximal Cervical Compression Test dapat dilakukan dengan menggerakkan kepala pasien ke arah lateral fleksi (bisa ditambah dengan rotasi ke arah antagonist lateral fleksi) dengan diberikan fiksasi pada sholder. Tes ini dilakukan untuk memeriksa
TOS
Cervical Root Syndrom
Lesi Plexus Brachial
Spondylosis Cervical
HNP Cervical
Pemeriksaan tenderness pada tendon M. Extensor Digitorum comunis dan/atau M. Extensor Digitorum Radialis dengan mempalpasi lateral epicondle elbow, dengan melakukan passive stretches pada wrist ke arah fleksi dan pronasi. Posisi awal lengan pasien ekstensi dan relaks.
Mill’s Test
Cozen's Test
Adson Test
Yergason Test
Writh Test
Salah satu test khusus untuk memeriksa pasien yang dicurigai dengan tennis elbow, dilakukan pemeriksaan khusus dengan mengintruksikan pasien untuk melakukan gerakan dengan posisi awal fleksi-pronasi elbow, fleksi penuh wrist dan Phalang, radial deviasi wrist. Pasien diminta untuk menggerakkan lengannya ke arah medial dengan fisioterapis memberi tahanan pada kepalan tangan pasien sembari mempalpasi lateral epiclondyle. Pemeriksaan ini dikenal dengan
Mill's test
Cozen's test
Sprung test
Yergason test
Adson Test
Salah satu metoda untuk mengurangi gejala TOS yang dapat dilakukan pasien secara mandiri di rumah sebelum tidur.
Pendulum Exercise
Finger Ladder Exercise
Cyriax Release maneuver
Prayer exercise
Neck calliet
Salah satu cara untuk menjaga kestabilan kondisi pasien dengan TOS, salah satu program fisioterapi adalah dengan mengontrol posisi caput humeri. Hal ini dapat dilakukan dengan.
Konsentrik-eksentrik Kontraksi
Mid-level Isometrik Kontraksi
Hold-Relax exercise
Continous Passive Motion
Cailliet Exercise
Untuk membuka thoracic outlet, Fisioterapis dapat memberikan latihan berupa penguatan pada
M. Levator Scapula
M. Upper Trapezius
M. Pectoralis
M. Sternocleidomatoideus
M. Scalene
Stretching untuk mengurangi tekanan pada thoracic outlet diberikan untuk
M. Upper Trapezius
M. Sternocleidomastoideus
M. Pectoralis
M. Scaleni
M. Lower Trapezius
Mobilisasi yang dapat dilakukan untuk TOS.
Posterior Glenohumeral Glide with Arm Flexion
Posterior Glenohumeral Glide with Arm Abduction
Anterior Glenohumeral Glide with Arm Flexion
Anterior Glenohumeral Glide with Arm Scaption
Inferior Glenohumeral Glide
Arm Scaption adalah gerakan yang melibatkan kontraksi elevasi lempengan scapula dengan mengankat lengan ke arah antero-lateral untuk stabilisasi otot
Sternacleidomastoideus
Scaleni
Upper trapezius
Lower trapezius
Serratus Anterior
Posisi pasien saat dilakukan mobilisasi anterior glenohumeral glide with arm Scaption adalah
Seated
Half laying
Prone laying
Supine laying
Side laying
Posisi pasien saat dilakukan mobilisasi Posterior glenohumeral glide with arm flexion adalah
Seated
Half laying
Prone laying
Supine laying
Side laying
Arah gliding pada Posterior Glenohumeral Dengan fleksi lengan dilakukan ke arah
Posterolateral
Posteromedial
Anterolateral
Anteromedial
Craniomedial
Dalam pelaksanaan Inferior Gleno Humeral Glide, Proximal humerus distabilisasi dengan pasien prone laying, mobilisasi dilakukan dengan memobilisasi scapula ke arah
Anterocaudal
Anteromedial
Craniomedial
Posteromedial
Posterolateral
Seorang pasien didiagnosa Guyon canal Syndrome dengan gejala adanya gangguan sensorik dan motorik yang menyebabkan defisit sensorik pada otot hipothenar dan kelemahan otot pada disekitar area Phalang IV dan V. Pada kasus ini kompresi pada Guyon canal terjadi pada perbangan N.Ulnaris bagian
Proximal
Distal
Medial
Lateral
Superficial
Seorang pasien mengeluhkan kelemahan otot pada area jari kelingking dan jari manis. Tidak ditemukan kelemahan sensorik, nyeri tekan pada Extensor digitorum comunis (-). Dalam kasus ini, kemungkinan terjadi kompresi percabangan N. Ulnaris pada guyon canal di area
Proximal
Distal
Dorsal
Plantar
Superficial
Untuk memeriksa adanya gannguan pada N. Ulnaris dilakukan test dengan menggengam kertas dengang ibu jari dan telunjuk. Hasil test positif jika ibujari melakukan gerakan hiperfleksi. Test ini dinamakan
Froment Test
Thinel Test
Frenkelstein Test
Adson's test
OK Sign test
Salah satu test untuk memeriksa adanya gannguan pada N. Ulnaris yang menyebabkan kelemahan M. interossea adalah dengan cara
Wartenberg Sign
Palen Test
Thinel Sign
Froment Test
Allen test
Untuk membedakan Guyon Tunnel Syndrome dan Cubital Tunnel, dapat dilakukan test
Scratch Collapse Test
Allen Test
Mill Sign
Phalen Test
Frinklestein Test
Salah satu tes untuk memeriksa adanya tear pada epicondylus lateralis adalah dengan menginstruksikan pasien untuk berdiri dibelakang kursi, pasien diminta mengangkat kursi dengan tiga jari (jempol-jari tengah), jika pasien mengeluhkan nyeri pada bagian epycondilus lateral maka hasil test dinyatakan positif. Tes ini disebut dengan
Cozen Test
Chair Test
Mill's Test
Maudley's Test
PrTEEQ Test
Untuk memeriksa bagian otot yang mengalami tenderness pada epicondylus lateralis, pasien diminta untuk melawan tahannan Fisioterapis dalam gerakan ekstensi jari tengah. Tes ini dinamakan dengan
Maudsley's Test
Cozen Test
Chair Test
Mill Test
Yergason Test
Pemberian steroid injection pada origo extensor brevis efektif selama
1 bulan
2 bulan
3 bulan
4 bulan
5 bulan
Salah satu intervensi yang yang paling efektif untuk mengurangi gejala tendinitis adalah dengan pemberian
Friction Massage
Clapping Massage
Pounding Massage
Effleurage Massage
pemberian massage pada fase akut baru dapat dilakukan setelah
12 jam
24 jam
48 jam
72 jam
4 jam
Intervensi fisioterapi pada Tennis Elbow
Cyriax theraphy
Stretching
Flexbar Exercise
Prayer Exercise
Distraction
Seorang pasien diperkirakan mengalami subacromial impigmentation. Untuk meguatkan prognosis, dilakukan test painful arch. dengan diagnosis tersebut kemungkinan akan ditemukan nyeri pada sudut
900-1200
700-1200
1200-1800
600-900
600-700
Shoulder pasien diposisikan fleksi 900 dengan elbow fleksi 900. fiksasi pada inferior humerus dan hold pada wrist. Fisioterapis menggerakkan lengan pasien ke arah internal rotasi. jika pasien mengeluhkan nyeri maka hasil positif untuk dugaan impigmentasi subacromion, Test ini dinamakan dengan
Hawkins/Kennedy Test
Yergason Test
Allen Test
Cozen Test
Maudsley Test
Adanya kompresi pada upper plexus brachialis ditandai dengan adanya weakness pada
M. Triceps Brachii
M. Biceps Brachii
M. Deltoideus
M. brachialis
M.cutaneus
kompresi pada lower plexus brachialis dapat didentifikasi dengan melihat ada tidaknya numbness dan weakness pada tangan, terutama pada
M. Abductor Pollicis Brevis
M. Deltoideus
M. Digiti minimi opponent
M. Adductor Pollicis Longus
M. Pollicis opponent
Pasien mengeluhkan kelingkingkin kanannya tidak bisa ditrkuk, ditemukan adanya kelemahan pada otot-otot hypothenar. Dari pemeriksaan tersebut pasien mungkin mengalami
Ulnar Nerve Compression
Radial Nerve Compression
Median Nerve Compression
Lower Branch Plexus Brachialis
Upper Branch Plexus Brachialis
Pada Plexus Brachialis Pasien tidak disarankan untuk menggunakan Sling Karena
Dapat memicu dislokasi pada sendi
Menyumbat aliran darah
Memicu terjadinya kontraktur
Memyebabkan kelemahan otot
Menyebabkan stiffness pada elbow
Seorang Pasien mengeluhkan sulit mengangkat tangan ke depan, pada pemeriksaan inspeksi ditemukan posisi scapula pasien menonjol ke belakang. Fisioterapis meminta pasien untuk berdiri menghadap tembok dan mendorong tembok dengan posisi elbow fleksi. Pada pemeriksaan tersebut ditemukan margo medial scapula tegak lurus dengan spina vetebrae, otot yang mengalami kelemahan adalah
M. Pectoralis Major
M. Pectoralis minor
M. Trapezius
M. Serratus Anterior
M. Rhomboideus
Hasil Positif Pada Yergason Test menandakan
Tendinitis Biceps Brachii
Bursitis Acromioclavicular bursae
Impigment acromioclvicular joint
Adhesif Capsulitis
Plexus Brachialis Compression
Dalam kasus winged scapula, Margo Medial Scapula ditemukan menjauhi spina vetebrae dan angulus lateral scapula ditemukan lebih rendah dari posisi normal saat pemeriksaan mendorong dinding, dapat disimpulkan otot yang mengalami kelemahan adalah
M. Pectoralis Minor
M. Pectoralis Mayor
M. Upper Trappezius
M. Serratus Anterior
M. rhomboideus
Untuk mengetahui adanya kelemahan otot Interrosei yang mungkin diakibatkan oleh guyon canal syndrom, pasien diminta untuk meletakkan tangannya diatas permukaan datar, fisioterapis memposisikan jari-jari pasien full abduksi dan meminta pasien melakukan gerakan adduksi seluruh jari, hasil positif jika pasien tidak mampu melakukan grerakan adduksi jari kelingking. Test ini disebut dengran test
Wattenberg test
Eddison Test
Neer Test
Franklestein test
Forment Test
Seorang Pasien dicurigai mengalami TOS, Fisioterapis melakukan pemeriksaan khusus dengan prosedur: pasien dalam posisi duduk. Terapis mempalpasi arteri radialis pasien dengan posisi lengan pasien abduksi 450 Pasien diminta untuk mengekstensikan neck lalu menghadap ke arah tangan yang diperiksa. test ini disebut dengan .... untuk memeriksa...
Adson Test-Penjepitan pada area sub axilliaris
Wrigh test- Penjempitan pada arteri subclavian oleh os costa
Wright test - Penjepitan saraf oleh M.scaleni
Adso Test test - Pemendekan m. Scaleni medial an lateral srta
Adson Test-Penjepitan pada arteri subclavian oleh os costa
Seorang pasien mengeluhkan nyeri pada lengannya terutama saat menekuk siku. Fisioterapis melakukan pemeriksaan Valgus Stress Test dan didapatkan hasil poitif. pasien tersebut kemungkinan mengalami
Collateral Medial Ligament Tear
Collateral Lateral Ligament Tear
Lateral Epycondilus Tendinitis
Medial Epyconilus Tendinitis
Seorang pasien didiagnosa menderita epycondilitis medial, Fisioterapis menyarankan pasien untuk memakai alat bantu untuk menfiksasi lengannya agar nyeri tear tidak bertambah parah. alat yang direkomendasikan fisioterapis adalah:
Brace
Sling
Kinetic Tapping
Splint
Untuk pasien dengan Dupuytren Contracture, Operasi sangat disarankan apabila MCP joint mengalami kontrakur dengan kondisi
Fleksi
Fleksi 100−200
Ekstensi
Ekstensi
Fleksi
Pada tahap awal Dupuytren Contracture, Kolagen tipe III mendominasi, yang dalam kondisi non-disease akan menjadi tipe I. Kolagen tipe IIi adalah
Tulang, kornea, jaringan vaskular, organ internal, tendon, fibrokatilago
Tulang, gigi, jaringan vaskular, ligamen, jaringan kartilago,sinovial
Kulit, ligamen, jaringan vaskular,bagian dasar membran jaringan, organ internal
Tulang, kulit, ligamen, otot skeletal, tendon, kartilago, Paru-paru
kulit, ligamen, jaringan vaskular, organ internal,
Penatalaksaan Fisioterapis pada tahap konservatif dupuytren adalah
Ultrasound dan pemakaian brace/splint
modalitas galvanic dan friksi
parafin dan pemakaian brace/splint
infrared dan friksi
microwave diathermi dan friksi
Seorang pasien mengeluhkan nyeri saat menggerakkan jarinya, saat diperiksa ditemukan odem pada metacarpal 3 disertai dan pada pemeriksaan palpasi ditemukan nodule pada metacarpal 3 disertai bunyi crack saat jari diposisikan ekstensi. Impairment pada kasus tersebut terjadi pada
A1 Pulley
A2 Pulley
C1 Pulley
C2 pulley
A3 Pulley
seorang pasien didiagnasa triger finger, fisioterapisingin menyrankan pasien untuk memakai alat bantu untuk fiksasi jari pada MCP. alat bantu yang disarankan adalah
Sling
Brace
Kinetic Tapping
Splint
Wraper
exercise yang dapat diberikan pada kasus triger finger adalah
Digit Blocking
Buddy Tapping
Player Exercise
Tendon Gliding
AROM exercise
Seorang pasien didiagnosa triger finger . fisioterapis memberikan intervensi berupa terapi modalitas. modalitas yang diberikan pada pasien adalah
MWD
SWD
Parafin Bath
Galvanic Electrostimulation
Ultrasound
Seorang pasien mengeluhkan nyeri pada jari telunjuknya. ditemukan adanya edema pada medial phalang I dan eritema. Fisioterapis melakukan pemeriksaan khusus dengan posisi awal jari pasien diletakkan di pinggir meja, metacarpal fleksi 900 dan phalang netral. Pasien diminta untuk meluruskan jarinya, dari pemeriksaan tersebut, ditemukan hyper extension pada distal phalang. Apakah nama pemeriksaan tersebut
Elson test
Adson test
Mill Test
Tabletop Test
Wright test
Pada Elson Test, hasil positif menandakan adanya ruptur pada
Volar Band
Central slip of the Extensor Tendon
Medial Colateral Ligament
Lateral slip of the Extensor Tendon
Dorsal Lumbricus Interossei Ligament
Serang pasien mengeluhkan tidak dapat mengangkat bagian bawah jarinya setelah terjatuh saat bermain bulu tangkis. Pada pemeriksaan X-ray tidak ditemukan kelainan tulang. Elson Test (-) dan ditemukan flopi pada distal phalang. diagnosa berdasaran hasil test tersebut adalah
Mallet Finger
Triger Finger
Boutonniere Deformation
Dupuytren
Jamed finger
Pada kasus dislokasi pada jari, pasien disarankan menggunakan splint selama 2-3 minggu dan diikuti dengan pemasangan Buddy tapping selama
1 minggu
2 minggu
3 minggu
4 minggu
10 hari
Seorang pasien mengeluhkan kesulitan menggerakkan jarinya. dari hasil pemeriksaan ditemukan Elson test (-), bunnel littler test (+), Hyperextension proximal phalang, dan flopy pada distal phalang. Diagnosa daari kondisi tersebut adalah
Swan neck deformity
Buotonniere deformity
Triger finger
Mallet finger
Bupuytren Contracture
Seorang pasien mengeluhkan ketidakmampuan mengangkat lengan kanan setelah jatuh dari sepeda motor. Hasil pemeriksaan X-ray tidak ditemukan adanya kerusakan tulang. Spurling test (-), Neck Compression test (-), Ditemukan atropi pada otot deltoideus, Bicepsh Brachii, dan Brachialis , MMT fleksi dan Abduksi shoulder (1). berdasarkan pemeriksaan tersebut, pasien dapat didiagnosa
Plexus Brachialis Injury-Erb's Palsy
Plexus Brachialis injury-Klumke Palsy
Plexus brachialis compression e.c TOCS
Cervical Root Syndrom
Plexus Brachialisis total Lession
Seorang pasien didiagnosa mengalami Lesi Brachial Plexus pada bagian Upper. dari hasil inpeksi fisioterapis ditemukan adanya deformitas. defomitas yang dimaksud adalah
Addukction Shoulder
Abduction Shoulder
Extention Elbow
Pronation Elbow
Flexion elbow
Seorang pasien didiagnasa Rotator cuff muscle. untuk menguatkan diagnosa fisioterapis melakukan pemeriksaan dengan meminta pasien untuk meletakkan tangannya di belakang punggung dengan posisi palmar tangan menghadap ke arah posterior. Test ini dinamakan untuk mengetahui .. adanya tear pada ...
Drop Arm Test - Supraspinatus & Infraspinatus Tendon
Hornblower Sign - Teres Minor Tendon
Jobe's Test - Supraspinatus & Infraspinatus Tendon
External Rotation Lag sign - Supraspinatus & Infraspinatus Tendon
Lift Off Test - Subscapularis Tendon
Test untuk mengetahu adanya tear pada M. Subscapularis adalah
Drop Arm Test
Belly Press Test
Belly-off Sign Test
Hornblower Sign Test
Bear Hug Test
Seorang pasiern mengeluhkan nyeri pada bahu saat menggerakkan lengannya. Setelah dilakukan Assesment ditemukan hasil: Lag Off Test (+), Belly Press Test (+), Hornblower Sign (+), Neer Test (-), drop Arm test (-), Jobe's Test (-), Rotation Lag Test (-). Dari hasil pemeriksaan tersebut, dapat disimpulkan impairment terjadi karena adanya tear pada tendon
Subscapularis
Infraspinatus
Supraspinatus
Teres Minor
Teres Major
Seorang pasien datang dengan diagnosa Rotator Cuff Tear. Fisioterapis, melakukan pemeriksaan khusus uuntuk memperkuiat diagnosa dan didapatkan hasil: Neer Test (+), Rotation Lag test (+), Drop Arm test (+), Hornbowler Sign Test (-), Belly Press Test (-), Bear Hug test, (-) Rotator Lag Test (+), Lift Off Test (-). Dari hasil pemeriksaan tersebut Impairment terjadi pada tendon
Subscapularis
Infraspinatus
Supraspinatus
Teres Minor
Teres Major
Seorang wanita berusia 45 tahun mengeluhkan nyeri tidak tertahankan pda bahu, nyeri sudah dirasakan lebih dari 2 minggu lalu dan semakin parah tiap harinya, nyeri bertambah parah pada malam hari, dan ia merasa bahunya semakin sulit untuk digerakkan. Dari Pemeriksaan ROM, ditemukan keterbatasan pada Eksternal Rotasi dan Abduksi, Spasme dan Thigness pada Otot Rotator Cuff dan Painful arc sign (+). Diagnosa Fisioterapi berdasarkan pemeriksaan tersebut adalah
Frozen Shoulder-Painfull Phase
Frozen Shoulder-Acute Phase
Frozen Shoulder-Stiffening Phase
Frozen Shoulder-Thawing Phase
Frozen Shoulder-Freezing Phase
Seorang pasien mengeluhkan nyeri pada bahunya, fisioterapis melakukan pemeriksaan khusu dengan cara menmposisikan elbow fleksi 900 dan elevasi scapula 200 . pasien diminta mempertahankan posisi tersebut sementara terapis melepas lengan pasien. Pasien tidak mampu mempertahankan posisi tersbut, maka dapat disimpulkan pasien mengalami
Infraspinatus / Supraspinatus Tendon Tear
Teres Minor Tendon Tear
Subscapularis Tendon Tear
Anterior Ligament GH Joint Tear
Superior Ligament GH Joint Tear
Seorang wanita mengeluh nyeri saat menggerakkan bahunya. Fisioterapis melakukan pemeriksaan khusus dengan meminta pasien untuk menekuk kedua sikunya 900 ke depan dan meminta pasien mendorong tahanan terapis ke arah lateral, test ini berguna untuk mengetahui adanya tear pada tendon
Supraspinatus
Infraspinatus
Teres Major
Teres Minor
Subscapularis
Fisioterapis memposisi lengan posien dalam posisi Abduksi Shoulder 900 fleksi Elbow 900 tegak lurus dengan scapula. Pasien diminta mendorong tahan terapis ke arah External Ratasi. Pemeriksaan ini dikenal dengan ... untuk memeriksa tear pada ...
Neer Test - Infraspinatus Tendon
Jobe's Test - Infraspinatus Tendon
Hornbowler Test - Teres Minor Tendon
External Ratation Lag Test - Supraspinatus Tendon
Lift-off Test - Subscapularis Tendon
Saat memeriksa pasien dengan Frozen shoulder, untuk stabilitas ligamen yang dapat menandakan stifness general. Shoulder pasien diposisikan
Fleksi
Ekstensi
Horizontal Abduksi
Adduksi
Abduksi
Fisioterapis ingin memeriksa adanya stiffness pada ligament pasien dengan diagnosa frozen shoulder. Pasien diposisikan prone lying, terapis melakukan Anteromedial glide dengan shoulder adduksi 450 ,Abduksi 900 , dan eksternal rotasi. lgament yang diperiksapada kondisi tersebut adalah
Anterior Band
Superior Band
Inferior Anterior Band
Inferior Posterior Band
Posterior capsule
Pemeriksaan Posterior band ligament pada pasien Frozen Shoulder dilakuka dengan gliding ke arah
Anteromedial - 450 Adduksi, 900 Abduksi, Eksternal Rotasi
Posteromedial - 450 Adduksi, 900 Abduksi, Eksternal Rotasi
Anterolateral - 150 Adduksi, 900 Abduksi, lnternal Rotasi Penuh
Posterolateral - - 150 Adduksi, 900 Abduksi, lnternal Rotasi Penuh
Anterocranial - 450 Adduksi, 900 Abduksi, Eksternal Rotasi
Pasien dalam posisi supine lying, Fleksi Shoulder 900 , Internal rotasi penuh dan end range adduksi, tanslasi shoulder dengan pemberian tekanan axial ke arah posterolateral. Prosedur tersebut dilakukan untuk memeriksa
Anterior Band
Superior Band
Inferior Posterior Band
Inferior Anterior Band
Posterior capsule
Anterosuperior translation pada gleno humeral joint terjadi pada gerakan
Fleksi
Abduksi
Internal Rotasi
Eksternal rotasi
Adduksi
Pada shoulder, Translasi ke ara posterior terjadi pada gerakan
Abduksi
Adduksi
Ekstensi
Internal Rotasi
Fleksi
seorang Pasien mengeluhkan nyeri pada bahu sejak 3 minggu lalu. hasil pemeriksaan terdapat keterbatasan gerak pada glenohumeral joint, edema (-), VAS 7. Intervensi yang dilakukan fisioterapis pada pasien tersebut adalah
TENS
Ultra Sound
Stretching
Strengthening
Shoulder Joint Manipulation
seorang pasien sudah 6 bulan didiagnosa Frozen shoulder. Hasil pemeriksaan fisioterapis terdapat spasme pada Rotator cuff Muscle dan M. Trapezius, VAS (4), Eritema (-), suhu lokal normal. Tindakan fisioterapis pada vase ini adalah
TENS
Ultra Sound
Stretching
Strenghthening
Glenohumeral Joint Manipulation
Seorang pasien mengeluhkan nyeri pada bahunya, nyeri bertambah saat malam hari dan sering muncul saat tidur atau istirahat. Dari hasil pemeriksaan, fisioterapis, ditemukan keterbatasan gerak pada glenohumeral joint, bunyi krepitasi saat digerakkan, odem (+). Diagnosa fisioterapis pada pasien diatas adalah
Frozen Shoulder
Rotator Cuff Tear
GH OA
Shoulder Impigment
Acromioclavicular Joint Dissorder
Fisioterapis melakukan press down proximal humerus denga menfiksasi elbow. Prosedur tersebut merupakan ... untuk meningkatkan
Postero Glide
Antero Glide
Postero Lateral Glide
Antero Lateral Glide
Inferior Glide
Sorang wanita 45 tahun datang ke fisioterapis dengan diagnosa frozen shoulder, impaiment telah dirasakan pasien lebih dari 7 bulan, VAS 7, Intervensi Fisioterapis untuk meningkatkan mobilisasi sendi dengan neminimialisir nyeri adalah
Joint Mobilitation Maitland grada I & II
Joint Mobilitation Maitland grade III & IV
High Velocity and Short Amplitude Movement
Hight Grade Mobilititation Tecnique
Low Grade Mobilititation Tecnique
Terapis melakukan pemeriksaan dengan menstabilisasi shoulder dan menggerakan secara pasif lengan pasien gerakan fleksi shoulder dan internal rotasi. Test ini dinamakan .... untuk mengetahui
Neers Test-Subacromion Impigment
Hawkin's Sign-Subacromion Impigment
Yeergason Test-Subacromion Impigment
Neers Test-Posterial elbow Impigment
Hawkin's Sign-Posterial elbow Impigment
