WorksheetsMechanical €ngineering 2
Total questions: 60
Worksheet time: 3600secs
Salah satu tujuan pembelajaran mata diklat Proses Pemesinan adalah peserta didik mampu membuat ulir segi tiga dengan mesin bubut. Media pembelajaran yang paling tepat digunakan untuk mengakomodasi tercapainya tujuan pembelajaran tersebut adalah:
Visual
bermacam-macam bentuk ulir
Motion
media membubut ulir dengan bantuan komputer
Visual
berupa gambar operator yang sedang membubut ulir dalam bentuk poster
Buku
petunjuk cara membubut ulir yang disusun oleh tim ahli (dealer)
Tujuan pembelajaran pada mata pelajaran Pengukuran Teknik untuk Pokok Bahasan Menggunakan Jangka Sorong adalah: peserta didik dapat membaca hasil pengukuran dimensi obyek ukur dengan jangka sorong. Media pembelajaran yang paling tepat digunakan untuk memperlancar kegiatan pembelajaran tersebut adalah:
Motion
media penggunaan jangka sorong dengan bantuan komputer
Handout
dan Teks berupa potokopi berwarna tentang jangka sorong
Visual
berupa gambar jangka sorong melalui Over Head Projector (OHP)
Buku
petunjuk penggunaan jangka sorong yang diperoleh dari penjual (dealer)
Seorang guru akan melaksanakan pembelajaran mata pelajaran Gambar Teknik pada Pokok Bahasan Gambar Tiga Dimensi dengan memanfaatkan teknologi informasi. Agar pembelajaran berjalan efektif dan efisien sebaiknya guru tersebut memilih model pembelajaran
Pemberian
tugas mandiri mencari contoh elemen mesin untuk dibuat gambar tiga dimensi.
Memberi
ceramah tentang gambar tiga demensi dengan papan tulis dan buku teks
Memberi
ceramah tentang gambar tiga dimensi dengan menggunakan media visual.
Pemberian
tugas kelompok mencari bahan gambar tiga dimensi melalui web
Seorang guru akan melaksanakan pembelajaran mata pelajaran Teori Permesinan pada Pokok Bahasan Mesin Produksi.dengan menafaatkan teknologi informasi. Agar pembelajaran berjalan efektif dan efisien sebaiknya guru tersebut memilih model pembelajaran
Membentuk
kelompok diskusi untuk menyelesaikan tugas menggambar mesin produksi.
Memberi
ceramah tentang mesin produksi dengan menggunakan media visual.
Pemberian
tugas kelompok mencari informasi mesin produksi melalui web
Pemberian
ceramah tentang mesin produksi dengan
menggunakan buku teks.
Salah satu kompetensi dasar mata pelajaran Mekanika Teknik adalah peserta didik mampu membedakan gerakan translasi dan rotasi. Agar peserta didik aktif dalam belajar maka sebaiknya guru tersebut melaksanakan pembelajaran
Memberi
tugas mandiri mengamati adanya gerak translasi dan rotasi yang ada sekitar sekolah
Melakukan
praktikum secara berkelompok mengenai
gerak translasi dan rotasi
Memdemontrasikan
terjadinya gerak translasi dan rotasi
Menunjukkan
gerak translasi dan rotasi melalui audio visual
Dalam pembelajaran mata pelajaran Fisika peserta didik diharapkan mampu membedakan kecepatan dan percepatan. Agar peserta didik aktif dalam belajar maka sebaiknya guru tersebut melaksanakan pembelajaran....
Memberi
contoh terjadinya kecepatan dan percepatan.
Menjelaskan
perbedaan antara kecepatan dan
percepatan
Melakukan
praktikum secara berkelompok mengenai
kecepatan dan percepatan
Memberi
tugas mandiri mengamati adanya kecepatan dan percepatan i yang ada di sekitar
sekolah
Untuk mendapatkan pemahaman tentang hubungan antara kehalusan permukaan hasil kerja mesin bubut dan bentuk pahat maka kegiatan pembelajaran yang tepat dilakukan adalah
Melakukan
pengukuran kehalusan permukaan hasil pembubutan
Memberi
tugas mengamati operator yang sedang membubut lurus
Melakukan
pekerjaan membubut lurus dengan bentuk pahat bervariasi
Melihat
simulasi membubut lurus melalui audio visual
Kegiatan pembelajaran yang tepat dilakukan oleh guru dalam rangka menanamkan pemahaman peserta didik tentang kekuatan tarik dan kekuatan tekan suatu bahan adalah....
Memberi contoh menhitung kekuatan tarik dan
tekan
Melakukan pengujian tarik dan tekan bahan
teknik
Memberi
tentang kekuatan tarti dan kekuatan tekan
Memberi
tugas membaca materi tegangan tarik dan tekan
Kompetensi Dasar (KD) pada mata pelajaran Kewirausahaan adalah peserta didik memiliki soft skill untuk berwiraswasta. Agar kompetensi dasar tersebut dapat terealisir maka sebaiknya guru memilih pendekatan pembelajaran:
Kelompok
Edukatif
Individu
Kombinasi
Kemampuan menerapkan matematika dalam belajar praktik Kerja Bangku adalah salah satu Kompetensi Dasar yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran matematika. Agar kompetensi dasar tersebut dapat terealisir maka sebaiknya guru memilih pendekatan pembelajaran....
Kelompok
Bervariasi
Individu
Edukatif
Dalam kegiatan pembelajaran Teori Permesinan guru mengharapkan adanya umpan balik menyangkut daya serap peserta didik terhadap materi pembelajaran. Untuk maksud ini guru
Menanyakan
secara lisan kepada semua siswa untuk
menanggapi materi pelajaran
Mengadakan
tes/kuis secara lisan siswa menjawab juga secara lisan
Memberi
kesempatan siswa mengajukan pertanyaan berkaitan dengan materi yang sudah
diajarkan
Mengadakan
wawancara tentang kesulitan belajar
teori permesinan
Seorang guru mengharapkan adanya umpan balik dalam kegiatan pembelajaran Teori Pengelasan menyangkut daya serap peserta didik.Untuk maksud ini guru....
Mengadakan tes/kuis secara lisan siswa menjawab juga secara lisan
Mengadakan tes/kuis secara lisan siswa
menjawab juga secara lisan
Memberi
kesempatan siswa mengajukan pertanyaan berkaitan dengan materi yang sudah
diajarkan
Menanyakan
secara lisan kepada semua siswa untuk
menanggapi materi pelajaran
Hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Matematika mencakup aspek kognitif, sikap, dan keterampilan. Untuk mengetahui seberapa jauh minat peserta didik terhadap mata pelajaran tersebut maka jenis penilaian yang paling tepat dikembangkan oleh guru adalah
Portofolio
Inventori
Observasi
Penilaian
antar teman (peer assessment)
Dalam pembelajaran mata diklat Kerja Pelat diharapkan terjadi perubahan hasil belajar yang mencakup aspek kognitif, sikap, dan keterampilan. Untuk mengetahui seberapa jauh kualitas hasil belajar tersebut maka jenis penilaian yang paling tepat dikembangkan oleh guru adalah....
Penilaian
produk
Portofolio
Inventori
Penilaian
diri (self assessment)
Untuk dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran mata diklat Kerja Mesin Perkakas dibutuhkan dukungan kemampuan kognitif dalam pengukuran teknik. Aspek kognitif dalam pengukuran teknik yang memberi kontribusi positif dan penting pada belajar praktik Kerja Mesin Perkakas adalah
Aplikasi
Analisis
Sintesis
Evaluasi
Kemampuan kognitif dalam gambar teknik memberikan kontribusi positif pada kegiatan pembelajaran mata diklat Kerja Pelat. Aspek kognitif dalam gambar teknik yang memberikan kontribusi positif dan penting pada belajar praktik tersebut adalah....
Aplikasi
Pengetahuan
Analisis
Pengetahuan
Validitas butir soal merupakan faktor penting berkaitan dengan kualitas soal. Analisis validitas suatu soal pada hakekatnya bertujuan nuntuk mengetahui
Seberapajauh
butir-butir instrumen mengukur materi pelajaran yang akan diukur
Seberapa
tinggi perangkat instrumen memiliki tingkat konsistensi internal.
Seberapa
jauh butir-butir memiliki tingkat kesukaran yang memenuhi persyaratan
Seberapa
jauh butir-butir yang memenuhi tingkat daya beda yang memenuhi
persyaratan.
Keajegan (reliabilitas) yang tinggi merupakan syarat penting bagi suatu instrumen. Analisis reliabilitas pada dasarnya untuk mengetahui...
Seberapa
jauh butir-butir memiliki tingkat kesukaran yang memenuhi persyaratan
Seberapa
jauh butir-butir instrumen mengukur materi pelajaran yang akan diukur
Seberapa tinggi perangkat instrumen memiliki
tingkat kestabilan internal.
Seberapa
jauh butir-butir yang memenuhi tingkat daya beda yang memenuhi persyaratan
Hasil pengukuran terhadap hasil belajar Matematika diperoleh data bahwa Ani memperoleh sekor 70. Sekor maksimum yang mungkin diperoleh setiap peserta didik adalah 80. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa
70%
dari seluruh kompetensi telah dimiliki oleh Ani
12,5%
dari seluruh butir soal adalah soal yang sulit
87,5%
dari seluruh peserta didik memiliki kompetensi yang ditetapkan
Ani
telah memiliki 87,5% kompetensi yang telah ditetapkan
Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mekanika Teknik seorang guru telah menetapkan akan menilai kemampuan peserta didik tentang konsep gesekan. Proses pembelajaran yang tepat untuk maksud tersebut adalah
Melaksanakan
percobaan tentang adanya proses gesekan
Memberikan
simulasi terjadinya gesekan secara audio visual kemudian diuji secara
tertulis
Memberi
demontrasi tentang gesekan kemudian diuji secara lisan
Memberikan
ceramah tentang gesekan kemudian duji secara tertulis
Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mekanika Teknik seorang guru telah menetapkan akan menilai kemampuan peserta didik tentang konsep gesekan. Proses pembelajaran yang tepat untuk maksud tersebut adalah
Memberikan
ceramah tentang gesekan kemudian duji secara tertulis
Memberi
demontrasi tentang gesekan kemudian diuji secara lisan
Memberikan
simulasi terjadinya gesekan secara audio visual kemudian diuji secara
tertulis
Melaksanakan
percobaan tentang adanya proses gesekan
Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mekanika Teknik seorang guru telah menetapkan akan menilai kemampuan peserta didik tentang konsep tegangan. Proses pembelajaran yang tepat untuk maksud tersebut adalah
Memberikan
simulasi terjadinya tegangan secara
audio visual kemudian diuji secara tertulis
Memberi
tugas membaca tentang tegangan kemudian diuji secara lisan
Melaksanakan
percobaan tentang adanya gesekan
Memberikan ceramah tentang tegangan kemudian
duji secara tertulis
Berdasarkan hasil tes mata pelajaran Matematika ternyata semua peserta didik tidak ada yang mendapatkan sekor di bawah sekor minimum yang ditetapkan. Melihat hal ini, maka tindakan yang tepat sebaiknya diambil guru adalah
Melaksanakan
program pengayaan
Mengadakan
tes ulang
Mengolah
sekor tersebut seperti apa adanya
Mengadakan
diagnosis terhadap kesulitan belajar
Hasil tes mata pelajaran Fisika untuk semua peserta didik ternyata jauh dari harapan guru yang mengajar. Melihat kondisi ini maka sebaiknya guru tersebut melakukan:.
Mengkaji
kembali KKM .
Program
remedial
Diagnosis terhadap kesulitan belajar
Pengolahan sekor berdasarkan kemampuan kelas
Berdasarkan hasil pengukuran dan penilaian terhadap mata pelajaran Mekanika Teknik diketahui bahwa hanya 25% dari seluruh peserta didik yang dapat memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Agar seluruh peserta didik dapat memenuhi KKM maka sebaiknya guru tersebut melaksanakan
Program
percepatan bagi sebagian kecil peserta
didik.
Program
pengayaan dan percepatan bagi semua peserta didik.
Program
remedial dan pengayaan bagi sebagian besar peserta didik.
Program
remedial bagi sebagian besar peserta didik
Berdasarkan hasil pengukuran dan penilaian terhadap mata pelajaran Bahan Teknik diketahui bahwa hanya 75% dari seluruh peserta didik yang dapat memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Agar seluruh peserta didik dapat memenuhi KKM maka sebaiknya guru tersebut melaksanakan
Program
percepatan bagi sebagian besar peserta didik.
Program
remedial bagi sebagian kecil peserta didik
Program
pengayaan dan percepatan bagi semua peserta didik.
Program
remedial dan pengayaan sebagian kecil peserta didik.
Dalam proses pembelajaran mata pelajaran Menggambar Teknik sebagian besar peserta didik kurang antusias untuk mengikutinya. Guru yang mengajar ingin melakukan perbaikan dengan melakukan penelitian tindakan kelas. Permasalahan utama yang menjadi perhatian guru tersebut adalah
Kurangnya
dukungan dan perhatian orang tua
Tingkat
kecerdasan peserta didik rendah
Metode
mengajar yang monoton
Manajemen
sekolah yang kurang efektif
Dalam proses pembelajaran mata pelajaran Pengukuran Teknik sebagian besar peserta didik kurang terampil dalam menggunakan alat ukur. Guru yang mengajar ingin melakukan perbaikan dengan melakukan penelitian tindakan kelas. Permasalahan utama yang menjadi perhatian guru tersebut adalah
Metode
mengajar yang kurang tepat
Tingkat
kecerdasan peserta didik rendah
Kurangnya fasilitas yang mendukung
Kurangnya
perhatian siswa dalam praktek
Hasil pengukuran prestasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran Pneumatik Hidrolik menunjukkan sekor rerata kelas sebesar 67. Hal ini masih di bawah sekor KKM yang ditetapkan yaitu 70. Untuk mengatasi kondisi tersebut guru merancang kegiatan penelitian tindakan kelas untuk kegiatan pembelajaran selanjutnya. Kegiatan yang relevan dikembangkan oleh guru tersebut
Mengerjakan
soal-soal latihan pada setiap akhir pelajaran
Mengadakan
tes/kuiz pada awal tatap muka untuk pertemuan berikutnya
Menggunakan
media pembelajaran berupa modul CD Interaktif
dalam setiap tatap muka
Mengadakan
tes/kuiz pada setiap akhir pelajaran
Berdasarkan data tes hasil belajar Ilmu Bahan diperoleh sekor rerata kelas sebesar 60. Hal ini masih di bawah sekor KKM yang ditetapkan yaitu 70. Untuk mengatasi kondisi tersebut guru merancang kegiatan penelitian tindakan kelas untuk kegiatan pembelajaran selanjutnya. Kegiatan yang relevan dikembangkan oleh guru tersebut
Menerapkan
metode diskusi kelompok dan menyerahkan laporan
Memberi
tugas kelompok untuk kemudian didiskusikan pada setiap akhir pelajaran
Menerapkan
metode cooperative learning sebagai strategi mengajar dalam setiap tatap muka
Membentuk
kelompok kecil untuk berdikusi kemudian hasilnya disimpulkan bersama.
Berdasarkan bentuk sisi ulir macam ulir dapat dikelompokkan menjadi....
Ulir
metric, ulir whit worth, ulir ganda, ulir tunggal.
Segitiga,
segi empat, radius dan trapezium.
Ulir
buttres, ulir majemuk, ulir ganda dan
ulir tunggal.
Ulir
jalan, ulir pengikat, ulir penahan dan ulir penghubung.
Salah satu fungsi Ulir transportir pada mesin bubut adalah sebagai….
Ulir
pengikat
Ulir
penahan
Ulir
penahan
Ulir
jalan
Ulir segitiga paling tepat difungsikan sebagai…..
Ulir
jalan
Ulir
transportir
Ulir
pengikat
Ulir
pemindah
Bentuk ulir yang paling tepat digunakan pada bahan-bahan yang terbuat dari plastik atau kayu adalah....
Radius
Segi
empat
Segitiga
Trapesium
Besar frekuensi tegangan atau arus direct current (DC) adalah....
100 Hz
0 Hz
20Hz
50 Hz
Besar frekuensi tegangan atau arus Alternative Current (AC) PLN adalah....
20 KHz
100 Hz
0 Hz
50 Hz
Pada sistem motor bakar 4 langkah, setiap proses pembakaran terdiri :
4 kali
langkah piston 4 kali putaran poros
engkol
2 kali
langkah piston 2 kali putaran poros
engkol
4 kali
langkah piston 2 kali putaran poros
engkol
2 kali
langkah piston 1 kali putaran poros
engkol
Pada sistem motor bakar 2 langkah, setiap proses pembakaran terdiri :
2 kali
langkah piston 1 kali putaran poros
engkol
2 kali
langkah piston 2 kali putaran poros
engkol
4 kali
langkah piston 4 kali putaran poros
engkol
4 kali
langkah piston 2 kali putaran poros
engkol
Proses pembakaran bahan bakar pada motor bensin terjadi karena ........
Nyala
api busi
Kompresi
dan nyala api busi
Suhu
kompresi mencapai titik nyala bahan bakar
Kompresi
tekanan tinggi
Proses pembakaran bahan bakar pada motor diesel terjadi karena ........
Kompresi
dan nyala api busi
Nyala
api busi
Kompresi
tekanan tinggi
Suhu
kompresi mencapai titik nyala bahan bakar
Pada dasarnya bahan logam dapat dibedakan menjadi 2 yaitu logam ferro dan non-ferro. Dibawah ini yang termasuk logam non ferro adalah....
Baja
tuang, besi tuang, tembaga dan timah putih.
Baja
tuang, seng, alluminium dan nikel.
Tembaga,
timah putih, seng dan nikel.
Besi
tuang, tembaga, timah putih, dan nikel.
Logam non ferro dibagi menjadi 2 golongan yaitu logam berat dan logam ringan. Dibawah ini yang termasuk logam berat non ferro adalah:
Alumunium,
magnesium dan tembaga.
Tembaga,
timah putih dan seng.
Timah
putih, perunggu dan magnesium.
Tembaga,
Alumunium dan nikel.
Untuk membuat high duty ball dan roller bearing sebaiknya menggunakan bahan baja dengan kandungan karbon dan Mangaan…
0,25%C
dan 0,5% Mn.
0,15%C
dan 0,5% Mn.
0,15%C
dan 0,7% Mn.
0,15%C
dan 0,4% Mn.
Untuk membuat komponen mesin dengan kekerasan di permukaannya dan ulet pada intinya seperti roda gigi dan poros, sebaiknya menggunakan bahan baja dengan kandungan karbon dan Mangaan…
0,15%C
dan 0,5% Mn.
2,5%C
dan 0,5% Mn.
0,15%C
dan 0,4% Mn.
0,15%C
dan 0,7% Mn.
Untuk meningkatkan keuletan baja dengan butiran kristal halus maka perlu ditambahkan unsur paduan .......
Chromium
Cuprum
Nikel
Mangaan
Untuk mengurangi sifat rapuh pada baja nikel-chromium maka perlu ditambahkan unsur .......
Nikel
Molybdenum
Chromium
Nikel
Proses pengerasan logam dapat dilakukan sebagai berikut :
Quenching
– Tempering – Heatreatment
Tempering
– Quenching – Heatreatment
Heatreatment
– Tempering – Annealing
Heatreatment
– Quenching – Tempering
Untuk memperbaiki microstruktur akibat proses quenching dapat dilakukan perlakuan panas dengan cara ....
Annealing
Hardening
Tempering
Nitriding
Untuk menghilangkan tegangan dalam, menaikkan keuletan dan memperbaiki mampu proses pemesinan dapat dilakukan dengan ......
Tempering
Annealing
Hardening
Quenching
Proses perlakuan panas untuk meningkatkan kekerasan pada baja disebut dengan proses ....
Hardening
Tempering
Quenching
Nitriding
Oksigen yang terdapat pada atmosfer dapat bersenyawa dengan logam sehingga dapat membentuk lapisan oksid, apabila lapisan oksigen lepas maka proses oksidasi dapat berlanjut dan logam tersebut secara berlahan-lahan dapat menyebabkan ......
Abrasif
Korosi
Kondusif
Destruktif
Salah satu tujuan pelapisan logam adalah untuk melindungi logam agar tidak....
Kondusif
Abrasif
Korosif
Magnetif
Upaya untuk mencegah terjadinya korosi pada logam paduan Alumunium adalah dengan proses....
Tempering
Hardening
Carburasing
Anodising
Proses yang dilakukan untuk mencegah terjadinya korosi pada logam adalah....
Hardening
Annealing
Plating
Quenching
Beberapa metode pengujian logam di bawah ini dilakukan dengan cara destruktif, kecuali…
Pengujian
tarik
Pengujian
dengan sistem ultrasonik
Pengujian
takik
Pengujian
kekerasan
Pengujian kekerasan dapat dilakukan dengan cara berikut, kecuali:
Brinell
Metode
sinar x
Vickers
Rockwell
Suatu bahan EMS-45 setelah dikeraskan dan di uji kekerasannya diperoleh tingkat kekerasan 48 HRC. Apa arti dari 48 HRC ?
Kekerasan
bahan 48 skala Rockwell
Kekerasan
bahan 48 skala Brinell
Kekerasan
bahan 48 skala Mohs
Kekerasan
bahan 48 skala Vickers
Sistem standarisasi kekerasan 10 macam mineral menurut skala Mohs adalah....
Paling
lunak talk, paling keras Kwarsa.
Paling
lunak Talk, paling keras Intan.
Paling
lunak Gips, paling keras Corundum.
Paling
lunak Corundum, paling keras Talk.
Hal-hal yang dapat menyebabkan terjadi kecelakaan pada saat mengefrais adalah sebagai berikut, kecuali:
Tidak
berkacamata
Tidak
mengenakan helm
Tidak
menggunakan pakaian kerja
Tidak
bersepatu
Dalam proses pengerjaan produk dengan mesin bubut sangat dimungkinkan terjadi kecelakan. Hal-hal yang dapat menyebabkan terjadi kecelakaan pada saat membubut adalah sebagai berikut, kecuali....
Tidak
mengenakan helm
Tidak
bersepatu
Tidak
memakai wearpark
Tidak
berkacamata
