WorksheetsPTS 3 PKKR XI TKRO 1 (RABU, 22 OKTOBER 2021)
Total questions: 50
Worksheet time: 44mins
agar mesin kendaraan tidak mati saat di tengah jalan dibutuhkan energi listrik yang siap suplai setiap saat, ini berarti kekdaraan butuh...
sistem pengapian
sistem starter
sistem pengisian
sistem penerangan
sistem bahan bakar
Batas standart tegangan yang dihasilkan oleh alternator pengisian pada kendaraan (mobil) adalah
10,5 - 11,5 V
11,0 - 12,0 V
12,0 - 13,0 V
13,8 - 14,8 V
11,8 - 12,8 V
Komponen pada kendaraan mobil yang berfungsi sebagai penghasil arus listrik bagi seluruh komponen kelistrikan dan sekaligus sebagai pengisi baterai mobil adalah...
Dinamo starter
Generator
Alternator
Kompressor
Baterai
Di dalam alternator memiliki suatu prinsip kerja yang mengakibatkan timbulnya arus listrik yang akan menyuplai kebutuhan kelistrikan pada kendaraan. Prinsip kerja komponen rotor coil adalah...
Elektromagnetik
Hidrolis
Pneumatis
Mekanis
Hidrolis
Ada tiga syarat sebuah generator/ alternator dapat pembangkit listrik yaitu ...
Kumparan - Magnet - Arus
Magnet - Listrik - Kumparan
Kumparan - Magnet - Putaran
Kumparan - Magnet – Induksi
Kumparan - listrik – Induksi
Besar kecilnya tegangan yang dihasilkan alternator pada mobil adalah tergantung dari besar kecilnya....
gulungan kawat rotor
kumparan Stator
Sekering
Baterai
Arus yang masuk ke terminal F alternator
Nama terminal yang ditunjukkan dengan nomor 1 – 6 – 3 – 4 – 5 – 2 adalah...
E – L – F – B – N – IG
E – L – F – N – IG – B
E – L – B – N – IG – F
E – L – B – N – F – IG
E – IG – B – N – L - F
Ciri-ciri terminal L pada Regulator type kontak point adalah....
berhubungan dengan PL0 dan R (resistor)
berhubungan dengan P2
berhubungan dengan P0 dan kumparan VR (Voltage Regulator)
berhubungan dengan kumparan RV (Relay Voltage)
berhubungan dengan PL2 dan P1
Ciri-ciri terminal B pada Regulator type kontak point adalah....
berhubungan dengan PL0 dan R (resistor)
berhubungan dengan P2
berhubungan dengan P0 dan kumparan VR (Voltage Regulator)
berhubungan dengan kumparan RV (Relay Voltage)
berhubungan dengan PL2 dan P1
Ciri-ciri terminal E pada Regulator type kontak point adalah.....
berhubungan dengan PL0 dan R (resistor)
berhubungan dengan P2
berhubungan dengan P0 dan kumparan VR (Voltage Regulator)
berhubungan dengan kumparan RV (Relay Voltage)
berhubungan dengan PL2 dan P1
Ciri-ciri terminal F pada Regulator type kontak point adalah.....
berhubungan dengan PL0 dan R (resistor)
berhubungan dengan P2
berhubungan dengan P0 dan kumparan VR (Voltage Regulator)
berhubungan dengan kumparan RV (Relay Voltage)
berhubungan dengan PL2 dan P1
Pada saat mesin putaran sedang, sistem pengisian konvensional ...
membangkitkan kemagnetan yang sangat kuat di rotor coil
menyalakan lampu CHG tanda pengisian tidak terjadi
arus dari N (alternator) ke N (regulator) membangkitkan kemagnetan yang kuat pada kumparan RV (Relay Voltage) dan menarik P0 menempel pada P2 (regulator)
arus dari L membangkitkan kemagnetan yang kuat pada kumparan VR (Voltage Regulator) dan menarik PL0 menempel pada PL2 (regulator)
alternator membangkitkan arus pengisian di atas 14,8 volt
Pada saat mesin putaran tinggi, sistem pengisian konvensional terjadi cut out, artinya ...
membangkitkan kemagnetan yang sangat kuat di rotor coil
menyalakan lampu CHG tanda pengisian tidak terjadi
arus dari N (alternator) ke N (regulator) membangkitkan kemagnetan yang kecil pada kumparan RV (Relay Voltage) dan menarik P0 menempel pada P2 (regulator)
arus dari L membangkitkan kemagnetan yang kecil pada kumparan VR (Voltage Regulator) dan menarik PL0 menempel pada PL2 (regulator)
arus dari IG langsung dimasakan oleh PL2 (regulator) ke terminal E (regulator), sehingga rotor coil tidak membangkitkan arus listrik pengisian
Mengapa tegangan alternator perlu diregulasi ?
Agar pengsian baterai maksimal
Agar sistem penerangan stabil
Agar koil tidak panas
Agar kerja sistem kelistrikan stabil
Supaya tegangan pengisian baterai tetap/tidak terlalu tinggi sesuai dengan sistem tegangan semua pemakai
Pada saat melakukan pengukuran tegangan pengisian, Jika selector voltmeter berada pada posisi 50 DC, berdasarkan hasil pengukuran pada pembacaan voltmeter diatas, disimpulkan...
Resistor putus
Voltage relay putus
Lampu pengisian putus
Kumparan voltage regulator putus
Tidak ada arus pada terminal N
5 (lima) penyebab sistem pengisian mobil tidak stabil yang benar adalah ....
1).accu/aki lemah, 2).terminal aki kurang rapat/kendor, 3).kabel/ sochet penghubung kendor, 4).regulator rusak, 5).alternator rusak
1).kapasitas/ukuran fuse terlalu besar, 2).terminal aki kurang rapat/kendor, 3).kabel/ sochet penghubung kendor, 4).regulator rusak, 5).alternator rusak
1).Accu/ Aki lemah, 2). kapasitas/ukuran fuse terlalu besar, 3).kabel/ sochet penghubung kendor, 4).regulator rusak, 5).alternator rusak
1).Accu/ Aki lemah, 2).terminal aki kurang rapat/kendor, 3). kapasitas/ukuran fuse terlalu besar, 4).regulator rusak, 5).alternator rusak
1).Accu/ Aki lemah, 2).terminal aki kurang rapat/kendor, 3).kabel/ sochet penghubung kendor, 4).regulator rusak, 5). kapasitas/ukuran fuse terlalu besar
Sistem pengisian dengan regulator mekanik. Jika lampu CHG pada dash board menyala, diagnosenya adalah....
Tegangan listrik pada N lebih kecil dari 6 Volt
Tegangan baterai terlalu rendah
Arus listrik pada terminal N kecil
Tegangan bateri terlalu tinggi
Tahanan pada terminal N besar
Jika salah satu penyearah rusak pada sistem pengisian maka berakibat...
Arus pengisian berkurang
Tegangan pengisian berkurang
Tahanan pengisian berkurang
Lampu indicator pengisian menyala
Tegangan pada terminal N menurun
Over charge pada sistem pengisian konvensional kemungkinan penyebabnya adalah....
Resistor putus
Voltage relay putus
Lampu pengisian putus
Voltage regulator putus
Tidak ada arus pada terminal N
Tegangan regulasi sistem pengisian konvensional untuk baterai 12 Volt, kendaraan Toyota Kijang 5K adalah...
13 Volt – 17 Volt
11 Volt – 13 Volt
13,8 Volt – 14,8 Volt
12 Volt - 13 Volt
13,5 volt – 15,5 Volt
Untuk mengetahui kondisi rotor pada sistem pengisian, maka kita harus mengukur besarnya tahanan kumparan rotor pada alternator menggunakan ohm-meter, yaitu dengan menghubungkan...
Terminal N dan F
Terminal E dan B
Terminal B dan F
Terminal F dan N
Terminal E dan F
Untuk mengetahui kondisi kumparan voltage regulator pada sistem pengisian, maka kita harus mengukur besarnya tahanan kumparan VR pada regulator menggunakan ohm-meter, yaitu dengan menghubungkan...
Terminal N dan E
Terminal B dan E
Terminal IG dan E
Terminal F dan E
Terminal L dan E
Untuk mengetahui kondisi kumparan relay voltage pada sistem pengisian, maka kita harus mengukur besarnya tahanan kumparan RV pada regulator menggunakan ohm-meter, yaitu dengan menghubungkan...
Terminal N dan E
Terminal B dan E
Terminal IG dan E
Terminal F dan E
Terminal L dan E
Dalam sistem pengisian, yang berfungsi untuk menyimpan cadangan listrik untuk menyuplai kebutuhan sistem kelistrikan pada suatu kendaraan adalah ...
Kunci kontak
Batrei
Fuse
Regulator
Kabel tegangan tinggi
Komponen yang berfungsi untuk pengaman dan melindungi seluruh rangkaian sistem pengisian adalah ...
Fuse
Regulator
Alternator
Fuseble link
circuit breaker
Fuseble link pada sistem pengisian memiliki kapasitas hingga....
10 Ampere
12 Ampere
20 Ampere
60 Ampere
8 Ampere
. Lampu pada panel indikator pengemudi yang berfungsi untuk menunjukkan kondisi baik atau tidaknya sistem pengisian pada kendaraan adalah....
lampu dim
odo meter
lampu CHG
engine lamp
lampu sein
Komponen diatas termasuk komponen utama dari sistem pengisian konvesional, yang memiliki fungsi sebagai ....
Mengatur tegangan masuk sistem pengisian
Mengatur tegangan output sistem pengisian
Mencegah percikan api sistem pengisian
Melindungi konsleting pada rangkaian sistem pengisian
Melindungi komponen alternator
Terminal L dan IG merupakan terminal input yang menjadi point untuk memasukan arus dari batrei. Arus di terminal L akan dihubungkan ke Voltage relay yang berfungsi untuk mengaktifkan ....
Voltage regulator dan lampu CHG
Batrei
P0 dan PL0
PL1 dan PL2
Lampu CHG
Pada salah satu komponen utama sistem pengisan berikut, terdapat empat terminal, yaitu....
IG - L - N – B
P0 - P1 - P2 - PL0
N - B - F - E
R - PL2 - PL1 - PL0
IG – N – B – F
Seperti penjelasan sebelumnya, terminal E pada komponen regulator pengisian konvesional terhubung dengan beberapa terminal yang ada, antara lain ....
PL0 dan PL1
PL2 dan P1
P2 dan P1
R dan L
IG dan L
Perhatikan gambar sistem pengisian pada gambar berikut, jika urutan arus listrik sesuai seperti gambar diatas, berarti sistem pengisian dalam kondisi ....
Kunci kontak ON – Mesin putaran tinggi
Kunci kontak OFF – Mesin mati
Kunci kontak ON – Mesin putaran sedang
. Kunci kontak ON – Mesin putaran rendah
. Kunci kontak ST – Mesin putaran rendah
Perhatikan gambar sistem pengisian pada gambar, jika urutan arus listrik sesuai seperti gambar diatas, berarti sistem pengisian dalam kondisi ....
Kunci kontak ON – Mesin putaran sedang
Kunci kontak OFF – Mesin mati
Kunci kontak ON – Mesin putaran tinggi
Kunci kontak ON – Mesin putaran rendah
Kunci kontak ON – Mesin mati
Perhatikan gambar sistem pengisian pada gambar diatas, jika urutan arus listrik sesuai seperti gambar diatas, berarti sistem pengisian dalam kondisi ...
Kunci kontak ON – Mesin putaran tinggi
Kunci kontak ON – Mesin putaran rendah
Kunci kontak ON – Mesin putaran sedang
Kunci kontak OFF – Mesin mati
Kunci kontak ST – Mesin mati
Perhatikan gambar sistem pengisian pada gambar diatas, jika urutan arus listrik sesuai seperti gambar diatas, berarti sistem pengisian dalam kondisi ...
Kunci kontak ON – Mesin putaran rendah
Kunci kontak OFF – Mesin mati
Kunci kontak ON – Mesin putaran sedang
Kunci kontak Off – Mesin putaran tinggi
Kunci kontak ON – Mesin putaran tinggi
Pada sistem pengisian kendaraan ringan, ketika awal menyalakan kunci kontak ON lampu CHG otomatis akan menyala untuk memberikan informasi kepada pengemudi jika sistem pengisian sudah aktif. Setelah menyalakan mesin, ternyata lampu CHG tersebut masih tetap menyala, dapat disimpulkan bahwa sistem pengisian dalam kondisi ....
Baik/ normal
tidak ada pengisian/ tidak normal
Adanya kerusakan pada sistem pengisian
baterai kuang baik/ rusak
Pengisan telah tejadi normal
penyebab lampu CHG tidak dapat mati ketika posisi mesin menyala, biasanya yang paling sering terjadi karena suatu hal, yaitu...
Dioda atau reectifier rusak
Terdapat kotoran pada antara kontak point P0 dan P1 regulator
Kumparan Relay voltage (RV) putus/ rsak
Beterai rusak
Arus pengisian terlalu besar
Akibat jika sistem pengisian pada kendaraan tidak bekerja maksimal (kecil) ?
cepat merusak baterai
lampu CHG menyala
arus pengisian dari Alternator tidak mampu mengisi baterai
kemagnetan di rotor coil tidak ada
Mobil/ kendaraan berhenti tiba-tiba
3 unsur yang mempengaruhi besar kecilnya tegangan induksi pada alternator adalah....
kuat lemahnya medan magnet pada rotor coil
Putaran mesin (rpm)
jumlah gulungan pada kumparan stator
kondisi diode
kondisi regulator
j
Fungsi dari dioda rectifier pada alternator yaitu...
Membangkitkan medan magnet
Mengubah arus AC 3 phase menjadi DC 1 phase
Membangkitkan arus listrik AC 3 phase
Mengatur besar kecilnya arus pengisian pada baterai
Mengatur tengangan pengisian tetap berkisar 13,8-14,8 volt
Untuk mengetahui kondisi kumparan rotor, kita bisa lakukan pemeriksaan dengan menggunan ohm meter, yaitu dengan menghubungkan probe pada....
terminal N dan E
terminal N dan B
terminal B dan E
terminal F dan E
terminal B dan F
Untuk mengetahui kondisi kumparan stator, kita bisa lakukan pemeriksaan dengan menggunan ohm meter, yaitu dengan menghubungkan probe pada....
termina; N dan E
terminal B dan N
terminal B dan F
terminal E dan B
terminal F dan E
Lampu penerangan bisa putus/mati ketika putaran mesin dinaikan, salah satu penyebabnya adalah....
Regulator tidak berfungsi
salah satu diode/rectifier rusak
Rotor coil putus
sikat arang/brush sdh aus. waktunya ganti
fuse/ sekring pengisian putus
3 kumparan pada stator alternator agar membangkitkan arus yang konstan maka dirangkai secara...
seri
paralel
gabungan seri dan paralel
star
delta
Fungsi dari fan pada alternator adalah....
mengurangi gaya gesek dan menahan beban komponen alternator
meneruskan putaran daro poros engkol ke poros alternator
melindungi komponen alternator
meneruskan arus listrik dari sikat arang ke cincin kolektor
sebagai pendingin komponen alternator
Fungsi dari puli pada komponen alternator adalah...
meneruskan putaran dari poros alternator ke rotor coil
mendinginkan komponen alternator
membangkitkan medan magnet
meneruskan putaran dari poros engkol ke poros alternator dengan perantara sabuk/belt
memutarkan poros engkol dengan perantara sabuk/belt
komponen pada alternator yang berfungsi membangkitkan arus AC 3 phasa adalah...
rotor coil
stator coil
collector ring
brush holder
rectifier
komponen alternator yang dialiri arus listrik antara lain
brush
rotor coil
colektor ring
kumparan relay voltage
kumparan volage regulator
2 kumparan pada regulator jenis kontak poin adalah...
rotor coil dan stator coil
fiel coil dan armature coil
pull in coil dan hold in coil
votage regulator dan relay voltage
primer coil dan scondary coil
Prinsip kerja sistem pengisian adalah...
merubah energi gerak menjadi energi listrik
merubah energi listrik mejadi energi gerak
merubah energi listrik menjadi energi panas
merubah energi listrik menjadi energi kimia
merubah energi listrik menjadi magnet
