wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Teks Anekdot Kelas 10

Total questions: 20

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Cerita yang lucu dan mengesankan serta singkat dan menarik, biasanya mengenai orang penting berdasarkan kejadian sebenarnya, merupakan pengertian dari ....

a)

Teks Prosedur.

b)

Teks Laporan Hasil Observasi.

c)

Teks Eksposisi.

d)

Teks Anekdot.

e)

Teks Argumentasi.

2.

Fungsi anekdot adalah untuk ....

a)

Memberikan hiburan.

b)

Menyampaikan kritik.

c)

Menginformasikan sesuatu.

d)

Memberikan humor.

e)

Menjelaskan sesuatu.

3.

Struktur teks anekdot yang tepat adalah ….

a)

Abstraksi - Koda - Orientasi - Krisis - Reaksi.

b)

Orientasi - Abstraksi - Reaksi - Krisis - Koda.

c)

Abstraksi - Orientasi - Krisis - Reaksi - Koda.

d)

Koda - Reaksi - Krisis - Orientasi - Abstraksi.

e)

Reaksi - Abstraksi - Krisis - Orientasi - Koda.

4.

Perhatikan teks anekdot berikut!


Seorang warga melapor kemalingan. (1)

Pelapor : “ Pak saya kemalingan.” (2)

Polisi : “ Kemalingan apa?” (2)

Pelapor : “ Mobil, Pak. Tapi saya beruntung Pak..” (2)

Polisi : “ Kemalingan kok beruntung?” (3)

Pelapor : “ Iya Pak. Saya beruntung karena CCTV merekam dengan jelas. Saya bisa melihat dengan jelas wajah malingnya.” (3)

Polisi : “ Sudah minta izin malingnya untuk merekam?” (3)

Pelapor : “ Belum ...(sambil menatap polisi dengan penuh keheranan) (4)

Polisi : “ Itu ilegal. Anda saya tangkap.” (4)

Pelapor : (hanya bisa pasrah tak berdaya) (5)


Struktur yang ditandai dengan nomor 1 disebut ....

a)

Abstraksi.

b)

Orientasi.

c)

Krisis.

d)

Reaksi.

e)

Koda.

5.

Perhatikan teks anekdot berikut!


Seorang warga melapor kemalingan. (1)

Pelapor : “ Pak saya kemalingan.” (2)

Polisi : “ Kemalingan apa?” (2)

Pelapor : “ Mobil, Pak. Tapi saya beruntung Pak..” (2)

Polisi : “ Kemalingan kok beruntung?” (3)

Pelapor : “ Iya Pak. Saya beruntung karena CCTV merekam dengan jelas. Saya bisa melihat dengan jelas wajah malingnya.” (3)

Polisi : “ Sudah minta izin malingnya untuk merekam?” (3)

Pelapor : “ Belum ...(sambil menatap polisi dengan penuh keheranan) (4)

Polisi : “ Itu ilegal. Anda saya tangkap.” (4)

Pelapor : (hanya bisa pasrah tak berdaya) (5)


Struktur yang ditandai dengan nomor 2 disebut ....

a)

Abstraksi.

b)

Orientasi.

c)

Krisis.

d)

Reaksi.

e)

Koda.

6.

Perhatikan teks anekdot berikut!


Seorang warga melapor kemalingan. (1)

Pelapor : “ Pak saya kemalingan.” (2)

Polisi : “ Kemalingan apa?” (2)

Pelapor : “ Mobil, Pak. Tapi saya beruntung Pak..” (2)

Polisi : “ Kemalingan kok beruntung?” (3)

Pelapor : “ Iya Pak. Saya beruntung karena CCTV merekam dengan jelas. Saya bisa melihat dengan jelas wajah malingnya.” (3)

Polisi : “ Sudah minta izin malingnya untuk merekam?” (3)

Pelapor : “ Belum ...(sambil menatap polisi dengan penuh keheranan) (4)

Polisi : “ Itu ilegal. Anda saya tangkap.” (4)

Pelapor : (hanya bisa pasrah tak berdaya) (5)


Struktur yang ditandai dengan nomor 3 disebut ....

a)

Abstraksi.

b)

Orientasi.

c)

Krisis.

d)

Reaksi.

e)

Koda.

7.

Perhatikan teks anekdot berikut!


Seorang warga melapor kemalingan. (1)

Pelapor : “ Pak saya kemalingan.” (2)

Polisi : “ Kemalingan apa?” (2)

Pelapor : “ Mobil, Pak. Tapi saya beruntung Pak..” (2)

Polisi : “ Kemalingan kok beruntung?” (3)

Pelapor : “ Iya Pak. Saya beruntung karena CCTV merekam dengan jelas. Saya bisa melihat dengan jelas wajah malingnya.” (3)

Polisi : “ Sudah minta izin malingnya untuk merekam?” (3)

Pelapor : “ Belum ...(sambil menatap polisi dengan penuh keheranan) (4)

Polisi : “ Itu ilegal. Anda saya tangkap.” (4)

Pelapor : (hanya bisa pasrah tak berdaya) (5)


Struktur yang ditandai dengan nomor 4 disebut ....

a)

Abstraksi.

b)

Orientasi.

c)

Krisis.

d)

Reaksi.

e)

Koda.

8.

Perhatikan teks anekdot berikut!


Seorang warga melapor kemalingan. (1)

Pelapor : “ Pak saya kemalingan.” (2)

Polisi : “ Kemalingan apa?” (2)

Pelapor : “ Mobil, Pak. Tapi saya beruntung Pak..” (2)

Polisi : “ Kemalingan kok beruntung?” (3)

Pelapor : “ Iya Pak. Saya beruntung karena CCTV merekam dengan jelas. Saya bisa melihat dengan jelas wajah malingnya.” (3)

Polisi : “ Sudah minta izin malingnya untuk merekam?” (3)

Pelapor : “ Belum ...(sambil menatap polisi dengan penuh keheranan) (4)

Polisi : “ Itu ilegal. Anda saya tangkap.” (4)

Pelapor : (hanya bisa pasrah tak berdaya) (5)


Struktur yang ditandai dengan nomor 5 disebut ....

a)

Abstraksi.

b)

Orientasi.

c)

Krisis.

d)

Reaksi.

e)

Koda.

9.

Perhatikan Teks Anekdot berikut!


Dosen yang juga Menjadi Pejabat


Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang. (1)

Tono : “Saya heran dengan dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri.” (2)

Udin : “Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton.” (2)

Tono : “Ya, Udin tahu sebabnya.” (3)

Udin : “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri.” (3)

Tono : “Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang pejabat.” (3)

Udin : “Loh, apa hubungannya?” (4)

Tono : “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.” (4)

Udin : “???” (5)


Struktur teks anekdot bagian abstraksi ditunjukkan oleh nomor ....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

10.

Perhatikan Teks Anekdot berikut!


Dosen yang juga Menjadi Pejabat


Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang. (1)

Tono : “Saya heran dengan dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri.” (2)

Udin : “Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton.” (2)

Tono : “Ya, Udin tahu sebabnya.” (3)

Udin : “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri.” (3)

Tono : “Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang pejabat.” (3)

Udin : “Loh, apa hubungannya?” (4)

Tono : “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.” (4)

Udin : “???” (5)


Struktur teks anekdot bagian orientasi ditunjukkan oleh nomor ....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

11.

Perhatikan Teks Anekdot berikut!


Dosen yang juga Menjadi Pejabat


Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang. (1)

Tono : “Saya heran dengan dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri.” (2)

Udin : “Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton.” (2)

Tono : “Ya, Udin tahu sebabnya.” (3)

Udin : “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri.” (3)

Tono : “Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang pejabat.” (3)

Udin : “Loh, apa hubungannya?” (4)

Tono : “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.” (4)

Udin : “???” (5)


Struktur teks anekdot bagian krisis ditunjukkan oleh nomor ....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

12.

Perhatikan Teks Anekdot berikut!


Dosen yang juga Menjadi Pejabat


Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang. (1)

Tono : “Saya heran dengan dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri.” (2)

Udin : “Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton.” (2)

Tono : “Ya, Udin tahu sebabnya.” (3)

Udin : “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri.” (3)

Tono : “Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang pejabat.” (3)

Udin : “Loh, apa hubungannya?” (4)

Tono : “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.” (4)

Udin : “???” (5)


Struktur teks anekdot bagian reaksi ditunjukkan oleh nomor ....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

13.

Perhatikan Teks Anekdot berikut!


Dosen yang juga Menjadi Pejabat


Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang. (1)

Tono : “Saya heran dengan dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri.” (2)

Udin : “Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton.” (2)

Tono : “Ya, Udin tahu sebabnya.” (3)

Udin : “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri.” (3)

Tono : “Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang pejabat.” (3)

Udin : “Loh, apa hubungannya?” (4)

Tono : “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.” (4)

Udin : “???” (5)


Struktur teks anekdot bagian koda ditunjukkan oleh nomor ....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

14.

Perhatikan teks anekdot berikut!


Seorang warga melapor kemalingan. (1)

Pelapor : “Pak saya kemalingan.” (2)

Polisi : “ Kemalingan apa?” (2)

Pelapor : “ Mobil, Pak. Tapi saya beruntung Pak..” (2)

Polisi : “ Kemalingan kok beruntung?” (3)

Pelapor : “ Iya Pak. Saya beruntung karena CCTV merekam dengan jelas. Saya bisa melihat dengan jelas wajah malingnya.” (3)

Polisi : “ Sudah minta izin malingnya untuk merekam?” (3)

Pelapor : “ Belum ...(sambil menatap polisi dengan penuh keheranan) (4)

Polisi : “ Itu ilegal. Anda saya tangkap.” (4)

Pelapor : (hanya bisa pasrah tak berdaya) (5)


Kaidah kebahasaan "kalimat retoris" dalam teks anekdot tersebut adalah ....

a)

Seorang warga melapor kemalingan.

b)

Pak saya kemalingan.

c)

Sudah minta izin malingnya untuk merekam?

d)

Itu ilegal. Anda saya tangkap.

e)

Hanya bisa pasrah tak berdaya.

15.

Perhatikan teks anekdot berikut!


Seorang warga melapor kemalingan. (1)

Pelapor : “Pak saya kemalingan.” (2)

Polisi : “ Kemalingan apa?” (2)

Pelapor : “ Mobil, Pak. Tapi saya beruntung Pak..” (2)

Polisi : “ Kemalingan kok beruntung?” (3)

Pelapor : “ Iya Pak. Saya beruntung karena CCTV merekam dengan jelas. Saya bisa melihat dengan jelas wajah malingnya.” (3)

Polisi : “ Sudah minta izin malingnya untuk merekam?” (3)

Pelapor : “ Belum ...(sambil menatap polisi dengan penuh keheranan) (4)

Polisi : “ Itu ilegal. Anda saya tangkap.” (4)

Pelapor : (hanya bisa pasrah tak berdaya) (5)


Kaidah kebahasaan "kata kerja aksi" dalam teks anekdot tersebut adalah ....

a)

Melapor.

b)

Warga.

c)

Mobil.

d)

Beruntung.

e)

Kemalingan.

16.

"Kemudian, lalu, setelah itu, akhirnya, selanjutnya."


Kata-kata di atas termasuk ke dalam kaidah kebahasaan teks anekdot ....

a)

Kalimat retoris.

b)

Konjungsi waktu.

c)

Kata kerja aksi.

d)

Kalimat perintah.

e)

Kalimat seru.

17.

“Pak, tolong jawab pertanyaannya!”


Kalimat di atas termasuk ke dalam kaidah kebahasaan teks anekdot ....

a)

Kalimat retoris.

b)

Konjungsi waktu.

c)

Kata kerja aksi.

d)

Kalimat perintah.

e)

Kalimat seru.

18.

“Astaga bukuku tertinggal!”


Kalimat di atas termasuk ke dalam kaidah kebahasaan teks anekdot ....

a)

Kalimat retoris.

b)

Konjungsi waktu.

c)

Kata kerja aksi.

d)

Kalimat perintah.

e)

Kalimat seru.

19.

Pola penyajian teks anekdot adalah ....

a)

Narasi dan eksposisi.

b)

Argumentasi dan deskripsi.

c)

Narasi dan dialog.

d)

Argumentasi dan persuasi.

e)

Deskripsi dan dialog.

20.

Makna yang tersirat dalam gambar anekdot di atas adalah ....

a)

Kesalahan koruptor diampuni.

b)

Koruptor harus dibebaskan.

c)

Koruptor yang sedang dihukum.

d)

Koruptor seharusnya dihukum yang sesuai dengan kesalahannya.

e)

Koruptor yang dibebaskan dari hukuman.