WorksheetsANEKDOT
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Cerita yang lucu dan mengesankan serta singkat dan menarik, biasanya mengenai orang penting berdasarkan kejadian sebenarnya, merupakan pengertian dari....
A. Anekdot
B. Eksposisi
C. Humor
D. Eksplanasi
E. Laporan hasil observasi
Kisah Pemulung
Pada siang hari di sebuah kompleks perumahaan yang kelihatan mewah terjadi perdebatan antara Pak RT dan Pak Pemulung. Masalah yang mereka debatkan adalah hal remeh yaitu di lingkungan perumahan itu, memang sudah banyak ditempel papan dengan tulisan “Pemulung Dilarang Masuk”, tetapi masih saja ada pemulung yang tidak menaati aturan tersebut.
Pak RT : “Pak sedang cari apa di tempat sampah itu?”
Pemulung :“Ya, sudah tentu cari barang bekas atau botol plastik yang dapat didaur ulang.”
Pak RT : “Maaf ya Pak, Bapak dapat baca tulisan yang ada di depan pintu gerbang perumahan ini, tidak?”
Pemulung :“Emang tulisannya apa, Pak?”
Pak RT : “Di papan itu tertulis Pemulung Dilarang Masuk, lantas kenapa Bapak nekat masuk di perumahan ini?”
Pemulung : “Yah, Pak RT ini gimana sih… kalau saya bisa baca tulisan yang di papan itu, tentu saya tidak akan jadi pemulung, Pak!”
Pak RT kemudian terdiam membisu dan berpikir bahwa jawaban pemulung itu ada benarnya juga. Pemulung tadi ternyata buta huruf, jelaslah ia tidak bisa baca papan larangan pemulung.
Dari teks anekdot di atas, makna tersiratnya adalah...
A. Teranyata masih banyak pemulung disekitar kita.
B. Pemulung dilarang masuk!
C. Banyak pemulung yang tidak menaati peraturan.
D. Ternyata angka buta aksara disekitar kita masih banyak.
E. Masih banyak orang miskin di sekitar kita!
Perhatikan struktur anekdot :
1. Koda
2. Krisis
3. Abstraksi
4. Reaksi
5. Orientasi
Urutan struktur teks anekdot yang tepat adalah ….
A. 3-5-4-2-1
B. 3-5-2-4-1
C. 3-4-5-2-1
D. 3-2-4-5-1
3-4-2-5-1
Dosen yang juga Menjadi Pejabat
Di kantik sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang.
Tono : “Saya heran dengan dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernahg mau berdiri.”
Udin : “Ah, begitu saja diperhatikan sih, Ton.”
Tono : “Ya, Udin tahu sebabnya.”
Udin : “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri.”
Tono : “Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang bejabat/”
Udin : “Lho, apa hubungannya.”
Tono : “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.”
Udin : “???”
Makna idiomatis dari kata ‘kursi’ dalam teks Dosen yang juga menjadi Pejabat adalah ....
A. Tempat duduk
B. Tempat untuk nongkrong
C. Jabatan
D. Alat
E. Semuanya benar
Teks yang berisi mengenai hal-hal yang lucu dan tujuannya untuk menghibur disebut dengan teks .....
A. Anekdot
B. Eksposisi
C. Humor
D. Eksplanasi
E. Laporan hasil observasi
Aksi Maling Tertangkap CCTV
Seorang warga melapor kemalingan. (1)
Pelapor : “Pak saya kemalingan.” (2)
Polisi : “Kemalingan apa?”
Pelapor : “Mobil, Pak. Tapi saya beruntung Pak...”
Polisi : “Kemalingan kok beruntung?”(3)
Pelapor : “Iya, pak. Saya beruntung karena CCTV merekam dengan jelas. Saya bisa melihat dengan jelas wajah malingnya.”
Polisi : “Sudah minta izin malingnya untuk merekam?”
Pelapor : “Belum ....” (sambil menatap polisi dengan penuh keheranan) (4)
Polisi : “Itu Ilegal. Anda saya tangkap.”
Pelapor : (hanya bisa pasrah tak berdaya) (5)
Orientasi dalam teks tersebut ditandai dengan nomor ....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)
Aksi Maling Tertangkap CCTV
Seorang warga melapor kemalingan. (1)
Pelapor : “Pak saya kemalingan.” (2)
Polisi : “Kemalingan apa?”
Pelapor : “Mobil, Pak. Tapi saya beruntung Pak...”
Polisi : “Kemalingan kok beruntung?”(3)
Pelapor : “Iya, pak. Saya beruntung karena CCTV merekam dengan jelas. Saya bisa melihat dengan jelas wajah malingnya.”
Polisi : “Sudah minta izin malingnya untuk merekam?”
Pelapor : “Belum ....” (sambil menatap polisi dengan penuh keheranan) (4)
Polisi : “Itu Ilegal. Anda saya tangkap.”
Pelapor : (hanya bisa pasrah tak berdaya) (5)
Reaksi dalam teks tersebut ditandai dengan nomor .....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)
Balasan dari Tukang Sayur
Membalas kentang surat mu itu
Brokoli-brokoli sudah kubilang
Jangan tiap dateng rambutmu selalu kucai
Jagungmu tak pernah dicukur
Disuruh dateng malem minggu
eh nongolnya hari labu
Ditambah kondisi keuanganmu makin hari makin pare
Kalo mau nelepon aku aja mesti ke wortel
Terus terong aja
Cintaku padamu sudah lama tomat
Jangan kangkung aku lagi
Aku mau hidup seledri
Cabe dech.
Dari : Sayurati
Teks tersebut termasuk ke dalam jenis teks ...
A. Anekdot
B. Eksposisi
C. Humor
D. Eksplanasi
E. Laporan hasil observasi
Kisah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum menyerang saksi. “Apakah benar,” teriak Jaksa, “bahwa anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?”
Saksi menatap keluar jendela seolah-olah tidak mendengar pertanyaan. “Bukankah benar Anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?” ulang pengacara.
Saksi masih tidak menanggapi.
Akhirnya, hakim berkata, “Pak. Tolong jawab pertanyaan Jaksa!”
“Oh, maaf.” Saksi terkejut sambil berkata kepada hakim, “Saya pikir dia tadi berbicara dengan Anda.”
Kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu adalah...
A. Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum menyerang saksi.
B. Saksi menatap keluar jendela seolah-olah tidak mendengar pertanyaan.
C. Akhirnya, hakim berkata, “Pak. Tolong jawab pertanyaan Jaksa!”
D. “Bukankah benar Anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?” ulang pengacara.
E. “Oh, maaf.” Saksi terkejut sambil berkata kepada hakim, “Saya pikir dia tadi berbicara dengan Anda.”
Kisah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum menyerang saksi. “Apakah benar,” teriak Jaksa, “bahwa anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?”
Saksi menatap keluar jendela seolah-olah tidak mendengar pertanyaan. “Bukankah benar Anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?” ulang pengacara.
Saksi masih tidak menanggapi.
Akhirnya, hakim berkata, “Pak. Tolong jawab pertanyaan Jaksa!”
“Oh, maaf.” Saksi terkejut sambil berkata kepada hakim, “Saya pikir dia tadi berbicara dengan Anda.”
Penggunaan kalimat seru yang tepat adalah .....
A. “Apakah benar,”
B. “Bukankah benar Anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?”
C. “bahwa anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?”
D. “Pak. Tolong jawab pertanyaan Jaksa!”
E. “Oh, maaf.”
Kisah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum menyerang saksi. “Apakah benar,” teriak Jaksa, “bahwa anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?”
Saksi menatap keluar jendela seolah-olah tidak mendengar pertanyaan. “Bukankah benar Anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?” ulang pengacara.
Saksi masih tidak menanggapi.
Akhirnya, hakim berkata, “Pak. Tolong jawab pertanyaan Jaksa!”
“Oh, maaf.” Saksi terkejut sambil berkata kepada hakim, “Saya pikir dia tadi berbicara dengan Anda.”
Penggunaan kalimat perintah yang tepat dalam kalimat tersebut adalah....
A. “Apakah benar,”
B. “Bukankah benar Anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?”
C. “bahwa anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?”
D. “Pak. Tolong jawab pertanyaan Jaksa!”
E. “Oh, maaf."
Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.
Kelucuan teks anekdot terdapat pada bagian …
A. Dosen sedang memberi kuliah hukum pidana.
B. Saat sesi tanya jawab antara mahasiswa dan dosen.
C. Saat Ahmad memplesetkan KUHP menjadi Kasih Uang Habis Perkara.
D. Para mahasiswa tertawa mendengar jawaban Ahmad.
E. Para mahasiswa menertawakan keluguan Ahmad menjawab pertanyaan dosen.
Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.
Arti istilah ‘Kasih Uang Habis Perkara’ dalam teks tersebut adalah ….
A. Setiap perkara dikenai biaya
B. Setiap perkara dapat ditindaklanjuti dengan uang
C. Setiap perkara dapat diselesaikan dengan uang
D. Setiap perkara tidak dapat diuangkan
E. Setiap perkara tidak dapat diselesaikan
Holmes dan Watson sedang mengikuti perkemahan musim semi . Di tengah malam, Holmes terbangun dan membangunkan Watson. “Watson,” katanya,”Lihat ke langit dan katakan apa yang kamu lihat.” “Saya melihat jutaan bintang, Holmes,” kata Watson.
“Dan apa kesimpulannya, Watson?”
Watson berpikir sejenak. “Baik,” katanya, “ Berdasarkan astronomi, ada jutaan galaksi dan mungkin milyaran planet. Menurut astrologi, saya mengamati bahwa Saturnus berada di dalam Leo. Menurut horologi, saya menyimpulkan bahwa waktu mendekati tiga seperempat pagi, menurut meteorology, saya kira besok harinya bagus. Menurut teologi, saya lihat bahwa Tuhan Mahakuasa dan kita begitu kecil tak berarti. Menurutmu sendiri apa, Holmes?”
“Watson, tenda kita dicuri orang!”
Isi teks anekdot tersebut adalah …
A. Holmes dan Watson sedang berkemah.
B. Watson menguasai beberapa ilmu.
C. Watson menjawab pertanyaan Holmas dengan rinci.
D. Holmes membangunkan Watson dan menanyakan sesuatu kepadanya.
E. Watson tidak menyadari tenda mereka dicuri.
Bacalah susunan teks anekdot berikut ini dengan saksama!
(1) “Kita sudah memenuhi permintaanmu.” kata editor itu memberitahu si pengarang.
(2) Artikel itu disertai dengan sepucuk surat dari pengarangnya : “Atur saja pemberian tanda bacanya dengan benar dan terbitkan seluruh ceritanya.”
(3) “Tapi di waktu yang akan datang, silakan kirimkan saja pemberian tanda bacanya. Lalu kita terkenal karena menulis artikel kita sendiri.”
(4) Gondolin, seorang penerbit dan editor yang terkenal dari harian Italia IL Mesagero, menerima sebuah artikel yang agak buruk dari seorang temannya yang sekaligus seorang politikus.
Susunan potongan-potongan teks yang tepat hingga menjadi anekdot yang utuh dan padat adalah ….
A. (4)-(2)-(1)-(3)
B. (4)-(3)-(1)-(2)
C. (4)-(2)-(3)-(1)
D. (4)-(1)-(2)-(3)
E. (4)-(3)-(2)-(1)
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Pada anekdot tersebut, kalimat yang menunjukkan koda adalah …
A. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.
B. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
C. Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya
D. Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya
E. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi
Cuma Takut Tiga Roda
(1) Suatu hari, saat Abdurahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI, ada pembicaraan serius yang dilakukan seusai menghadiri sebuah rapat di istana Negara.
(2) Pembicaraan bertopik isu terhangat.
(3) Diketahui, pembicaraan itu mengenai wabah demam berdarah yang kala itu sedang melanda kota Jakarta.
(4) Gusdur pun sibuk memperbincangkan penyakit mematikan tersebut.
(5)“Menurut Anda, mengapa demam berdarah saat ini semakin marak di Jakarta, Pak?” tanya seorang menterinya.
(6) “Ya karena Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melarang bemo, becak, dan sebentar lagi bajaj dilarang beredar di Kota Jakarta ini.
(7) Padahal kan, nyamuk sini cuma takut sama tiga roda.”
Krisis yang terdapat pada teks anekdot ditunjukan dengan nomor ....
A. 1 dan 2
B. 2 dan 3
C. 4
D. 5 dan 6
E. 7
Kita dapat memahami teks anekdot dan dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk...
A. Menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi di dunia nyata
B. Mempertahankan bangsa agar berpegang tegus terhadap Pancasila
C. Sumber aktualisasi diri penggunanya pada konteks sosial-budaya akademis
D. Menyampaikan kritik terhadap persoalan-persoalan pada bidang-bidang layanan tersebut
E. Memperoleh ilmu pengetahuan melalui pendidikan
Suatu hari ada tukang roti yang lewat depan rumah, terus teman gue si Enggar manggil. Tidak lama kemudian tukang roti tersebut datang menghampiri kami yang lagi duduk santai di taman depan rumah.
Enggar : “Roti apa aja yang ada bang ?”
Tukang Roti : “Macam-macam, dek.”
Enggar : “Yang ini roti rasa apa yah bang ?”
Tukang Roti : “Yang ini coklat.”
Enggar : “Kalau yang ini rasa apa bang ?”
Tukang Roti : “Ini rasa strawberry dek.”
Enggar : “Kalau ini rasa apa bang ?”
Tukang Roti : “Kalau yang ini rasa nanas dek.”
Enggar : “Terus rotinya mana bang ? dari tadi kok ngomongnya buah-buahan terus ? emangnya abang jual buah apa jual roti ? Kalo kaya gini caranya gue enggak jadi beli bang.”
Tukang Roti : Hening
Seketika itu tukang roti mendadak pingsan.
Isi dari teks di atas adalah...
A. Menanyakan tentang roti coklat saja
B. Si Enggar membeli roti coklat, strawberry, dan nanas.
C. Enggar hanya menanyakan rasa roti, tidak jadi membeli roti.
D. Bercerita di depan rumah dengan tukang roti
E. Tukang roti membawa buah.
Dosen yang juga Menjadi Pejabat
Di kantik sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang.
Tono : “Saya heran dengan dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernahg mau berdiri.”
Udin : “Ah, begitu saja diperhatikan sih, Ton.”
Tono : “Ya, Udin tahu sebabnya.”
Udin : “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri.”
Tono : “Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang bejabat/”
Udin : “Lho, apa hubungannya.”
Tono : “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.”
Udin : “???”
Kritik yang hendak disampaikan dalam teks tersebut adalah ....
A. Tidak mau kehilangan kursinya
B. Tidak menyukai kursinya
C. Pejabat yang kehilangan kursinya
D. Pejabat yang takut kehilangan kursinya
E. Pejabat yang takut kehilangan jabatan atau posisinya
