NEW
Font size
WorksheetsUTS PATOLOGI PENY. INFEKSI PRODI D-IV GIZI
Total questions: 80
Worksheet time: 56mins
Human immunodeficiency virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome, adalah....
Penyakit tidak menular
Termasuk penyakit herediter
Penyakit menular
Tidak dapat ditularkan dari ibu ke anak
Penyakit demam berdarah
AIDS singkatan dari:
Acquired Immune Deficiency System
Acquired Immune Definiency Syndrom
Acquired Immunodeficiency System
Acquired Immune Definiency System Syndrome
Penyebab AIDS:
Human Immune Virus
Human Immunodeficiency Virus
Health Immune Virus
Health Immuno Virus
Jenis HIV yang paling banyak ditemukan di seluruh dunia adalah:
HIV Tipe-1
HIV Tipe-2
HIV Tipe 3
HIV Tipe A
HIV menyerang sistem kekebalan dengan mengurangi sel CD4, atau sel T. Seiring waktu,
HIV dapat menghancurkan banyak sel–sel sehingga tubuh tidak dapat melawan infeksi dan
penyakit. HIV dapat berubah menjadi AIDS ketika sel CD4 berjumlah:
Kurang dari 200 sel/mm3
Kurang dari 300 sel/mm3
200–300 sel/mm3
Lebih dari 300 sel/mm3
Sistem organ tubuh manusia yang diserang oleh HIV adalah:
Sistem kekebalan tubuh
Sistem pernapasan
Sistem pengelihatan
Sistem saraf
Yang tidak termasuk kelompok berisiko tinggi tertular HIV adalah:
Homoseksual
Biseksual
Pecandu narkoba
Heteroseksual
Tanda utama yang terlihat pada seseorang yang sudah sampai tahapan AIDS adalah:
Diare berkepanjangan
Berat badan menurun drastis
Timbulnya infeksi opportunistik
Demam tinggi
Cairan tubuh yang tidak berpotensi menularkan HIV:
Darah
Keringat
Air susu ibu yang terinfeksi HIV
Cairan mani atau vagina
HIV/AIDS tidak menular sebagai berikut kecuali:
Menggunakan toilet bekas penderita HIV/AIDS
Dari ibu pengidap HIV/ AIDS ke bayi melalui proses hamil
Gigitan nyamuk atau serangga
Terpapar batuk atau bersin
Melalui gigitan nyamuk atau serangga, virus HIV/AIDS tidak dapat ditularkan kepada manusia disebabkan:
Nyamuk hanya bisa menular penyakit malaria atau demam berdarah
Nyamuk akan langsung mati setelah mengigit penderita
Gigitan nyamuk kepada manusia tidak menimbulkan luka
Darah yang dibawa nyamuk sangat sedikit
Infeksi HIV AIDS umumnya memakan waktu hingga yang panjang sampai bisa memunculkan gejala pasti. Waktu tersebut adalah:
5 tahun
8 tahun
10- 15 tahun
20 tahun
Bayi/anak kecil yang tertular HIV/AIDS, kemungkinan penularan terjadi pada saat:
Intrauterine
Proses persalinan
Laktasi
a,b, dan c benar
Secara klinis, AIDS ditandai oleh:
Kulit gatal
Timbulnya infeksi oportunistik seperti TB dan kanker kulit
Batuk kering
Demam tinggi
Penyebab terbanyak penularan HIV/AIDS adalah:
Hubungan seksual yang menyimpang
Narkotika
Transfusi darah
Menyusui
Salah satu tanda awal gejala AIDS adalah:
Demam 104° F
Demam 104°C
Batuk
Demam 30° F
Penyakit Infeksi salah satu masalah kesehatan global, yang menyebabkan kematian
Pertama didunia
Kedua didunia
Ketiga didunia
Ke-empat didunia
Penyakit infeksi baru yang sebelumnya belum pernah dikenal HIV/AIDS, disebut dengan penyakit infeksi:
Emerging
Reemerging
Pandemik
Endemik
Penyakit Infeksi emerging menimbulkan dampak global disebut dengan:
Emerging
Reemerging
Pandemik
Endemik
Penyakit Kronik yang berhubungan dengan Infeksi:
Hepatitis B/C
Diare
Tumor
Demam
Penyebab penyakit malaria diakibatkan oleh organisme:
Virus
Jamur
Parasit
Bakteri
Escherichia Coli yang menyebabkan infeksi saluran kemih diakibatkan oleh organisme:
Virus
Jamur
Parasit
Bakteri
Penularan infeksi dapat melalui proses persalinan atau saat menyusui ASI, penularan ini secara:
Langsung
Tidak langsung
Kontak fisik
Kontaminasi
Setelah keluar dari membuang air kecil/besar untuk mencegah terjadinya infeksi harus
melakukan,
Mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir.
Memasak makanan atau minuman.
Tidak berbagi peralatan kebersihan.
Menggunakan masker ketika sedang berada di luar rumah atau ketika sedang sakit.
Ketika seseorang yang terinfeksi menyentuh, mencium, bersin atau batuk disekitar orang yang tidak terinfeksi, penyebaran penyakit infeksi ini secara:
Individu
Kelompok
Udara
Tidak sengaja
Sadar
Penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme pathogen, seperti: virus, bakteri, jamur atau ....
Parasit.
Makanan
Organik
An-organik
Proteinuria
Penularan penyakit infeksi bermacam-macam, tidak termasuk cara penularan penyakit infeksi yaitu…..
Kontak: Langsung, tidak langsung, droplet.
Vektor atauserangga : Nyamuk, lalat
Alat : Darah, makanan, cairan intra vena
Udara: Debu, kulit lepas.
Kontak : plasenta, Urine
Sakit perut/nyeri perut/kram, diare berdarah dan berlendir, demam, malaise, gejala dari penyakit...
Disentri
Demam
Migrain
Hipokalemia
Maag
Pemeriksaan pada pasien disentri, yaitu dengan pemeriksaan:
Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan sampel feces
Pemeriksaaan asupan makanan
Pemeriksaan lambung
Pemeriksaan kuman udara
Hewan berbahaya yang hidup di dalam tubuh yang ditularkan dari kotoran ke mulut dapat, menyebabkan:
Disentri
TBC
Demam berdarah
Malaria
Diare
Penyakit Infeksi yang disebabkan oleh Bakteri adalah...
Cacar air
Herpes
Polio
Influenza
Demam tifoid
Penyakit Infeksi yang disebabkan oleh Virus adalah ...
Tuberculosis
Dipteri
Pertusis
Kusta
Herpes
Infeksi dapat menimbulkan malnutrisi, salah satu penyakit infeksi tersebut adalah...
Panu/kapang
Cacingan
Jamuran
Tetanus
Kudisan
Gejala umum penyakit AIDS, kecuali:
Petekie pada kulit
Bercak putih atau luka di mulut
Berat badan menurun lebih dari 10% dalam sebulan
Diare lebih dari sebulan tanpa sebab
Pencegahan Penyakit Infeksi dengan cara:
Membiasakan diri untuk mencuci tangan
Memasak makanan atau minuman.
Tidak berbagi peralatan kebersihan.
Menggunakan masker ketika sedang berada di luar rumah atau ketika sedang sakit.
Menjaga kebersihan lingkungan merupakan cara mencegah penyakit infeksi dengan melakukan .........
Tidak membuang sampah dengan sembarangan
Edukasi pada masyarakat yang tinggal dalam daerah kumuh.
Memasak makanan atau minuman dalam rumah tangga.
Menggunakan masker ketika sedang berada di luar rumah atau ketika sedang sakit.
Anak K seorang laki-laki dengan kebiasaan bermain setiap harinya, di sekitar rumah dengan lingkungan perumahan, anak K sekolah di PAUD Anggrek, 2 hari ini dengan demam dan setelah di diagnosa dokter dengan DBD, apa saja Gejala klinis lainya pasien dengan Demam berdarah/ DBD………
Demam, Pendarahan, hepatomegali, syok
Mudah terasa kenyang, perut tiba tiba kenyang, sering bersendawa, nafsu makan menurun
Sesak nafas, batuk/ batuk berdarah, nafsu makan menurun, berat badan menurun, malaise
Badan terasa lemas dan pucat, kekurangan darah dan berkeringat, Nafsu makan menurun, Mual-mual,muntah, Sakit kepala yang berat, keadaan menahun (kronis)disertai pembesaran limpa.
Takikardia, pusing, acral, melayang, tekanan darah menurun.
Adapun Penyebab DBD adalah……..
Bakteri
Nyamuk anophelesc.
Nyamuk Aides A
Plasmodium
Orang yang sakit DBD
Pada pasien dengan DBD, masa inkubasi sampai timbul gejala DBD yaitu selama…..
Selama 1-2 hari
Selama 2-3 hari
Selama 3-4 hari
Selama 4-5 hari
Selama 24 jam
Fase pada demam berdarah / DBD, ditandai dengan 3 fase yaitu ....
Demam Tinggi (Febris), kritis, penyembuhan(Pemulihan)
Food, Fingers, Fomitus, Fly, Feses
Dingin (cold stage), demam (Hot stage), berkeringat (sweating stage).
Inkubasi, demam, rehabilitasi
Dismotilitas, maag dan non spesifik
Pemeriksaan laboratorium pada pasien demam berdarah………..
Sampel darah: Trombosit
Sampel darah: Widal, atau Tubex
Sampel dahak/ sputum
sampel darah : Rbbapid diagnostic test/RDT
sampel darah : Rbbapid diagnostic test/RDT
Merupakan respon imun pada pasien DBD, Respon imun yang diketahui berperan dalam patogenesis DBD adalah ....................................................
Sakit kepala, nyeri retro-orbital, myalgia, arthralgia, uji bendung positif, pendarahan spontan
Respon humoral, Limfosit T baik T-helper (CD4) dan T sitotoksik (CD8), Monosit dan makrofag, Aktivasi komplemen.
Nyeri retro-orbital, myalgia, arthralgia
Perdarahan seperti torniquet +, petechiae, echimosis, purpura, perdarahan mukosa, epistaksis, perdarahan gusi dan hematemesis
Trombositopenia (100.000ul/ kurang)
Gejala Klinis pada Pasien DBD.............
Sakit kepala, nyeri retro-orbital, myalgia, arthralgia, uji bendung positif, pendarahan spontan
Respon humoral, Limfosit T baik T-helper (CD4) dan T sitotoksik (CD8), Monosit dan makrofag, Aktivasi komplemen.
Nyeri retro-orbital, myalgia, arthralgia
Perdarahan seperti torniquet +, petechiae, echimosis, purpura, perdarahan mukosa, epistaksis, perdarahan gusi dan hematemesis
Trombositopenia (100.000ul/ kurang)
Kriteria laboratorium pada pasien dengan DBD..........
Sakit kepala, nyeri retro-orbital, myalgia, arthralgia, uji bendung positif, pendarahan spontan
Respon humoral, Limfosit T baik T-helper (CD4) dan T sitotoksik (CD8), Monosit dan makrofag, Aktivasi komplemen.
Nyeri retro-orbital, myalgia, arthralgia
Perdarahan seperti torniquet +, petechiae, echimosis, purpura, perdarahan mukosa, epistaksis, perdarahan gusi dan hematemesis
Trombositopenia (100.000ul/ kurang)
Pada pasien dengan Gejala awal pada DBD derajat, .............
Sakit kepala, nyeri retro-orbital, myalgia, arthralgia, uji bendung positif, pendarahan spontan
Respon humoral, Limfosit T baik T-helper (CD4) dan T sitotoksik (CD8), Monosit dan makrofag, Aktivasi komplemen.
Nyeri retro-orbital, myalgia, arthralgia
Perdarahan seperti torniquet +, petechiae, echimosis, purpura, perdarahan mukosa, epistaksis, perdarahan gusi dan hematemesis
Trombositopenia (100.000ul/ kurang)
Pada Pasien dengan Gejala awal pada DBD derajat 2................
Sakit kepala, nyeri retro-orbital, myalgia, arthralgia, uji bendung positif, pendarahan spontan
Respon humoral, Limfosit T baik T-helper (CD4) dan T sitotoksik (CD8), Monosit dan makrofag, Aktivasi komplemen.
Nyeri retro-orbital, myalgia, arthralgia
Perdarahan seperti torniquet +, petechiae, echimosis, purpura, perdarahan mukosa, epistaksis, perdarahan gusi dan hematemesis
Trombositopenia (100.000ul/ kurang)
Adapun Klasifikasi DBD yaitu................
DBD derajat 1, 2, 3,4
DBD derajat A & B
DBD derajat 3 & 4
DBD derajat A,B,C,D
DBD derajat 1 & 2
Merupakan manifestasi perdarahan atau disebut ..................
Pendarahan kulit
Pendarahan hidung
Petekie
Manifestasi klinis
Subranial
Diagnosa Pasien dengan DBD ditegakkan dengan kriteria......
Kriteria fisik & Kilinis
2 kiteria klinis ditambah dengan 2 kriteria laboratories
1 Kriteria laboratorium dan 2 Kriteria klinis
1 Kriteria Klinis & 1 Kriteia Laroratories
Kriteria fisik, klinis, rotgen
Dengue Syok Syndrome (DSS) pada derajat .......
DBD derajat I
DBD derajat III dan IV
DBD derajat II
DBD derajat III
DBD derajat IV
Pada DSS, setelah demam berlangsung selama bbrp hari keadaan umum tiba-tiba memburuk, hal ini tjd biasanya pd saat/ setelah demam menurun, yaitu di antara…........
Hari ke 3-7
Hari ke-0- 3
Hari ke-10
Hari -2
Hari pertama
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yg banyak ditemukan disebagian besar wilayah tropis dan subtropis, terutama asia tenggara, Amerika tengah, Amerika dan Karibia. Pola penularan DBD dipengaruhi iklim dan kelembaban udara. Kelembaban udara yg tinggi dan suhu, adapun penyebab DBD............
Virus Anopeles
Virus dengue
Virus Covid-19
Virus Influenza
Virus Flu Burung
Demam disertai 2 atau lebih tanda : sakit kepala, nyeri retro-orbital, myalgia, arthralgia, uji bendung positif, pendarahan spontan, kegagalan sirkulasi (kulit dingin dan lembab serta gelisah) merupakan gejala DBD derajat.............
DBD derajat I
DBD derajat II
DBD derajat III
DBD derajat IV
DBD derajat V
Demam disertai 2 atau lebih tanda : sakit kepala, nyeri retro-orbital, myalgia, arthralgia, uji bendung positif, pendarahan spontan merupakan gejala DBD derajat ...........
DBD derajat I
DBD derajat II
DBD derajat III
DBD derajat IV
DBD derajat V
Syok berat disertai dgn TD dan nadi tdk terukur merupakan DBD derajat.........
DBD derajat I
DBD derajat II
DBD derajat III
DBD derajat IV
DBD derajat V
Demam disertai 2 atau lebih tanda : sakit kepala, nyeri retro-orbital, myalgia, arthralgia, uji bendung positif, merupakan gejala DBD derajat.............
DBD derajat I
DBD derajat II
DBD derajat III
DBD derajat IV
DBD derajat V
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang banyak ditemukan disebagian besar wilayah tropis dan subtropis, terutama asia tenggara, Amerika tengah, Amerika dan Karibia. Pola penularan DBD dipengaruhi iklim dan kelembaban udara. Kelembaban udara yg tinggi dan suhu, adapun nyamuk yang menyebabkan DBD....
Anopeles
Culex quinquefasciatus
Aedes aegypti
Armigeres subalbatus
Mansonia uniformes
Setelah demam berlangsung selama beberapa hari keadaan umum tiba-tiba memburuk, hal ini terjadi biasanya pada saat/ setelah demam menurun merupakan..........
Syok Piretik
Dengue Shock Fever
DBD
Stroke hemorogic
Dengue Shock Syndrome
Pada kondisi pasien dengan hiperpireksia dapat diberikan.....
Kompres es di kepala, ketiak, inguinal
Asetaminofen, eukinin atau dipiron
Minum sebanyak 1,5 liter - 2 liter dalam 24 jam (air teh dan gula sirup atau susu)
Baju Hangat
Meniminalkan baju
Seseorang dapat terinfeksi Mycobacterium tuberculosis bila:
Ada sumber infeksi
Ada kontak
Ada sumber penyakit, bakteri, jalan masuk, dan pejamu yg rentan
Masuk rumah sakit
Bertempat di pemukiman
Mulai dari masuknya bakteri sampai timbul gejala disebut:
Masa adaptasi
Masa laten
Masa inkubasi
Masa prodromal
Masa dekline
Warna merah pada reaksi radang oleh M. tuberculosis terjadi karena:
Aliran darah meningkat ke daerah radang
Penimbunan cairan.
Vasokontriksi
Pembuluh darah pecah
Deposit pigmen darah
Masuknya mikroorganisme dan bermultiplikasi dalam jaringan disebut ...
Penyakit
Carrier
Infeksi
Pathogenesis
Pathogen
Penularan penyakit tuberculosis terjadi dengan:
Melalui makanan
Droplet infection
Melalui minuman.
Kontak kulit
e. Melalui aliran darah
Diet yang dianjurkan pada penderita TB adalah:
Tinggi kalori
Tinggi protein
Tinggi lemak
Tinggi kalori dan tinggi protein
Karbohidrat
Pada penyebaran penyakit tuberculosis yang berperan sebagai reservoir adalah:
Manusia
Domba
Unggas
Sputum
Darah
Pada seorang penderita tuberculosis aktif, mikroorganisme penyebab paling banyak ditemukan:
Keringat
Sputum
Urine
Air liur
Darah
Mikroorganisme tersebut di bawah ini dapat menyebabkan tuberculosis kelenjar ......
Mycobacterium leprae
Mycobacterium avium
Corynebacterium spp
Mycobacterium tuberculosis
Actinomycess spp
Kelainan utama akibat infeksi Mycobacterium tuberculosis pada seseorang adalah:
Radang usus
Radang hati.
Radang paru-paru
Anemia
Radang kulit
Pneumonia yang terjadi akibat infeksi Mycobacterium tuberculosis terjadi pada organ:
Paru
Ginjal
Hati
Saluran pencernaan
Pembuluh darah
Seseorang dapat terinfeksi Mycobacterium tuberculosis tergantung pada:
Sumber makanan
Jumlah rokok yang dihisap
Aktifitas fisik
Kuantitas droplet nuclei
Kebiasaan tidur
Masa inkubasi infeksi Mycobacterium tuberculosis:
4 – 6 jam
4 – 6 hari
4 – 6 minggu
4 – 6 bulan
4 – 6 tahun
Mycobacterium sp yang menyerang jaringan paru dapat menyebar percontinuitatum
Menyebar ke organ lain.
Menyebar ke kelenjar getah bening.
Menyebar ke jaringan paru sekitar
Menyebar ke hati
Menyebar ke tulang
Pemberian diit pada penderita tuberculosis diarahkan untuk:
Menaikkan asupan protein.
Menghindari terjadi komplikasi.
Membatasi asupan lemak
Mencegah terjadinya gout
Menaikkan berat badan ke berat normal
Apa artinya Mycobacterium sp yang menyerang jaringan paru menyebar limfogen
Menyebar ke organ lain.
Menyebar melalui kelenjar getah bening
Menyebar ke jaringan paru sekitar
Menyebar ke hati
Menyebar ke tulang
Bakteri yang terdapat dalam droplet nuclei saat sampai di alveoli akan mengalami ......
Menyebar ke jaringan sekitar.
Kehancuran
Difagosit makrofag
Masuk ke dalam darah
Masuk ke limfe
Pada infeksi Mycobacterium tuberculosis yang berhasil, akan terjadi:
Penolakan.
Sarang primer
Kekebalan
Reaksi hipersensitivitas
Proses pengijuan
Uji tuberculin berguna untuk:
Mengetahui tingkat keparahan infeksi yang terjadi
Mengetahui seseorang pernah terinfeksi Mycobacterium tuberculosis
Memastikan bahwa seseorang telah kebal setelah terjadi infeksi
Mengetahui respon seseorang terhadap infeksi yang telah terjadi
Mengetahui jenis infeksi yang terjadi
Apa artinya reaktivasi pada penyakit tuberculosis?
Terjadi infeksi lagi pada orang yang telah mengalami infeksi
M. tuberculosis yang dorman dalam jaringan aktif kembali
Terjadi infeksi lagi pada orang dengan mikroorganisme lain
Mikroorganisme yang terdapat dalam tubuh mengalami perubahan
Mikroorganisme strain baru masuk tubuh dan menyebabkan infeksi
Gejala umum penderita tuberculosis:
Berat badan bertambah
Berat badan bertambah karena banyak makan.
Batuk berdahak disertai darah hitam
Batuk berdahak 2-3 minggu atau lebih
Batuk disertai sesak nafas
