wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS Regulasi Kemasan

Total questions: 100

Worksheet time: 1hrs 15mins

Name
Class
Date
1.

Salah satu tujuan utama pengemasan adalah Protection, yaitu?

a)

Protection (pewadahan); tergantung pada sifat dan bentuk bahan yang dikemas.

b)

Protection (perlindungan); mencegah kerusakan mekanis selama proses penyimpanan dan distribusi.

c)

Protection (ekonomis); lebih efisien dalam pengangkutan, distribusi dan penyimpanan.

d)

Salah semua

2.

Berdasarkan UU nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, kemasan pangan adalah

a)

Kemasan Pangan adalah bahan yang digunakan untuk mewadahi dan/ atau membungkus pangan, baik yang bersentuhan langsung dengan pangan maupun tidak.

b)

Kedua jawaban benar

c)

Bahan yang digunakan untuk mewadahi dan/atau membungkus pangan baik yang bersentuhan langsung dengan pangan maupun tidak, yang dapat berupa plastik, selofan, kertas, karton, karet, elastomer, logam, dll

d)

Kedua jawaban salah

3.

Kelebihan kemasan plastik adalah?

a)

Berat

b)

Mahal

c)

Fleksibel

d)

Mudah robek

4.

penyebab dari kerusakan bahan pangan yang dikemas adalah.....

a)

perubahan fisik dan biokimia

b)

kerusakan mekanis dan perubahan kadar air

c)

perubahan kimia dan mikrobiologi serta interaksi dengan oksigen

d)

A, B, dan C benar

5.

di bawah ini merupakan jenis Poli etilena. kecuali

a)

LDPE

b)

HDPE

c)

MDPE

d)

NDPE

6.

Kemasan yang fleksibel sebelum ditemukannya plastik dan alumunium foil merupakan kemasan....

a)

Kertas

b)

Kaca

c)

Kayu

d)

Plastik

7.

Berikut ini yang merupakan syarat labeling adalah... kecuali

a)

Tidak mudah lepas dari kemasannya

b)

Tidak mudah luntur atau rusak

c)

Terletak pada bagian kemasan pangan yang mudah untuk dilihat dan dibaca

d)

Keterangan yang dicantumkan menyesatkan

8.

Menurut Peraturan BPPOM tNo 31 Tahun 2018 tentang pelabelan, yang wajib ada pada label adalah...

a)

Merek dagang, Cara pemakaian, ijin edar, komposisi

b)

Merek dagang, masa berlaku, kode produksi, komposisi

c)

Komposisi, Informasi produsen, masa berlaku, cara penyimpanan

d)

Nilai gizi, kode produksi, anjuran membuang sampah

e)

Komposisi, nilai gizi, cara penyajian, petunjuk penyimpanan

9.

Pada suatu produk snack ringan, dimana produk tersebut akan didistribusikan ke seluruh wilayah Jawa. Untuk menjaga mutu produk tersebut diperlukan kemasan yang baik. Cara pengemasan yang paling tepat adalah ...

a)

Pengemasan primer dengan plastik berlabel

b)

Pengemasan primer, pengemasan tersier

c)

Pengemasan primer, pengemasan sekunder dengan kardus

d)

Pengemasan dengan karton dan kayu

10.

Berikut ini adalah kelebihan menggunakan kemasan plastik yang paling tepat adalah ...

a)

Harga relatif murah, dapat dibentuk

b)

Biaya transportasi murah, agak susah didapatkan

c)

Harga relatif murah, bentuk tidak disukai konsumen

d)

Biaya transportasi mahal. mudah dibentuk

11.

Jenis kemasan plastik dari termoplastik adalah...

a)

Melamike Formaldehyde

b)

Phenolformadehyde

c)

Acrylin

d)

PE,PP

e)

PVC, Acrylin

12.

Perhatikan ciri-ciri plastik dibawah ini !

1. kuat tarik tinggi dan tidak mudah sobek

2. permeabilitas uap air dan gas sangat tinggi

3. memiliki titik lebur rendah (80oC)

4. dapat diwarnai

merupakan sifat umum dari

a)

PVC

b)

PP

c)

PS

d)

PE

13.

Kemasan yang sesuai untuk bahan pangan berupa makanan beku, farmasi, bahan higroskopis adalah...

a)

Plastik PE

b)

Karton

c)

Aluminium foil

d)

Gelas

14.

Mengemas makanan adalah hal yang wajib dilakukan oleh produsen makanan. Fungsi kemasan pada era zaman sekarang sudah bergeser ke fungsi tambahan. Fungsi tambahan tersebut adalah ...

a)

Melindungi dan mengawetkan produk

b)

Sarana informasi dan iklan

c)

Sebagai identitas produk

d)

Mewadahi produk selama distribusi

e)

Meningkatkan efesiensi

15.

Perpindahan yang terdapat dalam kemasan ke dalam bahan makanan disebut

a)

Difusi

b)

Degradasi

c)

Migrasi

d)

Adsorbsi

16.

Jumlah keseluruhan komponen-komponen kemasan (yang tidak diketahui secara pasti unsur -unsurnya) yang bersifat mudah bergerak (mobil) ke dalam makanan disebut

a)

Migrasi spesifik

b)

Migrasi non plastik

c)

Migrasi total

d)

Migrasi palstic

17.

Komponen yang berpindah dari suatu kemasan kedalam produk sudah diketahui dan membahayakan bagi kesehatan manusia merupakan ciri dari

a)

Migrasi spesifik

b)

Migrasi non plastik

c)

Migrasi total

d)

Migrasi plastik

18.

Monomer-monomer dari kemasan seperti Monomer VCM (Vinil Chloride Monomer) pada Kemasan PVC dan Monomer Stirena pada kemasan Polystirena merupakan contoh kasus

a)

Migrasi spesifik

b)

Migrasi non plastic

c)

Migrasi total

d)

Migrasi logam

19.

Semakin tinggi suhu maka semakin ………… potensi migrasi

a)

Rendah

b)

Tinggi

c)

Tidak berpengaruh

d)

Semua jawaban salah

20.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) menetapkan persyaratan berupa batasan migrasi untuk ftalat. Batasan migrasi yang ditetapkan oleh BPOM RI adalah

a)

10 ppm

b)

20 ppm

c)

30 ppm

d)

40 ppm

21.

Pemilihan kemasan untuk menghindari migrasi kemasan pangan kecuali

a)

Labeling kemasan yang sesuai dengan standar

b)

Sesuai derajat asam basa

c)

Suhu saat pengemasan dan penyimpanan

d)

Kandungan bahan kimia yang dominan

22.

Pengawasan Kemasan Pangan diatur pada

a)

21 CFR (Code of Federal Regulations) section 175-178 tahun 1995, yang diperbaharui tahun 2008

b)

Japanesse food sanitation law tahun 1989

c)

Peraturan Kepala Badan POM Nomor HK.03.1.23.07.11.6664 tahun 2011

d)

Malaysia Food regulation tahun 1985

23.

Peraturan yang mengandung label kemasan pangan, kecuali

a)

PBPOM 13 2018

b)

UU 18 2012

c)

PP 69 1999

d)

PBPOM 31 2018

24.

Berapa migrasi total yang diperbolehkan pada kemasan plastik ?

a)

10 mg/dm2

b)

0.1 mg/dm2

c)

1 mg/dm2

d)

0.01 mg/dm2

25.

kadar kandungan timbal (Pb) yang diperbolehkan pada kemasan kertas dan karton?

a)

0,5 mg/kg

b)

0,3 mg/kg

c)

3 mg/kg

d)

5 mg/kg

26.

Di bawah ini adalah hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih kemasan produk, kecuali..

a)

Keamanan pangan

b)

Mudah dalam pengangkutan dan pengiriman

c)

Ramah lingkungan

d)

Desain yang menarik dengan cost of production tinggi

27.

Manakah persentase tertinggi pada label kemasan pangan yang paling diperhatikan konsumen?

a)

komposisi makanan

b)

nama produk

c)

waktu kadaluarsa

d)

label halal

28.

Berikut ini yang tidak benar tentang label produk pangan yaitu ....

a)

Berisi keterangan mengenai pangan

b)

Berisi keterangan promosi produk

c)

Wajib ada pada setiap pangan terkemas

d)

Terletak pada bagian pangan yang mudah dilihat dan dibaca

29.

Berikut ini zat gizi yang wajib dicantumkan dalam label produk kecuali....

a)

Protein

b)

Serat pangan

c)

Energi total

d)

Lemak total

30.

Label tidak diperlukan pada ....

a)

Produk yang mempunyai daya simpan lama

b)

Produk yang sudah punya BPOM/PIRT

c)

Produk snack/makanan ringan

d)

Produk yang langsung dibungkus di hadapan pembeli

31.

Berdasarkan Peraturan BPOM nomor 20 tahun 2019 tentang Pangan, bahan kontak pangan terdiri atas

a)

monolayer, multilayer, karet, kertas, kayu, logam, gasket, resin keramik, dan gelas

b)

monolayer, multilayer, secondlayer, karet, kertas, logam, gasket, resin keramik, dan gelas

c)

monolayer, multilayer, karet, kertas dan karton, gasket, pelapis dari resin, keramik, gelas, dan logam

d)

semua jawaban benar

32.

Sifat umum dari poli propilena adalah

a)

Kekuatan tarik tinggi dan tidak mudah sobek

b)

titik leburnya rendah (80oC)

c)

Tahan terhadap suhu tinggi (150oC)

d)

dapat dicetak dengan mudah

33.

Jenis kertas yang dijadikan kemasan sabun adalah

a)

glasin

b)

perkamen

c)

lilin

d)

tyvek

34.

Sebuah UMKM mengembangkan buah potong dalam kemasan. Jenis plastik yang tepat untuk memgemas buah segar tersebut adalah

a)

PP

b)

PS

c)

PET

d)

PVC

35.

SNI untuk menguji migrasi total adalah

a)

SNI 7322 : 2008

b)

SNI 8215-2 : 2017

c)

SNI 8424 : 2017

d)

SNI 8218 : 2015

36.

berdasarkan daur ulang plastik, gambar diatas adalah jenis plastik

a)

PVC

b)

HDPE

c)

LDPE

d)

PS

37.

Air mineral berukuran galon biasanya menggunakan bahan plastik

a)

PP

b)

PET

c)

PC

d)

PS

38.

Peraturan yang mengatur tentang label kemasan pangan olahan adalah

a)

Peraturan BPOM nomor 31 tahun 2018

b)

UU nomor 18 tahun 2012

c)

PP nomor 86 tahun 2019

d)

Permenperin nommor 24 tahun 2010

39.

Label adalah

a)

Informasi mengenai pangan olahan yang berbentuk tulisan, yang disertakan pada pangan olahan, dimasukan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian Kemasan Pangan.

b)

setiap keterangan mengenai pangan olahan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada pangan olahan, dimasukan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian Kemasan Pangan.

c)

Keterangan mengenai pangan olahan yang berbentuk gambar, yang disertakan pada pangan olahan, dimasukan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian Kemasan Pangan.

d)

semuanya salah

40.

Bobot tuntas adalah

a)

ukuran berat olahan cair pada kemasan pangan yang dinyatakan dalam metrik

b)

informasi mengenai jumlah pangan olahan yang terdapat di dalam kemasan atau wadah dicantumkan dalam satuan metrik.

c)

ukuran berat untuk pangan olahan padat yang menggunakan medium cair dihitung dengan cara pengurangan berat bersih dengan berat medium cair

d)

ukuran berat untuk pangan olahan padat yang menggunakan medium semi cair dihitung dengan cara pengurangan berat bersih dengan berat medium semi cair

41.

Berikut adalah kewajiban terteranya suatu label, kecuali

a)

BTP

b)

pangan olahan yang diproduksi atau pangan yang diimpor untuk diperdagangkan di dalam negeri dalam kemasan eceran dan pangan yang diolah lebih lanjut

c)

bahan penolong

d)

Zat pangan

42.

Label pangan olahan memuat paling sedikit

a)

nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat bersih, nama dan alamat perusahaan yang memproduksi atau mengimpor, halal bagi yang dipersyaratkan, keterangan kedaluarsa, nomor izin edar, asal usul bahan pangan tertentu

b)

nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat bersih, nama dan alamat perusahaan yang memproduksi atau mengimpor, halal bagi yang dipersyaratkan, tanggal dan kode produksi, keterangan kedaluarsa, nomor izin edar, asal usul bahan pangan tertentu

c)

nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat bersih, nama dan alamat perusahaan yang memproduksi atau mengimpor, halal bagi yang dipersyaratkan, tanggal dan kode produksi, keterangan kedaluarsa

d)

nama produk, berat bersih, nama dan alamat perusahaan yang memproduksi atau mengimpor, halal bagi yang dipersyaratkan, tanggal dan kode produksi, keterangan kedaluarsa, nomor izin edar

43.

Berikut adalah keterangan yang harus ada atau tercetak pada bagian yang paling mudah dilihat dan dibaca dalam 1 kali pandang adalah

a)

nama jenis, nama dagang, isi bersih, nama/alamat pihak yang memproduksi, keterangan halal, nomor izin edar, keterangan kedaluarsa

b)

nama jenis, nama dagang, nama/alamat pihak yang memproduksi, keterangan halal, nomor izin edar, keterangan kedaluarsa

c)

nama jenis, nama dagang, nama/alamat pihak yang memproduksi, nomor izin edar, keterangan kedaluarsa

d)

nama jenis, nama dagang, isi bersih, nama/alamat pihak yang memproduksi, keterangan halal, nomor izin edar, keterangan kedaluarsa, 2D barcode

44.

Nama Produk terdiri atas

a)

Nama dagang dan nama jenis

b)

Merk dan nama jenis

c)

A dan B salah

d)

A dan B benar

45.

Apabila permukaan label kurang dari atau sama dengan 10cm2, maka keterangan label minimal memuat

a)

nama produk, tanggal kedaluarsa, nomor izin edar, berta bersih

b)

nama produk, tanggal kedaluarsa, nomor izin edar

c)

nama produk, tanggal kedaluarsa, nomor izin edar, informasi nilai gizi

d)

nama produk, tanggal kedaluarsa, nomor izin edar, kode produksi

46.

berikut hal yang harus diperhatikan dalam menentukan nama jenis pangan olahan, kecuali

a)

penggunaan nama jenis harus sesuai SNI

b)

untuk minuman beralkohol harus mencantumkan "Minuman Beralkohol Golongan...."

c)

Karakteristik spesifik dari pangan olahan meliputi pengertian dan karakteristik dasar yang tidak menunjukkan sifat dan/atau keadaan yang sebenarnya

d)

Dalam hal nama jenis pangan olahan belum ditetapkan dalam kategori pangan, penggunaan nama jenis pangan olahan harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Kepala Badan POM

47.

Gambar apple pada suatu kemasan dapat dikatakan sebagai

a)

nama jenis

b)

nama produk

c)

nama dagang

d)

nama kemasan

48.

Berikut adalah contoh pencantuman daftar bahan yang digunakan, kecuali

a)

Daftar Bahan : Air, tomat, kacang merah, seledri, jagung, bawang putih, gula, dan garam.

b)

Komposisi : Air, tomat, kacang merah, seledri, jagung, bawang putih, gula, lada, dan garam.

c)

Daftar Bahan yang Digunakan : Air, tomat, kacang merah, seledri, jagung, bawang putih, gula, lada, dan garam.

d)

Bahan-bahan: Air, tomat, kacang merah, seledri, jagung, bawang putih, gula, lada, dan garam.

49.

Berikut adalah ketentuan dalam pencantuman daftar bahan yang digunakan, kecuali

a)

Bahan penolong yang digunakan dalam proses produksi pangan olahan tidak perlu dicantumkan dalam daftar bahan

b)

Pencantuman ‘dengan … (diikuti jenis dan/atau golongan BTP)’ pada pangan olahan tidak diperbolehkan.

c)

Pencantuman daftar bahan yang digunakan harus didahului dengan tulisan “daftar bahan”, “bahan yang digunakan”, “bahan-bahan”, atau “komposisi”.

d)

Air yang merupakan bagian dari kandungan bahan yang digunakan dicantumkan dalam daftar bahan yang digunakan

50.

tata cara pencantuman kadar alkohol pada kemasan pangan olahan sebagai berikut

a)

Dicantumkan pada bagian yang mudah dilihat dan dibaca

b)

Pangan olahan yang ditambahkan alkohol wajib mencantumkan persentase kadar alkohol

c)

Pencantuman kadar alkohol ditulis pada daftar bahan yang digunakan setelah pencantuman bahan yang mengandung alkohol tersebut.

d)

Semua benar

51.

Keterangan mengenai BTP yang ditambahkan pada pangan olahan harus dicantumkan dalam daftar bahan, meliputi

a)

nama golongan BTP

b)

BTP golongan pewarna mencantumkan nomor indeks pewarna

c)

A dan B salah

d)

A dan B benar

52.

Cara pencantuman 2 bahan yang memiliki BTP ikutan yang sama adalah sebagai berikut

a)

Daftar bahan : air, gula (mengandung pengawet belerang dioksida), kakao bubuk, krimer nabati, susu bubuk, sirup glukosa (mengandung pengawet belerang dioksida)

b)

A dan C salah

c)

Daftar bahan : air, gula, kakao bubuk, krimer nabati, susu bubuk, sirup glukosa. Gula dan sirup glukosa mengandung pengawet belerang dioksida

d)

A dan C benar

53.

Suatu produk dengan komposisi bahan sebagai berikut:

mengandung (secara berurutan): susu sapi segar, air, gula susu skim bubuk lemak susu, penstabil nabati, perisa sintetik, antioksidan di-L tokoferol, vitamin A, B1, B2.

sebagai informasi tambahan bahwa vitamin A mengandung antioksidan di-L tokoferol


Bagaimanakah cara penulisan komposisi yang benar?

a)

Daftar Bahan : susu sapi segar, air, gula susu skim bubuk lemak susu, penstabil nabati, perisa sintetik, antioksidan di-L tokoferol, vitamin A (mengandung antioksidan di-L tokoferol), B1, B2.

b)

Daftar Bahan yang Digunakan : susu sapi segar, air, gula susu skim bubuk lemak susu, penstabil nabati, perisa sintetik, antioksidan di-L tokoferol, vitamin A (mengandung antioksidan di-L tokoferol), B1, B2.

c)

Daftar Bahan yang Digunakan : susu sapi segar, air, gula susu skim bubuk lemak susu, penstabil nabati, perisa sintetik, antioksidan di-L tokoferol, vitamin A, B1, B2.

d)

Semua salah

54.

BTP pemanis alami atau buatan wajib juga dicantumkan keterangan di bawah ini, kecuali

a)

kesetaraan kemanisan jenis pemanis terhadap gula sukrosa

b)

untuk sediaan BTP pemanis buatan wajib mencantumkan peringatan sesuai dengan ketentuan

c)

untuk BTP pemanis buatan dalam bentuk table top mencantumkan: tulisan "Untuk penderita diabetes” dan/atau “orang yang membutuhkan makanan berkalori rendah”.

d)

semua benar

55.

Berikut adalah daftar pemanis buatan dan kesetaraan kemanisan terhadap gula sukrosa, kecuali

a)

Silitol (Xylitol) (967) kemanisan setara dengan 1 kali gula sukrosa

b)

Aspartam kemanisan setara dengan 60-220 kali gula sukrosa

c)

sakarin kemanisan setara dengan 300-500 kali gula sukrosa

d)

fenil alanin kemanisan setara dengan 600 kali gula sukrosa

56.

Syarat pencantuman BTP pewarna adalah sebagai berikut kecuali

a)

nomor indeks (Colour Index, CI), jika jenis BTP tersebut memiliki nomor indeks;

b)

Logo huruf M di dalam suatu lingkaran berwarna biru

c)

tulisan “Pewarna Pangan” dengan huruf kapital berwarna hijau

d)

tulisan “Pewarna Pangan” diletakkan di dalam kotak persegi panjang berwarna hijau

57.

Berdasarkan gambar tersebut manakah yang merupakan nama jenis pangan olahan?

a)
b)
c)
d)
58.

berikut adalah tata cara pencantuman keterangan tanpa BTP pada kemasan, kecuali

a)

Keterangan tanpa BTP dapat dicantumkan jika pada produk akhir pangan olahan tidak mengandung jenis BTP tersebut

b)

label dapat dicantumkan keterangan tanpa BTP, meliputi BTP pemanis buatan, pengawet, pewarna sintetik, antioksidan, dan/atau penguat rasa

c)

Keterangan tanpa BTP dicantumkan setelah daftar bahan yang digunakan.

d)

Keterangan tanpa BTP boleh ditonjolkan sebagai peringatan.

59.

Berikut adalah contoh pencantuman tanpa BTP yang keliru

a)

Komposisi : Air, Gula, Teh, Perisa Sintetik, Pengatur keasaman (asam fosfat), Antioksidan (asam askorbat), dan pemanis alami glikosida steviol (stevia). Tanpa Pengawet

b)

KOMPOSISI: AIR, GULA, TEH, PERISA SINTETIK, PENGATUR KEASAMAN (ASAM FOSFAT), ANTIOKSIDAN (ASAM ASKORBAT). TANPA PENGAWET

c)

Komposisi : Air, Gula, Teh, Perisa Sintetik, Pengatur keasaman (asam fosfat), Antioksidan (asam askorbat), dan pemanis alami glikosida steviol (stevia). Tanpa Pengawet

d)

KOMPOSISI: AIR, GULA, TEH, PERISA SINTETIK, PENGATUR KEASAMAN (ASAM FOSFAT), ANTIOKSIDAN (ASAM ASKORBAT). TANPA PEMANIS BUATAN

60.

Keterangan tanpa BTP pada label meliputi, kecuali

a)

Tanpa pemanis buatan

b)

tanpa pemanis

c)

tanpa pewarna sintetik

d)

tanpa penguat rasa

61.

Contoh pencantuman bobot tuntas pada pangan olahan sarden adalah sebagai berikut

a)

Sarden

Berat bersih 60g

Bobot tuntas 60g

b)

Sarden

Berat bersih 155g

Bobot tuntas 95g

c)

Sarden

Berat bersih 120g

Bobot tuntas 60l

d)

Sarden

Berat bersih 120l

Bobot tuntas 60l

62.

syarat pencantuman nama dan alamat perusahaan yang memproduksi produk dalam negeri sebagai berikut:

a)

Alamat yang dicantumkan paling sedikit meliputi nama kota, kode pos, dan Indonesia

b)

alam hal alamat tidak terdaftar pada direktori kota atau buku telepon, pihak yang memproduksi harus mencantumkan alamat secara jelas dan lengkap

c)

semua jawaban benar

d)

Dalam hal produk dalam negeri yang sama diekspor ke negara lain, maka pada label dapat dicantumkan tulisan “Diimpor oleh/imported by: ...”

63.

Peraturan yang mengatur tentang penggunaan logo tara pangan dan kode daur ulang pada kemasan plastik adalah sebagi berikut

a)

BPOM no 20 Tahun 2019

b)

PP no 86 tahun 2019

c)

Permenperin No 24/M-IND/PER/2/2010

d)

PermenLH no 14 tahun 2013

64.

SNI yang mengatur tentang plastik PE untuk mengemas adalah sebagai berikut

a)

SNI 19-2946-1992

b)

SNI 19-4377-1996

c)

SNI 7323 : 2008

d)

SNI 7322 : 2008

65.

untuk mengemas Daging ayam sebaiknya menggunakan kemasan jenis plastik

a)

PET forms dan PS Forms

b)

Transparent PS dan PS thermoforming

c)

PS Forms dan PS thermoforming

d)

PP Forms dan PS thermoforming

66.

Es krim sebaiknya dikemas menggunakan plastik kemasan jenis

a)

PS Forms

b)

PS thermoforming

c)

PET Forms

d)

PP forms

67.

berikut ini adalah keterangan label yang harus tercantum pada kemassan obat tradisional, kecuali

a)

Nama produk, nama dan alamat produsen, tanggal kedaluarsa, kode produksi, bentuk sedian, berat bersih, komposisi, logo, klaim khasiat, aturan pakai, kontraindikasi, peringatan, 2d barcode, cara penyimpanan, informasi khusus, informasi nilai gizi

b)

Nama produk, nama dan alamat produsen, tanggal kedaluarsa, kode produksi, bentuk sedian, berat bersih, komposisi, logo, klaim khasiat, aturan pakai, kontraindikasi, peringatan, 2d barcode, cara penyimpanan, informasi khusus, bahan tambahan

c)

Nama produk, nama dan alamat produsen, tanggal kedaluarsa, kode produksi, bentuk sedian, berat bersih, komposisi, logo, klaim khasiat, aturan pakai, kontraindikasi, peringatan, 2d barcode, cara penyimpanan, informasi khusus

d)

Nama produk, nama dan alamat produsen, tanggal kedaluarsa, kode produksi, bentuk sedian, berat bersih, komposisi, logo, klaim khasiat, aturan pakai, kontraindikasi, peringatan, 2d barcode, cara penyimpanan, informasi khusus, informasi nilai gizi, bahan tambahan

68.

berdasarkan Peraturan Kepala BPOM RI nomor : HK.00.05.41.1384, obat Tradisional adalah

a)

Sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah di standarisasi

b)

Bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut, yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman

c)

Sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya telah di standarisasi

d)

Hasil ekstraksi simplisia yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau hewan.

69.

Berdasarkan cara pembuatan dan jenis klaim, obat bahan alam indonesia dikelompokkan menjadi 3 yaitu

a)

Jamu, obat tradisional, obat herbal kontrak

b)

Jamu, obat herbal terstandar, fitofarmaka

c)

fitofarmaka, obat tradisional kontrak, jamu

d)

obat herbal terstandar, obat tradisional lisensi, obat tradisional kontrak

70.

cara pencantuman logo jamu yang benar adalah sebagai berikut, kecuali

a)

Logo jamu pada obat tradisional adalah gambar ranting didalam lingkaran

b)

Tulisan jamu harus dicetak dengan jelas dan berada pada posisi bawah logo jamu

c)

Logo jamu dicetak dengan warna hijau dan memiliki warna dasar putih

d)

Ditempatkan atau diletakan pada bagian tengah pada kemasan depan.

71.

Obat Herbal Terstandar adalah....

a)

obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji klinik dan bahan bakunya telah di standarisasi

b)

obat bahan alam yang belum dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah di standarisasi

c)

obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah di standarisasi

d)

obat bahan alam yang belum dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji klinik dan bahan bakunya belum di standarisasi

e)

obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik

72.

Logo fitofarmaka adalah...

a)
b)
c)
d)
73.

Logo obat herbal terstandar adalah...

a)
b)
c)
d)
74.

Logo jamu adalah....

a)
b)
c)
d)
75.

Bentuk sediaan yang tidak boleh dibuat industri obat tradisional adalah

a)

Pil, kapsul, serbuk

b)

solotio, pulvis, linimen

c)

suppositoria, tetes mata, parenteral

d)

param, pulveres, tablet

76.

termasuk jenis obat tradisional apakah produk berikut ?

a)

Obat Bebas

b)

Jamu

c)

Obat Herbal Terstandar

d)

Obat Tidur

77.

obat tradisional yang termasuk dalam bentuk sediaan obat luar adalah :

a)

Pastiles

b)

Kaplet

c)

Koyo / Plester

d)

Serbuk

78.

manakah dibawah ini yang termasuk dalam tujuan dan klaim yang di bolehkan pada produk Obat dan Tradisional

a)

menyembuhkan diare

b)

menyembukan batuk

c)

mengobati sakit kepala

d)

membantu menjaga Daya Tahan Tubuh

79.

Klaim khasiat dan keamanannya harus dibuktikan secara pra klinik dan klinik. merupakan persyaratan jenis obat tradisional ?

a)

Jamu

b)

Fitofarmaka

c)

Obat Herbal Terstandar

d)

Obat Keras

80.

Berikut ini yang bukan merupakan penggolongan Obat Tradisional adalah

a)

Obat Tradisional

b)

Obat Herbal Terstandar

c)

Fitofarmaka

d)

Obat Herbal Terbatas

81.

obat tradisional yang termasuk dalam bentuk sediaan obat luar adalah :

a)

Pastiles

b)

Kaplet

c)

Koyo / Plester

d)

Serbuk

82.

yang tidak termasuk dalam bentuk sediaan obat dalam pada produk obat tradisional adalah

a)

Parem

b)

Rajangan

c)

Kapsul

d)

Tablet Hisap

83.

Lihat gambar diatas, jenis apakah itu ?

a)

Obat Bebas Terbatas

b)

Obat Herbal terstandar

c)

Obat Bebas

d)

Obat keras

84.

Pengertian pangan olahan yang tepat adalah …

a)

makanan atau minuman hasil proses dengan cara metode tertentu

b)

makanan atau minuman hasil proses dengan metode bahan pangan

c)

makanan atau minuman hasil proses tanpa bahan tambahan pangan.

d)

makanan atau minuman hasil proses dengan cara metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan pangan.

85.

Cara Mengecek Izin Edar Pangan Olahan dapat melalui aplikasi BPOM yaitu...

a)

klubpompi

b)

cekbpom.pom.go.id

c)

bpom mobile

d)

e-sertifikasi

86.

PETE/PET atau plastik yang biasa dipakai untuk botol air mineral merupakan

a)

Pilihan terbaik untuk bahan plastik penyimpan makanan

b)

Plastik sekali pakai

c)

Plastik berbahaya/sulit di daur ulang

d)

Semua benar

87.

Pemilihan kemasan untuk menghindari migrasi kemasan pangan kecuali

a)

Labeling kemasan yang sesuai dengan standar

b)

Sesuai derajat asam basa

c)

Suhu saat pengemasan dan penyimpanan

d)

Kandungan bahan kimia yang dominan

88.

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses migrasi, kecuali

a)

jenis dan konsentrasi bahan kimia yang terkandung dalam kemasan

b)

sifat alamiah pangan atau pilihan larutan simulan pangan disertai kondisi saat terjadi kontak (suhu dan lama kontak)

c)

ketebalan kemasan

d)

Sifat ekstrinsik kemasan

89.

Apa yang dimaksud dengan ING (Informasi Nilai Gizi)?

a)

ING berisi informasi harga jual produk pangan olahan

b)

ING adalah daftar kandungan zat Gizi dan non Gizi pada produk Pangan Olahan

c)

ING berisi informasi halal

d)

Benar semua

90.

Kemasan plastik yang biasa digunakan untuk AMDK adalah ...

a)

polyvinyl chloride

b)

Polystyrene

c)

polipropilen

d)

Akrilonitrit

91.

kadar kandungan timbal (Pb) yang diperbolehkan pada kemasan kertas dan karton?

a)

0,5 mg/kg

b)

0,3 mg/kg

c)

3 mg/kg

d)

5 mg/kg

92.

Bahan tambahan pangan adalah bahan yang ........, kecuali

a)

ditambahkan secara sengaja pada makanan

b)

ditambahkan pada makanan dalam jumlah kecil

c)

ditambahkan pada makanan dalam jumlah besar

d)

ditambahkan pada makanan untuk memperbaiki kualitas

93.

Fitofarmaka memenuhi kriteria :

a)

a. aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. klaim khasiat dibuktikan secara ilmiah/ praklinik (pada hewan) dan klinik (pada manusia).

b)

b. telah dilakukan standarisasi terhadap bahan baku yang digunakan dalam produk jadi.

c)

c. klaim khasiat dibuktikan secara ilmiah/ praklinik (pada hewan percobaan).

d)

d. Jenis klaim penggunaan sesuai dengan tingkat pembuktian medium dan tinggi.

94.

Uji yang harus dilakukan pada obat Fitofarmaka adalah

a)

Uji ketahanan obat

b)

Uji Klinik dan Uji Praklinik

c)

Uji Khasiat Obat

d)

Uji kemasan

95.

sediaan padat obat tradisional berupa lempengan pipih umumnya berbentuk segi empat; bahan bakunya berupa campuran serbuk simplisia, sediaan galenik, atau campuran keduanya.

a)

Pilis

b)

Pastiles

c)

Jenang

d)

Parem

96.

jamu harus memenuhi kriteria sebagai berikut, kecuali

a)

Aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan;

b)

Klaim khasiat dibuktikan secara ilmiah

c)

Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku

d)

Jenis klaim penggunaan sesuai dengan jenis pembuktian tradisional

97.

Sediaan yang dibuat dari bahan baku dari hewan atau tumbuh-tumbuhan yang disari di sebut

a)

Sediaan farmasi

b)

Sediaan solid

c)

Sediaan semi solid

d)

Sediaan galenik

98.

Yang dimaksud dengan Halal, kecuali ?

a)

Halal secara zatnya

b)

Halal cara prosesnya

c)

Halal cara penyembelihannya

d)

Yang memasak harus muslim

99.

bentuk sediaan yang di larang pada produk Obat Tradisional yaitu :

a)

tetes mata

b)

kapsul

c)

cairan obat dalam

d)

pil

100.

Jenis Izin Edar Pangan Olahan adalah sebagai berikut, kecuali ?

a)

POM MD

b)

POM ML

c)

PIRT

d)

POM DM